Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

Pengelolaan Usaha dan Strategi Kewirausahaan


Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.

Aditya Rizki Pradana Putra


Christopher Darma Wijoyo
Frani Galih Agung
Mohammad Ridho
Yudha Baskara

(135030201111026)
(135030201111024)
(135030200111011)
(135030200111002)
(135030201111108)

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan


yang dibimbing oleh :
Brillyanes Sanawiri, Sab.Mba

Fakultas Ilmu Administrasi


Universitas Brawijaya
Jl. MT. Haryono 163 Malang / telp (0341) 553737 kode pos 65145
Website: http://fia.ub.ac.id email : fia@ub.ac.id
BAB I

Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
Munculnya persaingan dalam berwirausaha merupakan hal yang tidak dapat dihindari.
Dengan adanya persaingan, maka wirausahawan dihadapkan pada berbagai peluang dan
ancaman baik yang berasal dari luar maupun dari dalam usaha yang akan memberikan pengaruh
yang cukup besar terhadap kelangsungan hidup usaha. Untuk itu setiap wirausaha dituntut untuk
selalu mengerti dan memahaini apa yang terjadi dipasar dan apa yang menjadi keinginan
konsumen, serta berbagai perubahan yang ada di lingkungan bisnis sehingga mampu bersaing
dengan dunia bisnis lainnya dan berupaya untuk meininimalisasi kelemahan-kelemahan dan
memaksimalkan kekuatan yang diiniliki. Dengan deinikian para wirausaha dituntut untuk
meinilih dan menetapkan strategi yang dapat digunakan untuk menghadapi persaingan. Dengan
adanya tekanan persaingan begitu ketat, baik secara langsung atau tidak langsung sangat
mempengaruhi kinerja organisasi bisnis baik dalam hal teknologi, kebutuhan pelanggan dan
siklus produk. Pada saat kondisi seperti itulah sangat diperlukan strategi yang tepat dalam
mengambil keputusan maupun langkah-langkah tertentu untuk mempertahankan usahanya
tersebut. Strategi bersaing juga diperlukan teknik atau cara-cara yang akan dilakukan untuk
pengembangan usaha.
Didalam berwirausaha juga ada beberapa aspek yang menentukan berhasil tidaknya
suatu usaha yang dijalankan. Diantaranya aspek modal, pengelolan maupun pemasaran. Modal
bisa di dapat dari berbagai cara misalnya dengan modal yang kita punya sendiri ataupun dengan
pinjaman. Oleh karena itu dibutuhkan juga suatu kemitraan atau hubungan sosial yang baik
dalam berwirausaha. Karena terkadang dalam berwirausaha kita tidak dapat memulainya sendiri
baik karena kekurangan uang, sumber daya, maupun kreatifitas.

B.

Tujuan

1.
2.
3.
4.
5.

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui pengelolaan usaha dan
strategi kewirausahaan, beberapa aspek yang akan dibahas diantaranya adalah :
Perencanaan usaha
Pengelolaan keuangan
Teknik dan strategi pemasaran
Teknik pengembangan usaha
Strategi kewirausahaan

II. Pembahasan
A. PERENCANAAN USAHA
Langkah pertama setelah memiliki ide untuk memulai usaha didapat, maka yang harus
dilakukan selanjutnya adalah membuat perencanaan. Hal ini berguna sebagai persiapan awal
yang mana memiliki dua fungsi yaitu: sebagai pedoaman untuk mencapai keberhasilan
manajemen usaha dan sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber
dari luar.
Pengertian dari perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis berisikan misi, usulan,
operasional, rincian financial, strategi, peluang usaha yang mungkin diraih dan kemampuan serta
keterampilan pengelolaanya.
Menurut Zimmerer (1993: 331) ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha,
yaitu:
1. ringkasan pelaksanaan
2. profil usaha
3. strategi usaha
4. produk dan jasa
5. strategi pemasaran
6. analisis pesaing
7. ringkasan karyawan dan pemilik
8. rencana operasional
9. data financial
10. proposal/ usulan pinjaman

