Anda di halaman 1dari 93

MANAJEMEN AGRIBISNIS

Oleh:
PROF.DR.Ir.H.SYARIF IMAM HIDAYAT,MM
Magister Manajemen Agribisnis
Program Pascasarjana UPN Veteran Jawa Timur

What is AGRIBUSINESS ?
John Davis and Ray Goldberg, 1957 A
Conception on Agribusiness

AGRIBUSINESS is the sum total of


all operations involved in the
manufacture and distributions of farm
supplies; production operations on the
farm; and the storage, processing,
and distribution of farm commodities
and items made from them.

DEFINISI AGRIBISNIS

E.Paul Roy: Agribusiness is


the coordinating science of
supplying agricultural
production inputs, and
subsequently producing,
processing, and distributing
food and fiber

Kenneth D. Duft:
Agribusiness includes all
business enterprises that buy
from or sell to farmers
The transactions may involve
either a product, a commodity,
or a service and encomposses
items such as: (1) productive
resources (feed, seed,
fertilizer, equipment, energy,
machinery, etc (2) Agricultural
commodities (all food and
fiber), and (3) facilitative
services (credit, insurance,
marketing, storaging,
processing, transportation,
packaging, distribution, etc

AGRIBISNIS: Sebuah Sistem

Terdiri dari beberapa subsistem


Forward linkage backward linkage
Supporting system
Ada banyak pelaku,teknologi, manajemen
Upstream downstream
On farm off farm
Interrelation, interlinkage, interdependency

PENDEKATAN KAJIAN
SISTEM AGRIBISNIS
PENDEKATAN MAKRO:
Sebagai unit Sistem industri yang
membentuk sektor ekonomi secara
regional atau nasional
PENDEKATAN MIKRO:
Sebagai unit perusahaan yang bergerak
baik dalam salah satu subsistem maupun
> 1 subsistem, juga 1 atau lebih subsistem
dalam satu lini komoditas atau lebih

INTEGRASI VERTIKAL
INTEGRASI HORISONTAL
Integrasi Vertikal, mulai dari produsen sarana
produksi pertanian (spp), distributor spp,
usahatani, pedagang pengumpul, pedagang
besar, usaha pengolahan hasil pertanian,
pedagang pengecer, eksportir, konsumen
(domestik luar negeri)
Integrasi Horisontal, keterkaitan antar lini
komoditas pada tingkat usaha yg sama atau
antar pelaku dalam komoditas yg sama

KARAKTERISTIK PRODUK
AGRIBISNIS
ASPEK TEKNIS:
tergantung alam, siklus
biologi, musiman, fragile,
perishable, voluminous,
sumber energi matahari,
tahap belum produktif,
gestation period

ASPEK EKONOMI
BISNIS : uncertainty, high
risk, suplai inelastis,
perencanaan jangka
panjang, perlu grace
period, kelayakan
investasi rendah (IRR
NPV B/C ratio), cost
tinggi, harga produk
rendah, modal besar,
investasi jangka panjang,
peremajaan, dst

KARAKTERISTIK PRODUK
AGRIBISNIS
ASPEK SOSIAL
KELEMBAGAAN :
petani, pelaku lemah,
bargaining position
lemah, akses thdp
pelayanan bisnis minim,
jumlah banyak kecil2,
wadah kerja-sama lemah,
lembaga keuangan kalah
dengan pelepas uang

ASPEK POSITIF:
sumber devisa, penyedia
kesempatan kerja,
sumber PAD, suplai
biological needs,
pelestarian lingkungan
(SDA yg dapat
diperbaharui), bisnis yg
prospektif, mendukung
tercapainya
pembangunan nasional

MANAJEMEN AGRIBISNIS dan


MANAJEMEN BISNIS LAIN

Keanekaragaman jenis sangat besar


Jumlah agribisnis sangat besar
Agribisnis dikelilingi oleh pengusahatani
Skala usaha sangat beragam
Skala kecil harus bersaing di pasar bebas
Falsafah hidup tradisional
Cenderung sebagai usaha keluarga
Kebanyakan Berbasis di perdesaan
Sifat produk menuntut penerapan manajemen yang
berbeda
Ancaman dari gejala alam
Kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi agribisnis

TELAAH KARAKTERISTIK
AGRIBISNIS

Bahan baku dari pertanian arti


luas
Labor intensive
Teknologi sederhana
Skill relatif rendah
Gestation period panjang
Manajemen konvensional
Tergantung alam
High risk
Fragile, perishable
Produktivitas rendah
Produk tidak seragam
Musiman
Rantai pemasaran panjang
Profitabilitas kecil

Turbulensi rendah
Out of date
Capital turnover lama
Perubahan lambat
Promosi kurang
Harga produk rendah
User semua level
Selalu dibutuhkan
Kadang2 dikemas
Tidak ada jaminan purna jual
Jarang diasuransikan
Nilai produk akan berkurang
seiring waktu
Akses terhadap public service
kurang
dst

KATA-KATA KUNCI SISTEM


AGRIBISNIS

Bisnis komoditas pertanian


Produk agribisnis
Hulu hilir
Integrasi vertikal-integrasi
horisontal
Sumber energi
Motivasi pelaku kegiatan
Sistem partisipan
Natural system man
made system
Pelaku bisnis
Sistem koordinator

Produk primer, sekunder,


tersier
Siklus produksi konsumsi
Transaksi
Value added
Peranan teknologi
Nilai tambah: bentuk,
tempat, waktu, mutu
Karakteristik subsistem di
hilir =derivasi karakteristik di
hulu
Keserasian, keadilan, dan
insentif pelaku di hulu - hilir

AGRIBISNIS, AGROINDUSTRI,
AGRO BASED INDUSTRY

The word of Agribusiness and agroindustry are used to convey


different meanings in different circles. In Thailand, agribusiness
refers to the more commercial trading of agricultural raw materials
with minimal processing or transformation, which agroindustry refort
to the processing of agricultural produce. In some popular literature,
the word agribusiness is sometimes used pyoratively to mean large,
integrate and diversified agricultural processing and trading
coorporations that exploit farmers, consumers and environment
According to Harvard Business School (1957), the word
agribusiness was first coined as to the interrelated operations in a
vertical commodity structure, from inputs to form production and
downstream to the processing and distribution operations until the
transformed product reaches the final consumer. Agroindustry, on
the other hand, means that segment of the industrial sector which
process and transforms raw agricultural products (food and fiber)
into intermediate and finished consumer products.

