Anda di halaman 1dari 9

POS

1
Ibu seorang anak berumur 10 tahun datang ke praktik dokter gigi dengan
keluhan gigi depan anaknya yang tidak bisa tumbuh. Dari pemeriksaan klinis
ditemukan gigi 11 sudah erupsi sempurna sedangkan gigi 21 sama sekali belum
terlihat tanda-tanda erupsi. (Diberikan foto klinis dengan gambaran gigi 21 tidak
erupsi, terdapat sedikit pembesaran gingiva warna agak biru-translusen dan foto
panoramik yang menunjukkan gigi 21 ada, namun impaksi, secara klinis space
masih ada, tp ga terlalu keliatan odontomanya nempel ga sama giginya).
Soal:
1. Anamnesis untuk mengetahui kelainan pada anak.
2. Tulis diagnosis dan rencana perawatan.
3. Edukasi diagnosis dan rencana perawatan pada ibu pasien.
4. Jelaskan prognosisnya kepada ibu pasien.
JAWABAN
1. Anamnesis untuk mengetahui kelainan pada anak.
Perkenalan: Selamat pagi, Bu. Saya drg Felicia. Sebelum saya bertanya-
tanya lebih lanjut, saya bicara dengan Ibu siapa? (Ortu pasien sebut
nama).
Ada keluhan apa bu? Ini dok, jadi gigi anak saya ini ga tumbuh-
tumbuh. Gigi sebelahnya sudah tumbuh, tapi gigi yang satunya lagi
ini ga bisa tumbuh dok.
Ibu sudah menyadari hal ini sejak kapan bu?
Apakah anak ibu mengeluhkan ada sakit pada gusi daerah gigi
yang tidak bisa tumbuh?
Apakah ibu memperhatikan ada pembengkakkan atau perubahan
warna pada gusi anak ibu?
2. Diagnosis: Odontoma kompleks (karena bentukan radiopasitasnya tidak
beraturan dan tidak membentuk gigi). Rencana perawatannya adalah
dengan eksisi/kuretase/enukleasi (Entah bahasanya yang bener apa krn
di tiap buku ngomongnya beda-beda. Intinya massa odontomanya
dikeluarkan).
3. Edukasi diagnosis dan rencana perawatan: Bu, tidak bisa keluarnya gigi
anak ibu ini disebabkan oleh suatu kondisi yang namanya odontoma. Nah
odontoma ini sebenarnya merupakan tumor jinak yang berasal dari gigi.
Perawatannya adalah dengan cara mengeluarkan massa tersebut dengan
prosedur bedah. Untuk gigi tetapnya, kita lihat bu, apabila massa tersebut
menempel dengan gigi tetapnya, terpaksa gigi tetapnya akan dicabut
pada saat proses pembedahan. Setelah itu dapat dipertimbangkan untuk
pembuatan gigi tiruan untuk alasan estetika. Namun apabila massa tidak
berasosiasi langsung dengan giginya, gigi tetap dapat dipertahankan, yang
kemudian selanjutnya akan dilakukan perawatan ortodonsia dengan
nama windowing. Jadi gigi yang terpendam ini dapat ditarik ke luar
dengan bantuan alat ortodonsia.
4. Prognosis untuk kasus anak ibu ini baik. Tumor ini merupakan tumor
jinak yang berkapsul sehingga tidak membahayakan jaringan sekitarnya,
dapat dihilangkan dengan cara dikeluarkan dengan prosedur bedah, dan
usia anak yang masih muda sehingga masih memiliki kemampuan
penyembuhan yang cepat. Apakah yang saya jelaskan sudah dapat
dimengerti? Atau ada yang ingin ditanyakan lagi, bu?