11. jadwal operasional


Setelah membuat ringkasan eksekutif, langkah berikutnya adalah menentukan misi usaha yang
mengambarkan maksud-maksud usaha dan filosofi manajemen perusahaan. Selain itu diperlukan
membuat format rinkasan eksekutif seorang calon pengusaha juga harus membuat usulan atau
proposal usaha. Usulan usaha dimaksudkan untuk mengajukan dana kepada penyandang dana,
seperti investor, banker, dan lembaga keuangan lainnya yang siap membantu perusahaan.
Bebebrapa aspek yang biasanya dimuat dalam proposal usaha meliputi:
1. manajemen usaha
2. pemasaran
3. produksi/ operasional
4. keuangan perusahaan
B. PENGELOLAAN KEUANGAN
Terdapat tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu :
1) Aspek Sumber Dana
sumber-sumber keuangan perusahaan ditimjau dari asalnya, sumber dana perusahaan dapat
dibagi menjadi dua golongan, yaitu:
a. dana yang berasal dari perusahaan yang disebut pembelanjaan internal. Penggunaan dana ini
merupakan cara yang paling mudah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan,
sebab tinggal mengambil dana yang sudah tersedia di perusahaan. Oleh karena sumber dana
interen biasanya sangat terbatas, maka dalam pengunaannya harus diperhatikan tentang biaya
kesempatan (opportunity cost), yaitu peluang yang hilang akibat pengunaan lain atau penerimaan
yang seharusnya diterima tetapi hilang akibat pengunaan sumber-sumber tersebut dalam operasi
perusahaan. Misalnya: bunga dana milik sendiri atau sewa gedung milik sendiri ynag seharusnya
diterima, hilang akibat dana atau gedung tersebut digunakan dalam perusahaan. Bunga atua sewa
yang seharusnya diterima oleh pemiliknya tersebut seharusnya dihitung sebagai biaya
perusahaan.

b. Dana yang berasal dari luar perusahaan, disebut pembelanjaan eksternal. Sumber dana ekstern
mencakup:
Dana dari pemilik atau penyertaan. Dalam perusahaan harus adanya pemisah yang tegas antara
dana milik pribadi atau pembelanjaan sendiri (misalnya saham) dengan milik perusahaan.
Dana yang berasal dari utang/ pinjaman baik jangka pendek maupun jangka panjang, atau
disebut pembelanjaan asing. Sumber dana ekstern diantaranya kredit jangka pendek(kredit
rekening Koran, kredit penjual,/ pembeli, askep) dan kredit jangka panjang (hipotik, obligasi,
kredit bank, dan kredit dari Negara lain).
Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerah.
Dana dari teman atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya.
Dana ventura, yaitu dana dari perusahaan yang ingin menginvestasikan dananya pada
perusahaan kecil yang memiliki potensi.
2.) Aspek Rencana dan Penggunaan Dana.
Ada bebebrapa aspek yang harus diperhatikan dalam merancang penggunaan biaya, biaya:
biaya awal
proyeksi/ rancangan keuangan, yang mencakup: Neraca harian (Balance Sheet), Laporan Laba
Rugi (Income Statements), Laporan Arus Kas (Cash Flow Statements).
Analisis pulang pokok (Break-Even Analysis), biaya awal (start-up cost) adalah biaya yang
diperlukan ketika perusahan akan berdiri. Biaya awal perusahaan yang baru berdiri pada
umumnya meliputi:
Biaya awal yang tidak terduga (unik),
Biaya administrasi (gaji karyawan dan peralatan kantor),
Biaya (sewa) bagunan,
Biaya asuransi,
Biaya tambahan atau biaya secara umum.
Sebagai ilustrasi bagi perusahaan baru, perkiraan keseluruhan biaya awal perusahaan atau
estimasi biaya perusahaan yang diperlukan.

C. TEKNIK DAN STRATEGI PEMASARAN

Pemasaran ialah kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen, menghasilkan barang
atau jasa, menentukan harga , mempromosikan, dan menditribusikan barang dan jasa.
Prinsip dasar pemasaran, yaitu menciptakan nilai bagi langganan (customer value), keunggulan
bersaing (competitive adventages), dan fokus pemasaran.
PERENCANAAN PEMASARAN
Pembahasan tentang strategi perusahaan, tidak lepas dari perencanaan, arahan, atau acuan gerak
langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan.
Langkah-langkah dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru, yaitu sebagai berikut.
a) Langkah 1: Penentuan kebutuhan dan keinginan pelanggan
Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan, pertama-tama harus dilakukan
penelitian pasar atau riset pemasaran. Riset pasar harus diarahkan pada kebutuhan
konsumen.
b) Langkah 2 :Memilih pasar sasaran khusus (special target market)
Ada tiga jenis pasar sasaran khusu, yaitu:
a. Pasar individual (individual market)
b. Pasar khusus (niche market)
c. Segmentasi pasar (market segmentation)
c) Langkah 3 : Menetapkan strategi pemasaran dalam persaingan
Ada enam strategi untuk memenuhi permintaan dari lingkungan yang bersaing:
1. Berorintasi pada pelanggan (customer orientation)
2. Kualitas (quality)
3. Kenyamanan (convenience)
4. Inovasi (innovation)
5. Kecepatan (speed)
6. Pelayanan dan kepuasan pelanggan
d) Langkah 4 : Pemilihan strategi pemasaran
Strategi pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausahawan dengan hasil pengujian dan
penelitian pasar sebelumnnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran.

Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran (marketing mix) meliputi 5P yaitu: probe/search, produk,, place, price, dan
promotion.

Penelitian dan Pengembangan Pasar


Seperti telah dikemukakan bahwa langkap pertama dalam kegiatan pemasaran adalah meneliti
kebutuhan dan keinginan konsumen. Menurut Peggy Lambing dan Charles L. Keuhl (2000: 153),
keunggulan bersaing perusahan baru terletak pada perbedaan (diferensiasi) perusahaan tersebut
dengan pesaingnya dalam hal-hal berikut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kualitas yang lebih baik


Harga yang lebih murah dan bisa ditawar
Lokasi yang lebih cocok, lebih dekat, lebih cepat.
Seleksi barang dan jasa yang lebih menarik
Pelayanan yang lebih menarik dan lebih memuaskan konsumen.
Kecepatan, baik dalam pelayan maupun dalam penyaluran barang.

Menurut Zimmerer (1996: 117), bagi usaha baru sangatlah cocok untuk menerapkan strategi
market driven (dorongan pasar). Strategi ini dibangun berdasarkan pada enam fondasi berikut
untuk memenuhi target pasar sasaran :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Orientasi konsumen
Kualitas
Kenyamanan dan kesenangan
Inovasi
Kecepatan
Pelayanan dan kepuasan pelanggan

1. Berorientasi pada konsumen


Dalam pemasaran, orientasi itu tentunya kepada kepuasan pelanggan dengan prinsipprinsip pokok sebagai berikut :
a) Bila ada pelanggan kurang puas, penuhilah secepat mungkin kekurangan tersebut,
b) Doronglah pelanggan untuk mengajukkan keluhan bila kurang memuaskan.
c) Mintalah umpan balik (feed back) dari karayawan tentang upaya perbaikan
pelayanan yang harus diberikan kepada pelanggan.
d) Buatlah komitmen untuk membuat pelayanan terbaik kepada konsumen.
e) Izinkan manajer untuk menunggu pelanggan temporer
f) Hati-hati dalam memilih dan melatih seseorang yang akan berhubungan dengan
pelanggan.
g) Kembangkan pelayanan bagi karyawan sehingga komunikasi betul-betul
mengarah pada pelanggan.
h) Berikan insentif kepada karyawan yang betul-betul memberikan pelayanan yang
istimewa kepada pelanggan.

2. Kualitas
Agar berhasil dalam persaingan global, sangatlah penting bagi perusahaan untuk
memperhatikan kualitas barang dan jasa serta pelayannya. Menurut Zimmerer (1996) ada
lima macam komponen kualitas yang secara berurutan perlu diperhatikan, yaitu
mencakup hal-hal berikut.
a) Ketepatan (realibility)
b) Daya tahan (durability)
c) Mudah digunakan (ease of use)
d) Nama merek yang terkenal dan dipercaya (known and trusted brand name)
e) Harga yang relative rendah (low price)

Sementara itu, dalam bidang jasa/pelayanan, konsumen ingin melihat jasa perusahaan
yang mencerminkan beberapa karakteristik sebagai berikut.
a) Jelas/nyata (tangibles)
b) Ketepatan (realibility)
c) Ketanggapan (responsiveness)
d) Terjamin dan penuh empati ( assurance and empathy)
3. Kenyamanan
Untuk memberikan pelayanan yang memyenangkan harus diperhatikan hal-hal berikut.
a) Lokasi usaha harus dekat dengan pelanggan
b) Berikan kemudahan-kemudahan kepada pelanggan
c) Tentukan jam kerja yang menyenagkan bagi pelanggan
d) Tetapkan apakah barang perlu diantar atau tidak
e) Berikan kemudahan dengan menggunakan cara kredit
f) Latihlah karyawan untuk dapat melakukan transaksi dengan cepat, tepat, hemat,
dan sopan
4. Inovasi
Inovasi merupakan kunci keberhasilan bagi usaha baru. Perubahan pasar yang sangat
cepat dan persaingan yang kompleks menuntut inovasi secara terus menerus atau
berkesinambungan.
Beberapa bentuk inovasi yang lazim dan terkenal ialah dalam bentuk:
a) Produk baru
b) Perbedaan teknik/cara, dan
c) Pendekatan baru dalam memperkenalkannya
5. Kecepatan

