Anda di halaman 1dari 23

SEJARAH PERKEMBANGAN

MAKANAN DI INDONESIA
Perkembangan dalam bidang makanan dimulai sejak zaman prasejarah samapi terjadinya
revolusi makan berdasarkan sejarah eropa sampai abad 20 saat ini. Pada zaman prasejarah
manusia mengkonsumsi makanaan hanya untuk memenuhi rasa lapar secara sederhana. Upaya
untuk memenuhi kebutuhannya manusia purba pada zaman dahulu memperoleh makanan dengan
cara berburu, mengumpulkan makanan, memakan daun-daunan, umbi-umbian dan mencoba
berbagai macam bahan makanan yang dapat dikonsumsi tetapi tidak beracun.
Pada zaman paleolitik alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum
dihaluskan. Alat-alat pada zaman paleolitik di buat dari kayu,tulang,tanduk dan batu. Caranya
dengan cara di pukuli saja,bekas-bekas pukulan pada alat-alat itu di sebut retource (Soekadijo,
1990:7). Alat-alat pada jaman paleolithik berbeda dengan alat-alat pada jaman mesolithik dan
jaman neolithik karena pada jaman paleolithik alat-alatnya dibuat masih secara kasar, sedangkan
pada jaman neolithik alat-alatnya sudah mulai diasah. Manusia hidup dalam kelompok-kelompok
dan membekali diri menghadapi lingkungan sekelilingnya. Kelompok berburu tersusun dari
keluarga kecil yang laki-laki melakukan perburuan dan yang perempuan mengumpulkan
makanan yang tidak memerlukan pengeluaran tenaga yang terlalu besar (soejono, 2010:135).
Semua bahan makanan yang diperolehnya dikonsumsi secara mentah hal ini karena
belum ditemukannya api. Namun setelah api ditemukan, pada awalnya manusia purba belum
menyadari bahwa api dapat digunakan untuk memasak bahan makanan. Pada waktu itu, api
hanya digunakan untuk menghangatkan badan dan mengusir binatang buas pada waktu malam
hari. Suatu ketika saat seorang manusia purba menghangatkan badan, tanpa disengaja
meletakkan segumpal daging di dekat api. Daging tersebut matang dan mengeluarkan aroma
yang sedap karena terbakar, setelah diciipinya manusia purba merasakan bahwa ternyata daging
yang telah dimasak menjadi lebih lezat dan lunak serta mudah dikunyah (setiawati, 1993:5).
Sejak kejadian itu, lahirlah kebiasaan memasak makanan meskipun dilakukan dengan cara yang
sederhana.
Secara bertahap, manusia semakin menyadari akan pentingnya mengkonsumsi makanan
tidak hanya sekedar memenuhi rasa lapar akan tetapi harus memenuhi syarat gizi dan kesehatan
yang dibutuhkan tubuh yang berguna untuk perkembangan dan pertumbuhan badan yang
optimal. Oleh karena itu, teknik dan keterampilan memasak terus berkembang yang saat ini telah
merupakan seni tersendiri. Alat-alat yang digunakan sudah bukan dari tanah liat atau batu,
melainkan telah banyak alat-alat modern seperti yang terbuat dari bahan stainless steel, barangbarang elektronik dan lain-lain.
Di samping itu,sejarah juga membuktikan bahwa pengolahan bahan makanan
berkembang dari masa ke masa dan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan
zaman. Berdasarkan sejarah Eropa, perkembangan pengolahan bahan makanan dari masa ke
masa dimulai sejak sebelum abad XII. Pada zaman itu bahan makanan hanya dimasak dengan
cara dibakar dan direbus sehingga menu makanan yang tersedia hanya berupa hidangan-

hidangan daging yang dibakar dan direbus, kemudian muncul bermacam-macam soup dan setup.
Perkembangan makanan di Indonesia banyak dipengaruhi oleh negara eropa dan Belanda setelah
muncul adanya perhatian terhadap masakan-masakan asing di dapur Eropa dan Belanda yang
mempengaruhi jenis masakan di Indonesia saat ini (Setiawati, 1993:8).
Di Indonesia saat ini banyak muncuk masakan eropa yang digemari oleh masyarakat di
Indonesia contohnya macam-macam olahan steak yang diolah dengan cara digoreng,dibakar dan
dipanggang. Selain itu, makanan Eropa sedikit menggeser makanan tradisional Indonesia, namun
saat ini masakan tradisonal diolah lebih bervariasi agar tidak tergeser dengan makanan Eropa dan
makanan Cina karena makanan tradisional Indonesia merupakan makanan khas Indonesia yang
mencermikan bermacam-macam kebudayaan Indonesia. Setiap daerah di Indonesia mempunyai
makanan khas daerah yang menjadi ciri khas suatu daerah contohnya soto Lamongan menjadi
makanan khas dari daerah Lamongan.

2.2 Perkembangan Makanan di Indonesia


Perkembangan pengolahan bahan makanan dari masa ke masa dimulai sejak sebelum
abad XII berdasarkan sejarah Eropa. Pada zaman itu bahan makanan hanya dimasak dengan cara
dibakar dan direbus sehingga menu makanan yang tersedia hanya berupa hidangan-hidangan
daging yang dibakar dan direbus, kemudian muncul bermacam-macam soup dan setup. Pada
abad XIII yakni zamannya bangsa Eropa berusaha menjelajah wilayah timur, termasuk
diantarannya Marcapolo. Ketika singgah di daratan Cina yang pada masa itu telh terkenal tinggi
kebudayaannya, Marcopolo banyak mempelajari berbagai hal diantaranya adalah penggunaan
dan pembuatan mie. Hasil penemuan di daratan Cina tersebut, kemudian dikembangkan oleh
Marcapolo di negaranya sehingga dihasilkan bahan makanan yang dikenal dengan spaghetti,
vermicelli dan macaroni yang sampai sekarang dikenal sebagai makanan khas italia yang bisa
dimasak menjadi spaghetti bolognaise, macaroni schotel dan lain-lain ( Setiawati, 1993:6).
Sekitar abad XIV bangsa Romawi berhasil menguasai Eropa, kemenangan Romawi atas
Eropa kemudian dirayakan dengan pesta. Dalam suasana pesta orang Romawi tidak mau jika
hanya mengkonsumsi hidangan-hidangan yang sederhana, maka diciptakan berbagai saus untuk
berbagai hidangan. Sejak saat itu mulai dikenal penggunaan bermacam-macam saus untuk
berbagai makanan sampai saat ini contohnya saus bolognaise yang digunakan untuk spaghetti.
Pesta kemenangan juga melanda ke setiap negara di Eropa termasuk perancis. Perancis
kemudian mengembangkan seni memasak dengan sedemikian pesatnya sehingga dapat diterima
dan terkenal di seluruh dunia. Bahkan pada zaman Nepelon dan pada masa perancis dikuasai
oleh raja-raja Louis, pengaruh kebudayaannya sangat besar terhadap negara-negara Eropa
lainnya dan hingga saat ini French Couisine atau seni memasak dari dapur perancis mendapat
tempat terpenting di dalam dapur hotel dan restoran seluruh dunia.
Seni memasak mengalami kemajuan yang sangat pesat pada zaman raja Louis pada abad
XIV sehingga resep yang tadinya dibuat berdasarkan pengalaman mulai disusun secara metodis
dan menjadi suatu ilmu yang ditandai dengan munculnya bermacam-macam buku resep masakan
sampai saat ini masih terus berkembang ( Setiawati, 1993:8). Dalam abad XV di negara-negara
Eropa terjadi revolusi agama dan politik yang menyebabkan orang orang di negara Eropa

