Anda di halaman 1dari 27

Al-Qur`an diturunkan, secara keseluruhan, dalam kurun waktu selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22

hari. Penyampaiannya melalui Malaikat Jibril as. dengan cara:


1. Malaikat Jibril meresapkan wahyu ke dalam hati Nabi Muhammad saw. Dalam hal ini
Nabi tidak melihat kehadiran Jibril, namun merasakan menerima wahyu dari Allah SWT.
2. Malaikat Jibril Menampakkan diri kepada Nabi Muhammad saw berupa seorang lelaki
tampan, dan menyampaikan firman Allah sampai Nabi hafal benar.
3. Wahyu yang datang kepadanya seperti gemerincingnya lonceng, yang dirasakan oleh
Nabi Muhammad saw. sebagai cara yang paling berat. Tidak jarang sampai kening beliau
berkeringat, meski turunnya wahyu itu pada musim hujan.
4. Malaikat Jibril menampakkan diri sebagaimana wujud sebenarnya, dan mengajarkan
firman Allah SWT.
Allah SWT sengaja menurunkan ayat-ayat Al-Qur`an secara berangsur-angsur. "Dan Al-Qur`an
(Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya ke-pada
manusia perlahan-lahan, dan Kami menurunkannya secara bertahap". (QS. l7/Al-Isro:106)
Dan orang-orang kafir berkata: Mengapa Al-Qur`an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?"
Demikianlah*) agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami
membacakannya secara tartil (teratur dan benar). (QS. 25/Al-Furqon: 32)
Dengan demikian tujuan diturunkannya ayat-ayat Al-Quran secara berangsur-angsur adalah:
1. agar rnudah dihafal, dimengerti, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. banyak ayat-ayat yang diturunkan merupakan jawaban dari pertanyaan atau penolakan
suatu pendapat/perbuatan.
3. ayat-ayat diturunkan karena ketika itu terdapat peristiwa yang tidak dapat dipecahkan
oleh Nabi Muhammad saw sehingga menunggu turunnya petunjuk dari Allah SWT
melalui Malaikat Jibril.

Ayat-ayat Al-Qur`an yang pertama diturunkan adalah ayat 1 sampai 5 surat al-Alaq sewaktu Nabi
Muhammad berkholwat (menyepi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT). Sedangkan ayat
terakhir yang diturunkan, adalah ayat 3 dari Surat Al-Maidali diturunkan di Padang Arofah
sewaktu Nabi Muhammad menjalankan ibadah Haji Wada`.

Hikmah Diturunkan Al-Qur'an Secara Berangsur angsur


Al-Qur'an diturunkan secara berangsur angsur selama 22 tahun, 2 bulan, 22 hari atau 23 tahun.
13 tahun turun di Makkah dan 10 tahun turun di Madinah.
Adapun hikmahnya adalah :
Pertama : Agar lebih mudah dimengerti dan dilaksanakan. Orang akan enggan melaksanakan
suruhan, dan larangan, sekiranya suruhan dan larangan itu sekalgus banyak.
Kedua : Di antara ayat ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh, sesuai dengan
kemaslahatan. Ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al-Qur'an diturunkan sekaligus.( ini menurut
pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh )
Ketiga : Turunya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa peristiwa yang terjadi akan lebih
mengesankan dan lebih berpengaruh di hati.
Keempat : Memudahkan penghafalan. Orang orang musyrik yang telah menanyakan mengapa
Al-Quran tidak diturunkan sekaligus, sebagaimana tersebut dalam surat Al-Furqon : 32 , yaitu'
Mengapakah al-Qur'an tidak diturunkan kepadanya sekaligus..?
Kemudian dijawab dalam di dalam ayat itu,
Demikianlah, dengan (cara ) begitu Kami hendak menetapkan hati.
Kelima : Di antara ayat ayat ada yang merupakan jawaban daripada pertanyaan atau penolakan
suatu pendapat atau perbuatan, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas r.a. Hal ini tidak dapat
terlaksana kalau Al-Qur'an diturunkan sekaligus.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah


Pembagian ayat-ayat dalam Al-Quran menjadi Makiyyah dan Madaniyyah, menunjukkan AlQuran diturunkan kepada Nabi shallallaahu alaihi wasallam secara berangsur-angsur. Turunnya
Al-Quran yang demikian itu mempunyai hikmah yang banyak di antaranya :

1. Untuk menguatkan hati Nabi shallallaahu alaihi wasallam berdasarkan firman Allah taala :



Berkatalah orang-orang kafir : Mengapa Al-Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali
turun saja?. Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya
secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa)
sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling
baik penjelasannya (QS. Al-Furqaan : 32-33).
2. Untuk memudahkan manusia dalam menghafal, memahami dan mengamalkan, sehingga
dibacakan kepada mereka setahap demi setahap berdasarkan firman Allah taala :



Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan berangsur-angsur supaya kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian (QS. AlIsraa : 106)
3. Menambah keinginan untuk menerima dan melaksanakan perintah yang datang dari AlQuran, sehingga manusia merindukan dengan penuh harap akan turunnya ayat, terutama
berkenaan dengan hal-hal yang sangat membutuhkan jawaban dan penjelasan, sebagaimana
dalam ayat-ayat Al-Ifk (berita dusta) dan Lian.
4. Pensyariatan hukum secara berangsur-angsur hingga sampai pada kesimpulan hukum yang
sempurna seperti dalam ayat khamr, yang mana manusia hidup dalam kultur budaya meminum
khamr, maka sangatlah sulit dan berat bagi mereka untuk menerima larangan dengan
meninggalkan tradisi mereka itu secara mutlak. Sehingga,pensyariatan hukum hukum dalam
pelarangan khamr secara bertahap hingga sampai kepada pengharaman khamr secara mutlak.
Tahapan-tahapan hukum pengharaman minum khamr adalah sebagai berikut :
a. Firman Allah taala :


Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah : Pada keduanya itu
terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tapi dosa keduanya lebih besar dari
manfaatnya (QS. Al-Baqarah : 219).

Maka dalam ayat ini mengandung persiapan bagi jiwa-jiwa untuk menerima pengharaman
khamr, karena sesungguhnya akal menghendaki agar tidak melakukan suatu perbuatan yang
dosanya lebih besar daripada manfaatnya.
b. Firman Allah taala :




Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk,
sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan (QS. An-Nisaa : 43)
Maka dalam ayat ini terdapat latihan untuk meninggalkan khamr pada sebagian waktu, yaitu
waktu-waktu shalat.
c. Firman Allah taala :

.


.



Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkurban untuk)
berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan.
Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan. Sesungguhnya
syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu
lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan
shalat. Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). Dan taatlah kamu kepada
Allah dan taatlah kamu kepada Rasul(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka
ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat
Allah) dengan terang (QS. Al-Maidah 90-92).

Ayat-ayat Makkiyyah dan ayat-ayat Madaniyyah.


Di tinjau dari segi masa turunnya, maka Al Qur'an itu dibagi atas dua golongan:
1.Ayat-ayat yang diturunkan di Mekah atau sebelum Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Madinah
dinamakan ayat-ayat Makkiyyah.
2.Ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau sesudah Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Madinah
dinamakan ayat-ayat Madaniyyah.

Ayat-ayat Makkiyyah meliputi 19/30 dari isi Al Qur'an terdiri dari atas 86 surat,sedang ayat-ayat
Madaniyyah meliputi 11/30 dari isi Al Qur'an terdiri atas 28 surat.

Ayat-Ayat Makiyah dan Madaniyah


Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullaahu
Al-Quran turun kepada Nabi shallallaahu alaihi wa sallam secara berangsur-angsur dalam
jangka waktu dua puluh tiga tahun dan sebagian besar diterima oleh Rasul shallallaahu alaihi
wa sallam di Mekah. Allah Azza wa Jalla berfirman:

Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan secara berangsur-angsur agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (QS. AlIsraa: 106)
Oleh karena itu, para ulama rahimahumullaahu membagi Al-Quran menjadi dua:
1. Al-Makiyah: ayat yang diturunkan kepada Nabi shallallaahu alaihi wa sallam sebelum
hijrah ke Madinah.
2. Al-Madaniyah: ayat yang diturunkan kepada Nabi shallallaahu alaihi wa sallam setelah
hijrah ke Madinah.
Berdasarkan hal tersebut maka firman Allah Azza wa Jalla:




Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agama bagimu. (Al-Maaidah: 3), termasuk
ayat Madaniyah walaupun turun kepada Nabi shallallaahu alaihi wa sallam pada haji wada di
Arafah.
Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dari Umar radhiyallaahu anhu bahwa dia berkata:
Sungguh kami mengetahui hari dan tempat turunnya ayat tersebut kepada Nabi shallallaahu
alaihi wa sallam yaitu saat beliau shallallaahu alaihi wa sallam berada di Arafah pada hari
Jumat.
Perbedaan Surat Makiyah dan Madaniyah dari Sisi Konteks Kalimat dan Tema
Perbedaan dari segi konteks kalimat:

