Anda di halaman 1dari 28

MANAJEMEN OPERASI

Strategi
Tata Letak
Nama Kelompok :
Arnold Arzelan (8335154461)
Ferry Andrean Sitompul
(8335154668)
Nurul Mardhiyah (8335154391)
Rizki (8335154944)
Wahyu Diah Nurcahyo (8335153823)

TATA LETAK

Keputusan tata letak :


penempatan terbaik dari fasilitas
operasi/produksi, kantor, mesin,
meja atau pusat pelayanan
Tujuan manajemen : mengatur
sistem tata letak agar mampu
beroperasi dengan efektivitas
dan efisiensi yang tinggi

PENTINGNYA TATA LETAK

Keberhasilan operasi/produksi sangat


ditentukan oleh tata-letak fasilitas fisik.
Aliran material, produktivitas dan
hubungan manusia semua dipengaruhi
oleh fasilitas konversi; fasilitas
operasi/produksi
Tata letak yang efektif dapat membantu
organisasi mencapai hal-hal berikut :

Pemanfaatan yg lebih besar atas fasilitas


Arus informasi, bahan baku dan orang yg
lbh baik
Lebih memudahkan konsumen
Peningkatan moral karyawan dan kondisi
kerja yg lbh aman

Tujuan strategis tata letak :

KARAKTERISTIK TATA LETAK


Aspek
Operasi/Produksi
Produk

Aliran Pekerjaan

Ketrampilan
Orang

Dukungan Staf

Produk

Produk
Terstandar,
Volume tinggi,
stab output
stabil
Langsung, urutan
yg sama untuk
setiap unit
melakukan tugas
rutin, tugas
berulang dgn
kecep tetap,
sangat ter
spesialisasi
Besar, jadwal
material dan
orang, pantau
dan pelihara
pekerjaan

Tipe Tata Letak


Proses
Produk
terdifersifikasi,
Volume bervariasi,
stabilitas output
bervariasi
Aliran pekerjaan
bervariasi, setiap
unit punya urutan
pekerjaan yang
unik
Kerajinan
ketrampilan utama,
dapat bekerja
tanpa pengawasan
yg ketat, dpt
beradaptasi
Melakukan
pekerjaan:
penjadwalan,
handlingmaterial,
produksi dan
pengen-dalian
persediaan

Posisi Tetap
Dibuat berdasar
Order, Volume
rendah
Sdk/tdk ada
aliran, orang dan
alat dibawa ke
lokasi
Dibutuhkan
fleksibilitas yg
tinggi, penugasan
pekerjaan dan
lokasi beragam
Penjadawalan dan
koordinasi secara
sangat trampil

KARAKTERISTIK TATA LETAK


Aspek
Operasi/Produksi
Penanganan
Material
Persediaan
(Inventory)
Penggunaan
Ruang
Kebutuhan Modal
Biaya Produksi

Produk
Dpt diprediksi,
mengalir,
sistematis,
bahkan dapat
otomatis
Persediaan
Tinggi : bahan
mentah, sedang
dikerjakan
Penggunaan yg
efisien, rasio
output dgn ruang
tinggi
Investasi besar
utk peralatan
dan proses
khusus
Biaya tetap:
besar, Biaya
variabel: rendah

Tipe Tata Letak


Proses
Aliran bervariasi,
kadang duplikasi

Persediaan Rendah
utk yg sdg
dikerjakan, Rendah
untuik bahan
mentah
Rasio output dgn
ruang rendah,
kebutuhan
perkejaan dlm
proses tinggi
Kegunaan umum,
peralatan dan
proses fleksibel
Biaya tetap: relatif
rendah, Biaya
variabel : tinggi

Posisi Tetap
Aliran bervariasi,
kdg rendah, perlu
alat berat,
peralatan umum
Persediaan
bervariasi,
kerapkali
mengikat
Rasio unit dgn
ruang rendah jika
proses di lokasi
Kegunaan umum,
peralatan dan
proses bergerak
Biaya tetap:
relatif rendah,
Biaya variabel:
tinggi

JENIS TATA LETAK

Tata Letak Posisi Tetap: proyek besar dan


memakan tempat

Tata Letak Orientasi Proses : jumlah


produk sedikit, variasi produk besar

Tata Letak Kantor : menempatkan pekerja,


perlengkapan kerja dan ruang

Tata Letak Sektor Eceran/Jasa : alokasi


tempat untuk rak dan respon thd prilaku
konsumen

Tata Letak Gudang : alokasi ruang dan


barang persediaan
Tata Letak Orientasi Produk :
pemanfaatan karyawan dan mesin pada

