Anda di halaman 1dari 27

Theory Nolla J Pender 201

BAB I PENDAHULUAN

http://nursingart.wordpress.com, http://aipni.blogspot.com, http://safrudin.com

A. LATAR BELAKANG

Salah satu tujuan pokok dalam pembangungan kesehatan adalah peningkatan


kemampuan masyarakat untuk hidup sehat dan mengatasi sendiri masalah
kesehatan sederhana terutama melalui upaya peningkatan, pencegahan dan
penyembuhan. Peningkatan derajat kesehatan yang terdiri dari strategi yang
dihubungkan dengan gaya hidup individu dan pilihan sendiri yang membuat
sebuah dalam kontek social bahwa yang paling kuat mempengaruhi prospek
kesehatan sendiri: 1). Aktifitas fisik dan latihan fisik, 2) Nutrisi, 3) Tembakau,
4) Alkohol dan obat terlarang lainnya, 5) Rencana Keluarga, 6) Kesehatan
mental dan kerusakan mental, 7) Emosi dan ketergantungan obat-obatan, 8)
Pendidikan dan progam berdasarkan komunikasi.

Tujuan itu akan dicapai antara lain melalui peningkatan dan pemantapan upaya
kesehatan. Hidup sehat merupakan kebutuhan dan tuntutan yang semakin
meningkat, walaupun pada kenyataanya derajat kesehatan masyarakat
Indonesia masih belum sesuai dengan harapan. Sementara itu pemerintah telah
mencanangkan Indonesia Sehat 2010, yang merupakan paradigm baru yaitu
paradigm sehat, yang salah satunya menekankan pendekatan dan preventif dan
mengatasi permasalah di masyarakat.

Terjadinya pergeseran paradigm dalam pemberian pelayanan kesehatan dari


model medical yang menitik beratkan pada pelayanan pada diagnosis dan
pengobatan paradigm sehat yang lebih holistic yang melihat penyakit dan gejala

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 1
Theory Nolla J Pender 201
0

sebagai informasi dan bukan sebagai focus pelayanan (. Cohen, 1996).


Perubahan paradigm ini menempatkan perawat pada posisi kunci dalam peran
dan fungsinya. Hampir semua pelayanan promosi kesehatan dan pencegahan
penyakit baik di rumah sakit maupun tatanan pelayanan kesehatan lain yang
dilakukan oleh perawat (cohen, 1996).

Perubahan peradigma pelayanan kesehatan dari kuratif kea rah promotif dan
peventif ini telah direspon oleh ahli teori keperawatan Nola. J Pender dengan
menghasilkan karya tentang “Health Promotion Model” atau model promosi
kesehatan. Model ini menggabungkan 2 teori yaitu teori nilai harapan
(expectancy value) dan teori kognitif social (social cognitive theory) yang
konsisten dengan semua teori yang memandang pentingnya promosi kesehatan
dan pencegahan penyakit adalah suatu yang hal logis dan ekonomis. Makalah
ini akan mengemukakan tentang model promosi kesehatan dari Nola J.Pender
serta komponen paradigm keperawatan tentang model promosi kesehatan.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum

Memperoleh gambaran Nursing Theories dari Model Promosi Kesehatan dari


Nola J. Pender dalam lingkup pelayanan keperawatan.
2. Tujuan Khusus

a. Mendeskripsikan Sejarah Nola J. Pender

b. Mendeskripsikan Model Promosi Kesehatan Nola J. Pender.

c. Mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan Model Promosi Kesehatan


Nola J. Pender.
a. Mendeskripsikan Model Promosi Kesehatan Nola J. Pender dalam
lingkup komponen paradigma

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 2
Theory Nolla J Pender 201
0

C. RUANG LINGKUP PENULISAN

Pembahasan makalah ini dibatasi pada pembahasan tentang Model. Promosi


Kesehatan dan lingkup komponen paradigma model promosi kesehatan.

D. METODE PENULISAN

Makalah ini disusun dengan melakukan studi pustaka dari berbagai referensi
melalui buku referensi dan internet.

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 3
Theory Nolla J Pender 201
0

E. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan dari makalah ini adalah Bab I. Pendahuluan terdiri dari;
latar belakang, tujuan penulisan, ruang lingkup penulisan, metode penulisan dan
sistematika penulisan. Bab. II. Berisi tinjauan teori dan Bab.III. Penutup terdiri
dan kesimpulan.

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 4
Theory Nolla J Pender 201
0

BAB II

TINJAUAN TEORI

A. SEJARAH NOLA J. PENDER

Nola .J Pender dilahirkan tanggal 16 Agustus 2941 di Lansig, Michigan.


Ketertarikan pada keperawatan bermula dari Nola J. Pender berusia 7 tahun, pada
saat mengamati para perawat yang sedang member asuhan keperawatan pada
bibinya di rumah sakit. Keinginannya untuk memberikan perawatan kepaa orang
lain dikembangkan melalui pengalaman dan pendidikan yang ia yakini sebagai
profesi yang menolong orang lain.

Pada tahun 1962 meraih gelar diploma keperawatan dan selanjutnya diterima
bekerja di unit bedah RS Michigan. Tahun 1964, meraih gelar BSN di Universitas
State Michigan di East Lansig, dan gelar MA pada bidang pertumbuhan dan
perkembangan di Universitas Michigan di raih paa tahun 1965. Gelar Ph.D di
bidang psikologo dan pendidikan diraih tahun 1969 dari Universitas North Western
di Evanston. Illinois.