- Sebagian besar surat Makiyah mempunyai cara penyampaian yang keras dalam konteks
pembicaraan karena ditujukan kepada orang-orang yang mayoritas adalah pembangkang lagi
sombong dan hal tersebut sangat pantas bagi mereka. Bacalah surat Al-Muddatstsir dan AlQamar. Sedangkan sebagian besar surat Madaniyah mempunyai penyampaian lembut dalam
konteks pembicaraan karena ditujukan kepada orang-orang yang mayoritas menerima dakwah.
Bacalah surat Al-Maidah!
- Sebagian besar surat Makiyah pendek dan di dalamnya banyak terjadi perdebatan (antara para
Rasul dengan kaumnya), karena kebanyakan ditujukan kepada orang-orang yang memusuhi dan
menentang, sehingga konteks kalimat yang digunakan disesuaikan dengan keadaan mereka. Baca
surat Ath-Thur! Adapun surat Madaniyah kebanyakan panjang dan berisi tentang hukum-hukum
tanpa ada perdebatan karena keadaan mereka yang menerima. Baca ayat dain (ayat tentang
hutang) pada surat Al-Baqarah (ayat 282).
Perbedaan dari segi tema:
Sebagian besar surat Makiyah bertemakan pengokohan tauhid dan aqidah yang benar, khususnya
berkaitan dengan tauhid uluhiyah dan penetapan iman kepada Hari Kebangkitan karena
kebanyakan yang diajak bicara mengingkari hal itu. Sedangkan sebagian besar ayat Madaniyah
berisi perincian ibadah-ibadah dan muamalah karena keadaan manusia waktu itu jiwanya telah
kokoh dengan tauhid dan aqidah yang benar, sehingga membutuhkan perincian tentang berbagai
ibadah dan muamalah.
Dalam ayat Madaniyah banyak disebutkan tentang jihad, hukum-hukumnya dan keadaan orangorang munafiq karena keadaan yang menuntut demikian dimana pada masa tersebut telah
disyariatkan jihad dan mulai bermunculan orang-orang munafiq. Berbeda dengan isi ayat
Makiyah.
Beberapa Faedah Mengetahui Surat Madaniyyah dan Makkiyyah
Mengetahui surat Madaniyah dan Makiyah merupakan salah satu bidang ilmu Al-Quran yang
penting karena di dalamnya terdapat beberapa manfaat:
- Bukti ketinggian bahasa Al-Quran. Di dalam Al-Quran Allah Azza wa Jalla mengajak
bicara setiap kaum sesuai keadaan mereka baik dengan penyampaian yang keras maupun lembut.
- Tampaknya hikmah pembuatan syariat ini. Hal tersebut sangat nyata dimana Al-Quran
turun secara berangsur-angsur dan bertahap sesuai keadaan umat pada masa itu dan kesiapan
mereka di dalam menerima dan melaksanakan syariat yang diturunkan.
- Pendidikan terhadap para dai di jalan Allah Azza wa Jalla dan pengarahan bagi mereka
agar mengikuti metode Al-Quran dalam tata cara penyampaian dan pemilihan tema yakni

memulai dari perkara yang paling penting serta menggunakan kekerasan dan kelembutan
sesuai tempatnya.
- Pembeda antara nasikh (hukum yang menghapus) dengan mansukh (hukum yang
dihapus). Seandainya terdapat dua ayat yaitu Madaniyah dan Makiyah yang keduanya
memenuhi syarat -syarat naskh (penghapusan) maka ayat Madaniyah tersebut menjadi nasikh
bagi ayat Makiyah karena ayat Madaniyah datang belakangan setelah ayat Makiyah.

II.

RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian Makkiyah dan Madaniyah
2. Tanda-tanda Surat Makkiyah dan Madaniyah
3. Macam-macam Surat Makkiyah dan Madaniyah
4. Faedah Mempelajari Makkiyah dan Madaniyah
1. III.

PEMBAHASAN

2. Pengertian Makkiyah dan Madaniyah


Mempelajari tentang surat Makkiyah dan Madaniyah berarti juga memahami pengelompokan
surat-surat Al-Quran berdasarkan waktu an tempat turunnya Al-Quran.
Menurut pakar dalam bidang Al-Quran, dikemukakan 3 definisi (tarif) mengenai surat
Makkiyah dan Madaniyah, yaitu :
1. Makkiyah adalah surat-surat Al-Quran yang turun sebelum hijrah Nabi. Sedangkan
Madaniyah adalah surat-surat yang turun setelah hijrah Nabi.
2. Makkiyah adalah surat-surat yang turun di Makkah, sekalipun turunnya surat itu setelah
hijrah. Sedangkan Madaniyah adalah surat-surat yang turun di Madinah.
3. Makkiyah adalah surat-surat yang khitabnya ditujukan penduduk Makkah. Sedangkan
Madaniyah adalah surat-surat yang khitabnya ditujukan kepada penduduk Maadinah.
Meskipun ketiga pendapat ini benar, akan tetapi pendapat pertamalah yang paling mendekati
kebenaran. [1]
1. Tanda-tanda Surat Makkiyah dan Madaniyah
Untuk membedakan surat-surat Makkiyah dan Maaniyah perlu diketahui cirri-ciri dari keduanya.
Didalam surat Makkiyah dan Madaniyah memiliki cirri-ciri khusus dan ciri-ciri umum.

