Anda di halaman 1dari 27

KESELAMATAN KERJA

LEPAS PANTAI
Yg bikin unsafe adalah 2 orang oil rig crew menuruni tangga dengan membawa barang2, sehingga 3 point
contact saat menuruin tangga tidak dilakukan karena tidak memegang hand rail tangga.
3 point contact adalah procedure untuk menaiki dan menurunin tangga di oil rig, yaitu saat berjalan di atas
tangga harus bertumpu pada tiga titik tumpuan yaitu tangan dan kedua kaki. Hal ini dilakukan untuk
memastikan kesatbilan langkah saat menaiki dan menuruni tangga.
3 point contact saat menuruni tangga di oil rig juga dikelanl dengan teknik trailing (memegang handrail saat
turun tangga)
Resiko yg bisa terjadi yaitu terjatuh dari tangga dan karena di offsore tangganya terjal2 maka resiko cideranya
bisa sangat parah. Plus bisa ketimba alat-alat yg mereka bawa.
Feel free to discuss more if you have any question about this.

Seiring dengan semakin berkurangnya cadangan minyak dan gas di daratan (on-shore); maka
perusahaan-perusahaan migas mulai agresif mengembangkan aktivitas operasinya ke
kawasan lepas pantai. Jika ditinjau dari sudut proses sistemnya, aktifitas ekplorasi serta
produksi minyak dan gas di darat maupun di lepas pantai tidak jauh berbeda, kecuali
lingkungan kerja yang menuntut perbedaan infrastrukur (bangunan) penunjang.
Seperti yang kita ketahui, kegiatan eksplorasi dan produksi migas termasuk ke dalam
kategori aktivitas dengan tingkat bahaya tinggi; sementara itu lingkungan operasi di lautan
lepas juga mengandung potensi bahaya yang juga tergolong tinggi. Dengan dua sumber
bahaya sekaligus, yaitu proses sistem dan marine hazards, boleh disimpulkan bahwa operasi
minyak lepas pantai, merupakan operasi dengan resiko yang sangat tinggi.
Marine hazard (bahaya laut)adalah bahaya yang timbul atau berpotensi timbul akibat
kerasnya lingkungan laut seperti korosif atmosfir, kondisi laut, cuaca buruk (badai, angin
topan, dll.), gempa bumi atau bencana alam lain serta bahaya terkait transportasi air dan
udara.
Sementara bahaya sistem proses contohnya adalah bahaya yang terkait peralatan, proses, cara
penanganan material, serta kegiatan yang berulang-ulang. Resiko yang timbul dari bahayabahaya tersebut diatas bervariasi menurut keadaan lingkungan lautnya; baik itu dangkal,
dalam maupun jenis aktivitas operasinya seperti pengeboran, instalasi lepas pantai, operasi
produksi, operasi pendukung, dan kegiatan transportasi produk. Variable-variable lain yang
menentukan dalam proses penilaian risiko adalah jenis struktur lepas pantainya; apakah tipe
struktur yang tetap, struktur mengambang, ataupun struktur bawah laut.

Dari kegiatan up-stream hingga down stream, semua aktivitas lepas pantai melibatkan
pekerjaan-pekerjaan dengan resiko yang sangat tinggi. Dengan demikian maka tuntutan
pengelolaan resiko dengan baik adalah keharusan yang bertujuan untuk mencapai kesalahan
fatal di angka nol, tidak ada kecelakaan, tingkat kerusakan kecil terhadap aset, maupun
minimnya angka polusi.
Pengelolaan resiko harus dilakukan pada setiap tahapan pekerjaan mulai dari studi kelayakan,
Front End Engineering Design (FEED), Engineering (E), Pembelian (P), Konstruksi (K),
Instalasi (I), maupun pada proses pengeboran, produksi, perbaikan and maintenance,
transportasi hasil produksi maupun kegiatan-kegiatan penunjang laninnya seperti mobilisasi
staf, peralatan dan material.
Pekerjaan migas lepas pantai tidak hanya diperankan oleh perusahaan minyak dan gas nya
sendiri, melainkan oleh semua kontraktor dan vendor yang terlibat dalam seluruh tahapan
rantai-pasoknya (supply chain) dari hulu ke hilir; hal ini menunjukkan bahwa komitmen akan
pengelolaan resiko dengan baik adalah komitmen semua pihak yang terlibat, bukan hanya
perusahaan minyak dan gas buminya saja. Hanya dengan pengelolaan resiko yang baik, maka
tujuan-tujuan operasi tersebut dapat dicapai yang akhirnya bermuara pada keberlanjutan
perusahaan itu sendiri.
Menggunakan standar Internasional, seperti OHSAS 18001 : 2007 sangat membantu
perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam semua rantai pasok kegiatan migas lepas pantai
dalam hal mengelola resiko-resiko Keselamatan & Kesehatan Kerja secara konsisten dan
efektif yang muaranya adalah juga untuk meningkatkan nilai keberlanjutan perusahaan dalam
jangka panjangnya. Dengan sedikit usaha dan pengeluaran, maka kita akan mendapatkan
Return on Investment yang baik untuk perusahaan kita dimasa depan.
Dengan komitmen manajemen yang tinggi, perencanaan yang matang, dukungan sumber
daya memadai, implementasi yang efektif, pengendalian yang teliti serta perbaikan yang

terus-menerus maka tujuan-tujuan pengelolaan resiko dapat dicapai dan secara berkelanjutan
dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu.
Kami mengandalkan kualitas dari jaringan spesialis Mutu, Kesehatan dan Keselamatan di
seluruh dunia. Pada tahun 2012 jaringan 150 profesional HSE kami menggelar 335.000 jam
pelatihan internal.