Kecepatan merupakan kekuatan dalam persaingan. Dengan kecepatan berarti mengurangi


biaya, meninggalkan kualitas, dan memenuhi permintaan pasar. Secara filosofis,
kecepatan disebut time compression management (TCM), yang memiliki dua aspek,
yaitu:
a. Mempercepat produk baru kepasar; dan
b. Memperpendek waktu dalam merespon permintaan pelanggan, baik dalam
memproses produk maupun dalam mendistribusikan atau menyampaikannya.
6. Pelayanan dan kepuasan pelanggan
Wirausahawan mengetahui bahwa salah satu cara terbaik untuk mempertahankan
pelanggan dan menarik pelanggan baru adalah dengan menyajikan pelayan yang lebih
baik yang tidak tertandingi oleh pesaing lain.
Cara menciptakan pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat dilakuakan sebagai
berikut.
a. Dengarkan dan perhatikan pelanggan
b. Tetapkan pelayan yang terbaik
c. Tetapkan ukuran dan kinerja standard
d. Berikan perlindungan hak-hak karyawan
e. Latihlah karyawan cara untuk memberikan pelayanan yang istimewa
f. Gunakan teknologi yang memberikan pelayanan terbaik
g. Berikan hadiah bagi pelayan terbaik

PRODUK (PRODUCT)
Perlu diingat bahwa produk selalu mengalami daur hidup (product life cycle), yang terdiri atas
tahap pengembangan, tahap pengenalan, tahap pertumbuhan penjualan, tahap kematangan, tahap
kejenuhan, dan penurunan.
Prinsip-prinsip pengembangan pruduk meliputi kesederhanaan, integritas, fokus pada
orang, berdaya juang, kreativitas, dan risiko.
1. TAHAP PENGEMBANGAN
Pengembangan produk baru merupakan bagian terpenting dalam pemasaran.
Ada beberapa alasan mengapa produk baru gagal, yaitu mencakup hal-hal berikut.
a. Produk baru tidak berbeda secara memadai dengan produk yang ada di pasar.
b. Wirausahawan tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang pasar.
c. Perusahaan sangat miskin perencanaan dan kurang gencar dalam memperkenalkan
produk-produk barunya.
d. Wirausahawan gagal menyesuaikan strategi produknya ketika ada perubahan.

e. Perusahaan kekurangan dana yang memadai dan kurang komitmen terhadap produk
baru.
Ada aturan-aturan pengembangan produk yang perlu diperhatikan meliputi hal-hal
a.
b.
c.
d.
e.
f.

berikut.
Sederhana (simplicity). Produk-produk harus mudah digunakan (user-friendly)
Integritas (integrity)
Fokuskan pada orangnya (human focus)
Berdaya juang/sinergi (synergy)
Kreativitas(creativity)
Risiko (risk)

2. TAHAP PENGENALAN
Pada tahap ini produk baru diperkenalkan kepada konsumen potensial. Karena
masih kurang diterima di pasa, produk baru harus mencoba menerobos pasar yang sudah
ada dan bersaing dengan produk yang sudah ada.
3. TAHAP PERUMBUHAN PENJUALAN
Setelah barang itu dikenal oleh consume, produk tersebut mulai masuk dan
diterima oleh konsumen atau disebut juga tahap pertumbuhan penjualan.
4. TAHAP KEMATANGAN
Pada tahap kematangan, volume penjualan terus meningkat dan margin laba
mencapai puncakny, tatapi kemudian menurun karena masuknya pesaing baru ke pasar.
Masuknya produk persaing sudah barang tentu menyebabkan menurunnya hasil
penjualan.
5. TAHAP KEJENUHAN
Pada tahap ini penjualan mencapai puncaknya dan konsumen mulai jenuh
terhadap produk tersebut. Oleh sebab itu, pada tahap inilah inovasi produk harus dimulai.
6. TAHAP PENURUNAN
Tahap ini merupakan lingkarang akhir daur hidup produk. Hasil penjualan produk
secara terus-menerus mulai menurun, produk-produk lama mulai diobral dan cuci
gudang, otomatis margin laba juga turun secara drastis.
TEMPAT (PLACE)
Tempat yang menarik bagi konsumen adalah tempat yang ppaling strategis, menyenangkan, dan
efisien. Untuk mencapai sasaran tempat yang baikdapat dilakukan dengan jalan sebagi berikut.
1. Memperbanyak saluran distribusi, misalkan langsung ke konsumen atau tidak lansung,
yaitu melalui para agen.