Adapun ciri-ciri umum dari surat Makkiyah yaitu :


1. Ayat-ayatnya pendek-pendek, surat-suratnya pendek-pendek, nada perkataannya keras
dan agak bersajak
2. Mengandung seruan pokok-pokok iman kepada Allah, hari akhir dan menggambarkan
keadaan surga dan neraka
3. Menyeru manusia berperangai mulia dan berjalan lempeng diatas jalan kebajikan
4. Mendebat orang-orang Musyrikin dan menerangkan kesalahan-kesalahan pendirian
mereka
5. Banyak terdapat lafal sumpah

Ciri-ciri umum surat Madaniyah yaitu :

1. Suratnya panjang-panjang, begitu pula dengan ayat-ayatnya


2. Menjelaskan keterangan-keterangan dan dalil-dalil yang menunjukkan kepada hakikathakikat keagamaan

Ciri-ciri khusus surat Makkiyah :

1. Mengandung ayat Sajdah


2. Terdapat lafal kalla
3. Terdapat seruan dengan kata ya-ayyuhan naasu dan tidak terdapat ya ayyuhalladzina
amanu, terkecuali surat Al-Hajj dengan ayat yang berbunyi :
ygrt %!$# (#qZtB#u (#q2$# (#rf$#ur (#r6$#ur N3-$
/u (#q=y$#ur uy9$# N6=ys9 cqs=? )
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu
dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.( surat Al-Hajj, ayat 77).

Ciri-ciri khusus surat Madaniyah :

1. Di dalamnya ada izin berperang, atau ada penerangan tentang hal perang dan penjelasan
tentang hukumnya
2. Didalamnya berisi tentang orang-orang munafik, terkecuali surat Al-Ankabut yang
diturunkan di Mekkah.[2]

3. Pada umumnya berisi ajaran tentang Muamalah yang mengatur hubunga


Manusia,termasukurusankenegaraan,kemasyarakatan,perkawinan,pidana, perdata dan
lain-lain hubungan antar manusia.[3]
Macam-macam Surat Makkiyah dan Madaniyyah
Mengenai pembagian surat yang termasuk Makkiyah ada 86 Surat, sedangkan untuk Madaniyah
ada 28 surat.
Adupun surat-surat yang termasuk Makkiyah yaitu :
1. Al-Fatehah
2. Al-Anam
3. Al-Araaf
4. Yunus
5. Huud
6. Yusuf
7. Ibrahim
8. Al-Hijr
9. An-Nahl
10. Al-Isroo
11. Al-Kahfi
12. Maryam
13. Thaha
14. Al-Anbiya
15. Al-Muminuun
16. Al-Furqaan
17. Asy-Syuaro
18. An-Naml

19. Al-Qashash
20. Al-Ankabuut
21. Ar-Ruum
22. Luqman
23. As-Sajdah
24. Sabaa
25. Al-Faathir
26. Yaasiin
27. Ash-Shaffaat
28. Shaad
29. Az-Zumar
30. Ghaafir
31. Fushshilat
32. Asy-Syuuroo
33. Az-Zukhruf
34. Ad-Dukhoon
35. Al-Jaatsiyah
36. Al-Ahqaaf
37. Qaaf
38. Adz-Dzaariyaat
39. Ath-Thuur
40. An-Najm
41. Al-Qamar

42. Al-Waaqiah
43. Al-Mulk
44. Al-Qalam
45. Al-Haaqqah
46. Al-Maaarij
47. Nuuh
48. Al-Jin
49. Al-Muzzammil
50. Al-Muddatstsir
51. Al-Qiyaamah
52. Al-Muraasalaat
53. An-Naba
54. An-Naaziaat
55. Abasa
56. At-Takwiir
57. Al-Infithaar
58. Al-Muthaffifiin
59. Al-Insyiqaaq
60. Al-Buruuj
61. Ath-Thaariq
62. Al-Alaa
63. Al-Ghaasyiyah
64. Al-Fajr

65. Al-Balad
66. Asy-Syams
67. Al-Lail
68. Adh-Dhuhaa
69. Al-Ashr
70. At-Tiyn
71. Al-Alaq
72. Al-Qadr
73. Al-Aadiyaat
74. Al-Qaariah
75. At-Takatsur
76. Al-Ashr
77. Al-Humazah
78. Al-Fiyl
79. Quraisy
80. Al-Maauun
81. Al-Kautsar
82. Al-Kaafiruun
83. Al-Masad
84. Al-Ikhlaash
85. Al-Falaq
86. An-Naas
Sedangkan untuk surat yang termasuk Madaniyyah yaitu :