AGROINDUSTRY,
AGRO BASED INDUSTRY

Agroindustry can be defined loosely as certain forms of agricultural


(livestock, fisheries) production it self. In particular, these which are
tending toward an industrial character, highly commercial sed and
normally involving significant investment and / or working capital.
The agricultural production units themselves are not necessary
large scale
Agro based industries on the upstream (input) and downstream
(output processing) side of agricultural production (generally limited
to the first stage of agro linked input production of processing, or at
least to the relatively immediate stages). Thus, (for example) we
would include on the input side the manufacture of agricultural
implements and livestock feed, but not the manufacture of the
machine that make agricultural implements, not the production of
the trucks which transport animal feed, on the output side, we would
include rice milling, but not the many rice based food industry; the
drying and processing of tobacco, but not the cigarette industry, and
the processing of tea, but not the manufacture of the botol or the
bottles and labels of the bottling of tea, and so on.

Agro based industries tend to reinforce existing


socioeconomy villages within developing
countries. The industries have strong preference
for regular, or reliable supply of raw materials of
standard, graded qualities. Hygienies and
diseases control may also be of great importance
very often these requirements can be met more
easily by large, modern farm. Therefore agro
based industry is heavily oriented towards the
modern section of agricultures such promotion of
that traditional section of agriculture and large of
people depending or it for their living. The
promotion of agroindustries could weaken
traditional labor market.

What is AGROINDUSTRY ?
AGROINDUSTRY is an enterprise that
processes agricultural raw materials,
including ground and tree crops as well as
livestock. The degree of processing can
vary tremendously, ranging from the
cleaning and grading of apples to the
milling of rice, to the cooking, mixing, and
chemical alteration that create a textured
vegetable food (James E.Austin, 1981)

Tingkat Pengolahan
I
II
III
Kegiatan mbersih motong masak
Pnglahan standars mcmpr pnglngn
mgiling pasteu
ekstrak
Contoh
buah sg daging buah kl
Produk
sayuran pkn trnk minyak
telur
beras
gula
bumbu

IV
pengbhn
sifat2
kimia asal
maknan
jadi,
ban
mobil

AGROINDUSTRI (IPB)
Kegiatan industri yang memanfaatkan
hasil pertanian sebagai bahan baku,
merancang dan menyediakan peralatan
serta jasa untuk kegiatan tersebut
(Darwis, 1993)
Aktivitas Agroindustri, meliputi:
Pengadaan bahan baku (Procurement);
Pengolahan (Processing); dan Pemasaran
hasil (Marketing)

CAKUPAN AGROINDUSTRI (IPB)


Industri Peralatan & Mesin2 Pertanian:
IPMP budi daya, pengolahan hsl pertanian
Industri Pengolahan Hasil2 Pertanian:
IPHP tanaman pangan, perkebunan,
perikanan, peternakan, kehutanan, limbah
hasil pertanian
Industri Jasa Sektor Pertanian: IJSP
kemasan, transportasi & komunikasi,
perdagangan, konsultasi

SUBSISTEM BAHAN BAKU


VOLUME YANG MENCUKUPI:
(A) Besarnya produksi bahan baku (tingkat produksi,
perubahan produksi krn areal, produktivitas)
(B) Persaingan penggunaan (pengolahan lebih lanjut,
konsumsi langsung, kerusakan mutu)
MUTU YANG BERSAING:
(A) spesifikasi, (B) determinan mutu; (C) pengendalian
mutu
WAKTU PENGADAAN YANG TEPAT:
(A) Sifat musiman; (b) Hub waktu nilai
PEMBIAYAAN:
(A) Perlu diketahui struktur pasar dan pemasarannya
(B) Elastisitas transportasi

SUBSISTEM PENGOLAHAN
PERENCANAAN & PENGENDALIAN:
(A) Perencanaan (alat, orang, uang, bahan)
(B) Pengendalian (bahan baku sampai hasil akhir)
TEKNOLOGI:
(A) Prinsip ekonomi pengolahan
(B) Struktur permintaan hasil
(C) Kekenyalan
(D) Tenaga Terampil
BAHAN BAKU PENOLONG:
(A) Kemasan hasil akhir
(B) Bentuk dan rasa khusus
(C) Sumber: impor / dalam negeri
(D) Redesigning
PENGELOLAAN STOK:
(A) Barang apa, dalam bentuk apa, sampai berapa lama harus disimpan
(B) Berapa kapasitas rata2 penyimpanan yg perlu dipersiapkan
(C) Apakah tempat penyimpanan bahan baku dan barang jadi perlu dipisahkan

PENGOLAHAN
Pengolahan bahan baku menjadi barang jadi,
atau setengah jadi mencakup kegiatan mencuci,
menjemur, memotong, memasak, sampai
pengepakan dan pengangkutan dari tempat
pengolahan
Beberapa pertimbangan yang harus
diperhatikan: (a) pemilihan teknologi; (b) lokasi
pengolahan; (c) pengadaan bahan baku
tambahan; (d) tempat penyimpanan produk; (e)
identifikasi produk-produk sampingan

PENGOLAHAN KAKAO
Pemeraman Buah (7 hari)
Pemecahan buah
Fermentasi (dengan kotak/peti fermentasi;
keranjang bambu)
Perendaman dan pencucian
Pengeringan
Sortasi Biji
Pengemasan dan penyimpanan biji

Beberapa faktor penyebab mutu kakao


beragam adalah minimnya sarana
pengolahan, lemahnya pengawasan mutu
serta penerapan teknologi pada seluruh
tahapan proses pengolahan biji kakao
rakyat yang tidak berorientasi pada mutu.
Proses pengolahan buah kakao
menentukan mutu produk akhir kakao,
karena dalam proses ini terjadi
pembentukan calon citarasa khas kakao
dan pengurangan cita rasa yang tidak
dikehendaki, seperti rasa pahit dan sepat.

