Anda di halaman 1dari 6

Judul :

In-Service Training of Chemistry Teachers: The Use of Multimedia in Teaching Chemistry


Penulis :
Celeste Ferreira1,2, Mnica Baptista2, and Agnaldo Arroio1
1

Universidade de So Paulo, BRASIL


Universidade de Lisboa, PORTUGAL

Tahun : 2013 (Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education)


Masalah :
Menyelidiki bagaimana pemahaman guru yang terdaftar dalam kursus pelatihan ini
mengenai sifat dan peran visualisasi dalam pengajaran ilmu serta dampak pelatihan ini pada
perubahan konsep mereka.
Metode :
Penelitian ini mengadopsi penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada 14 guru
dari bebrapa sekolah yang ada di Brazil. Empat diantaranya mengajar biologi di sekolah dasar
dan sekolah menengah. Sedangkan yang lainnya mengajar kimia di sekolah menengah. Guruguru ini memiliki banyak pengalaman mengajar mulai dari 3 tahun sampai 20 tahun, tetapi
kebanyakan dari mereka memiliki pengalaman mengajar kurang dari 10 tahun.
Program pelatihan ini dinamakan The usage of multimedia tools to study contents
from chemistry middle school berlangsung selama 40 jam dan dibagi kedalam 10 sesi
(setiap sesi berlangsung selama 4 jam).
Menggunakan kuisioner yang memiliki 18 pertanyaan terbuka. Selama pelatihan, guru
diajak untuk membuat beberapa konten ilmu menggunakan visualisasi dalam kelompok
Teaching Learning Sequences (TLS). Setiap kelompok guru membuat komunikasi lisan untuk
kelas TLS mereka diikuti dengan diskusi kelas. Pada akhir pelatihan dilakukan wawancara
semi-terstruktur dengan masing-masing kelompok dengan tujuan untuk mengklarifikasi
beberapa masalah yang muncul selama presentasi TLS dan untuk menganalisis dampak dari
program pelatihan ini.
Hasil :
Setelah pelatihan guru-guru mulai mengkaitkan visualisasi dengan menempatkan arti
gambar dan menekankan pentingnya dalam ilmu kimia untuk membangun model mental dan
perlunya menggunakan visualisasi dalam beberapa representasi.
Dari jawaban guru untuk kuesioner sebelumnya, teridentifikasi empat potensi besar
untuk visualisasi: membuat sesuatu yang abstrak atau tak terlihat menjadi nyata;
membangkitkan minat dan rasa ingin tahu, memungkinkan untuk membentuk link antara
siswa yg terjadi setiap hari dan konten ilmu pengetahuan, serta meningkatkan masa belajar
siswa pada umumnya dan khususnya siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus.

Menurut subkategori sebelumnya (potensi dan peran pada pembelajaran), di


subkategori "Alasan untuk menggunakan visualisasi", sebagian besar guru mengatakan pada
kuesioner sebelumnya bahwa visualisasi digunakan untuk "membuat pemahaman konsep
menjadi lebih mudah " atau "meningkatkan pemahaman siswa ", tapi beberapa guru juga
menyebutkan bahwa visualisasi untuk" membuat kelas lebih menyenangkan ", untuk"
membangkitkan minat "atau" membuat sesuatu yang abstrak menjadi lebih konkret ". Lima
guru juga menyebutkan langsung bahwa salah satu alasan mereka menggunakan alat ini
karena paksaan dari sekolah asrama untuk menggunakannya.
Kesimpulan :
Guru-guru dalam pelatihan ini telah menggunakan visualisasi dengan cara yang
intuitif, berdasarkan bukti-bukti dari praktek-praktek, mereka menyadari bahwa alat ini dapat
membantu siswa dalam belajar.

Judul :
The Impact of Using Multimedia on Studentsacademic Achievement in The College of
Education at King Saud University
Penulis :
Sara Aloraini
Educational Technology, College of Education, King Saud University, Saudi Arabia
Tahun :
2012 (Journal of King Saud University Languages and Translation)
Masalah :
Masalah penelitian difokuskan untuk mengetahui pengaruh penggunaan multimedia
dalam pengajaran kurikulum computer and its uses in education pada prestasi akademik
mahasiswi, terutama mahasiswi Education College di King Saud University, dibandingkan
dengan rekan-rekan mereka yang mendapatkan keuntungan dari kurikulum ini melalui
pendidikan tradisional. Masalah ini dibuat lebih spesifik dalam pertanyaan berikut:
Apa dampak dari penggunaan multimedia dalam pengajaran ''computer and its uses in
education'' pada prestasi akademik mahasiswi?
Metode :
Menggunakan metode eksperimen dalam mempelajari dampak dari variabel
independen (representasi program komputer menggunakan multimedia) terhadap variabel
dependen (akademik prestasi).
Menggunakan dua kelompok yang seimbang, yaitu kelompok eksperimental dan
kelompok kontrol yang masing-masing terdiri dari 20 mahasiswi. Kuliah diberikan kepada
kelompok pertama (kelompok eksperimen) menggunakan program presentasi komputer yang
menggunakan multimedia, sedangkan kelompok kedua (kelompok kontrol) diberi kuliah yang
sama drngan metode tradisional menggunakan teknik dialog & diskusi. Variabel yang
dikendalikan, yang berarti bahwa kedua kelompok sama dalam hal tingkat akademis, guru
dan lokasi mengajar dan kedua kelompok telah menjalani pretes dan pos tes prestasi
akademik.
Hasil :
Dampak positif penggunaan multimedia jelas pada pengajaran kurikulum ''computer
and its uses in education dan hasil prestasi akademik ilmiah kelompok eksperimen lebih
baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini membuktikan bahwa menggunakan
multimedia dalam pendidikan merupakan cara efektif untuk mencapai pembelajaran yang
lebih baik.

