Anda di halaman 1dari 12

Bahan kuliah Riset Operasi

Tek. Informatika UMMU Ternate


Zufri Hasrudy Siregar

METODE TRANSPORTASI

Salah satu permasalahan khusus dalam Linear Programming adalah masalah transportasi,
untuk menyelesaikan permasalahan ini digunakan metode transportasi. Dokatakan khusus,
karena terletak pada karakteristik utama, yaitu bahwa masalah-masalah
masalah masalah tersebut cendrung
membutuhkan sejumlah pembatas dan variabel yang sangat
sangat banyak sehingga dalam
penggunaan komputer dalam menyelesaikan metode simpleksnya akan sangat mahal
dibandingkan secara manual. Disamping itu, kebanyakan koefisien dalam pembatasnya
bernilai nol dan sedikit sekali koefisien yang berharga bukan nol muncul dalam suatu pola
tertentu. Oleh karena itu, penting bagi kita mempelajari masalah-masalah
masalah masalah khusus seperti ini.
Dengan tujuan agar dapat segera menyelesaikan permasalahan transportasi yang akan
muncul.

Metode transportasi adalah metode yang paling efisien dibandingkan


dibandingkan metode simpleks.
Penggunaan metode transportasi ini dipelopori oleh FL. Hitchcock (1941), TC. Koopmans
(1949) dan GB. Dantzig (1951). Beberapa permasalahn yang dapat diselesaikan oleh metode
transportasi adalah pengalokasian barang/jasa dari suatu
su tempat lain (demand/destination
demand/destination)
secara optimal dengan mempertimbangkan biaya minimal, pengalokasian periklanan yang
efektif, pembelanjaan modal dan alokasi dana untuk investasi, analisa pemilihan lokasi usaha
yang paling tepat, keseimbangan lini perakitan,
perakitan, dan penjadwalan produksi.

Langkah-langkah
langkah penyelesaian masalah model transportasi

1. Mencari penyelesaian layak pada variabel dasar, dapat dipilih salah satu metode yang
tersedia. Metode yang dapat digunakan adalah Northwest Corner (sudut kiri atas), Least
Cost (biaya terkecil) dan Vogel Approximation (VAM).
a. Metode NWCR
 Pendistribusian dimulai dari pojok kiri atas dan, diakhiri pada pojokk kanan
bawah (pokia-pokaba).
pokaba).
 Setiap pendistribusian dipilih nilai sebanyak mungkin tanpa menyimpang dari
sumber/tujuan
 Apabila variabel dasar sudah terisi semua, maka dihitung jumlah biaya yang
akan dikeluarkan oleh perusahaan.
b. Metode least cost
 Pendistribusian dimulai dari biaya terkecil dan apabila terdapat biaya terkecil
lebih dari satu, maka dipilih salah satu.

