Anda di halaman 1dari 16

EKUITAS

Kelompok 12 :
Winda Andini (0851338)
Chanthes Wila (1151285)
July (1251043)
Yayuk Putri ( 1251095)
Christy Pramesti (1251113)
Mariance R. Malau (1251186)
Lily Siraya Gaspersz (1251287)

Teori Ekuitas
Dalam kerangka dasar Standar Akuntansi Keuangan
(2002) , misalnya Ikatan Akuntans Indonesia (IAI)
mendefinsikan ekuitas sebagai berikut (pasal 49) : Ekuitas
adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah
dikurangi semua kewajiban. Pengertian ini sejalan dengan
apa yang dikemukakan dalam SFAC no 6 sebagai berikut :
Equity or net asset is the residual interest in the assets of
an entity that remain after deducting its liabilities.

Ekuitas dan kewajiban dapat dibedakan atas


dasar kriteria berikut (PSAK no 21) :
1. Hak-hak masing-masing pihak atas
penyelesaian klaim
2. Hak penggunaan aset dalam operasi
3. Substansi ekonomik perjanjian

Tujuan Ekuitas
Tujuannya adalah Ekuitas sebagai bagian hak
pemilik dalam perusahaan harus dilaporkan
sedemikian rupa sehingga memberikan
informasi mengenai sumbernya secara jelas
dan disajikan sesuai dengan peraturan
perundangan dan akta pendirian yang berlaku.

Komponen Ekuitas
Ekuitas pemegang saham tersebut terdiri dari 2 komponen utama :
1. Modal yang disetorkan oleh pemegang saham (contributed capital ; paid in capital), yang bisa
dikelompokanmenjadi dua bagian :
a. Modal disetor yang bersumber dari capital stock (modal saham)
b. Additional paid in capital (tambahan modal disetor).
2. Modal yang dihasilkan oleh perusahaan (earned capital) yang bersumber dari laba bersih yang
ditahan dan belum dibagikan kepada pemilik. Biasa disebut retained earnings. Modal saham yang
diterbitkan dan ditawarkan ke masyarakat (calon investor /calon pemegang saham)
diterbitkan/ditawarkan dalam bentuk :
a.Saham Istimewa (Preferd Stock)
b.Saham Biasa (Common Stock)
c. Saham Tanpa Nilai Nominal (No Par Value of Stock)

Perbedaan Modal Setoran dan Laba Ditahan


Ditinjau dari sumbernya, ada beberapa komponen yang membentuk
ekuitas pemegang saham yaitu :
1.Jumlah rupiah yang disetorkan oleh pemegang saham.
2.Laba ditahan yang merupakan sisa laba setelah pembagian dividen
3.Jumlah rupiah yang timbul apresiasi atau revaluasi asset fisik
tertentu
4.Jumlah rupiah donasi dari pihak non pemegang saham
5. Sumber lainnya

Modal Yuridis
Modal yuridis timbul kerana adanya ketentuan hukum yang
mengharuskan bahwa harus ada sejumlah rupiah yang harus
dipertahankan dalam rangka perlindungan terhadap pihak
lain. Bentuk ketentuan hukum ini adalah bahwa saham
harus mempunyai nilai nominal atau nilai minimum yang
dinyatakan untuk menunjukan hak yuridis. Modal Yuridis
merupakan Jumlah rupiah minimal yang harus disetor oleh
investor sehingga membentuk modal yuridis (legal capital).

Modal Setoran Lain


Nominal saham sering dianggap bukan merupakan harga efektif saham sehingga
secara akuntansi penentuan nilai nominal saham sebenarnya tidak bernilai ekonomik.
Dalam hal tertentu, nilai nominal saham merupakan alat untuk pemerataan distribusi
pemilikan karena tidak bernilai ekonomik, saham dapat diterbitkan tanpa nilai nominal
(no par stock). Ada dua alasan penerbitan saham tanpa nilai nominal, yaitu : (1) untuk
menghindari utang bersyarat dalam hal saham terjual dibawah harga nominal, dan (2)
tidak ada hubungan antara nilai nominal dengan harga pasar saham

Perubahan Modal Setoran


Tujuan utama perekayasaan akuntansi modal setoran ini adalah untuk membedakan secara tegas
antara perubahan akibat transaksi operasi dan perubahan akibat transaksi modal.
Berbagai sumber yang dapat mengubah modal setoran dengan berbagai masalah teoretisnya
adalah :
1. Pemesanan saham (stock subscriptions)
2.Obligasi terkonversi atau berhak-tukar (convertible bonds)
3. Saham istimewa terkonversi atau berhak-tukar (convertible stocks)
4. Dividen saham (stock dividend)

