Anda di halaman 1dari 20

TUGAS UAS

Pengambilan Keputusan Jangka Pendek


Dosen Pengampu:
Drs. Widarto., MSA

Oleh:
Aninda Chaerini
NIM: 13520083

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan selalu


menghadapi berbagai masalah. Diantaranya adalah
bagairnana agar perusahaan dapat beroperasi seefisien
mungkin, sehingga dapat keuntungan yang maksimal. Untuk
menghadapi masalah tersebut, diperlukan suatu sistem
pelaporan intern yang memadai, sehingga kalau terjadi
penyelewengan ataupun pemborosan dalam proses produksi
dapat segera diatasi. Dalam sistem pelaporan intern ini
diperlukan akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen
merupakan jaringan penghubung yang sistematis dalam
penyajian informasi yang berguna dan dapat untuk
membantu pimpinan perusahaan dalam usaha mencapai
tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Informasi akuntansi manajemen ini terdiri dari informasi
akuntansi biaya penuh (full cost accounting), informasi
akuntansi
deferensial
(differential
accounting),
dan
akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting).
Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan
objek informasi seperti produk departemen dan aktivitas
perusahaan maka akan dihasilkan informasi akuntansi
penuh. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan
dengan alternatif yang akan dipilih, maka akan dihasilkan
konsep informasi akuntansi diferensial, yang sangat
dibutuhkan oleh manajemen untuk tujuan pengambilan
keputusan pemilihan beberapa alternatif. Jika informasi
akuntansi manajemen dihubungakan dengan wewenang
yang dimiliki oleh manajer, maka akan dihasilkan konsep
informasi akuntansi pertanggungjawaban yang terutama
bermanfaat untuk mempengaruhi perilaku manusia dalam
organisasi. Pengambilan keputusan tentang pemilihan
beberapa alternatif pada akuntansi diferensial dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Keputusan jangka
panjang dan keputusan jangka pendek. Keputusan jangka
panjang merupakan keputusan yang diambil manajer,
dimana hasil dari keputusan tersebut dapat memberikan
manfaat yang lebih dari satu tahun. Altematif yang perlu
dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan jangka
panjang antara lain yaitu; membeli atau menyewa mesin,
membeli mesin secara tunai atau angsuran, dan lainlain.
Keputusan jangka pendek merupakan keputusan yang
diambil manajer, dimana hasil dari keputusan tersebut dapat

Akuntansi Manajemen

Page 1

langsung dirasakan pada tahun dimana keputusan tersebut


diambil. Altrenatif yang harus dipertimbangkan dalam
pengambilan keputusan jangka pendek antara lain yaitu;
apakah pesanan dibawah harga pokok diterima atau ditolak,
menjual sekarang atau memproses lebih lanjut produk
tertentu.

Akuntansi Manajemen

Page 2

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

1. Pengertian Akuntansi Manajemen


Akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting
dalam dunia usaha, mulai dari badan usaha kecil yang
tidak mencari keuntungan sampai pada perusahaan
besar yang mencari keuntungan membutuhkan
informasi akuntansi yang digunakan sebagai alat
perencanaan, pengawasan maupun sebagai dasar
pengambilan keputusan. Dilihat dari pengertian
akuntansi itu sendiri mempunyai banyak definisi
seperti yang selama ini dikenal. Hal ini karena luasnya
ruang lingkup dari kegiatan akuntansi akibatnya
antara definisi yang satu dengan definisi yang lainnya
terdapat
perbedaan
penekanannya.
Walaupun
demikian definisi-definisi terebut telah memberikan
pengertian definisi akuntansi yang menekankan fungsi
akuntansi sebagai sumber informasi. Di pandang dari
segi aspek informasi menurut R.A. Supriyono (1993,
hal.18) akuntansi dapat didefinisikan sebagai berikut :
"Akuntansi adalah aktivitas yang menghasilkan jasa
yaitu berfungsi menyajikan informasi kuantitatif yang
pada dasarnya bersifat keuangan dari suatu satuan
usaha atau organisasi tertentu, informasi tersebut
akan dapat dipakai oleh pihak eksternal maupun pihak
internal untuk pengambilan keputusan dengan
memilih beberapa alternatif. Definisi di atas
menjelaskan tentang fungsi akuntansi sebagai sumber
informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak
eksternal
untuk
pengambilan
keputusan,
dan
informasi keuangan tersebut digunakan oleh pihak
internal
untuk
pengambilan
keputusan
dalam
pemilihan alternatif. Akuntansi manajemen timbul
karena akibat adanya kebutuhan akan informasi
akuntansi yang dapat membantu manajemen dalam
memimpin suatu perusahaan yang semakin besar dan
semakin kompleks. Akuntansi manajemen merupakan
suatu sistem informasi yang mana dengan informasi
ini
manajemen
dapat
mengambil
keputusankeputusan dalam hal memimpin selia mengendalikan