Standar keselamatan global


Standar Kualitas, Kesehatan dan Keselamatan Sodexo telah memenuhi persyaratan aturan
negara dan industri. Struktur dukungan global kami menerapkan laporan yang terstandarisasi
untuk melacak pengukuran Kualitas, Kesehatan dan Keselamatan di seluruh dunia guna
mengidentifikasi tindakan dalam mencegah terjadinya insiden di masa depan.
Kualitas Kehidupan di lokasi untuk tenaga kerja yang lebih aman meskipun semua sistem
kendali dan perlindungan yang diperkenalkan oleh pihak industri telah memenuhi standar
HSE terbaik, diakui bahwa insiden karena perilaku manusia masih saja terjadi.
Salah satu tujuan kami adalah memahami dan menangani faktor manusia dalam kinerja
keselamatan.
perbaikan unit-unit lepas pantai :
Sodexo merenovasi unit tempat tinggal lepas pantai Anda guna meningkatkan standar
kesehatan dan keselamatan serta memperbaiki Kualitas Kehidupan. Kami beroperasi di
instalasi baru di galangan kapal maupun di instalasi lama di laut, tanpa mengganggu
pengoperasian.
Layanan kami mencakup konsultasi, disain, manajemen proyek dan pemasangan fasilitas
serta layanan disain interior.
Disain dan perbaikan instalasi baru

Berbekal pemahaman terhadap kebutuhan akomodasi para kru Anda dan kehadiran kami di
galangan kapal, kami membantu Anda mengoptimalkan ruangandan kenyamanan tempat
tinggal di rig dan anjungan-anjungan baru. Dengan AddMoreSphere, kami menggunakan
elemen-elemen dekoratif (panel-panel mural utuh dan tanaman asli atau tiruan) untuk
menciptakan suasana yang menyenangkan bagi tempat tinggal di lepas pantai yang dapat
meningkatkan Kualitas Kehidupan.
Pelajari lebih jauh tentang layanan mobilisasi galangan kapal kami Efficiency@sea, solusi
perbaikan lepas pantai kami yang efektif dari segi biaya
efficiency@sea mengoptimalkan ruangan yang terbatas pada unit-unit lepas pantai Anda
yang terbatas, dan meningkatkan Kualitas Kehidupan di lokasi. Cakupan layanan kami
mencakup perbaikan ruangan kabin, ruang rekreasi, peningkatan fungsi dapur dan disain aula
mess. Keberlanjutan bisnis dijamin tetap dapat terlaksana karena perbaikan dilakukan di
lepas pantau tanpa mengganggu pengoperasian Anda.
Perbaikan tempat tinggal di lepas pantai.
Bekerja di luar negeri berarti pergeseran panjang dan melelahkan. Bila off, penting untuk
bersantai di kabin berwarna-warni dan nyaman untuk istirahat yang berkualitas.
efficiency@sea adalah solusi perbaikan lepas pantai menyeluruh yang mencakup konsultasi
dan disain, manajemen proyek, penerapan dan pemeliharaan tempat tinggal Anda.
Konsultasi dan Disain :
Untuk meningkatkan Kualitas Hidup di anjungan serta memahami kebutuhan kesejahteraan
para awak, kami mengumpulkan informasi yang mencakup survei dan wawancara dari pihak
pengguna, audit lokasi, kajian waktu dan pergerakan. Rendering 3 dimensi juga disertakan
sebagai bagian dari proposal disain kami.

Manajemen dan penerapan proyek

Tim teknis kami yang berdedikasi bekerjasama dengan Anda untuk mengeksekusi proyek
berdasarkan kerangka waktu yang Anda tetapkan, mengelola anggaran proyek dan
pengendalian mutu, serta meminimalisir ketidaknyamanan kru dan pengoperasian.

Manajemen fasilitas

Tim support kami di darat mengawasi peningkatan, perbaikan dan pergantian rencana
fasilitas lepas pantai Anda.Teknisi kami akan melaksanakan pekerjaan permesinan, listrik,
ledeng dan pertukangan.
Dengan jaringan global khas yang mencakup lebih dari 30 negara, kami bisa melayani unit
lepas pantai dan laut Anda di seluruh dunia pada tahapan apapun.
Dengan keahlian lokal dan kemampuan yang luas dalam hal mobilisasi dan sistem
penderekan, kami bisa mengikuti armada lepas pantai Anda di seluruh dunia.
Keunggulan operasional
Kehadiran global kami memungkinkan kami melakukan proses lintas pembelajaran. Kami
menawarkan Anda layanan dan industri kelas dunia yang mengarah pada standar Kesehatan
dan Keselamatan guna memastikan adanya layanan yang konsisten dan proses yang
terselaraskan bagi armada global Anda.
Pusat keunggulan khusus untuk kontrak global
Lewat satu poin kontrak, tim global kami yang penuh dedikasi mengelola berbagai kontrak
global dan mengkoordinasikan penerapan standar keselamatan di seluruh dunia. Kepakaran
kami di bidang lingkungan Perminyakan dan Gas serta solusi jaringan pasokan global
memastikan tercapainya Indikator Kinerja Utama (KPI) Anda yang spesifik.

LATAR BELAKANG Pelatihan Sertifikasi Operator Produksi Lepas Pantai Darat


OPLP MIGAS
Berdasarkan peraturan menteri Pertambangan dan Energi No.07P/075/MPE/1991 dan
Keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi No.30K/03/DDJM/1998 dalam rangka
menjamin kelancaran pekerjaan pekerjaan dalam kegiatan operasi produksi lepas pantai
diperlukan tenaga tenaga teknis khusus yang mampu menggunakan peralatan dan teknologi
yang diperlukan secara profesional.
Kebutuhan akan personil pemegang jabatan tenaga teknik khusus yang mempunyai
kompetensi kerja standar sektor industri migas, makin dirasakan karena sifat industry migas
yang padat teknologi, padat modal dan berisiko bahaya yang tinggi. Kompetensi kerja
personil ini merupakan persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh pemegang jabatan
tenaga teknik khusus (TTK) sektor industri migas, sub sektor industri migas hulu antara lain
untuk bidang produksi, sub bidang Operasi Produksi di Indonesia.
Disamping hal tersebut diatas dan karena potensi pertambangan minyak dan gas bumi masih
merupakan faktor dominan dalam strategi pembangunan Bangsa dan Negara Indonesia
terutama dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas tingkat AFTA dan
AFLA., maka perlu mendorong dan merealisasi SDM yang kompeten. Untuk tujuan tersebut
harus dipersiapkan dan dirancang secara sistematis antara lain dalam hal sistem diklat dan
perangkat-perangkat pendukungnya.

