Anda di halaman 1dari 16

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.........................................................................................................................................
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang.
....................................................................................................................................................
2
B. Rumusan
Masalah.
....................................................................................................................................................
2
C. Tujuan
dan
Manfaat.
....................................................................................................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian
Sistem
Rangka.
....................................................................................................................................................
3
2. Fungsi
Rangka.
....................................................................................................................................................
3
3. Susunan
Rangka
Pada
Manusia.
....................................................................................................................................................
4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
....................................................................................................................................................
15
B. Saran.
....................................................................................................................................................
15
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................................
16

Sistem Rangka

Halaman 1

Sistem Rangka

Halaman 2

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tubuh manusia tersusun atas beberapa system,yaitu sistem tubuh yang lunak dan system tubuh
yang keras. System tubuh yang keras meliputi system intergumen dan system rangka. Manusia
tidak dapat berdiri dengan tegak apabila tidak memiliki sistem tubuh yang yang keras,yaitu
tulang. Mulai dari kepala sampai jari-jari didalamnya terdapat tulang yang menopang
tubuh.jumlah tulang waktu masih bayi dan dewasa berbeda. Pada waktu kecil lebih banyak
tulang rawan dibandingkan pada waktu dewasa.rangka tidak hanya terdapat pada manusia
saja,namun juga terdapat pada hewan. Pada hewan fungsi rangka hampir sama dengan fungsi
rangka pada manusia,namun pada hewan terdapat endoskeleton(rangka dalam) dan
eksoskeleton(angka luar). Rangka mempunyai arti penting bagi makhluk hidup khususnya
manusia dan hewan. Tidak dapat dibayangkan apabila manusia dan hewan tidak mempunyai
rangka.
B.
1.
2.
3.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan system rangka ?
Apa fungsi rangka pada manusia ?
Bagaimana susunan rangka pada manusia ?

C. Tujuan dan Manfaat


Tujuan :
Untuk dapat mengetahui system rangka pada manusia
Untuk dapat mengetahui fungsi rangka pada manusia
Untuk mengetahui bagaimana susunan rangka pada manusia
Manfaat :
Untuk mengetahui betapa pentingnya rangka bagi makhluk hidup yang terdapat pada
manusia

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Sistem Rangka
Sistem Rangka

Halaman 3

Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk
hidup. Secara umum tulang manusia dikelompokkan menjadi dua, yaitu tulang-tulang aksial
(sumbu tubuh) dan tulang-tulang apendikular. Tulang-tulang aksial terdiri atas cranium
(tengkorak), columna vertebral (ruas-ruas tulang belakang), costae (iga) dan sternum (tulang
dada).
2. Fungsi Rangka
1. Memberi bentuk tubuh
Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.
2. Tempat melekatnya otot
Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya otot.
Tulang dan otot ini bersama-sama memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
3. Pergerakan
Pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang
melekat pada rangka tulang.
4. Sistem kekebalan tubuh
Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang
membentuk antibodi.
5. Perlindungan
Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni :
1.
2.
3.
4.

Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.
Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang.
Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada melindungi paru-paru dan jantung
Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi, sistem pencernaan, dan

pinggul
5. Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu
6. Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku.
7. Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangan tangan

dan

pergelangan kaki.
6. Produksi sel darah
Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel
darah. Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel darah
Sistem Rangka

Halaman 4

7.Penyimpanan
Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium. Sumsum
tulang mampu menyimpan zat besi dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat
besi.
3. Susunan Rangka Pada Manusia
Kerangka tubuh manusia terdiri dari susunan berbagai macam tulang yang satu sama lainnya
saling berhubungan, terdiri dari:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tulang kepala: 8 buah


Tulang kerangka dada: 25 buah
Tulang wajah: 14 buah
Tulang belakang dan pinggul: 26 buah
Tulang telinga dalam: 6 buah
Tulang anggota gerak atas: 64 buah
Tulang anggota gerak bawah: 62 buah

Bagian-bagian yang sering terdapat pada tulang:


1.
2.
3.
4.
5.

Foramen; suatu lubang tempat pembuluh darah, saraf dan ligamentum.


Fosa; suatu lekukan di dallm atau permukaan tulang.
Prosesus; suatu tonjolan atau taju.
Kondilus taju yang bentuknya bundar merupakan benjolan.
Tuberkulum; tonjolan kecil.