STRATEGI TATA LETAK


Tata Letak
Posisi Tetap
Berorientasi
Proses
Kantor
Eceran/Jasa
Gudang
Berorientasi
Produk

Contoh
Dok Kapal
Bangunan
Plaza/Mall
Rumah Sakit
Restoran
Perusahaan
Asuransi
MS-Corporation
Supermarket
Minimarket
Gudang Bottling
Inc
Lini
Pusat
Distribusi
Perakitan
TV
Sonny
Angkutan antar
kota

Masalah
Penyimpanan bahan
di lokasi terbatas
Mengorganisir bahan
baku utk setiap
produk
Menempatkan pekerja yg
membutuhkan kontak
teratur

Menempatkan produk
yg bermarjin tinggi
Menyeimbangkan antara
penyimpanan dan
penanganan
Mengatur arus produk dari
satu station ke station kerja
lainnya

POSISI TETAP

Posisi tetap: tata letak yg mengharuskan


karyawan dan peralatan dalam satu wilayah
kerja.
Contoh : proyek pembuatan kapal,
konstruksi jalan tol, jembatan, rumah dan
sumur minyak
Tata letak ini rumit karena :

Ruang gerak dibatasi oleh lokasi


Pada tahap konstruksi, diperlukan bahan baku
yg berbedapenjadwalan
Jumlah bahan baku bervariasi

RUMUS

Biaya
Minimum :

Di mana
n = jumlah total stasiun kerja atau departemen
i, j = masing-masing departemen
Xij = jumlah beban yang dipindahkan dari
departemeni ke departemen j
Cij =biaya untuk memindahkan beban antara
departemen i ke departemen j

TAHAPAN PENYUSUNAN

Tahap 1. Buat matriks dari-ke yg menunjukkan arus


komponen atau bahan baku dari satu departemen
ke departemen lain.
Tahap 2. Tentukan kebutuhan ruang gerak untuk
setiap departmen.
Tahap 3. Bentuklah diagram yang menunjukkan
rangkaian urutan departemen yang dilewati oleh
komponen
Tahap 4. Tentukan biaya tata letak, menggunakan
persamaan: Biaya = Xij Cij
Tahap 5. Usahakan untuk memperbaiki tata letak
dengan cara trial & error agar biaya paling rendah
Tahap 6. Siapkan rencana terinci yang
mempertimbangkan ruang gerak dari setiap
departemen

TATA LETAK BERORIENTASI PROSES : SEL KERJA

Ada kasus khusus untuk tata kerja berorientasi


proses, yaitu berupa Sel Kerja
Sel kerja : memerlukan mesin yg disebar ke
berbagai departemen proses dan diatur menjadi
kelompok kecil sehingga keuntungan diciptakan
pada kumpulan unit atau sekelompok kumpulan
produk tertentu
Sel kerja dibangun mendekati/mengelilingi
produknya
Persyaratan tata letak produksi seluler :
Kode teknologi kelompok atau sejenisnya
Tingkat pelatihan dan fleksibilitas karyawan
tinggi

SEL KERJA
Keuntungan Tata Letak Sel Kerja
Mengurangi persediaan barang dalam
proses
Ruang lantai yang dibutuhkan berkurang
Menurunkan persediaan bahan baku dan
barang jadi
Menurunkan biaya tenaga kerja langsung
Partisipasi karyawan meningkat
Meningkatkan pemanfaatan peralatan dan
mesin
Mengurangi investasi untuk mesin dan
peralatan

SEL KERJA, PUSAT KERJA TERFOKUS DAN PABRIK


TERFOKUS
SEL KERJA

PUSAT KERJA
TERFOKUS

PABRIK
TERFOKUS

Sel Kerja :
pengaturan
sementara yg
berorientasi pada
produk atas mesin
dan manusia, pada
fasilitas yang awalnya
berorientasi pada
proses

Pusat Kerja
Terfokus :
pengaturan
permanen yang
berorientasi pada
produk atas mesin
dan manusia, pada
fasilitas yang awalnya
berorientasi pada
proses

Pabrik Terfokus :
fasilitas permanen
untuk memproduksi
suaytu produk atau
komponen fasilitas
yang berorientasi
pada produk

Contoh : Sebuah Jobshop dengan mesin


dan manusia yang
diatur ulang untuk
memproduksi 30

Contoh : Manufaktur
penahan pipa di
lokasi pembuatan
kapal

Contoh : Pabrik
untuk memproduksi
meknisme jendela
mobil

CONTOH LANGKAH PENGISIAN


SEL KERJA

Tata letak sekarang karyawan


berada dalam daerah tertutup
yang
kecil.
Tidak
dapat
meningkatkan kinerja tanpa
penambahan karyawan ketiga.