melarikan diri ke Amerika. Dalam imigrasi besar-besaran ini, orang Eropa tidak hanya membawa
keluarga dan harta bendanya saja akan tetapi membawa juga kebudayaan termasuk budaya
makanannya. Oleh karena itu, dasar dari menu orang-orang Amerika sebagian besar dipengaruhi
dan sama dengan menu Eropa pada umumnya meskipun disesuaikan dengan situasi
perkembangan yang pesat dinegara tersebut.
Pada permulaan abad XVI bangsa Portugis berhasil menguasai Indonesia untuk mencari
rempah-rempah, meskipun pada awalnya pencarian rempah-rempah dilakukan oleh bangsa
spanyol namun yang pertama kali memperkenalkan rempah-rempah Indonesia ke negara Eropa
adalah bangsa Portugis. Akibatnya mereka ternyata sangat mengagumi dan mendambahkan
rempah-rempah Indonesia sehingga mendorong bangsa lainnya seperti Belanda datang ke
Indonesia untuk mencari rempah-rempah bahkan sampai berhasil memonopoli perdagangan
rempah-rempah di Indonesia.
Kaitannya antara masuknnya Belanda ke Indonesia dengan perkembangan makanan
yakni terjadi pada masa perang dunia I ketika hubungan orang-orang Belanda yang ada di
Indonesia dengan Eropa terputus akibat perang yang berkesinambungan. Putusnya hubungan ini
berarti pengiriman bahan makanan dari Eropa tidak dimukinkan lagi. Hal ini memaksa orangorang Belanda yang ada di Indonesia harus menyesuaikan menu makanannya dengan menu
makanan Indonesia. Orang-orang Belanda mulai mencoba makanan Indonesia yang kemudian
berkembang menjadi menu yang disebut Rijsttafel.
Rijsttafel adalah suatu menu yang disertai bahan pokoknya nasi. Menu rijsttafel sangat
digemari dan merupakan makanan selingan yang istimewa dalam menu orang Belanda sampai
saat ini. Akibat lain yang ditimbulkan oleh perang yang bersinambungan yaitu mulai dikenalnya
margarin pada zaman Nepelon. Margarine digunakan sebagai pengganti mentega karena pada
waktu itu cadangan bahan makanan untuk pembuatan mentega telah habis (setiawati, 1993:8-9).
Perkembangan makanan mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama di negaranegara Eropa dan setelah perang dunia II baru mulai tampak adanya perhatian terhadap masakanmasakan asing di dalam dapur Eropa. Misalnya selain masakan-masakan Cina seperti bakmi,
cap chai, dan lumpia juga beberapa masakan Indonesia seperti nasi goreng, gado-gado, dan sate
mulai dikenal dan masuk dalam menu masakan Eropa terutama dalam menu Belanda. Adapun
menu Amerika yang tampak berpengaruh kuat terhadap menu Eropa adalah juice dan salad, juice
dan salad saat ini lebih banyak dikonsumsi sebagai upaya memperbaiki menu Eropa yang pada
umumnya terlalu berat karena masyarakat Eropa cenderung banyak memakan makanan yang
berbahan dasar daging (danylah, 2003:102).
Pada saat ini telah terjadi banyak perubahan dan perkembangan yang begitu pesat dalam
bidang makanan yang meliputi penyediaan bahan, teknik memasak, serta pengawetan makanan
sehingga dapat dikatakan telah terjadi revolusi makanan. Makanan banyak tersedia dan mudah
diperoleh mulai dari yang mentah, siap makan sampai pada yang siap dikonsumsi. Di Indonesia
perkembangan makanan terjadi disetiap daerah yang ada di Indonesia, banyak ragam makanan
daerah di Indonesia sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Makanan tradisional Indonesia saat ini banyak dikembangkan mulai dari teknik
penyajian dibuat menarik untuk menarik konsumen, agar makanan tradisional Indonesia bisa
bersaing dengan makanan Eropa dan Cina yang banyak digemari oleh masyarakat diIndonesia

seperti steak, bakmi, cap chai dan sebagainnya. Makanan Indonesia saat ini banyak yang
disajikan dengan teknik fusion yaitu menyajikan makanan dengan menata makanan yang
menarik dan mengandung unsur seni agar makanan yang disajikan kepada konsumen lebih
menarik.
Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi berasal dari kepulauan
Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau dan memegang tempat penting dalam budaya nasional
Indonesia secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari
rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu kunci,lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula
aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan tradisi-adat yang
terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur Tengah,
dan Eropa.
Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal masakan Indonesia, tetapi lebih kepada,
keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indonesia serta
pengaruh asing. Sebagai contoh, beras yang diolah menjadi nasi putih, ketupat atau lontong (beras
yang dikukus) sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia namum untuk bagian timur
lebih umum dipergunakan juga jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar dan Sagu. Bentuk lanskap
penyajiannya umumnya disajikan di sebagian besar makanan Indonesia berupa makanan pokok
dengan lauk-pauk berupa daging, ikan atau sayur disisi piring.
Sepanjang sejarahnya, Indonesia telah terlibat dalam perdagangan dunia berkat lokasi dan sumber
daya alamnya. Teknik memasak dan bahan makanan asli Indonesia berkembang dan kemudian
dipengaruhi oleh seni kuliner India, Timur Tengah, China, dan akhirnya Eropa. Para pedagang Spanyol
dan Portugis membawa berbagai bahan makanan dari benua Amerika jauh sebelum Belanda berhasil
menguasai Indonesia. Pulau Maluku yang termahsyur sebagai Kepulauan Rempah-rempah, juga
menyumbangkan tanaman rempah asli Indonesia kepada seni kuliner dunia. Seni kuliner kawasan
bagian timur Indonesia mirip dengan seni memasak Polinesia dan Melanesia.
Masakan Sumatera, sebagai contoh, seringkali menampilkan pengaruh Timur Tengah dan India, seperti
penggunaan bumbu kari pada hidangan daging dan sayurannya, sementara masakan Jawa
berkembang dari teknik memasak asli nusantara. Unsur budaya masakan China dapat dicermati pada
beberapa masakan Indonesia. Masakan seperti bakmi,bakso, dan lumpia telah terserap dalam seni
masakan Indonesia.
Beberapa jenis hidangan asli Indonesia juga kini dapat ditemukan di beberapa negara Asia. Masakan
Indonesia populer seperti sate, rendang, dan sambal juga digemari di Malaysia dan Singapura. Bahan
makanan berbahan dasar dari kedelai seperti variasi tahu dan tempe, juga sangat populer. Tempe
dianggap sebagai penemuan asli Jawa, adaptasi lokal dari fermentasi kedelai. Jenis lainnya dari

