Anda di halaman 1dari 17

SPESIFIKASI PRODUK

Pupuk NPK Pelangi merupakan pupuk majemuk yang di dalamnya sudah terkandung
Nitrogen, Phospore dan Kalium, yang dibuat dari bahan-bahan bermutu. Komposisi
unsure hara pada Pupuk NPK Pelangi dapat disesuaikan degan jenis tanah dan jenis
tanaman yang dibudidayakan.

DOSIS DAN KOMPOSISI


Dosis dan komposisi pupuk NPK Pelangi, amat tergantung pada keadaan kesuburan tanah
setempat serta jenis tanaman yang dibudidayakan.
Berikut adalah dosis dan komposisi umum yang disarankan untuk penggunaan NPK:
TANAMAN
Padi Sawah
Jagung

Komposisi
NPK

Dosis NP
(kh/ha)*

Dosis Urea
(kg/ha)**

Proyeksi
Hasil
(ton/ha)

20 - 10 - 10
20 - 10 - 10

300 - 400
300 - 400

100
100

7-9
9-12

http://www.pupukkaltim.com/index.php?co=f2013
Diakui, pada pemakaian pertama pupuk kimia pada lahan pertanian memang kuantitas
produksi meningkat drastis, lebih banyak dari pada penggunaan pupuk kompos. Seiring
dengan berjalannya waktu, apa yang selama ini dikhawatirkan muncul, produksi
pertanianpun menurun. Namun, petanipun tak juga sadar, malah semakin menambah
kuantitas pupuk kimia yang digunakan, dengan harapan produksi kembali stabil. Tahun
berganti tahun, harapan para petani akan meningkatnya produksi mereka tak kunjung
datang, kuantitas produksi malah semakin menurun.
Pada dasarnya, penggunaan pupuk kimia tidak menjadi masalah serius jika digunakan
seimbang dengan kompos. Yang perlu menjadi cacatan kita adalah tidak menggunakan
pupuk kimia secara berlebihan. Hal ini dikarenakan pupuk kimia dapat mencemari dan
merusak lingkungan (tanah) jika digunakan berlebihan. Dibandingkan kompos, pupuk
kimia sangat sulit diserap oleh tanaman, sulit diuraikan air, dan dapat meracuni produk
yang dihasilkan oleh tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan pupuk kimia mengandung radikal bebas dan berbahaya
bagi manusia karena dapat mengendap didalam buah yang dihasilkan. Sebagian pupuk
kimia yang tidak diserap oleh tanaman juga akan menumpuk ditanah dan tidak dapat
diuraikan oleh air. Kondisi seperti ini menjadikan tanah tidak produtif. Akibatnya
mikroorganisme yang bertugas menggemburkan tanah tidak akan beraktivitas ditanah
tersebut.
Mikroorganisme yang ada didalam tanah lebih menyukai kompos dibandingkan pupuk
kimia. Kondisi kompos yang alami memudahkan mikroorganisme didalam tanah untuk
berkembang dan beraktivitas.
Hasil penelitian juga mengungkapkan kompos mampu menetralkan pH tanah. Tanaman
lebih mudah menyerap unsur hara pada kondisi pH tanah yang netral (pH=7). Kondisi
seperti ini tidak mampu dilakukan dengan penggunaan pupuk kimia semata.

