Anda di halaman 1dari 123

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL

EVALUASI TERHADAP RENTANG NILAI


RUJUKAN LABORATORIUM

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

SPO

1. Pengertian

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Evaluasi terhadap rentang nilai rujukan laboratorium dilakukan pada


saat terjadi pergantian alat atau reagen yang digunakan dan dilakukan

2. Tujuan

oleh tim pokja layanan klinis


Memastikan rentang nilai rujukan laboratorium yang berlaku sesuai
dengan alat dan kondisi yang ada.

3. Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No.


..........
Tentang Rentang Nilai Rujukan Laboratorium

4. Referensi

1.

5. Prosedur

1.Alat :
a. Pulpen
b. Kertas

6. Langkah langkah

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun


2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
2.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

2.Bahan :
a. Buku pedoman alat baru
1. Petugas laboratorium mendapatkan alat atau reagen baru
2. Petugas laboratorium memahami prinsip kerja alat baru dan reagen
baru tersebut
3. Petugas laboratorium memahami adanya perbedaan rentang nilai
antara alat dan reagen baru tersebut dengan reagen yang lama
4. Petugas laboratorium melaporkan kepada pokja yanis adanya
perbedaan rentang nilai rujukan pada alat dan prosedur baru
tersebut

5. Tim pokja yanis melaporkan kepada kepala puskesmas adanya


perbedaan rentang nilai rujukan tersebut
6. Kepala Puskesmas membuat disposisi kepada tim pokja yanis
untuk melakukan evaluasi
7. Tim pokja yanis melakukan evaluasi
8. Tim pokja yanis melaporkan kepada kepala puskesmas hasil
evaluasi tersebut
9. Kepala puskesmas merubah rentang nilai lama menjadi rentang
7. Dokumen terkait
8. Unit Terkait

nilai baru dengan membuatkan Surat Keputusan


Daftar Pemelihraan alat
Laboratorium

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

2. Pengertian

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan

9. Tujuan

jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

10.

Kebijakan

11.

Referensi

12.

Prosedur

13. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
3.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
4.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
3.Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
4.Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)

3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya


4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL
14. Dokumen
terkait
15. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS
: MTG/SPO/UKP-LAB
SPO No.
Dokumen

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

3. Pengertian

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


16.

Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

17.

Kebijakan

18.

Referensi

19.

Prosedur

20. Langkah
langkah

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
5.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
6.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
5.Alat :
a. Pulpen
6.Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium

21. Dokumen
terkait
22.

Checklist Pemantapan Mutu Internal


Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

Unit Terkait

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH
SPO

No.
Dokumen
Tgl. Terbit

: MTG/SPO/UKP-LAB

: 1 Oktober 2015

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

4. Pengertian

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan

23.

jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja

Tujuan

dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh


pencemaran limbah
24.

Kebijakan

25.

Referensi

26.

Prosedur

27. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
7.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
8.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
7.Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
8.Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

28. Dokumen
terkait
29. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


MONITORING PELAPORAN HASIL
LABORATORIUM YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

5. Pengertian

Evaluasi terhadap pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium yang


kritis dimana pasien memerlukan intervensi

30.

Tujuan

tindakan medis segera

karena harus mendapatkan pelayanan segera.


Memastikan bahwa petugas laboratorium

sudah

melakukan

pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium kritis dengan segera.


31.

Kebijakan

32.

Referensi

33.

Prosedur

34. Langkah
langkah

Sebagai pedoman untuk memonitoring pelaksanaan penyampaian hasil


laboratorium yang kritis sesuai dengan keputusan Surat Keputusan
Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ............. Tentang jenis
Pemeriksaan Laboratorium yang Tersedia
9.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
10.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
9.Alat :
a. Pulpen
10.
Bahan :
a. Daftar tilik
1. Koordinator
layanan
laboratorium

segera

klinis

memastikan

menyampaikan

bahwa

hasil

petugas

pemeriksaan

laboratorium yang kritis kepada dokter penanggungjawab.


2. Koordinator

layanan

klinis

memastikan

bahwa

petugas

laboratorium memeriksa ulang kondisi spesimen


3. Koordinator layanan klinis mewajibkan petugas laboratorium untuk
melaksanakan pemeriksaan ulang tersebut.
4. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah memeriksa kondisi klinis pasien
5. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan crosscheck dengan alat lain jika memungkinkan
6. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan legalisasi hasil pemeriksaan
7. Koordinator layanan klinis melakukan pengarahan secara berkala
35. Dokumen
terkait
36.

Unit Terkait

terhadap metode dan prosedur laboratorium.


Buku Register Hasil Laboratorium
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA

KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

6. Pengertian

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan

37.

jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja

Tujuan

dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh


pencemaran limbah
38.

Kebijakan

39.

Referensi

40.

Prosedur

41. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
11.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
12.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
11.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
12.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

42. Dokumen
terkait
43. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

7. Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


44.

Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

45.

Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium

46.

Referensi

13.

47.

Prosedur

13.
Alat :
a. Pulpen

48. Langkah
langkah

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun


2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
14.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

14.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
49. Dokumen
terkait
50.

Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

8. Pengertian

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan

51.

jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja

Tujuan

dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh


pencemaran limbah
52.

Kebijakan

53.

Referensi

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
15.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat

16.

54.

