Anda di halaman 1dari 7

POS 1 Gangguan Tumbuh Kembang

OS laki-laki, 16 tahun, gusi di gigi 11 dan 21 resesi. OS mengeluh ngilu apabila


minum dingin sejak 1 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan klinis ditemukan frenulum
tinggi sedangkan pada pemeriksaan radiografis tidak ditemukan adanya kerusakan
tulang. (Pada pos disediakan foto resesi gingiva segede HVS, gambarnya blur krn
digedein dan tray kotak stainless yang isinya pocket probe doang sebiji.)
Soal:
1. Verbalkan dan peragakan cara mengukur resesi dan tunjukkan tanda-tanda
anatomisnya.
2. Sebutkan klasifikasi Miller pada kasus di atas.
3. Sebutkan etiologi dan rencana perawatan sesuai dengan etiologi pada kasus
pasien di atas.
Jawaban:
1. Operator menggunakan masker dan gloves (sebut aja walopun di pos gak ada
barangnya), kemudian melakukan pengukuran resesi gingiva dengan
menggunakan pocket probe yang telah dikalibrasi (yang bergaris atau colour
coded). Pengukuran resesi dilakukan dengan cara mengukur jarak antara CEJ,
yaitu batas antara email dan sementum (tunjuk bagiannya) dengan margin
gingiva (tunjuk bagiannya). Setelah itu, hasilnya dicatat pada rekam medis
periodonsia pasien.
2. Klasifikasi Miller:

Kelas I: terdapat resesi gingiva, belum mencapai mucogingival


junction, dan tidak ada kerusakan tulang.

Kelas II: terdapat resesi gingiva yang sudah mencapai mucogingival


junction, namun tidak ada kerusakan tulang.

Kelas III: terdapat resesi gingiva yang sudah mencapai mucogingival


junction, terdapat kerusakan tulang pada daerah interdental, gigi
mengalami malposisi.

Kelas IV: terdapat resesi gingiva yan sudah melewati mucogingival


junction, terdapat kerusakan tulang yang parah, dan gigi mengalami
malposisi.

Therefore, gw kemaren menjawab Kelas I Klasifikasi Miller. Kenapa? Karena


dari gambar belom sampe mucogingival junction. Mucogingival junction itu


cukup jauh kok dari servikal gigi, udah agak deket apikal, sedangkan pada
pasien ini, kalo dibayangin gambarnya tanpa zoom, mungkin resesinya paling
banter 3 mm.
3. Etiologi resesi pada kasus ini secara spesifik adalah perlekatan frenulum yang
terlalu tinggi (dekat dengan interdental gigi). Jadi, definive treatmentnya
adalah frenektomi. Kalo mau ngemeng tentang cara menyikat gigi silakan
jelaskan, dan pasien juga diinstruksikan untuk menggunakan pasta gigi untuk
gigi sensitif while menunggu dijadwalkan operasi. Ngemeng aja yang panjang
krn waktunya sisa banyak banget daripada krik-krik moment sama pengujinya.
POS 2 Gangguan Tumbuh Kembang
OS datang dengan keluhan gigi 21 distoversion dan 22 mesiopalatoversion. Profil
lurus, overjet dan overbite 2 mm.
Soal:
1. Gambar design alat ortodonti lepasan untuk kasus di atas.
2. Pilih pegas dan tempelkan pada model.
3. Sebutkan gaya yang bekerja pada gigi tersebut.
4. Sebutkan cara aktivasi pegas tersebut.
Jawaban:
1. Jadi intinya gigi 21 dikasih pegas simple spring, gigi 22 dikasih pegas bumper
terbuka dengan ujung bebasnya ada di mesial. Abis itu gambar labial bow dari
C ke C dan Adams clasp. Jangan lupa basis akriliknya cuman sampe distal
M1 aja.
2. Nah pas pilih pegas gw bingung kan loh kok kagak disediain simple spring,
jadi ternyata yang ada C-coil (yah udah terlanjur gambar simple spring ya
udah lah yaa abis mau gimana), coil berlawanan dengan arah gerakan, tempel
pake malam merah di model. Ambil bumper terbuka, pasang dengan ujung
bebasnya ada di mesial, tempel juga pake malam merah di model. Abis itu
lakukan yang sama dengan labial bow dan Adams clasp.
3. Gaya yang bekerja: tipping.
4. Cara aktivasi: yang C coil diperbesar coilnya, abis itu kalo udah ada ruangan
baru bumper terbuka diaktivasi dengan cara memperbesar loop (1 aja karena
hanya ingin mendorong yan sebelah mesial).


