Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS KEDOKTERAN KELUARGA

BAB I
STATUS PENDERITA

A.

PENDAHULUAN
Laporan ini dibuat berdasarkan kasus yang diambil dari seorang
penderita vertigo dengan diabetes mellitus dan hipertensi , berjenis
kelamin perempuan dan berusia 56 tahun, dimana penderita merupakan
salah satu dari penderita Hipertensi yang berada di wilayah puskesmas
Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, dengan berbagai masalah yang dihadapi.
Mengingat kasus ini banyak ditemukan di masyarakat khususnya di daerah
Puskesmas Wonoayu Kabupaten Sidoarjo beserta permasalahannya seperti
masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan Vertigo
dengan Diabetes Mellitus dan Hipertensi. Oleh Karena itu penting kiranya
bagi penullis untuk memperlihatkan dan mencermatinya untuk kemudian
bisa menjadikannya sebagai pengalaman di lapangan.

B.

IDENTITAS PENDERITA
Nama

: Ny. S

Umur

: 56 tahun

Jenis Kelami

: Perempuan

Pekerjaan

: Buruh Tani

Pendidikan

: SD

Agama

: Islam

Alamat

: Desa Karang Puri RT 2/3, Kec.Wonoayu,


Kab. Sidoarjo

C.

Suku

: Jawa

Tanggal Periksa

: 09 Februari 2015

ANAMNESIS
1. Keluhan Utama

: Pusing

2. Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang dengan keluhan kepala terasa pusing sejak
sehari sebelum ke puskesmas. Pasien juga merasa sempoyongan
ketika berjalan dan terasa mual disertai muntah. Pasien mengaku
penglihatannya ganda bliyur seolah-olah mau pingsan. Keluhan
seperti ini hilang timbul dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Pasien
merasakan pusing pada bagian depan dan belakang kepala menjalar
hingga leher bagian belakang, terasa terus menerus sepanjang hari.
Pada pagi hari saat bagun tidur kepala pasien juga terasa sangat
berat, sehingga sulit sekali untuk bangun dari tempat tidur.
Pasien mengaku akhir-akhir ini merasa lemas dan berat
badannya turun banyak. Pasien mengaku konsumsi makan dalam
batas normal. Pada malam hari pasien sering kencing lebih dari 6

kali dan buang air besar dalam batas normal. Pasien juga mengeluh
berdebar-debar. Pada malam harinya pasien susah untuk tidur, dini
hari baru bisa tidur. Sesak disangkal, nyeri dada disangkal oleh
pasien.

3. Riwayat Penyakit Dahulu


-

Riwayat asma

: disangkal

Riwayat alergi obat dan makanan

: disangkal

Riwayat Diabetes Mellitus

Riwayat Hipertensi

: diakui
: diakui

4. Riwayat Penyakit Keluarga


-

Riwayat sakit serupa

: ibu dan semua saudara


pasien menderita hipertensi

5. Riwayat Kebiasaan
-

Riwayat olahraga

: (+)

Riwayat merokok

: (- )

Riwayat minum kopi

: (+)

6. Riwayat pengisian waktu luang dengan mengasuh kedua cucunya.


7. Riwayat Sosio Ekonomi
Penderita adalah seorang istri dengan suami Tn. A dan
tinggal disebuah rumah bersama kedua anaknya, menantu dan
kedua cucunya. Penderita memiliki 2 orang putri, anak pertama
berusia 32 tahun sudah berumah tangga dan anak kedua berusia 20

tahun, keduanya tinggal dengan penderita tinggal di Desa Karang


Puri , Kecamatan Wonoayu. Penderita membantu suaminya bekerja
sebagai buruh tani. Sumber pendapatan didapatkan dari suami
dengan penghasilan tidak tetap, sekitar Rp. 50 ribu per hari.
8. Riwayat Gizi
Pasien makan sehari-harinya 2-3 kali dengan nasi sepiring,
sayur, dan dengan lauk tahu, tempe, krupuk, jarang dengan daging
sapi maupun daging ayam. Sejak sakit pasien tetap makan seperti
biasanya tetapi dengan mengurangi porsi gula dan garam dalam
makanan. Kesan status gizi cukup.

D.

