P. 1
PRESENTASI METODE TRANSPORTASI.1

PRESENTASI METODE TRANSPORTASI.1

|Views: 3,068|Likes:
Dipublikasikan oleh Zufri Hasrudy Siregar
PRESENTASI KULIAH -UMMU TERNATE (RISET OPERASI)
PRESENTASI KULIAH -UMMU TERNATE (RISET OPERASI)

More info:

Published by: Zufri Hasrudy Siregar on May 15, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2013

pdf

text

original

RISET OPERASI

Lecture II

Metode Transportasi
FOR : Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

1

Pengertian Metode Transportasi
Metode transportasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama atau sejenis ke tempat tujuan secara optimal dengan biaya yang termurah. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa karena terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber atau beberapa sumber ke tempat tujuan yang berbeda
15/05/2010 Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng 2

Tabel awal dalam metode transportasi
1. Metode North West Corner (NWC) yaitu metode
pojok kiri atas ke pojok kanan bawah Kelemahan : tidak memperhitungkan besarnya biaya sehingga kurang efisien. 2. Metode biaya terkecil (least cost) yaitu mencari dan memenuhi biaya terkecil dulu. Metode ini lebih efisien dibanding NWC. 3. Metode Vogel’s Approximation Method (VAM) metode ini lebih sederhan (sedikit rumit) dari yang lain dan sering lebih optimal dibanding yang lain
15/05/2010 Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng 3

Uji Optimalisasi metode Transportasi
Setelah tabel awal dibuat, tabel dapat dioptimalkan lagi dengan metode : 1. Stepping Stone ( batu loncatan) 2. Modified Distribution Method (MODI)

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

4

CONTOH MASALAH TRANSPORTASI
KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang Rp. 20 Rp. 15 Rp. 25 50 Rp.5 Rp. 20 Rp. 10 110 Rp. 8 Rp. 10 Rp.19 40 90 60 50 200 Gudang A Gudang B Gudang C Kapasitas pabrik

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

5

Penyelesaian :
1. Metode NWC KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang 50
20 5 8

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

50
15

40
20 10

60
25 10 19

10 110

40 40

Biaya yang dikeluarkan : (50.20) + (40.5) + (60.20) + (10.10) + (40.19) = 3260

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

6

2. Metode Biaya Terkecil

KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

20

5

8

90
15 20

20
25

40

10

30 50

20 110

10

19

40

Biaya yang dikeluarkan : (90.5) + (20.15) + (40.10) + (30.25) + (20.10) = 2400

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

7

3. METODE VAM
Metode VAM adalah metode yang lebih mudah dan lebih cepat untuk mengatur alokasi dari beberapa sumber ke arah tujuan. Langkah metode VAM : 1. Cari perbedaan dua variabel terkecil, yaitu terkecil pertama dan kedua ( kolom dan baris) 2. Pilih perbedaan terbesar antara baris dan kolom 3. Pilih biaya terendah 4. Isi sebanyak mungkin yang bisa dilakukan 5. Hilangkan baris/kolom yang terisi penuh 6. Ulangi langkah 1-5 sampai semua baris dan kolom seluruhnya teralokasikan.

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

8

Pilih penalty yang terbesar yaitu 9 dan biaya yang terkecil yaitu 10 KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang Penalty 50
20 5 8

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

Penalty 3 5 9

15

20

10

25

10

19

110

40

5

2

2

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

9

Isi pada baris tersebut dengan biaya yang terbesar yaitu 50, dan lihat penalty yang terbesar yaitu 15 dan biaya terkecil yaitu 5 KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang Penalty 50 5
20 5 8

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

Penalty 3 5

15

20

10

25

50
110 60 15

10

19

40

2

Setelah diisi terlihat kebutuhan gudang terpenuhi 50 dan sisa tinggal 60

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

10

Setelah diisi 60 kapasitas pabrik tinggal 30, dan lihat lagi penalty yang terbesar yaitu 12 dan biaya terkecil yaitu 8 KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang Penalty 50 5
20

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 30 60 50 200

Penalty 12 5

60

5

8

15

20

10

25

50
110

10

19

40

2

Kebutuhan gudang telah dipenuhi dengan penambahan 60 + 50, bearti gudang B telah selesai

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

11

Isikan 30 tadi di daerah yang dimaksud sehingga kapaitas pabrik telah terpenuhi yaitu 90 KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang Penalty 50 15
20