Sistem Rangka

Halaman 5

6. Tuberositas; tonjolan besar


7. Trokanter; tonjolan besar, pada umumnya ini pada tulang paha (femur)
8. Krista pinggir atau tepi tulang
9. Spina tonjolan tulang yang bentuknya agak runcing.
10. Kaput: kepala tulang
11. Kollum; leher tulang
Korpus; badan tulang
1. Tulang kepala/Tengkorang (cranium)
Tulang tengkorak terdiri atas dua bagian, yaitu tengkorak otak (neuro cranial) dan tengkorak
wajah (fasial cranial).

a. Tengkorak Otak (Neuro Cranial)


Tengkorak otak terdiri dari tulang-tulang yang dihubungkan satu sama lain oleh tulang bergerigi
yang disebut sutura, banyaknya 8 buah dan terdiri dari bagian yaitu:
1) Kubah tengkorak, terdiri dari:
a. Os frontal: tuang dahi
b. Os parietal: tulang ubun-ubun
c. Os oksipital: tulang belakang kepala
2) Dasar tengkorak, terdiri dari:
a. Os sfenoidal: tulang baji (terdapat di tengah dasar tengkorak)
b. Os etmoidal: tulang tapis (terletak di sebelah depan dari os sfenoidal di antara lekuk mata.

Sistem Rangka

Halaman 6

3) Samping tengkorak (os temporal): tulang pelipis.


Pada neuro cranial terdapat celah yang memisahkan antara tulang yang disebut sutura. Ada 3
buah sutura yaitu:
a. Sutura coronalis: antara os frontal dan os parietalis
b. Sutura sagitalis: antara kedua os parietal
c. Sutura lambdoidalis: antara os parietal dan kedua os parietalis.
Di neuro cranial juga terdapat fontanel yaitu rongga pada ubun-ubun. Fontanel ini akan tertutup
sempurna pada usia 18 bulan. Terdapat 2 fontanel, yaitu fontanel anterior (fontanel depan) dan
fontanel posterior (fontanel belakang).

b. Tengkorak Wajah (Fasial Cranial)


Pada manusia bentuknya lebih kecil dari neuro cranial, di dalalmnya terdapat rongga-rongga
yang membentuk rongga mulut (kavum oris), rongga hidung (kavum nasi) dan rongga rongga
mata (kavum orbita).
Fasial cranial dibagi atas 2 bagian, yaitu:
1) Bagian hidung (nasalis)
a.
b.
c.
d.

Os lakrimal: tulang mata,


Os nasal: tulang hidung
Os konka nasal: tulang karang hidung, terletak di dalam rongga hidung
Septum nasi: sekat rongga hidung

2) Bagian rahang
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Os maksilaris: tulang rahang atas


Os zigomatikum: tulang pipi
Os palatum: tulang langit-langit, terdiri dari 2 buah tulang kiri/kanan.
Os mandibularis: tulang rahang bawah.
Os hyoid: tulang lidah, terdapat di pangkal leher di antara otot-otot leher.
Procesus alveolaris: taju di daerah os maksilaris yang merupakan tempat melekatnya urat
gigi.

2. Kerangka Dada (Torax)

Sistem Rangka

Halaman 7

Kerangka dada dibentuk oleh susunan tulang yang melindungi rongga dada yang terdiri dari :
a. Tulang dada (sternum): 1 buah
Tulang dada menjadi tonggak dinding depan dari toraks (rongga dada) bentuknya gepeng dan
sedikit melear, yang terdiri atas 3 bagian yaitu:
a. Manubrium sterni: bagian atas sternum yang menjadi tempat melekatnya tulang selangka
(klavicula) dan tulang iga.
b. Korpus sterni: batang sternum
c. Procesus xifoideus sterni: bagian ujung dari tulan dada.
b. Tulang iga (kosta): 12 pasang
Os kosta banyaknya 24 buah, kiri dan kanan, bagian depan berhubungan dengan tulang sternum
dan bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang (veterbra torakalis). Tulang
iga dibagi 3 macam:
a. Iga sejati (os kosta vera): 7 pasang, berhubungan langsung dengan sternum.
b. Iga tidak sejati (os kosta spuria): 3 pasang, berhubungan dengan kosta ke 7.
c. Tulang iga melayang (os kosta fluitantes): 2 pasang, tidak mempunyai hubungan dengan
tulang sternum.
c. Vertebra torakalis: 12 ruas.
Jumlanya sesuai dengan jumlah kosta, dan menjadi tempat melekatnya kosta.