Tata letak ditingkatkan karyawan


terlatih dapat saling membantu,
dapat ditambahkan karyawan ketiga
jika hasil perlu ditingkatkan.

CONTOH LANGKAH PENGISIAN


SEL KERJA

Tata letak sekarang lini lurus


membuat sulit untuk
menyeimbangkan tugas karena
kerja tidak dibagi rata.

Tata letak ditingkatkan


dengan bentuk U, karyawan
memilikiakses yang lebih baik.
Empat karyawan berkurang
menjadi tiga karyawan

Sel kerja berbentuk U dapat mengurangi pergerakan


bahan dan karyawan, kebutuhan ruang,
meningkatkan komunikasi, mengurangi jumlah
karyawan, dan memudahkanpemeriksaan.

TATA LETAK KANTOR

Tata letak kantor bisa diatur di sekitar proses atau bisa juga
di sekitar produk atau diantaranya.
Kantor bisa dianggap sebagai organisasi seluler yg diatur
dan diatur ulang ketika prosedur dan jumlah produksi
berubah
Pada kantor konsultan teknik, konsultan utama hrs dekat
dengan para insinyur, tdk terlalu depat dgn sekretaris dan
pusat arsip, jauh dari mesin fotocopy dan gudang.
Ada pertimbangan yg terkait dgn kerja kelompok,
wewenang dan status
Haruskah semua ruangan berAC, semua karyawan
menggunakan pintu masuk, kamar kecil, loker dan kantin
yg sama ?
Ada dua trend besar saat ini :

Penggunaan teknologi spt : telepon seluler, faksimili, internet, homeoffice, laptop dan PDA yang memudahkan informasi.
Kantor maya (virtual office) yang menciptakan hubungan dinamis atas
ruang gerak dan pelayanan

TATA LETAK KANTOR


1.Direktur

A = Sangat perlu

1
O

2.CEO

3
U

3.Engineers
4.Secretary

8.Fotocopy
9.Gudang

5
I

I
A

A
O
U

E
E

O
U

O
I

X
A

O
E

6
U

7. Lemari Peralatan

5. Sales
6.Pusat Arsip

E = Sangat penting
I = Perlu
O = Tdk apa-apa
U= Tdk penting
X = Tdk perlu

TATA LETAK TOKO ECERAN

Tata letak toko berasumsi bahwa


penjualan tergantung pada daya tarik
produk
Ada korelasi antara tingkat display dengan
penjualan dan pengembalian investasi
Lima faktor dalam pengaturan tata letak
toko :

Produk yg banyak dibeli diletakkan dibatas luar


toko
Lokasi strategis utk produk yg cenderung dibeli
karena disukai dan marjinnya besar
Letakkan produk kuat di kedua sisi lorong toko
Lokasi buntut lorong dgn tingkat display yg
tinggi

TATA LETAK GUDANG

Tata letak gudang : kombinasi optimal


antara biaya penanganan barang dan
ruangan gudang
Manajemen pergudangan modern:
prosedur otomatis yg memanfaatkan
tongkat penumpuk otomatis, ban berjalan,
dan alat kendali canggih yg mengatur arus
bahan baku
Komponen tata letak gudang :

Wilayah penerimaan (muatan dikeluarkan)


Wilayah pemuatan (muatan dimasukan)

Desain fasiltas : jenis, asal dan lokasi

TATA LETAK BERORIENTASI


PRODUK

Tata letak berorientasi produk diatur di


sekitar produk atau sekumpulan
produk yang jumlahnya besar, namun
variasinya sedikit.
Versi tata letak berorientasi produk : lini
pabrikasi dan lini perakitan
Lini pabrikasi : membuat komponen
pada serangkaian mesin
Lini perakitan : menempatkan suku
cadang yg terpabrikasi bersama-sama di
serangkaian station kerja
Masalah dalam tata-letak berorientasi
produk : menjaga keseimbangan di

