Anda di halaman 1dari 23

PROPOSAL

PENGAJUAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

PENGAWASAN MUTU SECARA MIKROBIOLOGI PADA SUSU UHT


(ULTRA HIGH TEMPERATURE ) FRISIAN FLAG DI PT FRISIAN FLAG
INDONESIA CIRACAS JAKARTA TIMUR

Oleh :
Ajeng Tri Octavia
J3E214112

PROGRAM KEAHLIAN SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL


Nama

: Ajeng Tri Octavia

NIM

: J3E214112

Program Keahlian : Supervisor Jaminan Mutu Pangan


Tempat

: PT Frisian Flag Indonesia Ciracas Jakarta Timur

Bogor, 10 November 2016


Disetujui,
Dosen Pembimbing Akademik

Dr. Ir. Ika Amalia Kartika, DEA


NIP 0421082009

Diketahui,
Koordinator Program Keahlian
Supervisor Jaminan Mutu Pangan

Ir. C.C Nurwitri, DAA


NIP 19580504 198503 2 001

BAB I
1.1

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada era globalisasi dan persaingan bebas tenaga kerja, menuntut kita

untuk selalu mengembangkan diri secara profesional. Sebagai kaum intelektual


muda Indonesia, selain perlu belajar secara mandiri, perlu pula dukungan
pembelajaran dari berbagai pihak intelektual yang lain. Banyaknya ilmu yang
diperoleh selama masa perkuliahan terasa belum cukup tanpa menimba dan
melihat langsung bagaimana ilmu itu dapat diaplikasikan.
Dukungan dan dorongan para ahli intelektual senior memiliki arti yang
sangat penting dalam menumbuhkan semangat dan kinerja kaum intelektual
muda. Praktik kerja lapangan (PKL) merupakan tugas yang harus dilaksanakan
mahasiswa Program Diploma IPB sebagai penerapan langsung teori ke praktik di
dunia kerja serta untuk memenuhi tugas akhir. Kegiatan ini akan dilakukan di PT
Frisian Flag Indonesia Jakarta Timur.
Dengan menggunakan dan menerapkan disiplin ilmu yang diperoleh,
diharapkan mahasiswa mampu belajar dan menemukan solusi terhadap berbagai
permasalahan yang muncul di dunia kerja. Kegiatan PKL diharapkan dapat
menjadi ajang mengenal dunia kerja, praktik kerja, memahami permasalahan
yang ada, dan belajar menemukan solusi pemecahan masalah.
1.2

Tujuan
Tujuan Praktik Kerja Lapangan ini yaitu mengaplikasikan ilmu yang telah

didapat selama mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi, belajar berinteraksi


secara profesional di lingkungan kerja dan diharapkan dapat memberikan
masukan yang bemanfaaat bagi PT Frisian Flag Indonesia Jakarta Timur.
1.3

Ruang lingkup
Ruang lingkup yang menjadi fokus pada Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini

mencakup salah satu kegiatan produksi di PT Frisian Flag Indonesia. Kegiatan


tersebut yaitu pengawasan mutu secara mikrobiologi pada susu UHT Frisian
Flag.
1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari Praktik Kerja Lapangan ini
adalah :

1. Bagi mahasiswa untuk mengenalkan dan memberikan gambaran tentang

dunia kerja di industri pangan.


2. Bagi perusahaan dapat memperkuat hubungan institusi pendidikan

dengan perusahaan serta dapat mencari calon pekerja unggul dari


mahasiswa yang melakukan praktik kerja lapangan.
3. Bagi institusi dapat memberikan saran dan rekomendasi yang bermanfaat
dalam pengembangan industri

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Pengawasan Mutu
Pengertian mutu berdasarkan SNI 9000:2001, mengartikan mutu dapat

dinilai secara kualitatif dengan menggunakan kata sifat, seperti baik, buruk atau
baik sekali. Mutu juga dapat diartikan sebagai faktor pada komoditas yang
membedakan tingkat pemuas bagi pembeli atau konsumen (Soekarto didalam
Yana D A, 2004). Menurut Linn (didalam Deviyanti, 2008) mutu produk adalah
kesesuaian sifat terhadap keunggulan yang tercantum dalam standar atau
spesifikasi yang jelas. Mutu produk dapat menjadi salah satu penyebab
penerimaan konsumen terhadap produk di pasaran.