POS 2
Seorang laki-laki 30 tahunan datang dengan keluhan gusi sering berdarah dan
mengalami pembengkakkan. Pasien datang dengan membawa hasil pemeriksaan
darah lengkap yang meliputi (hemoglobin, jumlah eritrosit, leukosit, dan
trombosit, hematokrit).
Soal:
1. Anamnesis pasien, kemudian tulis pada lembar jawaban.
2. Jelaskan hasil interpretasi pemeriksaan darah lengkap kepada pasien.
3. Tulis diagnosis.
4. Edukasi diagnosis dan rencana perawatan kepada pasien.
JAWABAN
1. Anamnesis pasien.
Perkenalan: Selamat pagi, Pak. Saya drg Felicia. Saya bicara dengan Bapak
siapa? Usia berapa pak?
Ada keluhan apa pak?
Sudah sejak kapan?
Apakah sakit?
Apakah berdarah?
Apakah sebelumnya pernah mengalami hal yang sama?
Apakah sudah bapak berikan obat?
Apakah sudah pernah ke dokter gigi sebelumnya? Jika ya,
diberikan perawatan apa?
Apakah bapak sedang dalam perawatan dokter? Iya, dok, saya
sedang dalam perawatan dokter. Cuci darah setiap sebulan sekali.
Bapak mengkonsumsi obat apa dari dokter? Amlodipin dan
heparin (kalo ga salah krn ga jelas pasiennya ngomong apa).
Apakah bapak merokok?
Berapa kali bapak menyikat gigi dalam sehari? Kapan? Bagaimana
cara menyikat giginya?
Sesudah anamnesis, tulis di lembar jawaban:
OS pria, usia . tahun, datang dengan keluhan gusi bengkak, dst.
2. Bapak membawa hasil pemeriksaan darah ya? Coba boleh saya lihat dulu
pak? Kalo dari hasil pemeriksaan darah ini, bapak mengalami anemia
(karena hemoglobin di bawah batas, sedangkan pemeriksaan lain
normal).
3. Diagnosis: Drug-induced gingival hyperplasia.
4. Edukasi diagnosis dan rencana perawatan: Jadi pak, gusi bengkak ini
secara medis namanya drug-induced gingival hyperplasia.
Pembengkakkan gusi yang disebabkan oleh obat yang bapak konsumsi.
Untuk penanganannya, pertama saya akan merujuk bapak ke dokter
penyakit dalam yang memberikan obat tersebut ke bapak, apakah
obatnya bisa diganti dengan obat lain atau tidak. Tentu saja dengan efek
obat yang sama, namun yang tidak memiliki efek samping gusi bengkak.
Kemudian bapak kontrol ke saya sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Nanti kita lihat, apabila bengkaknya hilang, tidak perlu dilakukan
perawatan apa-apa. Tapi apabila bengkaknya tetap tidak bisa hilang,
maka saya akan lakukan prosedur, namanya gingivektomi untuk
membuang pembengkakkan pada gusi agar ukurannya kembali normal.
Selain perawatan yang tadi saya sudah sebutkan, diperlukan juga


perawatan untuk mengontrol kebersihan mulut. Untuk itu, sebagai terapi
awal, saya akan melakukan pembersihan mulut dan melakukan
pembuangan karang gigi. Setelah itu akan saya resepkan obat kumur
untuk dipakai 2x sehari setelah sikat gigi. Apakah bapak sudah mengerti
yang barusan saya jelaskan? Apakah ada yang ingin ditanyakan?

POS 3
Seorang pasien datang ke praktik dokter gigi dengan perdarahan pasca
ekstraksi. Dari hasil pemeriksaan terlihat terdapat serpihan tulang yang tajam di
dalam socket.
Soal:
1. Verbalkan dan lakukan penanganan perdarahan pasca ekstraksi.
2. Verbalkan dan lakukan penjahitan socket dengan teknik figure of eight.
JAWABAN
Jangan lupa menggunakan masker dan gloves.
Sebelumnya, pasien dijelaskan prosedur yang akan dilakukan secara
singkat. Untuk melakukan penanganan perdarahan pasca ekstraksi,
pertama dilakukan irigasi dengan NaCl 0.9%, kemudian ambil tulang yang
tajam dengan rongeur (knoble tang) atau bone file untuk menghaluskan
(tapi di pos ga ada, jadi mungkin maksudnya tulangnya as simple as
diambil dengan menggunakan pinset). Kemudian dilakukan kuretase
ringan pada socket sambil irigasi. Setelah itu, masukkan spongostan ke
dalam socket hingga penuh sampai pada batas luar socket.
Lakukan penjahitan dengan figure of eight. (Lihat cara jahit di sini:
http://www.youtube.com/watch?v=IHj6nLALvMA)

Sumber: Fragiskos, FD. Oral Surgery, 1 ed.