PUPUK NPK ORGANIK LENGKAP + MIKROBA TASUKE (POWDER & CAIR),


adalah :
1. Produk BIO TECHNOLOGI berdasarkan konsep MICROBIOLOGI tanah
yang diolah melalui proses FERMENTASI dengan menggunakan
KULTUR MIKROBA.
2. Mengandung UNSUR MAKRO (N, P, K, Ca, dan S) dan UNSUR MIKRO
(Na, Fe, B, Mn, dll) yang lengkap.
3. Memiliki bahan Organik yang cukup memadai dan mampu mencipta
kan pergerakan UNSUR HARA dalam tanah dengan sistem
Penyerapan unsur hara oleh tanah (BIO DYNAMIC CONCEPT)
4. Bersifat ORGANIK MURNI/ALAMI yang memiliki kandungan berbagai
macam jenis Mikroba menguntungkan, seperti : FOTOSYNTETIC
BACTERIA, LACTOBACILLUS, ACTINOMYCETES, STREPTOMYCES Sp)
5. Mampu menciptakan proses penguraian saat perpaduan antara
UNSUR ORGANIK dan MIKROBA yg akan mendorong pembentukan
UNSUR HUMUS dan Peningkatan KAPASITAS TUKAR KATION (KTK)
6. Menghasilkan sejumlah HORMON ANTI BIOTIK ALAMI dan VITAMIN
yang mampu meningkatkan KETAHANAN AKAR dari berbagai
serangan PATOGEN.
7. Meningkatkan dan Memelihara Kesuburan Tanah (Sifat Kimia Tanah)
8. Memperbaiki Struktur Tanah dan Mengurangi Erosi (Sifat Fisik Tanah)
9. Mengaktifkan serta Meningkatkan DAUR BIOLOGIS dalam sistem
Pertanian, karena melibatkan MIKRO ORGANISME TANAH yang
dalam jangka panjang akan MENINGKATKAN KETERSEDIAAN UNSUR
HARA terutama UNSUR N, P, K (Sifat Biologi Tanah)
Aplikasi Pupuk NPK Organik Lengkap + Mikroba TASUKE POWDER :
1. TANAMAN PANGAN.
600 KG/Ha, ditebarkan -7 hari sebelum Bibit ditanam ( 1 kali pupuk
saja sampai PANEN )
2. PALAWIJA.
600 - 1000 KG/Ha, ditebarkan -7 hari sebelum Bibit ditanam ( 1 kali
pupuk saja sampai PANEN )
3. HORTIKULTURA.
600 - 1500 KG/Ha, ditebarkan -7 hari sebelum Bibit ditanam ( 1 kali
pupuk saja sampai PANEN )
4. TANAMAN HIAS.
500 KG/Ha, ditebarkan -7 hari sebelum Bibit ditanam ( 1 kali pupuk
saja )
5. PERKEBUNAN.
TBM : 1,5 - 2,5 KG/Pohon, Dipupuk setiap 4 - 6 bulan sekali.
TM : 4 - 5 KG/Pohon, Dipupuk setiap 6 bulan sekali.
6. PERIKANAN ( UDANG & IKAN ).
600 - 1000 KG/Ha, sebagai pupuk dasar tambak dan ditebarkan -10
hari sebelum Bibit Udang / Ikan ditebarkan ( 1 kali pupuk saja

sampai PANEN )
Aplikasi Pupuk NPK Organik Lengkap + Mikroba TASUKE CAIR ( Vegetatif dan
Generatif ) :
Setiap 1 Liter POCLET TASUKE dicampurkan dengan 100 - 200 Liter air dan
disemprotkan tiap 1 - 2 minggu sekali.
Bila menggunakan Pupuk NPK Organik Lengkap + Mikroba TASUKE POWDER dan
CAIR, tidak perlu lagi penggunaan pupuk tambahan lainnya.
Uji Takaran Pupuk NPK pada
Padi Sawah
Ditulis oleh Chairunas, M. Nasir A, M. Nur H.I.
30 July 2008
RINGKASAN
Uji Takaran Pupuk pada Padi Sawah telah dilaksanakan di lahan sawah beririgasi di
Kab. Aceh Besar mulai bulan Oktober 2000 sampai Maret 2001. Lokasi di setiap
unit/kecamatan ditetapkan berdasarkan kriteria lahan berupa sawah irigasi teknis seluas
0,5 hektar. Tujuan utama kegiatan pengkajian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi
penggunaan pupuk Urea, SP-36 dan KCl pada padi sawah. Berdasarkan hasil analisis
tanah di laboratorium tanah , maka susunan perlakuan takaran pupuk NPK untuk padi
sawah untuk lokasi Kecamatan Indrapuri adalah : A = 200 kg urea/ha + 100 kg SP-36/ha +
50 kg KCl/ha (paket petani setempat) ; B = 160 kg Urea/ha (metoda BWD) + 100 kg SP36/ha + 50 kg KCl/ha; C = 200 kg Urea/ha + 75 kg SP-36/ha ; D = 160 kg Urea/ha
(metoda BWD) + 75 kg SP-36/ha. Untuk lokasi Kecamatan Kota Baru adalah : A = 200
kg urea/ha + 100 kg SP-36/ha + 50 kg KCl/ha (paket petani setempat) ; B = 160 kg
Urea/ha (metoda BWD) + 100 kg SP-36/ha + 50 kg KCl/ha; C = 200 kg Urea/ha + 50 kg
SP-36/ha ; D = 160 kg Urea/ha (metoda BWD) + 50 kg SP-36/ha. Rancangan Acak
Kelompok dengan 6 ulangan. Data dan informasi yang dikumpulkan meliputi komponen
hasil dan hasil gabah kering panen per hektar, input dan output usahatani. Hasil
pengkajian menunjukkan bahwa : Takaran pupuk NPK optimal untuk padi sawah adalah
160 kg Urea/ha (metoda BWD) + 75 SP-36/ha di Kecamatan Indrapuri dan 160 kg
Urea/ha (metoda BWD) +50 kg SP-36/ha di Kecamatan Kota Baru adalah yang terbaik,
karena dapat meningkatkan hasil sebesar 18,1% (1,14 t/ha) dan 13,8% (0,87 t/ha)
dibandingkan rekomendasi setempat (perlakuan A). Pemberian pupuk Urea dengan
metoda BWD dapat menghemat pupuk Urea sebesar 40 kg/ha baik di Kecamatan
Indrapuri maupun di Kecamatan Kota Baru.