Akuntansi Manajemen

Page 3

kegiatan-kegiatan perusahaan. Seorang manajer harus


dapat menjabarkan teori manajemen dan teoriteori
lainnya dalam bentuk angka-angka yang nyata,
sehingga
manajemen dapat menganalisa
dan
menginterprestasikan angka-angka tersebut dalam
rangka pengambilan keputusan. Dengan demikian
pengertian lain dari akuntansi manajemen adalah
bagaimana menggunakan data yang tersedia untuk
tujuan pengambilan keputusan. Dalam rangka
pengambilan
keputusan
manajemen
harus
mempertimbangkan tindakan-tindakan alternatif. Oleh
karena itu akuntan manajemen harus menyediakan
data-data yang cukup lengkap tentang perhitungan
masing-masing altematif, dan yang akan dipilih
tentunya altematif yang memberikan keuntungan
lebih besar bagi perusahaan. Dalam hal ini akuntan
manajemen akan mencatat dan mengwnpulkan datadata yang ada di perusahaan baik data moneter
maupun non moneter dan juga data-data di luar
perusahaan, sehingga apabila manajer membutuhkan
data yang dimaksud dapat dengan segera dipenuhi.
Dalam akuntansi manajemen, informasi atau laporan
yang sudah daluwarsa tidak berguna lagi, laporan
yang ada pada waktunya meskipun tidak komplit lebih
baik dari laporan yang lengkap tetapi telah daluwarsa.
Pentingnya laporan yang aktual ini terutama untuk
melakukan tindakan koreksi yang harus dilaksanakan
sebelurn kesalahan-kesalahan menjadi serius.

a. Definisi Akuntansi Manajemen


Akuntansi
Manajemen adalah
salah
satu
bidang akuntansi yang bertujuan menyajikan laporan laporan untuk tujuan dan kepentingan pihak internal
perusahaan dalam melaksanakan suatu proses
manajemen yang terdiri atas sebuah perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan serta pengendalian
Halim dan Supomo (2000 : 3) akuntansi manajemen
merupakan kegiatan yang menghasilkan informasi
keuangan
untuk
manajemen
sebagai
dasar
Akuntansi Manajemen

Page 4

pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi


manajemen.
Mulyadi (2001 : 2) akuntansi manajemen merupakan
informasi keuangan dihasilkan oleh tipe akuntansi
manajemen, yang dimanfaatkan oleh pemakai intern
entitas.
Akuntansi Manajemen memfokuskan diri untuk
memberikan informasi keuangan guna keperluan
internal
manajemen
perusahaan.
Akuntansi
Manajemen berhubungan dengan informasi tentang
perusahaan untuk memberikan manfaat bagi pemakaii
laporan keuangan khususnya yang berada didalam
perusahaan
yang
digunakan
sebagai
dasar
pertimbangan dalam pengambilan sebuah keputusan.
Informasi
tersebut
juga
digunakan
untuk
melihat/menilai hasil yang telah didapat dari aktivitas
perusahaan,
ntah
itu
untuk
perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, serta pengendalian
atau pengembilan keputusan tentang semua hal yang
berhubungan dengan kebijakan yang menyangkut
masa depan perusahaan.
Akuntansi Manajemen merupakan suatu proses
identifikasi, pengukuran serta melaporkan informasi
ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian serta
sebuah keputusan yang tegas dan jelas bagi
manajemen
Ruang lingkup informasi dalam Akuntansi Manajemen
lebih cenderung sempit. tidak terfokus pada
prusahaan sebagai satu entitas tetapi lebih detail lagi
karena informasi yang dihasilkan ditujukan untuk
melaporkan bagian bagian dari perusahaan, seperti
bagian produksi, pemasaran serta yang lainnya. Tetapi
kompleksitas ruang lingkup informasi yang dihasilkan
kedepannya
akan
sejalan
dengan
tingkatan
manajemen yang terlibat dalam pembuat sebuah
keputusan.
Jadi, Akuntansi Manajemen bukan hanya sekedar
mengandalkan satu disiplin ilmu akuntansi saja tetapi
Akuntansi Manajemen