Pernihakannya dengan Albert Pender seorang asisten professor di bidang bisnis dan
ekonomi memberikan inspirasi menghasilkan sebuah tulisan tentang keperawatan
dalam perpektif ekonomi. Tahun 1975, Dr. Pender mempublikasikan model
konseptual kesehatan preventif. Dasar studinya adalah bagaimana individu
membuat keputusan tentang perawatan kesehatan mereka sendiri dalam konteks
keperawatan. Artikel tersebut mengidentifikasi factor-faktor yang ditemukan dalam
pengambilan keputusan dan tindakan yang diperlukan individu dalam pencegahan

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 5
Theory Nolla J Pender 201
0

penyakit. Pada tahun 1982, edisi pertama promosi kesehatan dalam praktek
keperawatan dipublikasikan dengan konsep promosi optimal tentang kesehatan dan
perlunya pencegahan penyakit. Model promosi kesehatan pertama kali diterbitkan
tahun 1987 dan mengalami revisi tahun 1996

B. PROMOSI KESEHATAN

Menurut WHO promosi kesehatan meliputi mendorong gaya hidup yang lebih
sehat, menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan, memperkuat tindakan
masyarakat, mengorientasikan kembali pelayanan kesehatan dan membangun
kebijakan public yang sehat. (Pender, 1997:3). Kesehatan individu dan keluarga
ditandai dengan efektifnya dalam komunitas, linkungan dan masyarakat dimana
mereka perlu hidup. Perawat mengerti dan memikirkan dan memikirkan dan usaha
peningkatan derajat kesehatan. Dunn telah menetapkan skema untuk upaya
peningkatan derajat kesehatan.:
1. Kesehatan individu.
Individu berperan dalam penentuan status kesehatan mereka sendiri.
Peningkatan derajat kesehatan individu itu pada tingkat membuat keputusan
pribadi dan praktek. Setiap derajat peningkatan harus mempertimbangkan dalam
formulasi kesehatan. nasional melalui usaha peningkatan derajat kesehatan.
1. Kesehatan keluarga.
Keluarga berperan dalarn perkembangan dad kepercayaan kesehatan dan tindakan
kesehatan. Masing-masing keluarga mempunyai sebuah karalcter yang berbeda ,
nilai, peran, dan kekuatan struktur. Gaya orang tua dan lingkungan keluarga
dapat memberikan kesehatan atau sebaliknya. Lebih banyak perhatian harus
diberikan kepada perkembangaan strategi untuk meningkatkan derajat kesehatan
keluarga.
1. Kesehatan komunitas.

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 6
Theory Nolla J Pender 201
0

Berdasarkan pendapat dune, kesehatan kelompok yang baik perilaku


mampu memperbaiki kondisi kehidupan keluarga dan kelompok.

1. Kesehatan lingkungan.
Tingkat dari kesehatan lingkungan yang balk berefek luaske individu, keluarga ,
dan komunitas dapat sampai kepotensi optima! mereka. Kesehatan lingkungan
yang balk adalah manifestasi dalam keharmonisan dan keseimbangan diantara dua
manusia dan disekeliling mereka.
5. Kesehatan masyarakat.

Sebuah masyarakat yang baik adalah semua anggota masyarakat mempunyai


standart hidup dan cam dari hidup menemukan kebutuhan dasar manusia dan
mengajak dalam beraktifitas yang cepat kepotensi mereka. Sebuah masyarakat
yang balk anggota masyarakat mau membantu dan bertanggungung jawab untuk
kesehatan.

Teori Pemahaman Untuk Prornosi Kesehatan & Proteksi Kesehatan

1. Theory Of Reasoned Action & Theory Of Planned Behavior


Teori ini berasumsi bahwa perilaku adalah suatu kemauan dibawah control
bukan sebagai hambatan untuk menunjukkan perilaku. Kepercayaan merupakan
class' dari pondasi dalam struktur konseptual, dengan memperhatikan perilaku.
Model ini memperhatikan prediksi dan bergantian, sehingga perilaku
mengikutinya
2. Social Cognitive Theory (Self-Efficacy)
Teori kognitif social adalah sebuah pendekatan teori yang menjelaskan perilaku
manusia. Dengan perspektif individu merupakan adanya suatu kekuatan pada dirinya bukan
control yang otomatis pada stimulus elcternal. Perilaku manusia menerangkan adanya
kejadian secara timbal balik pada sent= tinclakan yang claNt tnenentukan adanya
interaksi dengan yang lainnya. Persepsi self-efficacy adalah

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 7
Theory Nolla J Pender 201
0

memprtimbangkan salah satu kekuatan untuk tnenyelesaikan sebuah


tingkatan penampilan dalam perilaku yang spesifik.
1. The Theory Of Interpersonal Behavior

Sebuah model perilaku meliputi afektif dan psikologis dalam kekuatan habit
yang menerangkan perilaku ini merupakan factor yang memberikan
perhatian dalam model-model perilaku lainnya.
2. Cognitive Evaluation Theory

Motifasi manusia adalah dasar dari sebuah susunan dalam kebutuhan


psikologisnya : dari penentuan dirinya, kompetensi dan hubungan
interpersonal. Menentukan dirinya dan motivasi intrinsic (IM) adalah konsep
utama dalam teori. Motivasi intrinsic adalah energy dalam kebutuhan
dalam dirinya dan hubungan dalam kotnpetensi untuk nilai perilaku
personal.
3. The Interaction Model Of Chen Health Behavior
Model interaksi kesehatan klien berfolcus pada karakteristik dad klien dan
factor eksternal pada klien untuk menyediakan keterangatt secara
komprehensif pada tindakan langsung terhadap pengurangan resiko dan
promosi kesehatan.