POS 4
Seorang pasien datang ke praktik dokter gigi untuk dilakukan pemeriksaan guna
perawatan ortodonsia. Dari hasil pemeriksaan pasien mengalami
Temporomandibular Joint Disorder (TMD).
Soal:
1. Verbalkan dan lakukan pemeriksaan TMJ, kemudian tuliskan hasilnya.
2. Verbalkan dan lakukan pemeriksaan freeway space untuk pasien,
kemudian tuliskan hasilnya.
JAWABAN
Perkenalan: Selamat pagi, Bu. Saya drg Felicia. Sekarang saya akan melakukan
pemeriksaan sendi rahang dan pengukuran jarak dari posisi rahang istirahat dan
posisi rahang saat menggigit.
Gunakan masker dan gloves.
1. Pemeriksaan TMJ (inspeksi, auskultasi, dan palpasi) Sumber: Slide OA
drg. Yulianti Kemal, Sp.Perio
Periksa pembukaan rahang maksimal (normalnya kurang lebih 40
mm). Palpasi pada saat membuka mulut di bawah tulang
zygomatik, palpasi pada saat menutup mulut di depan tragus dan
di dalam meatus akustikus eksternus.
Periksa ada atau tidaknya deviasi atau defleksi pada saat membuka
dan menutup mulut.
Periksa apakah ada suara dan rasa sakit pada saat membuka dan
menutup mulut.
Periksa apakah ada sakit atau tidak pada saat palpasi TMJ.
Periksa apakah ada sakit atau tidak pada saat palpasi otot
temporalis dan masseter.
Tulis jawaban di lembar ujian SELENGKAP MUNGKIN.
2. Pemeriksaan freeway space: (Melakukan ini agak jadi cobaan hidup sih
karena pasiennya beneran punya TMD dengan deviasi, clicking, gigitan
kelas 3, dan agak susah diinstruksi untuk menggigit dengan mandibula
tidak dimajukan ke depan -___-)
Pasien diinstruksikan untuk duduk tegak dan rileks, pandangan
lurus ke depan.
Tempelkan selotip pada ujung hidung (pronasal) dan bagian dagu
paling prominen (pogonion), setelah itu beri titik dengan
menggunakan spidol.
Pasien diinstruksikan untuk mengucapkan M, operator mengukur
jarak antar titik dengan menggunakan jangka sorong.
Lakukan pemeriksaan tersebut selama beberapa kali, catat, dan
rata-rata.
Pasien kemudian diinstruksikan untuk menelan ludah kemudian
menggigit dibantu dengan dorongan tangan operator pada
mandibula pasien.
Lakukan pengukuran antar titik selama beberapa kali, catat, dan
rata-rata.
Tulis di lembar jawaban: DV fisiologis, DV oklusal, dan freeway space.




POS 5
Seorang anak laki-laki, 6 tahun, BB 20 kg, datang dengan keluhan
pembengkakkan pada pipi kiri. Pasien mengalami demam. (Diberikan foto klinis
pasien, pembengkakkan pada pipi kiri serta foto radiografis menunjukkan gigi
74 karies oklusal mencapai kamar pulpa, bifurkasi terlihat radiolusensi, gigi
goyang derajat 2, radiolusensi periapikal luas meliputi seluruh akar).
Soal:
1. Tuliskan diagnosis dan rencana perawatan pada pasien ini.
2. Jelaskan pathogenesis karies dan cara edukasi kepada pasien (terutama
orang tuanya).
3. Tuliskan resep untuk pasien anak tersebut.
JAWABAN
1. OS demam, EO bengkak gede banget, IO sama, klinis gigi goyang,
radiografis radiolusensi di bifurkasi dan periapikal meluas meliputi
seluruh akar. Diagnosis: tak lain dan tak bukan adalah abses
dentoalveolar ec nekrosis pulpa. Rencana perawatan: ekstraksi dengan
pembuatan space maintainer.
2. Bengkak seperti ini disebabkan oleh lubang pada gigi yang tidak dirawat.
Lubang pada gigi ini disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu faktor gigi itu
sendiri, bakteri, lingkungan, dan waktu. Sesaat setelah gigi selesai
dibersihkan, maka gigi akan dilapisi oleh lapisan dari saliva, yaitu pelikel.
Kemudian, bakteri akan menempel pada pelikel ini. Apabila kita makan
makanan yang manis, maka bakteri akan menggunakan makanan manis
ini untuk menempel semakin kuat pada gigi. Hasil metabolisme bakteri ini
adalah asam. Asam ini yang kemudian akan melarutkan email pada gigi.
Jika email semakin banyak yang larut maka akan terjadi gigi berlubang.
Bila tidak dilakukan perawatan, maka bakteri akan terus merusak
struktur gigi dan sampai pada jaringan pulpa gigi yang kemudian
mengakibatkan infeksi sehingga menyebabkan sakit. Dibiarkan terus
menerus, infeksi bakteri akan menyebabkan matinya pulpa dan
membentuk infeksi di daerah ujung akar gigi dan menyebabkan bengkak
seperti yang terjadi pada anak ini. Bakteri yang sudah melekat kuat
dengan gigi, maka berkumur saja tidak dapat membersihkan gigi. Oleh
karena itu, diperlukan tindakan berupa sikat gigi. Sikat gigi harus
dilakukan pada pagi hari setengah jam setelah sarapan dan malam hari
sebelum tidur. Gerakan sikat gigi juga harus diajarkan kepada anak
dengan benar. Kurangi makan makanan manis dan lengket seperti coklat
dan permen karena makanan manis merupakan sumber nutrisi bagi
bakteri untuk menempel pada gigi. Kurangi juga minum minuman yang
bersoda dan asam serta sports drink karena minuman-minuman tersebut
memiliki pH yang rendah yang dapat secara langsung menyebabkan
mineral pada email larut. Perbanyak makan buah dan sayur serta
makanan bergizi lainnya. Jangan lupa untuk kontrol ke dokter gigi setiap
6 bulan sekali.
Pada kasus ini, infeksi yang terjadi sudah luas sekali dan menyebabkan
gigi goyang. Oleh sebab itu, perawatan yang dipilih adalah dengan
mencabut gigi ini (ekstraksi). Namun dikarenakan gigi tetap penggantinya
masih cukup lama untuk erupsi, diperlukan pembuatan space maintainer
untuk menjaga agar ruangan untuk gigi tetapnya ada. Apabila tidak