Pengawasan mutu adalah kegiatan untuk memastikan apakah kebijakan


dalam hal mutu (standar) dapat tercermin dalam hasil akhir. Dengan kala lain
pengawasan mutu merupakan usaha untuk mempertahankan mutu atau kualitas
dari barang yang dihasilkan, agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah
ditetapkan berdasarkan kebijaksaaan perusahaan. Dengan demikian dalam hal
pengawasan mutu semua produk yang dihasilkan harus diawasi sesuai dengan
standard dan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi harus dicatat serta
dianalisis agar dapat digunakan untuk tindakan-tindakan perbaikan produksi
pada masa yang akan datang.
Pengawasan mutu yang dilakukan dapat meliputi tiga pendekatan yaitu,
pendekatan bahan baku, pendekatan proses produksi dan pendekatan produk
akhir. Pendekatan bahan baku dilakukan dalam menentukan kualitas bahan baku,
karena bahan baku berpengaruh sangan besar bagi kualitas produk akhir.
Pendekatan proses produksi dilakukan agar semua proses yang berjalan sesuai
dengan standar dan spesifikasi yang sudah ditentukan. Dalam kegiatan produksi
sangat mungkin terjadi penyimpangan, karena itu dilakukan pengawasan proses
produksi sehingga penyebab dan akibat dari penyimpangan tersebut dapat
diketahui. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengawasan produksi
merupakan suatu kegiatan pengawasan yang dimulai sejak penyediaan bahan
mentah sampai barang jadi bertujuan mengkoordinasikan semua unsur-unsur
dalam proses produksi. Pendekatan produk akhir dilakukan untuk mengetahui
mutu produk akhir tersebut sudah memiliki mutu yang dapat diterima atau tidak
oleh konsumen.
2.2

Susu UHT (Ultra High Temperature)


Susu kotak Ultra High Temperature (UHT) adalah hasil teknologi

pengolahan susu dengan proses sterilisasi metode HTST (High Temperature


Short Time). Pada proses ini produk disterilisasikan dengan pemanasan hingga
mencapai suhu 140 - 145 C selama 4 detik. Proses ini membunuh mikro
organisme dalam susu sehingga aman untuk dikonsumsi. Produk pun menjadi
awet dan tahan lama disimpan di suhu ruang, meskipun tanpa bahan pengawet.
Menurut Departemen Kesehatan, Dirjen Pengawasan Obat dan makanan tahun

1998, susu kotak UHT plain harus memiliki kadar lemak minimal 3% dan
padatan susu bukan lemak minimal 8%. Sedangkan produk susu UHT beraroma
selayaknya memiliki kandungan lemak minimal 2% dan padatan susu tanpa
lemak minimal 8%.
Menurut (Standar Nasional Indonesia 01-3950-1998) susu UHT dibagi
menjadi 2 yaitu susu UHT tawar dan susu UHT yang diberi penyedap rasa.
Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga
harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan
alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh proses
pengolahan susu dilakukan secara aseptik (Astawan, 2005).
2.3

Mikrobiologi
Mikrobiologi merupakan cabang ilmu dari biologi yang khusus

mempelajari jasad-jasad renik. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani (micros,


kecil, bios , hidup, dan logos, pengetahuan) sehingga secara singkat dapat
diartikan bahwa mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mahlukmahluk hidup yang kecil-kecil. Mahluk-mahluk hidup yang kecil-kecil tersebut
disebut juga dengan mikrooprganisme, mikrobia, mikroba, atau jasad renik.
Mikrobiologi memerlukan ilmu pendukung seperti kimia, fisika, dan
biokimia. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dan biokimia. Dalam
mikrobiologi dasar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan
mikroba, macam-macam mikroba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya,
metabolisme mikroba secara umum, pertumbuhan mikroba dan faktor
lingkungan, mikroba terapang di bidang lingkungan dan pertanian. Mikrobilogi
lanjut telah berkembang menjadi

