Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Normokrom Normositer

Anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin, dan volume
pada sel darah merah (hematokrit) per 100 ml darah. Dengan demikian, anemia bukan suatu
diagnosis melainkan pencerminan dari dasar perubahan patofisiologis, yang diuraikan oleh
anamnesa dan pemikiran fisik yang teliti, serta didukung oleh pemeriksaan laboratorium.
Pada klasifikasi anemia menurut morfologi, mikro dan makro menunjukkan ukuran sel
darah merah sedangkan kromik menunjukkan warnanya. Telah dikenal tiga klasifikasi besar,
yaitu anemia hipokrom makrositer, anemia hipokrom mikrositer, dan anemia normokrom
normositer.Anemia normokrom normositer merupakan jenis anemia dimana ukuran dan bentuk
sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal tetapi
individu menderita anemia. penyebab anemia normokrom normositer (MCV didalam batasan
normal, 80-100) antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pasca perdarahan akut


Anemia aplastic hipoplastik
Anemia hemolitik
Akibat penyakit kronis
Anemia mieloplastik
Gagal ginjal kronis
Mielofibrosis
Sindroma mielodisplastik
Leukemia akut

Salah satu pemeriksaan laboratorium yang penting pada anemia adalah gambraran darah
tepi. Pada pemeriksaan darah tepi dapat ditemukan gambaran sel darah yang spesifik untuk
penyakit tertentu sehingga mempercepat diagnosis, misalnya sel pensil pada defisiensi besi atau
sel blas pada leukemia.
Patofisiologi anemia ini terjadi karena pengeluaran darah / destruksi darah yang berlebih
sehingga menyebabkan Sumsum tulang harus bekerja lebih keras lagi dalam eritropoiesis.
Sehingga banyak eritrosit muda (retikulosit) yang terlihat pada gambaran darah tepi. Jika
retikulosit tidak ditemukan, maka dicurigai adanya anemia aplastik, anemia def besi dan b12
yang tidak diobati, terapi radiasi, masalah endokrin, kegagalan sumsum tulang, sindrom
mielodisplasia, dan alkoholism.

Salah satu pendekatan diagnostik yang cukup mudah untuk menemukan penyebab
anemia adalah dengan mengklasifikan anemia berdasarkan ukuran eritrositnya. Eritrosit disebut
normositik jika nilai MCV berada dalam rentang nilai rujukan, disebut mikrositik hipokrom jika
MCV dan MCH di bawah nilai rujukan, dan disebut makrositik jika lebih tinggi dari nilai
rujukan Pada tulisan ini akan dibahas pendekatan diagnostik untuk anemia normositik
normokrom.

B. ANEMIA MAKROSITIK NORMOKROM

DEFINISI
Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang
disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Selain zat besi, sumsum tulang memerlukan vitamin
B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. Jika kekurangan salah satu darinya,
bisa terjadi anemia megaloblastik.
Pada anemia jenis ini, sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal
(megaloblas). Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal.
Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat
dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut.
Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker
(misalnya metotreksat, hidroksiurea, fluorourasil dan sitarabin).
https://akfari.wordpress.com/2013/03/26/jenis-jenis-anemia/
https://www.scribd.com/doc/204412591/normokrom-normositer