Anda di halaman 1dari 2

2.

Fungsi
Sendi temporomandibular merupakan junctura synovialis bilateral yang
memungkinkan terjadinya pergerakan bebas mandibula dalam

tiga bidang.

Adanya artikulasi antara fossa glenoid tulang temporal dan processus condylaris
mandibula memungkinkan mandibula melakukan pergerakan seperti membuka
dan menutup mulut yang membantu dalam proses pengunyahan dan berbicara.
Gerakan-gerakan yang dapat dilakukan mandibula akibat adanya persendian
temporomandibular ialah:
a. Protusi
Prousi adalah gerak mandibula ke anterior. Pada gerak ini gigi geligi
dalam oklusi sentrik, mandibula didorong ke anterior. Gigi insisivus edge
to edge, insisivus inferior lebih anterior dari gigi insisivus superior.
Processus condylaris bergerak ke anterior dan inferior sepanjang lereng
posterior eminentia articularis.
b. Retrusi
Retrusi adalah gerak mandibula ke posterior. Pada gerak ini mandibula
bergerak ke posterior dengan gigi tetap kontak sampai ke oklusi sentrik.
Processus condylaris dan discus bergerak ke atas dan ke posterior pada
eminentia articularis.
c. Depresi
Depresi adalah gerakan menurunkan mandibula. Pada saat gerakan
membuka mandibula berotasi di sekitar sumbu horisontal, sehingga
condyle akan bergerak ke depan sedangkan angulus mandibula bergerak ke
belakang. Sumbu tempat berotasinya mandibula tidak dapat tetap stabil
selama gerak membuka, namun akan bergerak ke bawah dan ke depan di
sepanjang garis yang ditarik.
d. Elevasi
Elevasi adalah gerakan mengangkat mandibula.

Pada gerak ini dagu

berputar ke atas dan ke anterior. Prosessus condilaris bergerak ke posterior


dan ke atas sepanjang eminentia articularis. Gigi geligi sampai mencapai
oklusi sentrik.
e. Gerak lateral mandibula

Pada gerak ini condyle pada sisi ipsilateral kearah sisi gerakkan akan tetap
ditahan pada fosa glenoid. Pada saat bersamaan, condyle dari sisi
kontralateral akan bergerak meluncur kedepan.
(Liebgot, 1995).
Dapus:
Liebgot, B., 1995, Dasar Dasar Anatomi Kedokteran Gigi, EGC, Jakarta.