Anda di halaman 1dari 7

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN PENDAHULUAN
Pembuatan gudang dan alat-alat
Gudang dibuat sedemikian rupa sehingga kemanan barang-barang terjamin.
Gudang ini diberei pintu dan jendela kaca dilengkapi dengan satu stel meja tulis
buku tamu dan buku instruksi serta satu lemari untuk menyimpan berkas-berkas
yang diperlukan.
Air kerja
Karena lokasi pekerjaan berada di daerah ketinggian dan belum terdapat
sambungan sumber air baik itu air sumur ataupun PDAM, maka diadakan
pengadaan air kerja dengan mencari sumber air dan menampungnya di dalam bak
penampungan air dengan menggunakan pompa air. Bila ternyata tidak ditemukan
lokasi sumber air terdekat, maka diadakan mobilisasi air dari luar lokasi.
Papan nama proyek
Papan Nama Proyek akan dibuat dan dipasang pada awal pelaksanaan kegiatan.
Papan Nama Proyek ini dibuat dari triplek t. 6 mm dengan ukuran 100 x 120 cm,
ditopang kayu kaso (5/7) kelas 2 (borneo) dengan tinggi 250 cm dari permukaan
tanah dan dicat dasar warna yang sesuai dan huruf cetak berwarna hitam yang berisi
informasi mengenai cakupan kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain :
Nama Kegiatan
Pekerjaan yang harus dilaksanakan
Biaya pekerjaan/ nilai kontrak
Sumber dana
Jangka waktu
Nama penyedia jasa
Administrasi dan Dokumentasi
Administrasi yang dimaksud yaitu pengurusan perijinan, pelaporana, termijn, atau
surat menyurat lainya yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan.
Dokumentasi dibuat sebanyak lima kali yaitu foto kondisi sebelum pelaksanaan
pekerjaan 0 %, foto kondisi pelaksanaan 25 %, 50 %, 75 % dan foto kondisi
selesai
pelaksanaan. Penyajian dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dibua dalam album
foto ranngkap 4 (empat) atau secukupnya dengan perlalatan kamera digital.
Pemasangan bowplank
Bowplank adalah papan-papan yang dipasang disekitar lokasi pekerjaan
Kayu yang digunakan adalah kayu 5/7 x 4m dan kayu papan 3/20
Bowplank dipasang mendatar sesuai ketinggian rencana, dan dipaku
pada beberapa tempat untuk menarik benang-benang as
Benang-benang as ini menjadi acuan dalam semua pekerjaan yang
menyangkut letak elemen bangunan, lebar pondasi dan tembok, kedalaman
galian, dan ketinggian elemen bangunan (lantai, pintu, jendela, dll)
Bowplank tidak perlu dipasang menerus, pada beberapa tempat
dapat dikosongkan untuk jalan pekerja

PEKERJAAN PONDASI
Galian tanah
Gali tanah sesuai lebar pondasi bagian bawah dan kedalaman rencana
Gali sisi-sisi miringnya sehinga dicapai sudut kemiringan yang tepat
Tanah hasil galian diletakkan di pinggir galian diluar bouwplank, yang
nantinya untuk pekerjaan pengurugan kembali.
Cek posisi, lebar, kedalaman, dan kerapiannya, sesuai dengan rencana
Urugan pasir bawah pondasi
Pengurugan untuk bekas galian pondasi, atau yang lainnya yang akan
ditimbun tidak boleh dilaksanakan sebelum diperiksa / disetujui Direksi
pekerjaan.
Semua pekerjaan urugan yang tidak memakai pasir urug, harus diapaki
tanah yang bersih, bebas dari segala kotoran yang akan merugikan
konstruksi.
Ketebalan urugan sesuai dengan yang tertera pada gambar kerja
Pasangan batu kosong dan batu kali
Pondasi bangunan yang digunakan adalah pondasi batu kali / batu gunung
yang memenuhi persyaratan teknis atau sesuai keadaan dilapangan .
Pasangan pondasi adalah dari batu kali, ukuran pondasi sesuai dengan
gambar rencana pondasi atau pondasi batu belah dengan perekat 1pc : 3kp
: 10 ps dan
kemudian diplester kasar , bagian bawah pondasi dipasang batu kosong
(aanstamping) tebal 20 cm dengan sela- selanya disisi pasir urug, disiram
air sampai Penuh dan ditumbuk hingga padat dan rata.
Celahcelah yang besar antara batu diisi dengan batu kecil yang
cocok padatnya.
Pasangan pondasi batu kali tidak saling bersentuhan dan selalu ada
perekat diantaranya hinga rapat.
Pada pasangan batu kali sudah harus disiapkan anker besi untuk kolom,
kedalaman anker 30 cm harus dicor dan panjang besi yang muncul
diatasnya minimal 75 cm.
Cor stek kolom dan rapikan kembali
Setelah pasangan mengeras, tanah dapat diurug kembali
Lantai Rabat Beton
Sebelum pengerjaan pondasi beton, terlebih dahulu dibuat lantai rabat untuk
dudukan pondasi beton dengan spesifikasi campuran 1 pc : 3 ps : 5 kr. Campuran
dicampur rata dan dihamparkan ke area rencana lantai kerja dan diratakan.
Dimensi lantai rabat mengacu pada gambar kerja.
Pondasi Beton
1. Perakitan tulangan
Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui
dari ukuran pondasi setempat.

