Anda di halaman 1dari 5

Bayi Kembar

Proses terjadinya bayi kembar dimulai dengan pertemuan hanya dua buah sel masing-masing
milik wanita dan pria (ibu dan ayah kamu). Sel tersebut bertemu dalam proses yang disebut proses
pembuahan dan mulai berkembang dalam rahim wanita selama 9 bulan dan akhirnya lahir sebagai bayi.
Oleh karena sebab yang khusus, proses pembuahan dapat terjadi pada dua buah atau bahkan lebih sel
milik wanita dalam satu rahim, sehinga dalam satu rahim dapat berkembang dua atau lebih bayi. Kamu
pernah dengar ada kembar lima khan? Ini disebut dengan kembar fraternal (dizygotic). Kembar ini tidak
terlalu mirip satu sama lain, dan bisa juga berbeda kelamin (kembar pria dan wanita). Atau sebab lain
kembar yang terjadi karena satu sel milik wanita bertemu dengan dua buah sel milik pria, sehingga terjadi
kembar identik yang berjenis kelamin sama, rupa yang sama, gen yang sama. Disebut juga dengan
kembar identik (monozygotic). Kembar identik ini juga bisa berpotensi berkembang menjadi penyebab
kembar SIAM, yaitu kembar yang menempel satu sama lainnya, satu tubuh berkepala dua, perut menyatu,
karena masing-masing sel tidak membelah dengan sempurna.

Kembar dizigotik atau fraternal (DZ)


Kembar dizigotik (dikenal sebagai "kembar non-identik") terjadi karena zigot-zigot yang
terbentuk berasal dari sel telur yang berbeda. Terdapat lebih dari satu sel telur yang melekat pada dinding
rahim yang terbuahi oleh sel-sel sperma pada saat yang bersamaan. Pada manusia, proses ovulasi kadangkadang melepaskan lebih dari satu sel telur matang ke tuba fallopi yang apabila mereka terbuahi akan
memunculkan lebih dari satu zigot.Kembar dizigotik secara genetik tidak berbeda dari saudara biasa dan
berkembang dalam amnion dan plasenta yang terpisah. Mereka dapat memiliki jenis kelamin yang
berbeda atau sama.Kajian juga menunjukkan bahwa bakat melahirkan kembar DZ diwariskan kepada

keturunannya

(bersifat

genetik),

namun

hanya

keturunan

perempuan/betina

yang

mampu

menunjukkannya (karena hanya perempuan/betina yang dapat mengatur pengeluaran sel telur).
Penyebab terjadinya bayi kembar non identik :

karena pada masa pembuahan terdapat dua buah sel telur matang yang masing- masing di buahi
oleh sperma yang berbeda. Karena berasal dari dua telur dan sperma yang berbeda maka masingmasing mempunyai kantung ketuban dan plasenta sendiri. Jadi kembar fraternal, adalah terjadinya
2 proses pembuahan dalam satu kehamilan.

Kembar monozigotik atau identik (MZ)


