Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Secara umum , ilmu sosial budaya dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian
manusia dalam masyarakat dan agama , sehingga mampu menghadapi masalah dalam
bermasyarakat. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang dibekali akal
dan nafsu perlu membekali diri dengan agama supaya menjadi manusia yang lebih baik bagi
sesama manusia berkelompok atau bermasyarakat .
Manusia sebagai makhluk sosial atau bermasyarakat butuh individu atau manusia lain
karna manusia tidak akan mampu hidup sendiri ia butuh orang lain .manusia perlu
bermasyarakat dan saling berhubungan atau berinteraksi satu sama lain dalam kelompok
sosial maupun masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup nya dan untuk berkembang.
Oleh karena itu penulis mengangkat judul Paper agama dan masyarakat, semoga Paper
ini dapat bermanfaat bagi pembaca terutama bagi penulis sendiri , serta kami minta maaf
apabila paper ini belum sempurna.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian agama dan masyarakat ?
2. Fungsi dan peran agama dalam masyarakat ?
3. Unsur-unsur agama dan masyarakat?
4. Bentuk-bentuk agama dan masyarakat ?
5. Hubungan antara agama dan masyarakat?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian agama dan masyarakat
2. Untuk mengetahui fungsi dan peran agama dalam masyarakat
3. Untuk mengetahui unsur-unsur agama dan masyarakat
4. Untuk mengetahui bentuk-bentuk agama dan masyarakat
5. Untuk mengetahui hubungan antara agama dengan masyarakat.
D. Manfaat
Untuk membantu penulis dan pembaca mengetahui lebih dalam mengenai Agama
Dan masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Agama Dan Masyarakat
Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan (Soerjono
Soekanto, 1983). Sedangkan agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau
nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan
kepercayaan tersebut.
Kata agama berasal dari bahasa sanksekerta yang berarti tradisi , sedangkan
kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa latin religio

dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti mengikat kembali . Maksudnya dengan
bereligi seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan .
Sedangkan Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan
masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: Ketuhanan
Yang Maha Esa. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap
politik, ekonomi dan budaya. Di tahun 2000, kira-kira 86,1% dari 240.271.522 penduduk
Indonesia adalah pemeluk Islam, 5,7% Protestan, 3% Katolik, 1,8% Hindu, dan 3,4%
kepercayaan lainnya.
Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan
untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya dan menjamin semuanya akan
kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya. Pemerintah,
bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan,
Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.
Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia,
konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis
Indonesia memainkan peranan penting dalam hubungan antar kelompok maupun
golongan. Program transmigrasi secara tidak langsung telah menyebabkan sejumlah
konflik di wilayah timur Indonesia.
Berdasar

sejarah,

kaum

pendatang

telah

menjadi

pendorong

utama

keanekaragaman agama dan kultur di dalam negeri dengan pendatang dari India,
Tiongkok, Portugal, Arab, dan Belanda. Bagaimanapun, hal ini sudah berubah sejak
beberapa perubahan telah dibuat untuk menyesuaikan kultur di Indonesia.
Berdasarkan Penjelasan Atas Penetapan Presiden No 1 Tahun 1965 Tentang
Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama pasal 1, Agama-agama yang
dipeluk oleh penduduk di Indonesia ialah sebagai berikut :
1.

Islam : Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia,


dengan 88% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam. Mayoritas Muslim
dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera. Masuknya

agama islam ke Indonesia melalui perdagangan.