1. Al-Baqarah
2. Al-Anfal
3. Ali Imran
4. Al-Ahzab
5. Al-Mumtakinah
6. An-Nisaa
7. Al-Zilzal
8. Al-Habib
9. Al-Qital
10. Aq-Radu
11. Al-Rahman
12. Ad-Dhar
13. At-Tholaq
14. Al-Bayyinah
15. Al-Hasr
16. An-Nasr
17. An-Nur
18. Al-Hajj
19. Al-Munafiqun
20. Al-Mujadalah
21. Al-hujrot
22. At-Tahrim
23. As-Shoff

24. Al-jumah
25. At-Tauqibun
26. Al-Fathu
27. Al-Maidah
28. At-Taubah
1. Faedah Mempelajari Makkiyah dan Madaniyah
Mempelajari tentang pembagian surat Makkiyah dan Madaniyah ternyata memiliki banyak sekali
faedah, diantaranya adalah :
1. Untuk dijadikan alat bantu didalam menafsirkan Al-Quran, sebab pengetahuan mengenai
tempat turun ayat dapat membantu memahami ayat tersebut.
2. Meresapi gaya bahasa Al-Quran dan memanfaatkannya dalam metode berdakwah
menuju jalan Allah, sebab setiap situasimempunyai bahasa tersendiri.
3. Mengetahui sejarah hidup nabi melalui ayat-ayat Al-Quran, sebab turunnya wahyu
kepada Rasulullah sejalan dengan sejarah dakwah dengan segala peristiwanya, baik pada
periode Mekkah maupun Madinah, sejak permulaan turun wahyuhingga ayat terakhir
diturunkan.[4]
4. Nampak jelas sastra Al-Quran pada puncak keindahannya, yaitu ketika setiap kaum
diajak berdialog yang sesuai dengan keadaan obyek yang didakwahi ; dari ketegasan,
kelugasan, kelunakan dan kemudahan.
5. Nampak jelas puncak tertinggi dari hikmah pensyariatan diturunkannya secara berangsurangsur sesuai dengan prioritas terpenting kondisi obyek yang di dakwahi serta kesiapan
mereka dalam menerima dan taat.
6. Pendidikan dan pengajaran bagi para muballigh serta pengarahan mereka untuk
mengikuti kandungan dan konteks Al-Quran dalam berdakwah, yaitu dengan
mendahulukan yang terpenting di antara yang penting serta menggunakan ketegasan dan
kelunakan pada tempatnya masing-masing.[5]

Makiyah adalah istilah yang diberikan kepada ayat Al Qur'an yang diturunkan di Mekkah atau
diturunkan sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Sebuah surat dapat terdiri atas ayat-ayat
yang diturunkan di Mekkah secara keseluruhan namun bisa juga sebagian diturunkan di Madinah
(Madaniyah).

Berikut ini adalah nama-nama surat makkiyah berdasarkan urutan turunnya (menurut sebagian
besar Ulama):
01. Al-Alaq
02. Al-Qalam
03. Al-Muzzammil
04. Al-Muddatstsir
05. Al-Fatihah
06. Al-Masab (Al-Lahab)
07. At-Takwir
08. Al-A'la
09. Al-Lail
10. Al-Fajr
11. Adh-Dhuha
12. Alam Nasyrah (Al-Insyirah)
13. Al-'Ashr
14. Al-Aadiyat
15. Al-Kautsar
16. At-Takatsur
17. Al-Ma'un
18. Al-Kafirun
19. Al-Fiil
20. Al-Falaq
21. An-Nas
22. Al-Ikhlas

23. An-Najm
24. 'Abasa
25. Al-Qadar
26. Asy-Syamsu
27. Al-Buruj
28. At-Tin
29. Al-Quraisy
30. Al-Qariah
31. Al-Qiyamah
32. Al-Humazah
33. Al-Mursalah
34. Qaf
35. Al-Balad
36. Ath-Thariq
37. Al-Qamar
38. Shad
39. Al-A'raf
40. Al-Jin
41. Yaasin
42. Al-Furqan
43. Fathir
44. Maryam
45. Thaha

46. Al-Waqi'ah
47. Asy-Syura
48. An-Naml
49. Al-Qashash
50. Al-Isra
51. Yunus
52. Hud
53. Yusuf
54. Al-Hijr
55. Al-An'am
56. Ash-Shaffat
57. Lukman
58. Saba'
59. Az-Zumar
60. Ghafir
61. Fushshilat
62. Asy-Syura
63. Az-Zukhruf
64. Ad-Dukhan
65. Al-Jatsiyah
66. Al-Ahqqaf
67. Adz-Dzariyah
68. Al-Ghasyiyah

69. Al-Kahf
70. An-Nahl
71. Nuh
72. Ibrahim
73. Al-Anbiya
74. Al-Mu'minun
75. As-Sajdah
76. Ath-Thur
77. Al-Mulk
78. Al-Haqqah
79. Al-Ma'arij
80. An-Naba'
81. An-Nazi'at
82. Al-Infithar
83. Al-Insyiqaq
84. Ar-Rum
85. Al-Ankabut
86. Al-Muthaffifin
87. Al-Zalzalah
88. Ar-Rad
89. Ar-Rahman
90. Al-Insan
91. Al-Bayyinah

Turunnya surah-surah Makiyyah lamanya 12 tahun, 5 bulan, 13 hari, dimulai pada 17 Ramadhan
40 tahun usia Nabi (Februari 610 M).