ANAMNESIS SISTEM
1. Kulit

: warna kulit sawo matang, kulit gatal (-)


2. Kepala : pusing (+), rambut kepala (tidak rontok,
warna hitam), luka pada kepala (-), benjolan/borok
dikepala (-)
3. Mata : pandangan mata berkunang-kunang (+),
penglihatan kabur (-), ketajaman baik

4. Hidung

: tersumbat (-), mimisan (-)

5. Telinga:pendengaran berkurang (-),berdengung (-), keluar cairan(-)


6. Mulut

: sariawan(-), mulut kering(-), lidah terasa pahit

7. Tenggorokan : sakit menelan (-), sesak (-)

8. Pernafasan

: sesak nafas(-), batuk lama(-), mengi (-), batuk

darah (-)
9. Kardiovaskular: berdebar-debar (+), nyeri dada (-), sesak (-)
10. Gastrointestinal: mual (+), muntah (-), diare (-),
nafsu makan menurun (-), nyeri perut (-), BAB
tidak ada keluhan
11. Genitourinaria : BAK lancar, 10-13 kali sehari,
warna kuning norrmal, jumlah banyak
12. Neuropsikiatri : Neurologik: kejang (-), lumpuh (-)
Psikiatrik: emosi stabil, mudah marah (-)
13. Muskuloskeletal: kaku sendi (-), nyeri tangan dan kaki (-), nyeri
otot (-)
14. Ekstremitas

:Atas: bengkak (-), sakit (-)


Bawah: bengkak (-), sakit (-)

E.

PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum
Cukup, kesadaran composmentis, GCS (E4V5M6), status gizi
cukup
2. Tanda Vital dan status gizi
-

Tanda vital:
Nadi

: 84 x/menit

Pernafasan

: 20 x/menit

Suhu

: 36,4 C

Tensi

: 170/120 mmHg

3. Status gizi (kurva BMI):


BB

: 49 kg

TB

: 152 cm

BMI

: BB/TB(m2)= 49/2,31 = 21,2 gizi normal

Status gizi: normal


4. Kulit
Warna: sawo matang, ikterik (-), sianosis (-)
Kepala: bentuk normal, tidak ada luka, rambut tidak mudah
dicabut, atrofi m. Temporalis (-), makula (-), papula (-),
nodula (-), kelainan mimik wajah/bells palsy (-)
5. Mata
Conjuctiva anemis (-), sklera ikterik (-/-), pupil (isokor
3mm/3mm), reflek kornea (+/+), warna kelopak (coklat
kehitaman), radang/conjuctivitis/uveitis (-/-/-)
6. Hidung
Nafas cuping hidung (-), sekret (-), epistaksis (-), deformitas
hidung (-), hiperpigmentasi (-), sadle nose (-)
7. Mulut
Bibir pucat (-), bibir kering (-), lidah kotor (-), papil lidah atrofi
(-), tepi lidah hiperemis (-), tremor (-)

8. Telinga
Nyeri tekan mastoid (-), sekret (-), pendengaran berkurang (-),
keadaan cuping telinga dalam batas normal
9. Tenggorokan
Tonsil membesar (-), pharing hiperemis (-)
10. Leher
JVP (5+2) cmH20 tidak meningkat, trakea ditengah, pembesaran
kelenjar tiroid (-), pembesaran kelenjar limfe (-), lesi pada kulit
(-)
11. Thoraks
Simetris/tidak, retraksi interkostal, retraksi subkostal
-

Cor: I: ictus cordis tak tampak


P: ictus cordis tak kuat angkat
P:

batas kiri atas

: SIC II 1 cm lateral LPSS

Batas kanan atas

: SIC II LPSD

Batas kiri bawah

: SIC V 1 cm lateral LMCS

Batas kanan bawah

: SIC IV LPSD

Batas jantung kesan tidak melebar


A: BJ I-II intensitas normal, regular, bising (-)
- Pulmo: statis( depan dan belakang)
I: pengembangan dada kanan sama dengan kiri
P: fremitus raba dada kanan sama dengan kiri

P: sonor/sonor
A: suara dasar vesikuler (+/+)
Suara tambahan RBK (-/-), wheezing (-/-)
Dinamis (depan dan belakang)
I: pergerakan dada kanan sama dengan kiri
P: fremitus raba dada kanan sama dengan kiri
P: sonor/sonor
A: suara dasar vesikuler (+/+)
Suara tambahan RBK (-/-), wheezing (-/-)