2. Hindu : Kebudayaan dan agama Hindu tiba di Indonesia pada abad pertama Masehi,
bersamaan

waktunya

dengan

kedatangan

agama

Buddha,

yang

kemudian
3

menghasilkan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Mataram dan


Majapahit.
3. Budha : Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba pada sekitar abad
keenam masehi. Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah
Hindu.
4. Kristen Katolik : Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada
bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Dan pada abad ke-14 dan ke-15 telah
ada umat Katolik di Sumatera Selatan. Kristen Katolik tiba di Indonesia saat
kedatangan bangsa Portugis, yang kemudian diikuti bangsa Spanyol yang berdagang
rempah-rempah.
5. Kristen Protestan : Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial
Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham
Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di
Indonesia. Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai
oleh kedatangan para misionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti
di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda.
6. Konghucu : Agama Konghucu berasal dari Cina daratan dan yang dibawa oleh para
pedagang Tionghoa dan imigran. Diperkirakan pada abad ketiga Masehi, orang
Tionghoa tiba di kepulauan Nusantara. Berbeda dengan agama yang lain, Konghucu
lebih menitik beratkan pada kepercayaan dan praktik yang individual.
B. Fungsi dan peran Agama dalam masyarakat
a. Fungsi agama
Peran sosial agama sebagai factor integratife bagi masyarakat adalah peran
agama dalam menciptakan ikatan bersama, baik antara anggota masyarakat
maupun dalam kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini
di sebabkan nilai-nilai yang mendasari system-sistem kewajiban sosial didukung
bersama oleh kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya consensus
dalam masyarakat. Thomas F. ODea mengungkapkan bahwa agama memiliki
fungsi dalam menyidiakan dua hal yang pertama, suatu cakrawala pandanagan
tentang dunia luar yang tidak terjangkau oleh manusia (beyond). Kedua sarana
ritual yang memungkinkan hubungan manusia dengan hal diluar jangkauannya,

yang memberikan jaminan dan keselamatn bagi manusia.

Dan ia juga

mengungkapkan enam fungsi agama sebagai berikut:


a) Agama mendasarkan perhatiannya pada sesuatu yang berada diluar jangkauan
manusia yang melibatkan takdir dan kesejahteraan. Agama menyediakan
sarana emosional penting yang membantu manusia dalam menghadapi
ketidakpastian.
b) Agama menawarkan suatu hubungan transcendental melalui pemujaan dan
upacara peribadatan sehingga agama memberikan dasar emosional bagi rasa
aman baru dan identitas yang lebih kuaat ditengah kondisi ketidakpastian dan
ketidakmungkinan yang dihadapi manusia.
c) Agama menyucikan norma-norma dan nilai-nilai masyarakat yang telah
terbentuk, mempertahankan dominasi tujuan kelompok diatas kepentingan
individu, dan disiplin kelompok diatas dorongan hati individu. Dengn
demikian agama berfungsi untuk membantu pengendalian sosial, melegitimasi
alokasi pola-pola masyarakat sehingga membantu ketertiban dan stabilitas.
d) Agama juga melakukan fungsi yang bertentangan dengan fungsi sebaliknya,
yaitu memberikan standar nilai dalam arti norma-norma yang sudah
terlembaga bisa dikaji kembali secara kritis sesuai dengan kebutuhan
masyarakat, terutama agama yang menitikberatkan pada transendensi Tuhan
dan masyarakat yang mapan.
e) Agama melakukan fungsi-fungsi identitas yang penting. Melalui peran serta
manusia dalam ritual agama dan doa, mereka juga melakukan unsur-unsur
signifikan yang ada dalam identitasnya.
f) Agama juga berperan dalam memacu pertumbuhan dam kedewasaan individu,
serta perjalanan hidup melalui tingkat usia yang ditentukan oleh masyarakat.
Dari keenam fungsi yang dijalankan oleh agama tersebut, tampak bahwa
agama memiliki peran yang urgen tidak hanya individu, tetapi juga masyarakat.
b. Peran agama dalam masyarakat
a) Fungsi edukatif
Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan perantara
petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai,
pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara

(perayaan) keagamaan, khotbah, renungan (meditasi) pendalaman


rohani, dsb.
b) Fungsi penyelamatan
Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam
hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini
hanya bisa mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia
untuk mengenal sesuatu yang sakral dan makhluk teringgi atau
Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam yang
hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia
inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah
dengan Tuhan dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin.
c) Fungsi pengawasan sosial (social control)
Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu :
1. Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat
yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga
masyarakat.
2. Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah
moral ( yang dianggap baik )dari serbuan destruktif dari
agama baru dan dari system hokum Negara modern.
d) Fungsi memupuk Persaudaraan
Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah
kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan.
1. Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang
sama, seperti liberalisme, komunisme, dan sosialisme.
2. Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang
sama.

