Anda di halaman 1dari 43

IBM SPSS STATISTICS VERSION 22

Oleh :
Abdullah M. Jaubah

Pendahuluan
Latihan ini merupakan latihan kedelapan mengenai T-tests. T-test terdapat dalam menu
Compare Means dan mencakup Means, One-Sample T-Test, Independent T-Test, dan PairedSamples T-test, dan One Way Anova. Pembahasan dalam latihan ini akan mencakup
pembahasan mengenai One-Sample T-Test, Independent T-Test, dan Paired-Samples T-test,
dan One Way Anova.
Prosedur One-Sample T-Test
Prosedur One-Sample T-Test dipakai untuk menguji perbedaan antara suatu rata-rata sampel
dan suatu nilai yang diketahui atau dihipotesiskan. Prosedur ini memungkinkan untuk
melakukan spesifikasi tingkat confidence untuk perbedaan, menghasilkan suatu tabel statistik
deskriptif untuk tiap variabel yang diuji.
Suatu Masalah Lini Produksi
Suatu manufaktur mobil dengan kinerja-tinggi menghasilkan disc brakes yang harus
berukuran 322 milimeter dalam diameter. Pengawasan kualitas secara acak ditarik dari 16
disc yang dibuat oleh tiap dari delapan mesin produksi dan mengukur diameter disc tersebut.
Contoh ini memakai arsip data brake.sav. Arsip data ini adalah sebagai berikut :

Arsip data ini mengandung dua variabel yaitu variabel machine dan variabel break. Kedua
variabel ini merupakan variabel-variabel berjenis kuantitatif. One-Sample T-Test dipakai
untuk menentukan apakah rata-rata diameter dari break dalam tiap sampel itu secara
signifikan berbeda atau tidak berbeda dari 322 milimeter. Variabel machine diubah dari
variabel berjenis kuantitatif menjadi variabel berjenis nominal atau kualitatif. Machine
Number sebagai variabel berjenis nominal dipakai untuk mengidentifikasi mesin produksi
yang dipakai untuk membuat disc break. Data dari tiap mesin itu karena harus diuji sebagai
suatu sampel terpisah, maka arsip data ini harus dipecah ke dalam kelompok-kelompok
Machine Number.

Langkah untuk memisah arsip data dilakukan melalui perintah dalam menu Data Editor.
Perintah ini adalah sebagai berikut : Data > Split File
Perlakuan Tiap Mesin sebagai suatu Sampel Terpisah
Perintah di atas akan menyajikan kotak dialog Split File sebagai berikut :

Compare groups dipilih. Machine Number dipilih. Tombol OK ditekan. Langkah ini akan
mencipta perintah sintaksis SPSS sebagai berikut :
GET
FILE='D:\SPSS22\brakes.sav'.
SORT CASES BY machine.
SPLIT FILE LAYERED BY machine.

Langkah untuk memulai One-Sample T-Test dilakukan dengan cara memakai perintah dari
menu dalam Data Editor. Perintah ini adalah sebagai berikut : Analyze > Compare Means >
One-Sample T Test sebagaimana disajikan di bawah ini.

Pengujian Sample Means atas Suatu Nilai yang Diketahui


Perintah di atas akan menyajikan kotak dialog One-Sample T-Test sebagai berikut :

Variabel Disc Brake Diameter (mm) dipakai sebagai variabel pengujian. Nilai 322 diketik
sebagai nilai pengujian. Tombol Options ditekan sehingga kotak dialog One-Sample T-Test :
Options disajikan sebagai berikut :
3

Nilai 95 diganti dengan nilai 90 sebagai persentase dari confidence interval. Tombol Continue
ditekan. Tombol OK dalam kotak dialog One-Sample T-Test ditekan. Langkah ini akan
mencipta perintah sintaksis SPSS sebagai berikut :
T-TEST
/TESTVAL=322
/MISSING=ANALYSIS
/VARIABLES=brake
/CRITERIA=CI(.90).

Prosedur ini dipakai untuk membandingkan rata-rata dari variabel break dengan nilai
pengujian yaitu 322. Criteria membutuhkan suatu confidence interval 0.90 untuk perbedaan
rata-rata.
Statistik Deskriptif
One-Sample Statistics
Machine Number

Mean

Std. Deviation

Std. Error Mean

Disc Brake Diameter (mm)

16

321,998514

,0111568

,0027892

Disc Brake Diameter (mm)

16

322,014263

,0106913

,0026728

Disc Brake Diameter (mm)

16

321,998283

,0104812

,0026203

Disc Brake Diameter (mm)

16

321,995435

,0069883

,0017471

Disc Brake Diameter (mm)

16

322,004249

,0092022

,0023005

Disc Brake Diameter (mm)

16

322,002452

,0086440

,0021610

Disc Brake Diameter (mm)

16

322,006181

,0093303

,0023326

Disc Brake Diameter (mm)

16

321,996699

,0077085

,0019271

Tabel Deskriptif menyajikan ukuran sampel, rata-rata, deviasi standar, dan kesalahan standar
untuk tiap sampel dari delapan sampel tadi. Rata-rata sampel ini terpencar sekitar standar
322mm. Hal ini mencerminkan variasi adalah kecil.
4

Hasil-hasil Penggujian
One-Sample Test
Test Value = 322

15

Sig. (2tailed)
,602

Mean
Difference
-,0014858

5,336

15

,000

-,655

15

-2,613
1,847

Disc Brake Diameter (mm)


Disc Brake Diameter (mm)
Disc Brake Diameter (mm)

Machine Number
1 Disc Brake Diameter (mm)

t
-,533

Disc Brake Diameter (mm)

Disc Brake Diameter (mm)

Disc Brake Diameter (mm)

Disc Brake Diameter (mm)

6
7
8

df

90% Confidence Interval


of the Difference
Lower
-,006375

Upper
,003404

,0142629

,009577

,018948

,522

-,0017174

-,006311

,002876

15

,020

-,0045649

-,007628

-,001502

15

,085

,0042486

,000216

,008282

1,134

15

,274

,0024516

-,001337

,006240

2,650

15

,018

,0061813

,002092

,010270

-1,713

15

,107

-,0033014

-,006680

,000077

Tabel statistik pengujian menunjukkan hasil-hasil dari one-sample t-test. Kolom t


