Anda di halaman 1dari 4

KIMIA ANALISIS 1

SULFAMETOKSAZOL
Koenzim asam folat diperlukan untuk sintesis purin dan pirimidin (precursor DNA dan
RNA) dan senyawa-senyawa lain diperlukan untuk pertumbuhan selular dan replikasi. Bila asam
folat tidak ada, sel-sel tidak dapat tumbuh atau membelah. Obat-obat golongan sulfa adalah
penghambat sintesis asam folat. Obat ini dibuat dari protosil kering dan ditahun 1930-an obat ini
dikenal efektif terhadap infeksi streptokokus hemolitikus. Banyak konganer dari senyawa yang
terakhir disintesis dan ditemukan efektif dan berkembang. Golongan sulfa masih digunakan
karena obat ini relative murah dan efektif untuk infeksi bakteri tertentu seperti infeksi traktus
urinarius dan trakoma. Namun demikian, karena timbulnya strain bakteri yang resisten, adanya
penderita alergi, serta berkembangnya penisilin, golongan sulfa jarang diresepkan sampai dengan
kombinasi sinergistik pada pertengahan 1970 yaitu sulfametoksazol dan trimetoprim.

A. Sifat Fisik Obat Sulfametoksazol


Obat Selfametoksazol adalah obat golongan sulfonamide yang bekerja dengan
menghambat sintesi asam folat. Obat sulfametoksazol berbentuk serbuk hablur berwarna
putih sampai hampir putih dan tidak berbau. Obat Sulfametoksazol tidak larut dalam air;
dan larut dalam 50 bagian etanol (95%) P, dalam 3 bagian aseton P serta mudah larut dalam
larutan natrium hidroksida. Memiliki suhu lebur 170 sampai 173.

B. Struktur Molekul Obat Sulfametoksazol

Nama

resmi

: SULFAMETHOXAZOLUM
Nama lain

: Sulfametoksazol

Rumus Molekul

: C10H11N3O3S

Berat Molekul

: 253,28 gram/mol

C. Nama Dagang
Salah satu contoh nama dagang obat sulfametoksazol yaitu PRIMADEX FORTE

Tiap kaplet mengandung : sulfametoksazol 800 mg, dan trimetoprim 160 mg. Bekerja
dengan dua tahap penghambatan enzimatik dalam sintesa dinding sel bakteri :

Sulfametoksazol seperti golongan sulfonamida lainnya bersaingan dengan PABA

untuk menghambat pembentukan asam folat.


Trimetoprim menghambat enzim dihydrofolate reductase, sehingga mengganggu

reduksi asam folat menjadi asam folinat.


Asam folinat diperlukan dalam sintesa DNA dari dinding sel bakteri dengan cara kerja
kombinasi ini diperoleh efek bakterisid, sedangkan masing-masing bersifat bakteriostatik.
Primadex bekerja terhadap mikroorganisme yang resisten terhadap salah satu komponen

atau kedua-duanya dalam bentuk tunggul. Dengan penghambatan dua tahap ini
memperkecil kemungkinan bertambahnya resistensi.
INDIKASI
Infeksi saluran kemih seperti pielonefritis dan pielitis oleh kuman yang sensitif

seperti Escherichia coli, Klebsiella, Enterobacter dan Proteus.


Infeksi saluran pencernaan, terutama oleh kuman Salmonella dan Shigella, seperti

tifoid, paratifoid dan disentri basiler.


Infeksi saluran pernafasan, seperti bronkhitis akut dan kronis oleh kuman H.

influenzae atau S. pneumoniae.


Infeksi telinga, hidung dan tenggorokan seperti otitis media oleh kuman H.

influenzae dan S. pneumoniae.


Infeksi lain seperti toxoplasmosis dan infeksi lainnya dimana obat terpilih tidak
dapat diberikan.

KONTRAINDIKASI
Obat ini jangan diberikan pada pasien yang peka terhadap sulfonamida dan
trimetoprim, wanita hamil, atau menyusui, anak-anak dibawah umur 2 bulan, penderita
anemia megaloblastik karena kekurangan asam folat.
PERINGATAN DAN PERHATIAN

Jangan diberikan pada pengobatan faringitis yang disebabkan oleh Streptococcus

Beta haemolitica group A.


Pemakaian dapat berbahaya pada penderita kelemahan fungsi ginjal dan fungsi

hati, reaksi alergi atau asma bronkial.


Untuk pasien pemakai obat-obat sulfa untuk jangka waktu lama, perlu dilakukan
pemeriksaan darah secara periodik, karena ada kemungkinan terjadi diskrasia

darah.
Harap minum air yang banyak untuk menghindari kristaluria.
Dosis harap dikurangi pada penderita gangguan renal.
EFEK SAMPING
Megaloblastosis, leukopenia, atau trombositopenia.
Kurang lebih 75% dari efek samping terjadi pada kulit : dermatitis eksfoliativa,

Stevens johnson syndroma, toxic epidermal necrolysis.


Reaksi-reaksi saluran pencernaan : mual, muntah, diare (jarang terjadi).
Stomatitis.
3

Reaksi-reaksi susunan saraf pusat : sakit kepala, depresi, halusinasi.


Reaksi-reaksi sistem darah : anemia (termasuk aplastik, hemolitik, dan
makrositik), gangguan pembekuan, granulositopenia, purpura, henoch schonlein

purpura dan sulfaemoglobomia.


Primadex Forte Kaplet : Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun : 1 kaplet, 2 kali sehari.
Primadex diminum sesudah makan.

D. SEDIAAN
Sediaan obat Sulfametoksazol yang beredar di pasaran ada beberapa macam
diantaranya sediaan sirup, sediaan kaplet dan sediaan tablet yang biasanya diformulasikan
bersama trimetoprin.

E. Cara Menganalisis
Penetapan kadar Sulfametaksazol berdasarkan FI III dilakukan dengan menimbang
500 mg sulfametaksazol, dilarutkan dalam campuran 20 ml asam asetat glacial P, 40 mL air
dan 15 ml asam klorida P. Dinginkan hingga suhu 15. Segera titrasi dengan natrium nitrit
0,1 M secara potensiometrik menggunakan elektroda kalomel dan platina.
Menurut International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences,
Trimetoprim dan sulfametoksazol memiliki data kelarutan setiap produk yang digunakan
untuk menghitung parameter model-independent persen terlarut pada 60 menit (Q) dan
efisiensi disolusi (DE). Tes digunakan untuk perbandingan data antara hasil yang diperoleh
dengan metode 1D yang diusulkan spektrofotometri dan analisis HPLC. Perbedaan
dianggap signifikan jika p <0,05.
Keseragaman kandungan dan uji semua produk ditentukan dalam United States
Pharmacopeia. Persentase trimetoprim dan sulfametoksazol pada tes keseragaman
kandungan berkisar 85-115% dan tes uji adalah antara 90 110%.