Pupuk NPK GARUDHA - 16


Ditulis pada Agustus 25, 2008 oleh taniqu
UNSUR HARA TANAMAN

Unsur hara yg diserap tanaman terdiri dari 16 unsur hara (Unsur hara Esensial), sangat
dibutuhkan oleh tanaman dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh unsur yg lain. Jika
jumlahnya tdk seimbang akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini dibagi
menjadi 3 kelompok :

Hara Makro Primer : N, P dan K yg berasal dari tanah serta C, H dan O yd


diambil dari udara dan air

Hara Makro Sekunder : S, Ca dan Mg

Hara Mikro : Fe, Mn, Cu, Zn, Mo, B dan Si

KEUNGGULAN

Setiap butir pupuk NPK GARUDHA mengandung 3(tiga) unsur hara utama yi :
Nitrogen(N), Fosfor(P) dan Kalium(K) serta dilengkapi dg unsur hara makro dan mikro.
Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman dan sesuai pada berbagai kondisi lahan,
iklim dan lingkungan. Penggunaan pupuk NPK GARUDHA dapat meningkatkan
Efektivitas dan Efisiensi serta mudah dalam Aplikasi.

Urea
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Urea

Umum
Nama internasional

Diaminomethanal

Nama lainnya
Rumus Molekul
Rumus bangun
Massa atom
Penampakan
CAS number

carbamide
(NH2)2CO
NC(=O)N
60.07 g/mol
padatan berwarna putih tanpa bau
[57-13-6]
Properties

1.33103 kg/m3 [1], solid


108 g/100 ml (20 C)
167 g/100 ml (40 C)
Kelarutan di dalam air 251 g/100 ml (60 C)
400 g/100 ml (80 C)
733 g/100 ml (100 C)
132.7 C (406 K)
Titik lebur
decomposes
Titik didih
n.a.
Keasaman (pKa)
0.18
Kebasaan (pKb)
13.82
Chiral rotation []D
Not chiral
Kekentalan
? cP at ? C
81% (20C)
Kelembaban relatif kritis
73% (30C)
Heat of solution in water -57,8 cal/g (endothermic)
46,6 %N
Struktur
Berat Jenis and phase

Molecular shape
?
Coordination geometry trigonal planar
Crystal structure
?
Dipole moment
?D
Hazards
MSDS
Main hazards
Titik nyala
R/S statement
RTECS number
NFPA 704

J.T. Baker
?
? C
R: ? S: ?
?

0
1
0
estimated

Informasi tambahan
Structure & properties

n, r, etc.
Phase behaviour
Thermodynamic data
Solid, liquid, gas
Spectral data
UV, IR, NMR, MS
Related compounds
Other anions
Other cations
Related ?
Related compounds

?
?
biuret
triuret
thiourea
?

Jika tidak ada penjelasan tambahan,


maka materi berada pada kondisi standar (at 26C, 1 atm)
Infobox disclaimer and references

Urea adalah suatu senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan
nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO. Urea juga dikenal dengan nama
carbamide yang terutama digunakan di kawasan Eropa. Nama lain yang juga sering
dipakai adalah carbamide resin, isourea, carbonyl diamide dan carbonyldiamine.
Senyawa ini adalah senyawa organik sintesis pertama yang berhasil dibuat dari senyawa
anorganik, yang akhirnya meruntuhkan konsep vitalisme.