menyuajikan statistik t yang diobservasi untuk tiap sammples dihitung sebagai rasio dari
perbedaan rata-rata dibagi dengan kesalahan standar dari rata-rata sampel. Kolom df
mmenyajikan derajat kebebasan. Hal ini adalah sama dengan jumlah kasus dalam tiap
kelompok dikurangi dengan 1. Kolom dengan label Sig. (2-tailed) menyajikan suatu
probabilitas dari distribusi dengan 15 derajat kebebasan. Nilai yang disajikan adalah
probabilitas dari memperoleh nilai mutlak lebih besar daripada atau sama dengan statistik
yang diobservasi, jika perbedaan antara rata-rata sampel dan nilai pengujian adalah acak.
Perbedaan rata-rata diperoleh dengan cara mengurangi nilai pengujian (322) dari tiap ratarata sampel. Confidence interval 90% dari perbedaan itu menyediakan estimasi dari batasbatas antara mana perbedaan rata-rata sebenarnya terletak dalam 90% dari semua sampel
acak yang mungkin dari 16 disc break yang dihasilkan oleh mesin ini. Confidence interval
karena terletak secara keseluruhan di bawah 0.0 maka hal ini dapat dinyatakan bawa mesin 2,
5, dan 7 memproduksi discs secara signifikan adalah lebih lebar daripada 322mm secara ratarata. Mesin 4 memproduksi discs tidak begitu lebar.
Beberapa Prosedur Terkait
One-sample T-Test dapat dipakai jika rata-rata sampel harus dibanding pada nilai pengujian
yang diketahui. One-sample T-Test, seperti dengan semua pengujian, mengandung asumsi
bahwa data berdistribusi normal, terutama dengan mempertimbangkan pada skewness. Nilainilai ekstrim atau nilai-nilai outlaying harus dicek secara teliti : boxplots adalah sangat
5

mudah untuk tugas ini. Prosedur-prosedur lain terdapat yang dapat dipakai untuk menguji
asumsi mengenai normalitas distribusi data.
Paired-Samples T Test
Salah satu dari rancangan eksperimental yang biasa dipakai adalah rancangan pre-post.
Suatu studi dari jenis ini sering terdiri dari dua pengukuran atas subjek yang sama, satu
pengukuran sebelum pengenalan penyelesaian atau stimulus dan satu pengukuran setelah
perkenalan penyelesaian atau stimulus. Gagasan dasar adalah sederhana. Penyelesaian itu jika
tidak mempunyai akibat, maka perbedaan rata-rata antara pengukuran-pengukuran itu adalah
sama dengan 0 da hipotesis nol dipertahankan atau diterima. Penyelesaian itu, jika
mempunyai suatu akibat, maka perbedaan rata-rata adalah bukan 0 dan hipotesis nol ditolak
Prosedur Paired-Samples T-Test dipakai untuk menguji hipotesis dari perbedaan tidak
terdapat antara dua variabel. Data mungkin terdiri dari dua pengukuran yang diambil atas
subjek yan sama atau satu pengukuran diambil atas pasangan dari subjek. Prosedur ini
menghasilkan statistik deskriptif untuk tiap variabel pengujian. Korelasi Pearsonn antara tiap
ppasangan dan signifikansinya, dan suatu confidence interval untuk perbedaan rata-rata (95%
atau suatu nilai yang dispesifikasikan).
Apakah Diet Membuat Suatu Perbedaan?
Suatu evaluasi atas suatu diet baru untuk para pasien dengan sejarah keluarga dari penyakit
jantung dilakukan. 16 pasien, untuk mengguji efektivitas diet ini, diminta untuk melakukan
diet selama 6 bulan. Berat dan tingkat triglyceride diukur sebelum dan setelah penelitian
dilakukan, dan langkah ini dilakukan untuk mengetahhui apakah pengukuran-pengukuran itu
telah mengalami perubahan atau tidak. Contoh ini memakai arsip data bernama dietstudy.sav.
Arsip data ini adalah sebagai berikut :

Variabel-variabel yang terkandung dalam arsip data ini adalah variabel patid, age, gender,
tg0, tg1, tg2, tg3, tg4, wgt0, wgt1, wgt2, wgt3, dan variabel wgt4. Paired-Samples T-Test
dipakai untuk menentukan apakah terdapat perbedaan secara statistik signifikan antara pre
dan post diet dan tingkat-tingkat triglyceride atau toidak dari para pasien ini.

Langkah analisis ini dilakukan dengan cara memakai menu dalam Data Editor. Perintah yang
dipakai adalah Analyze > Compare Means > Paired-Samples T Test sebagaimana disajikan di
atas. Langkah ini akan menyajikan kotak dialog Paired Samples T-Test sebagai berikut :
7

Triglyceride dan Final Triglyceride dipilih sebagai variabel berpasangan. Weight and Final
Weight dipilih sebagai pasangan kedua. Tombol OK ditekan. Langkah-langkah ini akan
mencipta perintah sintaksis SPSS sebagai berikut.
GET
FILE='D:\SPSS22\dietstudy.sav'.
T-TEST PAIRS=tg0 wgt0 WITH tg4 wgt4 (PAIRED)
/CRITERIA=CI(.9500)
/MISSING=ANALYSIS.

Prosedur ini dipakai untuk membandingkan rata-rata dari variabel tg0 dan variabel tg4 dan
variabel wgt0 dan variabel wgt4. Semua peluang lain ditentukan sesuai denggan nilai-nilai
standar.
Statistik Deskriptif
Paired Samples Statistics
Mean
Pair 1

Pair 2

Std. Deviation

Std. Error Mean

Triglyceride

138,44

16

29,040

7,260

Final triglyceride

124,38

16

29,412

7,353

Weight

198,38

16

33,472

8,368

Final weight

190,31

16

33,508

8,377

Tabel Deskriptif menyajikan rata-rata, ukuran sampel, deviasi standar, dan kesalahan standar
dari kedua kelompok. Semua subjek 16 mencerminkan tingkat-tingkat triglyceride
mengalami penurunan antaara 14 dan 15 titik atas rata-rata setelah 6 bulan dari diet baru.
Subjek-subjek itu secara jelas kehilangan berat selama penelitian dilakukan, secara rata-rata
sekitar 8 pound. Pengukuran deviasi standar untuk pre dan post diet mengungkap bahwa
subjek-subjek itu adalah lebih bervariasi dengan mempertimbangkan pada berat daripada
mempertimbangkan pada tingkat-tingkat triglyceride.
Pearson Correlations
Paired Samples Correlations
N

Correlation

Sig.