2.

3.

4.

Mendesain bentuk atau dimensi dari tulangan pondasi setempat,


dengan memperhitungkan bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada
pada pondasi setempat tersebut.
Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat
pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas
Untuk penggambaran perakitan penulangan dapat dilihat pada lampiran
Pemasangan Tulangan
Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan diletakkan
tegak turus permukaan tanah dengan bantuan waterpass.
Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar
tanah, jarak antara tulangan dengan dasar tanah 40 mm, yaitu dengan
menggunakan pengganjal yang di buat dari batu kali disetiap ujung sisi/tepi
tulangan bawah agar ada jarak antara tulangan dan permukaan dasar tanah
untuk melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton) dan
tulangan tidak
menjadi karat.
Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat
langsung melakukan pengecoran.
Bekisting Pondasi
Diasumsikan yang akan dibuat bekisting adalah bagian tiangnya untuk
penyambungan kolom sedangkan untuk pondasinya hanya diratakan
dengan cetok (sendok spesi).
Supaya balok beton yang dihasilkan tidak melengkung maka waktu
membuat bekisting, jarak sumbu tumpuan bekistingnya harus memenuhi
persaratan tertentu.
Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang
akan di cor.
Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar
tegak lurus tidak miring dengan bantuan alat waterpass.
Papan cetakan tidak boleh bocor
Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar
tidak terjadi retak.
Pengecoran pondasi
Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat dari
kayu atau seng/pelat dengan ukuran tinggi x lebar x panjang adalah 22 cm
x 100 cm
x 160 cm dapat juga dibuat dari pelat baja dengan ukuran tebal 3 mm x 60 cm x
100 cm.
Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk pengecoran
seperti: semen, pasir, split, serta air dan juga peralatan yang akan
digunakan untuk pengecoran.
Membuat adukan/pasta dengan bantuan mollen (mixer) dengan
perbandingan volume 1:2:3 yaitu 1 volume semen berbanding 2 volume
pasir berbanding 3 volune split serta air secukupnya.
Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam tabung dengan urutan: pertama
masukan pasir, kedua semen portand, ke tiga split dan biarkan tercampur
kering dahulu dan baru kemudian ditambahkan air secukupnya

Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama


4-10 menit tabung mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak
spesi.
Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam lubang galian tanah
yang sudah diletakan tulangan dengan bantuan alat sendok spesi centong/
dan
dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi sedikit agar tidak ada ruangan yang
kosong dan kerikil/split yang berukuran kecil sampai yang besar dapat
masuk kecelah-celah tulangan.
Urugan kembali
Untuk penimbunan tanah didalam bangunan, tanah setelah digali dapat
diurug kembali pada lobang-lobang bekas galian sesuai petunjuk dari
Direksi.
Penimbunan dengan lapisan pasir Dengan ketebalan 4 cm dilakukan
secara teknis yaitu harus dilakukan lapis demi lapis, dimana setiap lapisnya
20 cm lalu disiram hingga betul-betul basah kemudian dipadatkan dengan
alat
pemadat
selam 4 kali pemadatan begitulah seterusnya hinga
mencapai ketinggian yang direncanakan kemudian diatasnya ditutup
dengan kerikil.
Pemadatan dilakukan dengan alat pemadat mesin ringan (stamper)
sampai kepadatan yang diinginkan tercapai.
Setelah selesai dilakukan pekerjaan pemadatan akan dilakukan
pengetesan kepadatan.
PEKERJAAN BETON BERTULANG
Pekerjaan Sloof 20/25
Besi sloof yang telah dipotong dan dirakit selanjutnya dipasang di atas pondasi.
Buat stek besi untuk sambungan besi kolom di sloof.
Bekisting sloof dipasang dengan skor kayu bekisting tiap 30 cm.
Sebelum pengecoran sloof, semua jarak dan ukuran dicek kembali
oleh pengawas. Baik itu jumlah dan jarak tulangan maupun ukuran
sloof lantai.
Sloof lantai dicor dengan campuran semen pasir dan kerikil. Pencampuran
dilakukan dengan menggunakan alat concrete mixer. Terlebih dahulu pasir
dengan kualitas baik yang rendah kadar lumpurnya dicampur dengan kerikil.
Setelah itu ditambahkan semen dan dicampur rata lalu terakhir ditambahkan
air.
Bila campuran telah rata lalu dituang ke bak pencampuran dan diisi ke ember
campuran untuk diangkut dan dituang ke bekisting sloof lantai.
Rencana pengecoran sloof lantai hinga bekistingnya dilepas adalah
selama 2 minggu.
Pekerjaan Kolom Beton 20/20
Diawali dengan pekerjaan pembesian kolom. Besi dipotong dan dirakit.
Pemotongan besi harus tepat, agar setelah ditekuk (jangkar, radius
tekuk), bentuk dan panjang jadi sesuai BBS (Bar Bending Schedule).
Penekukan/