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 60 10 50 200

Penalty

60

5

30

8

15

20

10

5

25

50
110

10

19

40 10

Lihat lagi penalty yang terbesar yaitu 15 dan biaya terkecil yaitu 10, sehingga yang harus diisi hanya tinggal 10 untuk memenuhi kebutuhan gudang tersebut

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

12

Isikan 10 untuk memenuhi kapasitas pabrik dan sisa 50 diisikan di gudang A pabrik H sehingga semuanya terpenuhi KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang 50
20

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

60

5

30 10
40

8

50

15

20

10

25

50
110

10

19

Biaya transportasi : (5.60) + (8.30) + (15.50) + (10.10) + (10.50) = 1890 (optimal)

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

13

Mengoptimalkan tabel : 1. Metode Stepping Stone, misal tabel awal menggunakan yang NWC KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang 50
20 5 8

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

50

15

+ 25

40
20 10

+

60
10 19

10 110

40 40

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

14

Perbaikan 1. dengan trial and error

KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

20

5

8

50 50

15

+ 25

40 60 10

90
20 10

+

10
10 19

40 40

50

110

Setelah dihitung dengan trial and error, biaya yang dikeluarkan : (50.15) + (90.5) + (10.20) + (10.10) + (40.19) = 2260

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

15

Perbaikan 2 KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang 50
20

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

50 90
-

5

40
+

8

15

20

10

50
25

10
10 19

10

50+ 110

-

40 40

Biaya yang dikeluarkan : (50.5) + (40.8) + (50.15) + (10.20) + (50.10) = 2020

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

16

Perbaikan 3

KE DARI Pabrik W Pabrik H Pabrik P Kebutuhan gudang

Gudang A

Gudang B

Gudang C

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

20

60 50
-

5

30
+

8

40
10

15

20

50
25

10 50 50

+
10

-

10
19

110

40

Biaya yang dikeluarkan : (60.5) + (30.8) + (50.15) + (10.10) + (50.10) = 1890 (paling optimal) jika hasil belum optimal, lakukan perbaikan terus sampai mendapatkan hasil yang optimal
15/05/2010 Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng 17

2. Metode MODI
Langkah – langkah : a. misal tabel awal yang digunakan adalah tabel NWC b. buat variabel Ri dan Kj untuk masing-masing baris dan kolom c. hitung sel yang berisi (nilai tiap kolom dan tiap baris) dengan rumus : Ri + Kj = Ci baris kolom biaya 1. W-A = R1 + K1 = 20 2. W-B = R1 + K2 = 5 3. H-B = R2 + K2 = 20 4. P-B = R3 + K2 = 10 5. P-C = R3 + K3 = 19 Dari persamaan di atas, hitung K1 dan R1 dengan cara meng-nol-kan variabel R1 atau K1, misal R1 = 0 1. R1 + K1 = 20 => 0 + K1 = 20, K1 = 20 2. R1 + K2 = 5 => 0 +K2 = 5 , K2 = 5 3. R2 +K2 = 20 => R2 + 5 = 20 , R2 = 15 4. R3 + K2 = 10 => R3 + 5 = 10, R3 = 5 5. R3 + K3 = 19 => 5 + K3 = 19, K3 = 14
15/05/2010 Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng 18

Letakkan nilai tersebut pada baris / kolom yang bersangkutan KE DARI Pabrik W R1 = 0 Pabrik H R2 = 15 Pabrik P R3 = 5 Kebutuhan gudang 50
20 5 8

Gudang A K1 = 20

Gudang B K2 = 5

Gudang C K3 = 14

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

50
15

40
20 10

60
25 10 19

10 110

40 40

d. Hitung nilai/index perbaikan setiap sel yang kosong dengan rumus :

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

19

Cij – Ri – Kj 1. H – A = 15 – 15 – 20 2. P-A = 25-5-20=0 3. H-C=10-15-14=-19 (optimal jika pada sel yang kosong, indek perbaikan ≥ 0, jika belum maka pilih yang negatifnya besar) e. Memilih titik tolak perubahan pilih nilai yang negatifnya besar yaitu H-A f. Buat jalur tertutup berilah tanda positif pada H-A. Pilih 1 sel terdekat yang isi dan baris (HB), 1 sel yang terdekat dan sekolom (W-A), berilah tanda negatif pada dua sel tersebut. Kemudian pilih satu sel yang sbaris atau sekolom dengan dua sel bertanda negatif tadi (W-B) dan beri tanda positif. Selanjutnya pindahkan isi dari sel bertanda negatif ke yang bertanda positif sebanyak isi terkecil dari sel yang bertanda positif (50). Jadi, H-A kemudian berisi 50, H-B berisi 60-50 = 10, W-B berisi 40+50 = 90 dan W-A tidak berisi.