Kembar monozigotik terjadi ketika sel telur tunggal terbuahi dan membentuk satu zigot
(monozigotik). Dalam perkembangannya, zigot tersebut membelah menjadi embrio yang berbeda. Kedua
embrio berkembang menjadi janin yang berbagi rahim yang sama. Tergantung dari tahapan pemisahan
zigot, kembar identik dapat berbagi amnion yang sama (dikenal sebagai monoamniotik) atau berbeda
amnion. Lebih jauh lagi, kembar identik bukan monoamniotik dapat berbagi plasenta yang sama (dikenal
dengan monokorionik, monochorionic) atau tidak. Semua kembar monoamniotik pasti monokorionik.
Berbagi amnion yang sama (atau amnion dan plasenta yang sama) dapat menyebabkan komplikasi dalam
kehamilan. Contohnya, tali pusar dari kembar monoamniotik dapat terbelit sehingga mengurangi atau
mengganggu penyaluran darah ke janin yang berkembang.
Kembar MZ selalu berkelamin sama dan secara genetik adalah sama (klon) kecuali bila terjadi
mutasi pada perkembangan salah satu individu. Tingkat kemiripan kembar ini sangat tinggi, dengan
perbedaan kadang-kadang terjadi berupa keserupaan cerminan. Perbedaan terjadi pada hal detail, seperti
sidik jari. Bila individu beranjak dewasa, tingkat kemiripan biasanya berkurang karena pengalaman
pribadi atau gaya hidup yang berbeda. Penelitian dari Fraga et al. (2005) mengungkap adanya pengaruh
epigenetik dalam proses yang membedakan individu-individu yang kembar MZ, akibat berbedanya gengen yang diaktifkan. Meskipun ada pengaruh kebiasaan atau pengalaman yang memengaruhi perbedaanperbedaan itu, ilmuwan beranggapan proses acak lebih banyak berperan dalam perbedaan-perbedaan yang
terjadi. Penelitian dengan tikus bahkan menunjukkan adanya perbedaan aktivitas pada histon (terkait
dengan epigenetik) dari empat sel pertama yang terbentuk.
Penyebab terjadinya bayi kembar identik :

karena pembelahan sel hasil pembuahan sel telur dan sperma yang mengakibatkan pembelahan
tidak sempurna, sehingga dari yang tadinya hanya ada 1 zygot menjadi ada 2 (disebut juga
monozygotic). Kemudian keduanya ini berkembang menjadi janin yang independen, dan biasanya
berbagi plasenta yang sama. Karena sumbernya adalah 1 sel telur dan 1 sperma, biasanya kembar

ini disebut kembar identik (karena bayinya nantinya mirip -identical-, mukanya, posturnya,

bahkan jenis kelaminnya walaupun sering juga terjadi kembar identik beda kelamin).
karena adanya 2 sel telur didalam rahim (hal ini cukup jarang juga terjadi) yang kemudian kedua
sel telur ini dibuahi oleh 2 sel sperma yang berbeda. Sehingga ada 2 zygot (dizygotic) yang
berasal dari 2 sel telur dan 2 sel sperma. Biasanya, kembar ini tidak identik, mukanya tidak seperti
anak kembar (tidak mirip satu sama lain), kadang juga kelaminnya berbeda. Yang dizygotic ini
biasanya ada 2 placenta, sendiri-sendiri (Suryo, 2005).

Kembar siam
Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila
zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna. Kemunculan kasus kembar siam
diperkirakan adalah satu dalam 200.000 kelahiran. Yang bisa bertahan hidup berkisar antara 5% dan
25%, dan kebanyakan (75%) berjenis kelamin perempuan.Istilah kembar siam berawal dari pasangan
kembar siam terkenal Chang dan Eng Bunker (1811-1874) yang lahir di Siam (sekarang Thailand).
Kasus kembar siam tertua yang tercatat adalah Mary dan Eliza Chulkhurst dari Inggris yang lahir pada
tahun 1100-an. Secara garis besar, kembar dibagi menjadi dua. Monozigot, kembar yang berasal dari
satu telur dan dizigot kembar yang berasal dari dua telur. Dari seluruh jumlah kelahiran kembar,
sepertiganya adalah monozigot. Kembar dizigot berarti dua telur matang dalam waktu bersamaan, lalu
dibuahi oleh sperma. Akibatnya, kedua sel telur itu mengalami pembuahan dalam waktu bersamaan.
Sedangkan kembar monozigot berarti satu telur yang dibuahi sperma, lalu membelah dua. Masa
pembelahan inilah yang akan berpengaruh pada kondisi bayi kelak.Masa pembelahan sel telur terbagi
dalam empat waktu, yaitu 0 - 72 jam, 4 - 8 hari, 9-12 dan 13 hari atau lebih. Pada pembelahan
pertama, akan terjadi diamniotik yaitu rahim punya dua selaput ketuban, dan dikorionik atau rahim
punya dua plasenta. Sedangkan pada pembelahan kedua, selaput ketuban tetap dua, tapi rahim hanya
punya satu plasenta. Pada kondisi ini, bisa saja terjadi salah satu bayi mendapat banyak makanan,
sementara bayi satunya tidak. Akibatnya, perkembangan bayi bisa terhambat. Lalu, pada pembelahan
ketiga, selaput ketuban dan plasenta masing-masing hanya sebuah, tapi bayi masih membelah dengan
baik.
Pada pembelahan keempat, rahim hanya punya satu plasenta dan satu selaput ketuban, sehingga
kemungkinan terjadinya kembar siam cukup besar. Pasalnya waktu pembelahannya kelamaan,
sehingga sel telur keburu berdempet. Jadi kembar siam biasanya terjadi pada monozigot yang
pembelahannya lebih dari 13 hari.Dari keempat pembelahan tersebut, tentu saja yang terbaik adalah
pembelahan pertama, karena bayi bisa membelah dengan sempurna. Namun, keempat pembelahan ini
tidak bisa diatur waktunya. Faktor yang memengaruhi waktu pembelahan, dan kenapa bisa membelah