POS 3 Degeneratif dan Kompromis Medis
Disediakan model gigi yan 45 dan 46-nya hilang.
Soal:
1. Lakukan pemasangan analyzing rod.
2. Lakukan prosedur untuk menentukan arah pemasangan gigi tiruan.
3. Buat garis survey pada lingkar terbesar gigi penyangga.
Jawaban:
1. Pemasangan analyzing rod ya pasang aja (bingung jelasinnya gimana).
2. Abis analyzing rod dipasang, pura-pura cari arah pemasangan, surveying
tablenya dimiring-miringin. Tapi karena ini modelnya model standar, jadi
pasti arah pemasangannya tegak lurus. Kunci surveying table.
3. Nah sebenernya abis itu, analyzing rodnya diganti dulu sama undercut gauge
(dibacanya gage yah teman-teman), buat tripoding mark pada posterior kanan
dan kiri, dan anterior. Tandai dengan pensil merah. Baru abis itu ganti
undercut gauge dengan carbon marker, survey lah gigi 44 dan 47, sama gigi 35
dan 36 untuk menentukan kontur terbesarnya.
POS 4 Neoplastik dan Non Neoplastik
OS laki-laki, 19 tahun, pada pemeriksaan klinis ditemukan 13 ada RK, bengkak regio
12 dan 13. Palpasi tidak sakit (sayangnya dia gak bilang ada krepitasi atau engga). Di
pos disediakan Ro panoramik yang ada lesi di antara 13 dan 14.
Soal:
1. Lakukan interpretasi radiograf panoramik, verbalkan, dan tulis.
2. Sebutkan diagnosis kasus tersebut.
3. Sebutkan rencana perawatan beserta alternatifnya.
4. Sebutkan rencana perawatan yan dipilih beserta alasannya.
Jawaban:
1. Terdapat lesi radiolusen pada apikal gigi 13 dan sudah meluas ke gigi 14,
bentuk membulat dengan ukuran kurang lebih 17-20 mm, batas jelas, struktur
interna radiolusen.
2. Diagnosis kasus ini: kista radikuler (aka kista periapikal). Kenapa bukan kista
globulomaksilaris?

Karena

sodara-sodara

ternyata

selama

ini

kista

globulomaksilaris adalah tidak ada, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut


apakah kista tersebut periapikal, periodontal, atau KOT (Sumber: Pharoah


edisi baru). Lagian juga kista globulomaksilaris adanya di antara gigi 2 dan 3
kok..
3. Rencana perawatan dan alternatifnya: PSA gigi 13 atau enukleasi.
4. Rencana perawatan menurut gw adalah enukleasi. Kenapa? Itu kista udah gede
banget, hampir 20 mm alias 2 cm, dengan batas kista sudah mencapai apikal
gigi 14. Itu aja kalo enukleasi kemungkinan 14-nya ikutan diekstraksi.
POS 5 Trauma dan Kecelakaan
OS laki-laki, 35 tahun, datang dengan keluhan sariawan pada pipi bagian kiri yang
sudah tidak sembuh sejak 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan klinis ditemukan gigi
16 berlubang besar dan ada bagian yang tajam mengenai mukosa.
Soal:
1. Lakukan anamnesis pada pasien.
2. Lakukan pemeriksaan kelenjar getah bening submandibula.
3. Tuliskan diagnosis pada lembar jawaban.
4. KIE pasien.
Jawaban:
1. Perkenalan diri: Selamat pagi, Pak. Nama saya drg Felicia. Saya bicara dengan
Bapak siapa? Usia? Pekerjaan? Alamat?

Ada keluhan apa, Pak? Ini dok, di pipi kiri bagian dalam ada sariawan.

Udah berapa lama, Pak? Udah 2 bulan dok gak sembuh-sembuh.

Sakit, Pak? Sakit banget kalo kena makanan atau gigi tajam di
sebelahnya.

Mudah berdarah gak, Pak? Engga.

Dari awal Bapak sadar ada sariawan itu, sariawannya membesar,


mengecil, atau ukurannya tetap? Membesar.

Sebelum sariawan ini, Bapak sering sariawan gak? Engga.

Ada penurunan berat badan gak? Engga.

Udah Bapak kasih obat apa aja? Banyak dok.. Albothyl, obat kumur
yang dijual di luar, sama obat cina yang bubuk ijo itu..

Udah ke dokter atau dokter gigi untuk masalah ini? Belum..

Sebelumnya udah pernah ke dokter gigi? Belum..

Di keluarga ada yang sering sariawan? Kakak dan adik saya sering
sekali sariawan, tapi cepet sembuh.. Tapi Bapak saya kena kanker
lidah, dan sekarang sudah meninggal.