Pair 1

Triglyceride & Final triglyceride

16

-,286

,283

Pair 2

Weight & Final weight

16

,996

,000

Korelasio pada -0.286 antara garis dasar dan 6 bulan tingkat-tingkat triglyceride adalah
secara statistik tidak signifikan. Tingkat-tingkat ini adalah lebih rendah akan tetapi perubahan
adalah tidak konsisten atas keseluruhan subjek. Beberapa telah memperendah tingkat-tigkat
tersebut tetapi beberapa subjek lain tidak mengalami perubahan atau mengalami kenaikan
tingkat-tingkat tersebut. Korelasi Pearson antara garis dasar dan pengukuran-pengukuran
berat enam bulan adalah 0.996 yang mencerminkan korelasi sempurna dan semua subjek
kehilangan berat dan dan konsisten.
Paired Test Table
Paired Samples Test

Mean
Pair 1

Triglyceride - Final triglyceride

Pair 2

Weight - Final weight

Paired Differences
95% Confidence Interval
Std.
of the Difference
Std.
Error
Deviation
Mean
Lower
Upper

df

Sig. (2tailed)

14,063

46,875

11,719

-10,915

39,040

1,200

15

,249

8,063

2,886

,722

6,525

9,600

11,175

15

,000

Kolom rata-rata dalam tabel paired-samples t-test menyajikan perbedaan rata-rata antara
triglyceride dan pengukuran-pengukuran berat sebelum diet dilakukan dan 6 bulan dalam

diet.
Kolom deviasi standar menyajikan deviasi standar darui rata-rata perbedaan skor. Kolom
kesalahan standar rata-rata menyediakan suatu indek variabilitas yang dapat diharap dalam
sampel acak diulangg dari 16 pasien serupa pada salah satu dari penelitian ini. Confidence
interval 95% dari perbedaan itu menyediakan esttimasi dari batas-batas antara mmana
perbedaan rata-rata sebenarnya terletak dalam 95% dari semua sampel acak yang mungkin
dari 16 pasien serupa pada partisipasi dalam penelitian ini. Statistik-t diperoleh dengan
membagi perbedaan rata-rata dengan kesalahan standar. Kolom Sig. (2-tailed) menyajikan
probabilitas dari perolehan statistik t dengan nilai mutlak adalah sama dengan atau lebih
besar daripada statistik t yang diperoleh. Nilai signifikansi untuk perubahan dalam berat
adalah lebih kecil daripada 0.05, maka hal ini mencerminkan bahwa kehilangan rata-rata dari
8.06 pound per pasien bukan karena peluangg variasi dan dapat diatribusikan pada diet. Nilai
signifikansi adalah lebih besar daripada 0.10 untuk perubahan dalam tingkat triglyceride
menunjukkan diet tidak signifikan menurunkan tingkat-tingkat triglyceride..
Beberapa Prosedur Terkait
Paired-samples t test adalah serasi jika dua rata-rata sampel berhubungan itu akan
dibandingkan. Perbedaan skor diasumsikan mengikuti distribusi normal terutama dengan
mempertimbangkan pada skewness. Analisis distribusi dari skor-skor berbeda, sebelum
melaksanakan t-test, dilakukan dengan menguji histogram dari suatu variabel dihitung secarra
berbeda. Variabel pengujian dengan nilai ekstrim atau nilai outlying harus dicek secara hatihati dan boxplots dapat dipakai di sini.. Prosedur lain juga terdapat yang dapat dipakai untuk
menguji asumsi normalitas sebagaimana telah diterangkan dalam pembahasan mengenai
Explore. Perhitungan perbedaan antara variabel-variabel berpasangan dapat secara alternatif
memakai prosedur One-Sample T-Test.
Independent Samples T-Test
Prosedur Independent-Samples T Test dipakai untuk melakukan pengujian signifikansi dari
perbedaan antara rata-rata dari dua sampel. Prosedur ini juga menyajikan statistik deskriptif
untuk tiap variabel pengujian, persamaan suatu pengujian varians, suatu confidence interval
untuk perbedaan antara dua variabel (95% atau nilai yang dispesifikasikan).
10

Penentuan Kelompok-kelompok dalam suatu Independent-Samples T-Test


Kelompok-kelompok dalam suatu pengujian dua sample biasanya ditentukan oleh rancangan
dan variabel pengelompokan mempunyai satu nilai untuk tiap kelompok. Waktu terdapat
tatkala penugasan pada satu dari dua kelompok dapat dilakukan atas dasar suatu variabel
berjenis kuantitatif yang tersedia. Contoh, pertimbangkanlah pengujian skor math dan verbal.
Pelaksanaan t test dilakukan pada skor verbal, memakai para mahasiswa di atas dandi bawah
skor cutoff atas math sebagai kelompok-kelompok independen. Prosedur Independent
Samples T-Test memerluukan cut point. Program membagi sampel ke dalam dua menurut cut
point dan melaksanakan pengujian. Metode ini mencerminkan bahwa cut point dapat dengan
mudah diubah tanpa membutuhkan penciptaan kembali variabel pengelompokan.
PengujianDua Independent Sample Means
Analis pada suatu departement store ingin mengevaluasi promosi credit card. 500 pemegang
kartu kredit dipilih secara acak. Sebagian menerima advertensi promosi dengan suku bunga
dikurangi atas pembelian-pembelian yang dilakukan selama tiga bulan yang akan datang, dan
sebagian lagi menerima advertensi standar musiman. Contoh ini memakai arsip data
creditpromo.sav dan memakai Independent Samples T Test untuk membandingkan
pengeluaran dari dua kelompok. Arsip data ini adalah sebagai berikut :

11

Arsip data ini mengandung variabel-variabelid, insert, dan dollars.Variabel-variabel id dan


insert merupakan variabel-variabel berjenis nominal, dan variabel dollar merupakan variabel
berjenis scale.
Pelaksanaan Analisis
Menu dalam Data Editor dipakai untuk memilih perintah Analyze > Compare Means >
Independent... Langkah ini dilakukan sebagaimana disajikan di bawah ini.

Langkah ini akan menyajikan kotak dialog Independent Samples T Test sebagai berikut :

12

$ spent during promotional period dipilih sebagai variabel pengujian. Type of mail insert
received dipilih sebagai variabel pengelompokan. Tombol Define Groups ditekan sehingga
disajikan kotak dialog Define Groups sebagai berikut :

Nilai 0 diketik sebagai Group 1 dan nilai 1 diketik sebagai Group 2. Tombol Continue
ditekan. Tombol OK dalam kotak dialog Independent-Samples T Test ditekan. Langkahlangkah ini akan mencipta perintah sintaksis SPSS sebagai berikut :
GET
FILE='D:\SPSS22\creditpromo.sav'.
T-TEST GROUPS=insert(0 1)
/MISSING=ANALYSIS
/VARIABLES=dollars
/CRITERIA=CI(.95).