makanan fermentasi kedelai adalah oncom, mirip dengan tempe tapi menggunakan jenis jamur yang
berbeda, oncom sangat populer di Jawa Barat.
Makanan Indonesia umumnya dimakan dengan menggunakan kombinasi alat makan sendok pada
tangan kanan dangarpu pada tangan kiri, meskipun demikian di berbagai tempat (seperti Jawa
Barat dan Sumatra Barat) juga lazim didapati makan langsung dengan tangan telanjang. Di restoran
atau rumah tangga tertentu lazim menggunakan tangan untuk makan, seperti restoran seafood,
restoran tradisional Sunda dan Padang, atau warung tenda Pecel Lele dan Ayam Goreng khas Jawa
Timur. Tempat seperti ini biasanya juga menyajikan kobokan, semangkuk air kran dengan irisan jeruk
nipis agar memberikan aroma segar. Semangkuk air ini janganlah diminum; hanya digunakan untuk
mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan menggunakan tangan telanjang.
Menggunakan sumpit untuk makan lazim ditemui di restoran yang menyajikan masakan China yang
telah teradaptasi kedalam masakan Indonesia seperti bakmie atau mie ayam dengan pangsit, mie
goreng, dan kwetiau goreng (mi pipih goreng, mirip char kway teow).

Masakan Indonesia identik dengan bumbu yang berasal dari rempah-rempah. Ini merupakan
gambaran beragam budaya dan tradisi terhadap masakan Indonesia yang terdiri dari kepulauan
Nusantara yang berbeda-beda. Untuk masakan Indonesia itu sendiri mengenai makanannya
biasanya menggunakan alat makan yang berupa sendok dan garpu, dimana terdapat aturan letak
tangan untuk kedua alat tersebut yang memang penuh makna dan tradisi. Namun sering pula kita
temukan di berbagai daerah misalnya di Pulau Jawa Barat maupun Sulawesi, penduduk setempat
lazim dijumpai makan secara langsung dengan tangan tanpa ada kombinasi alat makan di
tangannya sekalipun. Sedangkan untuk restoran biasanya juga menggunakan tangan untuk makan,
misalnya restoran yang menghidangkan beragam seafood atau warung tenda yang menyajikan
ayam goreng atau bakar serta warung pecel lele yang khas di daerah Jawa.

Masakan Indonesia sangatlah terkenal kaya akan bumbu rempahannya. Apalagi sejak dulu Indonesia dijajah karena aneka
ragam rempah-rempahnya

Image Courtesy of artur84 / FreeDigitalPhotos.net


Kini masakan Indonesia sudah mengandung bermacam-macam bahan yang istimewa dan penuh
inovasi meskipun rasanya tetap sama seperti asal makanan di setiap daerah. Masakan Indonesia
telah bercampur aduk dengan bumbu di daerah lain sehingga kadang sebagian orang tak bisa
memanjakan lidahnya seperti tempat asal makanan tersebut.

Sejarah Masakan Indonesia


Sebagai bahan utama atau yang terpenting dari masakan Indonesia yaitu nasi. Makanan pokok yang
satu ini sarat makna bagi rakyat Indonesia. Bukan hanya sebagai makanan pokok melainkan
sebagai pencerminan budaya dan tradisi bagi Indonesia. Kita ketahui bahwa Indonesia merupakan
negara penghasil beras yang terbesar pada urutan ketiga di dunia. Jadi ini sebagai tanda bagi
Indonesia bahwa masakan Indonesia memang tak lepas dari makanan pokok ini meskipun telah ada
beragam cara pengolahannya. Dulu hingga sekarang sektor pertanian padi telah banyak mengubah
bentang alam di Indonesia. Karena nasi adalah bahan makanan pokok seluruh lapisan masyarakat
di Indonesia. Pertanian untuk padi pun sudah menempati posisi yang utama dalam kebudayaan
Indonesia. Pertanian kini telah membentuk bentang alam yang kemudian dijual di pasar.

Beras merupakan makanan pokok bagi setiap rakyat Indonesia sehingga lahan pertanian kini telah membentangi alam yang
kemudian dijual ke pasar

Image Courtesy of sixninepixels / FreeDigitalPhotos.net


Makanan pokok bagi rakyat Indonesia yaitu beras merupakan bahan makanan yang berperan
sebagai dasar dari banyak jenis makanan sehingga cita rasa sangat istimewa. Biasanya
beras dimakan dalam bentuk nasi yang biasa dan bercampur rasa dengan ditambahkan sedikit
teman hidangannya seperti lauk-pauk dan sayuran. Sekaligus menjadi pelengkap bagian nasi
sebagai sumber protein maupun sumber gizi yang lainnya. Mengenai inovasi dari makanan pokok ini
sering kita dapati di berbagai daerah dan kini sudah melebar hingga di setiap sudut kota. Sebut saja
yaitu ketupat, makanan ini berasal dari beras yang dikukus dengan diselimuti oleh daun pandan
atau daun kelapa. Ketupat pada umumnya sering dijadikan sebagai makanan yang khusus diolah
ketika perayaan Idul Fitri maupun perayaan lainnya. Selain itu, adapula lontong, kerupuk beras, atau
jajanan lainnya. Sedangkan untuk bahan makanan ini bisa diolah juga menjadi bihun atau mie yang
kita kenal sebagai kweatiau.
Masakan Indonesia sangatlah beragam jenisnya. Bahkan sekarang masakan Indonesia sudah
terpancar aroma hingga ke luar negeri. Para wisatawan atau turis mancanegara yang hendak
mengunjungi Indonesia senantiasa selalu memuji masakan Indonesia dan mereka tak segan-segan
untuk datang kembali mencoba segala macam kuliner yang ada di Indonesia. Memang terbukti
bahwa masakan Indonesia kaya akan bumbu rempah-rempahnya. Seperti halnya sebelum masa

kemerdekaan, Indonesia dijajah oleh negara lain yang dipengaruhi terhadap pusat perdagangan
terutama rempah-rempah Indonesia yang sangat beraneka ragam.

