Anda di halaman 1dari 16

STUDY DESIGN PIT PENAMBANGAN PADA BIJIH NIKEL PADA

PT. MAKASSAR REZKY CEMERLANG KECAMATAN BAHODOPI


KABUPATEN MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH

Mira Herzain Tappo


2012 31 065

TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS PEJUANG REPUBLIK INDONESIA
MAKASSAR
2015

22/12/2015

Ruang Lingkup

22/12/2015

Latar Belakang
Rumusan Masalah
Identifikasi Masalah
Permasalah
Batasan Masalah
Tujuan Penelitian
Landasan teori
Pembahasan
Kesimpulan dan Saran
Penutup

Latar Belakang
Penambangan bahan galian merupakan
kegiatan dalam rangka penyediaan bahan
baku untuk keperluan pembangunan disegala
bidang. Maka dari itu usaha pertambangan
tidak lepas dari pekerjaan-pekerjaan dalam
mencari bahan tambang.
Estimasi cadangan merupakan salah
satu pekerjaan yang penting dalam
mengevaluasi suatu proyek pertambangan,
dimana diperlukan suatu perkiraan
mengenai keberadaan bahan galian agar
dapat dimanfaatkan secara maksimal.

22/12/2015

Identifikasi
Masalah
Sistem penambangan yang dilakukan oleh PT.
Makassar Rezky Cemerlang, menggunakan sistem
tambang terbuka dengan metode open cut dengan
cara selective mining, maka dapat diidentifikasi
beberapa masalah sebagai berikut:
Nilai stripping ratio daerah penelitian yang belum
diketahui.
Bentuk pit penambangan yang sesuai dengan
endapan bijih di daerah penelitian.
Jumlah volume overburden yang akan dibongkar
berdsarkan hasil pembuatan design pit.

22/12/2015

Rumusan Masalah

Adapun masalah yang diangkat


dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Berapa nilai stripping ratio
daerah penelitian?
2. Bagaimana mendesain pit
penambangan yang sesuai
dengan bentuk endapan?
3. Berapa jumlah volume
overburden yang akan dibongkar?
22/12/2015

Batasan Masalah

Penelitian ini di batasi pada


perhitungan nilai stripping ratio,
mendaesain pit penambangan serta
menentukan jumlah overburden pada
daerah penelitian.
22/12/2012

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari pelaksanaan Penelitian ini


adalah untuk mengetahui :
1. Mengetahui Layak tidaknya ore pada daerah
penelitian untuk ditambang berdasarkan nilai
Stripping Ratio.
2. Membuat desain pit penambangan yang sesuai
dengan bentuk dan arah penyebaran endapan ore
nikel.
3. Mengetahui jumlah volume overburden darihasil
pit yang di design.
22/12/2015

Metode Penelitian
Metode penilitian yang dilakukan di PT Bintang
Delapan Mineral ini merupakan metode kuantitatif. Tahapan
metode ini terdiri dari:
A. Pengambilan Data
Pengambilan data dilakukan dengan dua cara yakni:
1. Data Primer
2. Data Sekunder
B. Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan dan analisis data yang ada untuk
mendapatkan alternatif pemecahan permasalahan yang
dibahas,kemudian melakukan perhitungan perhitungan
terhadap alternatif
pemecah masalah, sehingga dapat
menyelesaikan permasalahan

22/12/2015

2. TINJAUAN UMUM
2.1. Keadaan Umum
Ditinjau dari peta topografi yang mencakup daerah Bungku dan
sekitarnya, morfologi wilayah ini didominasi oleh perbukitan yang
memanjang berarah relatif baratlaut tenggara dan utara selatan, yang
diduga merupakan lipatanlipatan yang dipengaruhi oleh Sesar Matano di
sebelah utara dan Sesar Lasolo di bagian selatannya. Adanya bukitbukit
soliter yang ditemukan, diperkirakan merupakan bagian dari lipatan
lipatan yang tersesarkan. Pola pengairannya didominasi oleh pola
dendritik dan rektangular.
2.2. Lokasi dan Kesampain Daerah
Lokasi kerja praktek pada PT. BINTANGDELAPAN MINERAL dapat
ditempuh dengan jalur darat menggunakan bus selama 14 jam dari
Makassar ke Sorowako kemudian jalur air selama 30 menit dari Sorowako
ke Nuha (penyebrangan danau Matano), selanjutnya menggunakan bus
lagi selama 12 jam dari Nuha ke Bahodopi . Selain itu juga bisa dengan
jalur perjalanan dilakukan melalui jalan darat selama 8 jam dari
Kendari,dengan kondisi jalan beraspal dan jalan tanah berbatu, terutama
setelah memasuki wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Sedangkan jarak
antara dari kantor pusat PT BDM dengan tempat daerah penelitian yaitu
PT. Makassar Rezky Cemerlang, selaku kontraktor PT BDM yaitu 5 km.
22/12/2015

3. LANDASAN
TEORI

Pengertian Perencanaan
Perencanaan adalah penentuan persyaratan dalam mencapai sasaran
kegiatan serta urutan teknik pelaksanaan berbagai macam kegiatan
untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran yang di inginkan. Pada
dasarnya perencanaan dibagi atas 2 bagian utma yaitu :
- Perencanaan strategis yang mengacu kepada sasaran secara
menyeluruh,strategis pencapaiannya serta penentuan cara,waktu dan
biaya.
- Perencanaan operasional, menyangkut teknik pengerjaan dan
penggunaan sumber daya untuk mencapai sasaran.
Cadangan Bijih
Data utama yang diperlukan untuk menentukan taksiran cadangan
bijih dapat berupa data geologi, data kadar, data lokasi, peta topografi.
Untuk menghitung tonase ore (ton) diperoleh dari hasil kali volume ore
(m3) dengan density batuan (ton/m 3).
Tonase Ore = Volume x
Density .............................................................. (3.1)
Untuk menghitung tonase mineral yang terdapat di dalam ore diperoleh
dari hasil kali Tonase ore (ton) dengan Kadar rata rata.
Tonase mineral = Tonase Ore x Krata-rata
................................................... (3.2)