Prosedur ini dipakai untuk membandingkan rata-rata dari dua kelompok yang telah
didefinisikan melalui nilai 0 dan 1 dari variabel insert untuk variabel dollar. Semua peluang
lain ditetapkan sesuai dengan nilai-nilai standar.
Group Statistics Table
Group Statistics

$ spent during

Type of mail insert received

Standard

250

1566,3890

346,67305

21,92553

250

1637,5000

356,70317

22,55989

promotional period New Promotion

Mean

Std. Deviation

Std. Error Mean

Tabel deskriptif di atas menyajikan ukuran sampel, rata-rata, deviasi standar, dan kesalahan
standar untuk kedua kelompok. Para pelanggan yang menerima, secara rata-rata, interest-rate

13

promotion membelanjakan sekitar $70 lebih besar daripada kelompok perbandingan dan
mereka bervariasi lebih kecil sekitar rata-rata.
Independent Samples Test Table
Independent Samples Test
Levene's Test for
Equality of
Variances

F
$ spent
during
promotiona
l period

Equal
variance
s
assumed
Equal
variance
s not
assumed

1,190

Sig.
,276

t-test for Equality of Means

df

Sig.
(2tailed)

Mean
Differenc
e

Std. Error
Differenc
e

95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower

Upper

2,260

498

,024

-71,11095

31,45914

132,91995

-9,30196

2,260

497,59
5

,024

-71,11095

31,45914

132,92007

-9,30183

Prosedur ini menghasilkan dua pengujian dari perbedaan antara dua kelompok. Satu
pengujian mengandung asumsi bahwa varians dari dua kelompok itu adalah sama. Levene
statistic tests mewakili asumsi ini. Nilai signifikan dari statistik itu, dalam conton ini, adalah
0.276. Nilai ini adalah lebih besar daripada nilai 0.10 maka hal ini dapat diasumsikan bahwa
kelompok-kelompok itu mempunyai varians yang sama sehingga pengujian kedua
dikesampingkan. Pemakaian Pivot trays dapat mengubah tata letak menurut ketentuan standar
dari tabel sehingga hanya pengujian equal variance saja yang disajikan.
Pivoting the Test Table

Tombol Mouse ditekan dua kali atas tabel pengujian untuk mengaktifkan Pivot trays. .
Langkah ini akan menyajikan kotak dialog sebagai berikut :

14

PerintahPivot>Pivoting Trays dipakai

Assumptions dialihkan dari row ke layer. Pivoting trays window ditutup


The Pivoted Test Table

15

Equal
variances
assumed
Levene's Test for
Equality of
Variances

F
$ spent
during
promotiona
l period

1,190

Sig.
,276

t-test for Equality of Means

t
-2,260

df
498

Sig.
(2tailed)

Mean
Difference

Std. Error
Differenc
e

,024

-71,11095

31,45914

95% Confidence Interval


of the Difference
Lower
-132,91995

Upper
-9,30196

Langkah tersebut mengakibatkan bahwa assumptions diletakkan dalam layer, Equal variances
assumed panel disajikan.
Kolom t mengandung penyajian statistik t yang diobservasi untuk tiap sampel dihitung
sebagai rasio dari perbedaan antara rata-rata sampel dibagi dengan kesalahan standar dari
perbedaan. Kolom df menyajikan derajat kebebasan. Hal ini, untuk independent samples ttest, adala sama dengan jumlah kasus dalam kedua sampel dikurangi dengan 2. Kolom
berlabelSig. (2-tailed) menyajikan suatu probabilitas dari distribusi t dengan 498 derajat
kebebasan. Nilai yang disajikan adalah probabilitas dari perolehan suatu nilai mutlak lebih
besar daripada atau sama dengan statistik t yang diobservasi, jika perbedaan antara rata-rata
sampel adalah murni acak.

Perbedaan rata-rata diperoleh dengan mengurangi rata-rata

sampel dari kelompok 2 (New Promotion group) dari rata-rata sampel untuk kelompok 1.
16

Confidence interval 95% dari perbedaan itu menyediakan suatu estimasi dari batas-batas
antara mana perbedaan rata-rata sesungguhnya terletak dalam 95% dari semua sampel acak
500 pemegang kartu. Nilai signifikan dari pengujian ini adalah lebih kecil daripada nilai 0.05
maka rata-rata dari 71.11 dollar itu adalah lebih banyak dibelanjakan oleh para pemegang
kartu yang menerima pengurangan suku bunga dan bukan karena peluang saja. Department
store akan mempertimbangkan untuk memperluas penawaran pada semua pelanggan yang
memegang kartu kredit.
Pemakaian suatu Cut Point untuk Mendefinisikan Samples
Arsip yang dipakai di sini adalah arsip data cellular.sav. Arsip data ini adalah sebagai berikut:

Arsip data ini terdiri dari variabel-variabel minutes, bill, business, los, income, dan variabel
score. Semua variabel ini berjenis variabel kuantitatif. Pemakaian independent samples T-Test
untuk menentukan apakan kelompok-kelompok ini mempunyai tingkat-tingkat berbeda dari
pemakaian cell-phone atau tidak.
Pelaksanaan Analisis

17

Perintah Analyze > Compare Means > Independent... dipakai. Langkah ini akan menyajikan
kotak dialog sebagai berikut :

Avg monthly minutes dilpilih sebagai variabel pengujian. Propensity to leave dipilih sebagai
variabel pengelompokan. Tombol Define Groups ditekan. Langkah ini menyajikan kotak
dialog Define Groups sebagai berikut :

18

Cut point dipilih. Nilai 50 diketik sebagai nilai cut point. Tombol Continue ditekan. Tombol
OK dalam kotak dialog Independent Samples T-Test ditekan. Langkah-langkah ini akan
menyajikan perintah sintaksis SPSS sebagai berikut :
GET
FILE='D:\SPSS22\cellular.sav'.
T-TEST GROUPS=score(50)
/MISSING=ANALYSIS
/VARIABLES=minutes
/CRITERIA=CI(.95).

Prosedur ini membandingkan rata-rata dari dua kelompok yang didefinisikan menurut nilainilai yang lebih besar atau sama dengan nilai 50 dari skor untuk variabel minutes. Semua
peluang lain ditetapkan sesuai dengan nilai-nilai standar.
Group Statistics by Cut Point
Group Statistics
Propensity to leave
Avg monthly minutes

Mean

Std. Deviation

Std. Error Mean

>= 50,00

50

224,7906

37,73202

5,33611

< 50,00

200

146,5344

33,64859

2,37931

Tabel Deskriptif mengungkap bahwa para pelanggan dengan property score dari 50 atau lebih
memakai cell phones mereka sekitar 78 menit lebih per bulan atas rata-rata daripada para
pelanggan dengan skor di bawah 50.
Test Table by Cut Point

Independent Samples Test


Levene's Test for
Equality of Variances

F
Avg
monthl
y
minutes

Equal
variances
assumed
Equal
variances
not
assumed

,966

Sig.
,327

t-test for Equality of Means

df

Sig. (2tailed)

Mean
Difference

Std. Error
Difference

95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower

Upper

14,349

248

,000

78,25625

5,45394

67,51430

88,99819

13,394

69,74
2

,000

78,25625

5,84254

66,60292

89,90958

Nilai signifikansi dari Levene statistics adalah lebih besar daripada nilai 0.10. Hal ini
memungkinkan asumsi bahwa kelompok-kelompok itu mempunyai varians yang sama dan

