Anda di halaman 1dari 2

RSUD GENTENG

SOP KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

No. Dokumen
122/SOP/Bid.Jang./I/2015

No. Revisi
0

Halaman
1/2

Ditetapkan
Direktur RSUD GENTENG
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

PENGERTIAN
TUJUAN

Tanggal terbit
14/1/2015
dr. Hj. INDAH SRI LESTARI, MMRS
Pembina Tk. I
NIP. 19630703 198903 2 016
Keselamatan kerja adalah upaya untuk melindungi pekerja dan orang
di sekitar laboratorium
Melindungi pekerja laboratorium dan orang di sekitarnya dari resiko
terkena gangguan kesehatan yang ditimbulkan laboratorium
Kemenkes RI No. 241/Menkes/SK/IV/2006

KEBIJAKAN

PROSEDUR

KETENTUAN UMUM DI LABORATORIUM


Menganggap dan memberlakukan setiap spesimen sebagai bahan
infeksius.
1. Bahan infeksius adalah bahan yang mengandung
mikroorganisme yang hidup seperti bakteri, virus, parasit ,
jamur yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia.
2. Spesimen adalah setiap bahan yang berasal dari manusia seperti
eskreta, sekreta, darah dan komponennya, jaringan dan cairan
jaringan dan bahan yang berasal bukan dari manusia yang
dikirim untuk tujuan pemeriksaan.
3. Limbah laboratorium adalah bahan bekas pakai dalam
pekerjaan laboratorium yang dapat berupa limbah cair, padat,
dan gas.
PRINSIP UMUM KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM
1. Selalu mengenakan sarung tangan saat menangani atau
mengambil spesimen, penggunaan sarung tangan 1 kali 1
pasien atau 1 kali tindakan.
2. Jas laboratorium dikenakan sebagai pelindung dari percikan
bahan biologis dan dilepas sebelum meninggalkan
laboratorium.
Pakaian
yang
terkontaminasi
harus
didekontaminasi kimiawi sebelum dikirim ke CSSD.
3. Masker, pelindung mata atau pelindung muka harus dipakai
bila terdapat resiko percikan atau tumpahan bahan infeksius
untuk melindungi membran mukosa mulut, hidung , dan mata
dari percikan darah, cairan tubuh, maupun benda lain.

RSUD GENTENG

SOP KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM


No. Dokumen
122/SOP/Bid.Jang./I/2015

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No. Revisi
0

Halaman
2/2

Tanggal terbit
14/1/2015
4. Hindari terbentuknya aerosol, percikan atau tumpahan.
5. Cuci tangan sebelum memakai sarung tangan, setelah melepas
sarung tangan setelah bekerja, sebelum meninggalkan
laboratorium atau bila perlu.
6. Satu pasang sarung tangan hanya dipakai untuk satu penderita.
7. Jarum suntik dan benda tajam lainnya diletakkan dalam wadah
tahan tusuk (puncture proof). Jangan menutup,membengkokkan
atau mematahkan jarum dengan tangan.
8. Permukaan meja harus didekontaminasi dengan desinfektan
kimiawi setelah adanya tumpahan, setelah selesai bekerja atau
bila diperlukan.
9. Menggunakan alat untuk memipet secara mekanis, jangan
memipet dengan mulut.
10. Tidak makan, minum, merokok, berdandan maupun
menyimpan makanan dan barang pribadi di ruang kerja
laboratorium. Rambut panjang harus diikat dan ditutupi.
11. Dilarang bekerja di laboratorium bila menderita luka terbuka di
kulit. Luka harus diobati sampai sembuh sebelum
diperkenankan bekerja di laboratorium. Luka serut ringan harus
ditutupi dengan plester kedap air.
Laboratorium