Anda di halaman 1dari 8

I.

II.
III.

Tanggal Praktikum : 31 Maret 2016


Judul Praktikum : Jaringan Sekresi
Tujuan Praktikum :
Setelah melakukan praktikum mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengamati struktur kelenjar lisigen.
2. Mengamati struktur periderm.
3. Mengamati struktur lentisel.

IV.

Dasar teori
:
Sekresi dalam tumbuhan merupakan fenomena biasa. Pembentukan dinding

sel dan kutikula, penggabusan, penimbunan lilin, dan perpindahan senyawa khusus
dari sitoplasma ke vakuola merupakan proses sekresi. Beberapa tipe sekresi
umumnya terjadi pada jaringan tertentu tumbuhan dan beberapa terjadi pada semua
sel tumbuhan. Struktur kelenjer yang terdapat dalam berbagai tumbuhan atau organ
dan jaringan berbeda (Mulyani, 2005: 169).
Dibeberapa bagian periderm terdapat area-area kecil yang menonjol, disebut
lentisel (lenticel), tempat terdapatnya lebih banyak ruang kosong di antara sel-sel
gabus, memungkinkan sel-sel hidup di dalam batang atau akar berkayu dapat
bertukar gas dengan udara luar (Campbell, 2008: 331).
Struktur lentisel bervariasi dalam hal ukuran dan morfologi, mulai dari
bentuk seperti kawah dengan jaringan lunak di bagian tengahnya. Lentisel tersusun
dari jaringan pelengkap yang tersusun atas sel-sel berdinding tipis dan membentuk
ruang-ruang interseluler. Sel-sel tersebut mengandung lignin yang terdeteksi positif
dengan pewarnaan sfranin. Dalam pertumbuhannya, sel-sel pelengkap merusak
lapisan peridermis dan selanjutnya lentisel berfungsi sebagai bagian dari sistem
saluran penghantaran udara (Purnobasuki, 2011: 309).
V.

Alat dan Bahan


:
1. Alat :
- Mikroskop
- Kaca benda
- Kaca objek

- Silet
2. Bahan :
- Penampang melintang kulit buah jeruk (Citrus maxima)
- Penampang melintang periderm umbi kentang (Solanum tuberosum)

VI.

dalam air
Penampang melintang batang/ tangkai kembang sepatu (Hibiscus rosa

sinensis) melalui lentisel


Aquadest

Cara kerja
:
A. Jaringan Sekresi
- Dibuatkan sayatan melintang kulit buah jeruk, diletakkan pada kaca
kaca objek yang telah diberikan setetes air/ Sudan III, lalu ditutupkan
dengan kaca penutup dan diamati di bawah mikroskop.
B. Periderm
- Dibuatkan sayatan melintang periderm umbi kentang, ditempelkan
pada kaca objek yang telah diberikan setetes air, lalu ditutupkan
-

dengan kaca penutup dan diamati di bawah mikroskop.


Dibuatkan sayatan melintang batang/ tangkai kembang sepatu melalui
lentisel, ditempelkan pada kaca objek yang telah diberikan setetes air,
lalu ditutupkan dengan kaca penutup dan diamati di bawah
mikroskop.

VII.

Hasil Pengamatan :
Preparat :
Pembesaran :
Disetujui Asisten Meja

Preparat :
Pembesaran :
Disetujui Asisten Meja

Preparat :
Pembesaran :
Disetujui Asisten Meja

Preparat :
Pembesaran :
Disetujui Asisten Meja

Preparat :
Pembesaran
Disetujui Asisten Meja

VIII.

Pembahasan
:
Sekresi dalam tumbuhan merupakan fenomena biasa. Pembentukan dinding

sel dan kutikula, penggabusan, penimbunan lilin, dan perpindahan senyawa khusus
dari sitoplasma ke vakuola merupakan proses sekresi. Pada tumbuhan, sel seringkali
menghasilkan zat-zat yang mungkin tidak digunakan (namun masih diperlukan) dan
dipisahkan dari sitoplasma atau sama sekali dikeluarkan dari dalam tumbuhan.
Tempat-tempat zat tersebut berkumpul atau dikeluarkan dari dalam tumbuhan disebut