Masakan Indonesia memang identik dengan aneka macam rempah-rempah dan ini merupakan suatu boomerang saat
sebelum Indonesia dijajah oleh negara asing

Image Courtesy of aopsan / FreeDigitalPhotos.net


Negara Indonesia dapat dikatakan sebagai negara yang termahsyur di seluruh dunia yang
berkategori dengan istilah Pulau Rempah-rempah. Dapat kita pahami bahwa mengenai rempahrempah Indonesia misalnya seperti kapulaga, cengkeh, laos , dan pala merupakan tanaman asli
Indonesia.
Salah satu contoh yang terbaik dari masakan Indonesia yaitu nasi tumpeng. Masakan Indonesia ini
biasanya disajikan dalam perayaan formal seperti acara syukuran. Nasi tumpeng berasal dari
daerah Jawa, yang berupa nasi berbentuk kerucut kemudian dikelilingi bermacam-macam masakan
Indonesia misalnya ayam goreng, semur daging, tahu atau tempe goreng kecap, telur bumbu
balado, sambal goreng ati, perkedel jagung, sate, dan sebagainya. Nasi tumpeng dicetak
menggunakan anyaman bambu yang berbentuk kerucut sedangkan untuk nasinya itu sendiri bisa
nasi putih yang biasa, nasi kuning maupun nasi uduk. Perbedaan dari nasi kuning dengan nasi uduk
dapat dilihat dari warnanya yaitu berasal dari kunyit sehingga berwarna kuning meskipun keduanya
sama-sama diolah menggunakan santan.

Salah satu masakan Indonesia yang cukup terkenal ialah nasi tumpeng dan berasal dari beras yang diolah menjadi nasi
uduk maupun nasi kuning

Image Courtesy of amenic181 / FreeDigitalPhotos.net


Pada bahan makanan yang berasal dari adonan santan memang identik pula terhadap masakan
Indonesia. Santan segar diperoleh dari buah kelapa yang matang secara langsung di pohonnya,
namun kini santan bisa ditemukan dengan mudahnya yang diolah secara instan dan cenderung
mengandung bahan-bahan pengawet yang sungguh jauh berbeda dari santan aslinya. Masakan
Indonesia yang bersantan sangatlah terkenal mengenai cara memasaknya, seperi daging rendang.
Makanan ini berasal dari daerah Sumatera, rendang telah menjadi masakan Indonesia yang familiar
di semua kalangan. Selain cita rasanya yang enak dan gurih, teknik memasaknya sangat beragam
dan banyak olahan dari makanan tersebut diinovasikan menjadi makanan instan.
Sedangkan yang termasuk jenis minuman yang paling populer di Indonesia yaitu teh dan kopi.
Minuman yang berupa teh menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Begitu pula dengan kopi.
Pada umumnya di rumah tangga Indonesia menghidangkan teh manis dan kopi untuk tamu. Warga
Indonesia memang sangat menyukai suguhan kedua minuman tersebut. Selain kedua minuman itu
enak, dapat menyegarkan pikiran serta hati bagi yang meminumnya. Teh melati merupakan jenis teh
paling populer di Indonesia. Selain teh melati adapula teh hijau yang mulai digemari oleh
masyarakat guna kesadaran akan kesehatan. Untuk teh maupun kopi juga sudah mengalami
berbagai macam inovasi mulai yang berbahan instan dengan produk kemasan hingga menjadi
minuman botol yang banyak ditemukan pada pasar tradisional maupun pasar modern.

Kopi merupakan minuman yang terkenal di Indonesia dan telah menjadi sebuah tradisi dalam penyajiannya

Image Courtesy of samuiblue / FreeDigitalPhotos.net


Tak ketinggalan pula minuman yang kandungan dari beraneka buah-buahan yaitu jus buah-buahan
yang sangat populer. Minuman ini sungguh banyak disukai semua orang seperti jus jeruk, jus
mangga, jus sirsak, jus alpokat, jus tomat, dan sebagainya dan biasanya minuman ini ditambahkan
sedikit susu kental manis baik itu coklat maupun putih. Minuman jus bukan hanya sebagai pencuci
mulut saat makan melainkan sangat baik buat kesehatan terutama untuk proses metabolisme. Untuk
buah yang penting dalam pola masakan Indonesia dan bisa dijadikan kudapan manis yaitu seperti
es teller. Minuman segar ini dapat disajikan menjadi minuman yang lezat saat suasana panas.
Selain itu ada pula olahan buah-buahan yang dapat dihidangkan secara gurih dan pedas serta
dinikmati secara langsung seperti rujak, manisan dan lain-lainnya. Selain itu, buah-buahan menjadi
peluang bagi pelaku bisnis karena berbagai olahan buah-buahan menjadi makanan komersial
misalnya buah-buahan ini diproses menjadi makanan keripik. Mengenai keripik buah-buahan
ternyata telah berkembang pesat di Indonesia seperti keripik pisang. Makanan yang satu ini
sangatlah familiar di mata masyarakat. Para produsen dari makanan ini sudah banyak mulai dari
kalangan bawah hingga kalangan atas dan memiliki dampak yang baik bagi sistem ekonomi Di
Indonesia.

Mari bergabung dengan komunitas Wikipedia bahasa Indonesia!

Masakan Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Lihat pula: Daftar masakan Indonesia

Contoh hidangan Indonesia khas Sunda; ikan bakar, nasi timbel (nasi dibungkus daun pisang), ayam
goreng, sambal, tempe dan tahugoreng, dan sayur asem; semangkuk air dengan jeruk nipis adalah kobokan.

Rendang daging domba

Indonesia adalah asal mula sate; salah satu makanan paling populer di negara ini, ada banyak variasi di
seluruh Indonesia.