SUBSISTEM PEMASARAN
Sifat permintaan pasar baik yang efektif
maupun yang diproyeksikan
Analisis konsumen
Marketing Mix:
- Production
- Price
- Place
- Promotion

SWOT ANALYSIS
Kelemahan
BLACK
AREA
Ancaman

Kelemahan
GREY
AREA
Peluang

Kekuatan
GREY
AREA
Ancaman

Kekuatan
WHITE
AREA
Peluang

PENAWARAN DAN PERMINTAAN


AGROINDUSTRI
Kondisi
Pertanian

Komponen
Penawaran

Diversifikasi :
horisontal
vertikal
regional

Efisiensi teknis

Farming system
Teknologi, R & D
Infrastruktur Pertanian

Efisiensi ekonomi
Intensitas modal
Intensitas tenaga kerja
Rasio nilai tambah
Dengan input

Komponen
Permintaan
Permintaan terhadap hasil
pertanian terolah
Permintaan terhadap
bahan baku
Permintaan luar negeri
(perdagangan)
Backward and forward
linkages

AGROINDUSTRI BAGIAN
INTEGRASI VERTIKAL
Struktur pasar yang dihadapi petani: pasar
bersaing sempurna, pasar bersaing tidak
sempurna (oligopoli, monopoli, monopsoni)
Petani selalu berada pada pasar bersaing tidak
sempurna
Pasar tidak sempurna bersumber pada lembaga,
penyalur input, pembeli, pengolah dan
pemasaran yang monopsonik pada lembaga
pembeli dan penyalur hasil pertanian.
Agroindustri berperan untuk meningkatkan besar
penerimaan usaha bisnis penyalur input dan
penjual output pertanian

PENDEKATAN DAN ANALISIS


PEMASARAN AGRIBISNIS
PENDEKATAN FUNGSIONAL: memperkirakan biaya
dan nilai produk yang akan dibayar oleh konsumen akhir.
PENDEKATAN KELEMBAGAAN: siapa yang akan
melakukan fungsi-fungsi pemasaran sehingga efektif
dan efisien
PENDEKATAN SISTEM: melihat fungsi pemasaran
secara utuh termasuk kemungkinan perubahan
lingkungan
PENDEKATAN PRODUK: bagaimana produk mudah,
murah, diterima masyarakat
PENDEKATAN MANAJERIAL: berdasarkan kerangka
analisis fungsi-fungsi manajemen

KEGUNAAN (UTILITY)

Guna karena bentuk (form utility)


Guna karena waktu (time utility)
Guna karena tempat (place utility)
Guna karena hak milik (posession utility)

FUNGSI-FUNGSI PEMASARAN
AGRIBISNIS
Serangkaian kegiatan fungsional yang dilakukan
oleh lembaga-lembaga pemasaran baik fisik
maupun jasa melalui penambahan kegunaan
bentuk, waktu, tempat, dan kepemilikan untuk
memberikan kepuasan kepada konsumen
I. FUNGSI PERTUKARAN
II. FUNGSI FISIK PEMASARAN
III. FUNGSI FASILITAS PEMASARAN

FUNGSI PERTUKARAN
3 Tipe (penjual aktif pembeli aktif; penjual aktif
pembeli pasif; penjual pasif pembeli aktif)
Terdiri atas 2 fungsi: usaha pembelian dan
usaha penjualan
Langkah usaha pembelian: (a) identifikasi
kebutuhan; (b) tentukan jenis, mutu, dan jumlah
barang yang akan dibeli; (c) tetapkan prioritas
sumber-sumber pembelian; (d) susun rencana
implementasi; (e) negosiasi dan transaksi
pembelian.
Usaha Penjualan: (a) jenis apa; (b) mutu; (c)
jumlah; (d) kapan; (e) dimana; (f) bagaimana

FUNGSI FISIK

I.
II.
III.

Semua aktifitas untuk menangani, menggerakkan,


dan mengubah produk-produk secara fisik sesuai
dengan keinginan dan kebutuhan konsumen
Terkait dengan kegiatan fungsional yang
menimbulkan kegunaan waktu, tempat, dan
bentuk.
Terdiri dari 3 Fungsi:
PENYIMPANAN;
PENGANGKUTAN;
PENGOLAHAN

FUNGSI PENGANGKUTAN DAN


PENGOLAHAN
FUNGSI
PENGANGKUTAN:
memperlancar
perpindahan produk dari
lokasi ke konsumen akhir
Ada konsekwesi pada
komponen biaya
pemasaran
Pengaruhnya pada Harga
produk

FUNGSI PENGOLAHAN:
ada penambahan nilai
melalui perubahan bentuk
teknologi sederhana, ada
yg canggih
Dendeng daging, telur
asin (sederhana); biskuit,
mie instan, minyak sawit
(teknologi modern)

SUSU SEGAR
Bahan makanan bergizi
tinggi (lemak, karbohidrat,
mineral, vitamin)
Medium disukai
mikroorganisme
Jenis makanan dari susu:
es krim, susu bubuk,
susu kental, mentega,
yogurt, keju
Proses homogenisasi,
sterilisasi, pasteurisasi,
fermentasi

Pasteurisasi: pemanasan
susu pada suhu 62-65oC
(LTLT=Low Temperature
Long Time) selama 30
menit; pada suhu 8595oC (HTST= High
Temperature Short Time)
selama 1-2menit
Susu steril= susu ultra
Mentega: proses pengocokan (churning)
Yogurt: proses fermentasi
cocok utk diet (protein
tinggi, lemak rendah)

FUNGSI PENYIMPANAN

Jumlah Stok Yang Dimiliki


Jumlah Stok Regional, Nasional, & Dunia
Cara pengelolaan dan pembiayaan stok
Cara mengurangi biaya operasi penyimpanan
dan pengelolaan persediaan
Tingkat volume stok yang efisien-efektif
Perkiraan lama penyimpanan (tingkat
penawaran pasar tertentu; stok musiman; buffer
stock; carryover stock; speculative stock)

FUNGSI FASILITAS
FUNGSI STANDARISASI DAN
PENGGOLONGAN MUTU PRODUK
FUNGSI USAHA PEMBIAYAAN
FUNGSI PENANGGUNGAN RESIKO
FUNGSI PENYEDIAAN INFORMASI
PASAR