1 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

 Setiap pendistribusian dipilih nilai sebanyak mungkin tanpa mengabaikan


jumlah sumber/tujuan
c. VAM ( Vogel Approximation Method )
 Menghitung opportunity cost yang didasarkan pada dua biaya terkecil pada
setiap baris dan kolom dan mengurangkan keduanya, hasil perhitungan disebut
dengan penalty cost
 Memilih nilai penalty cost terbesar diantara baris dan kolom.
 Memilih biaya terkecil dari nilai penalty cost terbesar dan mendistribusikan
sejumlah nilai. Baris / kolom penalty yang sudah terpilih diabaikan untuk
langkah
ngkah selanjutnya.
 Menyesuaikan jumlah permintaan dan penawaran untuk menunjukkan alokasi
yang sudah dilakukan. Menghilangkan semua baris dan kolom dimana
penawaran dan permintaan telah dihabiskan.
 Apabila jumlah penawaran dan permintaan belum sesuai, maka ulangi langkah
pertama sampai terisi.
2. Mengujia hasil penyelesaian. Dengan menggunakan salah satu metode yang tersedia akan
didapatkan solusi awal yang layak, akan tetapi penyelesaian yang layak ini belum tentu
menjadi penyelesaian yang optimal. Oleh karena
karena itu, perlu dilakukan pengujian agar hasil
penyelesaian model transportasi optimal yaitu menghasilkan biaya minimal. Pengujian
optimalisasi menggunakan dua metode yaitu :
a. Metode Stepping Stone
 Memilih satu water square (segi empat yang masih kosong/variabel non basis)
dan 3 atau lebih variabel basis (segi empat yang berisi)
 Mengisii water square ( entering variabel) dengan memperhatikan variabel
basis dan menyesuaikan dengan jumlah penawaran dan permintaan.
 Memberikan tanda
anda + (positif) dan water square yang akan diisi dan variabel
basis yang nilainya bertambah
 Memberikan tanda – (negatif) pada variabel basis yang nilainya dipindahkan
pada water square.
 Menguji hasil stepping stone dengan mencari nilai perubahan biaya yan
yang
masih negatif.
 Mengulangi langkah diatas dengan memilih nilai terkecil.
b. Metode MODI

2 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

Metode MODI merupakan variasi dari metode stepping stone yang didasarkan
pada rumusan dual. Perbedaannya dengan metode stepping stone adalah pada
metode ini tidak harus menentukan semua jalur tertutup variabel nonbasis, kecuali
pada saat akan melakukan perpindahan pengisian tabel. Dengan demikian MODI
merupakan cara efisien untuk menghitung variabel non basis. Dalam metode
MODI terdapat persamaan sebagai berikut :

mi + nj = Cij

Dimana mi = nilai setiap sel baris

nj = nilai setiap kolom

Cij = biaya transportasi per unit

Adapun langkah – langkah dalam metode MODI adalah :

1) Menentukan nilai mi untuk setiap baris dan nilai – nilai nj untuk setiap kolom dengan
mengggunakan hubungan Cij = mi + nj untuk semua variabel basis dan menentukan
nilai m1 = 0
2) Menghitung perubahan biaya Cij untuk setiap variabel non basis dengan
menggunakan rumus Cij – mi – nj.
3) Apabila hasil perhitungan terdapat nilai Cij negatif, maka solusi
solusi belum optimal. Oleh
karena itu dipilih Xij dengan nilai Cij negatif terbesar sebagai entring variabel.
4) Mengalokasikan sejumlah nilai ke entring variabel Xij sesuai dengan proses stepping
stone dan mengulangi langkah pertama.

Contoh : perusahaan tepung memiliki 3 pabrik yang terletak di Batu, Malang, dan
Pandaan. Kapasitas tepung yang tersedia di masing – masing pabrik adalah 120 ton,
80 ton. Seminggu yang lalau ada 3 pabrik roti yang memesan tepung, mereka
berlokasi di Madiun, Surabaya, dan Sragen. Adapun
Adapun permintaan dari masing –
masing perusahaan roti adalah 150 ton, 70 ton dan 60 ton. Adapun biaya pengiriman
yang diperhitungkan adalah sebagai berikut :
Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Supply
Batu
8 5 6 120
Malang
15 10 12 80
Pandaan
3 9 10 80
Demand 150 70 60 280
Berdasarkan data diatasbagaimana perusahaan tepung mendistribusikan permi
permintaan
pelanggannya?

Metode NWCR (Northwest Corner)

