Anda di halaman 1dari 3

BAB VII

SIMPULAN DAN SARAN


A.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil praktik manajemen puskesmas oleh mahasiswa Program

Profesi Ners PSIK FK UNLAM dari tanggal 12 Oktober s.d 5 Desember 2015,
didapatkan beberapa simpulan sebagai berikut:
1.

Puskesmas Banjarbaru Selatan merupakan puskesmas perkotaan denga luas


wilayah 21,27 Km2

terbagi tiga wilayah dengan jumlah total 28.609

penduduk tahun 2015. Puskesmas Banjarbaru Selatan memiliki jumlah tenaga


kerja sebanyak 61 orang, dan memiliki sarana prasarana pelayanan kesehatan
yang cukup lengkap. Puskesmas Banjarbaru Selatan juga menjalankan
program upaya kesehatan wajib, dan upaya kesehatan pengembangan, serta
program penunjang dan Pelayanan Administrasi dan Tata Usaha
2.

Gambaran manajemen puskesmas berdasarkan 5m didapatkan hasil, bahwa


m1 (sumber daya manusia), m2 (sarana dan prasarana), m3 (metode), m4
((keuangan), dan m5 (marketing) pada Puskesmas Banjarbaru Selatan yang
ada sudah baik. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pihak
Puskkesmas seperti seperti pengadaan ruangan khusus penyakit menular
(ruang isolasi) seperti TB Paru dan ruangan untuk pengambilan obat serta
konseling terkait TB Paru, peningkatan realisasi pelayanan program yang
belum sesuai target, dan menjalankan program yang realisasinya masih jauh
dibawah target pencapaian.

3.

Berdasarkan hasil analisis SWOT terhadap M1-M1 bersifat agresif. Hal ini
menunjukkan manajemen di Puskesmas Banjarbaru Selatan baik Sumber
Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, Metode, keuangan, serta Marketing
yang sudah ada sudah baik. Meskipun ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan untuk ditingkatkan dalam usaha menghadapi kelemahan dan
ancaman pada manajemen baik itu M1, M2, M3, M4, maupun M5 pada
Puskesmas Banjarbaru Selatan.

B.

SARAN
94

1.

Bagi Puskesmas
a. Mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dengan pengelolaan sumber
daya kader masyarakat yang baik sebagai sarana dalam strategi promosi
kesehatan terhadap masyarakat.
b. Memberikan reward yang sesuai dengan beban kerja pegawai serta reward
non materi berupa pemberian kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan
pelatihan bagi karyawan yang berprestasi.
c. Memberikan motivasi bagi karyawan atau petugas kesehatan terutama
keperawatan untuk meningkatkan jenjang pendidikan dan rutin mengikuti
pelatihan, misalnya pelatihan kegawatdaruratan kepada petugas yang
belum pernah mengikuti pelatihan kegawatdaruratan.
d. Meningkatkan sinergisitas pihak puskesmas dan pihak pendidikan dalam
peningkatan kompetensi yang dipunyai oleh para petugas kesehatan di
Puskesmas melalui pendidikan berkelanjutan.
e. Mengupayakan adanya penambahan atau pengalokasian ruangan khusus
pasien dengan penyakit menular (ruang isolasi).
f. Mengefisienkan penggunaan barang habis pakai untuk dapat menekan
pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh Puskesmas.
g. Mengoptimalkan kerja sama lintas sektor dengan mengadakan pertemuan
bersama pihak lain seperti kecamatan dan kelurahan, pihak ketiga misalnya
BPJS, dan juga instansi-instansi lain yang terkait.
h. Diperlukan peningkatan kerja sama lintas program, lintas sektor, dan
dengan kader kesehatan untuk mencapai target yang belum tercapai.
i. Peningkatan koordinasi antara bendahara dengan pelaksana kegiatan
beserta staf puskesmas serta pengawasan yang berkelanjutan oleh kepala
Puskesmas terkait pembiayaan.
j. Peningkatkan mutu pelayanan puskesmas melalui peningkatan kualitas
SDM dengan memberikan kesempatan mengikuti pendidikan lanjutan
maupun pelatihan, serta pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai
untuk menunjang pelaksanaan pelayanan di puskesmas.
2. Bagi Akademik
a. Peningkatan sinergisitas pihak pendidikan dan pihak puskesmas dalam
peningkatan kompetensi yang dipunyai oleh para petugas kesehatan di
Puskesmas.
95

b. Mengikutsertakan

pihak

puskesmas

untuk

berpartisipasi

dalam

pelaksanaan lokakarya yang dilakukan oleh institusi pendidikan dalam


penyusunan kurikulum dan penentuan kompetensi anak didiknya.

96