Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. Data Umum
1. Nama kepala keluarga

: Tn. A

2. Usia

: 37 Tahun

3. Pendidikan

: SD

4. Pekerjaan

: Buruh

5. Alamat

: Dusun Manis RT 01/ RW 02

6. Perincian anggota keluarga

No.

Nama

1.

Tn. A

37

Islam

2.

Ny. E

32

Islam

3.

Nn. N

16

Islam

4.

An. A

11

Kepla
keluarga
Isteri

SD

Buruh

Status
Kes/Ket
Sehat

SD

IRT

Sehat

Anak
kandung

SMK

Pelajar

Gastritis

Anak
Kandung

SD

Pelajar

Sehat

Umur Sex Agama Hubungan Pendidikan Pekerjaan

Islam

7. Genogram
Ny.A

Tn.B

Ny.
L

Tn. A

Tn. H

Nn.N

Tn. R

Nn.
S

An. A

Ny..
E

Ny. I

Tn. Y

8. Tipe keluarga
Keluarga Tn. A termasuk keluarga inti ( Nuclear Family ) yang terdiri dari
kepala keluarga, isteri dan 2 orang anak.
9. Budaya
Seluruh anggota keluarga berasal dari suku Sunda, Indonesia.
10. Agama
Semua anggota keluarga menganut agama Islam dan mereka selalu taat
beribadah dan menjalankan perintah Alloh SWT.
11. Status sosial ekonomi
Sebagian besar anggota keluarga memiliki penghasilan perbulannya, yaitu:
Kepala keluarga : 1.000.000/ bln
Dilihat dari penghasilan kepala keluarga dan harta benda yang dimilikidalam
keluarga, keluarga tersebut mempunyai status sosial ekonomi yang cukup.
B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahapan perkembangan keluarga
Keluarga Tn. A mempunyai tugas 2 orang anak, anak pertama perempuan
dengan umur 16 tahun dan anak yang kedua laki laki umur 11 tahun, maka
keluarga Tn. A berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak remaja.
2. Tugas tahapan perkembangan yang belum terpenuhi
Nn. N tergolong anak usia remaja awal. Terkadang emosinya masih tergolong
labil sehingga keluarga harus mampu membantu anak dalam mengontrol
emosinya dengan pendekatan yang adaptif dan edukatif. Keluarga juga harus
mampu membantu anak dalam mempersiapkan karir atau cita cita yang
diinginkannya serta mendorong anak untuk bisa memposisikan diri sebagai anak
tertua yang bertanggung jawab menjaga keluarga dan adiknya serta memberikan
pemahaman dan sikap moral terhadap norma norma yang berlaku baik di
keluarga maupun di masyarakat

3. Riwayat keluarga inti


Dalam keluarga, tidak ada riwayat penyakit menular dan menurun. Riwayat
kesehatan masing masing anggota keluarga adalah sebagai berikut:

Kepala Keluarga: tidak ada riwayat sakit yang mengharuskan klien untuk
berobat dan rawat inap di rumah sakit.

Istri: tidak ada riwayat sakit yang mengharuskan klien untuk berobat dan
rawat inap di rumah sakit.

Anak ke 1: klien mempunyai penyakit gastritis sehingga harus rawat inap


selama 2 hari di rumah sakit dan sekarang sudah sembuh. Namun, jika klien
telat makan, penyakit itu dapat kambuh dengan keluhan yang dirasakan
lambung terasa perihmenjalar sampai ke punggung. Biasanya saat kambuh,
klien cukup beli obat ke apotek.

Anak ke 2: tidak ada riwayat sakit yang mengharuskan klien untuk berobat
dan rawat inap di rumah sakit.

4. Riwayat keluarga sebelumnya


Dari keluarga Tn. A tepatnya ibunya pernah mengidap penyakit hipertensi,
sedangkan dari keluarga Ny. Tepatnya anak ke 2 (adik ibu E) pernah mengidap
sakit apendiksitis.
C. Pengkajian Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Luas rumah 144 M, tipe rumah permanen dengan jumlah ruang 3 kamar tidur, 1
ruang tamu sekaligus keluarga, 1 dapur, kamar mandi dan WC jadi satu. Jumlah
jendela 14 buah. Setiap ruangan, dimanfaatkan sebagaimana fungsinya secara
optimal. Peletakan perabot rumah tangga tertata rapi jenis septic tank dengan
sumber air bersih 10 meter. Sumber air minum yang digunakan adalah air sumur.
Denah rumah:
3
2