11. Abdomen
I: dinding perut sejajar dengan dinding dada
A: peristaltik (+) normal
P: supel, nyeri tekan (-), H/L tidak teraba
P: timpani

12. Sistem columna vertebralis


I: deformitas (-), skoliosis (-), kiphosis (-), lordosis (-)
P: nyeri tekan (-)
P: NKCV (-)
13. Ekstremitas: palmar eritema
Akral hangat

Oedem

14. Sistem genetalia

: dalam batas normal

15. Pemeriksaan neurologik:


Fungsi luhur

: dalam bataas normal

Fungsi vegetatif

: dalam batas normal

Fungsi sensorik

: dalam batas normal

Fungsi motorik

:dalam batas normal

K:

T: N

RF: 2

RP:

16. Pemeriksaan psikiatrik


Penampilan

: sesuai umur, perawatan diri cukup

Kesadaran

: kualitatif tidak berubah, kuantitatif compomentis

Afek

: appopriate

Psikomotor

: normoaktif

Proses pikir

: bentuk: realistik
Isi

:waham (-), halusinasi (-), ilusi (-)

Arus

: koheren

Insight

: baik

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah lengkap

: Tidak dilakukan

Pemeriksaan rontgen thoraks

: Tidak dilakukan

G. RESUME
Seorang perempuan 56 tahun dengan keluhan utama
pusing. Pusing sejak sehari yang lalu. Pasien juga merasa
sempoyongan ketika berjalan dan terasa mual disertai muntah.
Pasien mengaku penglihatannya ganda bliyur seolah-olah mau
pingsan Pasien merasakan pusing pada bagian depan dan belakang
kepala menjalar hingga leher bagian belakang, terasa terus menerus
sepanjang hari. Akhir-akhir ini pasien merasa berat badan turun
dan mengeluh berdebar -debar. Pada malam harinya pasien sering
kencing susah untuk tidur, dini hari baru bisa tidur. Sesak
disangkal, nyeri dada disangkal.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup,
composmentis, status gizi kesan normal. Tanda vital T: 170/120
mmHg, N: 84 x/menit, RR: 20 x/menit, BB:49 kg, TB: 152 cm,
status gizi normal.

10

H. PATIENT CENTERED DIAGNOSIS


Diagnosis Biologis
Vertigo, Diabetes Mellitus Tipe 2 Non Obese dan Hipertensi stage
2
Diagnosis Psikologis
Diagnosis Sosial Ekonomi dan Budaya
a.

Status ekonomi kurang

b.

Penyakit mengganggu aktifitas sehari-hari

I. PENATALAKSANAAN
Non Medikamentosa
Kurangi minum kopi
Awasi konsumsi gula
Awasi konsumsi garam
Hindari makan daging berlemak dan jeroan
Medikamentosa
-

Metformin 500 mg 3 x 1

Captopril 25mg 2x 1

Betahistin 2 x 1

11

BAB II
IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI
KELUARGA

A. FUNGSI KELUARGA
1.

Fungsi biologis
Keluarga terdiri dari penderita seorang istri dengan suami

Tn. A dan tinggal disebuah rumah bersama kedua anaknya, menantu


dan kedua cucunya. Penderita memiliki 2 orang putri, anak pertama
berusia 32 tahun sudah berumah tangga dan anak kedua berusia 20
tahun, keduanya tinggal dengan penderita tinggal di Desa Karang
Puri, Kecamatan Tarik.

2.

Fungsi psikologis
Ny. S tinggal serumah dengan suami Tn. A, hubungan

meraka terjalin cukup akrab, terbukti dengan permasalahanpermasalahan yang dapat diatasi dengan baik dalam keluarga ini.
Hubungan antara mereka sangat dekat antara satu dengan yang lain.
Kehidupan kekeluargaan keluarga ini sangat terjalin baik.
Semua masalah dipecahkan secara musyawarah, serta dibiasakan

12

sikap saling tolong menolong baik fisik, mental, maupun jika ada
salah seorang diantaranya yang menderita kesusahan. Untuk
kebutuhan sehari-hari keluarga ini didapat dari penghasilan penderita
dibantu oleh istrinya. Meskipun penghsilan keluarga ini pas-pasan,
namun mereka tetap hidup bahagia dan memasrahkan semuanya
kepada Tuhan.

3.