[sunting] Penemuan
Urea ditemukan pertama kali oleh Hilaire Roulle pada tahun 1773. Senyawa ini
merupakan senyawa organik pertama yang berhasil disintesis dari senyawa anorganik.

PEMUPUKAN DAN PENYIRAMAN


Bagaimanapun keindahan adenium tak bakal tampak bila tak dilakukan perawatan. Inilah
sejumlah pemeliharaan yang rutin diterapkan pada adenium anda
A. Manfaat nutrisi
1. Unsur makro
2. Unsur mikro

B. Jenis-jenis pupuk dan sifatnya


1. Pupuk anorganik
2. Pupuk Organik
C. Metode Aplikasi
1. Tanaman bibit
2. Tanaman remaja
3. Fase generatif
PEMUPUKAN DAN PENYIRAMAN
Bagaimanapun keindahan adenium tak bakal tampak bila tak dilakukan perawatan. Inilah
sejumlah pemeliharaan yang rutin diterapkan pada adenium anda
A. Manfaat nutrisi
1. Unsur makro
2. Unsur mikro
B. Jenis-jenis pupuk dan sifatnya
1. Pupuk anorganik
2. Pupuk Organik
C. Metode Aplikasi
1. Tanaman bibit
2. Tanaman remaja
3. Fase generatif
A. MANFAAT NUTRISI
Setahun lalu , seorang konsumen membeli adenium di sebuah showroom di Semarang.
Sosoknya amat mempesona. Setiap tangkai memunculkan bunga berwarna merah muda
yang indah. Penampilan tanaman dianggap layak untuk mengungkapkan cinta Adenium
seharga Rp 4.000.000 itu kemudian dipersembahkan kepada sang pujaan hati.
Tujuh bulan berselang , sang gadis mendatangi showroom itu. Ia mengungkapkan
adenium pemberian kekasihnya kini merana. Penampilan tanaman itu berubah drastis.
Yang tersisa hanya ranting gundul dan daun kuning di beberapa anakan cabang. Wajar
bila bunga seperti mogok muncul. Diakuinya , ia memang tidak pernah memberi pupuk.
Sesekali , ia menyiramkan air beras bila melihat media kering.
Pupuk ibarat makanan bagi tumbuhan. Ia diperlukan untuk pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Di alam , tanaman menyerap nutrisi dari dalam tanah dan udara.
Sedangkan di dalam wadah , nutrisi harus dipasok dalam kurun waktu tertentu.
1. UNSUR MAKRO
Unsur hara makro berisi hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak. Namun ,
tidak berarti jumlah yang diberikan tak terbatas. Ada ambang tertentu yang ditoleransi
tanaman. Melebihi batas itu , tanaman mengalami keracunan yang bisa berlanjut hingga
mati.
Ada 12 jenis unsur kimia yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Unsur itu adalah

nitrogen (N) , fosfor (P) , kalium (K) , magnesium (Mg) , sulfur (S) , dan kalsium (Ca) ,
boron (B) , besi (Fe) , tembaga (Cu) , mangan (Mn) , seng (ZN) , dan molibdenum (Mo).
Setiap unsur memiliki pengaruh penting dalam pertumbuhan tanaman.
Kebutuhan tanaman akan masing-masing unsur berlainan. Tergantung pada umur , jenis ,
dan lingkungan.
a. Nitrogen (N)
Nitrogen berperan dalam pembentukan sel , jaringan , dan organ tanaman. Ia berfungsi
sebagai sebagai bahan sintetis klorofil , protein , dan asam amino. Karena itu
kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar , terutama saat pertumbuhan vegetatif.
Bersama fosfor (P) , nitrogen digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman secara
keseluruhan.
Terdapat 2 bentuk nitrogen yakni amonium dan nitrat. Sejumlah penelitian membuktikan
amonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi nitrogen. Jika berlebihan ,
sosok tanaman bongsor tetapi rentan terhadap serangan penyakit. Nitrogen yang berasal
dari amonium akan memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga
pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal berbunga juga
minimal. Akibatnya tanaman tidak mampu berbunga. Seandainya yang dominan adalah
nitrogen bentuk nitrat , maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan
penyakit. Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk nitrogen dari pupuk bisa dilihat
dari kemasan
Gejala kekurangan
Tanaman yang kekurangan nitrogen dikenali dari daun bagian bawah. Daun itu
menguning karena kekurangan klorofil. Lebih lanjut mengering dan rontok. Tulangtulang di bawah permukaan daun muda tampak pucat. Pertumbuhan tanaman lambat ,
kerdil dan lemah. Produksi bunga dan biji rendah.
Kelebihan
Warna daun terlalu hijau , tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan menjadi
lama. Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu
menyebebkan rentan serangan cendawan dan penyakit , dan mudah roboh. Produksi
bunga menurun.
b. Fosfor (P)
Fosfor merupakan komponen penyusun beberapa enzim , protein , ATP , RNA , dan
DNA. ATP penting untuk proses transfer energi , sedangkan RNA dan DNA menentukan
sifat genetik tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih , akar , bunga , dan
buah. Dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap nutrisi pun lebih baik.
Bersama denga kalium , fosfor dipakai untuk merangsang pembungaan. Hal itu wajar
sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan
berbunga.