2. Memperluas segmentasi atau cakupannya, missal segmen local, regional, nasioanal, dan
internasional.
3. Menata penampilan tempat usaha, missal tata etalase, dan posisi produk.
4. Menggunakan cara penyimpanan barang seefisien mungkin.
5. Mengubah-ubah persediaan dari gudang satu ke gudang/tempat yang lain. Hal ini penting
untuk mengendalikan persediaan dan penawaran.
Menurut Lambing (2000: 64)) ada beberapa opsi distribusi yang tersedia yang tersedia bagi
wirausahawan yang ingin mengembangkan produk baru, yaitu mencakup hal-hal berikut.
a. Pemasaran langsung (direct marketing), yaitu system pemasaran yang secara langsung
perusahaab melakukan komunikasi dan melakukan transaksi kepada konsumennya. Ada
dua metode, pertama langsung kontak melalui pembeli dan penjualan (supply and
demand). Kedua, melalui katalog atau referensi yang ada pada internet atau dari
komunikasi lainnya.
b. Pedagang besar (wholesalers), yaitu produsen langsung menjual ke pengecer (retailer),
kemudian ke konsumen.
c. Para agen (agents atau manufactures representatives), yaitu perantaraan yang mengotak
dan melayani pedagan besar dan mereka diberi suatu komisi penjualan.

HARGA (PRICE)
Harga yang tepaat adalah harga yang terjangkau dan paling efisien bagi konsumen.
Wirausahawan bisa menciptakan harga yang paling efisien dengan inovasi dan kreativitasnya.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan antara lain ialah sebagai berikut.
1. Biaya barang dan jasa
2. Permintaan dan penawaran pasar

3. Antisipasi volume penjualan produk dan jasa


4. Harga pesaing
5. Kondisi ekonomi
6. Lokasi usaha
7. Fluktuasi musiman
8. Faktor psikologis pelanggan
9. Bunga kredit dan bentuk kredit
10. Sensitivitas harga pelanggan (elastisitas permintaan)
Selain harus mempertimbangkan faktor-faktor yang disebutkan tersebut, ada beberapa cara
yang dapat dilakukan untuk memberikan harga yang menarik bagi konsumen, yaitu mencakup
hal-hal berikut.
1. Menetukan harga dasar dan harga jual barang yang berbeda-beda. Ada beberapa hal yang
harus diperhatikan dalam menentukan harga, yaitu sebagai berikut.
a. Biaya penjualan dan biaya barang
b. Harga yang dimiliki pesaing
c. Elastisitas permintaan barang
Bila ada pesaing lain yang menjual barang dengan ukuran, sifat dan jenis barang yang
sama dengan barang dan jasa yang kita jual, gunakan strategi berikut.
a. Harga barang tertentu harus lebih rendah daripada harga barang pesaing, sedangkan
harga barang-barang lain sama atau lebih tinggi. Harga barang tertentu sama dengan
harga pesaing, tetapi dengan kualitas barang dan pelayanan yang berbeda dan lebih
menarik dan lebih baik.
b. Kualitas barang yang lebih baik dengan harga yang lebih baik.
2. Memberika potongan yang bervariasi, misalnya sebagai berikut.
a. Potongan penjualan tunai
b. Potongan penjualan dengan pembelian tunai
c. Sistem diskon/hadiah
3. Memberikan keringan waktu pembayaran, dengan tiga cara, yaitu sebagai berikut.
a. Pembayaran di muka
b. Pembayaran di belakang
c. Pembayaran di kredit/dicicil
PROMOSI (PROMOTION)
Promosi adalah cara mengomunikasikan barang dan jasa yang ditawarkan supaya
konsumen mengenal dan membeli. Tujuan promosi adalah memperkenalkan barang dan jasa agar