dibuatkan space maintainer, maka gigi di belakangnya akan maju dan
menyebabkan ruangan untuk gigi tetapnya berkurang sehingga gigi
tetapnya nanti akan berjejal.
3. Dosis lazim Amoxicillin: 25-50 mg/kgBB/hari. Jadi untuk anak ini, 500-
1000 mg/hari = 166.67-333.33 mg/kali.
Dosis lazim Paracetamol: 10-15 mg/kgBB/hari. Jadi untuk anak ini, 200-
300 mg/hari = 66.67-100 mg/kali.

drg. Felicia Paramita
SIP 1234567890
Klinik ABCDE
Jl. ABCDE No. 1
Jakarta
Jakarta, 26 April 2014

R/Amoxicillin syrup 250mg/5ml fl No. II
S 3 dd Corig I pc
R/ Paracetamol syrup 75mg/5ml fl No. I
S 3 dd Corig I prn

Pro
BB

: An. Adi, laki-laki, 6 tahun


: 20 tahun


POS 6
Soal:
1. Verbalkan dan pilih alat-alat yang digunakan untuk cavity entrance gigi
21.
2. Gambarkan outline cavity entrance pada gigi 21.
3. Verbalkan dan lakukan prosedur cavity entrance pada phantom.
4. Verbalkan cara pengecekan apakah cavity entrance sudah adekuat.
JAWABAN
1. Alat-alat yang digunakan untuk cavity entrance adalah:
Alat standar yang terdiri dari 2 kaca mulut, sonde halfmoon,
pinset, dan ekskavator (tapi di pos kemaren ga lengkap, kaca mulut
cuman sebiji).
Sonde lurus atau sonde berkait (di pos cuman ada sonde lurus).
Bur bulat dan safe-end bur (Diamendo).
2. Gambar outline cavity entrance:


Sumber: Ingle Endodontics, 5 ed.


3. Prosedur cavity entrance: (Disediakan mikromotor dan handpiece sih tapi
ga bisa nyala)
Sebelum melakukan prosedur, operator menggunakan masker dan
gloves.
Posisikan pasien (yang maksudnya adalah phantom), operator
berada di belakang kanan pasien.
Lakukan pembersihan jaringan karies dengan menggunakan bur
bulat.
Setelah jaringan karies terangkat semua, lakukan prosedur open
bur dengan menggunakan bur bulat sesuai dengan outline gigi 21
sampai terasa anjlok/jeblos kemudian ganti arah gerakan menjadi
laterooklusal untuk mengangkat atap pulpa.
Cek apakah seluruh atap pulpa sudah terangkat dengan
menggunakan sonde berkait (krn ga ada, pake sonde lurus).
4. Kriteria cavity entrance yang adekuat:
Karies dan restorasi yang buruk sudah diangkat semua, dicek
secara visual dengan bantuan kaca mulut.
Pandangan ke arah orifis dan saluran akar jelas, dicek secara visual
dengan bantuan kaca mulut.
Atap pulpa sudah terangkat semua, dicek dengan menggunakan
sonde berkait.
Alat dapat masuk ke saluran akar tanpa hambatan.
Membentuk toilet of cavity, yaitu mengakomodasi pembersihan
kamar pulpa dan saluran akar dengan cairan irigasi.
Memberikan retensi bagi tumpatan sementara.


