Anda di halaman 1dari 2

FUNGSI EMOSI DALAM KEHIDUPAN BESERTA CONTOH

Manusia adalah makhluk yang memiliki rasa dan emosi.Hidup manusia diwarnai dengan emosi
dan berbagai macam perasaan.Manusia sulit menghadapi hidup secara optimal tanpa memiliki
emosi.Manusia bukanlah manusia, jika tanpa emosi.Kita memiliki emosi dan rasa, karena emosi
dan rasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita sebagai manusia.
Ahli psikologi memandang manusia adalah makhluk yang secara alami memiliki emosi.Menurut
James (Purwanto dan Mulyono, 2006) emosi adalah keadaan jiwa yang menampakkan diri
dengan sesuatu perubahan yang jelas pada tubuh. Emosi setiap orang adalah mencerminkan
keadaan jiwanya, yang akan tampak secara nyata pada perubahan jasmaninya. Sebagai contoh
ketika seseorang diliputi emosi marah, wajahnya memerah, napasnya menjadi sesak, otot-otot
tangannya akan menegang, dan energy tubuhnya memuncak.
Pengertian
Emosi (emotion) adalah reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas dengan derajat yang
tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat dan
sering terjadi perubahan prilaku (Chaplin,1972 dalam Walgito,2003;203)
Emosi didefinisikan sebagai suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian
kecenderungan untuk bertindak,(Goleman, 1999 dalam Khodijah,2006)
William James dalam Khodijah,,2006) mendefinisikan emosi sebagai keadaan budi rohani yang
menampakkan dirinya dengan suatu perubahan yang jelas pada tubuh.
Sedangkan perasaan (feeling) adalah keadaan atau state individu sebagai akibat dari persepsi
terhadap stimulus baik eksternal maupun internal (Chaplin, 1972 dalam Walgito,2003;203)
Perasaan dan emosi umumnya disifatkan sebagai keadaan yang ada pada individu pada suatu
waktu (Chaplin, 1972 dalam Walgito,2003;202
Emosi dapat dikontrol .Ada 3 jenis display rules yaitu, . masking , modulation, dan simulation
(Ekman dan Friesen dalam Walgito,2003;207).
Masking : keadaan seseorang yang dapat menyembunyikan atau dapat menutupi emosi yang
dialaminya.Modulation : keadaan seseorang yang tidak dapat meredam secara tuntas gejala
kejasmaniannya, contoh dia menangis tapi tidak terlalu kuat.Simulation: orang tidak mengalami
emosi tetapi seolah-olah mengalami emosi
Emosi hakikatnya adalah salah satu bentuk dari komunikasi seseorang. Kala seseorang emosi,
pengertiannya dia sedang berupaya menyampaikan pesan kepada orang lain. Bentuk
penyampaiannya berbeda-beda, bergantung pada lingkungan dan kondisi sosial budaya yang
membentuknya. Komunikasi pada emosi memiliki ciri-ciri tertentu:
1. Sikap terjadi bukan dibawa sejak diilahirkan.
2. Sikap berubah-ubah dan dapat dipelajari.
3. Siap tidak berdiri sendiri, karena mengandung relasi terhadap suatu objek.
4. Sikap merupakan segi-segi motivasi dan perasaan. Sifat berdasarkan pengetahuan seseorang
(Newcomb, Turner, dan Converse, 1981:151).
Fungsi emosi
Bagi manusia, emosi tidak hanya berfungsi untuk Survival atau sekedar untuk mempertahankan
hidup, seperti pada hewan. Akan tetapi, emosi juga berfungsi sebagai Energizer atau pembangkit
energi yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. Selain itu, emosi juga
merupakan Messenger atau pembawa pesan (Mpengertiann dalam DR. Nyayu Khodijah, 2006)
a.
Survival, yaitu sebagai sarana untuk mempertahankan hidup. Emosi memberikan kekuatan
pada manusia untuk membeda dan mempertahankan diri terhadap adanya gangguan atau

rintangan. Adanya perasaan cinta, sayang, cemburu, marah, atau benci, membuat manusia dapat
menikmati hidup dalam kebersamaan dengan manusia lain.
b.
Energizer, yaitu sebagai pembangkit energi. Emosi dapat memberikan kita semangat dalam
bekerja bahkan juga semangat untuk hidup. Contohnya : perasaan cinta dan sayang. Namun,
emosi juga dapat memberikan dampak negatif yang membuat kita merasakan hari-hari yang
suram dan nyaris tidak ada semangat untuk hidup.Contohnya : perasaan sedih dan benci.
c.
Messenger, yaitu sebagai pembawa pesan. Emosi memberitahu kita bagaimana keadaan
orang-orang yang berada disekitar kita, terutama orang-orang yang kita cintai dan sayangi,
sehingga kita dapat memahami dan melakukan sesuatu yang tepat dengan kondisi tersebut.
Bayangkan jika tidak ada emosi, kita tidak tahu bahwa disekitar kita ada orang yang sedih karena
sesuatu hal yang terjadi dalam keadaan seperti itu mungkin kita akan tertawa-tawa bahagia
sehingga membuat seseorang yang sedang bersedih merasa bahwa kita bersikap empati
terhadapnya.
Dari pemaparan tentang fungsi emosi itu sendiri, maka kita dapat tarik suatu kejelasan bahwa
emosi dalam kehidupan sangat berperan untuk menunjang segala aktifitas yang dilakukan oleh
manusia. Penggunaan emosi yang tepat dalam situasi yang tepat dapat memepengaruhi terhadap
hasil dari aktifitas yang dilakukan oleh manusia. Maka dari itu, patutlah kita menyadari tentang
fungsi emosi pada diri kita serta menempatkan emosi tersebut pada situasi yang tepat.
Dengan kita tepat dalam menggunakan emosi kita maka kitapun akan tepat dalam menghadapi
suatu hal. Emosi tidaklah selalu harus dipengertiankan sebagai hal yang buruk untuk dilibatkan
dalam sesuatu karena Emosi pada prinsipnya menggambarkan perasaan manusia menghadapi
berbagai situasi yang berbeda. Oleh karena emosi merupakan reaksi manusiawi terhadap
berbagai situasi nyata maka sebenarnya tidak ada emosi baik atau emosi buruk. Berbagai buku
psikologi yang membahas masalah emosi seperti yang dibahas Atkinson (1983) membedakan
emosi hanya 2 jenis yakni emosi menyenangkan dan emosi tidak menyenangkan.
Dengan demikian emosi di kantor dapat dikatakan baik atau buruk hanya tergantung pada akibat
yang ditimbulkan baik terhadap individu maupun orang lain yang berhubungan (Mpengertiann,
2003). Maka dari itu sangat penting untuk disadari bahwa melibatkan emosi yang tepat dalam
segala hal aktifitas dapat mempengaruhi terhadap perilaku individu kearah perilaku yang tepat
pula khususnya dalam mengambil suatu keputusan.