bermacam-macam ilmu yaitu virologi,

bakteorologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi


industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci
atau menurut kemanfaatannya (Budianto, 2014).
Perkembangan mikrobiologi dimulai dengan terbukanya rahasia suatu
jenis mikroorganisme melalui pengamatan Leuwenhoek pada tahu 1675. Hal ini
menimbulkan rasa ingin tahu di kalangan para ilmuwan mengenai asal mula

kehidupan. Namun kurang lebih pada pertengahan tahun 1860 an, ketika teori
generatio spontanea dibuktikan ketidakbenarannya dan prinsip biogenesis
diterima, pengetahuaan mengenai mikroorganisme tidak lagi bersifat spekulatif
semata-mata. Selama priode berikutnya antara tahun 1960 dan tahun 1900,
banyak dilakukan poenemuan dasar yang penting. Perkembangan teori nutfa
penyakit dalam tahun 1876, hal ini tiba-tiba menimbulkan minat terhadap
prosedur laboratoris untuk mengisolasi dan ,mencitrakan mikroorganisme.
Didalam periode ini ditemukan banyak mikroorganisme penyebab penyakit serta
metode-metode untuk mencegah dan mendiagnosis serta mengobati penyakitpenyakit tersebut. Penemuan-penemuan di bidang mikrobiologi kedokteran
membawa perombakan yang besar dan cepat didalam praktik kedokteran.
Periode terakhir tahun 1910 sampai sekarang ditandai dipergunakan banyak
metode dan peralatan mutakhir, seperti mikroskop elektron dan komputer.
2.4

Syarat Mutu Susu UHT


Berikut adalah syarat mutu susu UHT yang telah ditetapkan oleh Badan

Standar Nasional.
Keterangan

: A : Susu UHT tawar


B : Susu UHT yang diberi penyedap rasa
Sumber: Badan Standardisasi Nasional (1998)
Tabel 1. Spesifikasi Persyaratan Mutu

BAB III
PERSONALIA
Tabel 2. Personalia
a. Pelaksana

Ajeng Tri Octavia


Mahasiswi Tingkat Tiga
Program
Keahlian
Superviror
Jaminan Mutu Pangan,
Program Diploma, Institut Pertanian

b.
c.
d.

Pembimbing Akademik
Pembimbing Tugas Akhir
Pembimbing Lapang

Bogor
Dr. Ir. Ika Amalia Kartika, DEA

Dosen Institut Pertanian Bogor


Ditentukan kemudian oleh Program

Diploma, Institut Pertanian Bogor


Ditentukan kemudian oleh PT

Frisian Flag Indonesia

BAB IV
METODOLOGI
4.1

Lokasi dan Waktu Pelaksanaan


Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini rencana akan dilaksanakan di

PT Frisian Flag Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Bogor Km.5, Ciracas,
Jakarta Timur 13760, Indonesia. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) akan
dilaksanakan selama 3 bulan terhitung mulai tanggal 16 Februari 2016 hingga 15
Mei 2016. Kegiatan praktik kerja lapangan akan disesuaikan dengan jam kerja
yang ditetapkan oleh PT Frisian Flag Indonesia.
4.2

Metode Kerja
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PKL yaitu praktik

kerja langsung, pengamatan langsung, wawancara, dan studi pustaka.


Metode praktik kerja langsung dilakukan dengan cara ikut serta bekerja di
lapangan, berperan aktif, dan ikut melakukan kegiatan secara langsung. Metode
pengamatan langsung dilakukan dengan cara observasi dan pengamatan
langsung di lapangan. Wawancara dilakukan dengan cara berdialog dan
berdiskusi langsung dengan pembimbing lapang, para teknisi PT Frisian Flag
Indonesia, untuk mendapatkan informasi dan penjelasan yang berhubungan
dengan kegiatan PKL. Studi pustaka dilakukan untuk melengkapi referensi
dalam pembuatan laporan PKL. Dengan keempat metode kerja di atas, akan
diperoleh data primer maupun data sekunder yang diperlukan dalam penyusunan
laporan kegiatan PKL.
4.3

Matriks dan Rencana Kerja


Tabel 3. Matriks dan Rencana Kerja

No
1.

Rencana
Kerja
Penyelesaian
administrasi,
perkenalan
staf dan
lingkungan.