3 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

1. Pendistribusian dimulai dari pojok kiri atas :


a. Batu – Madiun : pengisian segi empat air, yaitu Batu – Madiun dengan
memperhatikan angka demand 150 dan supply 120, dari dua angka ini dipilih
satu yang terkecil,
kecil, yaitu 120. Angka 120 dimasukkan dalam segi empat Batu
– Madiun. Dengan pengisian ini, maka segi empat Batu – Surabaya dan Batu
Sragen tidak mungkin diisi lagi karena jumlah kapasitas supply sudah
terpenuhi.
b. Malang – Madiun : pengisian segi empat air, air, yaitu Malang – Madiun dengan
memperhatikan angka demand 150 dan supply 80, akan tetapi, karena demand
sudah berkurang sebanyak 120, maka sisanya, yaitu 150 – 120 = 30
dimasukkan dalam segi empat Malang – Madiun. Dengan pengisian ini, maka
segi empat Pandaan
Pand – Madiun tidak mungkin diisi lagi.
c. Malang – Surabaya : pengisian segi empat air yaitu Malang – Surabaya
dengan memperhatikan angka demand 70 dan supply 80, akan tetapi karena
kapasitas demand sudah berkurang sebanyak 30, maka sisanya yaitu 80 – 50 –
30 = 20 dimasukkan dalam segi empat Malang – Surabaya. Dengan pengisian
ini, maka segi empat Malang – Sragen tidak mungkin diisi lagi.
d. Pandaan – Surabaya : pengisian segi empat air, yaitu Pandaan – Surabaya
dengan memperhatikan angka demand 70 dan supply 80, akan tetapi karena
kapasitas demand sudah berkurang sebanyak 50, maka sisanya yaitu 70 – 50 =
20 dimasukkan dalam segi empat Pandaan – Surabaya.
e. Pandaan – Sragen pengisian segi empat air, yaitu Pandaan – Sragen dengan
memperhatikan angka demand 60 dan supplysupply 80, akan tetapi karena kapasitas
supply sudah berkurang sebanyak 20, maka sisanya yaitu 150 – 120 = 60 dan
kapasitas supply 60, maka 60 dimasukkan dalam segi empat Pandaan –
Sragen. Dengan pengisian ini, maka pendistribusian sudah selesai.
2. Pendistribusian
ian telah berakhir pada segi empat pojok kanan bawah dan jumlah
isian (variabel dasar) adalah 5 bearti sudah terpenuhi syarat m + n = 3 + 3 – 1 = 5.
Berikut ini hasil ringkasan dari pendistribusian.
Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Supply
8 5 6
Batu
120 120
15 10 12
Malang
30 50 80
3 9 10
Pandaan
20 60 80
Demand 150 70 60 280
3. Menghitung biaya pendistribusian :
Z = 120 (8) + 30 (15) + 50 (10) + 20 (9) + 60 (10)
= 960 + 450 + 500 + 180 + 600 = 2.650

Metode Least Cost


1. Mencari biaya terkecil dari semua biaya yang ada secara berurutan :
a. Biaya 3. Pengisian pertama dilakukan pada biaya terkecil, yaiyaitu 3, pada
biaya 3 ini kapasitas supply 80 dan kapasitas demand 150. Jumlah

4 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

distribusi dipilih yang terkecil, yaitu 80, dengan demikian segi empat
Pandaaan –Surabaya
– dan Pandaan – Sragen tidak mungkin dilakukan
pengisian.
b. Biaya 5. Pengisian kedua dilakukan pada biaya 5, pada biaya 5 ini
kapasitas supply 120 dan kapasitas demand 70. Jumlah distribusi dipilih
yang terkecil yaitu 70, denagan demikian segi empat Malang – Surabaya
dan Malang – Pandaan tidak mungkin dilakukan pengisian.
c. Biaya 6. Pengisian dilakukan
dilakukan pada biaya 6, pada biaya 6 ini kapasitas
supply 120 dan kapasitas demand 60, akan tetapi kapasitas supply sudah
berkurang 70, sehingga jumlah pendistribusiannya adalah 120 – 70 = 50
d. Biaya 12 pengisian dilakukan pada biaya 12, pada biaya 12 ini kapasitas
supply 80 dan kapasitas 60, akan tetapi kapasitas demand sudah terisi 50,
sehingga jumlah pendistribusiannya adalah 60 – 50 = 10
e. Biaya 15. Pengisian terakhir dilakukan pada biaya 15, pendistribusian
biaya 15 ini merupakan sisa kapasitas supply ( 80 – 10 = 70) dan sisa
kapasitas demand (150 – 80 = 70 ), maka pendistribusiannya adalah 70.

Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Supply
8 5 6
Batu
70 50 120
15 10 12
Malang
70 10 80
3 9 10
Pandaan
80 60 80
Demand 150 70 60 280
Menghitung biaya pendistribusian :
Z = 70 (5) + 50 (6) + 70 (15) + 10 (12) + 80 (3)
= 350 + 300 + 1050 + 120 + 240 = 2060

Metode VAM
1. Mencari opprotunity cost pada setiap baris dan kolom.
a. Baris pertama adalah 6 dan 5 ; penalty cost-nya 6- 5 = 1
b. Baris kedua adalah 12 dan 10 ; penalty cost-nya 12 – 10 = 2
c. Baris ketiga adalah 9 dan 3 ; penalty costnya 9-3 = 6
d. Kolom pertama adalah 8 dan 3 ; penalty costnya 8 – 3 = 5
e. Kolom kedua adalah 9 dan 5 ; penalty costnya 9-5 = 4
f. Kolom ketiga adalah 10 dan 6 ; penalty costnyai 10- 6 = 4
2. Memilih penalty cost terbesar dan melakukan pendistribusian.
Opportunity cost
8 5 6 1
15 10 12 2
3 9 10 6
5 4 4

5 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

a. Penalty cost terpilih 6 berada pada baris ke-3,


ke 3, maka pendistribusian dilakukan
pada baris ke-33 dengan memilih biaya terkecil, yaitu Pandaan
Pandaan-Madiun, jumlah
yang didistribusikan adalah 80 dengan pertimbangan nilai terkecil diantara
kapasitas permintaan
permintaan dan kapasitas penawaran adalah 80. Dilanjutkan
menghitung penalty cost berikutnya.
Opportunity cost
8 5 6 1
15 10 12 2
7 5 6
b. Penalty cost terpilih 7 berada pada kolom ke-1, 1, maka pendistribusian
dilakukan pada kolom ke-1ke 1 dengan memilih biaya terkecil, yaitu Batu Batu-
Madiun, jumlah yang didistribusikan adalah 70 dengan pertimbangan sisa
demand adalah 150-80
150 = 70. Dilanjutkan menghitung penalty cocost berikutnya :
Opportunity cost
5 6 1
10 12 2
5 6
c. Penalty cost terpilih 6 berada pada kolom ke-3,
ke 3, maka pendistribusian dilakukan
pada kolom ke-33 dengan memilih biaya terkecil, yaitu Batu-Sragen,
Batu Sragen, jumlah yang
didistribusikan adalah 50 karena sisa supply adalah 120 – 70 = 50. Dilanjutkan
menghitung penalty cost berikutnya :
Opportunity cost
5 5
10 10
5
d. Penalty cost terpilih 10 berada pada kolom ke-2,
ke 2, maka pendistribusian dilakukan
pada kolom ke-33 dengan memilih biaya terkecil, yaitu Malang
Malang-Surabaya, jumlah
yang didistribusikan adalah 50 karena sisa supply adalah 120-70=50
70=50
e. Opportunity cost telah habis, akan tetapi pendistribusian belum selesai, sebagai
langkah terakhir adalah melengkapi jumlah segi empat air agar sesuai dengan
kapasitas supply dan demand. Untuk itu, Malang-Sragen
Sragen harus diisi 10.

Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Supply
8 5 6
Batu
70 (b) 50 (c) 120
15 10 12
Malang
70 (d) 10 (e) 80
3 9 10
Pandaan
80 (a) 80
Demand 150 70 60 280
Menghitung biaya pendistribusian :
Z = 70 (8) + 50 (6) + 70 (10) + 10 (12) + 80 (3)
= 560 + 300 + 700 + 120 + 240 = 1920
Hasil perhitungan dengan menggunakan metode VAM dapat diinterprestasikan bahwa
dengan mengirimkan barang dari Batu ke Madiun sebanyak 70, dari Batu ke Sragen

6 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

sebanyak 50, dari Malang ke Surabaya sebanyak 70, dari Malang ke Sragen sebanyak
10 dan dari Pandaan
ndaan ke Madiun sebanyak 80, maka biaya yang akan dikeluakan oleh
perusahaan adalah sebesar Rp. 1920,-
1920,

Uji Optimalisasi
Penyelesaian masalah transportasi diatas memberikan hasil yang berbeda, dari ketiga metode
transportasi didapatkan biaya transportasi Rp. 2650,- untuk NWCR, Rp. 2100,
2100,- untuk metode
least cost dan Rp. 1920,- untuk metode VAM. Dari ketiga metode tersebut, metode VAM
merupakan yang terbaik, tetapi untuk membuktikannya perlu dilakukan uji optimalisasi, yaitu
apakah penyelesaian yang layak tersebut
t sudah optimal.

Metode Stepping Stone


Evaluasi metode NWCR
Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Supply
- 8 + 5 6
Batu
120 120
Malang
+ 15 - 10 12
30 50 80
3 9 10
Pandaan
20 60 80
Demand 150 70 60 280
1. Melakukan evaluasi terhadap water square. Semua water square dievaluasi dengan
melakukan korespondensi satu water square terhadap minimal 3 variabel basis.
Memberikan tanda + dan – secara berurutan yang dimulai dari water square square. Sebagai
contoh : korespondensi X12 adalah X11, X21 dan X22. Pemberian tanda dimulai + pada X12,
- pada X11, + pada X21 dan – pada X22. Hasil perhitungannya
tungannya dapat dilihat pada tabel :
Kotak kosong Jalur tertutup Biaya

X12 X12 – X11 + X21 – X22 (5 – 8 + 15 – 10 ) +2

X13 X13 – X11 + X21 – X22 + X32 – X33 (6 – 8 +15 – 10 + 9 – 10) +2

X23 X23 – X22 + X32 – X33 (12 – 10 + 9 – 10 ) +1

X31 X31 – X21 + X22 – X32 (3 – 15 + 10 – 9 ) -11

2. Hasil evaluasi menunjukkan water square X31 memiliki nilai terkecil sehingga X31
terpilih sebagi water square yang pertama akan diisi. Pengisian X31 dan 3 variabel basis
yaitu X11, X21 dan X22.
3. Memberikan tanda + (positif)
(posi pada water square yang akan diisi dan variabel basis yang
nilainya akan bertambah, pada contoh di atas yang diberi tanda positif adalah X12 dan X21.
4. Memberikan tanda – (negatif) pada variabel basis yang nilainya dipindahkan yaitu pada
X11 dan X22
5. Mengisi water square dengan memperhatikan variabel basis dan menyesuaikan dengan
kapasitas permintaan dan penawaran. Untuk mengisi water square X31, maka dipilih nilai

7 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

terkecil dari dua variabel basis yang berkoordinasi dan terdekat yaitu X21 atau X32.
Karena nilai X32 < X21, maka nilai X32 yang terpilih dengan tetap memperhatikan
kapasitas permintaan dan penawaran. Nilai variabel basis X32 = 20, lebih kecil dari
kapasitas permintaan dan penawaran sehingga X31 diisikan 20. Dengan memasukkan nilai
baru pada X31, maka komposisi nilai X31, X21, X22 dan X23 yang semula 0, 30, 50 dan 20
menjadi 20, 10, 70 dan 0. Pengisian water square ini dapat searah atau berlawanan arah
jarum jam.

Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Supply
8 5 6
Batu
120 120
Malang
- 15 + 10 12
30 10 50 70 80
+ 3 - 9 10
Pandaan
20 20 60 80
Demand 150 70 60 280

6. Menguji hasil Stepping Stone dengan mencari nilai perubahan biaya yang terkecil
yang masih negatif dengan mengulagi langkah 1 sampai didapat tabel optimal :

Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Supply
8 5 6
Batu
120 120
Malang
- 15 10 + 12
10 70 80
+ 3 9 - 10
Pandaan
20 60 80
Demand 150 70 60 280

Kotak kosong Jalur tertutup Biaya

X12 X12 – X11 + X21 – X22 (5 – 8 + 15 – 10 ) +2

X13 X13 – X11 + X31 – X33 (6 – 8 +3 – 10) -9

X23 X23 – X21 + X31 – X33 (12 – 15 + 3 – 10 ) - 10

X32 X32 – X22 + X21 – X31 (9 – 10 + 15 – 3 ) + 11

8 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Supply
- 8 5 + 6
Batu
120 120
15 10 12
Malang
70 10 80
+ 3 9 - 10
Pandaan
30 50 80
Demand 150 70 60 280

Kotak Jalur tertutup Biaya


kosong
X12 X12 – X11 + X31 – X33 + X23 – X22 (5 – 8 + 3 – 10 +12 - 10 ) -8

X13 X13 – X11 + X31 – X33 (6 – 8 +3 – 10) -9

X21 X21 – X31 + X32 – X22 (15 – 3 + 9 – 10 ) +11

X32 X32 – X22 + X23 – X33 (9 – 10 + 12 – 10 ) +1

Terpilih biaya yang negatif yang paling besar yaitu (-9)


( 9) sehingga yang harus di
optimalisasi adalah X13

Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Supply
8 5 6
Batu
70 50 120
15 10 12
Malang
70 10 80
3 9 10
Pandaan
80 80
Demand 150 70 60 280

Kotak Jalur tertutup Biaya


kosong
X12 X12 – X22 + X23 – X13 (5 – 10 + 12 – 6 ) +1

X21 X21 – X11 + X13 – X23 (15 – 8 +6 – 12) +1

X32 X32 – X31 + X11 – X13 + X 23 – X22 (9 – 3 + 8 – 6 + 12 - 10) +10

X33 X33 – X31 + X11 – X13 (10 – 3 + 8 – 6 ) +9

Pada iterasi keempat menghasilkan tabel optimal karena hasil evaluasi menunjukkan semua
variabel nonbasis sudah bernilai positif. Nilai Z optimal adalah :
Z = 70 (8) +50 (6) + 70 (10) + 10 (12) + 80 (3)
= 560 + 300 + 700 + 120 + 240 = 1920
Artinya, dengan pendistribusian barang sebanyak 70 dari Batu ke Madiun, 50 dari Batu ke
Sragen, 70 dari Malang ke Surabaya, 10 dari Malang ke Sragen dan 80 dari Padaan ke
Madiun, maka biayaya transportasi yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp. 1920,
1920,-

