Anda di halaman 1dari 2

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

SURVEILANS EPIDEMIOLOGI DI PUSKESMAS

A. Pendahuluan
Puskesmas merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat dimana di
dalamnya meliputi pelayanan di dalam dan di luar gedung. Sebagai suatu sistem yang
harus berjalan, Puskemas dilengkapi dengan organisasi, memiliki Sumberdaya dan
program kegiatan pelayanan kesehatan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya sampai setinggi-tingginya atau dengan
mengambil pengertian dari kesehatan, tujuannya adalah mewujudkan keadaan sehat
fisik-jasmani, mental, rohani-spritual dan sosial bagi setiap orang diwilayah kerja
Puskesmas agar dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
B. Latar Belakang
Surveilans epidemiologi merupakan salah satu instrumen dalam manajemen
program, termasuk program kesehatan. Secara umum, fungsi surveilans epidemiologi
diantaranya adalah untuk mengestimasi besaran masalah, memetakan / sebaran masalah,
memotret riwayat alamiah dari suatu penyakit, mendeteksi ancaman epidemi (KLB),
pengembangan hipotesis dan menstimulasi riset, evaluasi keberhasilan intervensi suatu
program, serta fungsi perencanaan. Informasi epidemiologi yang berkualitas, cepat dan
akurat merupakan evidence atau bukti untuk digunakan dalam proses pengambilan
kebijakan yang tepat dalam pembangunan kesehatan.
C. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus
Tujuan Umum:
untuk menyajikan data, informasi dan analisa situasi kesehatan sebagai dasar
pengambilan kebijakan, yang mencakup perencanaan, pengelolaan dan evaluasinya.
Tujuan Khusus:
1. Memantau kecenderungan penyakit
2. Memberikan informasi penyebab suatu penyakit serta sebaran suatu penyakit
menurut tempat, orang dan waktu
3. Deteksi dan prediksi terjadinya KLB
4. Memantau kemajuan suatu program pemberantasan penyakit
5. Menyediakan informasi untuk perencanaan pembangunan pelayanan kesehatan
D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
1. Cara Melaksanakan Kegiatan.
Kegiatan pokok pelaksanaan surveilans di Puskesmas adalah:
a. Pengumpulan / pencatatan kejadian (data) yang dapat dipercaya
Pengumpulan data pencatatan insidensi terhadap population at risk.
Pencatatan insidensi berdasarkan laporan rumah sakit, puskesmas dan sarana
pelayanan kesehatan lain, survei khusus, dan pencatatan jumlah populasi berisiko
terhadap penyakit yang sedang diamati. Teknik pengumpulan data adalah
menentukan kelompok high risk, menentukan jenis dan karakteristik
(penyebabnya), menentukan reservoir dan transmisi, pencatatan kejadian
penyakit serta KLB.
b.

Pengelolaan data untuk dapat memberikan keterangan yang berarti.


Data yang diperoleh biasanya masih dalam bentuk data mentah (row data)
yang masih perlu disusun sedemikian rupa sehingga mudah dianalisis. Data yang
terkumpul dapat diolah dalam bentuk tabel, bentuk grafik maupun bentuk peta
atau bentuk lainnya. Kompilasi data tersebut harus dapat memberikan keterangan
yang berarti.

c.

Analisis dan interpretasi data untuk keperluan kegiatan.


Data yang telah disusun dan dikompilasi, selanjutnya dianalisis dan
dilakukan interpretasi untuk memberikan arti dan memberikan kejelasan tentang
situasi yang ada dalam masyarakat.

d.

Penyebarluasan data.
Penyebarluasan data dan keterangan termasuk umpan balik (feed back).
Setelah analisis dan interpretasi data serta telah memiliki keterangan yang cukup
jelas dan sudah disimpulkan dalam suatu kesimpulan, selanjutnya dapat
disebarluaskan kepada semua pihak yang berkepentingan, agar informasi ini
dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

e.

Evaluasi / penilaian hasil kegiatan.


Hasil evaluasi terhadap data sistem surveilans selanjutnya dapat digunakan
untuk perencanaan, penanggulangan khusus suatu program pelaksanaannya,
untuk kegiatan tindak lanjut (follow up), untuk melakukan koreksi dan perbaikanperbaikan program dan pelaksanaan program, serta untuk kepentingan evaluasi
maupun penilaian hasil kegiatan.

2. Sasaran Kegiatan
Sasaran dalam surveilans epidemiologi adalah :
a. Individu
Pengamatan dilakukan pada individu yang terinfeksi suatu penyakit dan
mempunyai potensi untuk menularkan penyakit sampai individu tersebut tidak
membahayakan dirinya maupun lingkungannya, seperti pada penderita, karier, dan
orang dengan risiko tinggi.
b. Populasi lokal
Populasi lokal ialah kelompok penduduk yang terbatas pada orang-orang dengan
risiko terkena suatu penyakit (population at risk). Pengamatan dilakukan pada
individu yang kontak dengan karier atau penderita, pada pejamu yang rentan,
terhadap orang yang menderita penyakit yang mudah selapse, terhadap kelompok
individu yang mempunyai peluang untuk kontak dengan penderita (misalnya
tenaga medis).
3. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2015.
4. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan.
Hasil dari kegiatan dicatat, dilaporkan secara berkala pada kepala Puskesmas dan
Dinas Kesehatan, kemudian dievaluasi pada desember 2015.

Banjarmasin,
Petugas Surveilans

Wandy Supriadi, SKM


NIP. 19841025 201001 1 010