Prosedur

55. Langkah
langkah

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang


Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

15.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
16.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

56. Dokumen
terkait
57. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELABELAN

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

kegiatan

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

9. Pengertian

Pelabelan

58.

memberikan informasi dan hal-hal yang berkaitan dengan reagen.


Agar setiap petugas laboratorium mengetahui dan mengenali setiap

Tujuan

adalah

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

pemberian

label

pada

reagen

untuk

reagen berdasarkan jenis dan sifatnya


59.

Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng


No. .......................Tentang Jenis Reagensia Essensial yang harus ada di
laboratorium

60.

Referensi

17.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun

2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan


Masyarakat
18.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
61.

Prosedur

62. Langkah
langkah

17.
Alat :
a. Pulpen
b. Kertas
c. Label
18.
Bahan :
a. Lem
1. Petugas membuat kartu stok penggunaan reagen
2. Petugas membuatkan label untuk reagen yang tidak ada labelnya
atau reagen yang dibuat sendiri
3. Petugas menuliskan tanggal penerimaan reagen pada label
4. Petugas menuliskan tanggal dibuka pertama kali pada label
5. Petugas menuliskan tanggal expired date setelah dibuka pada label
6. Petugas menuliskan expired date pada label
7. Petugas menuliskan isi kandungan pada label
Petugas memastikan label terpasang dengan benar dan tidak mudah

63. Dokumen
terkait
64.

Unit Terkait

lepas
Kartu stok
Daftar reagensia dan penyimpanan
Laboratorium

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

10.
65.

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengertian

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan

Tujuan

jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

66.

Kebijakan

67.

Referensi

68.

Prosedur

69. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
19.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
20.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
19.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
20.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,

tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL
70. Dokumen
terkait
71. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

11.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


72.

Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

73.

Kebijakan

74.

Referensi

75.

Prosedur

76. Langkah
langkah

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
21.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
22.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
21.
Alat :
a. Pulpen
22.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

digunakan.

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

pada

software

hasil

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
77. Dokumen
terkait
78.

Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

12.
79.

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengertian

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan

Tujuan

jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

80.

Kebijakan

81.

Referensi

82.

Prosedur

83. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
23.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
24.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
23.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
24.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh

5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL
84. Dokumen
terkait
85. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


MONITORING PELAPORAN HASIL
LABORATORIUM YANG KRITIS
SPO No.
: MTG/SPO/UKP-LAB
Dokumen
Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
13.

Pengertian

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

Evaluasi terhadap pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium yang


kritis dimana pasien memerlukan intervensi

86.

Tujuan

tindakan medis segera

karena harus mendapatkan pelayanan segera.


Memastikan bahwa petugas laboratorium

sudah

melakukan

pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium kritis dengan segera.


87.

Kebijakan

88.

Referensi

89.

Prosedur

90. Langkah
langkah

Sebagai pedoman untuk memonitoring pelaksanaan penyampaian hasil


laboratorium yang kritis sesuai dengan keputusan Surat Keputusan
Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ............. Tentang jenis
Pemeriksaan Laboratorium yang Tersedia
25.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
26.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
25.
Alat :
a. Pulpen
26.
Bahan :
a. Daftar tilik
1. Koordinator
layanan
laboratorium

segera

klinis

memastikan

menyampaikan

bahwa

hasil

petugas

pemeriksaan

laboratorium yang kritis kepada dokter penanggungjawab.


2. Koordinator

layanan

klinis

memastikan

bahwa

petugas

laboratorium memeriksa ulang kondisi spesimen


3. Koordinator layanan klinis mewajibkan petugas laboratorium untuk
melaksanakan pemeriksaan ulang tersebut.
4. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah memeriksa kondisi klinis pasien
5. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan crosscheck dengan alat lain jika memungkinkan
6. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan legalisasi hasil pemeriksaan
7. Koordinator layanan klinis melakukan pengarahan secara berkala
terhadap metode dan prosedur laboratorium.

91. Dokumen
terkait

Buku Register Hasil Laboratorium

92.

Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

Unit Terkait

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH
SPO

SUKU DINAS

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Ditetapkan Oleh :

Mulai
Berlaku

KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

Halaman

: 1 Oktober 2015

:1/4

Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

14.

Pengertian

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan

93.

Tujuan

jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

94.

Kebijakan

95.

Referensi

96.

Prosedur

97. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
27.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
28.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
27.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
28.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

98. Dokumen
terkait
99. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

15.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


100. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

101. Kebijakan
102. Referensi

103. Prosedur

104. Langkah
langkah

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
29.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
30.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
29.
Alat :
a. Pulpen
30.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
105. Dokumen
terkait
106. Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

16.

Pengertian

107. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja

dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh


pencemaran limbah
108. Kebijakan
109. Referensi

110. Prosedur

111. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
31.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
32.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
31.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
32.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

112. Dokumen
terkait
113. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGENDALIAN MUTU LABORATORIUM

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

17.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengendalian Mutu Laboratorium adalah kegiatan yang dilakukan oleh

tim manajemen mutu yang dilakukan secara rutin dan berkala untuk
114. Tujuan

memastikan mutu laboratorium tetap terjaga.


Memantau kegiatan pemantapan mutu di laboratorium

115. Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng


No. .......................Tentang Pengendalian Mutu Laboratorium

116. Referensi

33.