Bangsa-bangsa

bergabung

dalam

sistem

kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll.


3. Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan
kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia
bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja
melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu

intimitas yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi


yang dipercayai bersama.
e) Fungsi transformative
Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk
kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan
nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat.
Sedangkan menurut Thomas F.ODea

menuliskan

enam

fungsi agama dan masyarakat yaitu:


1. Sebagai pendukung, pelipur lara, dan perekonsiliasi.
2. Sarana hubungan transendental melalui pemujaan dan
3.
4.
5.
6.

upacara keagamaan.
Penguat norma-norma dan nilai-nilai yang sudah ada.
Pengoreksi fungsi yang sudah ada.
Pemberi identitas diri.
Pendewasaan agama.

Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan


manusia danmasyarakat, karena agama memberikan sebuah system nilai
yang memiliki derivasi pada norma-norma masyarakat untuk memberikan
pengabsahan dan pembenaran dalammengatur pola perilaku manusia, baik
di level individu dan masyarakat. Agama menjadi sebuah pedoman hidup
singkatnya.
Dalam memandang nilai, dapat kita lihat dari dua sudut pandang.
Pertama, nilai agama dilihat dari sudut intelektual yang menjadikan nilai
agama sebagai norma atau prinsip. Kedua, nilai agama dirasakan di sudut
pandang emosional yang menyebabkan adanya sebuah dorongan rasa
dalam diri yang disebut mistisme.
C. Unsur-unsur Agama dan Masyarakat
a. Unsur-Unsur Agama
Unsur-unsur penting yang terdapat dalam Agama ialah :
a) Unsur Kekuatan Gaib : Manusia merasa dirinya lemah dan berhajat pada
kekuatan gaib itu sebagai tempat minta tolong. Oleh karena itu, manusia
merasa harus mengadakan hubungan baik dengan kekuatan gaib tersebut.
Hubungan baik ini dapat diwujudkan dengan mematuhi perintah dan
larangan kekuatan gaib itu sendiri.
7

b) Keyakinan Manusia : bahwa kesejahteraannya di dunia ini dan hidupnya di


akhirat tergantung pada adanya hubungan baik dengan kekuatan gaib yang
dimaksud. Dengan hilangnya hubungan baik itu, kesejahteraan dan
kebahagiaan yang dicari akan hilang pula.
c) Respons yang bersifat Emosionil dari manusia : Respons itu bisa mengambil
bentuk perasaan takut, seperti yang terdapat dalam agama-agama primitif,
atau perasaan cinta, seperti yang terdapat dalam agama-agama monoteisme.
Selanjutnya respons mengambil bentuk penyembahan yang terdapat dalam
agama primitif, atau pemujaan yang terdapat dalam agama agama
monoteisme. Lebih lanjut lagi respons itu mengambil bentuk cara hidup
tertentu bagi masyarakat yang besangkutan.
d) Paham adanya yang kudus (saered) dan suci : dalam bentuk kekuatan gaib,
dalam bentuk kitab yang mengandung ajaran - ajaran agama bersangkutan
dan dalam bentuk tempat -tempat tertentu.
b. Unsur-unsur Masyarakat
Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa unsur-unsur masyarakat sebagai berikut
ini:
a) Berangotakan minimal dua orang.
b) Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
c) Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia
baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar
anggota masyarakat.
d) Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta
keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.
D. Bentuk-bentuk Agama dan Mayarakat
a. Bentuk Agama
Agama ada yang bersifat primitif dan ada pula yang dianut oleh masyarakat
yang telah meninggalkan fase keprimitifan. Agama-agama yang terdapat dalam
masyarakat primitif ialah Dinamisme, Animisme, Monoteisme dll, adapun
pengertiannya adalah sebagai berikut:
8