FUNGSI STANDARISASI
Dilihat dari warna, ukuran / volume, bentuk,
susunan, ukuran jumlah dan jenis unsur-unsur
kandungan, kekuatan atau ketahanan, kadar air,
rasa, tingkat kematangan, dll.
Kriteria standarisasi tergantung permintaan
konsumen, jenis komoditas tsb
Mempermudah dalam pemasaran global (buyer
LN tidak perlu datang ke Indonesia)
Penting dalam penetapan Grade (A, B, C, D,)

PEMBIAYAAN AGRIBISNIS
BIAYA VARIABEL

BIAYA TETAP

Benih atau bibit

Depresiasi alat dan bangunan

Pupuk, pestisida, herbisida

Pemeliharaan dan perbaikan alat


& bangunan

Bahan bakar

Gaji pegawai tetap

Pakan

Biaya sewa

Tenaga kerja

Bunga modal dari Bank atau


pihak lain

Depresiasi tanaman dan ternak

KEBUTUHAN PEMBIAYAAN
SEKTOR AGRIBISNIS
SUBSEKTOR

KREDIT
J. PENDEK

KREDIT
KREDIT
J.MENEGAH J.PANJANG

Produksi

Pembelian
produksi
Kebutuhan
konsumsi

Pembelian
Mesin

Pemasok

Tagihan dagang Pembelian


Mesin

R & D produk,
Investasi pabrik

Pemasaran &
Distribusi

Tagihan dagang Pembelian


Modal kerja
Mesin

Riset Konsumen
produk, investasi
pabrik

Riset dan
Pengembangan

Pemb lahan,
Investasi irigasi,
drainase, perluasan
lahan & pengemb

Invest R & D
Investasi
pendidikan

SUMBER DANA
Investasi atau penanaman modal oleh
para pemilik
Peminjaman kepada pihak lain
Dana yang berasal dari laba perusahaan
dan penyusutan
Sumber utama dana agribisnis adalah
kekayaan bersih (net worth), disebut juga
modal sendiri

ALASAN PENINGKATAN
SUMBERDAYA KEUANGAN
Memperluas / meningkatkan pertumbuhan
bisnis
Melakukan aktivitas bisnis tambahan
Menjaga / meningkatkan likuiditas atau
posisi kas perusahaan
Meningkatkan posisi bersaing perusahaan

JENIS MODAL
MODAL ASING
Memperhatikan
kepentingannya sendiri,
kreditor
Tidak berpengaruh terhadap
penyelenggaraan perusahaan
Mempunyai beban bunga
tetap, tanpa memandang
adanya keuntungan atau tidak
Hanya turut sementara waktu
Mempunyai hak untuk
didahulukan sebelum modal
sendiri di dalam likuidasi

MODAL SENDIRI
Berkepentingan terhadap
kesinambungan perusahaan
Mempengaruhi politik
perusahaan
Berhak atas laba sesudah
pembayaran bunga kepada
modal asing
Dalam jangka waktu tidak
terbatas
Menjadi jaminan, dan haknya
adalah setelah modal asing di
dalam likuidasi

FUNGSI PEMBIAYAAN DAN


PENANGGUNGAN RESIKO
FUNGSI
PEMBIAYAAN:
perencanaan,
pelaksanaan,
pengendalian,
evaluasi biaya.
Sumber dana, alokasi
dana sehingga efisien
dan efektif

FUNGSI PENANGGUNGAN RESIKO:


penyedot biaya yang
sulit diperkirakan baik
resiko produksi
maupun nilai produk
atau pendapatan
bersih. Para pelaku
agribisnis selalu
menghadapi resiko2

FUNGSI PENYEDIAAN
INFORMASI PASAR
Sumber: (a) Berita perdagangan; (b) Buletin
Asosiasi Perdagangan; (c) Berita harian dan
Majalah Bisnis; (d) Publikasi pemerintah ttg
harga, produksi; (e) Publikasi dan Dokumen
Perusahaan ttg finansial, persaingan, kekuatankelemahan dll; (f) Hasil Observasi dan penelitian
bidang pemasaran.
Dengan riset pemasaran berperan
menghubungkan konsumen, pelanggan, dan
masyarakat kepada pemasar melalui informasi

Agro Tourism of TAMBI Tea


Plantation, Wonosobo
TEA
If you are cold, tea will warm you
If you are to heated, it will cool you
If you are depressed, it will cheer you
If you are excited, it will calm you

RESIKO DI BIDANG AGRIBISNIS


RESIKO BISNIS: Resiko Produksi
(cuaca,pestisida, variasi genetik, kebijakan
pemerintah; resiko utama bidang pertanian)
Resiko Harga (intervensi pemerintah: perjanjian
perdagangan, kebijakan fiskal&moneter, tarif,
kuota impror; suplai-deman input
produksi/produk pertanian)
RESIKO FINANSIAL: variasi penghasilan para
petani; ketidakpastian suku bunga, kredit dari
perbankan/non perbankan

JENIS KEGAGALAN/KERUGIAN
KEGAGALAN TANAMAN: kegagalan
tanaman total; kegagalan tanaman yang
dapat pulih kembali
KEGAGALAN PRODUK: kegagalan yang
dapat pulih; kegagalan yang tidak dapat
pulih
KEGAGALAN PERUBAHAN PASAR:
perubahan preferensi, cita-rasa dan selera
konsumen, perubahan kondisi pasokan

IDENTIFIKASI RESIKO
Frekwensi terjadinya resiko kerugian
Jumlah dan jenis komponen produksi yang
peka terhadap suatu resiko
Besar, skala dan intensitas resiko
Lamanya suatu resiko terjadi dan
kerusakan yang ditimbulkan
Kumulatif resiko dan kerusakan
Reversibilitas resiko dan kerugian yang
ditimbulkannya

3 SUDUT PANDANG RESIKO DAN


VARIABILITAS DALAM AGRIBISNIS
MASYARAKAT: dampak dan biaya sosial
resiko yang terjadi dan pengelolaannya
PETANI / PRODUSEN: bertitik tolak pada
kelangsungan hidup usahanya
PEMBUAT KEBIJAKAN: mampu
memprediksi respons sektoral apa yang
akan dilakukan untuk mengubah kondisi
tersebut

MENGELOLA RESIKO DALAM


AGRIBISNIS
Prinsip dasar: mentransfer resiko dan
mengurangi dampak resiko terhadap
kelangsungan usahanya
Resiko produksi (volume, bencana alam, hamapenyakit) dengan membeli polis asuransi
produksi pertanian
Resiko menurunnya kualitas produksi dengan
penerapan teknologi
Resiko pasar, dengan diversifikasi, integrasi
vertikal, kontrak di muka, future market, usaha
perlindungan (hedging), agricultural option.

