Anda di halaman 1dari 3

Estetika

Alasan gigi tiruan perlu dilakukan perbaikan selain dikarenakan mengalami patah adalah
pertimbangan estetika dari gigi tiruan tersebut. Penyebab rusaknya estetika dari gigi tiruan
dapat dikarenakan adanya perubahan warna dan kandidiasis.
1. Perubahan warna
Perubahan warna pada gigi tiruan dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor
ekstrinsik
a. Faktor intrinsik
- penambahan bahan penguat pada basis gigi tiruan yaitu serat juga
menyebabkan perubahan warna pada basis gigi tiruan resin akrilik (Prasetyo,
2008).
- ukuran sampel, mikroporositas sampel dan lamanya kontak antara bahan.
Semakin luas ukuran sampel maka semakin besar perubahan fisik pada bahan
tersebut dapat terjadi. Mikroporositas menentukan terjadinya penempelan
partikel warna pada daerah yang poreus.(Anusavice, 2004) Semakin banyak
porositas maka akumulasi dari zat warna yang terabsorbsi melalui proses
difusi juga akan semakin banyak. Lama kontak antara bahan resin dan zat
berwarna mempengaruhi perubahan warna, hal ini karena semakin lama bahan
resin direndam maka semakin besar perubahan warna yang terjadi. (Aprilia,
2007)
- kekasaran permukaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lain.
Ini karena kekasaran permukaan akan mempengaruhi retensi plak dan
akumulasi stain pada bahan restorasi. Makin kasar sesuatu permukaan maka
makin mudah akumulasi stain dan akhirnya menyebabkan perubahan warna
pada bahan restorasi.(Dewi, 2011)
b. Faktor ekstrinsik
- stain akibat absorpsi bahan pewarna dari sumbersumber eksogen seperti teh,
kopi, minuman ringan.(Prasetyo, 2008) Umumnya makanan atau minuman
dapat memiliki warna karena empat hal yaitu (Dewi, 2011) :
a. Pigmen yang secara alami terdapat pada tanaman dan hewan, sebagai
contoh klorofil yang memberi warna hijau, karoten yang memberi warna
jingga sampai merah, dan mioglobin yang memberi warna merah pada daging.
b. Reaksi karamelisasi yang timbul bila gula dipanaskan. Reaksi ini akan
memberikan warna cokelat sampai kehitaman, contohnya pada kembang gula
karamel.
c. Reaksi Maillard yaitu reaksi antara gugus amino protein dengan gugus
karbonil gula pereduksi, reaksi ini memberikan warna gelap misalnya pada
susu bubuk yang disimpan lama.
d. Reaksi senyawa organik dengan udara (oksidasi) yang menghasilkan warna
hitam, misalnya warna gelap atau hitam pada permukaan buah-buahan yang
telah dipotong dan dibiarkan di udara terbuka beberapa waktu. Reaksi ini
dipercepat oleh adanya kontak dengan oksigen.
e. Penambahan zat warna, baik alami maupun sintetik. Zat warna sintetik
termasuk ke dalam zat adiktif atau bahan tambahan makanan yang
penggunaannya tidak bisa sembarangan.
- bahan pembersih gigi tiruan.(Prasetyo, 2008)
Beberapa pembersihan dengan cara perendaman telah terbukti menjadi agen
pembersih yang efektif. Sebuah larutan air yang mengandung hipoklorit dan

fosfat kaca (Calgon) merupakan pembersih gigi tiruan yang efektif yang tidak
menyebabkan perubahan warna pada dental plastic atau meninggalkan sisa
metal di gigi tiruan porselen ketika digunakan sesekali. Sebuah solusi yang
terdiri dari 1 sdt dari hipoklorit, seperti Clorox, dan 2 sdt Calgon di setengah
gelas air telah direkomendasikan untuk perendaman semalam sesekali gigi
tiruan plastis. Pembersih ini tidak dianjurkan untuk digunakan pada prostesis
yang mengandung kobalt-krom atau nickelchromium alloy karena larutan
klorin cenderung menggelapkan logam ini.( Craig, 2002)
2. Kandidiasis
Pada pasien pengguna gigitiruan, kandidiasis yang paling banyak ditemukan yakni
Kandidiasis eritematosa. Kandidiasis Eritematosa juga dikenal dengan nama
kandidiasis atropik akut atau dentures sore mouth atau dentures stomatitis. Kira-kira
26% pemakai gigi tiruan mempunyai keluhan ini. Budtz-Jorgensen dalam tulisannya
mengemukakan bahwa Kandidiasis eritematosa dapat disebabkan oleh bermacammacam faktor yaitu trauma, infeksi, pemakaian gigitiruan yang terus menerus,oral
hygiene jelek, alergi, dan gangguan sistemik.20,21 Adanya biofilm atau plak pada
gigitiruan yang berkontak dengan permukaan mukosa adalah faktor etiologi yang
terbesar dalam patogenesis yang terjadi pada Kandidiasis ini. Kolonisasi mikroba
yang ada pada permukaan gigitiruan membentuk suatu deposit yang dikenal sebagai
plak denture. Porositi pada permukaan gigi tiruan berperan penting dalam proses
pembentukan plak. Plak pada basis gigi tiruan merupakan tempat yang baik bagi
berkumpulnya mikroorganisme termasuk Kandida albikan.Peningkatan jumlah
Kandida albikan dapat mengubah sifat komensal menjadi parasit, yaitu dari bentuk
yeast menjadi hyphae. Bentuk hyphae ini merupakan inisiator invasi kedalam jaringan
sehingga dapat menimbulkan Kandidiasis eritematosa.(Moheidy Bin Mohd, 2010)
Craig, Robert G. 2002. Restorative Dental Materials. United States: Mosby
Moheidy Bin Mohd Zain, Roy. 2010. Persentase Kolonisasi Streptococcus Mutans Pada
Pasien Denture Stomatitis Yang Memakai Gigitiruan Penuh Rahang Atas Di Klinik
FKG-USU Maret-Mei 2010. [online] Available from:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19050/4/Chapter%20II.pdf. [diakses
pada: 23 Mei 2015]
Prasetyo EA. 2008. Jurnal ilmu konservasi gigi: Perubahan warna resin komposit hibrid
setelah direndam dalam minuman bewarna. 1(1):51-54.
Aprilia, Rochyani L, Rahardiarto E. 2007. Indonesian journal of dentistry : Pengaruh
minuman kopi terhadap perubahan warna pada resin komposit..; 14(3): 164-170.
Anusavice, KJ. Phillips Science of dental materials. Alih bahasa. Johan Arief
Budiman dan Susi Purwoko. Edisi ke-10, Jakarta : EGC, 2004 : 197-223.
Dewi, Lisa Silvia. 2011. Perubahan Warna Pada Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik
Polimerisasi Panas Setelah Perendaman Dalam Minuman Soda. [online]
Available from: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/28529
[diakses pada: 23 Mei 2015]