pembengkokan (radius tekuk) besi harus menggunakan piringan tekuk/


roller sesuai kelompok/ jenis diameter besi. Periksa pemasangan kawat
bendrat. (jika menggunakan metode sangkar). Besi yang belum & sudah
dipotong harus diletakkan dan diproteksi dari tanah dan hujan.
Besi yang digunakan harus sesuai jumlah dan ukurannnya dengan gambar kerja.
Setelah itu besi disetting di posisi masing-masing kolom dengan
menyambung tulangan stek yang terdapat pada sloof. Buat garis sipatan
batas beton kolom
pada lantai beton tempat bekisting kolom akan didirikan. Pastikan semua
pembesian berada di dalam garis sipatan dan memiliki selimut beton,
sesuai spesifikasi struktur, serta sudah terpasang beton decking yang
memadai. Semua bidang dalam plywood bekisting dinding (kolom harus
diolesi minyak bekisting/mould oil sebelum didirikan. Jangan lupa
dilakukan pengecekan kembali terhadap instalasi yang masuk dalam
struktur kolom. Baik itu instalasi
pembuangan ataupun instalasi elektrikal. Setelah bekisting kolom ditutup,
semua sarana perkuatan bekisting seperti Tie rod, Form Tie, Steel wale dan
Adjustad support dipasang. Kelurusan bidang bekisting dinding/kolom dicek
dengan bantuan unting-unting, waterpas dan alat ukur. Setelah bekisting
terpasang baik, buat sipatan (atau tanda dari paku) untuk batas/level
pengecoran di sisi atas bekisting dinding/kolom.
Setelah bekisting kolom dan tulangannya telah siap, dilanjutkan
dengan pencampuran beton sesuai dengan spesifikasi yang
ditentukan.
Pencampuran beton dengan menggunakan concrete mixer. Terlebih dahulu
pasir dengan kualitas baik yang rendah kadar lumpurnya dicampur dengan
kerikil.
Setelah itu ditambahkan semen dan dicampur rata lalu terakhir ditambahkan
air. Bila campuran telah rata lalu dituang ke bak pencampuran dan diisi ke
ember campuran untuk diangkut dan dituang ke dalam bekisting kolom.
Dibutuhkan waktu paling kurang 2 minggu sebelum beton mengering
dan bekisting kolom bisa dilepas.

Pekerjaan Ring Balok 15/15


Diawali dengan pemasangan bekisting dasar ring balok berupa papan
yang ditopang dengan perancah pekerjaan pembesian kolom.
Besi dipotong dan dirakit. Pemotongan besi harus tepat, agar setelah ditekuk
(jangkar, radius tekuk), bentuk dan panjang jadi sesuai BBS (Bar Bending
Schedule). Penekukan/ pembengkokan (radius tekuk) besi harus
menggunakan piringan tekuk/ roller sesuai kelompok/ jenis diameter besi.
Periksa pemasangan kawat bendrat. (jika menggunakan metode sangkar).
Besi yang belum & sudah dipotong harus diletakkan dan diproteksi dari
tanah dan hujan. Besi yang digunakan harus sesuai jumlah dan
ukurannnya dengan gambar kerja.
Besi disetting di posisi masing-masing kolom dengan menyambung tulangan
stek yang terdapat pada ring balok. Pastikan semua pembesian berada di
dalam
garis sipatan dan memiliki selimut beton, sesuai spesifikasi struktur, serta sudah
terpasang beton decking yang memadai.
Semua bidang dalam plywood bekisting dinding (kolom harus diolesi
minyak bekisting/mould oil sebelum didirikan.