Madaniyah
Madaniyah adalah istilah yang diberikan kepada ayat Al Qur'an yang diturunkan di Madinah
atau diturunkan setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Sebuah surat dapat terdiri atas ayatayat yang diturunkan di Madinah secara keseluruhan namun bisa juga sebagian diturunkan di
Mekkah(Makiyyah). Lihat juga Makkiyah.
Nama-nama surat madaniyah berdasarkan urutan turunnya (menurut sebagian besar Ulama).
01. Al-Baqarah
02. Al-Anfal
03. Ali 'Imran
04. Al-Ahzab
05. Al-Mumtahanah
06. An-Nisa'
07. Al-Hadid
08. Al-Qital
09. Ath-Thalaq
10. Al-Hasyir
11. An-Nur
12. Al-Hajj
13. Al-Munafiqun
14. Al-Mujadalah
15. Al-Hujurat
16. At-Tahrim

17. At-Taghabun
18. Ash-Shaf
19. Al-Jum'at
20. Al-Fath
21. Al-Ma'idah
22. At-Taubah
23. An-Nash

PENGERTIAN MAKKIYAH & MADANIYAH DAN PERKARA BERKAITAN


DENGANNYA
PENGERTIAN MAKKIYAH & MADANIYAH DAN PERKARA BERKAITAN
DENGANNYA
Cara menentukan Makki dan Madani :
Untuk mengetahui dan menentukan makki dan madani para ulama bersandar pada dua cara
utama .Manhaj sima`i naqli ( metode pendengaran seperti apa adanya ) dan Manhaj qiyasi
ijtihadi ( menganalogikan dan ijtihad ).
1.Cara sima'i naqli : didasarkan pada riwayat sahih dari para sahabat yang hidup pada saat dan
menyaksikan turunnya wahyu atau dari para tabi`in yag menerima dan mendengar dari para
sahabat sebagaiamana, dimana dan peristiwa apa yang berkaitan dengan turunnya wahyu itu.
Sebagian besar penentuan makki dan madani itu didasarkan pada cara pertama.
Dan contoh-contoh diatas adalah bukti paling baik baginya.
Penjelasan tentang penentuan tersebut telah memenuhi kitab-kitab tafsir bil ma`tsur. Kitab
asbabun Nuzul dan pembahasan-pembahasan mengenai ilmu-ilmu Qur`an.
2. Cara qiysi ijtihadi : didasarkan pada ciri-ciri makki dan madani. Apabila dalam surah makki
terdapat suatu ayat yang mengandung ayat madani atau mengandung persitiwa madani, maka
dikatakan bahwa ayat itu madani dan sebaliknya. Bila dalam satu surah terdapat ciri-ciri makki,

maka surah itu dinamakan surah makki. Juga sebaliknya. Inilah yang disebut qiyas ijtihadi.
Perbezaan Makki dan Madani
Untuk membezakan makki dan madani, para ulama mempunyai tiga cara pandangan yang
masing-masing mempunyai dasarnya sendiri.
1) Pertama: Dari segi waktu turunnya. Makki adalah yang diturunkan sebelum hijrah meskipun
bukan dimekkah. Madani adalah yang turun sesudah hijrah meskipun bukan di madinah yang
diturunkan sesudah hijrah sekalipun dimekkah atau Arafah adalah madani Contoh : ayat yang
diturunkan pada tahun penaklukan kota makkah , firman Allah:

`Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak` ( anNisa` : 58 ). Ayat ini diturunkan di mekkah dalam ka`bah pada tahun penaklukan mekkah.
Pendapat ini lebih baik dari kedua pendapat berikut. Karena ia lebih memberikan kepastian dan
konsisten.
2) Kedua : Dari segi tempat turunnya. Makki adalah yang turun di mekkah dan sekitarnya.
Seperti Mina, Arafah dan Hudaibiyah. Dan Madani ialah yang turun di madinah dan sekitarnya.
Seperti Uhud, Quba` dan Sil`. Pendapat ini mengakibatkn tidak adanya pembagian secara konkrit
yang mendua. Sebab yang turun dalam perjalanan, di Tabukh atau di Baitul Maqdis tidak
termasuk kedalam salah satu bagiannya, sehingga ia tidak dinamakan makki ataupun madani.
Juga mengakibatkan bahwa yang diturunkan dimakkah sesudah hijrah disebut makki.
3) Ketiga : Dari segi sasaran pembicaraan. Makki adalah yang seruannya ditujukan kepada
penduduk mekkah dan madani ditujukan kepada penduduk madinah. Berdasarkan pendapat ini,
para pendukungnya menyatakan bahwa ayat Qur`an yang mengandung seruan yaa ayyuhannas
( wahai manusia ) adalah makki, sedang ayat yang mengandung seruan yaa ayyu halladziina
aamanuu ( wahai orang-orang yang beriman ) adalah madani. Namun melalui pengamatan
cermat, nampak bagi kita bahwa kebanyakan surah Qur`an tidak selalu dibuka dengan salah satu
seruan itu, dan ketentuan demikianpun tidak konsisten. Misalnya surah baqarah itu madani,
tetapi didalamnya terdapat ayat makki.
3. KETENTUAN & CIRI-CIRI KHAS MAKKI DAN MADANI
Para ulama telah meneliti surah-surah makki dan madani, menyimpulkan beberapa ketentuan
analogis bagi keduanya yang menerangkan ciri-ciri khas gaya bahasa dan persoalan-persoalan

yang dibicarakannya. Dari situ mereka dapat menghasilkan kaedah-kaedah dengan ciri-ciri
tersebut.
1) Ketentuan Surah Makkiyah .
a) Setiap surah yang didalamnya mengandung `sajdah` maka surah itu makki.
b) Setiap surah yang mengandung lafaz ` kalla` berarti makki. Lafaz ini hanya terdapat dalam
separuh terakhir dari Qur`an dan di sebutkan sebanyak tiga puluh tiga kali dalam lima belas
surah.
c) Setiap surah yang mengandung yaa ayyuhan naas dan tidak mengandung yaa ayyuhal ladzinaa
amanuu, berarti makki. Kecuali surah al-Hajj yang pada akhir surah terdapat ayat yaa ayyuhal
ladziina amanuur ka`u wasjudu. Namaun demikian sebagian besar ulama berpendapat bahwa
ayat tersebut adalah makki.
d) Setiap surah yang menngandung kisah para nabi umat terdahulu adalah makki, kecuali surah
baqarah.
e) Setiap surah yang mengandung kisah Adam dan iblis adalah makki, kecuali surat baqarah.
f) setiap surah yang dibuka dengan huruf-huruf singkatan seperti alif lam mim, alif lam ra, ha
mim dll, adalah makki. Kecuali surah baqarah dan ali-imran, sedang surah Ra`ad masih
diperselisihkan.

2) Tema & Gaya Bahasa Surah Makkiyah


Dari segi ciri tema dan gaya bahasa, ayat makky dapatlah diringkas sebagai berikut :
a) Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah, pembuktian mengenai risalah,
kebangkitan dan hari pembalasan, hari kiamat dan kengeriannya, neraka dan siksanya, surga dan
nikmatnya, argumentasi dengan orang musyrik dengan menggunkan bukti-bukti rasional dan
ayat-ayat kauniah.
b) Peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan ahlak mulia yang menjadi dasar
terbentuknya suatu masyarakat, dan penyingkapan dosa orang musyrik dalam penumpahan
darah, memakan harta anak yatim secara zalim. Penguburan hidup-hidup bayi perempuan dan
tradisi buruk lainnya.
c) Menyebutkan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai pelaran bagi mereka sehingga
megetahui nasib orang yang mendustakan sebelum mereka, dan sebagai hiburan buat Rasulullah
SAW sehingga ia tabah dalam mengadapi gangguan dari mereka dan yakin akan menang.
d) Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang mengesankan sekali, pernyataannya
singkat, ditelinga terasa menembus dan terdengar sangat keras. Menggetarkan hati, dan
maknanya pun meyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal sumpah, seperti surah-surah yang
pendek-pendek dan perkecualiannya hanya sedikit.
3) Ketentuan Surah Madani