Fungsi sosial
Penderita adalah orang yang mudah bergaul dengan sekitar

rumahnya. Dalam masyarakat penderita dan keluarganya hanya


sebagai anggota masyarakat biasa, tidak mempunyai kedudukan
sosial tertentu dalam masyarakat. Penderita kurang aktif dalam
kegiatan sosial di masyarakat, namun penderita maupun keluarganya
tetap mengikuti kegiatan lainnya seperti gotong royong di
lingkungannya. Dalam kesehariannya penderita bergaul akrab
dengan masyarakat disekitarnya seperti halnya anggota masyarakat
lainnya. Kegiatan-kegiatan yang harus mengeluaran biaya terlalu
tinggi merupakan faktor penghambat lain bagi keluarga ini untuk
aktif dalam kegiatan sosial, selain karena merasa kurang mampu baik
dari materi maupun status sosial.

4.

Fungsi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan

13

Penghasilan

keluarga berasal dari penghasilan suami

penderita sebagai buruh tani yang dibantu oleh penderita, total


penghasilan keduanya tidak tetap, sekitar 50 ribu/hari. Kadangkadang mendapat sedikit uang dari kedua anak mereka yang tingggal
serumah.
Penghasian tersebut digunakan untu membiayai biaya
sehari-hari kebutuhan keluarga. Untuk kebutuhan air dengan
menggunakan pompa air yang didapat dari sumur rumah yang berada
disamping rumah penderita. Untuk memasak memakai kompor gas.
Makan sehari-hari dengan nasi, lauk pauk tahu tempe, dan jarang
dengan daging maupun ikan, jarang makan buah, frekuensi makan 23 kali sehari. Kalau ada keluarga yang sakit biasanya berobat ke
puskesmas.

5.

Fungsi penguasaan masalah dan kemampuan


beradaptasi
Penderita termasuk istri yang terbuka sehingga bila
mengalami kesulitan atau masalah penderita sering bercerita
kepada keluarga terutama suaminya.

B. APGAR SCORE
ADAPTATION

14

Selama ini dalam menghadapi masalah keluarga, penderita


selalu pertama kali membicarakannya kepada suaminya dan
mengungkapkan

apa

yang

diinginkannya

dan

menjadi

keluhannya, baik keluhan tentang masalah sehari-hari maupun


penyakitnya. Penyakit yang dideritanya sekarang lumayan
mengganggu aktifitasnya sehari-hari. Dukungan dari anak-anak,
suami dan petugas kesehatan yang sering menjaganya sangat
memberi motivasi untuk sembuh dan teratur minum obat.

PARTNERSHIP
Ny. S mengerti bahwa ia adalah orang yang sangat
disayangi keluarganya karena merupakan istri dan seoarang ibu.
Selain itu keluarga lainnya dapat memberi dukungan bahwa dia
akan cepat sembuh kembali, komunikasi antar keluarga berjalan
dengan baik.

GROWTH
Ny. S

sadar bahwa ia harus bersabar menghadapi

penyakitnya walaupun mengganggunya terutama saat bekerja


karena sering mengganggu aktifitas.

AFFECTION

15

Ny. S merasa hubungan kasih sayang dan interaksinya


dengan suami maupun anggota keluarga lainnya cukup baik.
Bahkan perhatian yang dirasakannya bertambah. Ia menyayangi
keluarganya, begitu pula sebaliknya.

RESOLVE
Ny. S merasa cukup puas dengan kebersamaan dan waktu
yang ia dapatkan dari istri dan anak-anaknya. Keluarga ini hampir
tidak pernah menyempatkan untuk berrekreasi karena tidak punya
uang lebih.

APGAR Tn. A terhadap keluarga

Sering/

Kadang-

Jarang/

selalu

kadang

tidak

A Saya puas bahwa saya dapat kembali ke


keluarga saya bila saya menghadapi
masalah
Saya puas cara keluarga saya membahas

dan membagi masalah dengan saya


G Saya puas dengan cara keluarga saya

menerima dan mendukung keinginan


saya untuk melakukan kegiatan baru atau
arah hidup yang baru.
A Saya puas dengan cara keluarga saya

16

mengekspresikan kasih sayangnya dan


merespon emosi saya seperti kemarahan,
perhatian, dll.
R Saya puas dengan cara keluarga saya dan

saya membagi waktu bersama-sama


Total poin=8 fungsi keluarga dalam keadaan baik
Tn. A bekerja sebagai buruh tani, waktu berkumpul
dengan keluarganya cukup baik karena suami bekerja di
sawah dekat rumah dan dibantu oleh istrinya.

