Anda di halaman 1dari 11

Catur Nugraheni

No

Jenis Jarimah

Definisi/keterangan

Unsur-unsur

Pembuktian

Hukuman

Dasar
penghapus/gu
gur hak
menuntut

Perbandingan
dengan hukum
positif

Hal-hal yang masih


diperdebatkan

Catur Nugraheni
1.

Hudud

Minum
Khamr

Khamr adalah segala


jenis minuman yang
memabukkan dari
amanpun asalnya, baik
dari buah seperti
anggur, tin, kurma
muda, atau dari biji
gandum, biji kurma,

Perbuatan ini
baru bias
dihukum jika
memenuhi
unsur:3
- Yang
diminum
adalah

Alat bukti:6
Persa
ksian, jumlah
saksi adalah
dua orang
laki-laki atau
empat orang
wanita.

Seperti orang
yang
menuduh
zina, maka
minum
khamr juga
didera 80
kali8

Hukuman had
bagi peminum
khamr dapat
dihapus atau
dibatalkan
apabila:
1. Para saksi

Jika kita melihat


ketentuan Pasal
300, 536-539
KUHP terdapat
ketentuan yang
berhubungan
dengan
minuman keras,

Mohd Said Ishak. Hudud dalam Fiqh Islam, (Johor Darul Tazim: Universiti Teknologi Malaysia. 2003). Hlm. 11.

Nasirudin al-Albani, Ringkasan Shahih Muslim(Kitab Hukuman Minuman Khamr), hlm.503.

Makhrus Munajat, Hukuman Pidana Islam di Indonesia, hlm. 161.

Pengertian khamr masih


diperdebatkan.15(sebaiknya
mengacu pada hadis Rasul,
sehingga yang disebut
khamr adalah semua
minuman yang
mengandung zat yang
memabukkan.

Catur Nugraheni
ataupun dari hewan
seperti susu.1
Dasar Hukum
Q.S. 5: 90 dan 91
sesungguhnya
meminum khamr,
berjudi, (berkorban
untuk) berhala,
mengundi nasib

minuman
keras/mema
bukkan
apapun zat
atau materi
yang
terdapat di
dalamnya.
Meskipun
niatnya

Menurut
Imam Abu
Hanifah ra
dan Abu
Yusuf ra,
saksi harus
mencium bau
minuman
yang
memabukkan

menurut
Imam Abu
Hanifah ra
dan Imam
Maliki ra 80
kali dera.
Menurut
Imam
Syafi'i ra
adalah 40

menarik
kesaksianya,
apabila tidak
ada bukti yang
menguatkan.
2. Pelaku
menarik
kembali

namun dalam
KUHP ini tidak
diatur
sedemikian rupa
mengenai apa
yang disebut
dengan
minuman keras
(kategori
zat/kandungan

Jumlah Hukuman juga


masih diperdebatkan. Hal
ini juga bergantung dari apa
yang disebut khamr.
Narkoba, ganja, dan ekstasi
disebut khamr atau bukan,
kalau unsur yang harus
dipenuhi adalah unsure
meminum maka itu tidak
termasuk tindak pidana

Ibnu Taimiyah. Siyasah Syariyah. Etika Politik Islam, (Surabaya: Risalah Gusti. 1995). Hlm. 101.

15

Jumhur Ulama Fiqh berpendapat bahwa minuman keras adalah setiap minuman yang di dalamnya terdapat zat yang memabukkan baik dinamakan
khamr atau bukan, baik dari anggur atau bukan. Menurut Hanafiah yang bias dikenakan hudud adalah yang minum minuman keras yang berasal dari
perasan anggur. (Mohd Said Ishak. Hudud dalam Fiqh Islam. Hlm. 10)

Catur Nugraheni
dengan panah adalah
perbuatan keji
termasuk perbuatan
syaitan.
Hadis Rasul:
- Dari Ibnu
Umar ra.
Bahwa Nabi
saw. bersabda:
Setiap yang
memabukkan
adalah
khamar dan
setiap yang
memabukkan
adalah

untuk obat
tetap
dilarang,
berdasarkan
hadis Dari
Ummi
Salamah ra.
Dari Nabi
saw. beliau
bersabda:
Sesungguh
nya Allah
tidak
menjadikan
kesembuhan
di dalam

ketika
menyaksikany
a.
Penga
kuan dari
peminum,
pengakuan ini
cukup satu
kali saja.
Bau
mulut,
(menurut
Imam Maliki
ra)
Mabu
k (menurut

kali dera,
dan boleh
ditambah
menjadi 80
kali dera.9

persaksianya,
karena tidak
ada bukti yang
menguatkan.
3. Kebenaran
bukti-bukti
masih
dipertanyakan,
atau masih
diragukan
kebenaranya

tidak
dijelaskan),
kemudian
mengenai
hukumannya
lebih cenderung
seperti tindak
pidana tazir,
karena
hukumannya
berupa pilihan
(denda/kurunga
n)

meminum khamr karena


dikonsumsi dengan cara
lain. Berarti masuk tazir.