117. Prosedur

33.
Alat :
a. Pulpen

118. Langkah
langkah

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun


2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
34.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

34.
Bahan :
a. Daftar tilik
1. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
melakukan pemantapan mutu internal
2. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa adanya bukti petugas
laboratorium melakukan pemantapan mutu internal
3. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
melakukan pemantapan mutu eksternal
4. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa adanya bukti petugas
laboratorium melakukan pemantapan mutu eksternal
5. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
selalu memverifikasi setiap kegiatan laboratorium meliputi tahap
pra analitik, analitik, pasca analitik
6. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
mempunyai bukti verifikasi
7. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
melakukan validasi hasil
8. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
mengikuti kegiatan audit internal dan eksternal
9. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa adanya bukti bahwa
telah diadakan audit untuk semua kegiatan
10.

Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium

mengikuti pendidikan dan pelatihan-pelatihan


119. Dokumen
terkait
120. Unit Terkait

Pedoman Pelayanan Laboratorium


Laboratorium

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

18.

Pengertian

121. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

122. Kebijakan
123. Referensi

124. Prosedur

125. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
35.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
36.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
35.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
36.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

126. Dokumen
terkait
127. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

19.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


128. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

129. Kebijakan
130. Referensi

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
37.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
38.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

131. Prosedur

132. Langkah
langkah

37.
Alat :
a. Pulpen
38.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
133. Dokumen
terkait
134. Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

20.

Pengertian

135. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

136. Kebijakan
137. Referensi

138. Prosedur

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
39.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
40.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
39.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning

c. Plastik hitam

139. Langkah
langkah

40.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

140. Dokumen
terkait
141. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


MONITORING PELAPORAN HASIL
LABORATORIUM YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

21.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Evaluasi terhadap pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium yang


kritis dimana pasien memerlukan intervensi

142. Tujuan

tindakan medis segera

karena harus mendapatkan pelayanan segera.


Memastikan bahwa petugas laboratorium

sudah

melakukan

pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium kritis dengan segera.


143. Kebijakan

144. Referensi

145. Prosedur

146. Langkah
langkah

Sebagai pedoman untuk memonitoring pelaksanaan penyampaian hasil


laboratorium yang kritis sesuai dengan keputusan Surat Keputusan
Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ............. Tentang jenis
Pemeriksaan Laboratorium yang Tersedia
41.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
42.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
41.
Alat :
a. Pulpen
42.
Bahan :
a. Daftar tilik
1. Koordinator
layanan
laboratorium

segera

klinis

memastikan

menyampaikan

bahwa

hasil

petugas

pemeriksaan

laboratorium yang kritis kepada dokter penanggungjawab.

2. Koordinator

layanan

klinis

memastikan

bahwa

petugas

laboratorium memeriksa ulang kondisi spesimen


3. Koordinator layanan klinis mewajibkan petugas laboratorium untuk
melaksanakan pemeriksaan ulang tersebut.
4. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah memeriksa kondisi klinis pasien
5. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan crosscheck dengan alat lain jika memungkinkan
6. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan legalisasi hasil pemeriksaan
7. Koordinator layanan klinis melakukan pengarahan secara berkala
147. Dokumen
terkait
148. Unit Terkait

terhadap metode dan prosedur laboratorium.


Buku Register Hasil Laboratorium
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

22.

Pengertian

149. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

150. Kebijakan
151. Referensi

152. Prosedur

153. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
43.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
44.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
43.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
44.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan

plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah


infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL
154. Dokumen
terkait
155. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SPO
SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA

23.

Pengertian

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


156. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

157. Kebijakan
158. Referensi

159. Prosedur

160. Langkah
langkah

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
45.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
46.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
45.
Alat :
a. Pulpen
46.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.

9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.


10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
dokter/bidan yang meminta.
Buku Register Hasil Laboratorium

161. Dokumen
terkait

Checklist Pemantapan Mutu Internal


Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

162. Unit Terkait

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH
SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit
No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

24.

Pengertian

163. Tujuan

: 1 Oktober 2015

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

164. Kebijakan
165. Referensi

166. Prosedur

167. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
47.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
48.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
47.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
48.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

168. Dokumen
terkait
169. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium

Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELABELAN

SPO
SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA

25.

Pengertian

170. Tujuan

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Pelabelan

:1/4

adalah

kegiatan

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

pemberian

label

pada

reagen

untuk

memberikan informasi dan hal-hal yang berkaitan dengan reagen.


Agar setiap petugas laboratorium mengetahui dan mengenali setiap
reagen berdasarkan jenis dan sifatnya

171. Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng


No. .......................Tentang Jenis Reagensia Essensial yang harus ada di
laboratorium

172. Referensi

49.