Karakteristik Dividen saham

kapitalis Atas Dasar Nominal

Kapitalis Atas Dasar Harga Saham

5. Hak beli saham, opsi, dan waran (stock rights, options, and warrant)

Opsi saham

Waran

Perubahan modal setoran

6. Saham treasuri (treasury stocks)


Konsep satu-transaksi
Hendriksen dan Van Breda (1992, hlm.820-821) membahas tiga alternatif berikut ini. :
Alternatif pertama adalah memperlakukan seluruh selisih (Rp 60.000) sebagai
pengembalian modal setoran dan karenanya harus didebit ke premium atau diskun
saham yang sekelas.
Alternatif kedua dilandasi oleh tujuan mempertahankan modal saham atau modal
yuridis.
Alternative ketiga membebankan seluruh selisih ke laba ditahan. Alasan perlakuan ini
semata-mata kepraktisan dan konservatisma
Konsep dua-transaksi

Perubahan Laba Ditahan


1. Penyesuain Perioda Lalu
Penyesuaian ini adalah perlakuan terhadap suatu jumlah rupiah yang
memepengaruhi operasi perioda masa lalu. Bukan segai pengurang
atau penambah perhitungan laba tahun sekarang. Tetapi sebagai
penyesuaian terhadap laba ditahan awal perioda sekarang. Perlakuan
semacam ini dimaksudkan untuk menjadikan laba di tahan awal
perioda sekarang menunjukan saldo yang semestinya seadainya
jumlah rupiah tersebut telah diakui dalam perioda yang lalu.

2. Koreksi Kesalahan
APB opinion no. 20 paragraf 13 mendefinisikan kesalahan sebagai berikut :
Errors in financial statements result from mathematical mistakes, mistakes in application of
accounting principles, or oversight or misuse of facts that axisted at the time the financial
statements were prepared Jadi, untuk dapat disebut kesalahan, suatu jumlah rupiah harus
berasal dari kesalahan hitung, kesalahn aplikasi atau penerapan prinsif akuntansi, atau
kekhilafan atau kekeliruan menggunakan fakta yang tersedia pada saat penyusunan laporan
keuangan.
Koreksi sebagai penyesuai laba ditahan
Koreksi sebagai penyesuai modal setoran lain
Koreksi sebagai komponen statement laba-rugi


Perubahan Akuntansi
Ada 3 macam perubahan akuntansi yaitu :
1.Perubahan prinsip atau metode akuntansi (change in accounting principle or method)
2.Perubahan taksiran akuntansi (change in accounting estimate)
3.Perubahan kesatuan pelaporan (change in reporting entity)
Ada tiga alternatif atau metoda yang diusulkan yaitu penyesuaian retroaktif, penyesuaian
sekarang, dan penyesuaian sekarang dan prospektif.
1. Penyesuaian retroaktif
2. Penyesuaian sekarang
3. Penyesuaian sekarang dan prospektif
Aplikasi dalam standar

KESIMPULAN
Konsep kesatuan usaha memisahkan secara fisik dan konseptual antara
manajemen dan pemilik. Ekuitas pemegang saham menggambarkan hubungan
yuridis antara perseroan dengan para pemegang saham. Ekuitas pemegang
saham terdiri atas dua komponen yaitu modal setoran dan laba ditahan. Modal
setoran dipecahkan menjadi modal yuridis dan modal setoran lain.
Ekuitas didefinisikan secara sintatik sebagai hak residual atas aset perusahaan
setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas terpaksa didefinisi secara sintatik
bukan semantik karena keperluan untuk memprtahankan artikulasi statemen
keuangan. Ekuitas mengandung makna pemilikan. Oleh karena itu, untuk
organisasi non bisnis ekuitas sering disebut sebagai aset bersih.

Kontrak yang sesungguhnya antara pemegang saham dan perseroan


ditunjukan oleh keseluruhan dana yang disetor (modal setoran) tanpa
memperhatikan adanya modal yuridis atau modal saham yang sering dianggap
sebagai batas perlindungan bagi pihak lain. Pemisahan dan pelaporan modal
yuridis tidak menjadi masalah secara teknis. Akan tetapi, secara konseptual
modal yuridis dan modal setoran lain harus ditotal untuk menunjukan modal
setoran yang harus dibedakan dengan laba ditahan. Dari segi akuntansi, yang
mendasarkan diri pada konsep dasar substansi di atas bentuk, ekuitas
pemegang saham adalah seluruh jumlah yang secara ekonomik tertanam dalam
perseroan termasuk laba ditahan.