Anda di halaman 1dari 22

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1

Perilaku sosial

2.1.1

Definisi perilaku sosial


Perilaku sosial adalah suasana saling ketergantungan yang merupakan

keharusan untuk menjamin keberadaan manusia (Rusli Ibrahim, 2001).sedangkan


menurut Krech, Crutchfield dan Ballachey (1982) dalam Rusli Ibrahim (2001),
perilaku sosial seseorang itu tampak dalam pola respons antar orang yang
dinyatakan dengan hubungan timbal balik antar pribadi. Perilaku sosial juga
identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain (Baron & Byrne, 1991 dalam
Rusli Ibrahim, 2001). Perilaku itu ditunjukkan dengan perasaan, tindakan, sikap
keyakinan, kenangan, atau rasa hormat terhadap orang lain.
2.1.2 Faktor pembentuk perilaku sosial
Baron dan Byrne berpendapat bahwa ada empat kategori utama yang dapat
membentuk perilaku sosial seseorang, yaitu :
a. Perilaku dan karakteristik orang lain
Jika seseorang lebih sering bergaul dengan orang-orang yang memiliki karakter
santun, ada kemungkinan besar ia akan berperilaku seperti kebanyakan orangorang berkarakter santun dalam lingkungan pergaulannya.
b. Proses kognitif
Ingatan dan pikiran yang memuat ide-ide, keyakinan dan pertimbangan yang
menjadi dasar kesadaran sosial seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku
sosialnya. Misalnya seorang calon pelatih yang terus berpikir agar kelak
dikemudian hari menjadi pelatih yang baik, menjadi idola bagi atletnya dan orang

lain akan terus berupaya dan berproses mengembangkan dan memperbaiki dirinya
dalam perilaku sosialnya.
c. Faktor lingkungan
Lingkungan alam terkadang dapat mempengaruhi perilaku sosial
seseorang. Misalnya orang yang berasal dari daerah pantai atau
pegunungan yang terbiasa berkata dengan keras, maka perilaku
sosialnya

seolah

keras

pula,

ketika

berada

di

lingkungan

masyarakat yang terbiasa lembut dan halus dalam bertutur kata.

d. Tatar Budaya
sebagai tampat perilaku dan pemikiran sosial itu terjadi misalnya, seseorang yang
berasal dari etnis budaya tertentu mungkin akan terasa berperilaku sosial aneh
ketika berada dalam lingkungan masyarakat yang beretnis budaya lain atau
berbeda. Dalam konteks sosialitas yang terpenting adalah untuk saling
menghargai perbedaan yang dimiliki oleh setiap anak.
2.1.3 Bentuk dan jenis perilaku sosial
Bentuk dan perilaku sosial seseorang dapat pula ditunjukkan oleh sikap
sosialnya. Sikap menurut Akyas Azhari (2004:161) adalah suatu cara bereaksi
terhadap suatu perangsang tertentu. Sedangkan sikap sosial dinyatakan oleh caracara kegiatan yang sama dan berulang-ulang terhadap obyek sosial yang
menyebabkan terjadinya cara-cara tingkah laku yang dinyatakan berulang-ulang
terhadap salah satu obyek sosial (W.A. Gerungan, 1978:151-152).
Berbagai bentuk dan jenis perilaku sosial seseorang pada dasarnya merupakan
karakter atau ciri kepribadian yang dapat teramati ketika seseorang berinteraksi
dengan orang lain. Seperti dalam kehidupan berkelompok, kecenderungan
perilaku sosial seseorang yang menjadi anggota kelompok akan akan terlihat jelas
diantara anggota kelompok yang lainnya.

Perilaku sosial dapat dilihat melalui sifat-sifat dan pola respon antar pribadi, yaitu:

Kecenderungan Perilaku Peran


a. Sifat pemberani dan pengecut secara sosial
Orang yang memiliki sifat pemberani secara sosial, biasanya dia suka
mempertahankan dan membela haknya, tidak malu-malu atau tidak segan
melakukan sesuatu perbuatan yang sesuai norma di masyarakat dalam
mengedepankan kepentingan diri sendiri sekuat tenaga. Sedangkan sifat pengecut
menunjukkan