19

pengujian kedua dikesampingkan. Pemakaian pivoting trays, mengubah tata letak dari tabel
sehingga hanya pengujian varians yang sama saja yang disajikan
Pivoting the Test Table

Tabel pengujian ditekan dua kali untuk mengaktifkan tabel tersebut. Pivot>Pivoting Trays
dipilih dari Viewer menu. Langkah ini akan menyajikan kotak dialog Pivoting Trays sebagai
berikut :

Assumptions dipindah dari baris ke lapisan. Pivoting Tray window ditutup


Pivoted Test Table by Cut Point
Langkah di atas akan mencipta tabel sebagai berikut :

20

Equal variances saja sekarang disajikan. Statistik t mencerminkan bukti yang kuat dari suatu
perbedaan dalam monthly minutes antara pengeluaran yang lebih banyak dan pengeluaran
yang lebih sedikit akan berubah pada para penyedia cellular. Confidence interval
mengungkap bahwa dalam sampliks berulang, perbedaan adalah lebih rendah daripada 67
menit. Perusahaan akan mengamati cara-cara untuk mempertahankan para pelanggan ini.
Beberapa Prosedur Terkait

21

Independent-samples t test adalah cocok jika dua rata-rata ditarik dari independent samples
itu diperbandingkan. Variabel yang dipakai untuk membentuk kelompok-kelommpok
mungkin telah tersedia, akan tetapi suatu cut point atas suatu variabel kontinu dapat
disediakan untuk secara dinamis mencipta kelompok-kelompok selama analisis. Pengujian t
mencerminkan independent-samples t-test mengandung asumsi bahwa tiap rata-rata sampel
berasal dari suatu populasi yang memenuhi persyaratan normalitas distribusi data, terutama
dengan mempertimbangkan skewness. Variabel-variabel pengujian dengan nilai-nilai ekstrim
atau nilai-nilai outlaying harus dicek secara hati-hati, boxplots dapat dipakai untuk hal ini.
Beberapa prosedur lain tersedia yang dapat dipakai untuk menguji asumsi normalitas
distribusi data. Variabel pengelompokan jika mempunyai lebih daripada dua kelompok maka
prosedur One-Way Anova dapat dipakai.
One Way Analysis of Variance
Prosedur One-Way ANOVA dapat dipakai untuk menguji hipotesis bahwa rata-rata dari dua
kelompok atau lebih adalah secara signifikan tidak berbeda. One-Way Anova juga dapat
dipakai untuk statistik tingkat kelompok untuk variabel dependen, suatu pengujian kesamaan
varians, suatu plot dari rata-rata kelompok, pengujian rentangg, perbandingan berpasangan
jamak, dan kontras untuk mendeskripsikan hakikat dari perbedaan-perbedaan kelompok.
Pengujian equality of group variances
Suatu langkah awal yang penting dalam analisis varians adalah membentuk validitas dari
asumsi-asumsi. Satu asumsi dari Anova adalah bahwa varians dri kelompok-kelompok itu
adalah ekuivalen. Contoh ini menggambarkan cara bahwa pengujian itu dilakukan.
Suatu manajer penjualan ingin menentukan jumlah optial dari hari-hari pelatihan produk yang
diperlukan untuk para karyawan baru. Ia mempunyai skor kinerja untuk tiga kelompok
karyawan dengan satu, dua, atau tiga hari pelatihan. Arsip data yang dipakai di sini adalah
salesperformance.sav. Arsip data ini adalah sebagai berikut :

22

Arsip data ini terdiri dari dua variabel yaitu group dan perform. Kedua variabel ini
merupakan variabel-variabel berjenis kuantitatif.
An error bar chart

Analisis varians, sebelum dijalankan, grafik rata-rata dan kesalahan standar perlu dicipta.
Langkah untuk mencipta suatu error bar chart, adalah langkah memakai perintah Graphs >
Chart Builder.
Gallery tab dipilih dan Bar dipilih dari daftar jenis chart. Penarikan dan penempatan Simple
Error Bar pada wilayah canvas. Penarikan dan penempatan Score on Training exam pada
sumbu Y. Perubahan Sales traning group menjadi nominal. Penarikan dan penempatan Sales
training group pada sumbu X.

23

24

Tombol Element Properties ditekan sehingga kotak dialog Element Properties disajikan
sebagaimana dikemukakan di atas. Standard Error dalam Error Bars Represent group. Tombol
Apply ditekan dan tombol OK dalam Chart Builder ditekan. Langkah ini akan mencipta
perintah sintaksis SPSS sebagai berikut :
GET
FILE='D:\SPSS22\salesperformance.sav'.
.
GGRAPH
/GRAPHDATASET NAME="graphdataset" VARIABLES=group[LEVEL=NOMINAL] MEANSE(
perform, 2)[name="MEANSE_perform_2" LOW="MEANSE_perform_2_LOW" HIGH=
"MEANSE_perform_2_HIGH"] MISSING=LISTWISE REPORTMISSING=NO
/GRAPHSPEC SOURCE=INLINE.
BEGIN GPL
SOURCE: s=userSource(id("graphdataset"))
DATA: group=col(source(s), name("group"), unit.category())
DATA: MEAN_perform=col(source(s), name("MEANSE_perform_2"))
DATA: LOW=col(source(s), name("MEANSE_perform_2_LOW"))
DATA: HIGH=col(source(s), name("MEANSE_perform_2_HIGH"))
GUIDE: axis(dim(1), label("Sales training group"))
GUIDE: axis(dim(2), label("Mean Score on training exam"))
GUIDE: text.footnote(label("Error Bars: +/- 2 SE"))
SCALE: cat(dim(1))
SCALE: linear(dim(2), include(0))
ELEMENT: point(position(group*MEAN_perform))
ELEMENT: interval(position(region.spread.range(group*(LOW+HIGH))),
shape.interior(shape.ibeam))
END GPL.

Hasil lain adalah sebagai berikut :

25

Kinerja rata-rata secara jelas meningkat dengan penambahan hari-hari pelatihan, akan tetapi
variasi dalam kinerja mengalami penurunan pada saat yang sama. Anova mengandung asumsi
equaity of variance dalam kelompok-kelompok dan asumsi tersebut mungkin tidak dapat
dipertahankan untuk data ini.

Langkah untuk menguji asumsi equality of variance dilakukan dengan cara memakai perintah
Analyze > Compare Means > One-Way ANOVA...
P3elaksanaan Analisis
Perintah di atas akan menyajikan kotak dialog One-Way Anova sebagai berikut :

Variabel Score on training exam dipilih sebagai variabel dependen. Variabel Sales training
group dipilih sebagai variabel factor. Tommbol Options ditekan. Langkah ini akan
menyajikan kotak dialog One-Way Anova : Options sebagai berikut :

26

Homogeneity of variance test dipilih dan tombol Continue ditekan. Tombol OK dalam kotak
dialog One-Way Anova ditekan. Langkah ini akan mencipta perintah sintaksis SPSS sebagai
berikut :
ONEWAY perform BY group
/STATISTICS HOMOGENEITY
/MISSING ANALYSIS.

