Anda di halaman 1dari 8

SPESIFIKASI TEKNIS

PEMBANGUNAN PLTS KOMUNAL


15 KWP, 10 KWP DAN 5 KWP
1.

Modul Surya
a) Jenis modul adalah Mono/Polycrystalline Silicon dengan jumlah maksimum 72 sel permodul;
b) Output modul surya (Peak Power Output) per unit minimum 200 Wp;
c) Manufacture dan serial number harus terbaca pada modul;
d) Label data-data modul harus ditempelkan pada bagian belakang modul surya;
e) Efisiensi modul surya minimum 16%;
f)

Pengkabelan (wiring) antar modul dan string modul ke Combiner menyesuaikan rating arus
dan outdoor aplication;

g) Melampirkan sertifikat (SNI) dan hasil uji produk dari lembaga nasional BPPT (yang telah
dilegalisir dengan cap basah).
h) Sertifikat TKDN >40% dari kementerian Perindustrian.
i)

Garansi produk minimal 20 tahun (untuk degradasi output < 20%) yang dibuktikan dengan
surat garansi dari pabrikan/produsen dengan tanda tangan dan cap basah.

j)

Modul surya yang ditawarkan minimal diproduksi pada bulan Januari tahun 2016.

k) Sertifikat ISO 9001, ISO 14001;OHSAS 18001

2.

Baterai (Baterry Bank)


a)

Jenis baterai adalah VRLA gel (valve regulated lead acid) OPZV stationary Baterry;

b)

Deep Cycle, life cycle min. 1200 pada DOD (Deep of discharge) 80% pada suhu 25 o C;

c)

Kapasitas baterai disesuaikan dengan daya yang dibutuhkan, tegangan nominal 2


volt/cell, kapasitas minimum 800 Ah/baterai.

d)

Umur teknis (float design life) minimal 10 tahun pada suhu 200 C;

e)

Penempatan baterai harus memperhitungkan faktor keamanan (safety) bagi peralatan


lainnya dan memperhitungkan aspek-aspek teknis lainnya yang dapat mempengaruhi
umur teknis baterai (life time);

f)

Konektor baterai menggunakan kabel tembaga (minimum 35 mm), dan pelindung baterai
(isolator) agar aman bagi operator;

3.

g)

Dilengkapi proteksi baterai sebelum masuk ke solar charge regulator dan inverter;

h)

Dudukan baterai harus tahan terhadap korosi (hot deep galvanized);

i)

Melampirkan sertifikat (SNI) dan hasil test uji produk dengan tanda tangan dan cap basah.

j)

Sertifikat TKDN > 40% dari kementerian Perindustrian.

k)

Sertifikat ISO 9001, ISO 14001;

l)

Baterai yang ditawarkan minimal diproduksi pada bulan Januari tahun 2016.

Inverter
a)

Total daya output minimum 6 Kw untuk PLTS 5 KWp, 12 Kw untuk PLTS 10 KWp dan 16
Kw untuk PLTS 15 KWp dengan jumlah disesuaikan berdasarkan kapasitas kebutuhan total
daya rumah dan melampirkan perhitungan pola pembebanan;

b) Tegangan output : 220 230 VAC, 50 Hz, Single Phase;


c) Tegangan input DC : minimal 48 Vdc;
d) Gelombang output : sinus murni;
e) Efisiensi produk minimal 95%;

4.

f)

Sertifikat uji dari lembaga luar negeri yang terakreditasi;

g)

Sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001;

h)

Inverter yang ditawarkan minimal diproduksi pada bulan Januari tahun 2016.

Controller
a) Total daya output minimum sama dengan kapasitas daya terpasang modul surya (PV);
b) PV max open circuit voltage 150 V,

c) Nominal charger current minimum 60 A;


d)

Memiliki type pilihan Baterai Gel, AGM, Custom;

e) Tegangan operasional sebesar 48 Vdc;


f)

Efisiensi konversi daya minimal 98%;

g) Kontrol system algoritma : MPPT (maksimum power point tracking);


h) Sistem proteksi:over current, over load, short circuits over temperature, over/under
voltage;
i)

Indikator (LCD display) inverter voltage dan current, inverter frekwensi, baterry voltage and
current;

j)

Memiliki fitur baterai temperatur sensor, baterai boost, equalisation untuk mencegah
kerugian kapasitas baterai dan life time baterry;

k) Dilengkapi dengan fitur data logger dan comunication/interface untuk komunikasi data
dengan remote monitoring system yang terintegrasi;
l)

Memiliki sistem algoritma pengisian baterai floating, boosting, dan equalizer yang cepat dan
aman;

m) Melampirkan sertifikat dan laporan hasil uji produk dari pabrikan;


n) Melampirkan sertifikat uji dari lembaga luar negeri yang terakreditasi;
o) Sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001;
p) Controller yang ditawarkan minimal diproduksi pada bulan Januari tahun 2016.