Page 5

juga dibutuhkan disiplin ilmu dari manajemen guna


mengatasi serta mengatur sumber daya perusahaan,
selain itu diperlukan disiplin ilmu psikologi sosial yang
berguna saat melakukan estimasi perhitungan,
perkiraan penjualan produk juga pengendalian sumber
daya manusia. Akuntansi Manajemen juga sering
mengumpulkan informasi yang bersifat taksiran
karena proses pengambilan suatu keputusan selalu
berhubungan dengan masa mendatang.
b. Jenis Informasi Akuntansi Manajemen
Dalam melaksanakan tugas atau fungsinya yang
berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian,
pengendalian
maupun
pengambilan
keputusan,
sebuah
manajemen
membutuhkan informasi
akuntansi manajemen. Dimana informasi tersebut bisa
didapatkan dari sebuah sistem yang disebut
dengan sistem akuntansi manajemen.
Informasi yang pakai oleh manajemen sebagai dasar
pengambilan keputusan ialah informasi akuntansi
manajemen yang merupakan informasi paling penting
dan utama yang harus dimiliki oleh sebuah
perusahaan.
Informasi
akuntansi
manajemen
digunakan oleh manajer perusahaan untuk menunjang
pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen itu sendiri
khususnya fungsi perencanaan dan pengawasan
dalam perusahaannya.
Informasi akuntansi manajemen bisa dikaitkan dengan
tiga aspek utama yaitu objek informasi, altematif yang
akan dipilih & wewenang manajer atau pimpinan
perusahaan. Adapun informasi akuntansi manajemen
yang dikaitkan dengan objek informasi ialah seperti
departemen, produk, dan kegiatan atau aktivitas
perusahaan,
maka
akan
menghasilkan
konsep informasi akuntansi penuh.
Jika informasi akuntansi manajemen dikaitkan dengan
alternatif yang akan dipilih, maka yang akan dihasilkan

Akuntansi Manajemen

Page 6

adalah konsep informasi akuntansi diferensial, yang


sangat dibutuhkan oleh manajemen perusahaan
dalam pengambilan keputusan pemilihan alternatif.
Jika informasi akuntansi manajemen itu dikaitkan
dengan wewenang yang dimiliki oleh pimpinan atau
manajer, maka yang akan dihasilkan adalah
konsep informasi
akuntansi
pertanggungjawaban,
yang paling utama adalah manfaat nya yaitu untuk
mempengaruhi perilaku manusia dalam perusahaan
atau organisasi.
Jenis-jenis informasi akuntansi manajemen (Full
Accounting Information) menurut Masud Machfoed
ialah sebagai berikut:
1. Akuntansi Biaya Penuh (Full Cost Accounting)
Yang menyajikan informasi berkenaan dengan total
pendapatan, biaya dan aktiva, baik pada masa yang
lampau maupun yang akan datang. Atau jumlah dari
keseluruhan biaya langsung yang berhubungan
dengan itemnya ditambah dengan bagian yang
pantas dan layak dibebankan pada item tersebut dari
biaya tidak langsung. Sebagai contoh, PT. ANDO
membeli
komponen kipas angin sebesar Rp. 15.000,- dan untuk
merakit kipas angin tersebut diperlukan biaya-biaya
sebagai berikut : Upah tenaga kerja Rp. 2.000,- biaya
material (suku cadang) sebesar Rp. 3.000,- serta biaya
operasi sebesar Rp. 5.000,- (termasuk biaya tetap),
maka biaya penuh dari kipas angin tersebut adalah Rp.
25.000,-.
2. Akuntansi Biaya Diferensial (Differential Accounting)
Yang menyajikan informasi berkenaan dengan taksiran
pendapatan, biaya dan aktiva yang berbeda-beda
apabila suatu tindakan tertentu dipilih. Sebagai
contoh, PT. ANDO membeli komponen kipas angin