Jadi 40 kali adalah hukuman had, sedang sisanya adalah hukuman ta'zir. Makhrus Munajat, Hukuman Pidana Islam di Indonesia, hlm. 161.

Catur Nugraheni
haram (HR.
Muslim)

Hirabah/P
erampokan

Hirabah adalah
perbuatan membuat
kerusakan atau

barang yang
diharamkan
atas kamu
(oleh AlBaihaqi dan
dishahihkan
oleh Ibn
Hibban)
A
- Perbuatan
dilakukan
secara sadar
dan sengaja
- Akil baligh
-Harta yang
dirampok

Imam Abu
Hanifah ra)
Munta
h (menurut
Imam Maliki
ra)7

- pembuktia
n dengan

Jika hirabah
dilakukan
dengan

Dalam hukum
pidana positif
yang disebut

-perbedaan pendapat para


ulama mengenai
pembegalan yang dilakukan

Hal ini pernah dilakukan ketika Usman bin Afan ra menjatuhkan hukuman dera bagi orang yanh muntah-muntah akibat meminum khamr.

Catur Nugraheni
keonaran di bumi, atau
melakukan
pembegalan, atau
seperti pencurian
besar-besaran.
Pengertian lain adalah
sekelompok orang
bersenjata di daerah
Islam umtuk
mengadakan
kekacauan,
penumpahan darah,
perampasan harta,
mengoyak
kehormatan, merusak
tanaman, peternakan,
citra agama, akhlak,
ketertiban dan undangundang.2

adalah milik
orang yang
dirampok.
-Terjadi di
negeri Islam
dan tidak
dalam
kondisi
perang
-Menurut
Abu
Hanifah,
perampokan
dengan cara
menghadang
orang di
jalan raya
dan terjadi
di luar kota.4

saksi
untuk jarimah
hirabah saksi
merupakan
alat bukti
yang kuat.
saksi tersebut
bisa diambil
dari para
korban dan
bisa juga dari
orang-orang
yang ikut
terlibat dalam
tindak pidana
perampokan
tersebut.
2.
pembuktian

membunuh
dan
mengambil
harta maka
hukumanny
a di bunuh
dan disalib.
Menurut
Imam Malik
penguasa
boleh
memilih
membunuh
atau
menyalib
saja.
Jika
mengganggu
lalu lintas
saja tanpa

Menurut
Wahbah alZuhaili:
- korban
mengingkari
pengakuan
pelaku
perampokan
- orang yang
mengaku
melakukan
perampokan
membatalkan
pengakuannya
- pihak korban
mengingkari
kesaksian yang

perampokan/pe
mbegalan itu
lebih kepada
kejahatan
terhadap harta
yang terjadi di
luar rumah. Lain
dengan
pengertian
hirabah di dalam
hukum Islam,
hirabah bisa
bermacammacam, bisa
meliputi
tindakan
sekelompok
pengacau,
mengambil harta
dengan

di jalan raya (Abu Hanafi


berpendapat perbuatan itu
harus terjadi di luar kota,
sedangkan Abu Yusuf,
SyafiI, dan Hanabilah
tidak membedakan di dalam
atau di luar kota)
- perbedaan pendapat
mengenai hukumannya,
kemudian apabila ternyata
hukuman hirabah boleh
dipilih jenisnya oleh
penguasa mengapa jarimah
ini masuk dalam jarimah
hudud dan bukan tazir.16

Sayyid Sabiq. Fiqih Sunnah, jilid 9, (Bandung: PT. Almaarif). Hlm. 186.

Satria Efendi M. Zein. Pidana Islam Indonesia, Peluang, Prospek, dan Tantangannya, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001). Hlm. 133-134.

16

Catur Nugraheni
dengan
pengakuan
para pelaku.

10

atau
mengambil
harta saja
maka
diasingkan
dari negeri,
atau memilih
untuk
dibunuh,
disalib atau
dipotong
anggota
badannya.10

mengatakan
bahwa dirinya
telah menjadi
korban
perampokan
- perampok
bertaubat
sebelum
tertangkap (QS
al-Maidah: 34)

Ahmad Hanafi, ASAS-ASAS HUKUM PIDANA ISLAM, (Jakarta: Bulan Bintang, 1967), hlm. 245.

membunuh,
merusak
tanaman, dan
lain-lain.
Mwnurut
Sayyid Sabiq
termasuk
hirabah adalah
gerombolan
pembunuh yang
dalam hukum
pidana positif
ini termasuk
delik
pembunuhan,
selain itu juga
sindikat pencilik
anak, di mana
dalam hukum
positif
merupakan
tindak pidana
penculikan
bukan termasuk
perampokan

Catur Nugraheni
atau
pembegalan.
Hukumannya
pun sangat
variatif lain
dengan hukum
Islam yang
termasuk
had/hudud. Jika
kejahatan
terhadap harta
dalam hukum
positif biasanya
masuk dalam
delik pencurian
misalnya
sindikat
pembobol Bank.
Namun dalam
hukum Islam hal
ini masuk ke
dalam hirabah
jika kita melihat
pada pengertian
hirabah.