struktur sekresi dan jaringannya dinamakan jaringan sekresi. Struktur sekresi


dinamakan kelenjer dan bisa terdapat di dalam atau di permukaan organ tumbuhan.
Pada praktikum ini kita dapat melihat salah satu kelenjer nya pada kulit buah jeruk
(Citrus maxima) yaitu kelenjer lisigen. Ruang dan saluran kelenjar berbeda dengan
sel kelenjar karena ruang atau saluran dihasilkan dengan beberapa cara, lisigen yaitu
ruang antara sel yang terjadi karena lisisnya dinding sel.
Periderm adalah jaringan pelindung yang dibentuk secara sekunder dan
menggantikan epidermis pada akar dan batang yang telah menebal akibat pembuluh
sekunder. Pada sebagain tumbuhan, seperti daun atau ranting tanggal, periderm
terbentuk disepanjang permukaan yang terdedah. Pada luka, baik yang disebabkan
secara mekanis, akibat penyakit ataupun parasit.
Struktur Periderm terdiri dari falogen ( kambium gabus), yaitu meristem yang
berbentuk periderm, felem (gabus), yakni jaringan pelindung yang dibentuk oleh
falogen kearah luar, dan feloderm yakni jaringan parenkim yang dibentuk oleh
falogen kearah dalam. Pada praktikum ini dapat dilihat pada penampang melintang
periderm umbi kentang (Solanum tuberosum).
Dibandingkan dengan kambium pembuluh, felogen terdiri dari satu sel saja. Sel
felogen memiliki vakuola dan dapat pila berisi kloroplas maupun tanin pada periode
tertentu. Pada penampang melintang, sel felogen tersusun dalam lapisan sel
tangensial yang bersinambung membentuk silinder (meristem lateral) namun ada
pula yang tidak bersinambung karena di bentuk di sejumlah tempat yang berbeda
disekeliling sumbu tumbuhan.
Periderm tersusun dari sel-sel yang rapat dan mengandung suberin, sehingga
kedap air, dan memutuskan udara luar dengan jaringan batang atau akar. Untuk

menjaga adanya hubungan udara luar dengan jaringan di bawahnya dibentuk suatu
struktur khusus yang disebut dengan lentisel. Pada praktikum ini dapat dilihat pada
penampang melintang batang bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis) akan
tetapi disini tidak di dapatkan bentuk lentisel tersebut dikarenakan sayatan
penampang melintang batangnya terlalu tebal.

IX.

Kesimpulan

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat diambil beberapa


kesimpulan yaitu :
1. Pada tumbuhan, sel seringkali menghasilkan zat-zat yang mungkin tidak
digunakan (namun masih diperlukan) dan dipisahkan dari sitoplasma atau
sama sekali dikeluarkan dari dalam tumbuhan dinamakan sekresi.
2. Jaringan tempat-tempat zat tersebut berkumpul atau dikeluarkan dari
dalam tumbuhan jaringannya dinamakan jaringan sekresi.
3. Pada praktikum ini kita dapat melihat salah satu kelenjer nya pada kulit
4.
5.
6.
7.

buah jeruk (Citrus maxima) yaitu kelenjer lisigen.


Lisigen yaitu ruang antara sel yang terjadi karena lisisnya dinding sel.
Periderm yaitu jaringan pelindung pengganti epidermis.
Periderm memiliki struktur yang terdiri dari felem, feloderm dan felogen.
Felem (gabus), yakni jaringan pelindung yang dibentuk oleh falogen
kearah luar.

8.

Feloderm yakni jaringan parenkim yang dibentuk oleh falogen kearah

dalam.
9. Pada praktikum ini periderm dapat dilihat pada penampang melintang
periderm umbi kentang (Solanum tuberosum).
10. Periderm tersusun dari sel-sel yang rapat dan mengandung suberin.
11. Lentisel berfungsi untuk menjaga adanya hubungan udara luar dengan
jaringan di bawahnya . Lentisel dapat dilihat pada penampang melintang
X.

batang bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis).


Daftar Pustaka
:

Champbell, Neil A., dkk. 2008. Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Mulyani, S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Purnobasuki, H. 2011. Struktur Lentisel pada Pneumatofor Avicennia marina:
sebagai Alat Pengantar Oksigen Pada Akar Mangrove. Jurnal Biota, vol
16(2): 309-315.