3. Tulang Belakang (Os Vertebrae)

Sistem Rangka

Halaman 8

Bagian dari ruas tulang-tulang belakang terdiri dari:


1) Vertebra servikalis (tulang leher): 7 ruas, mempunyai badan ruas kecil dan lubang ruas yang
besar.
2) Vertebra torakais (tulang punggung): 12 ruas, badan ruasnya besar, dan kuat, taju durinya
panjang dan melengkung.
3) Vertebra lumbalis (tulang pinggang): 5 ruas, badan ruasnya besar tebal dan kuat, taju durinya
agak picak.
4) Vertebra sakralis (tulang selangkang): 5 ruas. Samping kiri/kanannya terdapat lubang kecil 5
buah yang disebut foramen sakralis.
5) Vertebra koksigialis (tulang ekor): 4 ruas. Dapat bergerak sedikit karena membentuk
persendian dengan sacrum.
Diantara ruas-ruas tulang belakang tedapat sebuah bantalan yang berasal dari tulang rawan
fibrosa yang disebut discus intevetebralis.
4. Gelang Panggul (Ol Pelvis)
Tulang pelvis adalah penghubung antara badan dan anggota bawah yaitu tualng sacrum dan
koksigis yang bersendi satu dengan yang lainnya pada simfisis pubis.

Sistem Rangka

Halaman 9

Tulang pelvis dibentuk dari :


a. Os coxae, dibagian depan dan samping.
b. Os sacrum dan coccygeus dibagian belakang
Pada gelang panggul terdapat pintu panggul yang dibagi atas 2 bagian, yaitu:
a. Pintu atas panggul (aditus pevis), yang dibentuk dari promotorium dari tulang sacrum,
serta garis ilio-pectinal dan Krista os pubis.
b. Pintu bawah panggul (exitus pelvis), yang dilingkari oleh os coccygeus dan tuberusitas
ischii.
5. Kerangka Anggota Gerak Atas (Extremitas Superior)
Extremitas superior dikaitkan dengan kerangka bada dengan perantaraan gelang bahu yang
terdiri dari scapula dan klavikula. Tulang-tulang yang membentuk kerangka lengan antara
lain:

a. Gelang bahu
Yaitu persendian yang menghubungkan lengan dengan badan. Bagian ini dibentuk oleh dua
buah tulang yaitu os scapula (tulang belikat) dan os klavikula (tulang selangka).
b. Humerus
Merupakan tulang pangkal lengan yang mempunyai tulang panjang seperti tongkat. Bagian
yang mempunya hubungan dengan bahu bentuknya bundar berbentuk kepala sendi yang
disebut kaput humeri. Pada kaput humeri ini terdapat tonjolan yang disebut tuberkel mayor dan
minor. Pada bagian bawah terdapat lekukan yang disebut kolumna humeri.

Sistem Rangka

Halaman 10

c. Ulna (tulang hasta)


Yaitu tulang bawah yang lekukannya sejajar dengan tulang jari kelingking arah ke siku
mempunyai taju yang disebut prosesus olekrani, gunanya ialah tempat melekatnya otot dan
menjaga agar siku tidak membengkok ke belakang.
d. Radius (tulang pengumpil)
Letaknya bagia lateral, sejajar dengan ibu jari. Di bagian yang berhubungan dengan humerus
dataran sendinya berbentuk bundar yang memungkinkan lengan bawah dapat berputar atau
terlungkup.
e. Karpalia (tulang pergelangan tangan)
Terdiri dari 8 tulang tersusun dalam dua bari:
1) Bagian proksimal meliputi: os navikular (tulang bentuk kepala), os lunatum (tulang bentuk
bulan sabit), os triquetum (tulang bentuk segitiga), os fisiformis (tulang bentuk kacang).
2) Bagian distal: os multangulum mavus (tulang besar bersegi banyak) os multangulum minus
(tulang kecil bersegi banyak), os kapitatum (tulang berkepala), os hamatum (tulang berkait).
f. Metakarpalia (tulang telapak tangan)
Terdiri dari tulang pipa pendek, banyaknya 5 buah setiap batang. Mempunyai dua ujung yang
bersendi dengan tulang karpalia dan bersendi dengan falangus atau tulang jari.
g. Falangus (tulang jari tangan)
Terdiri dari tulang pipa pendek yang banyaknya 14 buah, dibentuk dalam 5 bagian tulang yang
berhubungan dengan metakarpalia perantaraan persendian.
6. Kerangka Anggota Gerak Bawah (Ektremitas Inferior)
Tulang ini dikaitkan pada batang tubuh dengan perantaraan gelang panggul, terdiri dari 31
pasang tulang koksa (tulang pangkal paha), femur (tulang paha), tibia (tulang kering), fibula
(tulang betis), patela (tempurung lutut), tarsalia (tulang pangkal kaki), metatarsalia (tulang
telapak kaki), dan falang (ruas jari kaki).

