Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN

PRAKTIKUM SISTEM PENCERNAAN

Guru Pembimbing : Fatimah Sari,S.Pd

Disusun oleh
Nama : Fitratunnisa
Kelas : XIB

SMA AL-AZHAR PALU


TAHUN AJARAN 2015/2016

I.
II.

SISTEM PENCERNAAN
TUJUAN PERCOBAAN
Adapun tujuan percobaannya adalah :
1. Melalui pengamatan ini, peserta didik dapat mengetahui system
pencernaan pada tikus putih (Rattus norvegicus)
2. Melalui pengamatan ini, peserta didik dapat mengetahui fungsi dari
masing-masing organ system pencernaan pada tikus putih (Rattus
norvegicus).

III.

ALAT DAN BAHAN


1. Alat
Adapun alat yang digunakan terdiri dari :
a. Cutter
b. Gunting
c. Steroform
d. Jarum pentul
e. Pinset
f. Toples plastik besar
g. Kamera digital
h. Sarung tangan
i. Masker
2. Bahan

Adapun bahan yang digunakan terdiri dari :


Tikus putih (Rattus norvegicus).
Kloroform
Alkohol 70%
Tissue
Kapas

a.
b.
c.
d.
e.

IV.

PROSEDUR KERJA
Adapun prosedur kerja yang dilakukan antara lain :
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Membius tikus putih (Rattus norvegicus) dengan cara memasukkan
kedalam toples yang berisi kapas yang telah dibasahi dengan
kloroform lalu ditutup.
3. Mematikan tikus putih (Rattus norvegicus) dengan menggunakan
teknik dislokasi leher.
4. Meletakkan tikus putih (Rattus norvegicus) diatas steroform
dengan

cara

keempat

kakinya

direntangkan

dan

ditusuk

menggunakan jarum pentul.


5. Membedah tikus dengan menggunakan alat bedah yang sudah
disiapkan hingga terlihat organ system saluran cernanya.
6. Mengamati sistem saluran reproduksinya.
7. Memfoto dan Menggambar
8. Membandingkan dengan sistem reproduksi pada manusia yang ada
pada literatur.

V. HASIL PENGAMATAN
Preparat

No

Tikus putih
(Rattus

1.

norvegicus)

VI.

PEMBAHASAN

Gambar
pencernaan tikus

Gambar literatur

Pada percobaan ini digunakan hewan uji tikus putih (Rattus


norvegicus) untuk melihat dan mengetahui organ-organ dalam sistem
pencernaan, karena tikus mudah didapat, ukuran kecil, struktur organ
sistem pencernaan, anatomi fisiologi tikus sama dengan manusia yang
dimulai dari mulut, esofagus, ventrikulus, usus halus, usus besar, rectum
sampai anus.
Sistem pencernaan pada manusia, dimulai dari mulut. Didalam
mulut, berlangsung proses secara mekanik oleh gigi dan lidah sedangkan
proses kimiawinya oleh air ludah yang terdapat enzim ptyalin, fungsinya
mengubah amilum menjadi maltosa. Makanan masuk kedalam esofagus
berbentuk lobus, terjadi gerakan peristaltik atau meremas makanan,
hingga mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Selama di
lambung, makanan diproses secara kimiawi menggunakan enzim-enzim
pencernaan, diantaranya: Renin, fungsinya untuk mengendapkan protein
dalam kasein; Pepsin, fungsinya untuk memecah protein menjadi pepton;
Asam Klorida (HCl), fungsinya untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi
pepsin dan lipase, fungsinya mengubah lemak menjadi asam lemak dan
gliserol.
Makanan yang berbentuk bubur (kim) dibawa ke usus halus untuk
dicerna dengan bantuan enzim dari pancreas dan diserap kandungannya,
seperti lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol,
Karbohidrat dalam bentuk glukosa, dan protein dalam bentuk asam
amino. vitamin dan mineral dapat langsung diserap tanpa dicerna.
Makanan yang tidak dicerna usus halus akan menuju usus besar. Air
yang masih ada dalam usus besar akan diserap kembali dan berubah
menjadi feses yang kemudian ditampung di rectum. Feses kemudian
dibuang melalui anus.
Sistem pencernaan pada tikus dimulai dari mulut. didalam mulut,
makanan digiling menjadi kecil-kecil oleh gigi dan di basahi oleh ludah.
Makanan kemudian disalurkan melalui faring dan menuju esofagus.
Terjadi gerakan peristaltic pada makanan, dan kemudian masuk ke