173. Prosedur

49.
Alat :
a. Pulpen
b. Kertas
c. Label

174. Langkah
langkah

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun


2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
50.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

50.
Bahan :
a. Lem
1. Petugas membuat kartu stok penggunaan reagen
2. Petugas membuatkan label untuk reagen yang tidak ada labelnya
atau reagen yang dibuat sendiri
3. Petugas menuliskan tanggal penerimaan reagen pada label
4. Petugas menuliskan tanggal dibuka pertama kali pada label
5. Petugas menuliskan tanggal expired date setelah dibuka pada label
6. Petugas menuliskan expired date pada label
7. Petugas menuliskan isi kandungan pada label
Petugas memastikan label terpasang dengan benar dan tidak mudah
lepas

175. Dokumen
terkait

Kartu stok

Daftar reagensia dan penyimpanan


Laboratorium

176. Unit Terkait

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

26.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan

177. Tujuan

jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

178. Kebijakan
179. Referensi

180. Prosedur

181. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
51.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
52.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
51.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
52.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

182. Dokumen
terkait
183. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

27.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


184. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

185. Kebijakan
186. Referensi

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
53.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan

54.

187. Prosedur

188. Langkah
langkah

Masyarakat
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

53.
Alat :
a. Pulpen
54.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
189. Dokumen
terkait
190. Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

28.

Pengertian

191. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

192. Kebijakan
193. Referensi

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
55.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
56.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

194. Prosedur

195. Langkah
langkah

55.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
56.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

196. Dokumen
terkait
197. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


MONITORING PELAPORAN HASIL
LABORATORIUM YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

29.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Evaluasi terhadap pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium yang


kritis dimana pasien memerlukan intervensi

198. Tujuan

karena harus mendapatkan pelayanan segera.


Memastikan bahwa petugas laboratorium

tindakan medis segera


sudah

melakukan

pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium kritis dengan segera.


199. Kebijakan

200. Referensi

201. Prosedur

Sebagai pedoman untuk memonitoring pelaksanaan penyampaian hasil


laboratorium yang kritis sesuai dengan keputusan Surat Keputusan
Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ............. Tentang jenis
Pemeriksaan Laboratorium yang Tersedia
57.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
58.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
57.
Alat :
a. Pulpen
58.

Bahan :

202. Langkah
langkah

a. Daftar tilik
1. Koordinator
layanan
laboratorium

segera

klinis

memastikan

menyampaikan

bahwa

hasil

petugas

pemeriksaan

laboratorium yang kritis kepada dokter penanggungjawab.


2. Koordinator

layanan

klinis

memastikan

bahwa

petugas

laboratorium memeriksa ulang kondisi spesimen


3. Koordinator layanan klinis mewajibkan petugas laboratorium untuk
melaksanakan pemeriksaan ulang tersebut.
4. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah memeriksa kondisi klinis pasien
5. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan crosscheck dengan alat lain jika memungkinkan
6. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan legalisasi hasil pemeriksaan
7. Koordinator layanan klinis melakukan pengarahan secara berkala
203. Dokumen
terkait
204. Unit Terkait

terhadap metode dan prosedur laboratorium.


Buku Register Hasil Laboratorium
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

30.

Pengertian

205. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

206. Kebijakan
207. Referensi

208. Prosedur

209. Langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
59.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
60.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
59.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
60.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

langkah

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

210. Dokumen
terkait
211. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

31.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


212. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

213. Kebijakan
214. Referensi

215. Prosedur

216. Langkah
langkah

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
61.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
62.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
61.
Alat :
a. Pulpen
62.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

digunakan.

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

pada

software

hasil

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
217. Dokumen
terkait
218. Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

32.

Pengertian

219. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

220. Kebijakan
221. Referensi

222. Prosedur

223. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
63.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
64.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
63.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
64.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh

5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL
224. Dokumen
terkait
225. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


KALIBRASI DAN VALIDASI INSTRUMEN

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

33.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Kalibrasi dan Validasi Instrumen adalah melakukan kalibrasi alat_alat


ukur yang digunakan dalam pemeriksaan di laboratorium dan ruangan
lainnya yang bertujuan untuk menjaga mutu dan kualitas dari alat

226. Tujuan

tersebut
Menjaga kualitas dari alat-alat ukur dan instrumen yang digunakan
dalam proses pemeriksaan laboratorium.

227. Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No.


70/AKRED/2015
Tentang persyaratan pelaksana pelayanan.

228. Referensi

65.

229. Prosedur

65.
Alat :
a. Pulpen
b. Kertas
c. Alat laboratorium sesuai daftar kalibrasi

230. Langkah
langkah

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun


2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
66.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

66.
Bahan :
a. Daftar kalibrasi alat laboratorium
1. Petugas mengidentifikasi jenis peralatan laboratorium yang akan
dikalibrasi
2. Petugas mengidentifikasi nama alat
3. Petugas mengidentifikasi merk alat

4. Petugas mengidentifikasi type alat


5. Petugas mengidentifikasi serial no alat
6. Petugas mengidentifikasi fungsi alat
7. Petugas mengidentifikasi akurasi yang diperlukan alat
8. Petugas mengidentifikasi petugas internal yang akan ditunjuk
9. Petugas

berkoordinasi

dengan

penanggungjawab

puskesmas tentang alat-alat yang akan dikalibrasi


10. Petugas mencatat tanggal kalibrasi
11. Petugas kalibrasi melaporkan hasil kegiatan kalibrasi alat
231. Dokumen
terkait
232. Unit Terkait

Daftar Pemelihraan alat


Laboratorium

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

peralatan

SPO
SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA

34.

Pengertian

233. Tujuan

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

234. Kebijakan
235. Referensi

236. Prosedur

237. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
67.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
68.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
67.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
68.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah

238. Dokumen

di hubungkan dengan IPAL


Checklist kebersihan

terkait
239. Unit Terkait

Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS
SPO No.
: MTG/SPO/UKP-LAB
Dokumen

Tgl. Terbit

SUKU DINAS
KESEHATAN

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

JAKARTA
PUSAT
35.