Dengan demikian akan dihasilkan SDM yang handal untuk mengelola kekayaan SDA secara
profesional. Melalui penyiapan SDM yang memiliki kualifikasi dan kompetensi terstandar
maka bangsa Indonesia akan survive dalam menghadapi era kompetisi dan perdagangan
bebas.
Dengan dikuasainya kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan maka seseorang
mampu :
- Mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan.
- Mengorganisasikan agar pekerjaan dapat dilaksanakan.
- Menentukan langkah apa yang harus dilakukan pada saat terjadi sesuatu yang berbeda
dengan rencana semula.
Tingkat Jabatan Dalam Operasi Produksi
Dalam Standar Kompetensi telah ditentukan 4 (empat) tingkat jabatan dalam kompetensi
tenaga teknik khusus (TTK) migas untuk bidang Operasi Produksi Lepas Pantai dan Darat,
dari bawah ke atas adalah :
- Operator Muda Operasi Produksi (OPM)
- Operator Madya Operasi Produksi (OPA)
- Operator Operasi Produksi (OPT)
- Operator Kepala Operasi Produksi (OPK)
- Pengawas Operasi Produksi (POP)
- Pengawas Utama Operasi Produksi (PUP)
1. OPERATOR MUDA OPERASI PRODUKSI (OPM)
Tenaga kerja yang mempunyai tugas utama melaksanakan operasi rutin sumur produksi dan
proses serta pengujian produksi lepas pantai dan darat yang setarasecara aman.
URAIAN TUGAS
Mengoperasikan sumur produksi dan proses serta pengujian produksi migas secara aman.
KOMPETENSI
a) Pengetahuan :
- Mengenal reservoir minyak dan gas serta teknologi produksi.
- Mengerti dasar operasi produksi minyak dan gas.
- Mengerti peralatan produksi dan utilities dan proses.

- Mengerti ketentuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, kecelakaan, pencegahan


kecelakaan.
- Mengerti dasar-dasar lindungan lingkungan.
- Mengerti cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
- Mengerti tentang program kesehatan industri seperti: material radioaktif, asbestos, silika,
H2S, aromatic, HC.
- Mengerti prosedur penanganan bahan berbahaya dan beracun.
- Mengerti sebab-sebab terjadinya kebakaran.
- Mengerti langkah-langkah pencegahan kebakaran di industri produksi migas.
- Mengerti prosedur dan teknik penyelamatan diri dari bahaya kebakaran dan bahaya lain
serta memahami penggunaan peralatan penyelamatan lepas pantai.
- Mengerti proses pendeteksian api dini dan fire protection system.
b) Keterampilan :
- Menguasai sistem pencegahan kebakaran dan peralatan keselamatan.
- Menguasai cara kerja sistem safety support (ESD, PSD, fireloop, dll)
- Menguasai sistem alir sumur : kepala sumur, jepitan, master valve, SSV, SSSV, sistem ESD.
- Menguasai pengambilan contoh, well test, lab. Test.
- Menguasai prinsip dasar perpipaan serta proteksinya, peralatan pipa.
- Menguasai proses pembersihan pipa (pigging) serta bahan kimia injeksi.
- Menguasai prinsip bejana tekan : separator dan kelengkapannya.
- Menguasai prinsip dasar peralatan proses : gas dehydration, he, boiler, oily water treatment.
- Menguasai prinsip kerja drainage, flaring, dan fenting.
c) Praktek :
Mampu untuk mengoperasikan peralatan-peralatan sederhana sesuai SOP.
TUJUAN PELATIHAN
Peserta mampu memenuhi syarat kompetensi untuk mengikuti Sertifikasi Tenaga Teknik
Khusus Migas Bidang Operasi Lepas Pantai dan Darat ( OPLP ) tingkat operator muda
(OPM)
MATERI PELATIHAN
1. Dasar-dasar Keselamatan Kerja & Lindungan Lingkungan

2. Pengetahuan dasar EP Migas


o Reservoir Migas
o Pengetahuan Operasi Dan Produksi
o Pengetahuan Peralatan Produksi
3. Operasional Sumur
4. Sistem Perpipaan (Gathering System)
5. Operasional Instalasi Proses Produksi
6. Operasional Utilities
7. Standart Operation Procedure
8. Instrumentasi
9. Artificial Lift Operation & Troubleshooting
PERSYARATAN PESERTA OPM :
? Berijasah SLTP atau setingkat, dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun di bidang operasi
produksi migas. Bila pengalaman kerja kurang dari 5 tahun, diwajibkan mengikuti pelatihan
OPM.
? Berijasah SLTA atau setingkat, dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang operasi
produksi migas atau tanpa pengalaman kerja, diwajibkan mengikuti pelatihan OPM.
? Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna
? Umur minimal 18 tahun.
2. Operator Madya Operasi Produksi ( OPA)
Tenaga Kerja yang mempunyai tugas utama menghidupkan, mematikan sumur produksi,
mengoperasikan proses produksi lepas pantai dan darat yang setara secara aman dan
membuat laporan.
URAIAN TUGAS
Menghidupkan, mematikan sumur produksi, mengoperasikan proses produksi lepas
pantai dan darat secara aman dan membuat laporan.
KOMPETENSI
a) Pengetahuan :
- Mengenal reservoir minyak dan gas serta teknologi produksi.

- Mengerti dasar operasi produksi minyak dan gas.