POS 7
Pasien datang ke praktik dokter gigi dengan gigi 12 fraktur akibat kecelakaan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter gigi memutuskan untuk merestorasi
dengan mahkota tiruan penuh. Setelah dilakukan preparasi, dokter gigi akan
melakukan pembuatan mahkota tiruan sementara secara direk.
Soal:
Verbalkan dan lakukan pembuatan mahkota tiruan sementara secara direk.
JAWABAN
1. Sebelum melakukan prosedur operator menggunakan masker dan gloves
(walopun ga disediain di pos ngomong aja).
2. Pilih cetakan MTS sesuai dengan elemen giginya dan sesuaikan besarnya.
Cobakan ke gigi yang sudah dipreparasi.
3. Patahkan bagian yang ada tulisan elemennya.
4. Oleskan Vaseline pada seluruh permukaan gigi.
5. Masukkan bubuk akrilik ke dalam cucing, teteskan cairannya dengan
menggunakan pipet sampai terserap semua oleh bubuknya, ketok-ketok
cucing untuk membantu (sandy stage). Kalau cairan sudah terserap
semua dan mulai terlihat shiny, aduk dengan menggunakan cement spatle
sampai melewati stringy stage.
6. Setelah itu, akrilik akan memasuki dough stage. Segera masukkan ke
dalam cetakan MTS, cetakkan ke gigi yang sudah dipreparasi. Tunggu
hingga setting, lepaskan MTS dari cetakannya dan dari gigi, bersihkan


kelebihan akrilik dengan menggunakan acrylic trimmer, sesuaikan
bentuknya dan servikalnya.


POS 8
Pasien datang dengan keluhan terdapat benjolan pada langit-langit mulut yang
mengganggu, mudah berdarah apabila terkena sesuatu. (Diberikan foto klinis
pasien dengan benjolan pada palatum region 11 dan 12, ukuran sekitar 12 mm x
10 mm x 3 mm, warna tidak begitu jelas krn gambar jelek).
Soal:
1. Verbalkan deskripsi lesi kepada penguji.
2. Tuliskan diagnosis dan 3 differential diagnosis pada lembar ujian.
3. Tuliskan rencana perawatan.
4. Tuliskan surat rujukan untuk laboratorium patologi anatomi untuk
dilakukan pemeriksaan.
JAWABAN
1. Lesi pembesaran jaringan lunak berbatas jelas terletak pada palatum
regio gigi 11 dan 12 dengan ukuran sekitar 12 x 10 x 3 mm. Konsistensi
lunak, warna lebih merah dari jaringan sekitar, homogen, tidak terjadi
displacement gigi.
2. Diagnosis: pyogenic granuloma.
Differential diagnosis: epulis granulomatosa (biasanya terjadi di socket
bekas ekstraksi), epulis gigantoselulare/peripheral giant cell granuloma
(warnanya agak biru keunguan atau dark red, bisa sessile atau
pedunculated, kadang adanya di edentulous ridge), epulis fibromatosa
(tidak mudah berdarah).
3. Rencana perawatan: insisi biopsy (karena gede banget jangan langsung
eksisi).
4. Surat rujukan:

drg. Felicia Paramita
SIP. 1234567890
Klinik ABCDE
Jl. ABCDE no. 1
Jakarta
Jakarta, 26 April 2014

Kepada Yth.
Laboratorium Patologi Anatomi
RS X

Bersama ini saya kirimkan sampel hasil insisi biopsy lesi yang terletak di
palatum regio 11 dan 12 atas pasien:
Nama
: Tn/Ny/Nn
Usia
: ..tahun
Pasien datang dengan keluhan benjolan pada langit-langit mulut yang membesar
sejak beberapa bulan yang lalu. Pasien mengeluhkan benjolan tersebut mudah
berdarah. Working diagnosis: pyogenic granuloma. Mohon dilakukan
pemeriksaan histopatologi pada sampel.
Atas kerjasamanya, btk.



(ttd)
drg. Felicia Paramita