tidak sempurna sehingga mengakibatkan dempet, biasanya dikaitkan dengan infeksi, kurang gizi, dan
masalah lingkungan.
Pembagian jenis kembar siam
Kembar siam itu sendiri yang kebanyakan berjenis kelamin perempuan, terbagi dalam beberapa
jenis kasus, yang didasari posisi pelekatan keduanya.Dari seluruh kembar dempet, kebanyakan dempet
terjadi pada empat anggota tubuh, yaitu dada sebanyak 40 persen, perut 35 persen, kepala 12 persen
dan panggul antara enam hingga sepuluh persen.
Ada beberapa jenis kembar siam:
1. Thoracopagus: kedua tubuh bersatu di bagian dada (thorax). Jantung selalu terlibat dalam kasus
ini. Ketika jantung hanya satu, harapan hidup baik dengan atau tanpa operasi adalah rendah.
2. Omphalopagus: kedua tubuh bersatu di bagian bawah dada. Umumnya masing-masing tubuh
memiliki jantung masing-masing, tetapi biasanya kembar siam jenis ini hanya memiliki satu
hati, sistem pencernaan, diafragma dan organ-organ lain.
3. Xiphopagous: kedua tubuh bersatu di bagian xiphoid cartilage.
4. Pygopagus (iliopagus): bersatu di bagian belakang.
5. Cephalopagus: bersatu di kepala dengan tubuh yang terpisah. Kembar siam jenis ini umumnya
tidak bisa bertahan hidup karena kelainan serius di otak.
6. Cephalothoracopagus: Tubuh bersatu di kepala dan thorax. Jenis kembar siam ini umumnya
tidak bisa bertahan hidup.
7. Craniopagus: tulang tengkorak bersatu dengan tubuh yang terpisah.
8. Craniopagus parasiticus - bagian kepala yang kedua yang tidak memiliki tubuh.
9. Dicephalus: dua kepala, satu tubuh dengan dua kaki dan dua atau tiga atau empat lengan
(dibrachius, tribrachius atau tetrabrachius)
10. Ischiopagus: kembar siam anterior yang bersatu di bagian bawah tubuh.
11. schio-omphalopagus: Kembar siam yang bersatu dengan tulang belakang membentuk huruf-Y.
Mereka memiliki empat lengan dan biasanya dua atau tiga kaki. Jenis ini biasanya memiliki
satu sistem reproduksi dan sistem pembuangan.
12. Parapagus: Kembar siam yang bersatu pada bagian bawah tubuh dengan jantung yang
seringkali dibagi.
13. Diprosopus: Satu kepala dengan dua wajah pada arah berlawanan (Cunningham FG, dkk.
2006).

Daftar Pustaka
Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap LC, Hauth JC, Wenstrom KD. Kehamilan multijanin.
Dalam: Hartono A, Suyono YJ, Pendit BU (alih bahasa). Obstetri Williams. Volume 1 edisi 21. Jakarta:
Penerbit buku kedokteran EGC, 2006. h. 852-897
Suryo, 2005. Genetika Manusia. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.