perilaku

atau

keadaan

sebaliknya,

seperti

kurang

suka

mempertahankan haknya, malu dan segan berbuat untuk mengedepankan


kepentingannya.
b. Sifat berkuasa dan sifat patuh
Orang yang memiliki sifat sok berkuasa dalam perilaku sosial biasanya
ditunjukkan oleh perilaku seperti bertindak tegas, berorientasi kepada kekuatan,
percaya diri, berkemauan keras, suka memberi perintah dan memimpin langsung.
Sedangkan sifat yang patuh atau penyerah menunjukkan perilaku sosial yang
sebaliknya, misalnya kurang tegas dalam bertindak, tidak suka memberi perintah
dan tidak berorientasi kepada kekuatan dan kekerasan.
c. Sifat inisiatif secara sosial dan pasif
Orang yang memiliki sifat inisiatif biasanya suka mengorganisasi kelompok, tidak
sauka mempersoalkan latar belakang, suka memberi masukan atau saran-saran
dalam berbagai pertemuan, dan biasanya suka mengambil alih kepemimpinan.
Sedangkan sifat orang yang pasif secara sosial ditunjukkan oleh perilaku yang
bertentangan dengan sifat orang yang aktif, misalnya perilakunya yang dominan
diam, kurang berinisiatif, tidak suka memberi saran atau masukan.
d. Sifat mandiri dan tergantung

Orang yang memiliki sifat mandiri biasanya membuat segala sesuatunya


dilakukan oleh dirinya sendiri, seperti membuat rencana sendiri, melakukan
sesuatu dengan cara-cara sendiri, tidak suak berusaha mencari nasihat atau
dukungan dari orang lain, dan secara emosiaonal cukup stabil. Sedangkan sifat
orang yang ketergantungan cenderung menunjukkan perilaku sosial sebaliknya
dari sifat orang mandiri, misalnya membuat rencana dan melakukan segala
sesuatu harus selalu mendapat saran dan dukungan orang lain, dan keadaan
emosionalnya relatif labil.

Kecenderungan perilaku dalam hubungan sosial


a. Dapat diterima atau ditolak oleh orang lain
Orang yang memiliki sifat dapat diterima oleh orang lain biasanya tidak
berprasangka buruk terhadap orang lain, loyal, dipercaya, pemaaf dan tulus
menghargai kelebihan orang lain. Sementara sifat orang yang ditolak biasanya
suak mencari kesalahan dan tidak mengakui kelebihan orang lain.
b. Suka bergaul dan tidak suka bergaul
Orang yang suka bergaul biasanya memiliki hubungan sosial yang baik, senang
bersama dengan yang lain dan senang bepergian. Sedangkan orang yang tidak
suak bergaul menunjukkan sifat dan perilaku yang sebaliknya.
c. Sifat ramah dan tidak ramah
Orang yang ramah biasanya periang, hangat, terbuka, mudah didekati orang, dan
suka bersosialisasi. Sedang orang yang tidak ramah cenderung bersifat sebaliknya.
d. Simpatik atau tidak simpatik
Orang yang memiliki sifat simpatik biasanya peduli terhadap perasaan dan
keinginan orang lain, murah hati dan suka membela orang tertindas. Sedangkan
orang yang tidak simpatik menunjukkna sifat-sifat yang sebaliknya.

Kecenderungan perilaku ekspresif

a. Sifat suka bersaing (tidak kooperatif) dan tidak suka bersaing (suka bekerja
sama) Orang yang suka bersaing biasanya menganggap hubungan sosial sebagai
perlombaan, lawan adalah saingan yang harus dikalahkan, memperkaya diri
sendiri. Sedangkan orang yang tidak suka bersaing menunjukkan sifat-sifat
yang sebaliknya

b. Sifat agresif dan tidak agresif

Orang yang agresif biasanya suka menyerang orang lain baik langsung ataupun
tidak langsung, pendendam, menentang atau tidak patuh pada penguasa, suka
bertengkar dan suka menyangkal. Sifat orang yang tidak agresif menunjukkan
perilaku yang sebaliknya.
c. Sifat kalem atau tenang secara sosial
Orang yang kalem biasanya tidak nyaman jika berbeda dengan orang lain,
mengalami kegugupan, malu, ragu-ragu, dan merasa terganggu jika ditonton
orang.
d. Sifat suka pamer atau menonjolkan diri
Orang yang suka pamer biasanya berperilaku berlebihan, suka mencari
pengakuan, berperilaku aneh untuk mencari perhatian orang lain.
2.2 Menarik diri
2.2.1 Definisi Menarik Diri
Menarik diri adalah suatu usaha seseorang untuk menghindari interaksi
dengan lingkungan sosial atau orang lain, merasa kehilangan kedekatan dengan
orang lain dan tidak bisa berbagi pikiranya dan perasaanya (Rawlins,1993).
Menarik diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang menemukan kesulitan
dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain. Sedangkan isolasi
sosial merupakan keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain
dianggap menyatakan sikap negatif dan mengancam dirinya (Townsend, M.C,
1998 : 52).
2.2.2 Penyebab yang mempengaruhi menarik diri