a) Pengertian Agama Dinamisme ialah : Agama yang mengandung


kepercayaan pada kekuatan gaib yang misterius. Dalam faham ini ada
benda-benda tertentu yang mempunyai kekuatan gaib dan berpengaruh pada
kehidupan manusia sehari hari. Kekuatan gaib itu ada yang bersifat baik
dan ada pula yang bersifat jahat. Dan dalam bahasa ilmiah kekuatan gaib itu
disebut mana dan dalam bahasa Indonesia tuah atau sakti.
b) Pengertian Agama Animisme ialah : Agama yang mengajarkan bahwa tiaptiap benda, baik yang bernyawa maupun tidak bernyawa, mempunyai roh.
Bagi masyarakat primitif roh masih tersusun dari materi yang halus sekali
yang dekat menyerupai uap atau udara. Roh dari benda-benda tertentu
adakalanya mempunyai pengaruh yang dasyat terhadap kehidupan manusia,
Misalnya : Hutan yang lebat, pohon besar dan ber daun lebat, gua yang
gelap dll.
c) Pengertian Agama Monoteisme ialah : Adanya pengakuan yang hakiki
bahwa Tuhan satu, Tuhan Maha Esa, Pencipta alam semesta dan seluruh isi
kehidupan ini baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.
b. Bentuk-bentuk Masyarakat
a. Masyarakat sederhana
Ciri-ciri struktur sosial dan budaya pada Masyarakat Sederhana :
a) Ikatan keluara dan masyarakatnya sangat kuat
b) Organisasi sosial berdasarkan tradisi turun-temurun
c) Memiliki kepercayaan yang kuat terhadap hal-hal gaib.
d) Tidak memiliki lembaga-lembaga khusus, seperti lembaga pendidikan.
e) Hukum yang berlaku tidak tertulis.
f) Sebagian besar produksi hanya untuk keperluan keluarga sendiri atau
untuk pasaran dalam skala kecil.
g) kegiatan ekonomi dan sosial dilakukan dengan gotong royong.
b. Masyarakat madya
Ciri-ciri struktur sosial dan budaya pada masyarakt madya :
a) Ikaran keluarga masih kuat, tetapi hubungan dngan masyarakat setempat
sudah mengendor

b) Adat-istiadat masih dihormati, tetapi mulai terbuka dengan pengaruh dari


luar.
c) Masyarakat mulai berfikir rasional
d) Timbulnya lembaga-lembaga pendidikan formal sampai tingkat lanjutan.
e) Hukum tertulis mulai mendampingi hukum tidak tertulis
f) memberi kesempatan pada produksi pasar sehingga muncul diferensiasi
dalam struktur masyarakat.
g) gotong royong hamya untuk keperluan di kalangan tetangga dan kerabat
dekat, sedangkan kegiatan ekonomi di lakukana tas dasar uang.
c. Masyarakat Modern
Ciri-ciri struktur sosial dan budaya masyarakat modern :
a) Hubungan sosial didasarkan atas kepentingan pribadi
b) hubungan dengan masyarakat lainnya sudah terbuka
c)
d)
e)
f)
g)

dan

saling

mempengaruhi
kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sangat kuat.
terdapat stratifikasi sosial atas dasar keahlian
tingkat pendidikan formal tinggi
hukum yang berlaku adalah hukum tertulis
ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomipasar yang di dasar atas
penggunaan uang dan alat pembayaran lain.

F. Hubungan Agama dan Masyarakat


Ada 3 tipe hubungan agama dengan masyarakat :
a) Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai

sakral.