SOME RISK MANAGEMENT


STRATEGIES
Reducing Price Risk

Reducing Production
Risk

Reducing Financial
Risk

Spread sales

Select stable
enterprices

Maintain credit
reserve

Contract sales

Maintain flexibility

Use loans of
appropriate term

Hedge on futures

Diversify

Forward price inputs

Insure

Vertically integrate
Cooperative marketing

Maintain equity at
highest possible level
Use self liquidating
loans

ASURANSI PERTANIAN
INSURANCE PERMITS INDIVIDUALS TO
EXCHANGE THE RISK OF A LARGE LOSS
FOR THE CERTAINTY OF SMALL LOSS. THE
LOSSES MOST COMMONLY INSURED
AGAINST ARE LOSS OF PROPERTY, LIFE
AND INCOME. THE PURCHASE OF
INSURANCE, BY PAYMENT OF INSURANCE
PREMIUM, SPREADS THE RISK ASSOCIATED
WITH ANY SPECIFIED CONTINGENCY OVER
A LARGE NUMBER OF INDIVIDUALS ETC
(David W. Pearce, 1991)

Kata kunci kegiatan Asuransi adalah to exchange the risk. Pengertian


pasar sebagai suatu institusi yang memungkinkan terjadinya exchange
the risk merupakan pasar asuransi yang tidak mesti berbentuk pasar
sempurna. Boleh jadi pasar formal atau bersifat informal (tradisional).
Menurut pengertian ekonomi, setiap terjadi pertukaran resiko disitu
terjadi kegiatan pasar asuransi.
Secara teoritis Asuransi Pertanian adalah:
var (x) = jml var (x) / n ; jika lim n - maka var (x) = 0
Dari rumus diatas, asuransi beroperasi berdasarkan risk pooling, yaitu
menanggung resiko bersama-sama bagi kepentingan nasabahnya,
sehingga apabila jumlahnya banyak akan menurunkan tingkat resiko
secara bersama
Secara matematis, biaya resiko yang harus ditanggung akan meningkat,
kalau resiko tidak ditanggulangi. Biaya akan mengikuti fungsi kuadratik
terhadap besarnya amplitudo fluktuasi (produksi musiman, harga,
pendapatan, hasil) yang dihadapi petani

MANFAAT
ASURANSI PERTANIAN
Resiko-resiko yang mungkin terjadi dalam produksi
komoditas pertanian dapat dikurangi sehingga hal ini
berarti memberikan suatu insentif ekonomi
Berperan menstabilkan lembaga pertanian pemberi
pinjaman (kredit)
Memungkinkan kelanjutan bantuan pemerintah yang
dilakukan atas dasar perhitungan bisnis yang lebih
rasional
Menciptakan kestabilan dan kepastian sektor pertanian
sehingga mencegah terjadinya migrasi
Sebagai program transfer pendapatan kepada petani
Mengamankan dan menciptakan lapangan kerja sektor
pertanian

BEBERAPA PERTANYAAN
DALAM ASURANSI PERTANIAN

Apa yang harus diasuransikan? Apakah mencakup satu jenis


tanaman, atau kombinasi beberapa jenis tanaman?
Resiko apa yang harus diasuransikan? Apakah resiko yang
disebabkan karena alam atau juga resiko sosial dan ekonomi,
misalnya harga
Siapa yang harus diasuransikan? Para petani secara langsung atau
diasuransikan secara tidak langsung, misalnya melalui
koperasi,agen
Apa yang harus dicakup? Rata-rata hasil tanaman per unit areal,
atau biaya produksi, atau pendapatan petani yang diperoleh dari
tanaman yang diasuransikan? Apakah cakupan asuransi termasuk
pinjaman (dengan suku bunga) yang ditanggung oleh lembaga
kredit
Lama (jangka waktu) asuransi. Apakah jangka waktu asuransi
mencakup dari penanaman sampai panen (tanaman musiman)
bagaimana dengan tanaman karet, kakao, dll?

ASURANSI PERTANIAN FORMAL


Asuransi di bidang pertanian sangat berbeda dengan
asuransi di bidang lain, karena benda yang
diasuransikan belum terlihat wujudnya, seperti tanaman
yang diasuransikan belum diketahui nilainya sebelum
tingkat produksinya diketahui terlebih dahulu.
Lembaga Asuransi Formal adalah lembaga asuransi
yang dibangun berdasarkan analisis perhitungan
pendugaan peluang (probability) terhadap terwujudnya
resiko yang mungkin terjadi. Pendugaan hitung peluang
menggunakan metode aktuarial mutakhir yang selama
ini telah dikembangkan. Teknik itu memilah peluang
kejadian yang tidak terduga. Bagian dari sistem yang
tidak teratur dalam jangka panjang dihitung dalam
kerangka sistem keteraturan yang dapat diramalkan

BEBERAPA MASALAH
ASURANSI PERTANIAN FORMAL
Seringkali keuntungan asuransi hanya diterima oleh para
petani yang berlokasi di daerah beresiko tinggi atau tidak
stabil, sehingga tingkat premi terlalu tinggi
Petani yang berpendapatan rendah enggan mengikuti
asuransi pertanian formal
Ketersediaan data yang ada tidak memungkinkan
mengidentifikasi resiko-resiko secara individual
Dalam perhitungan aktuarial, terjadi kesulitan dalam
penanfsiran kerugian yang diakibatkan oleh hasil
tanaman yang tidak seluruhnya dapat dijual, karena
sebagian dikonsumsi sendiri
Luasan lahan yang kecil-kecil dan terpencar menyulitkan
hasil produksi dan penafsiran kemungkinan kerugian
yang diakibatkan bencana