Penyebab dari menarik diri adalah harga diri rendah yaitu perasaan
negative terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai
keinginan yang ditandai dengan adanya perasaan malu terhadap diri sendiri, rasa
bersalah terhadap diri sendiri, gangguan hubungan sosial, merendahkan martabat,
percaya diri kurang dan juga dapat mencederai diri (Carpenito,L.J, 1998).
Ada pun faktor yang menyebabkan menarik diri :
Faktor Predisposisi :

a. Faktor perkembangan
Tiap gangguan dalam pencapaian tugas perkembangan dari masa bayi
sampai dewasa tua akan menjadi pencetus seseoarang sehingga mempunyai
masalah respon sosial menarik diri. Sistem keluarga yang terganggu juga dapat
mempengaruhi terjadinya menarik diri. Organisasi anggota keluarga bekerja sama
dengan tenaga profisional untuk mengembangkan gambaran yang lebih tepat
tentang hubungan antara kelainan jiwa dan stress keluarga. Pendekatan kolaburatif
sewajarnya dapat mengurangi masalah respon social menarik diri.
b. Faktor Biologik
Faktor genetik dapat menunjang terhadap respon sosial maladaptive.
Genetik merupakan salah satu faktor pendukung gangguan jiwa. Kelainan struktur
otak, seperti atropi, pembesaran ventrikel, penurunan berat dan volume otak serta
perubahan limbik diduga dapat menyebabkan skizofrenia.
c. Faktor Sosiokultural
Isolasi sosial merupakan faktor dalam gangguan berhubungan. Ini
merupakan akibat dari norma yang tidak mendukung pendekatan terhadap orang
lain, atau tidak menghargai anggota masyarakat yang tidak produktif, seperti
lansia, orang cacat dan berpenyakit kronik. Isolasi dapat terjadi karena
mengadopsi norma, perilaku, dan system nilai yang berbeda dari yang dimiliki
budaya mayoritas. Harapan yang tidak realitis terhadap hubungan merupakan
faktor lain yang berkaitan dengan gangguan ini, (Stuart and sudden, 1998).

Faktor Presipitasi :
a. Stressor sosiokultural
Stressor sosial budaya dapat menyebabkan terjadinya gangguan dalam
membina hubungan dengan orang lain, misalnya menurunya stabilitas unit
keluarga, berpisah dari orang yang berarti dalam kehidupanya,
misalnya karena dirawat di rumah sakit.
b. Stressor psikologik
Ansietas berat yang berkepanjangan terjadi bersamaan keterbatasan
kemampuan untuk mengatasinya. Tuntutan untuk berpisah dengan orang terdekat
atau kegagalan orang lain untuk memenuhi kebutuhanya hal ini dapat
menimbulkan ansietas tinggi bahkan dapat menimbulkan seseorang mengalami
gangguan hubungan (menarik diri), (Stuart & Sundeen, 1998)
c. Stressor intelektual
1) Kurangnya pemahaman diri dalam ketidak mampuan untuk berbagai pikiran
dan perasaan yang mengganggu pengembangan hubungan dengan orang lain.
2) Klien dengan kegagalan adalah orang yang kesepian dan kesulitan dalam
menghadapi hidup. Mereka juga akan sulit berkomunikasi dengan orang lain.
3) Ketidakmampuan seseorang membangun kepercayaan dengan orang lain akan
persepsi yang menyimpang dan akan berakibat pada gangguan berhubungan
dengan orang lain
d. Stressor fisik
1) Kehidupan bayi atau keguguran dapat menyebabkan seseorang menarik diri
dari orang lain