Februari
Maret
3
4 1 2 3 4 1

April
2 3

Mei
1 2 3

No
2.

Rencana
Kerja
Mengikuti
kegiatan
proses

3.

produksi.
Mengikuti
kegiatan
pengawasan
mutu susu

4.

UHT
Konsultasi
dengan
pembimbing

5.

lapang.
Konsultasi
dengan dosen

6.

pembimbing.
Pengolahan

7.

data.
Studi pustaka
dan
penyusunan

8.

draft laporan.
Presentasi di
industri
tentang hasil

9.

PKL.
Penyelesaian
administrasi
dan
penyerahan
draft laporan.

Februari
Maret
3
4 1 2 3 4 1

April
2 3

Mei
2 3

BAB V
ASPEK YANG DIPELAJARI
Aspek yang dipelajari terbagi menjadi aspek umum dan aspek khusus.
Aspek yang dipelajari secara umum mencakup keadaan umum seperti sejarah
perusahaan, lokasi dan tata letak perusahaan, struktur organisasi serta
ketenagakerjaan. Aspek yang dipelajari secara khusus diambil dari PT Frisian
Flag Indonesia yang berkaitan dengan jaminan mutu pangan, melalui persetujuan
dosen pembimbing, diketahui oleh koordinator program keahlian, dan pimpinan
perusahaan.

BAB VI
HASIL YANG DIHARAPKAN
Mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama
mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan dapat
memberikan masukan yang bemanfaaat bagi perusahaan, serta menjalin
kerjasama yang baik antara perguruan tinggi dengan perusahaan.

BAB VII
PENUTUP

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dapat dilaksanakan dengan baik dan


lancar apabila terjadinya kerjasama yang baik serta saling mendukung antara
Perguruan Tinggi (Program Diploma IPB) dengan Pihak Industri terkait. Usulan
ini tidak mengikat dan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta seizin
perusahaan tempat PKL. Pelaksanaan PKL ini diharapkan dapat menghasilkan
masukan-masukan positif bagi pihak perguruan tinggi maupun pihak industri
terkait yaitu PT Frisian Flag Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Astawan, M. 2005. Proses UHT : Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu.
www.waspada.co.id/serba_serbi/kesehatan/artikel.php?article_id=61177,
dikunjungi : 19 April 2016.
Badan Standarisasi Nasional-BSN, SNI 01-3950-1998 - Susu UHT (Ultra High
Temperature), Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional BSN, SNI 9000:2001- Sistem Manajemen Mutu,
Jakarta.
Budianto. 2014. Mikrobiologi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Deviyanti C. 2008. Penerapan Teknik Perbaikan Mutu dalam Mengatasi Defect
pada

Donelly

JH,

Gibson

JL,

and

Ivancevich

JM.

1987.

Fundamentals of Managements. Texas: Bisnis publication, INC.


Soekarto, S. T. 1990. Dasar-dasar Pengawasan dan Standarisasi Mutu Pangan
dan Gizi. Bogor : IPB Press.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Sejarah PT Frisian Flag Indonesia