Jika kita

Menurut
Haliman

Dalam hukum

Perbedaan pendapat
mengenai hukuman yang

Catur Nugraheni
Murtad
(Riddah)

Menurut Wahbah
Zuhaili murtad adalah
kembali dari agama
Islam kepada
kekafiran, baik dengan
niat, perbuatan yang
menyebabkan
kekafiran, atau dengan
ucapan.
Dasar hukum:
- Barang siapa
murtad diantara kamu
dari agamanya, lalu
dia mati dalam
kekafiran, maka
mereka itulah yang
sia-sia amalnya
didunia dan diakhirat
dan mereka itulah
penghuni neraka,
mereka kekal
didalamnya. (QS. AlBaqarah : 217)
- Rasulullah SAW.
bersabda:
barang siapa

Unsur-unsur
jarimah
Riddah itu:5
1. Keluar dari
Islam
Menurut para
ulama :
a. Murtad
dengan
perbuatan atau
meninggalkan
perbuatan
Misalnya
sujud kepada
matahari atau
bulan,
melelmparkan
Al-Quran dan
berzina dengan
menganggap
zina bukan
suatu
perbuatan yng
haram.
b. Murtad

melihat
pengertian dan
unsur-unsur
dari riddah ini,
dapat
disimpulkan
bahwa
pembuktianny
a adalah
berupa
pengakuan
masyarakat
atas terjadinya
kemurtadan
berdasarkan
kesaksian atas
pernyataan
atau perbuatan
yang telah
dilakukan oleh
orang yang
murtad
tersebut. Bisa
juga dengan
pengakuan
dari pelaku
sendiri.

hukuman
bunuh untuk
pelaku
riddah adalah
keliru karena
dalam alQur'an tidak
dinyatakan
hukuman
duniawi, hal
itu hanya
berlaku pada
masa
perang.11
menurut
Hasby AshShiddiqy
orang yang
murtad tidak
usah diapaapakan
selama tidak
membuat
keonaran
terhadap
Islam, jika
berbuat

ImamAbu
Hanifah
berpendapat
bahwa anak
mumayiz yang
murtad tidak
dihukum mati,
begitu pula
seorang wanita
kafir. Tapi
hukumannya
dipaksa untuk
menyatakan
Islam, dengan
jalan ditahan
atau dipenjara
sebagai
tazir.13

positif di
Indonesia
keluarnya orang
dari suatu
agama ini tidak
diatur secara
pasti karena
dalam UUD
1945 sendiri
terdapat
ketentuan bahwa
setiap orang
bebas memilih
agama dan
kepercayaan,
dalam Hukum
Pidana
Indonesia yang
diatur lebih ke
penodaan agama
.UU No
1/PNPS/ Tahun
1965 tentang
Pencegaha
Penyalahgunaan
dan/atau
Penodaan

Ahmad Wardi Muslich. Hukum Pidana Islam, (Jakarta. Sinar Grafika, 2005)

11

Wismar Ain, et. al., Aspek Pidana dalam Hukum Islam, (Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005), hlm. 149

13

Ahmad Wardi Muslich, op. Cit.

harus dikenakan bagi


pelaku riddah, karena
perbedaan penafsiran
terhadap hadis Rasul yang
menyatakan perintah untuk
membunuh pelaku riddah.
Menurut Haliman
sebaiknya kita kembali
kepada kepada ketentuan
Allah (QS. 4: 59), karena
terjadi perbedaan ketentuan
isi hadis maka gunakanlah
al-Quran saja.

Catur Nugraheni
menggantikan
agamanya, maka
bunuhlah dia.
(HR. Bukhori dari
Ibn Abbas )

12

dengan ucapan
yang
menunjukkan
kekafiran,
seperti
menyatakan
bahwa Allah
punya anak
dengan
anggapan
bahwa ucapan
tersebut tidak
dilarang.
2. ada Itikad
tidak baik
Murtad dengan
Itikad
yang tidak
sesuai dengan
aqidah Islam
seperti
beritikad
dengan
langgengnya
alam, Allah itu
sama dengan
makhluk-Nya.

Hasbi Ash-Shiddiqy, Al Islam II, (Jakarta: Attahiriyah, 1976), Hlm. 420.

keonaran,
kekacauan
dan
menentang
jamaah
Islam maka
harus
dibunuh.12

- Bertaubat.
Menurut
mazhab
Maliki,
kesempatan
untuk
bertobat itu
diberikan
selama
tigahari tiga
malam,
terhitung
sejak adanya
putusan
murtad dari
pengadilan,
bukan sejak
adanya
pernyataan
kufur atau
diajukannya
perkara ke
pengadilan.
Menurut
Imam Abu
Hanifah,
masa
kesempatan
tobat tersebut
diserahkan
penentuannya
kepada
hakim.14

Agama tidak
mengatur
mengenai
keluarnya
seseorang dari
agama, akan
tetapi jika yang
dimaksud
murtad ini
dilakukan
dengan cara
menodai agama,
hasutan atau
mempengaruhi
orang agar tidak
beragama maka
murtad ini bisa
dikenai Pasal
156a KUHP.

Catur Nugraheni

14

Ibid.