Judul :
Integrating Multimedia in Learning Chemistry
Penulis :
Md Yusoff Daud, Universiti Kebangsaan Malaysia, Selangor, Malaysia
Faridah Hamat, Ministry of Education, Negeri Sembilan, Malaysia
Abdul Aziz Ahmad, Universiti Kebangsaan Malysia, Selangor, Malaysia
Tahun :
2012 (The International Journal of Learning)
Masalah :
Penting bagi guru untuk mengetahui bagaimana mengevaluasi teknologi dan
menentukan apa yang terbaik dan cocok untuk siswa mereka, kelas, kurikulum, dan gaya
mengajar. Saat ini, banyak siswa belajar kimia menggunakan referensi buku yang hanya
berisi gambar dan teks. Dengan demikian, software multimedia yang terdiri dari kombinasi
audio dan visual dapat dijadikan sebagai metode alternatif untuk menarik minat siswa.
Metode lama yang hanya berupa penjelasan materi dari guru (ceramah) dan membaca catatan
tidak cukup.
Penelitian ini difokuskan pada pengintegrasian multimedia ke dalam subtopik dari
mata pelajaran kimia yaitu Struktur Atom.
Tujuan :
Untuk mengembangkan multimedia yang mengintegrasikan unsur-unsur multimedia
untuk membantu siswa dan meniptakan proses belajar mengajar yang efektif di kelas.
Untuk menyelidiki persepsi siswa terhadap penggunaan multimedia dalam belajar kimia.
Untuk mengevaluasi efektivitas dan kegunaan multimedia pada pembelajaran tentang
struktur atom untuk siswa sekolah menengah.
Metode :
Pengembangan multimedia didasarkan pada Model ADDIE, yang terdiri dari empat
tahapan, yaitu, kebutuhan analisis, desain atau kerangka kerja, pengembangan, dan penerapan
dan evaluasi.
Hasil :
Hasil penelitian menunjukkan respon positif dari siswa dalam mendukung
pengembangan multimedia. Selain itu, respon yang menguntungkan dari siswa bahwa
multimedia membuat proses pembelajaran menjadi relevan untuk mereka. Siswa lainnya
banyak yang berkomentar bahwa program ini sangat bagus. Dari pendapat siswa, dapat
disimpulkan bahwa mereka merasa program ini penting dan berguna. Hal ini karena
peningkatan efektivitas mereka dalam belajar dan mencegah timbulnya rasa bosan ketika
belajar.

Catatan Penting :
Dalam pembuatan media pembelajaran berbasis multimedia perlu memperhatikan layout,
warna, font, ukuran font, gambar, dan animasi yang paling cocok untuk disampaikan ke
siswa. Layar dibuat warna-warni dan ceria untuk menarik siswa dalam menggunakannya.
Setiap nama topik atau materi ditulis dengan warna berbeda dan dapat ditambahkan
dengan suara yang berbeda-beda untuk masing-masing topik agar menjadi interaktif dan
pengguna menjadi akrab dengan setiap link topik. Konten yang terkait dengan topik atau
materi dipaparkan dengan teks, gambar, dan suara yang cocok.
Desain dibuat sederhana dan tidak terlalu kompleks agar tidak membingungkan si
pengguna, namun tetap menarik untuk dilihat.

Judul : Elektronik Ensiklopedi Tanaman Herba sebagai Bank Data Digital Tanaman Obat
Penulis:
Th. Dwiati Wismarini, Dwi Budi Santoso dan Dewi Handayani Untari Ningsih
Program Studi Teknik Informatika, Universitas Stikubank
Tahun :
2012 (Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK)
Masalah
:
1. Ensiklopedia yang berbentuk buku saja tentu tidak akan mampu bersaing dengan produk
teknologi lain yang kadang-kadang tidak bermanfaat bagi perkembangan sarana belajar.
2. Ketidaktahuan masyarakat tentang apa itu manfaat TO (Tanaman Obat), serta ketidak

tepatan penggunaan OT (Obat Tradisional) karena kesalahan informasi maupun anggapan


keliru terhadap OT dan cara penggunaannya.
Metode
:
Perencanaan Kebutuhan
Kebutuhan data dikelompokkan menjadi 2, yaitu daftar TO berdasarkan urutan abjad dan
daftar nama-nama penyakit yang bisa diobati dengan TO. Kebutuhan informasi meliputi
informasi mengenai berbagai macam TO secara online dan informasi TO sebagai sarana
untuk mengobati beberapa macam penyakit. Kebutuhan hardwarenya adalah seperangkat
komputer yang minimal memiliki spesifikasi processor Pentium IV 2.41 GHz lengkap dengan
fasilitas untuk dapat terhubung dengan internet. Sedangkan kebutuhan softwarenya adalah
minimal mempunyai sistem operasi : windows XP dengan fasilitas software-software untuk
dapat mengakses internet seperti Mozilla Firefox, PhpMyAdmin. Adobe Photoshop 7.0 untuk
mendesain tampilan form aplikasi, Wordpress untuk mendesain halaman website.\
Analisa Sistem