17/12/2012

Pertimbangan Dasar Perencanaan Tambang


Pertimbangan Ekonomis
Pertimbangan Teknis
Dasar Pemilihan Sistem Penambangan

Dengan perkembangan teknologi, sistem penambangan


dibagi dalam tiga sistem penambangan yaitu:
Tambang terbuka yaitu sistem penambangan yang
seluruh kegiatan penambangannya berhubungan langsung dengan
udara luar.
Tambang dalam yaitu sistem penambangan yang aktivitas
penambangannya dibawah permukaan atau di dalam tanah.
Perancangan Pit Penambangan (Pit Limit Design)
Sudut Lereng
Jalan Angkut (Ramp)
Ukuran Jenjang (bench dimension)

22/12/2015

Pembahasan

Volume Design Pit Penambangan


Sebelum melakukan penambangan perlu membuat
perencanaan salah satunya design Pit agar memiliki acuan
jumlah volume pit baik itu jumlah ore, maupun overburden,
agar dapat mempertimbangkan kapasitas yang ada sebelum
terlaksananya penambangan. Dalam pembuatan design pit
pada Blok Gatot Kaca dengan bantuan software surpac 6.3,
yang bertujuan untuk mengetahui volume pit serta teknis
yang di terapkan dilapangan, karena sifat kadar dari ore
yang tidak merata dimana grade Ni yang diinginkan 1.6 up.
Untuk pembuatan design Pit penambangan pada Blok Gatot
Kaca perlu memperhatikan hal hal sebagai berikut:
Geometri Jenjang terdiri dari :
- Lebar jenjang
- Kemiringan jenjang
- Tinggi Jenjang

17/12/2012

Nilai Stripping Ratio (SR)


Stripping Ratio ( SR ) adalah perbandingan antara volume tanah
penutup yang dipindahkan per satuan berat bijih ( satuan ton/m3 ).
Untuk mengetahui Sripping Ratio dari lokasi penelitian perlu diketahui
nilai dari Satuan Over Burden yang diterapkan pada lokasi
penelitian, data tersebut merupakan data yang diambil langsung
dari perusahaan yang kemudian akan digunakan dalam
menghitung nilai Stripping Ratio adapun data-data tersebut adalah:
Volume Over Burden = Satuan Bcm ( bank cubik metrik )
Tonage cadangan lokasi penelitian = 388007.81 ton.
Setelah satuan dari Over Burden di lokasi penelitian yang telah
didapatkan maka nilai stripping ratio yaitu 4.18 bcm/ton atau 1 : 4
maka pit tersebut layak untuk di tambang dengan perbandingan
Stripping Ratio yang maksimal untuk perusahaan 1 : 4

17/12/2012

PENUTUP

Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian, mengkaji dan


menganalisa permasalahan yang terjadi daerah
penelitian, maka penulis dapat menarik kesimpulan
sebagai berikut :
Setelah volume pit dari blok Gatot Kaca didesign
dengan menggunakan surpac 6.3 dan jumlah
cadangan telah di ketahui maka volume dari blok
Gatot Kaca adalah 1644796.88 m3.
Pada blok Gatot Kaca diketahui Volume overburden
yang akan di bongkar didapatkan sebesar 1306171.88
bcm. Karena satuan yang di terapkan pada PT.
Makassar Rezky Cemerlang menggunakan satuan
BCM ( bank cubik Metrik).
Stripping ratio ( SR ) dari standar dan sangat
Maksimal 4 : 1 untuk Stripping Ratio ( SR ) dari
pembuatan design blok Gatot Kaca adalah 3.8 : 1
maka pada blok Gatot Kaca layak untuk di tambang.
22/12/2015

Saran

Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan rancangan design Pit Blok Arjuna


yang telah dibuat, maka perlu dilakukan:
melakukan monitoring kestabilan lereng dari geometri jenjang agar faktor
keamanan dapat dipertahankan.
Penelitian lebih lanjut mengenai pemilihan alat muat dan alat angkut, baik
dari segi teknis, praktis maupun ekonomis pada pit yang di design.
Penelitian perancangan dan perhitungan sistem penyaliran tambang pada
pit yang di design guna mengatasi air limpasan yang masuk ke dalam
tambang mengingat tingginya curah hujan pada area penambangan pada
lokasi penelitian.
Pengembangan alternatif alternatif pada rancangan tahapan penambangan
yang memiliki resiko operasional demi keselamatan kerja.
Dari hasil pembuatan design pit tidak selamanya akan di terapkan di
lapangan mengingat penambangan yang dilakukan yaitu penambangan nikel
dimana penyebaran kadar ore tidak merata, dan bisa saja di lapangan
dilakukan pemblendingan dengan melihat hasil rata-ratanya sesuai dengan
kadar yang diinginkan. Tergantung dari pihak grade control tetapi yang
menjadi perhatian yaitu melihat Boundary/ batas batas yang sudah di
tentukan dari hasil design pit (final Pit) .

.
22/12/2015

Sekian
&
Terimakasih

22/12/2015