Nasi dengan lauk-pauknya. Makanan masyarakat Indonesia sehari-hari

Prasmanan, cara penyajian makanan indonesia dalam pesta

Masakan Indonesia adalah salah satu tradisi kuliner yang paling kaya di dunia, dan penuh dengan
cita rasa yang kuat.[1]Kekayaan jenis masakannya merupakan cermin
keberagaman budaya dan tradisi Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau berpenghuni, dan
menempati peran penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum. Hampir seluruh masakan
Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu
kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik

memasak menurut bahan, dan tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang
berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa.
Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada,
keanekaragaman masakan daerah yang dipengaruhi secara lokal oleh kebudayaan Indonesia serta
pengaruh asing. Sebagai contoh, beras yang diolah menjadi nasi putih,ketupat atau lontong (beras
yang dikukus) sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia, namun untuk bagian
timur lebih umum dikonsumsi sagu, jagung, singkong, dan ubi jalar. Bentuk penyajian umum
sebagian besar makanan Indonesia terdiri atas makanan pokok dengan lauk-pauk
berupa daging, ikan atau sayur di sisi piring.
Sepanjang sejarahnya, Indonesia telah terlibat dalam perdagangan dunia berkat lokasi, dan sumber
daya alamnya. Teknik memasak, dan bahan makanan asli Indonesia berkembang, dan kemudian
dipengaruhi oleh seni kuliner India, Timur Tengah, Cina, dan akhirnya Eropa. Para
pedagang Spanyol dan Portugis membawa berbagai bahan makanan dari benua Amerika jauh
sebelumBelanda berhasil menguasai Indonesia. Pulau Maluku yang termahsyur sebagai "Kepulauan
Rempah-rempah", juga menyumbangkan tanaman rempah asli Indonesia kepada seni kuliner dunia.
Seni kuliner kawasan bagian timur Indonesia mirip dengan seni memasak Polinesia dan Melanesia.
Masakan Sumatera, sebagai contoh, seringkali menampilkan pengaruh Timur Tengah, dan India,
seperti penggunaan bumbu kari pada hidangan daging, dan sayurannya, sementara masakan
Jawa berkembang dari teknik memasak asli nusantara. Unsur budaya masakan Cina dapat
dicermati pada beberapa masakan Indonesia. Masakan seperti bakmi, bakso, dan lumpia telah
terserap dalam seni masakan Indonesia.
Beberapa jenis hidangan asli Indonesia juga kini dapat ditemukan di beberapa negara di
benua Asia. Masakan Indonesia yang populer seperti sate, rendang, dan sambal juga digemari
di Malaysia dan Singapura. Bahan makanan berbahan dasar dari kedelai seperti
variasitahu dan tempe, juga sangat populer. Tempe dianggap sebagai penemuan asli Jawa,
adaptasi lokal dari fermentasi kedelai. Jenis lainnya dari makanan fermentasi kedelai adalah oncom,
mirip dengan tempe tapi menggunakan jenis jamur yang berbeda, oncom sangat populer di Jawa
Barat.
Makanan Indonesia umumnya dimakan dengan menggunakan kombinasi alat makan sendok pada
tangan kanan, dan garpu pada tangan kiri, meskipun demikian di berbagai tempat (seperti Jawa
Barat dan Sumatera Barat) juga lazim didapati makan langsung dengan tangan telanjang.
Di restoran atau rumah tangga tertentu lazim menggunakan tangan untuk makan, seperti
restoran boga bahari, restoran tradisionalSunda dan Padang, atau warung tenda pecel
lele dan ayam goreng khas Jawa Timur. Tempat seperti ini biasanya juga menyajikankobokan,
semangkuk air kran dengan irisan jeruk nipis agar memberikan aroma segar. Semangkuk air ini
tidak untuk diminum; hanya digunakan untuk mencuci tangan sebelum, dan sesudah makan dengan
menggunakan tangan telanjang.

Menggunakan sumpit untuk makan lazim ditemui di restoran yang menyajikan masakan Cina yang
telah teradaptasi kedalam masakan Indonesia seperti bakmi atau mi ayam dengan pangsit, mi
goreng, dan kwetiau goreng (mi pipih goreng, mirip char kway teow).
Daftar isi
[sembunyikan]

1Nasi

2Bumbu

3Bumbu Kacang

4Santan

5Waktu makan

6Pesta dan perayaan: Tumpeng dan Rijsttafel

7Minuman

8Kudapan dan jajanan

9Buah-buahan

10Lihat pula

11Referensi

12Pranala luar

Nasi[sunting | sunting sumber]

Menggunakan Kerbau untuk membajak sawah di Jawa; Nasi adalah makanan pokok rakyat Indonesia;
Indonesia adalah negara penghasil beras terbesar ketiga di dunia. Pertanian padi banyak mengubah bentang
alam Indonesia.

Nasi adalah bahan makanan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia modern, [2] dan
pertanian padi menempati posisi utama dalam kebudayaan Indonesia; membentuk bentang alam;
dijual di pasar; merupakan bahan dasar banyak jenis makanan dari yang gurih hingga manis. Pada
umumnya beras dimakan dalam bentuk nasi biasa yang bercita-rasa tawar dengan sedikit sayurmayur, dan lauk-pauk teman nasi disisinya sebagai sumber protein dan sumber gizi lainnya. Beras
juga dapat dijadikan ketupat(beras dikukus dalam anyaman daun kelapa), lontong (beras dikukus
dalam kemasan daun pisang), intip (kerupuk beras), jajanan,bihun, mi, arak beras, dan nasi goreng.
[3]

Padi termasuk dalam pola makan sehari-hari, akan tetapi seiring berkembangnya teknologi, maka
dimungkinkan untuk memperjualbelikan padi, dan beras dari tempat lain. Bukti temuan padi liar
ditemukan di pulau Sulawesi berasal dari sekitar tahun 3000 SM. Meskipin demikian, bukti awal dari
pertanian beras didapati dari prasasti abad kedelapan di Jawa yeng
menyebutkan rajamenerapkan pajak dalam bentuk padi. Pembagian kerja antara lakilaki, perempuan, dan hewan ternak tetap lestari dalam pertanian padi di Indonesia, seperti ditemui
dalam ukiran relief candi Prambanan, Jawa Tengah yang berasal dari abad kesembilan: Bajak
sawah diikatkan pada kerbau; perempuan menanam benih, dan menumbuk padi, serta laki-laki
mengangkut padi hasil panendengan pikulan di pundaknya. Pada abad keenambelas,
bangsa Eropa yang mengunjungi kepulauan Indonesia memandang nasi sebagai makanan
bergengsi yang disajikan oleh kaum aristokrat dan ningrat saat upacara, dan perayaan pesta.[2]
Pertanian padi memerlukan sinar matahari yang cukup. Penanaman padi di Indonesia terkait
dengan perkembangan perkakas pertanian dari logam dan pemeliharaan ternak kerbau untuk
membajak sawah, dan kotorannya digunakan untuk pupuk. Aslinya bentang alam Indonesia
diselimuti oleh hutan hujan tropis, namun secara perlahan mulai digantikan dengan sawah, dan
permukiman untuk mengembangkan pertanian padi yang telah berkembang selama 1500 tahun. [2]
Bahan makanan pokok lainnya adalah jagung (di kawasan kering seperti Madura dan Nusa
Tenggara), sagu (di kawasan Indonesia Timur), singkong (dikeringkan, dan disebut tiwul sebagai
alternatif makanan pokok di kawasan gersang Jawa seperti Gunung Kidul danWonogiri), ketela serta
umbi-umbian (khususnya pada musim paceklik).