Akuntansi Manajemen

Page 7

dengan harga Rp. 15.000,- untuk merakit kipas angin


tersebut dibutuhkan biaya suku cadang sebesar Rp.
5.000,- dan upah tenaga kerja Rp. 3.000,- .Apabila
dirakit oleh perusahaan lain, maka biaya yang
dikeluarkan sebesar Rp. 10.000,-. Dari informasi
tersebut dapat dibuat analisa tentang pemilihan
merakit sendiri atau dirakit oleh perusahaan lain, yaitu
sebagai berikut :

3. Akuntansi
Accounting)

Pertanggungjawaban

(Responsibility

Yang menyajikan informasi berkenaan dengan


pendapatan, biaya atau aktiva yang dihubungkan
dengan suatu bagian ataupun unit dalam perusahaan,
yang mana masing-masing unit dipimpin seorang
manajer perusahaan yang bertanggung jawab
terhadap unit yang bersangkutan. Tujuan dari jenis
informasi keuangan ini adalah untuk pengendalian
biaya.

Contoh:
Dari contoh tersebut terlihat bahwa adanya kenaikan

Akuntansi Manajemen

Page 8

penjualan penjualan sebesar Rp. 18.000,- dari


anggaran yang telah ditetapkan.Kenaikan penjualan ini
dipengaruhi oleh tingkat kinerja dan motivasi yang
diterapkan pada departemen pemasaran yaitu upah
lembur dan bonus dinaikkan,sehingga terjadi varians
yang cukup besar antara anggaran dengan realisasi
yang terjadi untuk biaya gaji,bonus dan lembur
tersebut. Pusat laba merupakan suatu pusat
pertanggungjawaban dimana tingkat output atau
tingkat keluaran diukur dengan nilai uang dan ada
usaha
fonnal
yang
dilakukan
untuk
menghubungkannya dengan biaya atau input. Pada
sebuah pusat laba, manajer bertanggung jawab dan
berwewenang untuk mengambil keputusan yang
mempengaruhi baik biaya maupun pendapatan untuk
departemen atau divisi yang bersangkutan. Sebagai
contoh,
sebuah
toko
serba
ada
dapat
mendesentralisasikan operasinya menurut lini produk.
Manajer setiap lini produk akan bertanggung jawab
atas harga pokok barang dan keputusan mengenai
pendapatan, seperti penentuan harga jual. Manajer
pusat laba tidak mengambil keputusan sehubungan
dengan aktiva tetap yang tersedia untuk pusat laba
itu. Pusat biaya merupakan bagian dari pusat
pertanggung-jawaban dimana masukan (input) diukur
dengan satuan uang tetapi tidak ada usaha fonnal
yang
dilakukan
menghubungkannya
dengan
pendapatan (output). Sebagai contoh, seorang
manajer
dari
pabrik
manufakturing
yang
diorganisasikan
sebagai
pusat
biaya
dapat
memperlakukan tiap-tiap departemen di dalam pabrik
sebagai pusat biaya yang terpisah, dengan manajermanajer departemen melaporkan langsung ke manajer
pabrik. Pada umumnya pusat biaya dikelompokkannya
menjadi dua yaitu pusat biaya yang terukur dan pusat
biaya yang tidak terukur. Akan tetapi dalam konteks ini
penulis tidak membahas secara khusus pusat-pusat
biaya tersebut. Pusat investasi merupakan suatu
bentuk pusat pertanggungjawaban, dimana yang
menjadi pusat perhatian adalah laba dan investasi
yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.

Akuntansi Manajemen

Page 9

Pada sebuah pusat investasi, manajer bertanggung


jawab dan berwenang untuk membuat keputusan
yang tidak hanya mempengaruhi biaya dan
pendapatan, tetapi juga aktiva tetap yang tersedia
untuk pusat itu. Suatu ukuran yang paling luas
digunakan untuk penilaian prestasi divisional pusat
investasi adalah tingkat pengembalian atas investasi
(Rate of Return On Investment- ROI). Sebagai contoh,
laba operasi dari Divisi A sebesar Rp. 70.000.000
berdasarkan nilai aktiva yang diinvestasikan sebesar
Rp. 350.000.000 dan penjualan Rp. 560.000.000,
maka tingkat pemgembalian atas investasi pada Divisi
A adalah: ROI = Laba Operasi x Penjualan X
_______Penjualan Penjualan aktiva yang diinvestsikan
ROI
=
Rp.
70.000.000
X
Rp.
560.000.000
Rp.560.000.000 Rp. 350.000.000 ROI = 12,5% x 1,6
ROI = 20%