5.

Sistem Monitoring (RMS)


Parameter, data dan informasi dari sebuah sistem PLTS sangat diperlukan untuk menganalisis
kehandalan fungsi (performance ratio) dan jumlah energi yang diproduksi (harian, bulanan, dan
tahunan).
a)

Sudah tersedia hubungan yang dapat difungsikan RMS yang dapat dikontrol jarak jauh.

b)

Memiliki data logger yang mampu menyimpan data selama satu tahun mengenai
parameter PLTS.

6.

Kabel Daya (Power Cable) dan Pentanahan (Grounding)


a)

Kabel daya yang digunakan type NYAF ukuran 4 mm2 (PV ke PV), 16 mm2 (junction
box ke solar charger), 16 mm2 (solar charger ke Panel DC), 50 mm2 (Panel DC ke
baterai dan input DC Inverter), tipe NYMHY 2 x 25 mm2 (dari output Inverter ke Panel
AC), Tipe twisted (LVTC) ukuran 2 x 35 mm2 (dari Panel AC ke JTR);

b)

Kabel tersebut diatas harus dilengkapi dengan konektor yang sesuai;

c)

Kabel instalasi pentanahan (grounding) peralatan menggunakan type BC minimum 16


mm2 dengan resistensi total keseluruhan system maksimal 5 .

d)

7.

8.

Spesifikasi kabel yang digunakan harus sesuai dengan Standar PLN.

Panel Distribusi AC (AC Distribution Panel)


a)

Terbuat dari plat metal tebal 2 mm;

b)

Sistem proteksi dilengkapi dengan circuit breaker dengan kapasitas menyesuaikan.

Panel DC
a)

Terbuat dari plat metal tebal 2 mm;

b)

Sistem proteksi dilengkapi dengan surge protection dan circuit breaker dengan kapasitas
menyesuaikan.

9.

Penyangga Photovoltaic (PV) Array (PV Array Support)


a) Penyangga PV array berfungsi sebagai dudukan susunan modul surya fotovoltaic, yang bahannya
terbuat dari besi/metal yang digalvanis dengan metode hot deep galvanized.
b) Penyangga modul free standing diatas pondasi yang memadai.
c) Mampu menahan kecepatan angin sampai dengan 100 km/jam (penyangga modul).
d) Penyangga modul harus memiliki sudut kemiringan antara 10 0 s/d 150 agar diperoleh energi
penyinaran yang maksimum.
e) Jarak antara PV array harus diatur/di desain sedemikian rupa sehingga tidak ada bayangan
(shadding) yang jatuh pada permukaan PV array lainnya dalam sistem.

f) Melampirkan gambar teknik (mekanik dan sipil) sistem penyangga modul.


g) Melampirkan lay out susunan PV array.

10. Rumah Pembangkit (Power House)


a) Untuk keperluan penempatan peralatan dan operasional harus dibangun rumah permanen atau
shelter berbahan baja ringan;
b) Ukuran sesuai kapasitas daya (5 KWp, 10 KWp, 15 KWp), yang terbagi atas ruang baterai dan
ruang kendali (control room);
c) Ruang baterai harus memiliki ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara, ventilasi udara
ditempatkan pada posisi atas dan bawah dinding;
d) Dilengkapi dengan instalasi listrik, lampu LED 5 watt 8 titik (dalam dan luar bangunan/rumah
pembangkit) dan 1 stop kontak, 4 saklar double, dan pembatas MCB 2 Ampere;
e) Disekitar bangunan rumah pembangkit dilengkapi dengan sistem penangkal petir untuk
melindungi keseluruhan sistem pembangkit;
f) Seluruh fasilitas sistem pembangkit harus diberi pagar keliling menggunakan jenis BRC yang
digalvanized, tinggi pagar minimal 120 cm, pondasi pagar dari pasangan batu kali dengan
kedalaman minimal 40 cm, pagar dilengkapi dengan 2 daun pintu.