Pengertian

Halaman

:1/4

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


240. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

241. Kebijakan
242. Referensi

243. Prosedur

244. Langkah
langkah

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
69.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
70.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
69.
Alat :
a. Pulpen
70.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
245. Dokumen
terkait
246. Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium

Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH
SPO

SUKU DINAS
KESEHATAN

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

JAKARTA
PUSAT
36.

Pengertian

247. Tujuan

Halaman

:1/4

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

248. Kebijakan
249. Referensi

250. Prosedur

251. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
71.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
72.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
71.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
72.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

252. Dokumen
terkait
253. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


MONITORING PELAPORAN HASIL
LABORATORIUM YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

37.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Evaluasi terhadap pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium yang


kritis dimana pasien memerlukan intervensi

tindakan medis segera

254. Tujuan

karena harus mendapatkan pelayanan segera.


Memastikan bahwa petugas laboratorium

sudah

melakukan

pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium kritis dengan segera.


255. Kebijakan

256. Referensi

257. Prosedur

258. Langkah
langkah

Sebagai pedoman untuk memonitoring pelaksanaan penyampaian hasil


laboratorium yang kritis sesuai dengan keputusan Surat Keputusan
Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ............. Tentang jenis
Pemeriksaan Laboratorium yang Tersedia
73.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
74.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
73.
Alat :
a. Pulpen
74.
Bahan :
a. Daftar tilik
1. Koordinator
layanan
laboratorium

segera

klinis

memastikan

menyampaikan

bahwa

hasil

petugas

pemeriksaan

laboratorium yang kritis kepada dokter penanggungjawab.


2. Koordinator

layanan

klinis

memastikan

bahwa

petugas

laboratorium memeriksa ulang kondisi spesimen


3. Koordinator layanan klinis mewajibkan petugas laboratorium untuk
melaksanakan pemeriksaan ulang tersebut.
4. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah memeriksa kondisi klinis pasien
5. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan crosscheck dengan alat lain jika memungkinkan
6. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan legalisasi hasil pemeriksaan
7. Koordinator layanan klinis melakukan pengarahan secara berkala
259. Dokumen
terkait
260. Unit Terkait

terhadap metode dan prosedur laboratorium.


Buku Register Hasil Laboratorium
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

38.

Pengertian

261. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

262. Kebijakan
263. Referensi

264. Prosedur

265. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
75.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
76.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
75.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
76.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

266. Dokumen
terkait
267. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

39.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


268. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

269. Kebijakan
270. Referensi

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
77.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
78.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

271. Prosedur

272. Langkah
langkah

77.
Alat :
a. Pulpen
78.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
273. Dokumen
terkait
274. Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

40.

Pengertian

275. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

276. Kebijakan
277. Referensi

278. Prosedur

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
79.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
80.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
79.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning

c. Plastik hitam

279. Langkah
langkah

80.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

280. Dokumen
terkait
281. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELABELAN

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

41.

Pengertian

282. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Pelabelan

:1/4

adalah

kegiatan

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

pemberian

label

pada

reagen

untuk

memberikan informasi dan hal-hal yang berkaitan dengan reagen.


Agar setiap petugas laboratorium mengetahui dan mengenali setiap
reagen berdasarkan jenis dan sifatnya

283. Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng


No. .......................Tentang Jenis Reagensia Essensial yang harus ada di
laboratorium

284. Referensi

81.

285. Prosedur

81.
Alat :
a. Pulpen

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun


2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
82.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

b. Kertas
c. Label

286. Langkah
langkah

82.
Bahan :
a. Lem
1. Petugas membuat kartu stok penggunaan reagen
2. Petugas membuatkan label untuk reagen yang tidak ada labelnya
atau reagen yang dibuat sendiri
3. Petugas menuliskan tanggal penerimaan reagen pada label
4. Petugas menuliskan tanggal dibuka pertama kali pada label
5. Petugas menuliskan tanggal expired date setelah dibuka pada label
6. Petugas menuliskan expired date pada label
7. Petugas menuliskan isi kandungan pada label
Petugas memastikan label terpasang dengan benar dan tidak mudah

287. Dokumen
terkait
288. Unit Terkait

lepas
Kartu stok
Daftar reagensia dan penyimpanan
Laboratorium

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

42.

Pengertian

289. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

290. Kebijakan
291. Referensi

292. Prosedur

293. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
83.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
84.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
83.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
84.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya

4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari


atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL
294. Dokumen
terkait
295. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS
SPO No.
: MTG/SPO/UKP-LAB
Dokumen
Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
43.

Pengertian

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


296. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

297. Kebijakan
298. Referensi

299. Prosedur

300. Langkah
langkah

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
85.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
86.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
85.
Alat :
a. Pulpen
86.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
dokter/bidan yang meminta.

301. Dokumen
terkait

Buku Register Hasil Laboratorium


Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

302. Unit Terkait

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH
SPO

SUKU DINAS

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Ditetapkan Oleh :

Mulai
Berlaku

KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT
44.