Akuntansi Manajemen

Page 10

2. Penerapan Akuntansi Manajemen


Dalam Proses Pengambilan Keputusan Jangka Pendek
Nilai dari sebuah infomlasi dalam proses pengambilan
keputusan adalah sangat berharga, karena hanya
dengan informasi yang baik dan benar seorang
manajer dapat mengambil keputusan yang dapat
memberikan keuntungan bagi perusahaan pada masa
yang akan datang. Pada umumnya pengambilan
keputusan akan lebih baik jika didasarkan atas analisa
dan penilaian yang cermat dari pada keputusan yang
hanya didasarkan atas instuisi. Informasi yang
digunakan manajemen dalam pengambilan keputusan
menurut Abdul Halim dan Bambang Supomo (1990 : 4)
dapat digambarkan sebagai berikut

Operasi

Informasi

Kuantitati
f
Kualitatif

Akuntansi
Bukan
Akuntansi

Akuntansi
Keuangan
Akuntansi
Manajem
en

Informasi kuantitatif merupakan informasi yang


berkaitan dengan fakta yang dapat dikuantitatifkan
satuannya, misalnya mengenai berat, panjang, isi,
luas, dan lain-lian. Sedangkan informasi kuantitatif
merupakan informasi yang tidak dapat diukur dalam
bentuk satuan, misalnya berita- berita di majalah,
surat kabar, percakapan (dialog), dan lain-lain.
Informasi akuntansi biasanya dinyatakan dengan
sambil uang, misalnya persediaan bahan baku
Rp.50.000,-. Informasi bukan akuntansi dapat berupa
umur,
pengalaman
kerja,
jumlah
karyawan,
penggantian direktur, dan lain-lain. Informasi operasi
merupakan sumber informasi akuntansi yakni, sebagai

Akuntansi Manajemen

Page 11

penyedia
data-data
yang
diperlukan
dalam
penyusutan laporan keuangan dan laporan akuntansi
manajemen.
Akuntansi
keuangan
menghasilkan
informasi untuk pihak ekstem dalam bentuk laporan
keuangan dan akuntansi manajemen memberikan
informasi untuk manajemen.

Akuntansi Manajemen

Page 12

BAB III
Pembahasan
PENERAPAN BIAYA DIFERENSIAL DALAM
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI ATAU
MEMPRODUKSI SENDIRI PADA RM. PANGSIT TOMPASO
Gambaran Umum Perusahaan Mie Pangsit Tompaso
adalah warung makan desa Tompaso yang sudah
terkenal diberbagai daerah di Manado. Mie Pangsit
Tompaso ini dibuka sejak Tahun 1970-an dan masih
beroperasi sampai saat ini. Informasi yang diperoleh
dari RM Pangsit Tompaso bahwa setiap harinya rumah
makan ini menjual 250 porsi dengan harga per
porsinya Rp. 16.000. Untuk memenuhi penjualan
tersebut perusahaan membeli mie mentah dari pihak
ketiga,

dimana

untuk

mendapatkan

250

porsi

perusahaan harus membeli 50 kg mie mentah dari


luar dengan harga Rp 11.500/ kg. Pada tahun 2013
membeli mie mentah sebanyak 16.800 kg/tahun untuk
18.250 porsi. Berikut ini adalah data biaya produksi
mie periode 2013:

Biaya Produksi

Ket.

Jumlah

Harga/

Total

1.BB Langsung

Tepung

Unit
16.800

Unit
Rp.3.5

Rp.58.800.

terigu

kg

00

2.Biaya TKL

000
Rp.28.800.

3.Biaya Inv. Mesin

000
Rp.
8000.000

4.B. Overhead Var.


-BB Tak Langsung

-telur

33.600

Rp.1.3

Rp

-garam

butir
6000

00
Rp.1.0

50.400.000
Rp.

bungku

00

6.000.000

s
5400

Rp.1.0

Rp.

-kansui

Akuntansi Manajemen

Page 13

bungku

00

5.400.000

s
-B.

TK

Tak

Langsung
5.
B.
Overhead

pengaw

Rp.14.400.

as

000

tetap
-Penyusutan mesin

Rp.

