Anda di halaman 1dari 6

Apresiasi Pepsodent untuk Dokter Gigi

Indonesia
Aulia Dhetira | February 25, 2016
Sumber daya manusia di bidang tenaga medis diharapkan memiliki dedikasi
yang tinggi terhadap pekerjaan mereka. Hal ini karena 80% pelayanan
kesehatan bergantung pada sumber daya medisnya. Oleh karena itu Pepsodent
pun sengaja memberikan apresasi dalam bentuk gerakan Dokter Gigi Perduli.

(dari kiri ke kanan) Gracety Shabrina, Drg. Devi Oktora, dan Drg. Ratu Mira Afifah

Nantinya setiap dokter yang berprestasi akan diberikan bantuan dana, seperti
yang diberikan kepada Drg. Devi Oktora, MKM dan Gracety Shabarina,
mahasiswi FKG Universitas Padjajaran.

Drg Devi pernah menjadi Tenaga Kesehatan Teladan Provinsi Banten 2014.
Wanita yang bertugas di Puskesmas Kelapa Dua Tangerang ini aktif dalam
melakukan kegiatan promotif dan preventif.
Salah satunya dengan dengan mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS) dan pembentukan kader kesehatan gigi remaja di Karang Taruna Husada.
Poli gigi tempatnya bertugas dijadikan percontohan untuk melayani imigran dan
anak-anak berkebutuhan khusus.
Ia mengaku banyak bekerja sama dengan remaja dan pemuda Karang Taruna
karena menjaga kesehatan gigi merupakan suatu kebiasaan yang tidak boleh
putus. Kebiasaan ini pun harus selalau meregenerasi dan terus dilakukan ke
beberapa daerah menurutnya hingga saat ini sudah ada 2.000 anak yang
teredukasi programnya.
Berbeda dengan Drg Devi, Gracety justru memfokuskan promotif preventif
dengan komunitas bernama Dents Do untuk masyarakat di daerah-daerah
terpencil. Komunitas yang berdiri pada 23 Oktober 2012 ini, berawal dari
keprihatinnya saat berlibur di pulau Karimun Jawa. Ia menemukan bahwa
masyarakat masih belum terbiasa untuk membersihkan gigi, tak heran bila
kesehatan gigi mereka sangat rendah.
Ia dan 7 kawannya berinisiatif untuk melakukan perjalanan menuju daerah
terpencil untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan gigi. Hingga saat ini
sudah ada 94 daerah pelosok yang di kunjungi seperti Baduy, kaki Gunung
Manglayang, Desa Warja Bakti daln masih banyak lagi.
Anggota Dents Do pun terus bertambah, karena dilakukan regenerasi dan kini
sudah ada 21 anggota. Menurut Drg. Ratu Mirah Afifah, Head of Professional
Relationship Oral Care, PT Unilever Tbk, penghargaan ini diharapkan mampu
memotivasi tenaga medis lainnya untuk mendedikasikan waktu, tenaga dan
ilmu mereka kepada masyarakat.
Kami berterima kasih kepada 14.000 dokter gigi yang telah memberikan
pengabdian mereka kepada masyarakat. Mereka melakukan berbagai kegiatan

yang mengajak masyarakat untuk rajin menjaga kesehatan gigi selama 3 tahun
terakhir, jelasnya.
Menurutnya, hasil kesehatan analisis Pusat Data & Informasi KEMENKES RI
menunjukkan bahwa dari 33 provinsi di Indonesia masih banyak yang
kekurangan tenaga dokter gigi. Tiga provinsi dengan kategori tidak ada/kurang
tenaga medis 80% nya ada di Paua Barat, Papua, dan Sulawesi Utara.
Sementara tiga provinsi yang mempunyai puskesmas berlebih sebesar 40%
adalah Bali, Jogjakarta, dan Kepualan Riau.
Namun ternyata jumlah tenaga medis tidak selalu berbanding lurus dengan
tingkat sakit gigi. Jakarta sebagai salah satu kota dengan dokter gigi terbanyak
justru memiliki amasalah kesakitan gigi diatas rata-rata nasional yaitu 29.1%.
Drg. Mirah menegaskan bahwa tingkat kesejahteraan seseorang tidak selalu
berarti mereka lebih sadar dengan kesehatan gigi. Dari riset yang dilakukan,
79% orang tua tidak pernah sikat gigi pada malam hari. Jadi penting peran
orang tua dalam menganjurkan kebiasaan sikat gigi kepada anak-anak. Kini
kami tidak hanya melakukan edukasi kepada anak-anak, tetapi orang tua juga.
Soalnya banyak orang tua yang kesadarannya sudah mulai turun dalam
menjaga kesehatan gigi, tutupnya. (EVA)