Bumbu[sunting | sunting sumber]

Sambal ulek, pelengkap yang lazim ditemukan di Indonesia.

Termahsyur di seluruh dunia sebagai "Pulau Rempah-rempah", kepulauan Maluku menyumbangkan


tanaman rempah aslinya bagi seni kuliner dunia. Rempah atau bumbu
seperti pala, kapulaga, cengkeh, laos adalah tanaman asli Indonesia; sementara lada
hitam, kunyit,sereh, bawang merah, kayu manis, kemiri, ketumbar, dan asam jawa diperkenalkan
dari India sebagaimana jahe, daun bawang, danbawang putih yang diperkenalkan dari China.
Tanaman bumbu dari benua Asia itu telah dikembangkan sejak zaman dahulu kala, dan telah
menjadi bagian integral seni kuliner Indonesia.
Pada masa lalu, Kerajaan Sunda dan kemudian Kesultanan Banten terkenal di seluruh dunia
sebagai penghasil utama lada hitam dengan kualitas terbaik. Kemaharajaan bahari
seperti Sriwijaya dan Majapahit juga berkembang, dan makmur berkat perdagangan rempahrempah antara pulau rempah Maluku di Nusantara dengan India, dan China. Kemudian VOC juga
meraih keuntungan besar dari perdagangan rempah dunia. Kegemaran orang Indonesia akan
makanan pedas semakin diperkaya dengan diperkenalkannya cabai dari benua Amerika oleh
pedagang Spanyol sejak abad ke-16. Sejak saat itu sambal menjadi bagian penting dalam masakan
Indonesia.

Bumbu Kacang[sunting | sunting sumber]

Bumbu kacang adalah bagian penting dari gado-gado.

Sejak diperkenalkan dari Meksiko oleh pedagang Portugis dan Spanyol pada abad ke-16, bumbu
kacang yang terbuat dari kacang tanahmenempati posisi istimewa dalam seni kuliner Indonesia
sebagai saus yang populer. Kacang tanah tumbuh subur di iklim tropis Asia Tenggara, dan kini dapat
ditemui dalam bentuk digoreng, dibakar, diiris halus, ditumbuk, disiramkan di atas masakan atau
menjadi saus celup. Salah satu ciri penting dari masakan Indonesia adalah penggunaan bumbu
kacang yang luas dalam berbagai masakan khas Indonesia seperti sate, gadogado, karedok, ketoprak, dan pecel. Saus atau bumbu kacang Indonesia mewakili hal yang rumit,
dan membumi, daripada suatu bumbu yang kental, dan manis [4]. Bumbu kacang ini biasanya
disiramkan ke atas bahan utama (daging atausayur) untuk memberikan rasa, atau hanya sebagai
saus celup "sambal kacang" (campuran cabai rawit dan kacang goreng yang digiling) untuk otakotak atau ketan. Bumbu kacang mencapai tingkat perkembangan yang canggih di Indonesia,
dengan keseimbangan rasa yang halus yang diperoleh dari berbagai bahan sesuai resep masingmasing jenis bumbu kacang; kacang goreng, gula jawa, bawang putih,bawang merah, jahe, asam
jawa, jeruk nipis, sereh, garam, cabai, lada, dan kecap manis, semuanya dihaluskan, dan dicampur
dengan tambahan air untuk mencapai tekstur yang tepat. Rahasia bumbu kacang yang baik adalah

"tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer". Bumbu kacang Indonesia tidak terlalu manis jika
dibandingkan bumbu kacang Thailand (yang merupakan adaptasi campuran). Gado-gado yang
dimakan dengan bumbu kacang tersedia hampir di seluruh Indonesia, dan menampilkan
keseimbangan yang halus dari cita rasa manis, pedas, dan asam.

Santan[sunting | sunting sumber]

Memarut daging buah kelapa untuk mendapatkan santan.

Buras, beras dimasak dengan santan, disajikan dengan serundeng serpihan kelapa parut pedas, dari
Makassar.

Karena Indonesia terletak di kawasan beriklim tropis, maka sejak dahulu masyarakat Indonesia telah
memanfaatkan berbagai kekayaan tanaman tropis seperti kelapa. Salah satu ciri khas masakan
Indonesia adalah banyak memakai santan, seperti rendang, soto, sayur lodeh, opor ayam, serta
minuman ringan seperti cendol dan es doger. Santan tidak hanya milik masakan Indonesia, karena
santan juga dikenal dalam seni memasak India, Samoa, Thailand, Malaysia, Filipina, hingga Brasil.
Meskipun demikian santan sangat sering digunakan dalam masakan Indonesia, terutama
pada masakan Padang, sementara pada masakan Minahasa, santan jarang digunakan dalam
masakan, kecuali beberapa kue seperti klappertart.
Ada dua jenis santan dalam masakan Indonesia, santan encer, dan santan kental. Perbedaan ini
berdasarkan kadar air yang dikandungnya. Santan encer biasanya digunakan untuk sayur berkuah
seperti lodeh, dan soto, sementara santan kental digunakan untuk rendang, dan aneka kue dan
penganan ringan. Santan dapat diperoleh dari parutan kelapa segar di pasar atau dalam kemasan
karton dipasar swalayan.

Setelah sari kelapa diperoleh, dan menjadi santan, ampas parutan kelapa dapat digunakan
sebagai urap, dibumbui, dan dicampursayuran. Urap mirip gado-gado, perbedaanya adalah bumbu
kacang diganti menjadi bumbu parutan kelapa. Ampas kelapa juga dapat disangrai, dan dibumbui
menjadi serundeng. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih gurih, sebaiknya jangan
menggunakan ampas kelapa, tetapi kelapa segar yang masih mengandung sarinya. Serundeng
parutan kelapa berbumbu ini dapat dicampur irisandaging atau ditaburkan begitu saja di atas soto
atau ketan. Salah satu contoh penggunaan santan yang kaya adalah Buras dariMakassar, beras
ketan dibungkus daun pisang dan dimasak dalam santan, kemudian ditaburkan kelapa parut
berbumbu pedas mirip serundeng.