di ketahui,dibutuhkan dan diminta oleh konsumen. Hal ini dapat dilakukan dalam bentuk usaha
sebagai berikut :
a. Informasikan barang/jasa yang dihasilkan pada konsumen
b. Bujuk konsumen agar mau membeli barang/jasa yang dihasilkan
c. Pengaruhi konsumen agar tertarik terhadap barang/jasa yang kita hasilkan
Ada beberapa jenis promosi yaitu :
a. Iklan,misalnya melalui media cetak atau elektronik
b. Promosi penjualan misal pameran dagang
c. Wiraniaga, mempromosikan langsung barang itu ke konsumen sasaran membawa produk
contoh
d. Pemasaran langsung, langsung menghubungi konsumen
e. Humas yaitu mempublikasikan barang melalui pamphlet,baliho,dll.
Semua strategi tersebut bergantung pada elastisitas permintaan, biaya barang dan harga yang
dimiliki pesaing. Setelah barng dan jasa di produksi dikenal dan dibutuhkan konsumen, tugas
wirausahawan yaitu :

a. Mempertahankan pangsa pasar dan volume penjualan


b. Mengembangkan pangsa pasar dan volume penjualan
Untuk mempertahankan dan mengembangkan pangsa pasar,wirausahawan perlu melakukan
langkah langkah berikut :
a. Menghargai dan memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen
b. Menganalisis kelebihan dan kekurangan pemasaran yang kita miliki ataupun kelebihan
dan kelemahan pesaing
c. Mencari strategi lain untuk menyerang pemimpin pasar
Kiat kiat pemasaran bagi bisnis baru
Bila kita belum mengetahui barang dan jasa yang akan kita jual, kita terlebih dahulu harus
melakukan survey yang mencakup :
1. Cari peluang pasar

Untuk melihat peluang pasar, langkah yang harus dilakukan sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.

Barang dan jasa apa yang paling dibutuhkan konsumen?


Berapa banyak yang mereka butuhkan?
Kualitas yang mana yang paling tepat?
Berapa banyaknya?

Untuk melihat ada atau tidaknya peluang pasar yang dituju, ada beberapa langkah yang harus
diperhatikan yaitu :
a. Amati kebutuhan yang paling banyak diperlukan oleh masyarakat sekitar
b. Kapan saja mereka membutuhkan barang, misalnya setiap saat atau sering dibutuhkan,
kadang kadang dibutuhkan atau jarang dibutuhkan
c. Lihat karakteristik konsumen,baik dari segi jenis kelamin usia,pekerjaan maupun
pendidikan
d. Bagaimana daya beli konsumen
e. Lihat ada pesaing atau tidak
2. Tempat yang tepat
Carilah tempat memasarkan barang yang cocok. Missal ditempat yang ramai dan banyak
dikunjungi serta dilewati orang, contoh tempat pariwisata, pasar umum,dll.
3. Banyak barang yang dibutuhkan
Berapa banyak barang atau jasa yang butuhkan oleh konsumen rata-rata perhari
4. Tentukan target apa yang hendak kita capai
5. Fungsi-fungsi pemasaran usaha baru
Ada beberapa kegiatan dalam lingkup pemasaran yakni :
a. Pembelian yaitu membeli barang yang akan kita jual kembali. Dalam kegiatan ini kita
harus mencari pemasok missal agen. Bila dari produsen langsung tanyakan alamat
perusahaan.
b. Penyimpanan, simpan barang barang tersebut sebaik mingkin
c. Sortir dan pengemasan yaitu dilakukan dalam bentuk dan warna yang menarik,aman
dariperubahan bentuk,warna,sifat dan kualitas.
d. Penjualan, berarti menyajikan barang agar konsumen menjadi tertarik dan melakukan
pembelian.penjualan dapat dilakukan dengan cara