http://swa.co.id/corporate/csr/apresiasi-pepsodent-untuk-dokter-gigi-indonesia

Sikat Gigi Inovatif untuk Kelas Menengah


Bawah
Arie Liliyah | March 4, 2015
Salah satu strategi untuk mempertahankan loyalitas pasar terhadap suatu brand
produk adalah dengan inovasi. Tujuannya tentu saja adalah memenuhi
kebutuhan pemakainya yang terus berubah dan berkembang setiap saat.
Langkah ini juga yang dilakukan oleh sikat gigi Pepsodent. Sebagai salah satu

brand di bawah naungan Unilever, kali ini pepsodent mengeluarkan produk sikat
gigi dengan inovasi V Clean, yaitu sikat gigi yang dirancanng dengan leher
bersudut tiga yang membantu menjangkau dan membersihkan sampai gigi
bagian belakang serta membersihkan sela-sela gigi secara menyeluruh.

Nando Kusmanto, Brand Manager Toothbrush & Mouthwash, mengatakan,


pihaknya selam dua tahun terakhir ini melekukan riset mendalam untuk
mengetahui kebutuhan pemakai sikat gigi. Sebuah data dari British Dental
Journal (2000) menunjukkan 85 % gigi berlubang ditemukan di gigi bagian
belakang. Tak hanya itu, menurut Dr. Ratna Meidyawati drg. SpKG(K), ahli
konservasi gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, penelitian
dari RSKGM FKGUI periode tahun 2009 2013 juga menunjukkan 82,49%
penyakit pulpa lanjutan karies terjadi pada gigi bagian belakang. Unilever
sendiri, menuurt Nando, telah melakukan riset dan pengembangan produk ini
selama 3 tahun lamanya, Setelah riset ke konsumen, kami lalu mulai
mengembangkan produk dan uji cobanya di University of Basel di Swiss, jelas
Nando.
Kami juga sudah melakukan uji coba kepada konsumen, dan terbukti sikat gigi
dengan bentuk leher tiga sudut terbukti lebih efektif secara signifikan

membersihkab plak dibandingkan sikat gigi lurus yang biasa, jelas Drg. Ratu
Mirah Afifah GCClinDent., MDSc, Head of Profesional Relationship Oral Care PT
Unilever Indonesia, Tbk. Selanjutnya, menurut Ratu, pihaknya akan lebih gencar
melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya merawat gigi
belakang melalui sejumlah media seperti iklan televisi, media sosial dan
komunitas komunitas dalam masyrakat.
Khusus untuk edukasi secara langsung, menurut Nando, pihaknya akan
menyasar para ibu, karena dilihat sebagai pemegang keputusan dalam membeli
perlengkapan rumah tangga termasuk sikat gigi untuk keluarga (anak dan
suami), Kami akan terus membangun awarness para ibu mengenai pentingnya
merawat gigi belakang dengan menggunakan sikat gigi yang tepat, jelas
Nando.
Di Indonesia sendiri, produk sikat gigi serupa dari brand lainnya memang telah
beredar lama di pasar, bahkan masyarakat pun sudah sangat mengenalnya.
Menanggapi hal itu, Nando mengatakan pihaknya tetap optimis dengan
produknya sebab memeiliki dua kekuatan. Pertama, pepsodent deep clean
memiliki keunggulan desain selain leher tiga sudut juga bulu sikat berbentuk V
dan gagang sikat yang dibalut karet sehingga tidak mudah melesat saat
menyikat gigi. Kedua, produk ini dibandrol dengan harga sangat ekonomis,
Kami memang sengaja menyasar pasar kelas menengah bawah, sebab produk
serupa umumnya dibandrol dengan harga cukup mahal sehingga tidak
terjangkau kelas menegah bawah, ujarnya.
Menurut Nando, saat ini Pepsodent telah memiliki 7 varian sikat gigi mulai dari
yang kelas premium hingga yang ekonomis. Tetapi dalam hal penjualan,
penyumbang terbesarnya adalah sikat gigi Pepsodent Double Care, Varian ini
menyumbang sekitar 30 40 % dari total penjualan, ungkap Nando. Kami
berharap Pepsodent deep clean yang dibandrol lebih murah tetapi dengan nilai
fungsi yang hampir sama akan bisa ikut mendongkrak market share sikat gigi
pepsodent nantinya, tutup Nando. (EVA)

http://swa.co.id/business-strategy/marketing/pepsodent-deep-clean-sikat-gigiinovatif-untuk-kelas-menengah-bawah