Waktu makan[sunting | sunting sumber]


Untuk kawasan Indonesia bagian barat, makanan biasanya dimasak pagi menjelang siang untuk
disantap pada tengah hari untuk makan siang. Umumnya keluarga Indonesia tidak menetapkan
waktu pasti untuk makan bersama dimana semua anggota keluarga harus hadir. Karena alasan ini
maka kebanyakan makanan dibuat agar awet, dan tetap dapat dimakan walaupun dibiarkan dalam
suhu ruangan selama beberapa jam. Seringkali masakan yang sama dihangatkan kembali untuk
makan malam. Makanan Indonesia umumnya mengelilingi nasi yang terbuat dari beras lokal.
Makanan dapat terdiri dari sup atau sayuran serta lauk-pauk utama. Apapun jenis masakannya,
sering kali dilengkapi dengan sambal.
Untuk kawasan Indonesia bagian timur, masyarakat setempat lebih dipengaruhi oleh budaya
kepulauan Pasifik, seperti di Papua dan Timor, sumber karbohidrat didapat darisagu atau umbiumbian.

Pesta dan perayaan: Tumpeng dan Rijsttafel[sunting | sunting sumber]

Tumpeng nasi kuning, disantap saat pesta dan perayaan.

Banyak pesta dan upacara dalam adat istiadat tradisional Indonesia melibatkan makanan, dan
pesta. Salah satu contoh terbaik adalah tumpeng. Tumpeng berasal dari Jawa, berupa nasi
berbentuk kerucut dikelilingi beraneka ragam masakan Indonesia. Tumpeng biasanya ada dalam
perayaan "selamatan". Nasi tumpeng dicetak dengan menggunakan anyaman bambu berbentuk

kerucut, nasinya sendiri bisa berupa nasi putih biasa, nasi uduk (dimasak dengan santan), atau nasi
kuning (diwarnai dengankunyit). Nasi ini dikelilingi masakan khas Indonesia seperti
sayuran urap, ayam goreng, semur daging, teri kacang, udang goreng,telur pindang, dadar
gulung iris, tempe orek, perkedel kentang, perkedel jagung, sambal goreng ati, dan lainnya.
Tumpeng berasal dari adat, dan kepercayaan asli masyarakat Indonesia yang
memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para dewa atau rohleluhur. Nasi
berbentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci. Perayaan dimaksudkan sebagai
wujud rasa syukur atas berlimpahnya panen, dan segala berkah lainnya dari Yang Maha Kuasa.
Karena memiliki nilai perayaan, dan syukuran, hingga kini tumpeng sering kali berfungsi sebagai
"kue ulangtahun versi Indonesia".
Pesta perayaan Indonesia lainnya adalah Rijsttafel (Bahasa Belanda: meja nasi), masakan ini
memamerkan kemewahan pesta makan nan elegan khas orang kaya pada masa kolonial sekaligus
menampilkan keanekaragaman seni kuliner Indonesia. Rijstafel klasik terdiri dari 40 macam
masakan yang disajikan oleh 40 orang pelayan yang bertelanjang kaki, mengenakan berbusana
seragam resmi warna putih, blangkon, dan kain batik melilit pinggang mereka. Pesta kontemporer
Indonesia saat ini mengadopsi hidangan bufet gaya Barat. Bufet atau juga
disebut prasmanan biasanya dapat ditemukan pada pesta perkawinan atau perayaan lainnya.
Hidangan prasmanan disajikan di atas meja panjang. Tata letak prasmanan pesta pernikahan di
Indonesia biasanya terdiri dari: piring, alat makan (sendok dan garpu), serbet tisu, diletakkan di
ujung, dilanjutkan dengan sajian nasi (nasi putih, dan nasi goreng), serangkaian hidangan khas
Indonesia maupun kadang-kadang disajikan pula hidangan asing, sambal, kerupuk, dan di akhiri
dengan gelas air putih atau minuman ringan di ujung meja prasmanan.

Minuman[sunting | sunting sumber]


Minuman paling umum, dan populer di Indonesia adalah teh dan kopi. Rumah tangga Indonesia
biasanya menyajikan teh manis, dan kopi tubruk untuk tamu. Sejak masa kolonial Hindia Belanda,
perkebunan terutama di Jawa terkenal sebagai penghasil teh, kopi, dan gula. Sejak saat itu teh, dan
kopi panas digemari oleh warga Indonesia. Teh hitam melati adalah jenis teh yang paling populer di
Indonesia, akan tetapi karena meningkatnya kesadaran akan kesehatan, teh hijau mulai digemari.
Biasanya kopi atau teh disajikan sebagai minuman panas atau hangat, akan tetapi es teh manis
dingin juga digemari. Teh botol adalah minuman teh melati manis dalam kemasan botol yang
digemari di Indonesia, bahkan bersaing dengan minuman ringan soda mancanegara seperti coca
cola dan fanta. Kopi susu adalah versi Indonesia untuk Caf au lait.
Jus buah-buahan juga sangat populer, antara lain jus jeruk, jus jambu, jus mangga, jus sirsak, dan
jus alpokat yang biasanya disajikan dengan ditambah susu kental manis coklat atau putih sebagai
minuman pencuci mulut.

Jus alpokat dengan susu coklat

Banyak minuman populer berdasarkan es, dan dapat dikategorikan sebagai minuman pencuci
mulut. Es yang populer antara lain es kelapa muda, es cincau, es cendol atau es dawet, es kacang
merah, es blewah, dan es rumput laut.
Minuman panas yang manis juga dapat ditemukan, seperti bajigur dan bandrek yang khususnya
populer di Jawa Barat. Minuman hangat ini dibuat dari santan, dan gula jawa dengan campuran
rempah lainnya. Sekoteng (minuman susu hangat dengan kacang, potongan roti, dan pacar cina)
dapat ditemukan di Jawa Barat, dan Jakarta. Wedang jahe (minuman jahe hangat) dan wedang
ronde (minuman hangat dengan bola-bola ubi) khususnya populer di Yogyakarta, Jawa Tengah,
dan Jawa Timur.
Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, umat muslim Indonesia diharamkan
untuk meminum alkohol. Akan tetapi sejak zaman kuno suku bangsa asli di kepulauan Nusantara
telah mengenal minuman beralkohol. Berdasarkan kabar dari China, masyarakat Jawa Kuna
meminum semacam arak yang disadap dari kelapa yang disebut tuak. Kini tuak bertahan, dan
populer di kawasan suku Batak, Sumatera Utara yang kebanyakan beragama Kristen. Kedai minum
tradisional Batak yang disebut lapo tuak menyajikan tuak. Di Solo, Jawa Tengah, ciu (adaptasi lokal
arak China) juga dikenal. Brem (arak beras) Bali botolan juga populer di Bali. Indonesia juga
mengembangkan bir merek lokal seperti Bir Bintang dan Anker Beer.