Hasil lain adalah sebagai berikut :


Test of Homogeneity of Variances
Score on training exam
Levene Statistic
4,637

df1

df2
2

Sig.
57

,014

ANOVA
Score on training exam
Sum of Squares

df

Mean Square

Between Groups

2525,691

1262,846

Within Groups

5974,724

57

104,820

Total

8500,415

59

F
12,048

Sig.
,000

Tombol OK dalam kotak dialog One-Way Anova ditekan. Langkah ini akan mencipta
perintah sintaksis sebagai berikut :
27

ONEWAY perform BY group


/MISSING ANALYSIS
/STATISTICS HOMOGENEITY.

Prosedur ini mencerminkan variabel dependen adalah perform dan group sebagai faktor.
Perintah Statistics meminta pengujian homogenitas varians. Semua peluang lain ditetapkan
sesuai dengan ketentuan.
Tabel statistik deskriptif dapat dicipta. Langkah mencipta adalah sebagai berikut :

Variabel Score on the traing exam dimasukkan ke dalam kotak Dependent List dan variabel
Sales training group dimasukkan ke dalam kotak factor. Tombol Options ditekan sehingga
kotak dialog One Way Anova : Options disajikan sebagai berikut :

28

Descritive dipilih dan homogeneity of variance test juga dipilih. Tombol Continue ditekan
dan tombol OK ditelan. Langkah ini akan mencipta sintaksis sebagai berikut :
ONEWAY perform BY group
/STATISTICS DESCRIPTIVES HOMOGENEITY
/MISSING ANALYSIS.

Tabel statistik deskriptif dicipta sebagai berikut :


Descriptive Statistics : Score of training exam
Std.
Deviation

Std. Error

95% Confidence
Interval for Mean

Mean

20

63,5798

13,50858

3,02061

57,2576

69,902

32,68

86,66

20

73,5677

10,60901

2,37225

68,6025

78,5328

47,56

89,65

20

79,2792

4,40754

0,98556

77,2165

81,342

71,77

89,69

Total

60

72,1422

12,00312

1,5496

69,0415

75,243

32,68

89,69

Lower
Bound

Upper
Bound

Minimum

Maximum

Deviasi standar dan kesalahan standar mengungkap bahwa peningkatan hari pelatihan maka
variasi dalam kinerja mengalami penurunan.
Levene Test Table
Test of Homogeneity of Variances
Score on training exam
Levene Statistic

df1

4,637

df2
2

Sig.
57

,014

Statistik Levene menolak hipotesis nol bahwa varians kelompok adalah sama. Anova adalah
robust atas penyimpangan ini jika kelompok-kelompok adalah sama atau ukuran kelompok
itu hampir sama. Langkah untuk melakukan transformasi dapat dilakukan dengan cara data
atau pengujian nonparametrik dilakukan karena pengujian ini tidak membutuhkan asumsi ini.
Performing a One-Way Anova
Suatu perusahaan elektronik, dalam menanggapi permintaan-permintaan dari pelanggan,
mengembangkan suatu DVD player baru. Tim pemasaran, memakai suatu prototipe, telah
mengumpulkan data dari kelompok fokus. Anova akan dipakai untuk menemukan apakah
para pelanggan dari berbagai usia itu memberikan peringkat atas rancangan itu secara
berbeda atau tidak. Contoh ini memakai arsip dvdplayer.sav
Pelaksanaan Analisis
29

Perintah Analyze > Compare Means > One-Way ANOVA dipakai. Langkah ini akan
menyajikan kotak dialog sebagai berikut :

Total DVD assessment dipilih sebagai variabel dependen. Age Group dipilih sebagai variabel
faktor. Tombol Options ditekqan. Langkah ini akan menyajikan kotak dialog One Way
Anova : Options sebagai berikut :

30

Means plot adalah cara bermanfaat untuk memvisualisasi perbedaan-perbedaan kelompok.


Means plot dipilih, tombol Continue ditekan, dan tombol OK ditekan. Langkah ini akan
mencipta perintah sintaksis sebagai berikut :
ONEWAY dvdscore BY agegroup
/PLOT MEANS
/MISSING ANALYSIS.

Langkah di atas juga menghasilkan tabel Anova dan Means Plots sebagai berikut :
ANOVA
Total DVD assessment
Sum of Squares

df

Mean Square

Between Groups

1294,481

258,896

Within Groups

2295,532

62

37,025

Total

3590,013

67

Sig.
6,993

,000

Nilai signifikansi dari F test dalam tabel Anova adallah kurang daripada 0.001. Hal ini berarti
bahwa hipotesis ditolak dengan pengertian bahwa average assessment scores adalah sama
untuk berbagai kelompok umur. Kelompok-kelompok itu berbeda-beda sehingga studi
diperlukan tentang struktur dari perbedaan tersebut.
Means Plots

31

Means Plots merupakan suatu plot dari rata-rata kelompok Means plot dapat dipakai untuk
mengungkap struktur dari para partisipan antara umur dari 35 dan 54n dalam memberikan
peringkat atas DVD player adalah lebih tinggi daripada konterpart mereka. Analisis jika lebih
rinci diinginkan, maka tim dapat memakai pengujian rentang, perbandingan berpasangan,
atau contras features dalam One Way Anova.
Contrasts between means
F statistics dibentuk untuk menentukan apakah suatu perbedaan terdapat atau tidak terdapat
antara rata-rata kelompok dan means plots mengungkap letak perbedaan yang dialami. One
Way Anova dapat juga dipakai untuk melakukan spesifikasi secara tepat mengenai bagaimana
rata-rata itu berbeda dan menguji spesifikasi-spesifikasi tersebut. Pengamatan atas data DVD,
para peneliti pasar dapat mengajukan pertanyaan :
1. Apakah dua kelompok antara usia 35 dqan 54 itu sesungguhnya berbeda satu dengan
lainnya?