2. Baik Pak, saya sekarang akan melakukan pemeriksaan kelenjar getah bening.
(Operator kemudian memakai masker dan gloves). Pak, boleh agak menunduk
sedikit? (Terus lakukan pemeriksaan kelenjar getah bening, dan tanya sakit
atau engga, ternyata pas diraba yang kiri, sakit).
3. Diagnosis: ulkus traumatikus. Differential diagnosis: Suspect SCC.
4. Jadi Pak, sariawan ini kemungkinan disebabkan oleh gigi yang tajam di
sebelahnya. Oleh karena itu, gigi tersebut harus dirawat/dicabut (you decide,
karena di gambarnya gak jelas, terserah mau yang mana). Saya juga akan
meresepkan obat kompres untuk sariawan tersebut. Setelah gigi tersebut
dirawat/dicabut, Bapak kontrol ke saya lagi ya. Kalau tidak sembuh, kita harus
mempertimbangkan untuk melakukan biopsi (pokoknya di sini pasien akan
sok panik, kita jelasin aja ngemeng). Ada yang masih tidak dimengerti atau
ingin ditanyakan?
POS 6 Penyakit Infeksi
Lupa vignette-nya, yang jelas 85 harus dipulpotomi.
Soal:
1. Verbalkan dan simulasikan preparasi pulpotomi.
2. Verbalkan dan lakukan prosedur pulpotomi.
Jawaban:
1. Operator menggunakan masker dan gloves.
2. Keringkan mukosa yang akan dianestesi dengan menggunakan cotton roll,
aplikasikan anestesi topikal, tunggu selama 2-3 menit, setelah itu anestesi
dengan menggunakan jarum biasa.
3. Preparasi dengan menggunakan bur bulat untuk membuang jaringan karies.
Setelah terasa jeblos pada atap pulpa, lakukan gerakan laterooklusal sampai
atap pulpa terangkat semua.
4. Ganti bur dengan menggunakan safe-end bur, rapikan ragangan kavitas.
5. Irigasi dengan aquadest steril.
6. Lakukan amputasi kamar pulpa dengan menggunakan ekskavator yang masih
tajam atau bur bulat dengan kecepatan rendah sampai pada batas orifis.


7. Irigasi dengan aquadest steril, hentikan perdarahan dengan cotton pellet.
8. Aplikasikan formokresol ke dalam kamar pulpa selama 5 menit sampai cotton
pellet berwarna merah.
9. Setelah itu, isi daerah amputasi pulpa dengan menggunakan ZOE kemudian
tumpat sementara dengan zinc phosphate (nah ini lakukan penumpatan
beneran pada model).
10. Pasien diinstruksikan untuk kontrol 1 minggu kemudian untuk dibuatkan
tumpatan tetap berupa metal crown.
POS 7 Trauma dan Kecelakaan
Gigi 11 fraktur.
Soal: Verbalkan dan peragakan prosedur tumpat.
Jawaban:
1. Operator menggunakan masker dan gloves.
2. Pasien diposisikan (agak tiduran karena gigi depan atas).
3. Berhubung ini fraktur, ga usah bersihin karies, jadinya aplikasiin sterilisator
kavitas (ini ada botolnya gitu di tray, pake aja, padahal gw juga gak ngerti
buat apaan).
4. Bulatkan sudut-sudut tajam dan bevel pada bagian labial dan palatal (apabila
pasiennya deepbite).
5. Pilih warna RK yang sesuai, gabungin body sama enamel (yang disediakan
merk 3M, ada shade guide body sama enamel).
6. Pasang matriks seluloid dan baji.
7. Etsa dengan 37% orthophosphoric acid, tunggu selama 15 detik, bilas,
keringkan.
8. Aplikasikan bonding agent dengan microapplicator, tunggu selama 20 detik,
tipiskan dengan tiupan angin, sinari selama 10 detik. Ulangi bonding sekali
lagi.
9. Aplikasikan RK dengan teknik incremental, paling tebal 2 mm, bentuk sesuai
anatomis, sinari selama 20 detik sampai kavitas terisi semua.
10. Poles dengan menggunakan enhance dengan semprotan air sampai permukaan
halus dan tidak terasa kasar.


POS 8 Penyakit Infeksi
Kita sebagai dokter gigi, diutus oleh pimpinan RSGMP untuk memerikan edukasi
kepada dokter-dokter tentang bagaimana cara sterilisasi, membersihkan dental unit
yang terkena cipratan darah, dan cara menyimpan alat yang sudah disterilisasi.
Soal:
1. Verbalkan dan simulasikan cara membersihkan dental unit yang sudah dipakai
dan terkena cipratan darah ketika ekstraksi.
2. Verbalkan dan simulasikan cara membersihkan dan sterilisasi alat-alat yang
telah digunakan untuk ekstraksi.
3. Tuliskan label pada Medipack.
4. Verbalkan dan simulasikan cara penyimpanan alat yang telah disterilisasi.
Jawaban:
1. Operator menggunakan masker dan gloves. Dental unit dibersihkan dengan
menggunakan Lysol (ini merk dagang) atau Alkohol. Setelah dibersihkan
semua, dental unit diwrap lagi dengan rapi.
2. Alat-alat yang sudah dipakai dicuci di dalam air deterjen, sikat hingga bersih.
Setelah itu bilas dengan menggunakan air bersih dan rendam di dalam larutan
NaOCl 2.5% selama 10 menit, keringkan. Masukkan ke dalam Medipack,
pisahkan alat standar, tang, dan bein.
3. Tempelkan label pada Medipack, tuliskan: Jenis isi alat, jenis sterilisasi, No.
LOT, inisial operator yang mencuci, tanggal sterilisasi, tanggal kadaluarsa.
Setelah itu masukkan ke dalam autoclave: 121oC selama 30 menit untuk
autoclave jenis gravity displacement atau 134oC selama 3 menit untuk
autoclave jenis prevacuumed atau pressured.
4. Alat-alat yang telah disterilisasi dimasukkan ke dalam tempat tertutup.