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

20

KE DARI Pabrik W R1 = 0 Pabrik H R2 = 15 Pabrik P R3 = 5 Kebutuhan gudang

Gudang A K1 = 20
20

Gudang B K2 = 5
5

Gudang C K3 = 14
8

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

50 50

40
15

+ 25

90
20 10

+

60 10

10
10 19

40 40

50

110

g. Ulangi langkah-langkah c – f sampai indeks perbaikan bernilai ≥ 0 Hitung sel yang berisi : W – B = R1 + K2 = 5 => 0 + K2 = 5, K2=5 H–A = R2 + K1 = 15 => R2 + 0 = 15, R2 = 15
15/05/2010 Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng 21

H–B = R2 + K2 = 20 => 15 + 5 = 20, P–B = R3 + K2 = 10 => R3 + 5 = 10 , R3 = 5 P–C = R3 + K3 = 19 => 5 + K3 = 19, K3 = 14 Perbaikan indeks : W – A = 20 – 0 – 0 = 20 W – C = 8 – 0 – 14 = -6 H – C = 10 – 15 – 14 = -19 P–A = 25 – 5 – 0 = 20 KE DARI Pabrik W R1 = 0 Pabrik H R2 = 15 Pabrik P R3 = 5 Kebutuhan gudang
15/05/2010
20 5 8

Gudang A K1 = 20

Gudang B K2 = 5

Gudang C K3 = 14

Kapasitas pabrik 90 60 50

90
15 20 10

50
25

10

10

+ -

10
19

+

20

40 40

30 200

50

110

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

22

Biaya transportasi : ( 90.5) + (50.15) + (10.10) + (20.10) + (30.19) = 2070 Hitung sel yang berisi : W – B = R1 + K2 = 5 => 0 + K2 = 5, K2 = 5 P–B = R3 + K2 = 10 => R3 + 5 = 10 , R3 = 5 P–C = R3 + K3 = 19 => 5 + K3 = 19 , K3 = 14 H – C = R2 + K3 = 10 => R2 + 14 = 10, R2 = -4 H–A = R2 + K1 = 15 => -4 + K1 = 15, K1 = 19 Perbaikan indeks ( sel kosong) : W – A = 20 – 0 – 0 = 20 W – C = 8 – 0 – 14 = -6 H – B = 20 – 15 – 5 = 0 P – A = 25 – 5 – 0 = 20

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

23

KE DARI Pabrik W R1 = 0 Pabrik H R2 = 15 Pabrik P R3 = 5 Kebutuhan gudang

Gudang A K1 = 20
20

Gudang B K2 = 5 80 90
20 5

Gudang C K3 = 14
8

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

+

10
10

15

50
25

10
10

10
19

20 50

+ 30

-

30 40

20

110

Biaya transportasi : (80.5) + ( 10.8) + ( 50.15) + (10.10) + (30.10) + (20.19) = 2010 sel berisi :
15/05/2010 Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng 24

W W H H P

– – – – –

B C C A B

= = = = =

R1 R1 R2 R2 R3

+ + + + +

K2 K3 K3 K1 K2

= = = = =

5 8 10 15 10

=> => => => =>

0 + K2 0 + K3 R2 + 8 2 + K1 R3 + 5

= = = = =

5, 8, 10, 15, 10,

K2 K3 R2 K1 R3

= = = = =

5 8 2 13 5

Indeks W – A H – B P – A Indeks

perbaikan : = 20 – 0 – 19 = 20 – (-4) = 25 – 5 – 19 perbaikan sudah

= 1 – 5 = 19 = 1 positif semua, bearti sudah optimal.

KE DARI Pabrik W R1 = 0 Pabrik H R2 = 15 Pabrik P R3 = 5 Kebutuhan gudang

Gudang A K1 = 20
20

Gudang B K2 = 5
5

Gudang C K3 = 14
8

Kapasitas pabrik 90 60 50 200

80
15 20

10
10

10 50 50
25 10 19

30 110

20 40

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

25

Keajaiban bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam. Tetapi sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman kita tentang hukum alam itu Ukuran sukses sejati terletak pada kemampuan Anda merasakan pikiran bahagia (Erbe Sentanu)

Semuanya ada di dalam dirimu, Mintalah memalui dirimu sendiri (Jalaluddin Rumi)

15/05/2010

Zufri Hasrudy Siregar, M.Eng

26

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->