Langsung mendatangi konsumen


Menunggu kedatangan konsumen
Melayani pesanan
Kontrak produksi

D. TEKNIK PENGEMBANGAN USAHA


Perluasan skala ekonomi
Cara ini dapat dilakukan dengan menambah skala produksi,tenaga kerja,teknologi,sistem
distribusi dan tempat usaha. Ini dilakukan bila perluasan usaha atau peningkatan output akan
menurunkan biaya jangka panjang yang berarti mencapai skla ekonomi. Sebaliknya bila
peningkatan output mengakibatkan peningkatan biaya jangka panjang, maka tidak baik untuk
dilakukan. Dengan kata lain, bila produk barang dan jasa yang dihasilkan sudah mencapai
titik paling efisien, memperluas skala ekonomi tidak bisa dilakukan, sebab akan mendorong
kenaikan biaya.
Berdasarkan hal tersebut maka skala usaha ekonomi terjadi apabila perluasan usaha atau
peningkatan output menurunkan biaya jangka panjang. Skala usaha tidak ekonomis terjadi
apabila perluasan usaha meningkatkan biaya jangka panjang.
Perluasan cakupan usaha
Perluasan cakupan usaha adalah diversifikasi usaha ekonomis yang ditandai oleh iaya
produksi total bersama.Cara ini bisa dilakukan dengan menambah jenis usaha
baru,produk,dan jasa baru yang berbeda dari yang sekarang diproduksi serta dengan
teknologi yang berbeda. Dengan demikian lingkup usaha ekonomis dapat difenisikan sebagai
suatu divesifikasi usaha ekonomis yang ditandai oleh biaya produksi total bersama dalam

memproduksi dua atau lebih jenis produk secara bersama-sama adalah lebih kecil daripada
jumlah biaya produksi masing masing produk itu apabila diproduksi secara terpisah
perluasan cakupan usaha bisa dilakukan apabila wirausahawan memiliki permodalan yang
cukup.
Contoh :
Wirausahawan yang memproduksi barang X dengan biaya sebesar C(X) ingin memperluas
usaha dengan membeli perusahaan yang menghasilkan barang Y dengan besar biaya C(Y).
dengan demikian tingkat produksi sama diperlukan biaya produksi total bersama sebesar
C(X,Y). dalam kasus ini lingkup usaha ekonomis terjadi apabila biaya bersama lebih rendah
dari pada jumlah biaya apabila produk dihasilkan masing-masing atau C(X,Y)<C(X)
+C(Y),dengan derajat lingkup usaha ekonomis DE
C(X)+C(Y)-C(XY)
Derajat Ekonomis De =

C(X,Y)

Semakin rendah biaya produksi total bersama maka semakin tinggi derajar ekonomisnya
sehingga lingkup usaha dikatakan ekonomis. Untuk memperluas skala ekonomi atau lingkup
usaha, bila pengetahuan usaha dan permodalan cukup, wirausahawan bisa melakukan
kerjasama dengan perusahaan lain.
E. STRATEGI KEWIRAUSAHAAN
Pada umumnya perusahaan kecil yang berhasil secara berkesinambungan dan dapat
bersaing secara unggul memiliki keunggulan dalam bidang teknik, produk yang unik, dan
memiliki cakupan distribusi geografis pasar yang terbatas. Ada beberapa keputusan
strategis yang diperlukan dalam kondisi pertumbuhan, yaitu:
(1) Perubahan produk barang dan jasa. Hal mi menyangkut pertanyaan: Produk dan jasa
baru apa yang diinginkan oleh pelanggan? Apakah perubahan kebutuhan mereka
dapat ditentukan?

(2) Strategi yang menyangkut penetrasi pasar, ekspansi pasar, diversifikasi produk dan
jasa, integrasi regional, atau ekspansi usaha. Ini menyangkut pertanyaan: Bagaimana
pasar dapat dicapai? Bagaimana posisi strategis perusahaan harus diperbaiki? Peluang
mana yang akan diambil?
(3) Kemampuan untuk memperoleh modal investasi dalam rangka penelitian dan
pengembangan, proses produksi dan penggantian peralatan, dan dalam rangka
penambahan sumber daya manusia. Hal mi menyangkut pertanyaan: Berapa modal
yang diperlukan untuk investasi tersebut? Dan mana sumbemya?
(4) Analisis sumber daya manusia, sehingga memiliki keterampilan yang unik untuk
mengimplementasikan strategi. Pertanyaannya adalah: Bagaimana sumber daya
manusia itu akan dikembangkan supaya perusahaan sukses di pasar?
(5) Analisis pesaing baik yang ada maupun yang potensial untuk memantapkan stategi
bersaing. Keputusannya harus berdasarkan perilaku, sumber daya, dan komitmen
yang dimiliki pesaing di masa lalu. Apakah pesaing akan menanggapi strategi yang
kita terapkan? Kemampuan dan perencanaan apa yang dipenlukan untuk
mengantisipasi pesaing?
(6) Kemampuan untuk menopang keunggulan strategi perusahaan dan untuk
memodifikasi strategi dalam menghadapi perubahan permintaan pelanggan dan
perilaku strategi persaingan baru. Apakah perusahaan akan selalu mempertahankan
keunggulan strategi tersebut selama-lamanya?
(7) Penentuan harga barang atau jasa untuk jangka pendek dan jangka panjang. Apakah
keputusan penentuan harga sudah dibandingkan dengan strategi lain? Apakah analisis
elastisitas permintaan untuk setiap pasar sudah dipahami?
(8) Interaksi perusahaan dengan masyarakat luas. Apakah ada aksi strategis untuk
menjawab kebutuhan masyarakat?