2. Karakteristik tetangga dengan komunitas


Tetangga klien yang ada di sekitar rumah ramah tamah. Klien tinggal di wilayah
pedesaan sehingga jarak rumah satu dengan yang lain cukup dekat. Warga
memiliki kebiasaan dan tradisi mengadakan pengajian tiap hari di tiap mesjid
dan yasinan tiap hari Jumat. Yasinan berlangsung di rumah di rumah masing
masing warga secara bergantian. Penduduk setempat juga mempunyai
kesepakatan apabila ada warga baru dan ada tamu yang menginap harap lapor
pada RT/RW.
3. Mobilitas geografis keluarga
Sejak Tn. A menikah dengan Ny. E, keluarga Tn. A tinggal di Tinggar dan tidak
pernah berpindah.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Setiap hari, sore atau malam klien dan keluarganya selalu meluangkan waktu
untuk berkumpul. Keluarga klien juga berinteraksi baik dengan masyarakat
sekitar.
D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Bahasa komunikasi yang digunakan dalam keluarga dan dengan masyarakat
adalah bahasa sunda. Komunikasi antar keluarga lebih sering mulai sore hari
karena Tn. A pulang kerja sore hari.
2. Struktur kekuatan keluarga
Klien memberi nasihat kepada anak anaknya bagaimana cara berprilaku yang
baik, sopan santun, tatakrama, cara menjaga hubungan baik dengan orang lain,
cara berumah tangga yang baik dan mendidik anak. Untuk kekuatan keluarga
masih teteap berada pada Tn. A, maka jika ada permasalahan selalu diselesaikan
dengan isterinya.
3. Struktur peran (formal dan informal)

Tn. A
Peran informal

: menjadi pengurus keamanan lingkungan di

masyarakat.
Peran formal

: menjadi kepala keluarga, suami dan ayah.

Ny. E
Peran informal

: hanya menjadi anggota masyarakat

Peran formal

: sebagai ibu rumah tangga dan istri.

Nn. N
Peran informal

Peran formal

: anak

An. A
Peran informal

Peran formal

: anak

4. Nilai dan norma budaya


Keluarga meyakini bahwa kesehatan sangat penting, sehingga mereka
membiasakan

cuci

tangan

sebelum

makan,

menjaga

kebersihan

dan

memperhatikan kecukupan gizi dalam keluarga.


5. Sistem pendukung keluarga
Semua anggota keluarga dalam kondisi sehat. Antar keluarga saling menyayangi
satu sama yang lain. Keluarga klien memiliki fasilitas kesehatan meliputi sarana,
MCK, tempat tidur yang nyaman, sumber air bersih, motor sebagai sarana
transportasi. Sedangkan fasilitas sosialnya berupa mengikuti penyuluhan tentang
bahaya merokok, diadakannya imunisasi misalnya campak, polio, dan lain lain.
Sedangkan dukungan psikolog dan spiritual keluarga terpenuhi dengan baik.
E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif
Keluarga klien saling perhatian dan kasih sayang. Klien selalu mendukung apa
yang dilakukannya selama dalam batas kewajaran dan tidak melanggar etika dan
sopan santun. Diterapkannya demokrasi dalam mengatasi permasalahan
keluarga.
2. Fungsi sosialisasi
Interaksi antar anggota keluarga terjalin baik, masing masing anggota keluarga
masih memperhatikan dan menerapkan etika atau sopan santun dalam
berperilaku.