-Biaya Listrik

4.800.000
Rp.10.200.

-Biaya Air

000
Rp.
8.400.000
Rp.

TOTAL

195.200.000

Sumber : Pabrik Mie 2014


Hasil Penelitian Ditinjau Dari Biaya Differensial Biaya
differensial
sejumlah

adalah

berbagai

alternatif

pilihan

perbedaan
yang

biaya

dapat

antara

digunakan

perusahaan. Analisis biaya differensial digunakan untuk


menentukan kenaikan pendapatan, biaya, laba sehubungan
dengan beberapa kemungkinan cara untuk menngunakan
fasilitas tetap atau kapasitas yang tersedia. Analisis biaya
differensial ditujukan untuk mengamati perilaku yang
terjadi antara biaya tetap (fixed cost) dengan biaya
variabel (variable cost) apabila dikaitkan dengan estimasi
kenaikan pendapatan (earning). Jadi konsep dasar dari
analisis ini (increasing) adalah untuk mengetahui apakah
terjadinya kenaikan pendapatan diiringi kenaikan biaya
yang proporsional. Dalam lingkup manajemen analisis ini
bisa digunakan dalam pengambilan keputusan membuat
sendiri produk atau membeli dari luar. Alternatif selain
membuat sendiri adalah membeli dari pemasok luar. Harga
beli persatuan kg Mie adalah sebesar Rp 11.500,- selisih
antara membeli dari luar atau membuat sendiri Mie
tersebut dapat dilihat dari tabel dibawah ini :

Keterangan

Akuntansi Manajemen

Membeli dari Memproduksi


Luar
Sendiri
Page 14

Biaya

BB

Langsung
Biaya TKL
Biaya Inv. Mesin
BOP Variabel
Harga Beli
BOP Tetap
Total

Rp. 58.800.000
Rp. 28.800.000
Rp. 8.000.000
Rp. 76.200.000
Rp. 209.875.000
Rp. 209.875.000

B.Differensial
Penghematan

Rp. 23.400.000
Rp. 195.200.000
Rp. 14.675.000

Biaya
Sumber : Hasil Data Olahan

Total biaya differensial yang dikeluarkan perusahaan jika


membuat sendiri adalah Rp 195.200.000, sedangkan jika
membeli dari luar sebesar Rp 209.875.000 sehingga terjadi
penghematan biaya sebesar Rp 14.675.000
Hasil Penelitian Ditinjau dari Laba Diferensial
Laba differensial adalah biaya yang akan datang yang
berbeda diantara berbagai macam alternatif yang mungkin
dipilih. Besarnya laba differensial dihitung dari perbedaan
antara laba pada alternatif tertentu dibandingkan dengan
laba pada alternatef lainnya. Besarnya laba differensial
dinyatakan dengan rumus : Laba Differensial = Pendapatan
Differensial

Biaya

Differensial.

Pedoman

untuk

menentukannya ada tiga macam cara yaitu : 1. Jika


alternatif keputusan mempunyai pendapatan differensial
dan biaya differensial dan biaya differensial yang berbeda,
maka

laba

differensial

adalah

sebesar

selisih

antara

pendapatan differensial dengan biaya differensial. 2. Jika


pendapatan pada alternatif keputusan besarnya sama,
maka

laba

differensialnya

adalah

sebesar

biaya

differensialnya yaitu penghematan biaya antara alternatif


yang satu dibandingkan dengan alternatif lainnya. 3. Biaya
pada alternatif keputusan besarnya sama, maka laba
differensial adalah sebesar pendapatan differensialnya
yaitu perbedaan antara pendapatan pada alternatif yang

Akuntansi Manajemen

Page 15

satu dibandingkan dengan pendapatan pada alternatif


lainnya. Dalam pengambilan keputusan membuat sendiri
atau membeli dari luar mie tersebut informasi akuntansi
yang

relevan

adalah

dengan

menggunakan

laba

diferensialnya, yaitu:

Keterangan

Membeli dari Memproduksi

Penjualan

luar

sendiri

Rp. 584.000.000

Rp. 584.000.000

Biaya BB Langsung

Rp. 58.800.000

Biaya TKL

Rp. 28.800.000

BOP Variabel

Rp. 76.200.000

Biaya Inv. Mesin

Rp. 8.000.000

Harga Beli

Rp. 209.875.000

BOP Tetap

Rp. 23.400.000

Total B.Diferensial

Rp. 209.875.000

Rp. 19.200.000

Penj. B.Differensial

Rp. 374.125.000

Rp. 388.800.000

Laba Differensial

Rp. 14.675.000

Sumber: Mie Pangsit Tompaso

Seluruh penjualan dengan total biaya diferensial yang


didapatkan perusahaan jika membeli dari luar adalah Rp
374.125.000, sedangkan jika membuat sendiri sebesar
Rp.388.800.000, sehingga mendapatkan laba differensial
sebesar

Rp

14.675.000.