32

2. Dapatkah para partisipan di bawah usia 35 dan di atas 54 dipertimbangkan secara


statistik adalah ekuivalen?
Pelaksanaan Analisis

Perintah

Analyze > Compare Means > One-Way ANOVA dipakai. Langkah ini akan

menyajikan kotak dialog One Way Anova sebagai berikut :

Total DVD assessment dipilih sebagai variabel dependen dan Age Group dipilih sebagai
varabel faktor. Tombol Contrasts ditekan. Langkah ini akan me3nyajikan kotak dialog One
Way Anova : Contrasts sebagai berikut :

33

Kontras dipakai untuk membqandingkan kelompok 3 dqan 4, kelompok lain ditiadakan


dengan memberikan bobot 0. Nilai 0 diketik sebagai koefisien untuk kelompok 1, kemudian
tombo9l Add ditekan. Koefisien lain ditambahkan dan diberi nilai 0 untuk kelompok 2. Nilai
-1 diketik untuk kelompok 3 dan nilai 1 diketik untuk kelompok 4. Kedua nilai ini berjumlah
0. Nilai 0 diketik untuk kelompok 5 dan nilai 0 diketik untuk kelompok 6. Langkah-langkah
ini menyajikan kotak dialog sebagai berikut :

Tombol Next ditekan sehingga kotak dialog disajikan di bawah ini :


34

Kontras kedua dipakai untuk membandingkan kelompok 1 dan kelompok 2 dengan kelompok
5 dan kelompok 6 dengan cara meniadakan kelompok 3 dan kelompok 4. Langkah-langkah
pengisian serupa dengan langkah-langkah di atas hanya saja nilai-nilai yang dimasukkan
adalah 0.5, 0.5, 0, 0, -0.5, dan -0.5. Nilai-nilai ini untuk kelompok 1, 2, 3, 4. 5, dan kelompok
6.

Tombol Continue ditekan dan tombol OK ditekan. Langkah ini akan mencipta perintahperintah sintaksis sebagai berikut
ONEWAY dvdscore BY agegroup
/CONTRAST=0 0 -1 1 0 0
/CONTRAST=0.5 0.5 0 0 -0.5 -0.5
/PLOT MEANS
/MISSING ANALYSIS.

35

Hasil-hasil lain adalah sebagai berikut :


ANOVA
Total DVD assessment
Sum of Squares

df

Mean Square

Between Groups

1294,481

258,896

Within Groups

2295,532

62

37,025

Total

3590,013

67

Sig.
6,993

,000

Contrast Coefficients
Age group
Contrast

Under 25

25-34

35-44

45-54

55-64

65 and over

-1

,5

,5

-,5

-,5

Means Plots

Tabel koefisien kontras merupakan cara yang menyenangkan untuk mengecek bobot-bobo
yang tepat dapat dipakai untuk kelompok-kelompok. Mean assessment of the DVD player itu
jika untuk kelompok-kelompok usia 35 44 dan 45 54 adalah sama maka dapat diharap
bahwa perbedaan-perbedaan yang diobservasi dalam mean assessment untuk kelompokkelompok ini adalah dekat dengan 0. Langkah melakukan spesifikasi -1 dan 1 sebagai
koefisien kontras untuk kelompok-kelompok ini, mengungkap bahwa pengujian kontras
pertama dilakukan untuk menentukan apakah perbedaan-perbedaan yang diobservasi itu adah
secara statistik signifikan atau tidak. Mean assessment dari usia kelompok di bahwah 35 dan
di atas 54 adalah sama, maka hal ini dapat diharap bahwa jumolah dari dua kelompok

36

pertama adalah sama dengan jumlah dari dua kelompok terakhir dan perbedaan dari jumlah
ini mencekati 0.
Contrast Tests
Contrast

Total DVD
assessment

Value of Contrast

Std. Error

df

Sig. (2-tailed)

Assume equal
variances

2,1003

2,60535

0,806

62

0,423

1,9886

1,92998

1,03

62

0,307

Does not
assume equal
variances

2,1003

3,07454

0,683

19,99

0,502

1,9886

1,73445

1,147

21,76

0,264

Hasil-hasil disajikan dalam dua panel panel pertama mengandung asumsi bahwa varians dari
kelompok-kelompok itu adalah sama, dan kedua mengandung asumsi bahwa kelompokkelompok itu berbeda. Varians, dalam kasus ini, dari kelompok-kelompok itu diasumsikan
sama sehingga pembahasan terfokus pada panel pertama. Nilai-nilai sifnifikansi untuk
pengujian-pengujian dari kontras pertama adalah lebih besar daripada 0.05. Hal ini
mengindikasikan bahwa kelompok usia 45 54 adalah tidak signifikan lebih menyenangi ke
arah DVD player daripada kelompok usia 35 44. Nilai-nilai signifikansi untuk pengujianpengujian dari kontras kedua adalah lebih besar daripada nilai 0.05. Hal ini berarti bahwa
para partisipan di bawah 35 dan di atas 54 secara statistik mempunyai skor assessment
ekuivalen.
Senua peebandinan adalah mungkin antara means
Kontras adalah metode yang efisien dan tangguh untuk membandingkan kelompok-kelompok
yang ingin dibandingkan, memakai bobot-bobot kontras yang diperlukan atau tidak
diperlukan. Prosedur One Way Anoiva memungkinhkan untuk membandingkan tiap rata-rata
kelompok terhadap kelompok-kelompok lain, suatu metode yang dikenal sebagai
perbadingan berpasangan jamak.
Manajer penjualan telah menganalisis data pelatihan memakai One Wa\y Anova. Perbedaanperbedaan kelompok ditemukan, dan hipotesis tidak dibuat tentang bagaimana tiga kelompok
itu akan brbeda. Manajer penjualan itu telah memutuskan hanya membandingkan tiap0
kelompok pada kelompok-kelompok lain. Contoh ini memakai arsip salesperformance.sav.
Pelaksanaan Analisis

37

Perintah Analyze > Compare Means > One-Way ANOVA

Score on training exam dipilih sebagai variabel dependen. Sales training group dipilih
sebagai variabel factor. Tombol Post Hoc ditekan. Langkah ini akan menyajikan kotqak
dialog One Way Anova : Post Hoc sebagai berikut :

38

Post Hoc tests dibagi ke dalam dua rangkaian. Rangkaian kesatu mengandung asumsi bahwa
kelompok-kelompok itu mempunyai varians yang sama. Rangkaian kedua tidak mengandung
asumsi bahwa varians adalah sama. Levene test karena telah dilakukan dan variance atas
kelompok-kelompok pelatihan adalah berbeda secara signifikan maka Tamhanes T2 dipilih.
Tombol Continue ditekan. Tombol OK ditekan. Langkah ini mencipta perintah-perintah
sintaksis sebagai berikut :
GET
FILE='D:\SPSS22\salesperformance.sav'.
DATASET NAME DataSet2 WINDOW=FRONT.
ONEWAY perform BY group
/MISSING ANALYSIS
/POSTHOC=T2 ALPHA(0.05).