Sistem Rangka

Halaman 11

a. Os koksa (tulang pangkal paha)


Tulang koksa membentuk gelang panggul. Letaknya di setiap sis dan di depan bersatu dengan
simpisis pubis dan membentuk sebagian besar tulang pelvis. Os koksa terdiri dari os ilium
(tulang usus), os pubis (tulang kemaluan) dan os iski (tulang duduk).
b. Os femur (tulang paha)
Merupakan tulang pipa terpanjang dan terbesar. Kepala sendinya disebut kaput femoris, pada
kolumna femoris terdapat taju yang disebut trokanter mayor dan minor. Dibagian ujung
membentuk persendian lutut, terdapat dua buah tonjolan yang disebut kondilus medialis dan
kondilus lateralis.
Os tibia dan fibularis merupakan tulang yang bentuk persendian lutut dengan os femur. Pada
ujungnya tedapat tonjolan yang disebut os maleolus atau mata kaki luar. Os tibia bentuknya
lebih kecil, pada bagian pangkal meletak os fibula, pada bagian ujung mementuk persendian
dengan tulang pangkal kaki dan terdapat taju yang disebut os maleolus medialis.
c. Os tarsalia (tulang pangkal kaki)
Os tarsalia dihubungkan dengan tulang bawah oleh sendi pergelangan kaki. Terdiri dari tulangtulang kecil yang banyaknya 5 buah yaitu :
1) Talus (tulang loncat)
Sistem Rangka

Halaman 12

2)
3)
4)
5)

Kalkaneus (tulang tumit)


Navikular (tulang bentuk kapal)
Os kuboideum (tulang bentuk dadu)
Kunaiformi (3 buah): kunaiformi lateralis, kunaiformi intermedialis dan kunaiformi medialis.
7. Metatarsalia (tulang telapak kaki)
Terdiri dari tulang-tulang pendek yang banyaknya 5 buah, yang masing-masing
berhubungan dengan tarsus dan falangus dengan perantaraan persendian.

8. Falangus (ruas jari tangan)


Ruas jari kaki merupakan tulang-tulang pendek yang masing-masing terdiri atas 3 ruas
kecuali ibu jari kaki banyaknya 2 ruas. Lengkung kaki tedapat 4 lengkung medial terbentuk

Sistem Rangka

Halaman 13

dari belakang ke depan kalkaneus. Langkung lateralis oleh kalkaneus kuboidea dan 2 tulang
metatarsal. Lengkung melingkang dibentuk oleh tulang tarsal, dan lengkung tranversal
anterior dibentuk oleh kepala tulang metatarsal pertama dan kelima.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada
makhluk hidup. Secara umum tulang manusia dikelompokkan menjadi dua, yaitu
tulang-tulang aksial (sumbu tubuh) dan tulang-tulang apendikular.
Sistem Rangka

Halaman 14

Fungsi rangka pada manusia sebagai berikut :


Memberi bentuk tubuh, Tempat melekatnya otot,pergerakan, system kekebalan
tubuh,perlindungan, produksi sel darah dan penyimpanan.
Kerangka tubuh manusia terdiri dari susunan berbagai macam tulang yang satu sama
lainnya saling berhubungan, terdiri dari:
Tulang kepala: 8 buah
Tulang kerangka dada: 25 buah
Tulang wajah: 14 buah
Tulang belakang dan pinggul: 26 buah
Tulang telinga dalam: 6 buah
Tulang anggota gerak atas: 64 buah
Tulang anggota gerak bawah: 62 buah
B. Saran
kita harus ketahui bahwa rangka pada manusia dan hewan itu sangat penting, jika tidak
ada rangka mungkin kita tidak akan bisa beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem Rangka

Halaman 15

DAFTAR PUSTAKA
Dorland. 1994. Kamus Kedokteran. Edis 26. EGC: Jakarta.
Syaifuddin. 2002. Struktur & Komponen Tubuh Manusia. Penerbit Buku Kedokteran EGC:
Jakarta.
http://hardinburuhi88.blogspot.co.id/2014/07/makalah-anatomi-rangka-manusia.html
http://sisem-rangka.blogspot.co.id/
http://wahanaguru.blogspot.co.id/2013/10/sistem-gerak-manusia.html

Sistem Rangka

Halaman 16

Anda mungkin juga menyukai