Berawal sekitar tahun 1870-an ketika para peternak bergabung dalam
koperasi peternak sapi perah di seluruh Belanda. Pada waktu itu alat pendingin
modern belum tersedia, sehingga menjalin kerja sama dengan pihak lokal
menjadi cara yang paling efektif untuk menjaga agar penjualan susu terjaga dan
meningkatkan kekuatan pasar. Seiring berjalannya waktu, produksi susu
meningkat pesat dan peternak mulai mencari cara terbaik agar produk mereka
mampu bertahan lebih lama, karena harus melalui melewati perjalanan distribusi
yang panjang, namun meski begitu produk mereka tetap dapat memberikan
manfaat dan kebaikan susu.
Pada 1913, sekitar 30 koperasi memutuskan untuk mendirikan
perusahaan sendiri di Leeuwarden dan pabrik pengolahan susu yang bernama De
Cooperatieve Condensfabriek Friesland (CCF) atau Pabrik Susu Kental Manis
Friesland. Tujuannya adalah untuk memproses susu yang dihasilkan peternak,
dengan menggunakan metode penguapan dan memasarkannya secara lokal
maupun internasional. Di tahun pertama setelah pabrik didirikan, CCF mulai
mengekspor produk susu kental mereka ke seluruh Eropa.
Pada waktu yang sama, Friesche Vlag juga terdaftar sebagai merek
dagang produk perusahaan, dengan unsur visual dan nama yang diambil dari
bendera di daerah Friesland, Belanda Utara, yang terkenal dengan produk
susunya. Pada tahun 1922, produk susu kaleng Frisian Flag dan Friesche Vlag
pertama kali diekspor ke Hindia Belanda, salah satunya Batavia, Indonesia. Dan
sejarah Frisian Flag di Indonesia pun dimulai.
Sejak awal kehadirannya, Susu Kental Manis dan produk susu Friesche
Vlag, dipromosikan dan dijual oleh para mitra bisnis di seluruh penjuru
Indonesia. Agar lebih mudah diterima oleh pasar dan masyarakat, produk ini
kemudian dikenal dengan nama soesoe tjap bendera. Upaya strategis tersebut
terbukti ampuh dan Susu Kental Manis pun mulai dikenal dan dicari konsumen
di seluruh penjuru negeri. Identitas dan nama tersebut, hingga kini telah menjadi
sebuah ikon. Namun, semua ini berhenti saat Jepang menjajah Indonesia dan

Belanda terusir oleh mereka. Produk Susu Kental Manis Frisian Flag tidak dapat
dikirim ke Indonesia karena terjadi blokade kapal asing oleh pihak Jepang.
Pada tahun 50-an setelah masa kemerdekaan Indonesia, produk Susu
Kental Manis kembali didatangkan dari Belanda, dan mulai dijual serta
dipasarkan oleh mitra bisnis lokal. Pada tahun 1968, PT Friesche Vlag Indonesia
didirikan melalui kemitraan antara Cooperatieve Condensfabriek Friesland dan
sebuah perusahaan lokal. Pada tahun 1969 pabrik Pasar Rebo mulai dibangun
dan pada awal 1971, pabrik tersebut mulai memproduksi Susu Kental Manis
untuk dipasarkan ke seluruh penjuru tanah air.
Pada tahun 1977, PT Foremost Indonesia dan pabrik Ciracas diambil alih,
sehingga PT Friesche Vlag Indonesia memiliki 2 pabrik, yaitu Pasar Rebo dan
Ciracas. Setelah produk susu kental manis, PT Friesche Vlag Indonesia mulai
memproduksi susu bubuk pada tahun 1979, susu pertumbuhan yang pertama di
Indonesia pada 1988, dan susu UHT siap saji pada 1991. Pada tahun 2002,
perusahaan ini kemudian berganti nama menjadi PT Frisian Flag Indonesia, dan
pada tahun-tahun berikutnya, beberapa perusahaan ikut bergabung di bawah
bendera PT Frisian Flag Indonesia. Dan pada tahun 2010, Frisian Flag
melakukan pembaharuan identitas atau logo produknya. Tahun 2012 menjadi
salah satu momen penting bagi Frisian Flag karena menandai 90 tahun
keberadaannya, sebagai bagian penting tak terpisahkan dari kehidupan keluarga
Indonesia. Hingga kini PT Frisian Flag Indonesia masih terus melanjutkan
komitmennya untuk membantu memperbaiki status gizi bangsa Indonesia
melalui produk-produk inovatifnya.

Lampiran 2. Biodata Diri Mahasiswa


Nama Lengkap
Tempat dan Tanggal Lahir
Jenis Kelamin/Status
Agama
Alamat Orang Tua

:
:
:
:
:

Ajeng Tri Octavia


Bogor, 20 Oktober 1996
Perempuan/Belum Menikah
Islam
Jalan Gas Alam, Komplek Departemen Koperasi

Alamat di Bogor

Blok C 201 RT 007/ RW 09 Cimanggis-Depok.


: Babakan Sirna 282-C, RT 04/RW 09 Tegallega,

Pendidikan

Bogor Tengah, Bogor 16127


: Supervisor Jaminan Mutu Pangan Program

No. HP
Email

Diploma Institut Pertanian Bogor.