Berdasarkan

analisis

biaya

differensial dapat diputuskan bahwa perusahaan lebih baik


membuat sendiri karena mendapatkan selisih laba yang
lebih tinggi dibandingkan membeli dari luar yaitu sebesar
Rp 14.675.000.

Pembahasan

Hasil analisis biaya diferensial pada rumah makan pangsit


tompaso menyimpulkan bahwa tujuan utama rumah makan
ini adalah untuk meningkatkan laba. Untuk mencapai
tujuan tersebut maka manajer harus bisa mengambil
keputusan
perusahaan.

yang

tepat

Berdasarkan

Akuntansi Manajemen

guna

meningkatkan

penelitian

Page 16

diatas,

dari

laba
hasil

perbandingan pengeluaran mie membeli atau memproduksi


sendiri keputusan memproduksi sendirilah yang lebih tepat
diambil karena dapat menghemat biaya dibandingkan
membeli

dari

luar.

Laporan

laba/rugi

membeli

atau

memproduksi sendiri menunjukkan perusahaan lebih baik


memproduksi

sendiri

karena

akan

mendapatkan

laba

diferensial yang lebih tinggi dibandingkan membeli dari


luar. Dengan demikian maka, keputusan yang tepat yang
dapat diambil manajemen adalah memproduksi sendiri
karena mendapatkan laba diferensial yang lebih tinggi
dibandingkan membeli dari luar serta dapat menghemat
biaya. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Maulida
(2012),

menunjukkan

pengambilan

keputusan

memproduksi sendiri lebih tepat dibandingkan membeli


dari luar. Begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Tumbol
(2014),

dari

hasil

penelitian

menunjukkan

keputusan

memproduksi sendiri yang lebih menguntungkan karena


dapat menghemat biaya.

Akuntansi Manajemen

Page 17

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Penggunaan informasi akuntansi diferensial sangat
bermanfaat
Tompaso

terhadap
dalam

manajemen

memperoleh

Mie

Pangsit

informasi

yang

dibutuhkan untuk dapat membandingkan keputusan


manakah

yang

lebih

menguntungkan

diantara

membeli atau membuat sendiri Mie. Perbandingan


penghitungan

biaya-biaya

yang

dikeluarkan

oleh

kedua alternatif menunjukan bahwa memproduksi


sendiri adalah keputusan yang lebih tepat karena
mendapatkan laba diferensial yang lebih besar dari
pada

membeli

dari

luar.

Dengan

menggunakan

informasi differensial telah diketahui bahwa alternatif


membuat sendiri dapat menghemat biaya pembuatan
Mie.
Saran
Sebaiknya Usaha Mie Pangsit Tompaso membuat
sendiri

bahan baku mie mengingat biaya yang

dikeluarkan lebih rendah dari pada membeli dari luar


karena dapat melakukan penghematan biaya dan
juga

lebih

adalah

menguntungkan.

Usaha

Mie

Pangsit

Keuntungan
Tompaso

lainnya

bisa

lebih

menjamin kualitas bahan baku mie dan bebas dari


bahan pengawet.

Akuntansi Manajemen

Page 18

Daftar Pustaka
Nicho, November 2014, Pengertian Akuntansi Manajemen,
http://nichonotes.blogspot.co.id/2014/11/pengertianakuntansi-manajemen.html, 28 Mei 2016
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/03/jenisinformasi-akuntansi-manajemen-terlengkap.html, 28 Mei
2016
Sucipto, 2004, Penerapan Akuntansi Manajemen dalam
engambilan Keputusan,
http://library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-sucipto4.pdf
Rantung, Dewinta, 3 September 2014. Penerapan Biaya
Diferensial dalam Pengambilan Keputusan Membeli atau
Memproduksi Sendiri Pada RM. Pangsit Tompaso,
http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/506
7/4585, 28 Mei 2016

Akuntansi Manajemen

Page 19