ASURANSI PERTANIAN
NON FORMAL (TRADISIONAL)
Lebih disukai karena lahan sempit usahatani
tradisional, subsisten, social arrangements yang
menyatu dengan kulktur adat kebiasaan
masyarakat perdesaan (hubungan patron-client)
dsb
Petani mempertukarkan harga yang lebih rendah
dari harga pasar, petani menerima uang muka
dari pedagang pengumpul
Diperkirakan 95 % pengelolaan resiko di
Indonesia dan negara berkembang, petani
melakukan dengan asuransi nonformal

CONTOH KASUS
ASURANSI NON FORMAL
Di Pasuruan: agroindustri yang mengepak buah
mangga. Perusahaan itu memiliki kebun mangga
dengan luas terbatas, memberikan kredit tanpa bunga
dan bimbingan teknis kepada petani kecil. Kredit
tersebut dimaksudkan sebagai ikatan kepada petani,
agar perusahaan memperoleh kepastian volume
pasokan bahan baku (menghindari resiko), sehingga
peluang terjadinya masalah under capacity bagi
perusahaan dapat ditekan. Bimbingan teknis
dimaksudkan agar bahan baku yang diperoleh
memenuhi standar mutu tertentu, implikasinya pada
tingkat harga yang akan diterima perusahaan. Kemudian
pada petani sendiri, memperoleh kepastian pasar
(menghindari resiko) . Dengan demikian antara
pedagang dan petani saling mempertukarkan resiko
saling mengambil manfaat dari institusi asuransi
nonformal seperti tersebut.

CONTOH KASUS LAIN

Di Propinsi Jawa Barat (wilayah Majalengka), pedagang antar desa


melakukan pembelian sayuran dengan menggunakan truk. Jika
pembelian dilakukan dengan pasar bebas, terdapat peluang yang
relatif besar untuk terjadinya under capacity yang merugikan.
Pedagang memberikan advanced credit tanpa bunga kepada
petani. Hal ini dapat dipandang sebagai premium bagi kontrak (tidak
tertulis) yang mengikat petani untuk menjual sayuran yang
dihasilkannya, sehingga pedagang memperoleh adanya kepastian
(terhindar resiko) pada jumlah yang tepat yang akan dijual ke pusat
pasar di tempat lain seperti ke Jakarta. Petani disamping
mendapatkan fasilitas kredit tanpa bunga, juga memperoleh
jaminan (menghindari resiko) penjualan komoditas sayuran yang
dihasilkannya, dengan tingkat harga yang disepakati oleh petani
maupun pedagang. Kecocokan sikap dari pedagang maupun petani
untuk menanggulangi resiko tsb mendorong kedua belah pihak
untuk mempertukarkan resiko yang saling menguntungkan.

LANDASAN AKTURIAL
PENENTUAN NILAI PREMI
Prinsip pertimbangan
Prinsip penyesuaian biaya dan penerimaan
Bagi pihak petani yang diasuransikan, nilai harapannya
adalah : E(C) = RA P
Bagi pihak yang menanggung asuransi, nilai harapannya
adalah: E(C) = P RA
Bila kedua pihak mengharapkan suatu nilai harapan yang
sama, maka: RA P = P RA atau P = RA ;
dimana:
E = nilai harapan; C = besarnya biaya kontrak asuransi;
R = tingkat kerugian akibat kerusakan;
P = besarnya tingkat harga premium ; A = total biaya
asuransi

LANDASAN HUKUM
KUHD: Kitab Undang-undang Hukum Dagang,
Pasal 299; 300; 301
Objek pertanggungan harus dicantumkan: lokasi
tanah, luas tanah; pemanfaatan / jenis aktivitas
pertanian yang dilakukan pihak tertanggung
Pasal 300: Jangka waktu kontrak
pertanggungan
Pasal 301: besarnya Asuransi selisih harga
komoditas pertanian tanpa musibah dengan
yang terkena musibah

CONTRACT FARMING
CONTRACT FARMING is an intermediate
production and marketing system that spreads
the production and marketing risks between
agribusiness and smallholders. It can be
regarded as a means of reducing high
transaction costs that result from the failure of
the market and/or government to provide the
required inputs (e.g credit, insurance,
information, infrastructure and factors of
production) and market institutions

SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem Pasar Bebas atau laissez faire
(perekonimian pasar), sistem kapitalis
Sistem Ekonomi Perencanaan
(Sosialisme)
Sistem Ekonomi Campuran

SISTEM PASAR BEBAS

KEUNTUNGAN
Pasar memberikan informasi
tepat tentang harga dan
jumlah permintaan barang
Merangsang pengusaha
berkembang
Merangsang pengusaha
memperoleh keahlian modern
Merangsang penggunaan
barang dan faktor produksi
lebih efisien
Memberikan sepenuhnya
kepada masyarakat
melakukan kegiatan ekonomi

KERUGIAN
Menindas ekonomi lemah
Kegiatan ekonomi menjadi
tidak stabil
Sistem mekanisme pasar
menimbulkan kekuatan
monopoli yang merugikan
Tidak dapat menyediakan
barang secara efisien
Kegiatan produsen dan
konsumen menimbulkan
eksternalitas (akibat
sampingan) yang merugikan

EKONOMI MAKRO & AGRIBISNIS


Agribisnis dipengaruhi makro ekonomi:
permintaan konsumen di seluruh dunia yang
selalu berubah
Kondisi ekonomi dipengaruhi: cuaca, kebijakan
pemerintah, perkembangan internasional, dll
Keterampilan menganalisis, mengantisipasi, dan
menafsirkan kebijakan ekonomi makro
merupakan faktor penentu keberhasilan para
Manajer Agribisnis

KRISIS PANGAN DUNIA


Akan Picu Perang (IMF & WORLD BANK)
PEMICU KRISIS PANGAN:
1. Permintaan Tiongkok dan India naik
2. Perubahan Iklim
3. Krisis Ekonomi Amerika Serikat
4. Negara Produsen Kurangi Ekspor
5. Penggunaan Pangan Untuk Biofuel
(Jawa Pos, 14 April 2008)

STRATEGI MEMPERTAHANKAN
PRODUKTIVITAS NASIONAL
S Q C (Yamashita, 1992)
S : safety (keamanan)
S: stable
operasi kerja mesin,
Manajemen
pangan sehat
Agribisnis
Q : quality (mutu)
Q: quantity
mutu tinggi
produksi tinggi
pendapatan tinggi
C : cost
C: Comfort
biaya murah saat
nyaman pada operasi
produksi-konsumsi
kerja
C : circumstance
melestarikan bumi yang
berkelanjutan

