Anda di halaman 1dari 19

Laporan Kasus

Pneumothorax

Nazalia Athiena Faurin

Identitas Pasien
Nama

: Tn. H

Umur

: 25 tahun

Tanggal Lahir

: 12 September 1989

Jenis kelamin

: Laki-laki

Alamat

: Paten, Pundong, Bantul.

No. RM

: 01683398

KETERANGAN KLINIS

Suspek Pneumothorax sinistra post wsd

Tampak opasitas homogen bentuk silier pada


pulmo bilateral

Tampak lusensi tanpa corakan paru di


hemithorax sinistra aspek superior, pleural
visceral line (+)

Tampak sinus costophrenicus bilateral lancip


Tampak diafragma biateral licin dan tak
mendatar

CTR : 0.39
Sisterna tulang yang tervisualisasi intak

Kesan
Pneumothorax sinistra
Bronkhopnemonia bilateral et causa TB milier
Besar cor normal

Pembahasan

Definisi Pneumotoraks
Pneumotoraks adalah suatu keadaan
terdapatnya udara atau gas di dalam pleura
yang menyebabkan kolapsnya paru yang
terkena.

Anatomi

Epidemiologi
Pneumotoraks
Pria lebih banyak daripada wanita dengan
perbandingan 5:1.

PSP sering dijumpai pada individu sehat, tanpa

riwayat penyakit paru sebelumnya. PSP banyak


dijumpai pada pria dengan usia antara dekade 3
dan 4. Salah satu penelitian menyebutkan
sekitar 81% kasus PSP berusia kurang dari 45
tahun. Seaton dkk, melaporkan bahwa pasien
tuberkuloasis
aktif
mengalami
komplikasi
pneumotoraks sekitar 14% dan jika terdapat
kavitas
paru
komplikasi
pneumotoraks
meningkat lebih dari 90%.

Patofisiologi
Adanya suatu kebocoran udara ke dalam kavum
pleura

Tekanan negatif pada kavum pleura hilang


Volume ruang pleura meningkat
Distress pernafasan
Gangguan pertukaran gas
Pergeseran mediastinum
Paru kolaps

Klasifikasi dan Etiologi


Menurut penyebabnya, pneumotoraks dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu (2) (3) :
1) Pneumotoraks spontan
Yaitu pneumotoraks yang terjadi secara tiba-tiba.

Pneumotoraks tipe ini dapat diklasifikasikan lagi ke dalam dua jenis, yaitu :
a) Pneumotoraks spontan primer, yaitu pneumotoraks yang terjadi secara tiba-tiba tanpa
diketahui sebabnya.

b) Pneumotoraks spontan sekunder, yaitu pneumotoraks yang terjadi dengan didasari oleh
riwayat penyakit paru yang telah dimiliki sebelumnya, misalnya fibrosis kistik, penyakit
paru obstruktik kronis (PPOK), kanker paru-paru, asma, dan infeksi paru.

2) Pneumotoraks traumatik
Yaitu pneumotoraks yang terjadi akibat adanya suatu trauma, baik trauma penetrasi
maupun bukan, yang menyebabkan robeknya pleura, dinding dada maupun paru.

Pneumotoraks trauma ini juga dapat diklasifikasikan lagi ke dalam dua


jenis, yaitu :

a. Pneumotoraks traumatik non-iatrogenik, yaitu pneumotoraks yang


terjadi karena jejas kecelakaan, misalnya jejas pada dinding dada,
barotrauma.
b. Pneumotoraks traumatik iatrogenik, yaitu pneumotoraks yang terjadi
akibat komplikasi dari tindakan medis. Pneumotoraks jenis inipun masih
dibedakan menjadi dua, yaitu :
1) Pneumotoraks traumatik iatrogenik aksidental
Adalah suatu pneumotoraks yang terjadi akibat tindakan medis karena
kesalahan atau komplikasi dari tindakan tersebut, misalnya pada
parasentesis dada, biopsi pleura.
2) Pneumotoraks traumatik iatrogenik artifisial (deliberate)
Adalah suatu pneumotoraks yang sengaja dilakukan dengan cara
mengisikan udara ke dalam rongga pleura. Biasanya tindakan ini
dilakukan untuk tujuan pengobatan, misalnya pada pengobatan
tuberkulosis sebelum era antibiotik, maupun untuk menilai permukaan
paru.

Berdasarkan jenis fistulanya, maka


pneumotoraks dapat diklasifikasikan ke
dalam tiga jenis, yaitu :

1 ) Pneumotoraks tertutup (Simple Pneumothorax)


2) Pneumotoraks terbuka (Open Pneumothorax)
3) Pneumotoraks Ventil (Tension Pneumothorax)

Pneumotoraks
Sesak napas 80-100%. Seringkali sesak dirasakan
mendadak dan makin lama makin berat. Penderita bernapas
tersengal, pendek-pendek, dengan mulut terbuka.

Nyeri dada 75-90%. Nyeri dirasakan tajam pada sisi yang


sakit, terasa berat, tertekan dan terasa lebih nyeri pada
gerak pernapasan.

Batuk-batuk 25%-35%.
Denyut jantung meningkat.
Kulit mungkin tampak sianosis karena kadar oksigen darah
yang kurang.

Tidak menunjukkan gejala (silent) yang terdapat pada 510% pasien, biasanya pada jenis pneumotoraks spontan
primer.

Diagnosis : Pemeriksaan
Fisik
Inspeksi :
Pada waktu respirasi, bagian yang sakit gerakannya
tertinggal.

Palpasi :
Fremitus suara melemah atau menghilang pada sisi yang
sakit

Perkusi :
Suara ketok pada sisi sakit, hipersonor

Auskultasi :
Pada bagian yang sakit, suara napas melemah sampai
menghilang.

Pemeriksaan Penunjang

Expertise
Bagian pneumotoraks akan tampak lusen, rata dan paru

yang kolaps akan tampak garis yang merupakan tepi paru.


Kadang-kadang paru yang kolaps tidak membentuk garis,
akan tetapi berbentuk lobuler sesuai dengan lobus paru.

Paru yang mengalami kolaps hanya tampak seperti massa


radio opaque yang berada di daerah hilus. Keadaan ini
menunjukkan kolaps paru yang luas sekali. Besar kolaps
paru tidak selalu berkaitan dengan berat ringan sesak
napas yang dikeluhkan.

Jantung dan trakea mungkin terdorong ke sisi yang sehat,

spatium intercostals melebar, diafragma mendatar dan


tertekan ke bawah. Apabila ada pendorongan jantung atau
trakea ke arah paru yang sehat, kemungkinan besar telah
terjadi pneumotoraks ventil dengan tekanan intra pleura
yang tinggi.

Penatalaksanaan
pneumotoraks
Observasi dan Pemberian O2.
Needle Thoracostomy
WSD
Torakostomi
Tindakan bedah