C. MODEL PROMOS' KESEHATAN MENURUT NOLA J. PENDER

1. Pengertian Teori Model. Promosi Kesehatan (Health Promotion. Model/HPM)


Model Proinosi Kesehatan adalah suattt cam untuk menggambarkan interaksi
manusia dengan lingkungan fisik dan interpersonalnya dalam berbagai dimensi.
Model ini mengintegrasikan teori nilai harapan (Expectancy-value) dan teori
kognitif sosial (Social Cognitive Theory) dalam perspektif keperawatan manusia
dilihat sebagai fungsi yang holistik. Bagan RPM dapat dilihat sebagai
herikut

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 8
Theory Nolla J Pender 201
0

Partisipasi
Faktor
Definisi
Persepsi
Karakteristik
Factor
interpersonal
Menetapkan
Syarat modifikasi
situasi
persepi
untuk
kesehatan
control
efektifitas
status
manfaat
hambatan
dlm
biologi
kognitif
diri
kesehatan
terhadap
demografi
bertindak
perilaku promosi
perilaku
promosi kesehatan
kesehatan
peningkatan
kesehatan

Model Promosi Kesehatan Nola J, Pender

Model Promosi Kesehatan Nola J, Pender

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 9
Theory Nolla J Pender 201
0

Sumber : Tommey dan Alliod, 2006. Nursing Theorist and Their Work Philadelphia,.
Mosby

2. Komponen Teori Model PrOniOsi Kesehtitsin

Adapun komponen elemen dari teori ini adalah sebagai beriku .

a. Teed Nilai Harapan (Etpectancy-Value Theory)

Menurut teori nilai harapan, perilaku sehat bersifat rasional dan ekonomis.
Seseorang akati mulai bertindak dari perilakunya akan tetap diguriakan dalaiii
dirinya, ada 2 hal pokok yaitu :

1) Hasil tindakan bernilai positif

2) Pengambilan tindakan untuk menyempurnakan hasil yang


diinginkan.

b. Teori Kognitif Sosial (Social Cognitive Theory)

Teori model interaksi yang meliputi Iingkungan, manusia dan perilaku yang
saling menipengaruhi. Teori ini tnenekankan pada:

1) Pengarahan diri (self direction)

2) Pengaturan diri (self regulation)

3) Persepsi terhadap kemajuan diri (self efficacy).

Teori ini mengetnukakan bahwa manusia memiliki ketnampuan dasar:

1) Simbolisasi yaitu proses dan transformasi pengalaman sebagai petunjuk


untuk tindakan yang akan datang.
2) Pikiran ke depan, mengantisipasi kejadian yang akan muncul dan

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 10
Theory Nolla J Pender 201
0

merencanakan tindak-an untuk mencapai tujuan yang bermutu


1) Belajar dari pengalaman orang lain. Menetapkan peraturan untuk generasi
dan mengatur perilaku melalui observasi tanpa perlu me1akukan trial dan
error
2) Pengaturan diri menggunakan standar internal dan reaksi evaluasi diri
untuk memotivasi dan mengatur perilaku, mengatur lingkungan ekstemal
untuk menciptakan motivasi dalain bettindak.
5) Refleksi diri, berpikir tentang proses pikir seseorang dan secara aktif
memodifikasinya.

Menurut teori ini kepercayaan diri dibentuk melalui observasi dan refleksi
diri. Kepercayaan diri terdiri dari :

1) Pengenal diri (self atribut)

2) Evaluasi diri (self evaluation)

3) Kemajuan diri (self efficacy).

Kemajuan diri adalah ketnamputut seseorang utituk melakukan tindakan tindakan


tertentu yang berkembang melalui pengalaman, belajar dari pengalaman Nang
lain, persuasi verbal dan respons badaniah terhadap situasi tertentu. Kemajuan diri
merupakan fungsi dari kemampuan (capability) yang berlebihan yang
membentuk kompetensi dan kepereayan diri. Ketnajuan

adalah konstruksi sentral dari HPM.

3. Asutnsi dari Model Promosi Kesehatan

1. Manusia mencoba menciptakan kondisi agar mereka tetap hidup dan dapat
mengekspresikan keurtikanitya.

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 11
Theory Nolla J Pender 201
0

2. Manusia mempunyai kapasitas untuk merefleksikan kesadaran dirinya,


terinasuk penilaian terhadap keinampuannya.
3. Manusia menilai perkembangan sebagai suatu nilai yang positif dan mencoba
mericapai keseirnbangan mama perubalan dati stabilitas.
4. Setiap individu secara aktif berusaha mengatur perilakunya.