2) Penyakit kronik dapat menyebabkan seseorang minder atau malu sehingga


mengakibatkan menarik diri dari orang lain
(Rawlins, Heacock,1993)
2.2.3 Tanda dan gejala pasien menarik diri
Menurut Towsend.M.C (1998:192-193) dan Carpenito,L.J.(1998:381)
Isolasi sosial: Menarik diri sering ditemukan adanya tanda dan gejala sebagai
berikut : kurang spontan, apatis, ekspresi wajah tidak berseri, tidak
memperhatikan kebersihan diri, komunikasi verbal kurang, menyendiri, tidak
peduli lingkungan, asupan makanan terganggu, retensi urine dan feses, aktivitas
menurun, posisi baring seperti fetus, menolak berhubungan dengan orang lain.
2.3 Terapi Aktivitas Kelompok
2.3.1 Definisi Terapi Aktivitas Kelompok
TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) adalah terapi yang merupakan salah
satu cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan sosialisasi pasien
sehingga diharapkan pasien dapat kembali bersosialisasi di masyarakat sekitar.
Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang
dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah
keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan (Keliat, 2005).
Kelompok adalah kumpulan indivdu yang mempunyai hubungan antara
satu dengan yang lainya, saling ketergantungan serta mempunyai norma yang
sama (Purwaningsih, 2010).
2.3.2

Manfaat Terapi Aktivitas Kelompok


Terapi aktivitas kelompok menurut Keliat B. A., 2011 mempunyai

manfaat:
a. Umum

1. Meningkatkan kemampuan uji realitas melalui komunikasi dan umpan


balik atau dari orag lain.
2. Melakukan sosialisasi.
3. Membangkitkan motivasi untuk kemajuan fungsi kognitif dan afektif.
b. Khusus
1. Meningkatkan identitas diri.
2. Menyaurkan emosi secara konstruktif.
3. Meningkatakan ketrampilan hubungan interpersonal atau sosial.
c. Rehabilitasi
1. Meningkatkan ketrampilan hubungan ekspresi diri.
2. Meningkatkan ketrampilan sosial.
3. Meningkatkan kemampuan empati.
4. Meningkatkan kemampuan/ pengetahuan pemecahan masalah

2.3.3

Tujuan Terapi Aktivitas Kelompok

a. Meningkatkan kemampuan menguji kenyataan (reality testing).


b. Membantuk sosialisasi.
c. Meningkatakan fungsi psikologis, yaitu meningkatkan kesadaran tentang
hubungan sosial dan adaptasi.
d. Membangun motivasi untuk kemajuan psikologis baik afektif maupun
kognitif.
e. Penyaluran emosi.
f. Melatih pemahaman identitas diri.
2.3.4

Macam macam Terapi Aktivitas Kelompok


Menurut Keliat dan Akemat (2005)

a. Terapi aktivitas kelompok stimulasi kognitif / persepsi


Klien dilatih mempersepsikan stimulasi yang disediakan atau stimulasi
yang pernah dialami yang bertujuan memotivasi proses berfikir dan afektif
serta mengurangi perilaku maladaptife.
b. Terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori
Aktivitas digunakan untuk memberikan stimulasi pada sensori klien,
kemudian diobservasi reaksi sensori klien berupa ekspresi emosi atau
perasaan melalui gerakan tubuh, ekspresi muka, ucapan.
c. Terapi aktivitas kelompok orientasi realitas
Pendekatan untuk mengorientasikan klien terhadap situasi nyata (realitas)
yang berada disekitar klien yaitu diri sendiri, orang lain yang berada
disekelilingnya atau orang yang dekat dengan klien, lingkungan yang
pernah mempunyai hubungan dengan klien dan waktu saat ini dan yang
lalu.
d. Terapi aktivitas kelompok sosialisasi
Terapi untuk meningkatakan kemampuan klien dalam melakukan interaksi
sosial maupun berperan dalam lingkungan sosial yang bertujuan
meningkatkan

hubungan

interpersonal

antar

anggota

kelompok,

berkomunikasi, saling memperhatikan, memberikan tanggapan terhadap


orang lain, mengekspresikan ide serta menerima stimulus eksternal.
2.3.5 Tahapan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS)
Adapun tahapan menurut (Keliat, 2005) adalah sebagai berikut:
a. Sesi 1
1. Tujuan
Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan: nama
lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi.
2. Langkah kegiatan
a) Persiapan
1) Memilih klien sesuai dengan indikasi
2) Membuat kontrak dengan klien
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

b) Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan:
1) Memberi salam terapeutik: salam dari terapis
2) Evaluasi/validasi: menanyakan perasaan klien saat ini
3) Kontrak:
Menjelaskan
tujuan
kegiatan,
yaitu
memperkenalkan diri, menjelaskan aturan main berikut:
Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus
meminta izin kepada terapis; Lama kegiatan 45 menit;
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
c) Tahap Kerja
1) Jelaskan kegiatan, yaitu musik akan dihidupkan serta bola
diedarkan berlawanan dengan arah jarum jam (yaitu ke arah
kiri) dan pada saat musik dimatikan maka anggota kelompok
yang memegang bola memperkenalkan dirinya
2) Hidupkan musik dan edarkan bola berawanan dengan arah
jarum jam
3) Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang
memegang bola mendapat giliran untuk menyebutkan: salam,
nama lengkap, nama panggilan, hobi, dan asa, dimulai oleh
terapis sebagai contoh
4) Ulangi 2) dan 3) sampai semua anggota kelompok mendapat
giliran
5) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok
dengan memberi tepuk tangan.
d) Tahap eliminasi
1) Evaluasi : menyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK,
memberi pujian atas keberhasilan kelompok
2) Rencana tindak lanjut : menganjurkan tiap anggota kelompok
melatih memperkenalkan diri kepada orang lain di kehidupan
sehari-hari, memasukkan kegiatan memperkenalkan diri pada
jadwal kegiatan harian klien.
3) Kontrak yang akan datang : menyepakati kegiatan berikut,
yaitu berkenalan dengan anggota kelompok, menyepakati
waktu dan tempat.
3. Evaluasi

Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya


pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan TAK.
Untuk TAKS Sesi 1, dievaluasi kemampuan klien memperkenalkan
diri secara verbal dan nonverbal dengan menggunakan formulir
evaluai yang sudah disediakan.
b. Sesi 2
1. Tujuan
Klien mampu

berkenalan

dengan

anggota

kelompok

memperkenalkan diri sendiri (nama lengkap, nama panggilan, asal,


dan hobi), menanyakan diri anggota kelompok lain: nama lengkap,
nama panggilan, asal, dan hobi.
2. Langkah kegiatan
a) Persiapan
1) Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada Sesi 1
TAKS
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
b) Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan:
1) Memberi salam terapeutik: salam dari terapis
2) Evaluasi/validasi: menanyakan perasaan klien saat ini,
menanyakan apakah klien telah mencoba memperkenalkan diri
pada orang lain
3) Kontrak : menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu berkenalan
dengan anggota kelompok, menjelaskan aturan main berikut:
Jika ada peserta yang akan meninggalkan kelompok, harus
meminta izin kepada terapis; Lama kegiatan 45 menit; Setiap
klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
c) Tahap kerja
1) Hidupkan musik dan edarkan bola berlawanan dengan arah
jarum jam
2) Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang
memegang bola mendapat giliran untuk berkenalan dengan
anggota kelompok yang ada di sebelah kanan dengan cara:
memberi

salam;

menyebutkan

nama

lengkap,

nama

panggilan, asal, dan hobi; menanyakan nama lengkap, nama


panggilan, asal, dan hobi lawan bicara; dimulai oleh terapis
sebagai contoh.
3) Ulangi 1) dan 2) sampai semua anggota kelompok mendapat
giliran
4) Hidupkan kembali musik dan edarkan bola. Pada saat musik
dimatikan, minta pada anggota kelompok yang memegang
bola untuk memperkenalkan anggota kelompok yang
disebelah kanannya kepada kelompok, yaitu: nama lengkap,
nama panggilan, asal, dan hobi. Dimulai oleh terapis sebagai
contoh
5) Ulangi 4) sampai semua anggota mendapat giliran
6) Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok
dengan memberi tepuk tangan.
d) Tahap terminasi
1) Evaluasi : menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK,
memberi pujian atas keberhasilan kelompok
2) Rencana tindak lanjut : menganjurkan tiap anggota kelompok
latihan berkenalan, memasukkan kegiatan berkenalan pada
jadwal kegiatan harian klien
3) Kontrak yang akan datang : menyepakati bercakap-cakap
tentang kehidupan pribadi, menyepakati waktu dan tempat.
3. Evaluasi
Evaluasi dilakukan ketika proses TAK berlangsung, khususnya pada
tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai
dengan tujuan TAK. Untuk TAKS Sesi 2, dievaluasi kemampuan
klien dalam berkenalan secara verbal dan nonverbal dengan
menggunakan formulir evaluasi yang sudah disediakan.
c. Sesi 3
1. Tujuan
Klien mampu

bercakap-cakap

dengan

anggota

kelompok

(menanyakan kehidupan pribadi kepada satu orang anggota


kelompok, menjawab pertanyaan tentang kehidupan pribadi).
2. Langkah kegiatan
a) Persiapan

1) Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada Sesi 2


TAKS
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b) Orientasi
1) Salam terapeutik: memberi salam terapeutik dari terapis
2) Evaluasi/validasi: menanyakan perasaan klien saat ini,
menanyakan apakah klien telah mencoba berkenalan dengan
orang lain.
3) Kontrak : Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu bertanya dan
menjawab tentang kehidupan pribadi; menjelaskan aturan
main berikut: Jika ada peserta yang akan meninggalkan
kelompok, harus meminta izin kepada terapis; lama kegiatan
45 menit; setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai
selesai.
c) Tahap kerja
1) Hidupkan musik dan edarkan bola berlawanan dengan arah
jarum jam
2) Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang
memegang bola mendapat giliran untuk bertanya tentang
kehidupan pribadi anggota kelompok yang ada di sebelah
kanan dengan cara: memberi salam; memanggil panggilan;
menanyakan

kehidupan

pribadi

(orang

terdekat/dipercayai/disegani, pekerjaan); dimulai oleh terapis


sebagai contoh
3) Ulangi 1) dan 2) sampai semua anggota kelompok mendapat
giliran
4) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
d) Tahap terminasi
1) Evaluasi : menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK,
memberi pujian atas keberhasilan kelompok
2) Rencana tindak lanjut : menganjurkan tiap anggota kelompok
bercakap-cakap tentang kehidupan pribadi dengan orang lain
pada kehidupan sehari-hari, emasukkan kegiatan bercakapcakap pada jadwal kegiatan harian klien

3) Kontrak yang akan datang : menyepakati kegiatan berikut,


yaitu menyampaikan dan membicarakan topik pembicaraan
tertentu, menyepakati waktu dan tempat.
3. Evaluasi
Evaluasi dilakukan ketika proses TAK berlangsung, khususnya pada
tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai
dengan tujuan TAK. Untuk TAKS Sesi 3 dievaluasi kemampuan
verbal dalam bertanya dan menjawab pada saat bercakap-cakap serta
kempuan nonverbal dengan menggunakan formulir evaluasi yang
sedah disediakan.
d. Sesi 4
1. Tujuan
Klien mampu menyampaikan topik pembicaraan tertentu dengan
anggota kelompok (menyampaikan topik yang ingin dibicarakan,
memilih topik yang ingin dibicarakan, memberi pendapat tentang
topik yang dipilih)
2. Langkah kegiatan
a) Persiapan
1) Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada Sesi 3
TAKS
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b) Orientasi
1) Salam terapeutik: memberikan salam terapeutis dari terapis
2) Evaluasi/validasi: menanyakan perasaan klien saat ini,
menanyakan pakah klien telah latihan bercakap-cakap dengan
orang lain.
3) Kontrak : menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menyampaikan,
memilih, dan memberi pendapat tentang topik percakapan;
menjelaskan aturan main berikut: Jika ada klien yang akan
meninggalkan kelompok, harus meminta izin kepada terapis;
lama kegiatan 45 menit; setiap klien mengikuti kegiatan
dari awal sampai selesai.
c) Tahap kerja
1) Hidupkan musik dan edarkan bola berlawanan dengan arah
jarum jam

2) Pada

saat

musik

dimatikan,

anggota

kelompok

yang

memegang bola mendapat giliran untuk menyampaikan satu


topik yang ingin dibicarakan. Dimulai oleh terapis sebagai
contoh. Misalnya, cara bicara yang baik atau cara mencari
teman.
3) Tuiskan pada kertas topik yang disampaikan secara berurutan
4) Ulangi 1), 2), dan 3) sampai semua anggota kelompok
menyampaikan topik yang ingin dibicarakan
5) Hidupkan lagi musik dan edarkan bola. Pada saat dimatikan,
anggota yang memegang bola memilih topik yang disukai
untuk dibicarakan dari daftar yang ada
6) Ulangi 5) sampai semua anggota kelompok memilih topik
7) Terapis membantu menetapkan topik yang paling banyak
dipilih
8) Hidupkan lagi kaset dan edarkan bola. Pada saat dimatikan,
anggota yang memegang boa menyampaikan pendapat tentang
topik yang dipilih
9) Ulangi 8) sampai semua anggota kelompok menyampaikan
pendapat
10) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
d) Tahap terminasi
1) Evaluasi : menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK;
memberi pujian atas keberhasilan kelompok
2) Rencana tindak lanjut : menganjurkan setiap anggota
kelompok bercakap-cakap tentang topik tertentu dengan orang
lain pada kehidupan sehari-hari, memasukkan kegiatan
bercakap-cakap pada jadwal kegiatan harian klien
3) Kontrak yang akan datang : menyepakati kegiatan berikutnya,
yaitu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi;
menyepakati waktu dan tempat
3. Evaluasi
Evaluasi dilakukan ketika proses TAK berlangsung khususnya pada
tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adavah kemampuan klien sesuai