- Mengerti peralatan produksi dan utilities dan proses.
- Mengerti ketentuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, kecelakaan, pencegahan
kecelakaan.
- Mengerti dasar-dasar lindungan lingkungan.
- Mengerti cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
- Mengerti tentang program kesehatan industri seperti: material radioaktif, asbestos, silika,
H2S, aromatic, HC.
- Mengerti prosedur penanganan bahan berbahaya dan beracun.
- Mengerti sebab-sebab terjadinya kebakaran.
- Mengerti langkah-langkah pencegahan kebakaran di industri produksi migas.
- Mengerti prosedur dan teknik penyelamatan diri dari bahaya kebakaran danbahaya lain
serta memahami penggunaan peralatan penyelamatan lepas pantai.
- Mengerti proses pendeteksian api dini dan fire protection system.
- Mengetahui prosedur penanganan tabung gas beracun, pengambilan contoh.
b) Keterampilan :
- Menguasai sistem pencegahan kebakaran dan peralatan keselamatan.
- Menguasai cara kerja sistem safety support (ESD, PSD, fireloop, dll)
- Menguasai sistem alir sumur : kepala sumur, jepitan, master valve, SSV, SSSV, sistem ESD.
- Menguasai pengambilan contoh, well test, lab. Test.
- Menguasai prinsip dasar perpipaan serta proteksinya, peralatan pipa.
- Menguasai proses pembersihan pipa (pigging) serta bahan kimia injeksi.
- Menguasai prinsip bejana tekan : separator dan kelengkapannya.
- Menguasai prinsip dasar instrumentasi dan sistem kendali dan mampu melakukan
penanggulangan masalah peralatan (PMP) atau trouble shooting yang sederhana.
- Memahami semua SOP dan dapat menjalankannya dengan benar untuk masingmasing
peralatan dan pengoperasian instalasinya.
c) Praktek :
Mampu untuk mengoperasikan peralatan-peralatan dan instalasi produksi terbatas sesuai
SOP.
TUJUAN PELATIHAN

Peserta mampu memenuhi syarat kompetensi untuk mengikuti Sertifikasi Tenaga Teknik
Khusus Migas Bidang Operasi Lepas Pantai dan Darat ( OPLP ) tingkat operator Madya
(OPA)
MATERI PELATIHAN
01. Keselamatan Kerja & Lindungan Lingkungan
02. Pengetahuan dasar EP Migas
? Reservoir Migas
? Pengetahuan Operasi Dan Produksi
? Pengetahuan Peralatan Produksi
03. Operasional Sumur
04. Sistem Perpipaan (Gathering System)
05. Operasional Instalasi Proses Produksi
06. Operasional Utilities
07. Standart Operation Procedure
08. Instrumentastion (Pneumatic, PLC, DCS)
09. Operasi Wireline, Well Logging
10. Artificial Lift Operation & Troubleshooting
11. Power Generator, MCC & Distribution
12. Enhanced Oil Recovery
13. Teknik Reservoir Migas
14. Manajemen Kepemimpinan
15. Komputer
PERSYARATAN PESERTA OPA :
? Berijasah SLTP atau stingkat, dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun atau pengalaman
kerja kurang dari 8 tahun termasuk di dalamnya 3 tahun sebagai OPM, diwajibkan mengikuti
pelatihan OPA
? Berijasah SLTA atau setingkat,dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun atau pengalaman
kerja kurang dari 3 tahun termasuk di dalamnya 1 tahun sebagai OPM, diwajibkan mengikuti
pelatihan OPA.

? Berijasah D-1 Akamigas EP dengan pengalaman kerja minimum 2 tahun sebagai OPM atau
pengalaman kerja kurang dari 2 tahun diwajibkan mengikuti pelatihan OPA.
? Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna.
? Umur minimal 18 tahun.

3. OPERATOR OPERASI PRODUKSI (OPT)


Tenaga kerja yang mempunyai tugas utama mengoperasikan semua peralatan dan proses
untuk produksi lepas pantai dan darat yang menggunakan teknologi setara lepas pantai secara
aman dan membuat laporan seluruh kegiatan.
URAIAN TUGAS
Mengoperasikan semua peralatan dan proses untuk produksi lepas pantai dan daratsecara
aman dan membuat laporan seluruh kegiatan.
KOMPETENSI
a) Pengetahuan :
- Mengenal reservoir minyak dan gas serta teknologi produksi.
- Mengerti dasar operasi produksi minyak dan gas.
- Mengerti peralatan produksi dan utilities dan proses.
- Mengerti ketentuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, kecelakaan, pencegahan
kecelakaan.
- Mengerti dasar-dasar lindungan lingkungan.
- Mengerti cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
- Mengerti tentang program kesehatan industri seperti: material radioaktif, asbestos, silika,
H2S, aromatic, HC.
- Mengerti prosedur penanganan bahan berbahaya dan beracun.
- Mengerti sebab-sebab terjadinya kebakaran.
- Mengerti langkah-langkah pencegahan kebakaran di industri produksi migas.
- Mengerti prosedur dan teknik penyelamatan diri dari bahaya kebakaran dan bahaya lain
serta memahami penggunaan peralatan penyelamatan.
- Mengerti proses pendeteksian api dini dan fire protection system.

- Mengetahui prosedur penanganan tabung gas beracun, pengambilan contoh.


- Mengetahui prosedur hazard communication seperti : station bill
- Mengetahui prosedur laporan kecelakaan kerja serta tindak lanjutnya.
- Mengetahui prosedur dalam keadaan darurat.
b) Keterampilan :
- Menguasai sistem pencegahan kebakaran dan peralatan keselamatan.
- Menguasai cara kerja sistem safety support (ESD, PSD, fireloop, dll)
- Menguasai sistem alir sumur : kepala sumur, jepitan, master valve, SSV, SSSV, sistem ESD.
- Menguasai pengambilan contoh, well test, lab. Test.
- Menguasai prinsip dasar perpipaan serta proteksinya, peralatan pipa.
- Menguasai proses pembersihan pipa (pigging) serta bahan kimia injeksi.
- Menguasai prinsip bejana tekan : separator dan kelengkapannya.
- Menguasai prinsip dasar instrumentasi dan sistem kendali dan mampu melakukan
penanggulangan masalah peralatan (PMP) atau trouble shooting yang sederhana.
- Memahami semua SOP dan dapat menjalankannya dengan benar untuk masingmasing
peralatan dan pengoperasian instalasinya.
- Mempunyai pengetahuan tentang logging serta electricline, reperforation.
- Mempunyai pengetahuan tentang metoda produksi.
c) Praktek :
Mampu untuk mengoperasikan peralatan-peralatan dan instalasi produksi terbatas sesuai
SOP.
TUJUAN PELATIHAN
Peserta mampu memenuhi syarat kompetensi untuk mengikuti Sertifikasi Tenaga
Teknik Khusus Migas Bidang Operasi Lepas Pantai dan Darat (OPLP) tingkat Operator
(OPT)
MATERI PELATIHAN
01. Keselamatan Kerja & Lindungan Lingkungan
02. Pengetahuan dasar EP Migas
- Reservoir Migas
- Pengetahuan Operasi Dan Produksi
- Pengetahuan Peralatan Produksi