1. Individu dalam biopsikososial yang kompleks berinteraksi dengan


lingkungannya secara terus menerus, menjelmakan lingkungan yang diubah
secara terus menerus.
2. Profesional kesehatan merupakan bagian dari lingkungan interpersonal yang
perpengaruh terhadap manusia sepanjang hidupnya.
7. Pembentukan kembali konsep diri manusia dengan lingkungan adalah penting
untuk perubahan perilaku.

4. Proposisi Model Pomosi Kesehatan

a. Perilaku sebelumnya dan karakteristik yang diperoleh mempengaruhi


kepercayaan dan perilaku untuk meningkatkan kesehatan.
a. Manusia melakukan perubahan perilaku dimana mereka mengharapkan
keuntungan yang bernilai bagi dirinya.
a. Rintangan yang dirasakan dapat menjadi penghambat kesanggupan melakukan
tindakmt, suatu mediator perilaku sebagaimana perilaku nyata.
a. Promosi atau pemanfaatan dirr akan menambah kemampuan untuk melakukan
tindakan dan perbuatan dari perilaku.
e. Pemanfaatart diti yang terbesar akan menghasilkan akan thettgliaSilkatt sedikit rintangan
pada perilaku kesehatan spesifik.
a. Pengaruh positif pada perilaku akibat pemanfaatan din yang balk dapat
menambah hasil positif.
a. Ketika eniosi yang positif atau pengaruh yang berhubtiitgan dengan perilaku, maka
kemungkinan menambah komitmen untuk bertindak.

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 12
Theory Nolla J Pender 201
0

a. Manusia lebih suka nielakukan prornosi kesehatan ketika model perilaku itu
menarik, perilaku yang diharapkan terjadi dan dapat mendukung perilaku yang
sudah ada.
1. Keluarga, kelompok dan pemberi layanan kesehatan adalah sumber
interpersonal yang penting yag mempengaruhi, menambah atau mengurangi
keinginan untuk berperilaku prorriosi kesehatan.
j. Pengaruh situasional pada lingkungan eksternal dapat menambah atau
mengurangi keinginan untuk berpartisipasi dalam perilaku promosi kesehatan.
a. Kotnitmen terbesar pada suatu rencana kegiatan yang spesifik lebih
memungkinkan perilaku promosi kesehatan dipertahankan untuk jangka waktu
yang lama.
1. Komitmen pada rencana kegiatan kemungkinan kurang menunjukan perilaku
yang diharapkan dimana seseorang mempunyai kontrol yang sedikit kebutuhan
yang diinginkan tidak tersedia.
m. Komitmen pada rencana kegiatan kurang menunjukkan perilaku yang
diharapkan ketika tindakan-tindakan lain lebih atraktif dan juga lebih suka pada
perilaku yang diharapkan.
n. Seseorang dapat memodifikasi kognisi, mempengaruhi interpersonal dan
lingkungan fisik yang mendorong rnelakukan tindakaii kesehatan.

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 13
Theory Nolla J Pender 201
0

Faktor
Keuntungan2
Penghambat2
Kemajuan
Tindakan
Pengaruh
Hasil
Komitment
Metode
Hubungan
Perilaku
Kebutuhan
Sifat2
Perilaku
Pribadi;
yang
hubungan
situasional;
diri
&Spesifik
dari
yang
untuk
biologi,psikologis
tindakan
bertindak
dirasakan
terkait
interpersonal
pilihan,
dengan
pd
bersaing
Perilaku
Pengalaman
Pengetahuan
Rencana
yang
sifat
perilaku
yang
yang
segera
(klg,
dan
,kebutuhan;
dirasakan
mempengaruhi
kelompok,
(control
Promosi
Tindakan
sebelumnya
Individu
rendah)
Sikap
provider),
estetika
&
social budaya
norma
Kesehatan
Pilihan2dukungan
(Kontrol dan
model
(HPM)tinggi

Kerangka Konseptual Model Promosi Kesehatan

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 14
Theory Nolla J Pender 201
0

Revisi Model Promosi Kesehatan (Dan Pender, N.J, Murdaugh, C.L., & Parsons, M.A
(2002). Promosi kesehatan dalam praktik keperawatan dikutip dart Tomey & Alligood
(2006)
hal 458.

Penjelasan Bagan Model Promosi Kesehatan

1. Karakteristik dan pengalaman individu

a. Perilaku sebelumnya

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 15
Theory Nolla J Pender 201
0

Perilaku sebelumnya mempunyai pengaruh langsung atau tidak langsung


dalam pelaksanaan perilaku promosi kesehatan.

1) Pengaruh langsung dart perilaku masa lalu terhadap perilaku promosi


kesehatan saat ini dapat menjadi pembentuk kebiasaan, yang
mempermudah seseorang melaksanakan perilaku tersebut secara otomatis.
2) Pertgaruh tidak langsungnya adalah melalui persepsi pada self efficacy,
manfaat,

hambatan, dan pengarUli aktivitas yang muncul dari Perilaku tersebdt.

Pengaruh positif atau negatif dari perilaku baik sebehun, saat


itu ataupun setelah 'Orilaku tersebut dilaksanakan akan
dimasukan kedalEtin memori sebagai informasi yang akan
dimunculkan kembali saat akan melakukan perilaku
tersebut di kemudiaii waktu.