APGAR Ny. S terhadap keluarga

Sering/

selalu
Saya puas bahwa saya dapat kembali ke

keluarga saya bila saya menghadapi masalah


Saya puas cara keluarga saya membahas dan

membagi masalah dengan saya


Saya puas dengan cara keluarga saya

Kadang-

Jarang

kadang

/tidak

menerima dan mendukung keinginan saya


untuk melakukan kegiatan baru atau arah
hidup yang baru.
Saya puas dengan cara keluarga saya
mengekspresikan

kasih

sayangnya

dan

merespon emosi saya seperti kemarahan,


perhatian, dll.
Saya puas dengan cara keluarga saya dan

saya membagi waktu bersama-sama


Total poin=9 fungsi keluarga dalam keadaan baik

17

Ny. S bekerja sebagai buruh tani di desanya. Waktu


berkumpul

dengan

keluarganya

cukup

baik

karena

penderita bekerja di dekat rumah bersama dengan


suaminya.
Secara keseluruhan total poin dari APGAR keluarga
Tn. A adalah 17 hal ini menunjukkan bahwa fungsi
fisiologis yang dimiliki keluarga Tn. A dan keluarganya
dalam keaadaan baik. Hubungan antara individu dalam
keluarga terjalin baik

C. SCREEM
SUMBER
Sosial

PATHOLOGY
KET
Interaksi sosial yang baik antar anggota keluarga juga dengan saudara pertisipasi
mereka

Cultural

dalam

masyarakat

cukup

meskipun banyak keterbatasan.


Kepuasan atau kebanggan terhadap budaya baik, hal ini dapat dilihat dari
pergaulan

sehari-hari

baik

dalam

keluarga maupun di lingkungan, banyak


tradisi budaya yang masih diikuti.
Sering

mengikuti

acara-acara

yang

bersifat hajatan, sunatan, nyadran,dll.


Menggunakan bahasa jawa, tata krama

18

dan kesopanan
Pemahaman
agama

Religius
Agama

cukup

dan -

menawarkan penerapan ajaran agama baik, hal ini

pengalaman spiritual yang dapat dilihat dari penderita sering


baik

untuk

individu

ketenangan menjalankan sholat 5 waktu di masjid

yang

tidak dekat rumah.

didapatkan dari yang lain.


Ekonomi

Ekonomi

keluarga

ini

tergolong +

menengah kebawah, untuk kebutuhan


primer sudah bisa terpenuhi, meski
belum mampu mencukupi kebutuhan
sekunder

rencana

ekonomi

tidak

memadai, diperlukan skala prioritas


untuk pemenuhan kebutuhan hidup.
Pendidikan anggota keluarga kurang +

Edukasi

memadai. Kemampuan memperoleh dan


memiliki fasilitas pendidikan seperti
buku-buku, koran terbatas
Tidak mampu membiayai pelayanan -

Medical
Pelayanan

kesehatan kesehatan yang lebih baik Dalam

puskesmas

memberikan mencari pelayanan kesehatan keluarga

perhatian khusus terhadap ini


kasus penderita

biasanya

menggunakan

kartu

jamkesmas.

Keterangan:
19

a. Ekonomi (+) artinya keluaga Tn. A masih menghadapi


masalah dalam hal perekonomian keluarga. Hal ini dapat
dilihat dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang paspasan dan belum memenuhi kebutuhan sekunder dan
tertiernya.
b. Edukasi (+) artinya keluarga Tn. A menghadapi masalah
dalam bidang pendidikan. Penderita hanya tamatan SD
dan suaminya tamat SMP. Hal ini akan mempengaruhi
pengetahuan dan pola berpikir anggota keluar Tn. A.
c. KARAKTERISTIK DEMOGRAFI KELUARGA
Alamat lengkap: Desa Gempol Klutuk RT.03/RW.02, Kec.Tarik ,
Kab. Sidoarjo
Bentuk keluarga: extended family
Diagram 1. Genogram keluarga pasien (nama).

20

Sumber: data primer,


Keterangan:
Penderita : Ny. S
Suami penderita : Tn.A

21

D. Informasi pola interaksi keluarga

Hubungan antara Ny. S dan suami baik dan dekat. Dalam


keluarga ini tidak sampai terjadi konflik atau hubungan buruk
antar anggota keluarga.

