Anda di halaman 1dari 2

Terapi non farmakologi untuk bayi dan anak-anak adalah sebagai berikut:

Bayi dan anak-anak dimandikan dengan air hangat


Gunakan pelembab setelah mandi
Gunakan aroma-bebas pelembab setiap harinya
Jauhkan kuku dari bayi
pilihlah pakaian lembut yang terbuat dari kain katun
Pertimbangkan antihistamin sedatif oral untuk mengurangi terjadinya rasa gatal di malam
hari
Belajar untuk mengenali infeksi kulit dan mencari pengobatan segera
Mengidentifikasi dan menghapus iritasi dan alergi
-

kortikosteroid topikal adalah pengobatan pilihan. agen potensinya rendah (misalnya,


hidrokortison 1%) cocok untuk wajah, dan produk yang berpotensi menengah
(misalnya, betametason valerat 0,1%) dapat digunakan untuk tubuh. Kortikosteroid
potensinya rendah sehingga kostikosteroid dapat dianjurkan. Kortikosteroid dapat
digunakan untuk penggunaan jangka pendek pada saat eksaserbasi. Agen yang
berpotensi tinggi (misalnya, betametason dipropionat 0,05% dan clobetasol propionat
0,05%) untuk pengobatan jangka pendek (1-2 minggu) dari lesi likenifasi pada orang
dewasa. Setelah lesi meningkat secara signifikan, dapat digunakan kortikosteroid
yang berpotensi lebih rendah untuk penyembuhan bila diperlukan. Hindari
kortikosteroid yang terfluronisasi kuat pada wajah, alat kelamin, dan daerah

intertriginosa dan dapat dihindari pada bayi.


The topikal imunomodulator tacrolimus (Protopic) dan pimecrolimus (Elidel)
menghambat kalsineurin, yang biasanya memulai aktivasi sel-T. Kedua agen disetujui
untuk dermatitis atopik pada orang dewasa dan anak-anak lebih dari usia 2 tahun.
Keduan agen tersebut dapat digunakan pada seluruh bagian tubuh untuk waktu yang
lama tanpa menghasilkan efek samping. Tacrolimus salep 0,03% (untuk dermatitis
atopik berat pada pasien usia 2 tahun atau lebih) dan 0,1% (untuk usia 16 tahun atau
lebih) diterapkan dua kali sehari. krim pimekrolimus 1% diterapkan dua kali sehari
selama mulai dari dematitis atopik ringan sampai dengan sedang pada pasien yang
lebih dari usia 2 tahun. Efek samping yang paling umum adalah menimbulkan rasa
terbakar yang sementara. Kedua obat direkomendasikan sebagai lini kedua karena
dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko penyakit kanker. Untuk alasan ini, sun
protection factor (SPF) 30 atau lebih tinggi dianjurkan pada semua area kulit.
Fototerapi mungkin dianjurkan ketika penyakit tidak dikendalikan oleh Calcineurin

inhibitor. Steroid juga memungkinkan untuk penggunaan kortikosteroid yang


berpotensi lebih rendah, atau bahkan menghilangkan kebutuhan untuk kortikosteroid
-

dalam beberapa kasus.


terapi sistemik yang telah digunakan (tapi tidak disetujui FDA) untuk dermatitis
atopik termasuk kortikosteroid, siklosporin, interferon-, azathioprine, methotrexate,
mycophenolate mofetil, IVIG, dan pengubah respons biologis.

Tujuan Pengobatan
Tujuan Pengobatan: Meringankan gejala, menghilangkan faktor pencetus, mencegah
kekambuhan, menghindari efek pengobatan yang merugikan, dan meningkatkan kualitas
hidup.
Evaluasi Hasil Terapeutik
Memberikan pasien informasi mengenai pengaruh dari faktor penyebab, menghindari zatzat yang telah memicu reaksi kulit, dan yang berpotensi serta keterbatasan non obat dan
terapi obat.
Mengevaluasi pasien dengan kondisi kulit kronis secara berkala untuk menilai
pengendalian penyakit, kemanjuran terapi, dan adanya kemungkinan efek samping.