Perawat dapat membantu pasien membentuk suatu


riwayat perilaku yang positif bagi masa depan dengan
memfokuskan pada thanfaat perilaku tersebtit;
Membantu pasien bagaimana mengatasi rintangan
dalam melaksanakan perilaku tersebut dan meningkatkan
level/ kadar eficacy dan pengaruh positif ttielalui pengalatnan
yang sukses dan feed back yang positif.

b. Faktor Personal

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 16
Theory Nolla J Pender 201
0

Faktor personal meliputi aspek biologis, psikologis, dan social


budaya. Faktor — faktor ini merupakan prediksi dari peiilaku
yang didapat dati dibentilk secara alatni oleh target perilaku.

1) Faktor Biologis Personal

Termasuk dalam faktor ini adalah umur, indeks massa


tubuh, status pubertas, status menopause, kapasitas
aerobik, kekuataii, kecerdasan atau keseintbatigan

2) Faktor Psikologis Personal

Varibel yang merupakan bagian dan faktor ini adalah


harp diri, motivasi, kemampuan personal, status kesehatan,
dan definisi sehat

3) Faktor social kultural

Faktor ini meliputi suku, etnis, pendidikan, dan status ekonomi

2. Perilctku Spesifik Pengetahuan dan Sikap (Behaviour-Spesific Cognitions


and Affect)

a. Manfaat Tindakan (Perceived Benefits of Actions)

Rencaria seseoAang Melaksanakan perilaku tertentu


tergantung pada antisipasi terhadap manfaat atau hasil yang
akan dihasilkan. Antisipasi manfaat merupakan
representasi mental dart konsekuensi perilaku positif.
Berdasarkan teori expecting value.

b. Hambatan Tindakan yang dirasakan (Perceived Bailers to Actions)


Hambatan yang diantisipasi telah secara berulang terlihat
dalam penelitian empiris, mempengaruhi intensitas untuk terlibat

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 17
Theory Nolla J Pender 201
0

dalam suatu perilaku yang nyata dan perilaku actual yang


dilaksanakan. Dalam hubungannya dengan perilaku promosi

kesehatan, hambatan-hambatan ini dapat berupa imaginasi maupun nyata.


Hambatan ini terdiri atas : persepsi mengenai ketidaktersediaan, tidak
menyenangkan, biaya, kesulitan atau penggunaan waktu untuk tindakan-
tindakan khusttS. Hambatanhambatan ini sering dilihat sebagai suatu blocks,
rintangan, dan personal cost dari perilaku yang diberikan. Hilangnya kepuasan dalam
menghindari atau thenghilangkan perilaku-perilaku yang merusak kesehatan seperti
merokok, atau makan makanan tinggi lemak untuk mengadopsi perilaku / gaya
hidup yang lebih sehat j Uga dapat menjadi suatu halangan. Halangan ini
biasanya membangunkan motivasi untuk menghindari perilaku-perilaku yang
diberikan.

Bila kesiapan untuk bertindak rendah dan hambatan tinggi maka tindakan
ini tidak mungkin terjadi. Jika kesiapan untuk bertifidak tinggi dan harnbatan
rendah kemungkinan untuk melakukan tindakan lebih besar. Barier tindakan
seperti yang dilukiskan dalam HPM mempengaruhi prornosi kesehatan secara
langsung dengan bertindak sebagai blocks terhadap tindakan seperti
penurunan komitmen untuk n-ierencanakan tindakan.
c. Kemajuan Diri (Perceived Self Efficacy)
Self efficacy seperti didefinisikan oleh Bandura adalah judgment / keputusan
dari kapabilitas seseorang untuk mengorganisasi dan menjalankan tindakan
secara nyata. Tidak ada concern dengan satu ketrampilan yang dimiliki tetapi
alasan dari apa yang dapat dilakukan dengan apapun ketrampilan yang
dimiliki. Judgment dari personal efficacy dibedakan dari harapan yang ada
dalarn tujuan. Perceived self efficacy adalah adalah judgment dari
kemampuan untuk menyelesaikan tingkat performance yang pasti, dimana
tujuannya atau harapannya adalah suatu judgment dari suatu konsekuensi

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 18
Theory Nolla J Pender 201
0

(contohnya benefit dan cost ) sebanyak perilaku yang akan dihasilkan. Persepsi
dari ketrampilan dan kompetensi dalam domain Motivasi individu untuk
melibatkan perilaku-perilaku yang mereka lalui. Perasaan efficacy dan dan
ketrampilan dalam performance seseorang sepertinya mendorong untuk
melibatkan/ menjalankan perilaku yang lebih banyak daripada perasaan
ceroboh dan tidak terampil.
Pengetahuan individu tentang self efficacy didasarkan pada 4 type informasi :
1) Pencapaian performance dari perilaku yang dilaksanakan secara nyata dan

evaluksan akan secara nyata dan evalnasi performance yang berhubungan dengan

beberapa standar pribadi atau umpan balik yang diberikan oleh (wait lain.