3. Fungsi perawatan kesehatan


a. Mengenal masalah kesehatan
Keluarga cukup mengetahui mengenai penyakit, namun pengetahuan
mengenai penanganan jika mengalami kekambuhan kurang. Terbukti saat
Nn. N merasakan penyakitnya kambuh, ibunya hanya membeli obat dari
warung. Lalu digunakan untuk istirahat sampai terasa baik.
b. Mengambil keputusan terhadap tindakan kesehatan
o Keluarga cukup mengerti tentang kesehatan pada anggota keluarganya
o Anggota keluarga cukup peka terhadap anggota keluarga yang sakit.
Namun kadang maslah kesehatan tersebut dianggap sepele atau tidak
begitu diperhatikan secara lebih lanjut.
o Keluarga tetap berusaha agar penyakit yang diderita tidak kambuh dan
selalu mencari solusi jika keluarga sakit.
o Keluarga sangat cemas dengan kemungkinan penyakit yang menyerang
anggota keluarga yang lain.
o Keluarga selalu menanggapi setiap masalah kesehatan secara positif.
o Keluarga kuarang mendapat informasi yang tepat mengenai tindakan
yang dilakukan jika masalah kesehatan muncul dalam keluarga, sehingga
tidak dapat mengambil keputusan.
c. Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan
o Pengetahuan keluarga mengenai penyakit terbatas, keluarga sedikit
mengerti mengenai hal hal yang dapat menyebabbkan kekambuhan dan
yang perludilakukan untuk mencegah kekambuhan.
o Jika anggota keluarga ada yang sakit dan sekiranya perlu penanganan
tenaga kesehatan maka keluarga segara membawanya ke rumah sakit.
Namun jika masih ringan, keluarga cukuup menganjurkan istirahat, dan
mengkonsumsi obat dari warung atau apotek.
o Untuk berjaga jaga, keluarga hanya menyediakan obat obattan yang
sering dikonsumsi dan cocok bagi masing masing anggota keluarga.
o Keluarga memberikan perhatian, kasih sayang dan support agar dapat
membantu proses penyembuhan.

d. Memodifikasi lingkungan
o Anggota keluarga mengerti potensi yang ada pada setiap anggota
keluarga dan mengerti tentang sumber sumber keluarga yang dimiliki.
o Keluarga menyadari bahwadengan menciptakan lingkungan yang bersih
dapat mencegah penyebaran berbagai jenis penyakit.
o Keluarga mengerti dan menyadari tentang pentingnya kebersihan sanitasi
untukmenciptakan rumah sehat.
o Keluarga secara bersama sama memepertahankan kondisi kesehatan
mereka dengan cara makan teratur, memenuhi gizi seimbang, menjaga
kondisi tubuh, tidur teratur dan cukup, mengatur waktu antara bekerja,
berkumpul bersama keluarga, rekreasi atau berkumpul bersama teman
dan sanak saudara.
e. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
o Keluarga mengetahui dengan jelas tentang segala fasilitas fasilitas
kesehatan yang ada di sekitar.
o Keluarga memahami dan mengerti keuntungan keuntungan yang
diperoleh jika mereka memanfaatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
o Fasilitas kesehatan yang ada terjangkau oleh keluarga
o Keluarga percaya terhadap tenaga dan fasilitas kesehatan. Hal ini terbukti
dengan Ny. E selalu memeriksakan jika ada salah satu angggota
keluarganya yang sakit.
4. Fungsi reproduksi
o Jumlah anak yang dimiliki ada 2 orang yaitu 1 perempuan satu laki laki.
o Keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga dengan menjaga jarak
kelahiran anak satu dengan anak yang lain.
o Ny. E menggunakan metode program KB jenis KB suntik 3 bulan.
5. Fungsi ekonomi
o Keluarga mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan dari
pendapatan

yang

diterima

perbulan

serta

keluaga

menyisihkan

pendapatannya untuk keperluan tak terduga.


o Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada seperti
puskesmas, poliklinik dll.

F. Stres Dan Koping Keluarga


1. Stresor jangka pendek dan panjang
a. Stressor jangka pendek
Keluarga Tn. A ingin anak pertamanya menjadi anak yang pintar, anak yang
penurut, serta mau mengerti kondisi ekonomi keluarganya saat mengalami
krisis keuangan.
b. Stressor jangka panjang
Keluarga Tn. A ingin anaknya hidup mandiri secara penuh tanpa bergantung
pada orang tua. Mampu belajar hidup yang sehat terhadap diri sendiri sebagai
organism yang sedang tumbuh, menjadi pribadi yang kuat dan mau menerima
keadaan baik secara fisik maupun financial keluarga.
2. Strategi koping yang digunakan
Bila ada permasalahan dalam keluarga, sering diselesaikan dengan musyawarah.
3. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor/situasi
Keluarga Tn A sudah dapat beradaptasi dengan baik dengan perkembangan
anaknya sekarang ini. Mereka menyebutkan hal itu masih wajar dan masih bisa
diperbaiki melalui pendekatan yang edukatif.
4. Harapan keluarga pada perawat
Keluarga Tn. A berharap agar perawat/ petugas kesehatan yang ada mampu
memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan sama rata tidak membeda
bedakan berdasarkan status social ekonomi.
5. Persepsi keluarga terhadap perawat
Perawat merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang mampu memberikan
pelayanan kesehatan yang optimal tanpa membeda bedakan status social
ekonomi masyarakat tertentu.
6. Harapan keluarga terhadap perawat berhubungan dengan masalah yang dihadapi
Keluarga Tn. A sangat berharap dengan adanya penyuluhan kesehatan tentang
penyakit gastritis ini dapat berguna dan bermanfaat untuk dapat lebih
meningkatkan pengetahuan tentang cara mencegah adan merawat anggota
keluarganya. Tn. A berharap anaknya Nn, N agar terhindar dari akibat atau
komplikasi yang lebih parah.

