Anda di halaman 1dari 9

Definisi Perencanaan Menurut Para Ahli

1. George R. Terry (1975)


Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta
menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan
menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini
diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu.
2. Henry Fayol
Perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan
penentuan strategi kebijaksanaan proyek, program, prosedur, metode, sistem
anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
3. Harold Koontz dan Cyril ODonnel
Perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan memilih
tujuan-tujuan, kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, program-program dari
alternatif-alternatif yang ada.
4. Drs. Ulbert Silalahi, M.A
Perencanaan merupakan kegiatan menetapkan tujuan serta merumuskan dan
mengatur pendayagunaan manusia, informasi, finansial, metode dan waktu
untuk memaksimalisasikan efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan.
5. Abdulrachman (1973)
Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau
perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan
tindakan-tindakan kemudian.
6. Sondang P. Siagian (1994:108)
Perencanaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan
penentuan secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang
akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
7. Prajudi Atmosudirdjo
Perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan
dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa, dan bagaimana.
8. Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan
Perencanan adalah sejumlah keputusan mengenai keinginan dan berisi pedoman
pelaksanaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan itu. Jadi, setiap rencana
mengandung dua unsur, yaitu: tujuan dan pedoman.
9. Melville Brance, 1980

Perencanaan adalah proses aktifitas berkelanjutan dan memutuskan apa yang


dapat dilakukan dan diinginkan untuk masa depan serta bagaimana
mencapainya.
10. Peter Hall, 1992
Perencanaan adalah penyusunan rangkaian tindakan secara berurut yang
mengarah pada pencapaian tujuan.
11. Faludi, 1973
Perencanaan sebagai satu proses untuk menentukan tindakan yang berorientasi
pada masa depan melalui serangkaian pikiran.
12. Waterson, 1965
Perencanaan merupakan usaha sadar, terorganisir dan terus menerus guna
memilih alternatif untuk mencapai tujuan tertentu.
13. Louis A.Allen
Perencanaan adalah menentukan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil
yang diiginkan.
14. Cuningham
Perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta,
imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan
memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang
diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan
dalam penyelesaian.
15. Garth N.Jone
Perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pengembangan dari pada
tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas.
16. Kusmiadi (1995)
Perencanaan adalah proses dasar yang kita gunakan untuk memilih tujuantujuan dan menguraikan bagaimana cara pencapainnya.
17. Soekartawi (2000)
Perencanaan adalah pemilihan alternatif atau pengalokasian berbagai sumber
daya yang tersedia.
18. Deacon
Perencanaan adalah upaya menyusun berbagai keputusan yang bersifat pokok,
yang dipandang paling penting dan yang akan dilaksanakan menurut urutannya
guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

19. Goetz
Perencanaan adalah kemampuan memilih satu kemungkinan dari berbagai
kemungkinan yang tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk mencapai
tujuan.
20. George Pickett & John J. Hanlon
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana mencapai suatu tujuan
begitu tujuan itu ditetapkan.

Teori Pembangunan
Teori Pembangunan, terbagi atas 3 teori, yakni antara lain teori
modernisasi, dependensi dan teori dunia. dan contoh Implementasi dari ketiga
teori tersebut pada kehidupan dapat dilihat pada privatisasi bulog sebagai
implementasi dari teori pembangunan. tiga teori pembangunan tersebut antara
lain adalah:

a. TEORI MODERNISASI
Perspektif teori Modernisasi Klasik menyoroti bahwa negara Dunia Ketiga
merupakan negara terbelakang dengan masyarakat tradisionalnya. Sementara
negara-negara Barat dilihat sebagai negara modern. aliran modernisasi memiliki
ciri-ciri dasar antara lain: Sumber perubahan adalah dari dalam atau dari
budaya masyarakat itu sendiri (internal resources) bukan ditentukan unsur luar.
Modernisasi diartikan sebagai proses transformasi. Dalam rangka mencapai
status modern, struktur dan nilai-nilai tradisional secara total diganti dengan
seperangkat struktur dan nilai-nilai modern. Modernisasi merupakan proses
sistematik. Modernisasi melibatkan perubahan pada hampir segala aspek
tingkah laku sosial, termasuk di dalamnya industrialisasi, diferensiasi,
sekularisasi, sentralisasi dsb. Ciri-ciri pokok teori modernisasi:
Modernisasi merupakan proses bertahap.
Modernisasi juga dapat dikatakan sebagai proses homogenisasi.
Modernisasi terkadang mewujud dalam bentuk lahirnya, sebagai
Eropanisasi dan Amerikanisasi, atau modernisasi sama dengan Barat.

proses

Modernisasi juga dilihat sebagai proses yang tidak bergerak mundur.