2) Pengalaman — pengalaman dan mengobservasi performance orang lain dan


hubungannya dengan evaluasi diri sendiri dan umpan balik dan orang lain.
3) Ajakan secara verbal kepada orang lain bahwa is mempunyai kematnpuan untuk
melaksanakan tindakan tertentu.
4) Kondisi psikologis (kecemasan, ketakutan, ketenangan) dad mana seseorang
menyatakan kemampuannya.
Dalam HPM, selt eficacy yang diperoleh dipengaruhi oleh aktivity related
affeck. Makin positif affeck, makin besar persepsi eficacynya , sebaliknya
self eficacy mempengaruhi hambatan tindakan, dimana eficacy yang tinggi
akan tnengurangi persepsi terhadap hambatan untuk melaksanakan perilaku
yang ditargetkan. Self eficacy memotivasi perilaku promosi kesehatan secara
langsung dengan harapan eficacy dan secara tidak langsung dengan

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 19
Theory Nolla J Pender 201
0

mempengaruhi hambatan dan komittnen dalam melaksanakan rencana


tindakan.

d. Activity-Related Affect (Afeldsikap yang berhubungan dengan Aktivitas)

Perasaan subjektif muncul sebelum, saat dan setelah suatu


perilaku, didasarkan pada sifat stimulus perilaku itu sendiri. Respon afektif ini
dapat ringan, sedang atau kuat dan secara sadar di natnai, dishripan di
dalam memori dan dihubungkan dengan pikiran-pikiran perilaku selanjutnya.
Respon-respon afektif terhadap perilaku khusus terdiri atas 3 komponen yaitu :
emosional yang muncul terhadap tindakan itu sendiri (activity-related),
menindak diri sendiri (self-related ), atau lingkungan dimana tindakan itu
terjadi (context-related).

Perasaan yang dihasilkan kemungkinan akan mempengaruhi apakah


individu akan mengulang perilaku itu lagi atau mempertahankan perilaku
lamanya. Perasaan yang tergantung pada perilaku ini telah diteliti sebagai
determinan perilaku kesehatan pada penelitian terakhir. Afek yang
berhubungan dengan perilaku mencerminkan reaksi emosional langsung
terhadap pemikiran tentang perilaku tersebut, yang bisa positif atau negative —
Apakah perilaku tersebut menggernbirakan, menyenangkan, dapat dinikmati,
membingungkan, atau tidak menyenangkan. Perilaku yang berhubungan
dengan afek positif kemungkinan akan di ulang dan yang negative
kemungkinan akan dihindari. Beberapa perilaku, bisa menimbulkan perasaan
positif dan negative. Dengan detnikian, keseimbangan relative di antara afek
positif dan negative sebelum, saat dan setelah perilaku tersebut merupakan hal
yang penting untuk diketahui. Activity-related Affect ini berbeda dari dimetisi
evaluasi terhadap

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 20
Theory Nolla J Pender 201
0

sikap yang dikemukakan olch Fishbein dan Ajzen. Dimensi evaluasi terhadap
sikap lebih mencerminkan evaluasi afektif pada hasil spesifik dari suatu perilaku
dari pada respon terhadap sifat stimulus perilaku itu sendiri.
Untuk beberapa perilaku yang diberikan, rentang penuh dari perasaan
negative dan positif harus diuraikan sehingga keduanya dapat diukur secara akurat.
Dalam beberapa instrument untuk mengukur afek, perasaan negatif diuraikan
secara lebih luas dari pada perasaan positif. Hal ini tidak rnengherankan
karena kecemasan, ketakutan dan depresi telah diteliti lebih banyak
dibandingkan perasaan senang, gembira dan tenang. Berdasarkan teori
kognitif social, terdapat hubungan antara self:- efficacy dan activity-related
affect. McAulay dan Courneya menemukan bahwa respon afek positif saat
latihan merupakan predictor yang penting terhadap efficacy setelah latihan. Hal
ini sesuai dengan pernyataan Bandura bahwa respon emosional dan pengaruhnya
terhadap keadaan psikologis saat melaktikan suatu perilaku berperan sebagai sumber
informasi efficacy. Dengan demikian, activity-related Affect dikatakan
mempengaruhi perilaku kesehatan secara langsung maupun tidak langsung
melalui self-efficacy dan komitmen terhadap rencana tindakan.
e. Interpersonal Influences
Menurut HPM, pengaruh interpersonal adalah kesadaran mengenai perilaku,
kepercayaan atau pun sikap terhadap orang lain. Kesadaran ini bisa atau tidak
bisa sesuai dengan kenyataan. Sumber utama pengaruh interpersonal pada
perilaku promosi kesehatan adalah keluarga ( orang tua dan saudara kandung ),
tertian, dan petugas perawatan kesehatan. Pengaruh interpersonal meliputi :
norma ( harapan dari orang-orang yang berarti ), dukungan social ( dorongan
instrumental dan emosional) dan modeling ( pembelajaran melalui
mengobservasi perilaku khusus seseorang ). Tiga proses interpersonal ini
pada sejumlah penelitian kesehatan tampak mempredisposisi seseorang
untuk melaksanakan perilaku promosi kesehatan . Norma sosial mernbentuk
standar pelaksanaan yang dapat dipakai atau ditolak oleh individu. Dukungan
social untuk suatu perilaku menyediakan sumber-sumber dukungan yang