03. Operasional Sumur


04. Sistem Perpipaan (Gathering System)
05. Operasional Instalasi Proses Produksi
06. Operasional Utilities
07. Standart Operation Procedure
08. Instrumentastion (Pneumatic, PLC, DCS)
09. Operasi Wireline, Well Logging
10. Artificial Lift Operation & Troubleshooting
11. Power Generator, MCC & Distribution
12. Enhanced Oil Recovery
13. Teknik Reservoir Migas
14. Manajemen Kepemimpinan
15. Komputer
PERSYARATAN PESERTA OPT :
? Berijasah SLTP atau Setingkat, dengan pengalaman kerja minimal 10 tahun sebagai OPA.
Atau pengalaman kerja kurang dari 10 tahun sebagai OPA, di wajibkan mengikuti pelatihan
OPT.
? Berijasah SLTA atau setingkat, dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun sebagai OPA di
bidang operasi produksi. Atau pengalaman kerja kurang dari 4 tahun, termasuk di dalamnya 1
tahun OPA di wajibkan mengikuti pelatihan OPT
? D-I Akamigas EP dengan pengalaman kerja 3 tahun sebagai OPA. Bila tanpa pengalaman
kerja, diwajibkan mengikuti pelatihan OPT
? Berijasah D-III Teknik atau D-II Akamigas dengan pengalaman kerja minimal 1 tahun
sebagai OPA di bidang operasi produksi migas. Bila tanpa pengalaman kerja sebagai OPA, di
wajibkan mengikuti pelatihan OPT.
? Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna.
? Umur minimal 18 tahun.
4. OPERATOR KEPALA OPERASI PRODUKSI (OPK)

Tenaga kerja yang mempunyai tugas utama memimpin, mengoperasikan ruang kendali,
merencanakan dan mengawasi pemeliharaan, evaluasi dan leporan produksi lepas pantai dan
darat, menggunakan teknologi setara lepas pantai.
URAIAN TUGAS
Memimpin, mengoperasikan ruang kendali, merencanakan dan mengawasi pemeliharaan,
evaluasi dan laporan produksi migas.

KOMPETENSI
a) Pengetahuan :
- Mengenal reservoir minyak dan gas serta teknologi produksi.
- Mengerti dasar operasi produksi minyak dan gas.
- Mengerti peralatan produksi dan utilities dan proses.
- Mengerti ketentuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, kecelakaan, pencegahan
kecelakaan.
- Mengerti dasar-dasar lindungan lingkungan.
- Mengerti cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
- Mengerti tentang program kesehatan industri seperti: material radioaktif, asbestos, silika,
H2S, aromatic, HC.
- Mengerti prosedur penanganan bahan berbahaya dan beracun.
- Mengerti sebab-sebab terjadinya kebakaran.
- Mengerti langkah-langkah pencegahan kebakaran di industri produksi migas.
- Mengerti prosedur dan teknik penyelamatan diri dari bahaya kebakaran dan bahaya lain
serta memahami penggunaan peralatan penyelamatan.
- Mengerti proses pendeteksian api dini dan fire protection system.
- Mengetahui prosedur penanganan tabung gas beracun, pengambilan contoh.
- Mengetahui prosedur hazard communication seperti : MSDS, labeling
- Mengetahui prosedur laporan kecelakaan kerja serta tindak lanjutnya.
- Mengetahui prosedur dalam keadaan darurat.
b) Keterampilan :
- Menguasai sistem pencegahan kebakaran dan peralatan keselamatan.

- Menguasai cara kerja sistem safety support (ESD, PSD, fireloop, dll)
- Menguasai sistem alir sumur : kepala sumur, jepitan, master valve, SSV, SSSV, sistem ESD.
- Menguasai pengambilan contoh, well test, lab. Test.
- Menguasai prinsip dasar perpipaan serta proteksinya, peralatan pipa.
- Menguasai proses pembersihan pipa (pigging) serta bahan kimia injeksi.
- Menguasai prinsip bejana tekan : separator dan kelengkapannya.
- Menguasai prinsip dasar instrumentasi dan sistem kendali dan mampu melakukan
penanggulangan masalah peralatan (PMP) atau trouble shooting yang sederhana.
- Memahami semua SOP dan dapat menjalankannya dengan benar untuk masing masing
peralatan dan pengoperasian instalasinya.
- Mempunyai pengetahuan tentang logging serta electricline, reperforation.
- Mempunyai pengetahuan tentang artificial lift.
- Mempunyai pengetahuan yang cukup untuk pengoperasian power generation, MCC.
c) Praktek :
Mampu untuk mengoperasikan peralatan-peralatan dan instalasi produksi terbatas sesuai
SOP.
TUJUAN PELATIHAN
Peserta mampu memenuhi syarat kompetensi untuk mengikuti Sertifikasi Tenaga
Teknik Khusus Migas Bidang Operasi Lepas Pantai dan Darat (OPLP) tingkat
Operator Kepala (OPK)
MATERI PELATIHAN
01. Keselamatan Kerja & Lindungan Lingkungan
02. Pengetahuan dasar EP Migas
? Reservoir Migas
? Pengetahuan Operasi Dan Produksi
? Pengetahuan Peralatan Produksi
03. Operasional Sumur
04. Sistem Perpipaan (Gathering System)
05. Operasional Instalasi Proses Produksi
06. Operasional Utilities
07. Standart Operation Procedure