Pengertian

303. Tujuan

Halaman

: 1 Oktober 2015

:1/4

Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

304. Kebijakan
305. Referensi

306. Prosedur

307. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
87.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
88.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
87.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
88.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

308. Dokumen
terkait
309. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


MONITORING PELAPORAN HASIL
LABORATORIUM YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

45.

Pengertian

Evaluasi terhadap pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium yang


kritis dimana pasien memerlukan intervensi

310. Tujuan

tindakan medis segera

karena harus mendapatkan pelayanan segera.


Memastikan bahwa petugas laboratorium

sudah

melakukan

pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium kritis dengan segera.


311. Kebijakan

312. Referensi

313. Prosedur

314. Langkah
langkah

Sebagai pedoman untuk memonitoring pelaksanaan penyampaian hasil


laboratorium yang kritis sesuai dengan keputusan Surat Keputusan
Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ............. Tentang jenis
Pemeriksaan Laboratorium yang Tersedia
89.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
90.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
89.
Alat :
a. Pulpen
90.
Bahan :
a. Daftar tilik
1. Koordinator
layanan
laboratorium

segera

klinis

memastikan

menyampaikan

bahwa

hasil

petugas

pemeriksaan

laboratorium yang kritis kepada dokter penanggungjawab.


2. Koordinator

layanan

klinis

memastikan

bahwa

petugas

laboratorium memeriksa ulang kondisi spesimen


3. Koordinator layanan klinis mewajibkan petugas laboratorium untuk
melaksanakan pemeriksaan ulang tersebut.
4. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah memeriksa kondisi klinis pasien
5. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan crosscheck dengan alat lain jika memungkinkan
6. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan legalisasi hasil pemeriksaan
7. Koordinator layanan klinis melakukan pengarahan secara berkala
315. Dokumen
terkait
316. Unit Terkait

terhadap metode dan prosedur laboratorium.


Buku Register Hasil Laboratorium
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap

UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

46.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan

317. Tujuan

jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

318. Kebijakan
319. Referensi

320. Prosedur

321. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
91.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
92.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
91.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
92.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

322. Dokumen
terkait
323. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

47.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


324. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

325. Kebijakan
326. Referensi

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
93.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan

94.

327. Prosedur

328. Langkah
langkah

Masyarakat
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

93.
Alat :
a. Pulpen
94.
Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
329. Dokumen
terkait
330. Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

48.

Pengertian

331. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

332. Kebijakan
333. Referensi

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
95.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
96.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

334. Prosedur

335. Langkah
langkah

95.
Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
96.
Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

336. Dokumen
terkait
337. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGENDALIAN MUTU LABORATORIUM

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

49.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengendalian Mutu Laboratorium adalah kegiatan yang dilakukan oleh


tim manajemen mutu yang dilakukan secara rutin dan berkala untuk

338. Tujuan

memastikan mutu laboratorium tetap terjaga.


Memantau kegiatan pemantapan mutu di laboratorium

339. Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng


No. .......................Tentang Pengendalian Mutu Laboratorium

340. Referensi

97.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun


2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan

Masyarakat
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

98.

341. Prosedur

342. Langkah
langkah

97.
Alat :
a. Pulpen
98.
Bahan :
a. Daftar tilik
1. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
melakukan pemantapan mutu internal
2. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa adanya bukti petugas
laboratorium melakukan pemantapan mutu internal
3. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
melakukan pemantapan mutu eksternal
4. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa adanya bukti petugas
laboratorium melakukan pemantapan mutu eksternal
5. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
selalu memverifikasi setiap kegiatan laboratorium meliputi tahap
pra analitik, analitik, pasca analitik
6. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
mempunyai bukti verifikasi
7. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
melakukan validasi hasil
8. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium
mengikuti kegiatan audit internal dan eksternal
9. Tim Manajemen mutu memastikan bahwa adanya bukti bahwa
telah diadakan audit untuk semua kegiatan
10.

Tim Manajemen mutu memastikan bahwa petugas laboratorium

mengikuti pendidikan dan pelatihan-pelatihan


343. Dokumen
terkait
344. Unit Terkait

Pedoman Pelayanan Laboratorium


Laboratorium

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

50.

Pengertian

345. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

346. Kebijakan
347. Referensi

348. Prosedur

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
99.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
100. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
99.

Alat :

a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam

349. Langkah
langkah

100. Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

350. Dokumen
terkait
351. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

51.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


352. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

353. Kebijakan
354. Referensi

355. Prosedur

356. Langkah
langkah

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
101. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
102. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
101. Alat :
a. Pulpen
102. Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang

sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
357. Dokumen
terkait
358. Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

52.

Pengertian

359. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

360. Kebijakan
361. Referensi

362. Prosedur

363. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
103. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
104. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
103. Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
104. Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan

plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah


infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL
364. Dokumen
terkait
365. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


MONITORING PELAPORAN HASIL
LABORATORIUM YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

53.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Evaluasi terhadap pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium yang


kritis dimana pasien memerlukan intervensi

366. Tujuan

tindakan medis segera

karena harus mendapatkan pelayanan segera.


Memastikan bahwa petugas laboratorium

sudah

melakukan

pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium kritis dengan segera.