9 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

METODE MODI
Tabel NWCR
Tujuan
Biaya
Madiun (n1= ) Surabaya (n2 = ) Sragen (n3= ) Supply
8 5 6
Batu (m1=0)
120 120
Malang (m2 = )
- 15 + 10 12
30 50 80
+ 3 - 9 10
Pandaan (m3 = )
20 60 80
Demand 150 70 60 280
1. Menulis persamaan mi, nj dan Cij dari variabel basis :
X11 : m1 + n1 = C11 = 8
X21 : m2 + n1 = C21 = 15
X22 : m2 + n2 = C22 = 10
X32 : m3 + n2 = C32 = 9
X33 : m3 + n3 = C33 = 10
2. Menghitung nilai mi dan nj
X11 : 0 + n1 = 8 n1= 8
X21 : m2 + n1 = 15 m2 = 15 – 8 = 7
X22 : m2 + n2 = 10 n2 = 10 – 7 = 3
X32 : m3 + n2 = 9 m3 = 9 – 3 = 6
X33 : m3 + n3 = 10 n3 = 10 – 6 = 4
3. Menghitung variabel nonon basis
X12 : C12 – m1 – n1 = 5 – 0 – 3 = +2
X13 : C13 – m1 – n3 = 6 – 0 – 4 = +2
X23 : C23 – m2 – n3 = 12 – 7 – 4 = +1
X31 : C31 – m3 – n1 = 3 – 6 – 8 = -11
Seperti halnya metode Stepping Stone karena hasil evaluasi masih terdapat nilai negatif,
maka penyelesaian belum optimal. Langkah selanjutnya adalah melakukan
pendistribusian sejumlah nilai sesuai dengan kapasitas permintaan dan penawaran dengan
menggunakan Stepping Stone.
Stone
Tujuan
Biaya
Madiun (n1= 8) Surabaya (n2 = 3) Sragen (n3= 4 ) Supply
8 5 6
Batu (m1=0)
120 120
15 10 12
Malang (m2 = 7 )
10 70 80
3 9 10
Pandaan (m3 = 6 )
20 60 80
Demand 150 70 60 280
4. Menghitung Z pada tabel optimal
Seperti halnya dengan metode Stepping Stone,, setelah hasil evaluasi bernilai positif
semua, maka penyelesaian yang dilakukan sudah optimal. Apabila penyelesaian sudah
optimal, maka dilakukan penghitungan terhadap biaya minimalnya (Z)

10 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

Tujuan
Biaya
Madiun (n1= 8) Surabaya (n2 = 4) Sragen (n3= 6) Supply
8 5 6
Batu (m1=0)
70 50 120
15 10 12
Malang (m2 = 6)
10 70 10 80
3 9 10
Pandaan (m3 = -5)
80 60 80
Demand 150 70 60 280
Menghitung variabel nonbasis
X12 : C12 – m1 – n1 = 5 – 0 – 4 = +1
X13 : C13 – m1 – n3 = 15 – 8 – 6 = +1
X23 : C23 – m2 – n3 = 9 + 5 – 4 = +11
X31 : C31 – m3 – n1 = 10 + 5 – 6 = +9
Pada iterasi keempat menghasilkan tabel optimal karena hasil evaluasimenunjukkan
semua variabel nonbasis sudah positif. Nilai Z optimal adalah :
Z = 70 (8) + 50 (6) + 70 (10) + 10 (12) + 80 (3)
= 560 + 300 + 700 + 120 + 240 = 1920

Jumlah Permintaan Tidak Sama Dengan Jumlah


Juml Penawaran
Apabila jumlah permintaan tidak sama dengan jumlah penawaran, maka ditambahkan
variabel dummy sebagai syarat untuk mencapai jumlah yang seimbang. Misalnya
jumlah permintaan 280 dan jumlah penawaran 300, untuk menyelesaikan
permasalahan ini padaa jumlah permintaan harus ditambahkan 20, sehingga jumlah
permintaan dan jumlah penawaran menjadi dama. Dengan penambahan jumlah
permintaan sebesar 20 akan menabah satu kolom dengan biaya dummy.
Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Dummy Supply
8 5 6 0
Batu
120
15 10 12 0
Malang
80
3 9 10 0
Pandaan
100
Demand 150 70 60 20 300
Jumlah permintaan lebih kecil daripada
dari jumlah penawaran

Tujuan
Biaya
Madiun Surabaya Sragen Supply
8 5 6
Batu
120
15 10 12
Malang
80
3 9 10
Pandaan
80
0 0 0
Dummy
20
Demand 150 70 80 300
Jumlah permintaan lebih besar daripada jumlah penawaran

11 of 12
Bahan kuliah Riset Operasi
Tek. Informatika UMMU Ternate
Zufri Hasrudy Siregar

Begitu juga sebaliknya, apabila jumlah permintaan lebih besar daripada jumlah
penawaran, maka jumlah penawaran harus diseimbangkan sehingga perlu
menambahkan
ambahkan baris dummy.

12 of 12