Kudapan dan jajanan[sunting | sunting sumber]

Penjual Bakso di Bandung

Di berbagai kota besar lazim ditemui jajanan China seperti bakpao, bakmi, dan bakso yang dijual
baik oleh pedagang kakilima di tepi jalan atau di restoran. Masakan Cina seringkali diadaptasi
menjadi masakan Indonesia. Salah satu contoh adaptasi ialah daging babi jarang digunakan, dan
diganti daging sapi karena menyesuaikan dengan mayoritas warga Indonesia yang
kebanyakan muslim. Salah satu makanan jajanan pinggir jalan yang populer
adalah siomay dan batagor (singkatan dari Bakso Tahu Goreng), pempek, bubur ayam,bubur
kacang hijau, sate, nasi dan mie goreng, toge goreng, laksa, dan gorengan.
Jajanan pinggir jalan Indonesia juga mencakup berbagai minuman manis, seperti es cendol atau es
dawet, es teler, es cincau, es doger,es campur, es potong, and es puter. Kue khas Indonesia sering
disebut sebagai jajan pasar. Indonesia memiliki kekayaan berbagai macam kudapan, dan kue, baik
gurih maupun manis. Kue populer di antaranya risoles, pastel, lumpia, lemper, lontong, tahu isi, lapis
legit,getuk, bakpia, bika ambon, lupis, lemang, timpan, klepon, onde-onde, nagasari, soes,
dan bolu kukus.
Pedagang jajanan pinggir jalan lazim ditemukan di Indonesia, demikian juga pedagang keliling yang
menggunakan gerobak, sepeda, ataupikulan. Pedagang makanan pinggir jalan atau pedagang
keliling ini disebut pedagang kaki lima - (berdasarkan lajur trotoar selebar lima kaki di Indonesia,
akan tetapi teori lain menyebutkan kata 'kaki lima' berdasarkan jumlah tiga kaki gerobak dengan dua
kaki pedagangnya!). Kebanyakan pedagang keliling atau kakilima ini memiliki ciri khas, dan alat
tertentu untuk mengumumkan kehadirannya, seperti pedagang sate berteriak "teeee sateee",
pedagang gorengan memukul-mukul penggorengan, pedagang bakso memukulkan mangkok atau
kentongan, atau pedagang mie ayam memukul kentongan atau balok kayu.

Buah-buahan[sunting | sunting sumber]

Rambutan dijual di pasar di Jakarta.

Pasar di Indonesia penuh dengan berbagai jenis buah tropis. Buah adalah bagian penting dalam
pola makan Indonesia, baik dimakan langsung, dijadikan kudapan manis (seperti es buah), disajikan
menjadi masakan gurih atau pedas seperti rujak, pisang goreng, diproses
menjadi keripik seperti keripik nangka dan keripik pisang.
Banyak jenis buah-buahan seperti Manggis, Rambutan, Nangka, Durian, dan Pisang, adalah
tanamam asli Indonesia; sementara beberapa jenis buah-buahan diimpor dari negara tropis lainnya,
meskipun demikian asal mula buah-buahan ini masih diperdebatkan. Pisang, dan kelapa sangat
penting, tidak hanya untuk masakan Indonesia, tetapi untuk berbagai keperluan seperti bahan
bangunan untukdinding atau atap, minyak, alas makan, kemasan, dan lain-lain.

Tata cara makan , orang Indonesia


Bicara tentang cara makan atau tata cara makan, cara makan seperti apa yang biasa anda
gunakan? Cara makan bisa berhubungan dengan cara kita menggunakan alat untuk menyantap
makanan atau bisa juga berhubungan dengan bagaimana kita makan seperti makan cepat, lambat,
pakai banyak sambal, dan lain sebagainya.
Untuk alat makan, Di Indonesia sebagian besar orang biasa makan dengan menggunakan
sendok dan garpu. Ya inilah cara makan yang umum di gunakan di Indonesia, selain cara makan
langsung dengan tangan tentunya. Tapi di samping itu ada banyak cara makan dengan
menggunakan peralatan lain di Indonesia, beberapa di antaranya adalah:
1. Sendok dan Garpu
Ini adalah cara makan yang sangat umum di Indonesia dan pasti anda telah paham
bagaimana makan dengan cara seperti ini. Anda tinggal memegang sendok di tangan kanan dan
garpu di tangan kiri (kecuali anda kidal). Makan dengan sendok dan garpu sangatlah mudah,

sendok digunakan untuk mengambil makanan dan garpu dapat digunakan untuk menusuk makanan
atau membantu mengumpulkan makanan di sendok, begitu mudah. Jika anda makan mie, anda
bisa menggunakan garpu untuk memilin mie dan memakannya atau bisa juga menggunakan garpu
untuk mengangkat sebagian mie lalu menaruhnya dahulu pada sendok anda. Kesulitan utama
dalam makan dengan sendok dan garpu adalah pada saat anda memakan daging berukuran besar
seperti saat makan steak. Jika anda makan steak dengan sendok dan garpu, maka cara terbaik
yang bisa anda lakukan adalah menusukkan garpu untuk menahan daging lalu menggunakan ujung
sendok untuk membuat potongan kecil dari daging steak, walaupun hal ini mungkin sulit dilakukan
kalau daging steak anda liat / tidak lunak.
2. Pisau dan Garpu
Makan dengan garpu dan pisau saat ini menjadi makin umum dengan menjamurnya rumah
makan yang menyediakan steak sebagai hidangan utamanya, bagaimana cara menggunakannya?
Cara makan dengan pisau dan garpu tidaklah sulit, anda tetap memegang garpu di tangan kiri anda
serta pisau di tangan kanan anda. Garpu digunakan untuk menusuk dan menahan makanan pada
tempatnya selagi anda memotong makanan tersebut menjadi potongan yang lebih kecil
menggunakan pisau anda.

Setelah terpotong, maka anda memakan potongan kecil tadi

menggunakan garpu, jangan menggunakan pisau anda untuk memakan makanan, karena selain
tidak benar hal ini juga beresiko menyebabkan lidah anda teriris pisau secara tidak sengaja.
Kekurangan dari penggunaan pisau dan garpu adalah anda akan kesulitan menyantap makanan
yang berkuah, anda mungkin akan tetap membutuhkan sendok untuk menikmati kuah dari makanan
anda