Anda di halaman 1dari 4

aseton

ASETOFENON = METIL FENIL KETON


Struktur : (R)2-C=O
Ada beberapa metode penangasan yang biasa ditemukan dalam laboratorium. Tapi
dalam laboratorium kimia organik di mana banyak terdapat pelarut volatil dan
mudah terbakar, perlu ekstra hati-hati memilih penangas. Penangasan dengan
menggunakan nyala api langsung seperti bunsen sebaiknya dihindari. Seandainya
harus menggunakan maka pastikan bahwa zat/pelarut yang akan dipanaskan
adalah zat/pelarut yang tidak mudah terbakar (misalnya air), dan di sekitar
tempat bekerja tidak ada zat/pelarut yang mudah terbakar. Ada beberapa alat
penangas yang relatif aman digunakan, tergantung pada derajat penangasan yang
diinginkan.
Untuk pemanasan pelarut-pelarut organik (titik didih di bawah
o
100 C), seperti eter, metanol, alkohol, benzena, heksana, dan sebagainya,
maka penggunaan penangas air adalah cara termurah dan aman.
Pemanasan dengan api terbuka, meskipun dengan api sekecil apapun,
akan sangat berbahaya karena api tersebut dapat menyambar ke arah
uap pelarut organik. Demikian juga pemanasan dengan hot plate juga
berbahaya, karena suhu permukaan dapat jauh melebihi titik nyala
pelarut organik.
Pemanasan pelarut yang bertitik didih lebih dari 100oC, dapat
dilakukan dengan aman apabila memakai labu gelas borosilikat dan
pemanas listrik (heating mantle). Pemanas tersebut ukurannya harus
sesuai besarnya labu gelas. Penangas minyak dapat pula dipakai
meskipun agak kurang praktis. Walaupun demikian penangas pasir yang
dipanaskan dengan terbuka, tetap berbahaya untuk bahan-bahan yang
mudah terbakar. Untuk keperluan pendidikan, pemanas bunsen dengan
dilengkapi anyaman kawat (wire gause) cukup murah dan memadahi
untuk bahan-bahan yang tidak mudah terbakar.

Secara umum kegunaan Iod antara lain : (Achmad, : 74)


a.
b.
c.
d.

Obat obatan
Pembuatan zat warna
Quartz-Yod untuk bola lampu; NH4I untuk lensa
Polaroid; AgI untuk fotografi.

Beberapa kegunaan spesifik iodine : (Sunardi, : 91).


a.

Natrium iodide (NaI) yang digunakan dalam garam dapur berfungsi untuk mencegah
penyakit gondok.
b. Iodoform (CHI3) digunakan sebagai desinfektan (untuk mengobati penyakit borok).
c. Digunakan dalam industri tapioca.
d. Larutan iodine dalam alcohol digunakan sebagai obat luka.
e. Radioisotope iodine digunakan dalam bidang kedokteran dan penelitian.
f. Beberapa jenis senyawa iodine digunakan sebagai oksidator.

contoh reaksi redoks

rafha santii Dijawab 1 tahun yang lalu

Perbedaan antara aldehid dan keton adalah keberadaan sebuah atom hidrogen yang terikat
pada ikatan rangkap C=O dalam aldehid, sedangkan pada keton tidak ditemukan hidrogen
seperti ini.
Keberadaan atom hidrogen tersebut menjadikan aldehid sangat mudah teroksidasi. Atau
dengan kata lain, aldehid adalah agen pereduksi yang kuat.
Karena keton tidak memiliki atom hidrogen istimewa ini, maka keton sangat sulit dioksidasi.
Hanya agen pengoksidasi sangat kuat seperti larutan kalium manganat(VII) (larutan kalium
permanganat) yang bisa mengoksidasi keton itupun dengan mekanisme yang tidak rapi,
dengan memutus ikatan-ikatan C-C.
Aldehid dapat dioksidasi dengan mudah menggunakan semua jenis agen pengoksidasi;
sedangkan keton tidak.
pada keton, gugus karbonil memiliki dua gugus hidrokarbon (CnHy) yang terikat
padanya
CnHy - C = O
..........|
.......CnHy
Keton tidak memiliki atom hidrogen tersebut sehingga tidak mudah dioksidasi.

pada aldehid, gugus karbonil memiliki satu atom hidrogen (H) yang terikat padanya
CnHy - C = O
..........|
.........H
Aldehid memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonilnya. Ini
menyebabkan aldehid sangat mudah teroksidasi

fenol

asam benzoat

Hanya ethanol dan alcohol yang memiiki struktur CH3CH(OH) yang dapat
bereaksi.Alkohol ini dapat bereaksi dengan Iodine dalam NaOH dan memberikan endapan
iodoform bewarna kuning .
Reaksi:
RCH(OH)CH3 + 4I2 + 6NaOH --------->> RCOONa + 5NaI +5H2O + CHI3
Tes Benedict
Aldehida alifatik dioksidasi menjadi asam karboksilat dengan pereaksi benedict( kompleks
ion Cu(II) sitrat dalam larutan basa). Ion Cu(II) direduksi menjadi Cu2O(endapan berwarna
merah bata). Aldehida aromatik dan keton tidak bereaksi dengan pereaksi benedict.
R-CHO + 2Cu2+ + 5 OH R-COO- + Cu2O + 3 H2O
Biru
merah bata
A.Iodoform

Iodoform merupakan salah satu haloform yang terbentuk kristal berwarna


kuning, dan sedikit larut dalam air. Secara umum haloform dibuat dari suatu senyawa metil
keton / metil aldehida atau dari senyawa yang bila teroksidasi menghasilkan senyawa
tersebut. Metil keton menghasilkan endapan kuning iodoform jika direaksikan dengan iodine
dalam larutan NaOH.
R-C-CH3+ 3 I2+ 4NaOH R-C-ONa + 3 NaI + 3 H2O + CHI3

Metil keton Iodoform kuning


Untuk pembahasan ini, diasumsikan bahwa pereaksi yang kita gunakan adalah
larutan iodin dan natrium hidroksida. Tahap pertama melibatkan substitusi ketiga
atom hidrogen dalam gugus metil dengan atom-atom iodin. Keberadaan ion-ion
hidroksida cukup penting untuk berlangsungnya reaksi ion-ion ini terlibat dalam
mekanisme reaksi.
Pada tahap kedua, ikatan antara C I3 dan ikatan lainnya pada molekul terputus
menghasilkan triiodometana (iodoform) dan garam dari sebuah asam.
B.Tes Benedict

Tes benedict memberikan hasil positif bila terbentuk endapan merah bata. Aldehida
alifatik dioksidasi menjadi asam karboksilat dengan pereaksi benedict( kompleks
ion Cu(II) sitrat dalam larutan basa). Ion Cu(II) direduksi menjadi Cu2O(endapan
berwarna merah bata). Aldehida aromatik dan keton tidak bereaksi dengan pereaksi
benedict.
R-CHO + 2Cu2+ 5 OH R-COO- + Cu2O + 3 H2O

Biru merah bata