Hasil lain adalah sebagai berikut


ANOVA
Score on training exam
Sum of Squares

df

Mean Square

Between Groups

2525,691

1262,846

Within Groups

5974,724

57

104,820

Total

8500,415

59

F
12,048

Sig.
,000

39

Multiple Comparisons
Dependent Variable: Score on training exam
Tamhane
(I) Sales
training
group

95% Confidence Interval

(J) Sales
training
group
1
2
3

Mean Difference (I-J)

Std. Error

Sig.
Lower Bound

Upper
Bound

-9,98789*

3,84079

0,04

-19,6053

-0,3705

-15,69947

3,17733

-23,8792

-7,5198

9,98789

3,84079

0,04

0,3705

19,6053

-5,71158

2,56883

0,102

-12,2771

0,8539

15,69947

3,17733

7,5198

23,8792

5,71158

2,56883

0,102

-0,8539

12,2771

*. The mean difference is significant at the 0.05 level.

Kelompok dengan pelatihan sehari melaksanakan secara sifnifikan lebih rendah daripada
kelompok-kelompok lain. Para peserta latihan dengan dua atau tiga hari pelatihan tidak
secara

sifnifikan

berbeda

dalam

kinerja

rata-rata.

Manajer

mungkin

masih

mempertimbangkan tambahan manfaat dari pelatihan tiga hari karena dapat penurunan lebih
besar dalam variabilitas.
Sintaksis Gabungan adalah sebagai berikut :
**********************************************************
***** Abdullah M. Jaubah
**********************************************************
GET
FILE='D:\SPSS22\brakes.sav'.
SORT CASES BY machine.
SPLIT FILE LAYERED BY machine.
T-TEST
/TESTVAL=322
/MISSING=ANALYSIS
/VARIABLES=brake
/CRITERIA=CI(.90).
GET
FILE='D:\SPSS22\dietstudy.sav'.
T-TEST PAIRS=tg0 wgt0 WITH tg4 wgt4 (PAIRED)
/CRITERIA=CI(.9500)
/MISSING=ANALYSIS.
GET
FILE='D:\SPSS22\creditpromo.sav'.
T-TEST GROUPS=insert(0 1)

40

/MISSING=ANALYSIS
/VARIABLES=dollars
/CRITERIA=CI(.95).
GET
FILE='D:\SPSS22\cellular.sav'.
T-TEST GROUPS=score(50)
/MISSING=ANALYSIS
/VARIABLES=minutes
/CRITERIA=CI(.95).
GET
FILE='D:\SPSS22\salesperformance.sav'.
GGRAPH
/GRAPHDATASET NAME="graphdataset" VARIABLES=group[LEVEL=NOMINAL] MEANSE(
perform, 2)[name="MEANSE_perform_2" LOW="MEANSE_perform_2_LOW" HIGH=
"MEANSE_perform_2_HIGH"] MISSING=LISTWISE REPORTMISSING=NO
/GRAPHSPEC SOURCE=INLINE.
BEGIN GPL
SOURCE: s=userSource(id("graphdataset"))
DATA: group=col(source(s), name("group"), unit.category())
DATA: MEAN_perform=col(source(s), name("MEANSE_perform_2"))
DATA: LOW=col(source(s), name("MEANSE_perform_2_LOW"))
DATA: HIGH=col(source(s), name("MEANSE_perform_2_HIGH"))
GUIDE: axis(dim(1), label("Sales training group"))
GUIDE: axis(dim(2), label("Mean Score on training exam"))
GUIDE: text.footnote(label("Error Bars: +/- 2 SE"))
SCALE: cat(dim(1))
SCALE: linear(dim(2), include(0))
ELEMENT: point(position(group*MEAN_perform))
ELEMENT: interval(position(region.spread.range(group*(LOW+HIGH))),
shape.interior(shape.ibeam))
END GPL.
ONEWAY perform BY group
/STATISTICS HOMOGENEITY
/MISSING ANALYSIS.
ONEWAY perform BY group
/MISSING ANALYSIS
/STATISTICS HOMOGENEITY.
ONEWAY perform BY group
/STATISTICS DESCRIPTIVES HOMOGENEITY
/MISSING ANALYSIS.
GET
FILE='D:\SPSS22\dvdplayer.sav'.
ONEWAY dvdscore BY agegroup
/PLOT MEANS
/MISSING ANALYSIS.
ONEWAY dvdscore BY agegroup
/CONTRAST=0 0 -1 1 0 0
/CONTRAST=0.5 0.5 0 0 -0.5 -0.5
/PLOT MEANS
/MISSING ANALYSIS.

41

GET
FILE='D:\SPSS22\salesperformance.sav'.
ONEWAY perform BY group
/MISSING ANALYSIS
/POSTHOC=T2 ALPHA(0.05).

Arsip sintaksis di atas mengandung pemakaian beberapa arsip data. Arsip sintasis ini disusun
atas dasar urutan pembahasan di atas dan dijalankan dengan cara memakiai perintah Run>All
Ringkasan
Semua latihan ini mengacu pada IBM SPSS Statistics Version 20 : Case Studies. Acuan ini
dipakai sebagai bahan studi dan penghayatan dengan memanfaatkan IBM SPSS Statistics
version 22. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap perintah-perintah sintaksis SPSS yang
akan digabung dan kemudian arsip sintaksis ini digandakan. Hasil penggandaan arsip
sintaksis ini kemudian diubah dan dipakai untuk arsip data lain. Langkah ini merupakan
langkah melepaskan diri dari acuan IBM SPSS Statistics Version 20 : Case Studies. Hasil
studi dan penghayatan ini disajikan bukan untuk diperjual-belikan akan tetapi disajikan
kepada masyarakat dalam usaha penulis memperkenalkan ketangguhan perintah-perintah
sintaksis SPSS sehingga pemakaian SPSS oleh masyarakat diharap dapat ditingkatkan.
Langkah ini diambil karena buku-buku SPSS yang telah diterbitkan di Indonesia belum
menyentuh pemakaian perintah sintaksis SPSS. Prosedur One-Way ANOVA memungkinkan
untuk melakukan validasi asumsi dari variance equality, memperoleh tabel Anova dan hasilhasil, menginspeksi secara visualo rata-rata kelompok, melaksanakan contrast sejalah dengan
hipotesis yang telah dispesifikasikan, membandingkan tiap rata-rata pada rata-rata lain,
dengan mengasumsikan variance equality atau variance inequality, dan melaksanakan dua
jenis analisis robust atas varians. One Way Anova mengandung peluang pemakaian Contrast,
Post Hoc, Options, dan Bootstrap. Prosedur One-Way Anova dipakai untuk menguji hipotesis
bahwa beberapa rata-rata sampel adalah sama. Prosedur Mean secara alternatif dapat dipakai
untuk memperoleh one way analysis of variance dengan suatu pengujian linieritas. Prosedur
General Linear Model Univariate dipakai jika mempunyai faktor jamak untuk memperoleh
two-way analysis of variance, analysis of covariance, dan sebagainya.
Daftar Kepustakaan
IBM SPSS Statistics, Inc. 2013. Case Studies
Permata Depok Regency, 7 April 2016
42

43