(9) Pengaruh pertumbuhan perusahaan yang cepat terhadap aliran kas. Apakah
pertumbuhan perusahaan menimbulkan masalah likuiditas?

Strategi bagi Pemimpin Pasar (Market Leader)


Apabila perusahaan telah memiliki peluang pasar yang besar seperti pada masa
pertumbuhan, maka strateginya:
(1) Bersikap menyerang dan agresif untuk mempertahankan pangsa pasar. Wirausaha
harus siap memperbaiki strategi bersaingnya agar tetap dapat mempertahankan
reputasi terbaik di mata pelanggan
(2) Bersikap bertahan dan tidak terlalu agresif. Dalam posisi mi, setiap departemen secara
efektif menemukan keunggulan bersaing dan secara bertahap dapat membangun
hambatan masuk ke segmen pasar yang dipilih untuk bersaing.
(3) Tidak boleh ada anggapan bahwa perusahaan yang berhasil tidak memiliki tantangan.
Perusahaan yang pasif mempertahankan pasamya akan selalu mengundang pesaing
untuk

memasuki

pasar.

Kegagalan

dalam

mempertahankan

strategi

akan

memperlemah perusahaan dalam menanggapi serangan dan pesaing. Bila demikian


maka, pesaing akan menjadi pemimpin pasar (market leader) yang baru.
Strategi bagi Bukan Pemimpin Pasar

Perusahaan yang memasuki tahap pertumbuhan yang memiliki posisi kuat (bukan market
leader) di pasar, memiliki strategi tertentu. Akan tetapi strategi mi bukan untuk bersaing
dengan market leader. Strategi mi dilakukan dengan cara:
(1) Secara agresif menggunakan kompetensi terbaiknya untuk meraih peluang pasar
sehingga tidak tertandingi oleh pesaing. Wirausaha harus memposisikan dirinya
dalam segmen pasar kecil sebagai pemain yang paling dominan. Wirausaha
membangun

dan

mempertahankan

hubungan

secara

terbuka

dengan

para

pelanggannya. Dalam ha! i, wirausaha jarang mengabaikan peluang dan selalu


memperkuat hubungan melalui pelayanan yang istimewa dan atas kebutuhan
pelanggan.
(2) Mengembangkan strategi sebagaifollower leader. Dalam kondisi ekonomi yang baik,
perusahaan yang mengikuti strategi mi bisa berhasil. Ancaman untuk strategi mi
adalahjika pelanggan tidak lagi memandang perusahaan pemasok sebagai pilihan
pertama. Selain itu, pasar dengan produk danjasa sejenis (undifferentiated), bukanlah
pasar yang menarik untuk persaingan.
Strategi yang Lain
Banyak strategi yang dilakukan wirausaha pada tahap pertumbuhan, di antaranya:
(1) Pertahanan bersaing. Agar tetap dapat bersamg, maka pengembangan produk dan
perluasan pelayanan perusahaan harus selalu dinamis dan memposisikan perusahaan
dalam keadaan kritis. Perusahaan harus selalu inovatif dan memperbaiki
keberhasilannya di masa lalu atau memperbaiki produk yang pertama kali
dihasilkannya, sebab jika tidak akan ditinggalkan oleh pasar.
(2) Mencoba untuk produk yang menjadi pemukul besar (big hitter), dan tidak
berkonsentrasi pada perbaikan keberhasilan produk yang sudah ada. Keberhasilan
perusahaan seperti 3M (Man, Material, Market) tetap mendominasi posisi pasar
melalui pengenalan produk baru secara berkesinambungan.

(3) Mengambil langkah positif dan proaktif untuk menguasai manajer kunci dan ahli
teknik profesional yang selalu diikutsertakan dalam pembentukan keberhasilan
perusahaan. Sangatlah tidak mudah untuk menempatkan kembali kemampuan individual yang cakap. Oleh sebab itu, kehilangan seseorang yang cakap dan dianggap
kunci dapat menghancurkan keunggulan perusahaan dalam persaingan.

III. Penutup
KESIMPULAN DAN SARAN