08. Instrumentastion (Pneumatic, PLC, DCS)


09. Operasi Wireline, Well Logging
10. Artificial Lift Operation & Troubleshooting
11. Power Generator, MCC & Distribution
12. Enhanced Oil Recovery
13. Teknik Reservoir Migas
14. Manajemen Kepemimpinan
15. Komputer
PERSYARATAN PESERTA OPK :
? Berijasah SLTA atau setingkat, dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun sebagai OPT di
bidang operasi produksi lepas pantai. Bila pengalaman kerja kurang dari 5 tahun, termasuk di
dalamnya 2 tahun OPT, diwajibkan untuk mengikuti pelatihan OPK, atau
? Berijasah DI Akamigas dengan pengalaman kerja minimun 4 tahun sebagai OPT. Bila
pengalaman kerja kurang dari 4 tahun termasuk di dalamnya 1 tahun sebagai OPT di
wajibkan mengikuti kursus OPK.
? Berijasah D-II Akamigas atau D-III teknik ( mesin, listrik, instrument), dengan pengalaman
kerja minimal 3 tahun sebagai OPT di bidang operasi produksi lepas pantai. Bila pengalaman
kerja kurang dari 3 tahun, termasuk di dalamnya 1 tahun
sebagai OPT diwajibkan untuk mengikuti pelatihan OPK.
? Berijasah D-III Akamigas ( bor, produksi, eksploitasi ), dengan pengalaman kerja minimal
2 tahun sebagai OPT di bidang operasi produksi. Bila tanpa pengalaman kerja kurang dari 2
tahun, diwajibkan mengikuti pelatihan OPK
? Sehat Jasmani dan rohani
? Tidak buta warna.
? Umur minimal 18 tahun.
5. PENGAWAS OPERASI PRODUKSI ( POP)
Tenaga kerja yang mempunyai tugas utama mengawasi operasi produksi migas, lepas pantai
dan darat yang menggunakan teknologi setara lepas pantai melaksanakan pembinaan dan
pengembangan SDM, serta permintaan suku cadang.
URAIAN TUGAS

Mengawasi operasi produksi migas, lepas pantai dan darat yang menggunakan teknologi
setara lepas pantai melaksanakan pembinaan dan pengembangan SDM, serta permintaan
suku cadang.
KOMPETENSI
a) Pengetahuan :
- Mengenal reservoir minyak dan gas serta teknologi produksi.
- Mengerti dasar operasi produksi minyak dan gas.
- Mengerti peralatan produksi dan utilities dan proses.
- Mengerti ketentuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, kecelakaan,

pencegahan

kecelakaan.
- Mengerti dasar-dasar lindungan lingkungan.
- Mengerti cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
- Mengerti tentang program kesehatan industri seperti: material radioaktif, asbestos, silika,
H2S, aromatic, HC.
- Mengerti prosedur penanganan bahan berbahaya dan beracun.
- Mengerti sebab-sebab terjadinya kebakaran.
- Mengerti langkah-langkah pencegahan kebakaran di industri produksi migas.
- Mengerti prosedur dan teknik penyelamatan diri dari bahaya kebakaran dan bahaya lain
serta memahami penggunaan peralatan penyelamatan.
- Mengerti proses pendeteksian api dini dan fire protection system.
- Mengetahui prosedur penanganan tabung gas beracun, pengambilan contoh.
- Mengetahui prosedur hazard communication seperti : MSDS, labeling
- Mengetahui prosedur laporan kecelakaan kerja serta tindak lanjutnya.
- Berpartisipasi dan membantu team investigasi kecelakaan kerja.
- Mengetahui prosedur dalam keadaan darurat.
- Mengawasi pelaksanaan inspeksi dan pemeliharaan dan keselamatan kerja serta
menindaklanjuti perbaikan semua penyimpangan yang ditemukan.
b) Keterampilan :
- Menguasai sistem pencegahan kebakaran dan peralatan keselamatan.
- Menguasai cara kerja sistem safety support (ESD, PSD, fireloop, dll)

- Menguasai sistem alir sumur : kepala sumur, jepitan, master valve, SSV, SSSV, sistem ESD.
- Menguasai pengambilan contoh, well test, lab. Test.
- Menguasai prinsip dasar perpipaan serta proteksinya, peralatan pipa.
- Menguasai proses pembersihan pipa (pigging) serta bahan kimia injeksi.
- Menguasai prinsip bejana tekan : separator dan kelengkapannya.
- Menguasai prinsip dasar instrumentasi dan sistem kendali dan mampu melakukan
penanggulangan masalah peralatan (PMP) atau trouble shooting yang sederhana.
- Memahami semua SOP dan dapat menjalankannya dengan benar untuk masingmasing
peralatan dan pengoperasian instalasinya.
- Mempunyai pengetahuan tentang logging serta electricline, reperforation.
- Mempunyai pengetahuan tentang artificial lift.
- Mempunyai pengetahuan yang cukup untuk pengoperasian power generation, MCC.
- Mempunyai pengetahuan tentang EOR.
c) Praktek :
Mampu dan handal mengoperasikan dan mengkoordinasikan pengoperasioan peralatanperalatan dan instalasi produksi secara menyeluruh sesuai SOP.
TUJUAN PELATIHAN
Peserta mampu memenuhi syarat kompetensi untuk mengikuti Sertifikasi Tenaga Teknik
Khusus Migas Bidang Operasi Lepas Pantai dan Darat (OPLP) tingkat Pengawas (POP).
MATERI PELATIHAN
01. Keselamatan Kerja & Lindungan Lingkungan
02. Pengetahuan dasar EP Migas
Reservoir Migas
Pengetahuan Operasi Dan Produksi
Pengetahuan Peralatan Produksi
03. Operasional Sumur
04. Sistem Perpipaan (Gathering System)
05. Operasional Instalasi Proses Produksi
06. Operasional Utilities
07. Standart Operation Procedure
08. Instrumentastion (Pneumatic, PLC, DCS)