: 082218597673
: ajengtrioctavia@gmail.com

Latar Belakang Pendidikan:


1. Program Keahlian Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Program Diploma IPB
(in progress)
2. SMA Negeri 58 Jakarta (2011 - 2014)
3. SMP Negeri 233 Jakarta (2008 - 2011)
4. SD Negeri Curug 2 (2002 - 2008)
5. TK Cupu Wirada (2001 2002)
Pengalaman Seminar dan Pelatihan :
1.
Seminar Outfit Of The Diploma Yang Muda Yang Berkreasi (2015).
2. Training Spiritual Enterpreneur Berbasis Al-Quran Membangun Sumber
Daya Manusia (SDM) yang Islami dalam Menghadapi AFTA/MEA (2015).
3. Public Training Implementasi ISO/IEC 17025 dan ISO 22000 FSSC dalam
Dunia Industri (2016).
Pengalaman Organisasi
1. Organisasi Siswa Intra Sekolah SMA Negeri 58 Jakarta, sebagai anggota
(2011 2012).
2. Himpunan Mahasiswa Vokasi Pangan dan Gizi, sebagai anggota (2015 - saat
ini).
Lampiran 3. Format Laporan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

B. Tujuan
C. Waktu dan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan
D. Metode Praktik Kerja Lapangan
BAB II. TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Sejarah Perusahaan
Visi dan Misi Perusahaan
Lokasi dan Tata Letak Perusahaan
Struktur Organisasi
Ketenagakerjaan
Sarana dan Prasarana

BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil (sesuai aspek khusus yang diangkat dalam tulisan)

B. Pembahasan
BAB IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Lampiran 4. Daftar Mata Kuliah Program Keahlian Supervisor Jaminan Mutu


Pangan
Semester 1
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Mata kuliah
Pengantar Agroindustri
Bahasa Inggris
Biologi
Fisika
Aplikasi Komputer
Pengantar Teknologi Pangan
Pengantar Ilmu Gizi
Kimia Dasar
Jumlah

Semester 2

SKS
2(2-0)
3(1-2)
3(1-2)
3(2-1)
3(1-2)
2(2-0)
3(1-2)
3(1-2)
22(11-11)

No
1
2
3
4
5
6
7
8

Mata kuliah
Bahasa Indonesia
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Analisis Organoleptik
Mikrobiologi Pangan
Mutu Pangan
Kimia Pangan
Pengemasan Pangan
Pengenalan Proses dan Peralatan Industri Pangan
Jumlah

SKS
2(2-0)
2(1-1)
3(1-2)
3(1-2)
3(1-2)
3(2-1)
3(1-2)
3(1-2)
22(10-12)

Semester 3
No
1
2
3
4
5
6
7

Mata kuliah
Pendidikan Agama
Kewirausahaan
Analisis Mutu Mikrobiologi Pangan
Penyusunan Kelayakan Industri Pangan
Sanitasi dan Higiene
Teknologi Pengolahan Pangan Nabati
Analisis Mutu Kimiawi Pangan
Jumlah

SKS
2(2-0)
3(1-2)
2(0-2)
2(0-2)
3(1-2)
4(2-2)
4(2-2)
20(8-12)

Semester 4
No
1
2
3
4
5
6
7

Mata kuliah
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Metode inspeksi pangan
Teknologi Suplementasi dan Fortifikasi
Metode Pelaporan
Teknologi Fermentasi
Manajemen Laboratorium Mutu Pangan
Teknologi Pengolahan Pangan Hewani
Jumlah

SKS
3(2-1)
2(1-1)
2(0-2)
2(0-2)
3(1-2)
3(1-2)
4(1-3)
19(6-13)

Semester 5
No
1
2

Mata kuliah
Aplikasi HACCP dan Keamanan Pangan
Pengelolaan Data Mutu Pangan

SKS
3(1-2)
3(1-2)

3
4
5
6

Pemasaran dan Riset Pasar


Perencanaan Produksi Industri Pangan
Penanganan Limbah Industri Pangan
Pengembangan dan Pemasaran Produk Baru
Jumlah

3(1-2)
3(1-2)
3(1-2)
4(1-3)
19(6-13)

Semester 6
No
1 Seminar
2 Tugas Akhir

Mata kuliah

Jumlah

SKS
1(0-1)
7(0-7)
8(0-8)

Total SKS

111 (41-70)