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 21
Theory Nolla J Pender 201
0

diberikan oleh orang lain. Modeling menggambarkan komponen berikutnya


dari perilaku kesehatan dan merupakan sategi yang penting bagi perubahan
perilaku dalam teori kognitif social. Pengaruh interpersonal mernpengaruhi perilaku
promosi kesehatan secara langsung maupun tidak langsung melalui tekanan social
atau dorongan untuk komitmen terhadap rencana tindakan.
Individu sangat berbeda dalam sensitivitas mereka terhadap harapan, contoh dan pujian
orang lain. Namun, diberikan motivasi yang cukup untuk berperilaku dalam cara yang
konsisten dengan pengaruh interpersonal, individu mungkin akan melakukan
perilaku-perilaku yang akan menimbulkan pujian dan dukungan social bagi mereka.
Agar pengaruh interpersonal . memiliki efek, individu haruslah menyelesaikan
perilaku tersebut, harapan dan input orang lain, memahaminya dan
menyatukannya ke dalam kesadaran yang mewakili perilaku yang telah
diberikan. Kemungkinan untuk mempengaruhi orang lain dapat bervariasi
perkembangannya dan lebih khusus tampak pada orang dewasa. Beberapa
kebudayaan mungkin lebih menekankan pada pengaruh interpersonal dari
pada yang lainnya. Contohnya, familismo di antara populasi Hispanic
dapat inendorong seseorang untuk melaksanakan perilaku khusus bagi
kebaikan keluarga dari pada bagi pencapaian personal.
f. Pengaruh Situasional (Situational Influences)
Persepsi dan kesadaran personal terhadap berbagai situasi atau keadaan
dapat memudahkan atau menghalangi suatu perijaku.Pengaruh situasi pada
perilaku promis kesehatan meliputi persepsi terhadap pilihan yang ada,
kharakteristik pennintaan, dan ciri-ciri estetik dari suatu lingkungan dimana
perilaku tersebut dilakukan. Kaplan dan Kaplan, dalam kerja mereka di
lingkungan yang dikembalikan natural, telah meneknankan kesadaran
bagaimana lingkungan atau keadaan situasional dapat mempengaruhi
kesehatan dan perilaku kesehatan. Individu tertarik dan lebih kompeten
dalam perilakunya di dalam situasi atau keadaan lingkungan yang mereka rasa
lebih cocok dari pada lingkungan yang tidak cocok, lingkungan yang
berhubungan dari pada yang asing, lingkungan yang aman dan meyakinkan dari

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 22
Theory Nolla J Pender 201
0

pada lingkungan yang tidak aman dan rnengancarn. Lingkungan yang menarik
juga lebih diinginkan untuk melaksanakan perilaku kesehatan.
Dalarn HPM, pengaruh situasional telah dikernukakan sebagai pengaruh
langsung atau tidak langsung pada perilaku kesehatan. Situasi dapat
secara langsung mempengaruhi perilakti dengan menyediakan suatu
lingkungan yang diisi dengan petunjuk-petunjuk yang akan menimbulkan
tindakan. Sebagai contoh, sutau lingkungan yang di tulis dilarang merokok
akan menciptakan klarakteristik perilaku tidak merokok dilingkungan tersebut
seperti yang diminta. Peraturan perusahaan

untuk menggunakan alat pelindung pendengaran akan menciptakan perilaku


menggunakannya. Ke dua situasi ini mendukung komitmen untuk tindakan kesehatan.

Pengaruh situasional telah meinberikan sedikit perhatian pada penelitian HPM


sebelumnya dan dapat diteliti lebih lanjut sebagai determinan yang secara potensial
penting bagi perilaku kesehatan. Mereka dapat dipegang sebagai kunci penting dalani
mengembangkan stategi barn yang lebih efektif untuk memfasilitasi penerirnaan dan
pemelihaman perilaku kesehatan.

3. Hasil Perilaku
Tanggung jawab untuk merencanakan tindakan (POA) merupakan awal dari
suatu peristiwa perilaku. Tanggung jawab ini akan mendorong individu ke arah
perilaku kecuali kebutuhan berkompetisi yang tidak dapat dihindari oleh individu
atau pilihan berkompetisi tidak ditolak oleh individu.
a. Tanggung Jawab Untuk Merencanakan Tindakan (POA)

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 23
Theory Nolla J Pender 201
0

Manusia umumnya meningkatkan perilaku berorganisasi daripada tidak.


Menurut Ajzen dan Fishbein, kesengajaan adalah faktor utama yang
menentukan kernauan berperilaku. Tanggung dalam merencanakan tindakan
pada HiPM yang telah direvisi menunjukkan pokok yang mendasari proses
kognitif:
1) Tanggung jawab untuk melakukan tindakan yang spesifik pada waktu dan
tempat yang telah diberikan dengan orang-orang tertentu atau secara
sendirian, dengan mengabaikan pilihan berkompetensi
1) Mengidentifikasi strategi-strategi yang menentukan untuk
mendapatkan, membawa dan memperkuat perilaku
3) Kebutuhan mengidentifikasi strategi-strategi spesifik digunakan pada tempat
yang berbeda didalam rangkaian perilaku, kedepannya merupakan
kemungkinan yang disengaja dan yang lebih lanjut bahvva perencanaan
tindakan (POA) yang dikembangkan oleh perawat dan klien akan
sukses di implementasikan. Contohnya, strategi perjanjian terdiri dari
tindakan/aksi persetujuan satu sama lain dimana tanggung jawab satu
kelompok dengan pemahaman bahwa kelompok lain akan menyedikan
beberapa penghargaan yang nyata atau kekuatan jika kelompok pertama
bertanggung jawab secara terus menerus. Strategi-strategi dapat dipilih
oleh Mien untuk meinberiUn kektatan terhadaP perilaku kekhatan
ifienurut pilihan mereka sendiri dan berdasarkan tahap perubahan yang
mereka hadapi. Tanggung jawab sendiii taripa strategi-strategi dari
tenian sejawat serif*

