Anda di halaman 1dari 22

PRESBIOPIA

Dr. Prillia Tri Suryani, SpM. (K)

PENDAHULUAN
Presbiopia
- Akomodasi
- Usia Tua
- Perubahan Struktur Lensa
Diagnosis Presbiopia mudah
Penanganan Presbiopia :
- Aspek : optik, klinis, manusia.

DEFINISI
Asal : bahasa Greek artinya Mata Tua
Fisiologis
- Kompleks Lensa badan silier

Flexibilitas
Akomodasi
Klinis :
- Px dengan koreksi jauh adekwat, tidak
dapat melakukan pekerjaan dekat .

KLASIFIKASI
PRESBIOPIA

Presbiopia
Borderline
(Insipien)

- Kadang kadang
- Ringan
- Tanpa kacamata

Presbiopia
Fungsional

- kacamata dekat +
- Keluhan -

PRESBIOPIA FUNGSIONAL
1. Presbiopia Partial
- baru timbul pada derajat akomodasi ttt.
2. Presbiopia Absolut
- Tidak ada akomodasi
- Berhubungan dengan umur
3. Presbiopia Prematur
- Tidak cukup kemampuan akomodasi
- Umur Muda
- Kausa : Penyakit , Gizi

ETIOLOGI
1. Sklerosis Lensa
Elastisitas Lensa

Akomodasi
2. Hilangnya kekuatan otot siliaris

GEJALA SUBYEKTIF
1.

Kabur Jarak dekat


Ungkapan : - Lengan saya terlalu pendek
- Membaca harus menjauhkan bahan bacaan
- Lampu kurang terang
2. Kabur jarak Jauh
- Presbiopia Border line : Kabur melihat jauh setelah melakukan
pekerjaan dekat ( relaksasi otot sliaris )
3. Eye Strain
- Lelah
- Mata tertarik keluar
- Mengantuk
4. Sakit Kepala
5. Diplopia.
6. Pagi hari kemampuan baca lebih baik.

GEJALA OBYEKTIF
1. Perubahan amplitudo akomodasi
Donders / Duane :
- AA berkurang 0.25 0.40D/ tahun
- Umur 60 th 0.50D
2. Perubahan kondisi status refraksi
- Kearah Hipermetropia ( 0.75 1.00 D)
- Umur > 65 tahun kearah MIOPIA
- Astigmat against the rule ( 1. 00 D )

CARA PENENTUAN ADDISI


1. 1. TES SUBYEKTIF.2. Refraksi lihat jauh
- Baca kartu baca / Jaeger)
Jarak 30- 40 cm
Beri S (+) terlemah
Bisa baca paling kecil

Monokuler / Binokuler

UMUR
( TAHUN )
45
50
55
60

ADDISI ( DIOPTRI)
+ 1.00 sampai +1.25
+ 1.50 sampai +1.75
+ 2.00 sampai + 2.25
+ 2.50 sampai + 3.00

2. PENGGUNAAN AMPLITUDO AKOMODASI


AA : - perbedaan kekuatan refraksi mata ketika
istirahat dan
akomodasi penuh
- 100 / f cm
Dasar Koreksi dekat :
menyisakan dari AA sebagai cadangan
Mis AA : 4.00 D
- Harus bekerja jarak 33 cm . 100/33 : 3.00 D
- Jadi perlu addisi S + 1.00 D

ADD UNTUK BACA JARAK


Total AA

AA
disisakan

25 cm
(400 D )

32.5 cm
(300 D

40 cm
(250 D )

50 cm
(200 D )

65 cm
(150 D)

6.00

3.00

1.00

5.00

2.50

1.50

0.50

4.00

2.00

2.00

1.00

0.50

3.00

1.50

2.50

1.50

1.00

0.50

2.00

1.00

3.00

2.00

1.00

1.00

0.50

1.00

0.50

3.50

2.50

2.00

1.50

1.00

0.50

0.25

3.75

2.75

2.50

1.75

1.25

PENATALAKSANAAN
I.

PENATALAKSANAAN UMUM
Kondisi pasien harus nyaman dengan :
- Visus efisien
- Emosi
- Optis ( karena AA )
Pemberian Lensa S ( +)
Harus diketahui jarak kerja dekat
- Kelainan Refraksi
- AA
Koreksi nyaman sebaiknya UNDERCORRECTION.

II. PENATALAKSANAAN KHUSUS


Koreksi : 1. Kaca Mata
2. Lensa Kontak
A. Kaca Mata
1. Monofokal ( Single Vision )
- hanya untuk dekat
- Full diameter spectacle / half diameter
spectacle
- Untuk Emetropia
- pekerja jarak dekat
- menolak multi fokal

2. Kacamata Bifokal

3. Kacamata Trifokal

4. Kacamata Multifokal

5. Progressive Addition Lens (PAL )

SIFAT KHAS KACAMATA BIFOKAL


1. Vertikal Image Jump

Karena efek prisma.

Besarnya berbanding langsung dengan kekuatan


addisi dan jarak antara tepi atas segmen dekat dan
pusat optis

Satuan Prisma diopter


2. Vertikal Image Displacement
Bayangan yang terlihat melalui beberapa titik pada
lensa diluar sentral optis terpisah oleh efek prisma

Hubungan Vertical Image Jump Dg Kekuatan


Addisi Dan Desain Segment
Addisi

25 mm flat

2 mm

+ 1.00

top
round
0.50 (2.00) 1.10 (4.40 ) 1.90 (7.60)

+1.25

0.62 (2.50 ) 1.37 (5.50 ) 2.37 (9.50)

+ 1.50

0.75 (3.00 ) 1.65 (6.60 )

+ 1.75

0.87 (3.00) 1.92 (7.70 ) 3.32 (13.3)

+ 2.00

1.00 (4.00 ) 2.20 (8.80)

3.80 (15.2)

+ 2.25

1.12 (4.50 ) 2.47 (9.90)

4.27 (17.1)

+ 2.50

1.25 (5.00 )

4.75 (19.0)

2.75 (11.0)

ultex

2.85 (11.4)

B. Lensa Kontak
4. Macam
1. Lensa Kontak Single Vision dengan kacamata dekat
2. Lensa Kontak Monovision
- Lensa Kontak Jauh untuk mata dominan
- lensa kontak dekat untuk dekat
3. Lensa Kontak Bifokal

4. Lensa Kontak Modified Monovision


1 Mata lensa kontak Single Vision
1 mata Lensa Kontak Bifokal
5. Lensa Kontak Multifokal

6. Lensa Kontak Progressive