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
DALAM PROSES PRODUKSI
SORT: mengurangi hal yang tidak
diperlukan cek dan recek
SYSTEMATIZE: menempatkan
hal menurut urutan
penggunaaannya
SWEEP: membersihkan tempat
kerja (mesin, alat dll)
SANITIZE: mempertahankan
standar kebersihan (jadwal,
inspeksi, dan evaluasi)
SELF DISCIPLINE:
melaksanakan sesuatu tanpa
banyak bicara atau menunggu
perintah

Melalui 5 S atau
KAIZEN
SEIRI / SORT, SEITO
/ SYSTEMATIZE,
SEISO / SWEEP,
SEIKETSU /
SANITIZE,
SHITSUKE / SELFDISCIPLINE

PERUBAHAN MENUJU
PRODUKTIF
Ditentukan oleh peran:

CHANGE SPONSOR
CHANGE AGENT
CHANGE TARGET
CHANGE ADVOCATE

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
PADA FAKTOR PRODUKSI
Produktivitas Buruh, melalui peningkatan motivasi,
pelatihan dan pengembangan keterampilan tenaga
kerja, kondisi kerja, upah, rasa memiliki, alat dan bahan
Produktivitas Modal = Efisiensi modal: teknologi yang
digunakan, pemeliharaan yang teratur, suku cadang,
keterampilan pekerja, kecukupan permintaan,
ketersediaan bahan baku dalam proses produksi
Produktivitas lahan: evaluasi kesesuaian lahan,
zonafikasi lahan, bibit, pupuk, irigasi, budidaya,
penggunaan mesin dan alat pertanian yang baik
Produktivitas Bahan Baku: mengurangi sisa bahan
selama proses produksi, memastikan nilai maksimum
dari sumberdaya yang digunakan

DAMPAK PERBAIKAN
PRODUKTIVITAS
Pada BURUH: kenaikan kompensasi, perbaikan
kondisi kerja (lingkungan dan emosi), rasa
memiliki, keamanan kerja, keterampilan
Pada PRODUSEN: pengembalian modal yang
cepat, penguasaan informasi (peramalan pasar
& menciptakan kesempatan kerja), lebih
kompetitif di pasar (pengurangan biaya, tepat
waktu)
Pada KONSUMEN: harga yang rendah,
ketersediaan barang dan jasa dalam jumlah dan
kualitas yang memadai

TREN POLA MANAJEMEN


Kemarin Sekarang
Pemimpin yang kuat Kepemimpinan
kelompok
Imbalan sewenang-wenang Imbalan yang
terencana
Tanpa Partisipasi Partisipasi yang besar
Kekuasaan mutlak Kekuasaan yang terbagi
Organisasi yang kaku Organisasi yang luwes
Berorientasi pada benda Berorientasi pada
manusia

MANAJEMEN DALAM
AGRIBISNIS

Pentingnya Manajemen dan Manajer


Fungsi-fungsi Manajemen
Tingkatan Manajemen
Prinsip-prinsip Manajemen
Bidang-bidang Manajemen

14 PRINSIP MANAJEMEN FAYOL

Pembagian Kerja (division of work)


Wewenang dan Tanggung Jawab
Disiplin
Kesatuan perintah (unity of command)
Kesatuan Arah (unity of direction)
Kepentingan Individu dibawah kepentingan bersama
Pembayaran upah yang adil (Renumeration of Personnel)
Sentralisasi
Batas Kekuasaan ( Line of Authority)
Tata Tertib (Order)
Keadilan (Equity)
Stabilitas Pegawai (Stability of Tenure of Personnel)
Inisiatif (Initiative)
Jiwa kesatuan / korps (Esprit de Corps)

HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN


ORGANISASI

TUJUAN

FUNGSI

TANGGUNG
JAWAB

WEWENANG

PERTANGGUNG
JAWABAN

MANAJEMEN AGRIBISNIS
SEBAGAI ILMU
HARLING (1995) : Manajemen Agribisnis BUKAN bagian
atau subdisiplin, baik ILMU EKONOMI PERTANIAN
maupun ILMU MANAJEMEN.
Manajemen Agribisnis adalah suatu bidang tersendiri
yang berakar pada Ilmu Ekonomi dan Ilmu Pengambilan
Keputusan (Decision Science)
Dirintis oleh IPB sejak tahun 1974.
BUNGARAN SARAGIH (1998): Manajemen Agribisnis
merupakan bagian dari Ilmu Manajemen, karena
mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Merupakan sebuah proses intelektual yang
bersifat dasar bagi perilaku manusia
Setiap orang dalam sebuah organisasi adalah
pembuat keputusan
Kegagalan menjalankan fungsi vital ini akan
membawa akibat fatal bagi organisasi
Keputusan harus dilihat sebagai cara daripada
sebagai tujuan
3 Tahap proses pengambilan keputusan
(HerbertA. Simon): Inteligence activity; Desain
activity; Choice activity

EFEKTIFITAS RASIONALITAS
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Keterangan yang diperoleh berdasarkan fakta


Harus bebas dari prasangka, bersih, dan subjektif
Berusaha mencapai suatu tujuan
Mengetahui dengan jelas tujuan mana yang dapat
dicapai dan kelemahannya
Menggunakan analisis dalam menilai alternatif
Menggunakan ukuran objektif
Sejauh mungkin didasarkan pada teknik kuantitatif
Optimis dan kemauan kuat memilih alternatif terbaik

ALAT PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
NON KUANTITATIF
Intuisi
Fakta
Pengalaman
opini

KUANTITATIF
Keuntungan absolut
Analisis titik impas
Analisis investasi
(payback period,
RoR, NPV, IRR, Net
Benefit Cost Ratio)

KEPUTUSAN PADA BERBAGAI


LEVEL MANAJEMEN
Mgt-Level / Operational Tactical
Process

Strategic

Structured

Otorisasi
pembayaran

Skedul Prod
(kapasitas)