dengan tujuan TAK. Untuk TAKS Sesi 4 dievaluasi kemampuan


verbal menyampaikan, memilih, dam memberi pendapat tentang
topik

percakapan

serta

kemampuan

nonverbal

dengan

menggunakan formulir evaluasi yang sudah disediakan.


e. Sesi 5
1. Tujuan
Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi
dengan orang lain (menyampaikan masalah pribadi, memilih satu
masalah untuk dibicarakan, memberi pendapat tentang masalah
pribadi yang dipilih)
2. Langkah kegiatan
a) Persiapan
1) Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada Sesi 4
TAKS
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b) Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan:
1) Memberi salam terapeutik: salam terapeutik dari terapis
2) Evaluasi/validasi: menanyakan perasaan klien saat ini,
menanyakan apakah klien telah latihan bercakap-cakap
tentang topik/hal tertentu dengan orang lain
3) Kontrak : menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menyampaikan,
memilih,dan memberi pendapat tentang masalah pribadi;
menjelaskan aturan main berikut : Jika ada klien yang akan
meninggalkan kelompok, harus meminta izin kepada terapis;
lama kegiatan 45 menit; setiap klien mengikuti kegiatan
dari awal sampai selesai
c) Tahap kerja
1) Hidupkan musik dan edarkan bola berlawanan dengan arah
jarum jam
2) Pada saat

musik

dimatikan,

anggota

kelompok

yang

memegang bola mendapat giliran untuk menyampaikan satu


masalah pribadi yang ingin dibicarakan. Dimulai oleh terapis
sebagai contoh. Misalnya, sulit bercerita atau tidak
diperhatikan ayah/ibu/kak/teman.
3) Tuiskan pada kertas masalah yang disampaikan

4) Ulangi 1), 2), dan 3) sampai semua anggota kelompok


menyampaikan masalah yang ingin dibicarakan
5) Hidupkan lagi musik dan edarkan bola. Pada saat dimatikan
anggota yang memegang bola memilih masalah yang ingin
dibicarakan
6) Ulangi 5) sampai semua anggota kelompok memilih masalah
yang ingin dibicarakan
7) Terapis membantu menetapkan topik yang paling banyak
dipilih
8) Hidupkan lagi musik dan edarkan bola. Pada saat dimatikan,
anggota yang memegang bola menyampaikan pendapat tentang
masalah yang dipilih
9) Ulangi 8) sampai semua anggota kelompok menyampaikan
pendapat
10) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok
dengan memberi tepuk tangan.
d) Tahap terminasi
1) Evaluasi : menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK,
memberi pujian atas keberhasilan kelompok
2) Rencana tindak lanjut : menganjurkan tiap anggota kelompok
bercakap-cakap tentang masalah pribadi dengan orang lain
pada kehidupan sehari-hari; memasukkan kegiatan bercakapcakap tentang masalah pribadi pada jadwal kegiatan harian
klien
3) Kontrak yang akan datang : menyepakati kegiatan berikutnya,
yaitu bekerjasama dalam kelompok; menyepakati waktu dan
tempat

3. Evaluasi
Evaluasi dilakukan menggunakan formulir yang disediakan pada saat
proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang
dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk
TAKS Sesi 5, dievaluasi kemampuan verbal klien menyampaikan,