TATA LETAK BERORIENTASI


PRODUK

Tujuan : meminimalkan ketidakseimbangan


dalam lini produksi
Keuntungan:

biaya variabel per unit yg rendah jumlah produk yg


besar dan terstandarisasi
Biaya penanganan bahan baku yg rendah
Mengurangi persediaan barang dalam proses
Memudahkan pelatihan dan pengawasan

Keuntungan > kerugian karena :

Dibutuhkan jumlah produksi besar karena investasi yang


besar
Penghentian pekerjaan pada titik manapun di seluruh
operasi
Fleksibilitas yang rendah

PENYEIMBANGAN LINI
PERAKITAN

Pada lini perakitan, produk berpindah


dgn alat otomatis (ban berjalan, station
kerja)
Penyeimbangan dilakukan utk
meminimalisasi ketidakseimbangan antara
mesin atau orang dalam proses produksi

Manajemen mengetahui alat, peralatan dan


metode kerja
Manajemen menentukan waktu yg
diperlukan untuk setiap pekerjaan
Manajemen mengetahui hubungan antar
kegiatan, urutan tugas yg harus dilakukan

CONTOH MENGEMBANGKAN
DIAGRAM PRESEDEN UNTUK SEBUAH
LINI PERAKITAN
Boeing ingin membuat diagram
preseden untuk sebuah komponen
pesawat elektrostatis yang
membutuhkan waktu perakitan total 66
menit.
Pendekatan : Stafnya mengumpulkan
daftar tugas, waktu perakitan dan
langkah yang diperlukan komponen
dalam tabel berikut :

PENYEIMBANGAN LINI
PERAKITAN
Data Preseden
TUGAS

WAKTU

TUGAS
MENDAHULUI

10

11

12

C,D

11

G, H

TOTAL

66

5
C
10
A

11
B

3
F

7
G
3
I

4
D
12
E

11
H

PROSES PENYEIMBANGAN LINI


1. Hitung unit yang perlu dihasilkan per hari

(tingkat permintaan atau tingkat produksi) dan


bagi dengan waktu produksi yang tersedia per
hari (dalam menit atau detik). Kita peroleh
waktu siklus (cycle time) yaitu waktu
maksimal dimana produk dapat tersedia pada
setiap stasiun kerja jika tingkat produksi
tercapai.

Waktu Sikus

PROSES PENYEIMBANGAN LINI


2.
Hitung jumlah stasiun kerja minimal secara teoretis. Jumlah
ini merupakan waktu pengerjaan tugas total (waktu yang
dibutuhkan untuk membuat produk) dibagi dengan waktu
siklus. Pecahannya dibulatkan ke atas ke bilangan bulat
terdekat.
Jumlah Stasiun Kerja Minimum =
Dimana n merupakan jumlah tugas perakitan

3. Seimbangkan lini perakitan dengan memberikan tugas


perakitan tertentu pada setiap stasiun kerja.Keseimbangan
yang efisien dapat melengkapi perakitan yang dibutuhkan,
mengikuti urutan yang telah ditentukan, dan menjaga
supaya waktu kosong pada setiap stasiun kerja tetap
minimal

CONTOH PERHITUNGAN

Waktu tersedia untuk


produksi = 480 menit
per hari dan Target
produksi 40 unit
Waktu siklus = 480/40
= 12 menit per unit
Stasion kerja = waktu
tugas/waktu siklus =
66/12 = 5,5 bulatkan
jadi 6 stasion
Waktu di setiap
stasion = 12 menit
Efisiensi
keseimbangan = 66/(6
x 12) = 66/72 =
91,7%

Stasion
1
Stasion
2

10
A

11
B

5
Stasion 4
C
3
F

7
G

Stasion 6

3
I

4
D
Stasion 3

12
E

Stasion 5

11
H

PENUTUP

Tata letak secara substansial memberikan


perubahan pada efisiensi operasi/produksi
Enam tata letak klasik : posisi tetap,
berorientasi proses, kantor, eceran, gudang,
orientasi produk
Perusahaan industri fokus pada pengurangan
pergerakan bahan baku dan penyeimbangan lini
perakitan
Perusahaan eceran fokus pada usaha display
produk
Gudang fokus pada paduan antara biaya
penyimpanan dengan biaya penanganan bahan
baku