a) Setiap surah yang berisi kewajiban atai had ( sanksi ) adalah madani.
b) Setiap surah yang didalamnya disebutkan orang-orang munafik adalah madani, kecuali surah
al-ankabut adalah makki.
c) Setiap surah yang didalamnya terdapat dialog dengan ahli kitab adalah madani
4) Tema dan Gaya Bahasa surat Madaniyah
Dari segi ciri khas, tema dan gaya bahasa, dapatlah diringkaskan sebagai berikut :
a) Menjelaskan ibadah, muamalah, had, kekeluargaan, warisan, jihad, hubungan sosial, hubungan
internasiaonal baik diwaktu damai maupun perang, kaidah hukum dan masalah perundangundangan.
b) Seruan terhadap ahli kitab, dari kalangan yahudi dn nasrani. Dan ajakan kepada mereka untuk
masuk Islam, penjelasan mengenai penyimpangan mereka, terhadap kitab-kitab Allah,
permusuhan mereka terhadap kebenaran, dan perselisihan mereka setelah ilmu datang kepada
mereka karena rasa dengki diantara sesama mereka.
c) Menyingkap perilaku orang munafik, menganalisi kejiwaannya, membuka kedoknya dan
menjelaskan bahwa ia berbahaya bagi agama.
d) Suku kata dan ayat-ayatnya panjang-panjang dan dengan gaya bahasa yang memantapkan
syariat serta menjelaskan tujuan dan sasarannya.
Surah- surah makiyah dan madaniah yang sah ada 20 surah :
1. Al-Baqarah
2. Ali 'Imran
3. An-Nisa'
4. Al-Ma'idah
5. Al-Anfal
6. At-Taubah
7. An-Nur
8. Al Ahzab
9. Muhammad
10. Al-Fath
11. Al- Hujrat
12. Al-Hadid
13. Al-Mujadilah
14. Al-Hashr
15. Al-Mumtahinah
16. Al-Jumuah
17. Al-Munafiqun
18. Al-Talaq

19. At-Tahrim
20. An-Nasr
Dan ada perbezaan pendapat pada 12 surah tersebut:
1. Al-Fatihah
2. Al-Rad
3. Al-Rahman
4. Al-saff
5. Al-Tagabun
6. Al-Mutaffifin
7. Al-Qadar
8. Al-Bayyinah
9. Al-Zalzalah
10. Al-Ikhlas
11. Al-Falaq
12. Al-Nas
Nama-nama surat makkiyah berdasarkan urutan turunnya (menurut sebagian besar Ulama).
01. Al'Alaq
02. Al-Qalam
03. Al-Muzammil
04. Al-Muddatstsir
05. Al-Fatihah
06. Al-Masab (Al-Lahab)
07. At-Takwir
08. Al-A'la
09. Al-Lail
10. Al-Fajr
11. Adh-Dhuha
12. Alam Nasyrah (Al-Insyirah)
13. Al-'Ashr
14. Al-Aadiyat
15. Al-Kautsar
16. At-Takatsur
17. Al-Ma'un
18. Al-Kafirun
19. Al-Fiil
20. Al-Falaq
21. An-Nas
22. Al-Ikhlas

23. An-Najm
24. 'Abasa
25. Al-Qadar
26. Asy-Syamsu
27. Al-Buruj
28. At-Tin
29. Al-Quraisy
30. Al-Qariah
31. Al-Qiyamah
32. Al-Humazah
33. Al-Mursalah
34. Qaf
35. Al-Balad
36. Ath-Thariq
37. Al-Qamar
38. Shad
39. Al-A'raf
40. Al-Jin
41. Yaasin
42. Al-Furqan
43. Fathir
44. Maryam
45. Thaha
46. Al-Waqi'ah 47. Asy-Syura
48. An-Naml
49. Al-Qashash
50. Al-Isra
51. Yunus
52. Hud 53. Yusuf
54. Al-Hijr
55. Al-An'am
56. Ash-Shaffat
57. Lukman
58. Saba'
59. Az-Zumar
60. Ghafir
61. Fushshilat
62. Asy-Syura
63. Az-Zukhruf
64. Ad-Dukhan
65. Al-Jatsiyah

66. Al-Ahqqaf
67. Adz-Dzariyah
68. Al-Ghasyiyah
69. Al-Kahf
70. An-Nahl
71. Nuh
72. Ibrahim
73. Al-Anbiya
74. Al-Mu'minun
75. As-Sajdah
76. Ath-Thur
77. Al-Mulk
78. Al-Haqqah
79. Al-Ma'arij
80. An-Naba'
81. An-Nazi'at
82. Al-Infithar
83. Al-Insyiqaq
84. Ar-Rum
85. Al-Ankabut
86. Al-Muthaffifin
87. Al-Zalzalah
88. Ar-Rad
89. Ar-Rahman
90. Al-Insan
91. Al-Bayyinah
Turunnya surah-surah Makiyyah lamanya 12 tahun, 5 bulan, 13 hari, dimulai pada 17 Ramadhan
40 tahun usia Nabi (Februari 610 M).
Nama-nama surat madaniyah berdasarkan urutan turunnya (menurut sebagian besar Ulama).
01. Al-Baqarah
02. Al-Anfal
03. Ali 'Imran
04. Al-Ahzab
05. Al-Mumtahanah
06. An-Nisa'
07. Al-Hadid
08. Al-Qital
09. Ath-Thalaq
10. Al-Hasyir
11. An-Nur
12. Al-Hajj

13. Al-Munafiqun
14. Al-Mujadalah
15. Al-Hujurat
16. At-Tahrim
17. At-Taghabun
18. Ash-Shaf
19. Al-Jum'at
20. Al-Fath
21. Al-Ma'idah
22. At-Taubah
23. An-Nash