Modernisasi merupakan perubahan progresif
Modernisasi memerlukan waktu panjang. Modernisasi dilihat sebagai proses
evolusioner, dan bukan perubahan revolusioner.
Tokoh-tokoh teori modernisasi:

1.

Harrod-Domar

Bependapat bahwa masalah pembangunan pada dasarnya merupakan masalah


menambahkan investasi modal. Prinsip dasar : kekurangan modal, tabungan dan
investasi menjadi masalah utama pembangunan.
2.

Walt .W. Rostow

Teori Pertumbuhan Tahapan Linear ( linear-stages-of growth- models) proses


pembangunan bergerak dalam sebuah garis lurus yakni masyarakat yang
terbelakang ke masyarakat yang maju dengan tahap2 sebagai berikut:
Masyarakat Tradisional masyarakat pertanian. Ilmu pengetahuan masih belum
banyak dikuasai.
Prakondisi untuk Lepas Landas masyarakat tradisional terus bergerak
walaupun sangat lambat dan pada suatu titik akan mencapai posisi pra-kondisi
untuk lepas landas.. contoh adanya campur tangan u/ meningkatkan tabungan
masyarakat terjadi, dimana tabungan tsb dimanfaatkan u/ sektor2 produktif yang
menguntungkan. Misal Pendidikan
Lepas Landas ditandai dengan tersingkirnya hambatan-hambatan yang
menghalangi proses pertumbuhan ekonomi. Tabungan dan investasi yang efektif
meningkat dari 5%-10 %.
Bergerak ke Kedewasaan teknologi diadopsi secara meluas.
Jaman Konsumsi Masal yang Tinggi Pada tahap ini pembangunan sudah
berkesinambungan
3.

David McClelland

Teori: need for Achievement (n-Ach). kebutuhan atau dorongan berprestasi,


dimana mendorong proses pembangunan berarti membentuk manusia
wiraswasta dengan n.ach yang tinggi. Cara pembentukanya melalui pendidikan
individu ketika seseorang masih kanak-kanak di lingkungan keluarga.
4.

Max Weber

Hasil analisis: salah satu penyebab utamanya adalah Etika Protestan. Etika
Protestan:
Lahir melalui agama Protestan yg dikembangkan oleg Calvin
Keberhasilan kerja di dunia akan menentukan seseorang masuk surga/neraka.
Berdasarkan kepercayaan tsb kemudian mereka bekerja keras u/ menghilangkan
kecemasan. Sikap inilah yg diberi nama etika protestan.
5.

Bert F. Hoselitz

Membahas faktor-faktor non ekonomi yg ditinggalkan Rostow yang disebut faktor


kondisi lingkungan.
Kondisi lingkungan maksudnya adalah perubahan-

perubahan pengaturan kelembagaan


pendidikan, keluarga, dan motivasi.
6.

yg

terjadi

dalam

bidang

hukum,

Alex Inkeles & David H. Smith

Ciri-ciri manusia modern:


Keterbukaan thd pengalaman dan ide baru
Berorientasi ke masa sekarang dan masa depan
Punya kesanggupan merencanakan
Percaya bahwa manusia bisa menguasai alam
Bila dalam teori Modernisasi Klasik, tradisi dianggap sebagai penghalang
pembangunan, dalam teori Modernisasi Baru, tradisi dipandang sebagai faktor
positif pembangunan. Teori Modernisasi, klasik maupun baru, melihat
permasalahan pembangunan lebih banyak dari sudut kepentingan Amerika
Serikat dan negara maju lainnya.

b. TEORI DEPENDENSI
Teori Dependensi lebih menitik beratkan pada persoalan keterbelakangan
dan pembangunan negara Dunia Ketiga. Munculnya teori dependensi lebih
merupakan kritik terhadap arus pemikiran utama persoalan pembangunan yang
didominasi oleh teori modernisasi.
Teori ini mencermati hubungan dan
keterkaitan negara Dunia Ketiga dengan negara sentral di Barat sebagai
hubungan yang tak berimbang dan karenanya hanya menghasilkan akibat yang
akan merugikan Dunia Ketiga. Negara sentral di Barat selalu dan akan menindas
negara Dunia Ketiga dengan selalu berusaha menjaga aliran surplus ekonomi
dari negara pinggiran ke negara sentral.
Teori ini berpangkal pada filsafat materialisme yang dikembangkan Karl Marx.
Salah satu kelompok teori yang tergolong teori struktiral ini adalah teori
ketergantungan yang lahir dari 2 induk, yakni seorang ahli pemikiran liberal Raul
Prebiesch dan seorang pemikir marxis yang merevisi pandangan marxis tentang
cara produksi Asia yaitu, Paul Baran.
Raul Prebisch : industri substitusi import. Menurutnya negara-negara terbelakang
harus melakukan industrialisasi yang dimulai dari industri substitusi impor.
Paul Baran: sentuhan yang mematikan dan kretinisme. Baginya perkembangan
kapitalisme di negara-negara pinggiran beda dengan kapitalisme di negaranegara pusat. Di negara pinggiran, system kapitalisme seperti terkena penyakit
kretinisme yang membuat orang tetap kerdil.
Ada 2 tokoh yang membahas dan menjabarkan pemikirannya sebagai kelanjutan
dari tokoh-tokoh di atas, yakni:

Andre Guner Frank : pembangunan keterbelakangan. Bagi Frank keterbelakangan


hanya dapat diatasi dengan revolusi, yakni revolusi yang melahirkan sistem
sosialis.
Theotonia De Santos
ketergantungan, yakni:

Membantah

Frank.

Menurutnya

ada

bentuk

a.Ketergantungan Kolonial: hubungan antar penjajah dan penduduk setempat


bersifat eksploitatif.
b.Ketergantungan Finansial- Industri: pengendalian dilakukan melalui kekuasaan
ekonomi dalam bentuk kekuasaan financial-industri.
c.Ketergantungan Teknologis-Industrial: penguasaan terhadap surplus industri
dilakukan melalui monopoli teknologi industri.

c. TEORI SISTEM DUNIA


teori sistem dunia yang dikemukakan oleh Immanuel Wallerstein. Hal ini
dikarenakan bahwa dalam suatu sistem sosial perlu dilihat bagian-bagian secara
menyeluruh dan keberadaan negara-negara dalam dunia internasional tidak
boleh dikaji secara tersendiri karena ia bukan satu sistem yang tertutup. Teori ini
berkeyakinan bahwa tak ada negara yang dapat melepaskan diri dari ekonomi
kapitalis yang mendunia. Wallerstein menyatakan sistem dunia modern adalah
sistem ekonomi kapitalis.

Menurut Wallerstein, sistem dunia kapitalis dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu
negara core atau pusat, mengambil keuntungan yang paling banyak, karena
kelompok ini dapat memanipulasikan sistem dunia sampai batas-batas tertentu
semi-periferi atau setengah pinggiran mengambil keuntungan dari negaranegara pinggiran yang merupakan pihak yang paling dieksploitir
negara periferi atau pinggiran.
menurut Wallerstein negara-negara dapat naik atau turun kelas, misalanya dari
negara pusat menjadi negara setengah pinggiran dan kemudian menjadi negara
pinggiran, dan sebaliknya. Naik dan turun kelasnya negara ini ditentukan oleh
dinamika sistem dunia. Pernah suatu saat Inggeris, Belanda, dan Perancis adalah
negara pusat yang berperan dominan dalam sistem dunia, namun kemudian
Amerika Serikat muncul menjadi negara terkuat (pusat) seiring hancurnya
negara-negara Eropa dalam Perang Dunia II.
Wallerstein merumuskan tiga strategi bagi terjadinya proses kenaikan kelas,
yaitu:

Kenaikan kelas terjadi dengan merebut kesempatan yang datang. Sebagai misal
negara pinggiran tidak lagi dapat mengimpor barang-barang industri oleh karena
mahal sedangkan komiditi primer mereka murah sekali, maka negara pinggiran
mengambil tindakan yang berani untuk melakukan industrialisasi substitusi
impor. Dengan ini ada kemungkinan negara dapat naik kelas dari negara
pinggiran menjadi negara setengah pinggiran.
Kenaikan kelas terjadi melalui undangan. Hal ini terjadi karena perusahaanperusahaan industri raksasa di negara-negara pusat perlu melakukan ekspansi
ke luar dan kemudian lahir apa yang disebut dengan MNC. Akibat dari
perkembangan ini, maka muncullah industri-industri di negara-negara pinggiran
yang diundang oleh oleh perusahaan-perusahaan MNC untuk bekerjasama.
Melalui proses ini maka posisi negara pinggiran dapat meningkat menjadi
setengah pinggiran.
Kenaikan kelas terjadi karena negara menjalankan kebijakan untuk
memandirikan negaranya. Sebagai misal saat ini dilakukan oleh Peru dan Chile
yang dengan berani melepaskan dirinya dari eksploitasi negara-negara yang
lebih maju dengan cara menasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing.
Namun demikian, semuanya ini tergantung pada kondisi sistem dunia yang ada,
apakah pada saat negara tersebut mencoba memandirikan dirinya, peluang dari
sistem dunia memang ada. Jika tidak, mungkin dapat saja gagal.