G. Pemeriksaan Fisik

No
1

Pengkajian
Keadaan

Tn. S

Ny.R

An.F

An.S

Rambut

Rambut

Rambu

Rambut

pendek,

panjang,

pendek,

tipis, rapih,

rapih,

hitam,tidak

rapih, tidak tidak

hitam,

rontok,tidak ada

bersih,

ada

umum
2

Kepala

tidak

ada

kelainan

kelainan

ada kelainan

kelainan
3

Mata

Sklera tidak Sklera tidak Sklera tidak Sklera tidak


ikterus,

ikterus,

ikterus,

ikterus,

konjungtiva konjungtiva konjungtiva konjungtiva


tidak

tidak

tidak

tidak

anemis,

anemis,

anemis,

anemis,

tidak

ada tidak

ada tidak

ada tidak

ada

peradangan, peradangan, peradangan, peradangan,

Telinga

visus

visus

visus

visus

normal

normal

normal

normal

Bersih,

Bersih,

Sedikit

Bersih,

tidak

ada tidak

serumen
dan
5.

Hidung

serumen

tidak dan

ada tidak

serumen

tidak dan

ada

serumen

tidak dan

tidak

ada luka

ada luka

ada luka

ada luka

Bersih,

Bersih,

Bersih,

Bersih,ada

tidak

ada tidak

sekret,
Mulut

ada kotor,

ada tidak

sekret,

tidak

ada sedikit

sekret,

ada tidak

sekret, tidak

ada tidak

ada ada

kelainan

kelainan

kelainan

kelainan

Stomatitis

Stomatitis

Stomatitis

Stomatitis

7.
tidak
Leher
8.

dan

tenggorokan

ada, tidak

ada, tidak

ada, tidak

tidak

gigi

kiri tidak

terdapat

bawah

terdapat

karang gigi

karang gigi

berlubang

karang gigi

dan banyak

terdapat

gigi

karang gigi
Nyeri tekan
(-),
9.

pembesaran

ada,terdapat

yang

berlubang
Nyeri tekan

Nyeri tekan
(-),

(-),
pembesaran

Nyeri tekan
(-),

H. Riwayat Kesehatan Anggota Keluarga


1. Riwayat kesehatan keluarga terdahulu
Tn. A mengatakan ada salah satu anggota keluarga yang sakit yaitu Nn. N. Nn. N
memiliki riwayat penyakit gastritis 6 bulan yang lalu dan Nn. N pernah dirawat
di Rumah sakit selama 2 hari.
2. Riwayat kesehatan keluarga sekarang
Tn. A mengatakan untuk kesehtan keluarga sekarang tidak ada anggota keluarga
yang sakit semuanya dalam keadaan sehat.
I. Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Anggota Keluarga
No.
1.

2.

Aktivitas
Nutrisi

Intake
Cairan

3.

Eliminasi

4.

Mobilisasi

Tn. A

Ny. E

Nn. N

An.A

5.

Personal
Hygiene

J. Analisa Data
No.

Data

Etiologi

Masalah

No.

Data

Etiologi

Masalah

K. Skoring Dan Prioritas Masalah


Kriteria
Sifat masalah:

Kemungkinan

Bobot

masalah

dapat diubah:

Potensial masalah dapat


dicegah:

Menonjolnya masalah:

Skor

Pembenaran

Total
L. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Masalah

M. Rencana Asuhan Keperawatan

No.

Diagnosa
Keperawatan

No.

Diagnosa
Keperawatan

Tujuan
Umum

Khusus

Kriteria Evaluasi
Kriteria
Standar

Intervensi

Khusus

Kriteria Evaluasi
Kriteria
Standar

Intervensi

Tujuan
Umum

No.

Diagnosa
Keperawatan

Tanggal, Waktu

N. Implementasi Keperawatan

Implementasi

Evaluasi
Formatif

Paraf

O. Evaluasi Sumatif
Tanggal

Diagnosa
Keperawatan

Evaluasi Sumatif

Paraf