Anda di halaman 1dari 16

AS-SUNNAH SEBAGAI

SUMBER AJARAN ISLAM


KE - 2
Disusun oleh :
Ahmad Farhan Ghifari (13515602)
Amal Qurany (13514078)
Ogie Novrian Z ( 10612072)
Muhammad Adithya Ekananda Salim (10612015)

DEFINISI AS SUNNAH
As-sunnah atau Al-hadits adalah sumber hukum Islam kedua setelah AlQuran, berupa perkataan (sunnah qauliyah), perbuatan (sunnah filiyah) dan
sikap diam (sunnah taqririyah atau sunnah sukutiyah) Rasulullah yang
tercatat (sekarang) dalam kitab-kitab hadits.

FUNGSI SUNNAH
As-sunnah sebagai perincian, penafsir ayat-ayat yang mujmal (global) dari
Al-Quran.
As-sunnah memberikan taqyiid (batasan).
As-sunnah memberikan takhshiish (pengkhususan) terhadap ayat-ayat AlQuran yang mutlak dan aam.

MACAM MACAM SUNNAH DARI SEGI


PERAWINYA
Sunah Mutawatir

Sunah yang diriwayatkan tiga generasi pertama yang jumlah mereka tidak terhitung dan tidak diragukan
kedudukannya, sunah ini di bagi menjadi dua ;
a.1. Mutawatir lafdzi, lafadz dan maknanya sama, contoh: Barang siapa berdusta atasku maka bersiap-siaplah tempat
kembalinya di neraka ( HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Daud )

a.2. Mutawatir maknawi, lafadznya berbeda tapi maknanya sama, contoh, hadits yang berkenaan tentang
mengangkat
tangan ketika berdoa
Sunah Masyhur
Hadits masyhur ialah hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih, selama tidak mencapai tingkatan
mutawatir.
Sunah Ahad.
Hadits yang diriwayatkan oleh sedikit perawi (1-3 orang sahabat). Dibawah mutawatir

PEMBAGIAN HADITS MENURUT PERAWINYA


A. Shahih
B. Hasan
C. Maudhu
D. Dhaif

MACAM MACAM SUNNAH DILIHAT DARI


SEGI BENTUKNYA
Sunah filiyah atau amaliyah
Perbuatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang dilihat atau
diketahui oleh sahabat kemudian disampaikannya kepada orang lain dengan
ucapannya.
Sunah qauliyah
Ucapan Nabi yang didengar oleh Sahabat beliau dan disampaikannya kepada
orang lain.
Sunah taqririyah
Perbuatan seseorang yang dilakukan di hadapan atau sepengetahuan Nabi,
tetapi tidak ditanggapi atau tidak dicegah oleh Nabi.

KEDUDUKAN SUNNAH DALAM ISLAM


Menempati posisi kedua setelah Al-Quran
Muaz bin Jabal meriwayatkan tentang hirarki sumber pemutusan perkara )
hukum) yaitu Kitab Allah, sunnah Rasul, dan ijtihad.
Kedudukan sunnah juga terdapat di surat An Nisa ayat 59




Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan
ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari
kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(An nisa ayat 59)

HUBUNGAN AS SUNNAH DENGAN AL-QURAN


(1)
As-sunnah berfungsi sebagai penguat hukum yang sudah ada di dalam AlQuran. Dengan demikian hukum tersebut mempunyai dua sumber dan
terdapat pula dua dalil, yaitu dalil-dalil yang tersebut di dalam Al-Quran dan
dalil penguat yang datang dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

HUBUNGAN AS SUNNAH DENGAN AL-QURAN


(2)
Terkadang as-sunnah itu berfungsi sebagai penafsir atau perinci hal-hal yang
disebut secara mujmal dalam Al-Quran, atau memberikan taqyid, atau
memberikan takhshish dan ayat-ayat Al-Quran yang muthlaq dan 'aam
(umum).
"Keterangan-keterangan (mukjizat) dan Kitab-Kitab. Dan Kami turunkan
kepadamu Al-Quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa
yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. [AnNahl: 44]

HUBUNGAN AS SUNNAH DENGAN AL-QURAN


(3)
Terkadang as-sunnah menetapkan dan membentuk hukum yang tidak
terdapat di dalam Al-Quran. Di antara hukum-hukum itu ialah tentang
haramnya memakan daging keledai negeri, daging binatang buas yang
mempunyai taring, burung yang mempunyai kuku tajam, juga tentang
haramnya mengenakan kain sutera dan cincin emas bagi kaum laki-laki.

HUBUNGAN AS-SUNAH DENGAN AL-QURAN


ADA 3 MACAM (OLEH IBNUL QOYYIM)
Terkadang as-sunnah berfungsi sebagai penguat hukum yang sudah ada di
dalam Al-Quran.
Terkadang as-sunnah berfungsi sebagai penafsir dan perinci hal-hal yang
disebut secara mujmal di dalam Al-Quran.
Terkadang As-sunah menetapkan dan membentuk hukum yang tidak
terdapat di dalam Al-Quran, apakah itu hukumnya wajib atau haram yang
tidak disebut haramnya dalam Al-Quran. Dan tidak pernah keluar dari ketiga
pembagian ini. Maka as-sunnah tidak bertentangan dengan Al-Quran sama
sekali.

Adapun hukum-hukum tambahan selain yang terdapat di dalam Al-Quran,


maka hal itu merupakan tasyri dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang
wajib bagi kita menaatinya dan tidak boleh kita mengingkarinya.

TERIMAKASIH