mengahasilkan 'Ittjuall yang balk" namun gagal membentuk suatu nilai


perilaku kesehatan.
b. Kebutuhan Untuk Segera Berkotripetisi dan Pilihan-Pilihan
Kebutuhan untuk segera berkompetisi atau pilihan-pilihan merujuk pada
alternatif perilaku yang memaksakan k-edalam kebingungari sebagai bagiaddari
yang mungkin terjadi sebelumnya dan segera diharapkan menjadi perilaku promosi

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 24
Theory Nolla J Pender 201
0

kesehatan yang direncanakan. Kebutuhan berkompetisi dipandang sebagai


perilaku aiternatif dimana individu relatif memiliki level kontrol yang
rendah karena ketergantungan terhadap lingkungan seperti bekerja atau
tanggung jawab perawatan keluarga. Kegagalan berespon terhadap suatu
kebutuhan dapat memiliki efek yang tidak menguntungkaii untuk did sendiri
atau untuk hal-hal lain yang penting. Pilihan herkompetisi dipandang seba ai
alternatif perilaku dengan kekuatan penuh yang bersifat lebih yang Maria
individu relatif nienggurtakan level kontrol yang tinggi. Mereka dapat
mengeluarkan pen aku promosi kesehatan dan setuju menjadi perilaku
kornpetisi. Tingkat dimand individu mampu Melawan pilihan kornpetensi
tergantung pada kemampuannya menjadi pengatur diri. Contoh dari
"memberi" pilihan kompetetisi adalah mernilih titak-atiati tinggi letnak daripada
rendah lernak kareria rasa atau selera pilihan; mengemudi dengan melewati
pusat rekreasi; selalu berlatih berhenti di mall (suatu pilihan untuk melihat-
lihat atau belanja daripada berolahraga). Kedua kebutuhan kompetisi dan
pilihan dapat menggelincirkan suatu yang rencana tindakan yang salah satunya
telah dilakukati. Kebuttthan koMpetisi dapat berbeda dari rintangan yang hares
dibawa oleh individu dan perilaku yang tidak diantisipasi berdasark-an pada
kebtittihän eksternal atau haSil yang tidak baik/thengtintungkan dapat terjadi.
Pilihan kompetisi dapat berbeda dari rintangan seperti kekurangan waktu,
karena pilihan kompetisi adalah dorongan terakhir yang didasari pada hirarki
pilihan yang menggelincirkan suatu rencana untuk tindakan kesehatan yang
positif.
Ada terdapat bermacam kernarnpuan individu untuk mendukung
perhatian dan menghindari gangguan. Beberapa individu dapat
mempengaruhi perkembangan atau secara biologis menjadi lebih mudah
dipengaruhi selama tindakan daripada yang lain. Hambatan pilihan
kompetensi memerlukan latihan dari pengaturan dirt sendiri dan mengontrol
kettatripitäti. Kotnitthen yang kuat untuk trieteneanikati tindakan dapat
mendukung pengabdian untuk melengkapai suatu perilaku mengingat kebutuhan

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 25
Theory Nolla J Pender 201
0

akan kornpetisi atau pilihan. Didalarn HPM, kebutuhan kompetisi dengan


segera dan

pilihan secara langsung mempengaruhi kemungkinan terjadinya perilaku kesehatan


sebagaimana penganth tanggung jawab moderat
e. Perilaku Prornosi Kesehatan
Variabel pada model ini telah ditujukan secara ekstensif melalui buku sehingga
disini memerlukan sedikit diskusi yang lebih jauh. Perilaku promosi kesehatan adalah titik
akhir atau hasil tindakan pada PM. Bagaimanapun, harus dicatat bahwa perilaku promosi
kesehatan pada akhirnya adalah langsung bertujuan untuk mencapai hash
kesehatan yang positif bagi klien. Perilaku promosi kesehatan, khususnya
ketika berintegrasi menjadi gaya hidup sehat yang rneliputi semua aspek
kehidupan, menghasilkan pengalarnan kesehatan yang positif disepanjang
proses kehidupan.

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 26
Theory Nolla J Pender 201
0

DAFTAR PUSTAKA

Nola J. Pender. (1996). Health Promotion in Nursing Practice. USA : A. Simon & Schuster
Company

Tomey, A,M (2006). Nursing theorists and their work,6th edition. St, Louis, Missouri; C.V.
Mosby Company

http://currentnursiung.com/nursing theoris.htm2. diakses 7 April 2009.


http•//www.nursing.umich.edu/faculty/pender-nola.htm. diakses 8
April 2009

Nursing Theory Nolla J Pender. http://safrudin.com,


http://aipni.blogspot.com 27