Tipe

ini

menggambarkan sekelompok orang yang menganut kepercayaan serta


kelompok agama yang sama sehigga tipe ini disebut sebagai tipe yang
kecil, terisolasi dan terbelakang.
b) Masyarakat pra-industri yang sedang berkembang. Tipe yang lebih baik dr
tipe sebelumnya. Terlihat dari berbagai macam acara atau upacara dalam
merayakan suatu acara keagamaan serta adanya perkembangan teknologi
yang mendominasi ketimbang tipe pertama serta jauh dari kesan terisolasi.
10

c) Masyarakat industri sekular. Tipe ini mencirikan masyarakat industri yang


semakin tinggi dlm bidang teknologi, shg watak masyarakat sekular tidak
terlalu mementingkan agama. Misalnya pemikiran agama, praktek agama,
dan kebiasaan agama lainnya yg seharusnya dilakukan tetapi kini mulai
berkurang.
Namun, terlepas dari hubungan antar agama dan masyarakat yg memang
tidak bisa dilepaskan begitu saja, agama bisa menjadi faktor konflik yang
sering terjadi di kalangan masyarakat. Disatu sisi, agama yang dianutnya
merupakan keyakinan yang bermoral sedangkan disatu sisi yang tidak
menganut keyakinannya menganggap keyakinannya menjadi sumber konflik.
John Effendi mengatakan bahwa agama pada satu waktu mampu
memproklamirkan perdamaian, jalan menuju keselamatan, persaudaraan serta
persatuan, namun pada satu waktu yang lain agama bisa menjadi sesuatu yang
menyebabkan konflik, bahkan tak jarang seperti yg dicatat dalam sejarah dan
peperangan.
Fakta yang terjadi dalam masyarakat, adalah masyarakat menjadi
media yang paling sering dijadikan tempat untuk menyebarkan berbagai
macam konflik dan salah satunya adalah agama. Jadi, hubungan agama
dengan masyarakat itu kaitannya sangat erat. Dari lahir pun kita sudah
diperkenalkan dengan agama kita. Contohnya bagi yang beragama islam,
sejak kita lahir dari rahim seorang ibu, kita sudah dibacakan adzan dan iqamat
di telingan kanan dan kiri kita.

11

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan (Soerjono
Soekanto, 1983). Sedangkan agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau
nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan
kepercayaan tersebut.
Sedangkan Kata agama berasal dari bahasa sanksekerta yang berarti tradisi ,
sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa
latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti mengikat kembali .
Maksudnya dengan bereligi seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan .
Namun, terlepas dari hubungan antar agama dan masyarakat yg memang tidak
bisa dilepaskan begitu saja, agama bisa menjadi faktor konflik yang sering terjadi di
kalangan masyarakat. Disatu sisi, agama yang dianutnya merupakan keyakinan yang
bermoral sedangkan disatu sisi yang tidak menganut keyakinannya menganggap
keyakinannya menjadi sumber konflik.
John

Effendi

mengatakan

bahwa

agama

pada

satu

waktu

mampu

memproklamirkan perdamaian, jalan menuju keselamatan, persaudaraan serta persatuan,


namun pada satu waktu yang lain agama bisa menjadi sesuatu yang menyebabkan
konflik, bahkan tak jarang seperti yg dicatat dalam sejarah dan peperangan.
B. Saran
Penulis berharap kita sebagai bangsa Indonesia sebagai masyarakat yang baik
walaupun banyak suku agama yang berbeda-beda akan tetapi kita satu bangsa dan satu
12

tujuan BHINEKA TUNGGAL IKA saling menghormati antar suku dan agama. Seperti
apa yang di katakana oleh Gusdur berbuat baiklah kamu kepada semua orang dan mereka
tidak akan memandang agamamu. Demikian Paper ini disususun, mohon maaf apabila
banyak kekurangan dalam penulisan paper ini semoga paper ini dapat bermanfaat bagi
para pembaca khususnya kepada diri pribadi.

13

DAFTAR PUSTAKA

Mulyono, Sumardi, Penelitian Agama, Masalah dan Pemikiran, Jakarta; Pustaka Sinar
Harapan, 1982.
Adon Nasrullah, Agama dan Konflik sosial, Bandung: CV Pustaka Setia, 2015.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: PT Ranaka Cipta,1990.
http://www.docfoc.com/agama-dan-masyarakat-559e016bcfb0f
http://ridone2311yahoocoid.blogspot.co.id/2012/05/hubungan-agama-denganmasyarakat.html

14