lambung. Proses pencernaan makanan di lambung secara kimiawi


dengan bantuan enzim dan getah lambung. Masuk dalam usus halus,
makanan dicerna dengan bantuan enzim. Kandungan pada makanan juga
diserap oleh usus halus. Makanan kemudian menuju ke usus besar yang
menjadi tempat mengabsorsi air pada makanan. Akibatnya, makanan
menjadi feses. Kemudian feses disimpan di rektum dan dikeluarkan
melalui anus.
Pada sistem pencernaan manusia dan tikus putih (Rattus
norvegicus) terdapat beberapa perbedaan, yaitu : Pertama, perbedaan
stuktur gigi. Manusia memiliki struktur gigi yang lengkap terdiri atas
gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan serta belakang sedangkan pada
tikus tidak memiliki gigi taring namun memiliki gigi seri yang panjang
dan terus tumbuh yang menggantikan fungsi dari gigi taringnya. Kedua,
perbedaan struktur lambung. Tikus memiliki sekum (lambung) yang
besar yang berfungsi untuk destoksifikasi karena tikus merupakan hewan
pengerat yang memiliki kemampuan makan yang cukup tinggi. Adapun
pada manusia hanya memiliki usus buntu yang relatif kecil. Ketiga,
ukuran organ pencernaan. Organ pencernaan pada tikus putih (Rattus
norvegicus) lebih kecil dibandingkan pada manusia.

VII. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dalam praktikum kali ini


adalah:
Sistem pencernaan pada tikus putih (Rattus norvegicus) hampir sama

1.

dengan manusia baik bentuk, warna dan letaknya tetapi yang membedakan
yaitu struktur gigi dan lambung serta ukurannya.
Sistem pencernaan tikus terdiri dari : Mulut terdapat enzim ptyalin;

2.

Esofagus; Lambung terdapat enzim pepsin, lipase, getah lambung berupa


HCl serta enzim Renin; Usus halus terdiri dari dudenum, Jejunum, dan
Ileum. terdapat enzim sukrase, enzim maltase, dan enzim laktase; Usus
besar berfungsi menyerap air dari makanan, dan tempat feses; Rektum;
dan terakhir anus adalah tempat mengeluarkan feses.
B.

Saran
Adapun saran yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Bahan bius yang digunakan dalam praktikum yaitu kloroform sangat
sedikit digunakan saat membius karena jumlahnya yang kurang,
menyebabkan tikus putih tersebut tidak terbius secara total sehingga
mereka masih melakukan perlawanan saat dilakukan pembedahan.
2. Alat alat praktikum yang digunakan kurang steril.

VIII. DAFTAR PUSTAKA


Srikini,dkk .2006. BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas XI . Jakarta : Erlangga.

Yudhie. 2010. MENCIT DAN TIKUS (Mus musculus & Rattus


norvegicus). (Sumber :
http://yudhiestar.blogspot.co.id/2010/01/mencit-dan-tikusmus-musculus-rattus.html). (Diakses 6 Januari 2010)
Ulialbab, Arya. 2012. ANATOMI DAN FISIOLOGI TIKUS. (Sumber :
http://nutritionandhalalfood.blogspot.co.id/2012/01/anatomidan-fisiologi-tikus.html). (Diakses 07 Januari 2012)
Sasrawan, Hedi. 2013. Proses Pencernaan Kimiawi di Lambung .
(Sumber : http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2013/04/prosespencernaan-kimiawi-di-lambung.html) .(Diakses April 2013)