Setelah bekisting kolom ditutup, semua sarana perkuatan bekisting seperti


Tie rod, Form Tie, Steel wale dan Adjustad support dipasang.
Kelurusan bidang bekisting ring balok dicek dengan bantuan untingunting, waterpas dan alat ukur.
Setelah bekisting terpasang baik, buat sipatan (atau tanda dari paku)
untuk batas/level pengecoran di sisi atas bekisting dinding/kolom.
PEKERJAAN DINIDING
Pasangan batu bata
Memasang acuan kayu (profil) secara vertikal pada setiap ujung dinding
yang akan dipasang.
Mengukurukur dan menandai jarak setiap ketinggian pasangan bata / batako
dan di kontrol kesetimbangan horisontalnya antara ujung satu dengan yang
lainnya.
Membasahi bata yang akan di pasang sampai tidak menyerap air.
Memberi adukan mortar (sebagai perekat) pada setiap sambungan antara
batu bata dan pada setiap sambungan atas dan bawah dari batu bata tidak
boleh
membentuk garis lurus/vertikal.
Mengusahakan potongan batu bata yang besarnya kurang dari
setengahnya tidak dipakai atau tidak dipasang.
Tinggi pemasangan dinding batu bata dalam satu hari supaya tidak lebih
dari 1 meter, untuk menjaga keruntuhan.
Menyiapkan lubang untuk angkur teralis pagar.
Plesteran Dinding
Menyiapkan material yang akan di pakai pada lokasi yang terdekat atau
strategis dari dinding yang akan di plester.
Menyiram permukaan bata/bataco dengan air sampai basah secara
merat a (curing)
Membuat adukan untuk kamprotan dengan perbandingan tertentu
(misalkan 1pc : 2 ps)
Melakukan kamprotan pada bidang yang telah dicuringdengan jarak
lemparan 50cm dari permukaan yangdikamprot dengan ketebalan 15~
20 mm.Setelah bidang yang dikamprot kering, lakukan penyiraman
(curing) sel ama 3 hari;pagi, siang & sore.
Setelah itu mulailah membuat caplakan dengan adukan 1 pc : 3 ps.
Membuat kepalaan dengan ketebalan 15 mm.
Melanjutkan dengan penyiraman jika kepalaan telah mengering
Memastikan bidang yang akan diplester telah dicuring.
Membuat adukan 1 pc : 3 ps, gunakan pasir yang diayak ( halus ).
Memasangplesteran pada bidangyang telahada kepalaannya sampai
selesai seluruh permukaan pada setiap bagian dengan cara dilempar
dari jarak
50 cm
Mengunakan jidar untuk meratakan permukaan sesuai dengan kepalaan.

Saat plesteran setengah kering, gunakan roskam untuk mengosok


permukaan dinding sampai halus & rata.
Dilanjutkan dengan curing selama 7 hari sampai permukaan plesteran benar
benar basah seluruhnya.
Setelah cukup usia curing, keringkan bidang tersebut selama 1 hari.
Haluskan permukaan dinding dengan amplas halus.
Plamir bidang plesteran yang telah kering dengan menggunakan plamir
yang baik.Lakukan sebanyak 3 lapis (tiga kali pelaksanaan)
sampai dinding benar benar rata dan halus.
PEKERJAAN TERALIS PENGAMAN
Menyiapkan lubang untuk angkur pagar pengaman pada kolom dan pasangan bata
sesuai dengan ukuran dan jarak angkur pagar teralis.
Pagar pengaman disetting pada posisi lubang yang disediakan kemudian lubang
ditutup dengan campuran.
PEKERJAAN PENGECATAN
Bersihkan permukaan dinding dari debu , kotoran dan bekas percikan
plesteran dengan kain lap.
Lindungi bahan bahan / pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding
yang akan dicat dengan kertas semen / koran dan lakban.
Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian bagian dinding yang retak &
kurang rata dengan plamir, kemudian tunggu sampai kering.
Haluskan plamir yang telah kering dengan amplas hingga rata.
Cek kerataan permukaan dinding.
Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan alat
rol pada bidang yang luas & dengan kwas untuk bidang yang sempit (
sulit ).
Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
Jika cat finish yang pertama sudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua
/ terakhir ( jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi).
Cek kerataan pengecatan yang terakhir.
Apabila sudah rata, bersihkan cat yang mengotori bahan/pekerjaan lain
yang seharusnya tidak terkena cat dengan kain lap.