11. Distribusi, Sambungan, Instalasi Rumah dan Fasilitas Umum


Sub sistem jaringan distribusi diperlukan untuk distribusi ke rumah pelanggan dengan jaringan
tegangan rendah (JTR) open loop. Jaringan distribusi terdiri dari tiang listrik dan kabel. Total
panjang jaringan distribusi maksimal 3000 meter dengan radius maksimal 1500 meter untuk masingmasing lokasi.
Spesifikasi untuk jaringan distribusi adalah sebagai berikut :
a) Menggunakan jaringan udara;
b) Jarak antar tiang maksimum 40 m;
c) Pole/tiang besi mengunakan tiang hexagonal/ bulat HDG standar PLN, diameter 4 inch bagian
bawah dan 3 inch bagian atas, tinggi 6 (enam) meter dengan kedalaman pondasi minimal 1 meter,

pondasi cor semen dengan metode angkur (base plate), khusus untuk lahan basah menggunakan
cerucuk;
d) Lampu Jalan LED dengan daya 10 watt, dilengkapi dengan kap lampu outdoor dan didesain untuk
dinyalakan dengan saklar secara terpusat (saklar di Power house), kabel yang digunakan tipe
LVTC ukuran 2 x 16 mm2 dengan panjang kabel menyesuaikan penempatan lampu jalan;
e) Kabel antar tiang distribusi menggunakan twisted cable 2x35 mm2 (Standar PLN);
f) Kabel dari tiang distribusi ke rumah menggunakan twisted cable 2x10 mm2 (Standar PLN);
g) Tinggi lendutan kabel antar tiang minimal 4 meter dari permukaan tanah;
h) Subsistem instalasi rumah dengan spesifikasi sebagai berikut :
1) Masing-masing rumah diberikan proteksi/pengaman menggunakan pembatas arus (MCB) 2
ampere (termasuk box dan segel), 220 volt dan dilengkapi dengan pembatas energi (energi
limitter);
2) Energi limitter (energi dispencer meter) memiliki fitur yang dapat diprogram dengan sandi
(pasword), sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan kapasitas pembangkit;
3) Energi limitter memiliki proteksi arus lebih dan arus hubung singkat yang dapat di program
dan dapat kembali normal setelah tidak ada gangguan (fault);
4) Energi limitter memiliki indikator LCD untuk melihat sisa energi dan indikator suara (beep)
apabila energi yang tersisa mencapai limit tertentu sesuai pengesetan;
5) Masing-masing rumah dan FU dipasang 4 titik beban (tiga buah lampu dan 1 buah stop
kontak);
6) Lampu yang dipakai adalah lampu LED minimum 5 watt;
7) Kabel instalasi rumah menggunakan jenis NYM 2x1.5 mm sesuai standard PLN.
i) Energi limiter (energi dispencer meter) berfungsi membatasi pemakaian energi harian. Setiap
rumah dibatasi pemakaian energi listrik perharinya sebesar 220 watt-jam (Wh) atau
menyesuaikan kebutuhan dan tidak melebihi kapasitas. Adapun spesifikasi energi limitter adalah
sebagai berikut :
1) Tegangan input 220 VAC, 1 phasa 50 Hz
2) Arus beban maksimum : 2 A
3) Kontrol : mikrokontroller

4) Setting : via handle atau keypad


5) Indicator pada display
6) Resolusi pengukuran : 1 watt-jam (Wh), ketelitian 5%
7) Temperatur operasional 0-50 C
8) Pembatasan pemakaian: dapat diprogram berdasarkan waktu dan penggunaan daya.
j) Lampu yang dipakai adalah LED dengan spesifikasi sebagai berikut :
1) Tegangan input 85-265 VAC
2) Konsumsi daya : minimal 5 W
3) Luminous : minimum 350 lm (lummen)
4) Warna cahaya : pure white
5) Fitting : E27.
12. Penangkal Petir
Spesifikasi untuk penangkal petir sebagai berikut :
a)

Tinggi tiang minimum 9 m diatas permukaan tanah

b)

Passive system menggunakan kabel ground BC 16 mm

c)

Area proteksi 85 m2 dengan kemampuan menangkap maksimum 50 KV/m

d)

Terdapat sistem pentanahan.

Spesifikasi Teknis ini disusun sebagai acuan untuk melaksanakan Pekerjaan Pembangunan PLTS
Komunal 15 KWP, 10 KWP dan 5 KWP di daerah pulau kecil dan terluar, Tahun Anggaran 2016.
Jakarta,

Maret 2016
Direktur
Pengembangan
Daerah Pulau Kecil
dan Terluar

Ir. Himawan Seno Wahyudi, MM

Anda mungkin juga menyukai