367. Kebijakan

368. Referensi

369. Prosedur

370. Langkah
langkah

Sebagai pedoman untuk memonitoring pelaksanaan penyampaian hasil


laboratorium yang kritis sesuai dengan keputusan Surat Keputusan
Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ............. Tentang jenis
Pemeriksaan Laboratorium yang Tersedia
105. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
106. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
105. Alat :
a. Pulpen
106. Bahan :
a. Daftar tilik
1. Koordinator
layanan
laboratorium

segera

klinis

memastikan

menyampaikan

bahwa

hasil

petugas

pemeriksaan

laboratorium yang kritis kepada dokter penanggungjawab.


2. Koordinator

layanan

klinis

memastikan

bahwa

petugas

laboratorium memeriksa ulang kondisi spesimen


3. Koordinator layanan klinis mewajibkan petugas laboratorium untuk
melaksanakan pemeriksaan ulang tersebut.
4. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah memeriksa kondisi klinis pasien

5. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium


sudah melakukan crosscheck dengan alat lain jika memungkinkan
6. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan legalisasi hasil pemeriksaan
7. Koordinator layanan klinis melakukan pengarahan secara berkala
371. Dokumen
terkait
372. Unit Terkait

terhadap metode dan prosedur laboratorium.


Buku Register Hasil Laboratorium
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

54.

Pengertian

373. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

374. Kebijakan
375. Referensi

376. Prosedur

377. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
107. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
108. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
107. Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
108. Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh

5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL
378. Dokumen
terkait
379. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS
No.
SPO
: MTG/SPO/UKP-LAB
Dokumen

Tgl. Terbit

SUKU DINAS

No. Revisi

: 1 Oktober 2015
:

Ditetapkan Oleh :

Mulai
Berlaku

KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT
55.

Pengertian

: 1 Oktober 2015

Halaman

Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


380. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

381. Kebijakan
382. Referensi

383. Prosedur

384. Langkah
langkah

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
109. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
110. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
109. Alat :
a. Pulpen
110. Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
385. Dokumen
terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium

Checklist Pemantapan Mutu Internal


Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

386. Unit Terkait

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH
SPO

SUKU DINAS

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Ditetapkan Oleh :

Mulai
Berlaku

KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT
56.

Pengertian

387. Tujuan

Halaman

: 1 Oktober 2015

:1/4

Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

388. Kebijakan
389. Referensi

390. Prosedur

391. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
111. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
112. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
111. Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
112. Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

392. Dokumen
terkait
393. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELABELAN
SPO

No.
Dokumen
Tgl. Terbit

: MTG/SPO/UKP-LAB

: 1 Oktober 2015

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
57.

Pengertian

394. Tujuan

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Pelabelan

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

adalah

kegiatan

pemberian

label

pada

reagen

untuk

memberikan informasi dan hal-hal yang berkaitan dengan reagen.


Agar setiap petugas laboratorium mengetahui dan mengenali setiap
reagen berdasarkan jenis dan sifatnya

395. Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng


No. .......................Tentang Jenis Reagensia Essensial yang harus ada di
laboratorium

396. Referensi

113. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun


2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
114. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

397. Prosedur

113. Alat :
a. Pulpen
b. Kertas
c. Label

398. Langkah
langkah

114. Bahan :
a. Lem
1. Petugas membuat kartu stok penggunaan reagen
2. Petugas membuatkan label untuk reagen yang tidak ada labelnya
atau reagen yang dibuat sendiri
3. Petugas menuliskan tanggal penerimaan reagen pada label
4. Petugas menuliskan tanggal dibuka pertama kali pada label
5. Petugas menuliskan tanggal expired date setelah dibuka pada label
6. Petugas menuliskan expired date pada label
7. Petugas menuliskan isi kandungan pada label
Petugas memastikan label terpasang dengan benar dan tidak mudah

399. Dokumen
terkait
400. Unit Terkait

lepas
Kartu stok
Daftar reagensia dan penyimpanan
Laboratorium

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

58.

Pengertian

401. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

402. Kebijakan
403. Referensi

404. Prosedur

405. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
115. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
116. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
115. Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
116. Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

406. Dokumen
terkait
407. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

59.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


408. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

409. Kebijakan
410. Referensi

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
117. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
118. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

411. Prosedur

412. Langkah
langkah

117. Alat :
a. Pulpen
118. Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.
9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.
10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
413. Dokumen
terkait
414. Unit Terkait

dokter/bidan yang meminta.


Buku Register Hasil Laboratorium
Checklist Pemantapan Mutu Internal
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

60.

Pengertian

415. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

416. Kebijakan
417. Referensi

418. Prosedur

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
119. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
120. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
119. Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning

c. Plastik hitam

419. Langkah
langkah

120. Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

420. Dokumen
terkait
421. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


MONITORING PELAPORAN HASIL
LABORATORIUM YANG KRITIS

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

61.

Pengertian

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Evaluasi terhadap pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium yang


kritis dimana pasien memerlukan intervensi

422. Tujuan

tindakan medis segera

karena harus mendapatkan pelayanan segera.


Memastikan bahwa petugas laboratorium

sudah

melakukan

pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium kritis dengan segera.