Beberapa para ahli berbicara mengenai pembangunan. Masing-masing ahli


memiliki definisi dan pandangan berbeda terhadap pembangunan. Berikut
adalah definisi pembangunan menurut para ahli:
Rogers dan Shoemaker (1971)
Pembangunan adalah jenis perubahan sosial dengan ide-ide baru untuk
kehidupan sosial dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi
dan memberikan tingkat kehidupan yang lebih tinggi pula melalui organisasi
sosial yang baik dan produksi modern.

Definisi Pembangunan Menurut Para Ahli


Seers (1977)
Pembangunan adalah istilah teknis untuk membangkitkan kualitas hidup warga
negara berkembang dengan cara menyadarkan mereka tentang kualitas
pendidikan yang masih rendah, jumlah pengangguran yang masih banyak yang
diakibatkan oleh ketidakadilan dalam kehidupan sosial.
Johan Galtung

Pembangunan adalah upaya untuk mewujudkan kebutuhan manusia demi


kepentingan individu maupun kelompok dengan cara yang tidak merusak
kelestarian alam atau kehidupan sosial manusia.
Mohammad Ali
Pembangunan adalah sebuah rencana untuk meningkatkan kesejahteraan dan
kualitas hidup masyarakat dengan cara memberi peningkatan pada taraf hidup
mereka.
Drs. Joko Untoro
Pembangunan adalah kemajuan ekonomi yang dapat diwujudkan dengan cara
mengubah struktur ekonomi yang terdahulu dan berusaha untuk meningkatkan
pendapatan per kapitta
Berbagai ahli berbicara dan menjelaskan definisi pembangunan dalam kata-kata
yang berbeda. Tetapi jika kita perhatikan semua ahli diatas sepakat untuk
mendefinisikan pembangunan adalah usaha untuk memajukan kehidupan
ekonomi bangsa dan tentunya membuat rakyat semakin sejahtera.
Pembangunan bukan hanya upaya untuk membangun hal-hal yang bersifat
modern saja. Pembangunan harus kembali pada tujuan semula bahwa untuk
memberi kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Upaya ini dapat
dimulai dengan membangun pribadi kita sendiri untuk lebih berpikiran terbuka
dan peduli terhadap keberlangsungan hidup bangsa.

A. Pengertian Perencanaan

Perencanaan adalah cara berpikir mengenai persoalan-persoalan sosial dan ekonomi,


terutama berorientasi pada masa datang, berkembang dengan hubungan antara tujuan dan
keputusan keputusan kolektif dan mengusahakan kebijakan dan program

B.

Unsur-unsur suatu perencanaan


Dalam menetapkan suatu rencana harus lah mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

1.

Tujuan. Suatu rencana yang akan dilaksanakan harus mempunyai tujuan yang jelas dan
mempunyai batasan akan tujuan tersebut (fokus). Dalam batasan ini dirinci tentang limit waktu
yang akan dipakai, bagaimana cara pencapaian tujuan tersebut dan lain sebagainya.

2.

Politik. Yang dimaksud dengan politik ini adalah kewenangan, delegasi dan pertanggung jawaban
dalam pelaksanaan sebuah rencana. Sehingga tujuan yang telah direncanakan akan berhasil.

3.

Prosedur, merupakan urutan tindakan atau kegiatan yang terorganisir dalam rangka pencapaian
tujuan tersebut.

4.

Anggaran atau budget merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pencapaian tujuan.
Anggaran ini harus dibuat serealistis mungkin, sehingga beban dari pelaksanaan ini tidak tidak lah
begitu berat.

5.

Program, merupakan gabungan dari politik, prosedur dan anggaran serta perlu adanya alternatif
tujuan bilamana tujuan utamanya tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan.

C. PROSES PERENCANAAN

1. Menentukan tujuan perencanaan


2. Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan
3. Mengembangkn dasar pemikiran kondisi mendatang
4. Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan
5. Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya
6. seleksi sasaran
7. penilaian dampak lingkungan
8. mengadakan ramalan tentang perubahan
9. evaluasi kekuatan internal perushaan
10. . mempertimbangkan berbagai alternatif tindakan bersama resiko dan imbalannya
11. pilihan alternatif terbaik
12. penentuan program spesifik, rencana dan prosedur pelaksanaan
13. evaluasi bersama hasil dan akibat perencanaan dalam rangka mengambil tindkaan perbaikan
dan mengadakan perubahan sesaui dengan apa yang