Anda di halaman 1dari 5

Pembuatan Pati Jagung (Permatasari, 2007)

Tujuan: Membuat pati jagung menggunakan metode wet milling yang akan
digunakan pada percobaan utama.
Pelaksanaan:
a. Penyiapan Bahan
Biji jagung dipisahan dari kotoran dan kontaminan asing (kulit, pecahan
kernel, dan biji jagung yang rusak), kemudian biji jagung dicuci
menggunakan air bersih untuk menghilangkan kotoran atau debu yang
menempel pada biji jagung.
b. Perendaman
Biji jagung direndam dalam larutan natrium sulfit (Na2SO3) konsentrasi
0.20% dengan perbandingan biji jagung:natrium sulfit (1:2). Perendaman
dilakukan selama 48 jam pada suhu 50C. Suhu dijaga konstan menggunakan
thermometer. Perendaman dilakukan untuk melunakkan biji jagung dan
memudahkan proses pemisahan lembaga dengan endospermnya.
c. Pembilasan
Pembilasan dilakukan untuk menghilangkan larutan sisa perendaman,
dilakukan dengan menggunakan air mengalir.
d. Penggilingan kasar dan pemisahan lembaga
Biji jagung hasil perendaman digiling kasar dengan penambahan air
menggunakan blender kecepatan rendah selama 15 detik. Rasio air yang
ditambahkan adalah air:jagung (1:1). Penggilingan kasar bertujuan untuk
memecah endosperm jagung tanpa memecah lembaga.
Lembaga dipisahkan dari pecahan kernel jagung berdasarkan perbedaan berat
jenis, dimana lembaga yang memiliki berat jenis lebih rendah dibandingkan
dengan pecahan biji jagung aka nada di bagian bawah dan lembaga akan
terdapat pada bagian atas. Pemisahan bagian lembaga dari endosperm
dilakukan dengan cara pencucian dan pengapungan. Pengapungan ini

hendaknya jangan dilakukan terlalu lama, karena jika terlalu lama dapat
menyebabkan larutnya pati dalam air perendaman. Rasio air yang
ditambahkan adalah air:jagung (4:1).
e. Penggilingan halus dan pemisahan ampas
Pecahan endosperm jagung yang telah dipisahkan dari lembaga, digiling
halus dalam blender kecepatan tinggi selama 2 menit dengan penambahan air.
Rasio air yang ditambahkan adalah air:jagung (0.3:1). Bahan hasil gilingan
halus diekstraksi dengan air untuk mendapatkan pati jagung. Dari ekstraksi
tersebut dihasilkan bubur jagung. Bubur kemudian disaring dengan kain
saring dengan tujuan untuk memisahkan ampas dan filtrat. Pemisahan
dilakukan dengan penambahan air. Rasio air yang ditambahkan adalah
air:jagung (6:1). Pada proses ini dilakukan pemerasan untuk memperbanyak
jumlah sel-sel pati yang keluar dari jaringan endosperm jagung.
f. Pengendapan dan pencucian
Filtrat yang diperoleh dari hasil penyaringan didekantasi selama 12 jam untuk
mengendapkan patinya. Filtrat setelah pengendapan akan memisah menjadi 2
fase yaitu cairan pada bagian atas dan padatan pada bagian bawah. Bagian
airnya dibuang, sedangkan endapan (pati) dibilas kembali menggunakan
NaOH 0.1 N dengan perbandingan NaOH:jagung (0.25:1). Penambahan
NaOH bertujuan untuk melarutkan fraksi protein larut basa pada jagung
sehingga didapatkan pati yang bebas dari komponen lain. Setelah itu
dilakukan pengadukan dan sentrifugasi untuk memisahkan NaOH 0.1 N.
Hasil pengendapan dicuci dengan cara menambahkan air. Rasio air yang
ditambahkan adalah air:jagung (0.56:1). Kemudian dilanjutkan dengan
pengendapan selama 1 jam. Air dan larutan NaOH hasil pengendapan
dibuang. Prosedur ini diulang sebanyak 3 kali
menghilangkan NaOH.

yang bertujuan untuk

g. Pengeringan
Pati yang dihasilkan dicuci dengan menggunakan methanol dengan
perbandingan methanol:jagung (0.3:1). Pengeringan pati dilakukan dnegan
menggunakan oven dengan suhu 50C 2C selama 6 jam hingga kadar air
kurang dari 15%.
h. Penggilingan pati
Penggilingan pati bertujuan untuk memperkecil ukuran pati dengan
menggunakan grinder hingga berbentuk partikel yang lebih halus.

Biji Jagung
600 g

Lar. Na2SO3 0,02% (v= 1200 mL) Sortasi dan Pencucian


Perendaman
(T= 50C, t= 48 jam)
Air Bersih

Pencucian dan Penirisan

Air bersih 600 mL

Penggilingan kasar

Air bersih 2400 mL

Pemisahan kulit dan lembaga

Air bersih 200 mL

Air Kotor

Kulit dan Lembaga

Penggilingan halus

Bubur Jagung

Air bersih 3600 mL

Penyaringan dan Pengepresan

Filtrat
Pengendapan (t= 12 jam)
NaOH 0,1 N (V=150 mL)

Pemisahan Pati dan Protein

Pengadukan

Sentrifugasi
Pencucian

Endapan pati basah

Ampas

Endapan pati basah

Methanol 200 mL

Penyaringan dan Penyiraman methanol

Pengeringan oven (T= 50C, t= 6-8 jam)

Pati jagung

Gambar 1. Diagram Alir Pembuatan Pati Jagung


(Permatasari, 2007)