Kebj jumlah
staf

Semi
Structured

Konfirmasi
validitas cek

Skedul Prod
dalam defisit
kaps

Merger atau
take over

Unstructured

Jumlah kata Program


dalam slogan kampanye
/ reklame
promosi

Program riset
baru

PARADIGMA PEMBANGUNAN
PERTANIAN INDONESIA
Pembangunan pertanian bagian integral
pembangunan nasional (pembanguan ekonomi)
Berperan strategis: pemulihan ekonomi, PDB,
penyediaan pangan, bahan baku industri,
ekspor & devisa, kesempatan kerja & berusaha,
pendapatan petani & kesejahteraan masyarakat
Pertumbuhan eknomi tidak mungkin tercapai
tanpa prioritas pada bidang pertanian
Pembangunan pertanian upaya utuh,
menyeluruh dalam subsistem kegiatan ekonomi
sehingga pendekatan Agribisnis harus dilakukan

PEMBANGUNAN AGRIBISNIS
SEBAGAI GRAND STRATEGY
Amanat Konstitusi dan landasan politis
Sektor Pertanian memberi kontribusi besar
terhadap PDB, dan devisa negara
Sektor Pertanian merupakan mata pencaharian
sebagian besar penduduk
Sektor pertanian mampu menyediakan pangan,
konsumsi dan gizi masyarakat
Sektor pertanian mampu mendukung sektor
industri (hulu, hilir)
Sektor pertanian penyerap tenaga kerja besar

KONSUMSI SUSU DI INDONESIA


Departemen
Pertanian (2006) dari
Kompas, 29 Mei 2008
: Konsumsi susu per
kapita per tahun

Negara

Konsumsi

Indonesia

7,7 liter

Malaysia

25 liter

Singapura

32 liter

Philipina

11 liter

China

13,2 liter

Finlandia

183,9 liter

Susu alami mengandung zat gizi lengkap dan mudah


diserap
Susu sebagai sumber protein, vitamin D, kalsium, fosfor,
magnesium, yang penting untuk pertumbuhan tulang
dan gigi.
Susu juga mengandung imunoglobin, vitamin A dan Zinc
yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, dan asam
lemak esensial untuk kesehatan jantung
Karbohidrat dalam susu adalah laktosa yang kurang
menimbulkan kerusakan gigi dan tidak menyebabkan
diabetes.
Susu kaya asam amino esensial yang bermanfaan untuk
mengistirahatkan sel agar bisa tidur nyenyak
Jika konsumsi susu masyarakat meningkat,
kesejahteraan peternak sapi perah dan agroindustri susu
nasional ikut meningkat pula (Kompas, 29 Mei 2008)

MEMBANGUN DAYA SAING


AGRIBISNIS
Saat ini masih mengandalkan keunggulan komparatif
sehingga produknya natural resources based and unskill
labor intensive (CPO, karet) kalah bersaing
Fase ke dua: investasi sebagai penggerak utama
agribisnis (investment-driven) produk bersifat capital
and skilled labor intensive
Fase ke tiga: digerakkan dengan inovasi (inovationdriven) produk bersifat technology intensive and
knowledge based. Hal itu bukan mimpi karena Indonesia
sebagai the biggest biodiversity country VALUEADDED COMPETITIVENESS
CHAROEN PHOKPHAND memiliki daya saing tinggi ->
local resource based
CHAROEN PHOKPHAND: kitchen for the world

AGRIBISNIS MASA DEPAN

From subsistence to supermarket


From paddick to table business (Australia)
From farm to dining room (Australia)
From farm to fork business (Amerika)
Dari input ke mulut (Rektor IPB)
Daya saing : efisiensi, produktivitas
Product development, karena produk yang
diekspor produk primer, seperti: ubi kayu dalam
bentuk gaplek, udang dan ikan segar, kopi biji,
kakao biji, karet remah (crumb rubber), minyak
sawit kasar (crude palm oil), mete gelondong dll

BUAVICA (Minuman Buah Carica)


Visi: Menjadi produsen minuman buah
carica yang bermutu, sehat, dan berdaya
simpan cukup untuk seluruh masyarakat
Misi: Menyajikan produk minuman buah
carica yang bercitarasa segar, alami
berkualitas, sehat,dan mudah dikonsumsi
Without additive ingredients, Enrichment
Vitamin C and DietaryFiber, Hygienic,
healthy and safe

Beberapa Faktor Penyebab


Kurangnya Investor Asing

Stabilitas makroekonomi
Inkonsistensi kebijakan
High cost economy
Lamanya perijinan
Keberpihakan pemerintah terhadap
investor

KEBUTUHAN REFORMASI
PEMBANGUNAN AGRIBISNIS
Dari import resources based dan inward-looking
kepada domestic resources based dan outwardlooking
Mempercepat desentralisasi pembangunan
ekonomi
Penurunan tingkat suku bunga dan reformasi
perbankan
Reformasi pengelolaan pembangunan agribisnis
Reformasi pengusahaan sistem agribisnis

CONSTRAINT
PENGEMBANGAN AGRIBISNIS
DE

KP
AGRIBISNIS
EB

: Constraint

INSTRUMEN KEBIJAKAN
KBJ. PERTANAHAN :
HARGA
:
EKSPORT
:
TRANSPORT :
DIK & LIT
:
KREDIT
:
PERIJINAN
:
IMPORT
:
ASURANSI
:
.
.
.
.
.

Z1
Z2
Z3
Z4
Z5
Z6
Z7
Z8
Z9
.
.
.
.
.

VARIABEL TIDAK TERKONTROL


GANGGUAN IKLIM
HPT
RESESI EKONOMI
PERANG
KEBAKARAN
GEMPA BUMI
.
.
.
.
.

:
:
:
:
:
:

U1
U2
U3
U4
U5
U6
.
.
.
.
.

VARIABEL SASARAN
PENINGKJ. PROD
EKSPORT
PENDAPAT
PRODUKT KERJA
PRODUK KUALITAS
DIVERSIFIKASI
.
.
.
.
.
.

:
:
:
:
:
:

Y1
Y2
Y3
Y4
Y5
Y6
.
.
.
.
.
.

EFEK SAMPINGAN
PENGANGGURAN
: X1
KETIMPANGAN EKON : X2
MONOPOLI TANAH
: X3
POLUSI
: X4
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

TERIMA KASIH

WASSALAMUALAIKUM
WARAHMATULLAHI WABARAKATUH