memilih, dan memberi pendapat tentang percakapan mengenai masalah


pribadi, serta kemampuan nonverbal.
f. Sesi 6
1. Tujuan
Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok
(bertanya dan meminta sesuai dengan kebutuhan pada orang lain,
menjawab dan memberi pada orang lain sesuai dengan permintaan)
2. Langkah kegiatan
a) Persiapan
1) Mengingatkan dengan anggota kelompok pada Sesi 5 TAKS
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b) Orientasi
1) Salam terapeutik: salam terapeutik dari terapis
2) Evaluasi/validasi: menanyakan perasaan klien saat ini,
menanyakan apakah klien telah latihan bercakap-cakap
tentang masalah pribadi dengan orang lain
3) Kontrak : menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu dengan bertanya
dan meminta kartu yang diperlukan serta menjawab dan
memberi kartu pada anggota kelompok, menjelaskan aturan
main berikut: jika ada klien yang akan meninggalkan
kelompok, harus meminta izin kepada terapis; lama kegiatan
45 menit; setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai
selesai
c) Tahap kerja
1) Terapis membagi empat kartu kwartet untuk setiap anggota
kelompok. Sisanya diletakkan di atas meja
2) Terapis meminta tiap anggota kelompok menyusun kartu
sesuai dengan seri (satu seri mempunyai empat kartu)
3) Hidupkan musik dan edarkan bola berlawanan dengan arah
jarum jam
4) Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang
memegang bola memulai permainan berikut: meminta kartu
yang dibutuhkan (seri yang belum lengkap) kepada anggota
kelompok disebevah kanannya; jika kartu yang dipegang
serinya

lengkap, diumumkan pada kelompok dengan

membaca judul dan subjudul; jika kartu yang dipegang


serinya tidak lengkap diperkenankan mengambil satu kartu
dari tumpukan kartu di atas meja; jika anggota kelompok
memberikan kartu yang dipegang pada yang meminta, ia
berhak mengambil satu kartu dari tumpukan kartu di atas
meja; setiap menerima kartu, diminta mengucapkan terima
kasih.
5) Ulangi 3) dan 4)
6) Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok
dengan memberi tepuk tangan.
d) Tahap terminasi
1) Evaluasi : menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK,
memberi pujian atas keberhasilan kelompok
2) Rencana tindak lanjut : menganjurkan setiap anggota kelompok
latihan bertanya, meminta, menjawab, dan memberi pada
kehidupan sehari-hari (kerja sama); memasukkan kegiatan
bekerjasama pada jadwal kegiatan harian klien
3) Kontrak yang akan datang : menyepakati kegiatan berikut, yaitu
mengevaluasi kegiatan TAKS; menyepakati waktu dan tempat.
3. Evaluasi
Evaluasi divakukan dengan menggunakan formulir yang sudah
disediakan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada saat
tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai
dengan tujuan TAK. Untuk TAKS Sesi 6, dievaluasi kemampuan verbal
klien dalam bertanya, meminta, menjawab, dan memberi serta
kemampuan nonverbal.
g. Sesi 7
1. Tujuan
Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan
kelompok yang telah dilakukan.
2. Langkah kegiatan
a) Persiapan
1) Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada Sesi 6
TAKS
2) Mempersiapkan avat dan tempat pertemuan
b) Orientasi

1) Salam terapeutik: salam terapeutik dari terapis


2) Evaluasi/validasi: menanyakan perasaan klien saat ini,
menanyakan apakah klien telah latihan bekerjasama dengan
orang lain
3) Kontrak : menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menyampaikan
manfaat enam kali pertemuan; menjelaskan aturan main
berikut : Jika ada klien yang meninggalkan kelompok, harus
meminta izin kepada terapis; lama kegiatan 45 menit; setiap
klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
c) Tahap kerja
1) Hidupkan musik dan edarka bola berlawanan dengan arah
jarum jam
2) Pada saat
memegang

musik
bova

dimatikan,
mendapat

anggota
kesempatan

kelompok

yang

menyampaikan

pendapat tentang manfaat dari enam kali pertemuan yang telah


berlalu
3) Ulangi 1) dan

2) sampai

semua

anggota

kelompok

menyampaikan pendapat
4) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
d) Tahap terminasi
1) Evaluasi : menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK,
memberi pujian atas keberhasilan kelompok, menyimpukan 6
kemampuan pada 6 kali pertemuan yang lalu.
2) Rencana tindak lanjut : menganjurkan tiap anggota kelompok
tetap melatih diri untuk enam kemampuan yang telah dimiliki,
baik di RS maupun di rumah; melakukan pendidikan kesehatan
kepada keluarga untuk memberi dukungan pada klien dalam
menjalankan kegiatan hidup sehari-hari
3) Kontrak yang akan datang : menyepakati rencana evaluasi
kemampuan secara periodik.
3. Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan menggunakan formulir yang telah
disediakan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap
kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan

tujuan TAK.Untuk TAKS Sesi 7, dievaluasi kemampuan klien


menyampaikan manfaat TAKS yang telah berlangsung 6 sesi secara
verbal dan disertai kemampuan nonverbal.