E. Pertanyaan Sirkuler
1.

Ketika penderita jatuh sakit apa yang harus dilakukan oleh suami?
Jawab:
Suami merawat penderita

2.

Kalau butuh dirawat/operasi ijin siapa yang dibutuhkan?


Jawab:
Dibutuhkan ijin suami

3.

Siapa anggota keluarga yang terdekat dengan penderita?


Jawab:

22

Anggota terdekat dengan penderita adalah suami. Penderita


selalu menyampaikan keluhan dan keinginannya pada suami.
4.

Selanjutnya siapa?
Jawab:
Selanjutnya anak-anak. Kedua anaknya tinggal serumah
sehingga tidak susah untuk bertemu penderita.

5.

Siapa yang secara emosional jauh dari penderita?


Jawab:
Menantu , karena menantu penderita bekerja dan jarang
dirumah.

6.

Siapa yang tidak selalu setuju dengan pasien?


Jawab:
Suami, karena kadang suami mempunyai pertimbangan lain
mengenai suatu hal.

23

BAB III
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESEHATAN

A. Identifikasi faktor perilaku dan non perilaku


1. Faktor perilaku keluarga
Ny. S adalah seorang istri dari Tn. A. penderita bekerja
sebagai buruh tani di sawah dekat rumahnya. Dalam bekerja
penderita membantu pekerjaan suaminya.
Menurut semua anggota keluarga ini, yang dimaksud
dengan sehat adalah keaadaan terbebas dari sakit, yaitu yang
menghalangi

aktivitas

sehari-hari.

Keluarga

ini

menyadari

pentingnya kesehatan karena apabila mereka sakit, mbereka tidak


dapat bekerja lagi sehingga otomatis pendapatan keluarga akan
berkurang dan menjadi beban anggota keluarga lainnya. Keluarga
ini tidak mempercayai mitos apalagi menyangkut masalah enyakit.
Mereka lebih mempercayakan pemeriksaan atau pengobatannya
pada mantri, bidan, atau dokter dipuskesmas yang terletak dekat
rumahnya.

24

Walaupun perabot rumah tidak tertata rapi namun keluarga


ini berusaha menjaga kebersihan lingkungan rumahnya misalnya
menyapu rumah dan halaman aling tidak sehari dua kali, pagi dan
sore.
Keluarga ini untuk melakukan kegiatan mencuci dan mandi
keluarga ini menggunakan air dari sumur yang ada dirumah
2. Faktor non perilaku
Dipandang dari segi ekonomi, keluarga ini teramsuk
keluarga menengah kebawah. Keluarga ini memiliki sumber
penghasilan dari suami yang bekerja sebagai seorang buruh tani.
Dari total pengahasilan tersebut keluarga dapat memenuhi
kebutuhan sehari-hari walaupun belum semua kebutuhan sekunder
dan tertier dapat terpenuhi.
Rumah yang dihuni keluarga ini cukup memadai.
Pencahayaan baik, ventilasi baik,. Pembuangan limbah keluarga
baik. Fasilitas kesehatan yang sering dikunjungi oleh keluarga
adalah puskesmas Tarik dan bidan desa setempat..

B. Identifikasi Lingkungan Rumah


Gambaran lingkungan
Keluarga ini tinggal disebuah rumah berukuran 15x6 m 2 yang
berdempetan dengan rumah tetangganya dan menghadap keselatan.
Tidak memiliki pekarangan rumah dan pagar pembatas. Terdiri dari

25

ruang kamar tamu, ruang keluarga untuk menonton TV dua kamar


tidur, satu kamar untuk tempat ibadah, satu ruang makan, satu dapur,
dan kamar mandi. Terdiri dari dua pintu keluar, yaitu 1 pintu depan dan
1 pintu belakang. Jendela da 4 buah dkamar tamu dan setiap kamar
tidur, sering dibuka. Didepan rumah terdapat teras yang berukuran 6x2
cm2. Lantai rumah keramik. Ventilasi dan penerangan baik masingmasing kamar memiliki dipan untuk meletakan kasur. Dinding rumah
terbuat dari batubata disemen dan dicat putih. Sumber air untuk
kebutuhan sehari-harinya keluarga ini menggunakan mesin pompa air.
Secara keseluruhan kebersihan rumah baik. Sehari-hari keluarga
memasak menggunakan kompor gas.