09. Operasi Wireline, Well Logging


10. Artificial Lift Operation & Troubleshooting
11. Power Generator, MCC & Distribution
12. Enhanced Oil Recovery
13. Teknik Reservoir Migas
14. Manajemen Kepemimpinan
15. Komputer
PERSYARATAN PESERTA POP :
Berijasah SLTA atau setingkat, dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun sebagai OPK di
bidang operasi produksi lepas pantai. Bila masa kerja kurang dari 5 tahun termasuk
didalamnya 3 tahun sebagai OPK, diwajibkan mengikuti pelatihan POP.
Berijasah D I dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun sebagai OPK. Dengan masa kerja
kurang dari 4 tahun termasuk di dalamnya 2 tahun sebagai OPK diwajibkan mengikuti POP.
Berijasah D-II Akamigas atau D-III teknik (mesin, listrik, instrument), dengan pengalaman
kerja minimal 3 tahun sebagai OPK di bidang operasi produksi lepas pantai. Bila masa kerja
kurang dari 3 tahun termasuk di dalamnya 2 tahun sebagai OPK, di wajibkan untuk
mengikuti pelatihan POP.
Berijasah D-III Akamigas (bor, produksi, eksploitasi), dengan pengalaman kerja minimal 2
tahun sebagai OPK di bidang operasi produksi. Bila masa kerja kurang dari 2 tahun termasuk
di dalamnya 1 tahun sebagai OPK diwajibkan mengikuti pelatihan POP.
Berijasah S-I Teknik / eksakta atau yang sederajat dengan pengalaman kerja minimal 1 tahun
sebagai OPK di bidang operasi produksi lepas pantai. Bila tanpa pengalaman, diwajibkan
untuk mengikuti pelatihan POP. Sehat jasmani dan rohani. Tidak buta warna. Umur minimal
18 tahun.
6. PENGAWAS UTAMA OPERASI PRODUKSI (PUP)

Tenaga kerja yang mempunyai tugas utama merencanakan, mempertanggungjawabkan,


mengkoordinasikan, menindaklanjuti operasi produksi migas lepas pantai dan darat yang
menggunakan teknologi setara lepas pantai, membuat anggaran, program latihan kerja,
mengambil keputusan masalah teknik dan personalia.
URAIAN TUGAS
Merencanakan, menjawab, mengkoordinasikan, menindaklanjuti operasi produksi migas,
membuat anggaran, program latihan kerja, mengambil keputusan masalah teknik dan
personaliaan.
KOMPETENSI
a) Pengetahuan :
- Mengenal reservoir minyak dan gas serta teknologi produksi.
- Mengerti dasar operasi produksi minyak dan gas.
- Mengerti peralatan produksi dan utilities dan proses.
- Mengerti ketentuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, kecelakaan, pencegahan
kecelakaan.
- Mengerti dasar-dasar lindungan lingkungan.
- Mengerti cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
- Mengerti tentang program kesehatan industri seperti: material radioaktif, asbestos, silika,
H2S, aromatic, HC.
- Mengerti prosedur penanganan bahan berbahaya,beracun, sebab-sebab terjadinya
kebakaran.
- Mengerti langkah-langkah pencegahan kebakaran di industri produksi migas.
- Mengerti prosedur dan teknik penyelamatan diri dari bahaya kebakaran dan bahaya lain
serta memahami penggunaan peralatan penyelamatan.
- Mengerti proses pendeteksian api dini dan fire protection system.
- Mengetahui prosedur penanganan tabung gas beracun, pengambilan contoh.
- Mengetahui prosedur hazard communication seperti : MSDS, labeling
- Mengetahui prosedur laporan kecelakaan kerja serta tindak lanjutnya.
- Berpartisipasi dan membantu team investigasi kecelakaan kerja.
- Mengetahui prosedur dalam keadaan darurat.

- Mengawasi pelaksanaan inspeksi dan pemeliharaan dan keselamatan kerja serta


menindaklanjuti perbaikan semua penyimpangan yang ditemukan.
b) Keterampilan :
- Menguasai sistem pencegahan kebakaran dan peralatan keselamatan.
- Menguasai cara kerja sistem safety support (ESD, PSD, fireloop, dll)
- Menguasai sistem alir sumur : kepala sumur, jepitan, master valve, SSV, SSSV, sistem ESD.
- Menguasai pengambilan contoh, well test, lab. Test.
- Menguasai prinsip dasar perpipaan serta proteksinya, peralatan pipa.
- Menguasai proses pembersihan pipa (pigging) serta bahan kimia injeksi.
- Menguasai prinsip bejana tekan : separator dan kelengkapannya.
- Menguasai prinsip dasar instrumentasi dan sistem kendali dan mampu melakukan
penanggulangan masalah peralatan (PMP) atau trouble shooting yang sederhana.
- Memahami semua SOP dan dapat menjalankannya dengan benar untuk masingmasing
peralatan dan pengoperasian instalasinya.
- Mempunyai pengetahuan tentang logging serta electricline, reperforation.
- Mempunyai pengetahuan tentang artificial lift.
- Mempunyai pengetahuan yang cukup untuk pengoperasian power generation, MCC.
- Mempunyai pengetahuan tentang EOR.
c) Praktek :
Mampu

bertindak

sebagai

manajemen

dalam

mengkoordinasikan

pengoperasian,

merencanakan dan menindaklanjuti aktifitas produksi serta Mampu memutuskan dalam


pemecahan segala persoalan mendesak dan masalah teknik dan personalia.
TUJUAN PELATIHAN
Peserta mampu memenuhi syarat kompetensi untuk mengikuti Sertifikasi Tenaga Teknik
Khusus Migas Bidang Operasi Lepas Pantai dan Darat (OPLP) tingkat Pengawas Utama
(PUP).
MATERI PELATIHAN
01. Keselamatan Kerja & Lindungan Lingkungan
02. Pengetahuan dasar EP Migas
? Reservoir Migas
? Pengetahuan Operasi Dan Produksi