423. Kebijakan

424. Referensi

425. Prosedur

426. Langkah
langkah

Sebagai pedoman untuk memonitoring pelaksanaan penyampaian hasil


laboratorium yang kritis sesuai dengan keputusan Surat Keputusan
Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ............. Tentang jenis
Pemeriksaan Laboratorium yang Tersedia
121. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
122. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
121. Alat :
a. Pulpen
122. Bahan :
a. Daftar tilik
1. Koordinator
layanan
laboratorium

segera

klinis

memastikan

menyampaikan

bahwa

hasil

petugas

pemeriksaan

laboratorium yang kritis kepada dokter penanggungjawab.

2. Koordinator

layanan

klinis

memastikan

bahwa

petugas

laboratorium memeriksa ulang kondisi spesimen


3. Koordinator layanan klinis mewajibkan petugas laboratorium untuk
melaksanakan pemeriksaan ulang tersebut.
4. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah memeriksa kondisi klinis pasien
5. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan crosscheck dengan alat lain jika memungkinkan
6. Koordinator layanan klinis memastikan petugas laboratorium
sudah melakukan legalisasi hasil pemeriksaan
7. Koordinator layanan klinis melakukan pengarahan secara berkala
427. Dokumen
terkait
428. Unit Terkait

terhadap metode dan prosedur laboratorium.


Buku Register Hasil Laboratorium
Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH

SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA
PUSAT

62.

Pengertian

429. Tujuan

SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

430. Kebijakan
431. Referensi

432. Prosedur

433. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
123. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
124. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
123. Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
124. Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan

plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah


infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL
434. Dokumen
terkait
435. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium
Bagian Kesling/sanitarian

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PELAPORAN HASIL LABORATORIUM
YANG KRITIS

SPO
SUKU DINAS
KESEHATAN
JAKARTA

63.

Pengertian

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit

: 1 Oktober 2015

No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

:1/4

drg. AlamasHidayati
NIP 196709181993032007

Pelaporan hasil laboratorium yang kritis adalah pelaporan terhadap


hasil

pemeriksaan

laboratorium

yang

dilakukan

oleh

petugas

laboratorium saat menemukan hasil laboratorium pasien yang masuk


436. Tujuan

kategori nilai-nilai kritis kepada dokter atau pengirim.


Agar segera mendapatkan pengarahan apakah pemeriksaan perlu
diulang atau tidak dengan sample yang berbeda.

437. Kebijakan
438. Referensi

439. Prosedur

440. Langkah
langkah

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng No. ........


Tentang Rentang Nilai Yang Menjadi Rujukan Hasil Laboratorium
125. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
126. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
125. Alat :
a. Pulpen
126. Bahan :
a. Hasil pemeriksaan laboratorium
1. Petugas mendapatkan hasil laboratorium

yang

kritis

dari

pemeriksaan spesimen pasien.


2. Petugas memeriksa kondisi spesimen
3. Petugas memeriksa ulang pemeriksaan dengan spesimen yang
sama.
4. Petugas

melakukan

crosscheck

menggunakan

alat

lain

bila

memungkinkan.
5. Petugas memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik.
6. Petugas

memastikan

alat

dan

reagen

dalam

kondisi

layak

pada

software

hasil

digunakan.
7. Petugas

menginput

hasil

laboratorium

laboratorium dan menambah keterangan: duplo.


8. Petugas melakukan validasi dan legalisasi hasil laboratorium.

9. Petugas memastikan hasil laboratorium diketik dengan benar.


10. Petugas segera memberikan hasil laboratorium pada pasien/
dokter/bidan yang meminta.
Buku Register Hasil Laboratorium

441. Dokumen
terkait

Checklist Pemantapan Mutu Internal


Laboratorium
Poli Umum
Poli Gigi
KIA
KB
Rawat Inap
UGD
RB

442. Unit Terkait

STANDAR PELAYANAN OPERASIONAL


PENGELOLAAN LIMBAH
SPO

No.
Dokumen

: MTG/SPO/UKP-LAB

Tgl. Terbit
No. Revisi

Mulai
Berlaku

: 1 Oktober 2015

Halaman

64.

Pengertian

443. Tujuan

: 1 Oktober 2015

:1/4

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas
Kecamatan Menteng

Pengelolaan limbah adalah proses penanganan limbah sesuai dengan


jenisnya
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat bekerja
dan mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
pencemaran limbah

444. Kebijakan
445. Referensi

446. Prosedur

447. Langkah
langkah

Kerangka Acuan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas


Kecamatan Menteng
127. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
128. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang
Praktek Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik
127. Alat :
a. Tempat sampah
b. Plastik kuning
c. Plastik hitam
128. Bahan :
a. Sabun cuci tangan antiseptik
1. Petugas
memastikan
laboratorium

mempunyai

tempat

pengumpulan sampah yang terdiri dari tempat sampah infeksius,


tempat sampah non infeksius dan safety box untuk limbah padat
infeksius jarum suntik
2. Petugas memastikan tempat sampah tersebut di alasi dengan
plastik yang sesuai dengan jenis limbah (kuning untuk limbah
infeksius, hitam untuk limbah non infeksius)
3. Petugas membuang limbah padat sesuai dengan jenisnya
4. Petugas memastikan kantong plastik sampah dibuang setiap hari
atau apabila sampah sudah 3/4 penuh
5. Petugas membuang limbah cair pada saluran air wastafel yang telah
di hubungkan dengan IPAL

448. Dokumen
terkait
449. Unit Terkait

Checklist kebersihan
Laboratorium

Bagian Kesling/sanitarian