26

BAB IV
DAFTAR MASALAH

1. Masalah aktif:
a. Hipertensi
b. Kondisi ekonomi lemah
c. Pengetahuan yang kurang tentang penyakit penderita
2. Faktor resiko:
a. Komplikasi hipertensi

DIAGRAM PERMASALAHAN PASIEN


(menggambarkan hubungan antara timbulnya masalah kesehatan yang
ada dengan faktor-faktor resiko yang ada dalam kehidupan pasien)

Pengetahuan yang
kurang tentang penyakit
penderita

Ny. S 56 th

Kondisi ekonomi
lemah

27

Keturunan

BAB V
PATIENT MANAGEMENT

A. PATIENT CENTERED MANAGEMENT


1. Support psikologis
Pasien memerlukan dukungan psikologis mengenai faktorfaktor yang dapat menimbulkan kepercayaan baik pada diri sendiri
maupun kepada dokternya, antara lain dengan cara :
a. Memerikan perhatian ada berbagai aspek masalah yang
dihadapi
b. Memberikan perhatian ada pemecahan masalah yang ada.
Memantau kondisi fisik dengan teliti dan berkesinambungan.
c. Memantau kondisi fisik dengan teliti dan berkesiambungan
d. Timbulnya kepercayaan dari pasien, sehingga timbul pula
kesadaran dan kesungguhanuntuk mematuhi nasihat-nasihat
dari dokter
Pendekatan spiritual, diarahkan untuk lebih mendekatkan
diri kepada Tuhan TME, misalnya dengan rajin ibadah, berdoa
dan memohon hanya kepada Tuhan YME.

28

Dukungan psikososial dari keluarga dan lingkungan


meruakan hal yang harus dilakukan. Bila ada masalah, evaluasi
psikologis dan evaluasi kondisi sosial, dapat dijadikan titik
tolak program terai psikososial.
2. Penetraman hati
Menentramkan hati diperlukan untuk pasien dengan
problem psikologis antara lain yang disebabkan oleh presepsi yang
salah tentang penyakitnya, kecemasan yang dialami akibat
penyakitnya. Faktor yang penting adalah ketekunan dalam
menjalani pengobatan sesuai petunjuk dokter. Selain itu jga
didukung dengan pola makan yang teratur dan istirahat yang
cukup. Diharapkan pasien bisa berpikir positif, tidak berprasangka
buruk terhadappenyakitnya, dan membangun smenagat hidupnya
sehingga bisa mendukung penyembuhan meningkatkan kualtas
hidupnya.
3. Penjelasan, basic konseling dan pendidikan pasien.
Diberikan penjelasan tentang penyakit, komplikasi dan
pengobatan pada penderita dan keluarga. Hal ini bisa dilakukan
melalui konseling setiap kali pasien kontroldan melalui kunjungan
rumah baik oleh dokter maupun oleh Yankes. Penderita juga diberi
penjelasan tentang pentingnya menjaga makanan dan kurangi
merokok dan kopi juga olah raga yang teratur.

29

4. Menimbulkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada diri


sendiri
Dokter perlu menmbulkan rasa percaya dan keyakinan pada
diri pasien bahwa ia bisa melwati berbagai kesulitan dan
penderitaanya. Selain itu juga ditanamkan rasa tanggung jawab
terhadap diri sendiri mengenai kepatuhan dalam jadwal kontrol,
keteraturan minum obat, diet yang dianjurkan dan hal-hal yang
perlu dihindari serta yang perlu dilakukan.
5. Pengobatan
Medika mentosa dan non medika mentosa seperti yang
tertera dalam penatalaksanaan.
6. Pencegahan dan promosi kesehatan
Hal yang tidak boleh terlupakan adalah promosi kesehatan
berupa perubahan tingkah laku (berhenti merokok dan kopi).
Kebersihan lingkungan rumah, meningkatkan daya tahan tubuh dan
menjaga pola makan dan olah raga yang teratur.

B. PREVENSI HIPERTENSI UNTUK KELUARGA LAINNYA (ISTRI


DAN KELUARGA LAINNYA)
Pervensi untuk hipertensi keluarga lainya dengan memberi
penjelasan tentang penyakit, pnecegahan , pengobatan dan komplikasi
penyakit hipertensi.

30

31