? Pengetahuan Peralatan Produksi


03. Operasional Sumur
04. Sistem Perpipaan (Gathering System)
05. Operasional Instalasi Proses Produksi
06. Operasional Utilities
07. Standart Operation Procedure
08. Instrumentastion (Pneumatic, PLC, DCS)
09. Operasi Wireline, Well Logging
10. Artificial Lift Operation & Troubleshooting
11. Power Generator, MCC & Distribution
12. Enhanced Oil Recovery
13. Teknik Reservoir Migas
14. Manajemen Kepemimpinan
PERSYARATAN PESERTA PUP :
? Berijasah SLTA atau setingkat, dengan pengalaman kerja minimal 6 tahun sebagai POP di
bidang operasi produksi lepas pantai. Bila masa kerja kurang dari 6 tahun termasuk
didalamnya 5 tahun sebagai POP, diwajibkan mengikuti pelatihan PUP.
? Berijasah D-I Akamigas (bor, produksi, eksploitasi), dengan pengalaman kerja minimal 6
tahun sebagai POP di bidang operasi produksi. Bila masa kerja kurang dari 6 tahun termasuk
di dalamnya 5 tahun sebagai POP diwajibkan mengikuti pelatihan PUP.
? Berijasah D-II Akamigas atau D-III teknik (mesin, listrik, instrument), dengan pengalaman
kerja minimal 6 tahun sebagaiPOP di bidang operasi produksi lepas pantai. Bila masa kerja
kurang dari 6 tahun termasuk di dalamnya 5 tahun sebagai POP, di wajibkan untuk mengikuti
pelatihan PUP.
? Berijasah D-III Akamigas (bor, produksi, eksplorasi), dengan pengalaman kerja minimal 6
tahun sebagai POP. Bila masa kerja kurang dari 6 tahun termasuk di dalamnya 5 tahun
sebagai POP, diwajibkan mengikuti pelatihan PUP.
? Berijasah S-I Teknik / eksakta atau yang sederajat dengan pengalaman kerja minimal 4
tahun sebagai POP. Bila masa kerjanya kurang dari 4 tahun termasuk di dalamnya 3 tahun
sebagai POP, diwajibkan untuk mengikuti pelatihan PUP.

? Sehat jasmani dan rohani & Tidak buta warna.


? Umur minimal 18 tahun.
7. PARTICIPANTS
Maintenance Mechanical and Electrical Engineers, Production atau Mereka yang
Pekerjaannya dan tugasnya terkait dengan Production.
10. LAMA PELATIHAN Sertifikasi Operator Produksi Lepas Pantai Darat OPLP
MIGAS
5 Hari Kerja atau 40 Jam pelajaran
? 2 Hari Pelatihan Teori di kelas
? 3 Hari dari Team Penguji Lembaga Sertifikasi Personil ( LSP ) PPT Migas

ewenangan pengawasan K3 pekerja Migas lepas pantai


Sebenarnya siapa yang mempunyai kewenangan menjadi pengawas ketenagakerjaan bidang
keselamatan dan kesehatan kerja untuk pekerja yang bekerja di pertambangan migas di lepas
pantai? Pengawas dari Depnakerkah (seperti ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan) atau
Dirjen Migas? Karena setahu saya di Dirjen Migas ada sub-bagian yang namanya Ditjen
Keselamatan dan Kesehatan Migas. Apa fungsinya Ditjen K3 Migas tersebut? Apakah Ditjen
tersebut yang mengambil alih tugas pengawas Depnaker dalam melakukan pengawasan
terhadap K3 pekerja Migas lepas pantai?
Jawaban :
Berdasarkan pasal 2 UU No. 3 Tahun 1951 tentang Pengawasan Perburuhan jo. pasal 2 UU
No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan pasal 86 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003

tentang Ketenagakerjaan, yang mempunyai kewenangan menjadi pengawas ketenagakerjaan


di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk untuk pekerja yang bekerja di
pertambangan minyak dan gas bumi (dan juga tenaga kerja di lepas pantai), secara umum
adalah pengawas ketenagakerjaan dari instansi yang bertanggung-jawab di bidang
ketenagakerjaan.
Khusus pengawasan keselamatan kerja di pertambangan hingga saat ini (Pebruari 2010),
berdasarkan PP No. 19 Tahun 1973 tentang Pengaturan Pengawasan Keselamatan Kerja di
Bidang Pertambangan, disebutkan bahwa Menteri Pertambangan melakukan pengawasan
atas keselamatan kerja dalam bidang Pertambangan dengan berpedoman kepada UU No. 1
Tahun 1970 serta peraturan pelaksanaannya. Dalam kaitan itu, untuk melaksanakan
pengawasan tersebut, Menteri Pertambangan mengangkat pejabat-pejabat yang akan
melakukan tugas pengawasan setelah mendengar pertimbangan dari Menteri Tenaga Kerja
dan Transmigrasi. Namun dalam pelaksanaan tugasnya, pengawas dari Kementerian
Pertambangan dimaksud harus mengadakan kerjasama dengan pejabat-pejabat keselamatan
kerja dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (pasal 2 dan pasal 3 PP No. 19 Tahun
1973).
Sepengetahuan kami, tidak ada unit kerja di Ditjen Migas dengan nomenklatur sub bagian
keselamatan dan kesehatan migas. Yang ada adalah, Seksi Ketenagkerjaan Minyak dan
Gas Bumi pada Subdit Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Direktorat Pembinaan Program
Migas, Ditjen Migas.
KATEGORI : BURUH & TENAGA KERJA
Bolehkah Perusahan Tidak Memberlakukan Libur Pilkada Serentak?
Persyaratan Mempekerjakan Teknisi TKA
Haruskah Membayar Denda Jika Resign Sebelum Kontrak Berakhir
Bolehkah THR Diberlakukan Sebagai Bonus Kinerja?
Bolehkah Menghilangkan Cuti Pekerja yang Mau Mengundurkan Diri?
Klinik lainnya ++
Dengan demikian, tidak ada saling mengambil-alih tugas-tugas di bidang pengawasan
keselamatan dan kesehatan kerja di sektor Migas. Tetapi, secara teknis operasional hanya
pembagian wilayah kerja dan pemberdayaan semua potensi aparatur pemerintah dalam
rangka pelayanan masyarakat untuk kesejahteraan semua.
Demikian sejauh yang kami ketahui. Semoga bermanfaat.
Dasar hukum:
1. Undang-Undang No. 3 Tahun 1951 tentang Pengawasan Perburuhan
2. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan
3. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

4. PP No. 19 Tahun 1973 tentang Pengaturan Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang


Pertambangan