Kekurangan
Dimulai dari daun tua menjadi keunguan cenderung kelabu. Tepi daun cokelat , tulang
daun muda berwarna hijau gelap. Hangus , pertumbuhan daun kecil , kerdil , dan
akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil.
Kelebihan
Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe)
, tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik
pada tanaman.
c. Kalium (K)
Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis ,
akumulasi , translokasi , transportasi karbohidrat , membuka menutupnya stomata , atau
mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun
seperti terbakardan akhirnya gugur.
Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat antagonisme
antara kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan magnesium. Sifat antagonisme ini
menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak
seimbang. Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan
magnesium. Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium.
Sebab , sifat antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat
antagonisme antara kalium dan kalsium. Kendati demkian , pada beberapa kasus ,
kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan kalsium.
Kekurangan
Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus.
Bunga mudah rontok. Tepi daun 'hangus' , daun menggulung ke bawah , dan rentan
terhadap serangan penyakit.
Kelebihan
Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman
terhambat. sehingga tanaman mengalami defisiensi.
d. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di
dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun , terutama untuk
ketersediaan klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar
proses fotosintesis. Unsur itu juga merupakan komponen inti pembentukan klorofil dan
enzim di berbagai proses sintesis protein.
Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang
tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot 'ringan' seperti nitrogen.
Akibatnya terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. Jaringan menjadi lemah dan
jarak antarruas panjang. Ciri-ciri persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada
tanaman.
Gejala Kekurangan
Muncul bercak-bercak kuningdi permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg
diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemahd dan akhirnya mudah terserang

penyakit , terutama embun tepung (powdery mildew).


Kelebihan
Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim.
e. Kalsium (Ca)
Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia komponen yang menguatkan ,
dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya sangat penting pada
titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defiensi Ca , pembentukan dan pertumbuhan akar
terganggu , dan berakibat penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses
pembelahan dan perpanjangan sel , dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.
Kekurangan
Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk daun ,
mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi
tidak kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini
menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.
Kelebihan
Kelebihan kalsium tidak berefek banyak , hanya mempengaruhi pH tanah.
2. UNSUR MiKRO
Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . Walaupun
hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan
proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro , bunga adenium tidak tampil prima.
Bunga akan lunglai , dll. Unsur mikro itu , adalah: boron , besi , tembaga , mangan ,
seng , dan molibdenum.
a. Boron (B)
Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan , pembelahan dan diferensiasi ,
dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintetis RNA , bahan
dasar pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh
xylem. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci.
Kekurangan boron paling sering dijumpai pada adenium. Cirinya mirip daun variegeta.
Kekurangan
Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal , tebal , dan mengkerut.
Kelebihan
Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis
b. Tembaga(Cu)
Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia juga
berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil , dan berperan
dalam funsi reproduksi.
Kekurangan
Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil , pertumbuhan
bunga terhambat.

Kelebihan
Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat , akar
menebal dan berwarna gelap.
c. Seng(Zn)
Hampir mirip dengan Mn dan Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim , pembentukan
klorofil dan membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya terjadi pada media yang
sudah lama digunakan.
Kekurangan
Pertumbuhan lambat , jarak antar buku pendek , daun kerdil , mengkerut , atau
menggulung di satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning ,
terbuka , dan akhirnya gugur. Buah pun akan lebih lemas dan sehingga buah yang
seharusnya lurus membengkok.
kelebihan
Kelebihan seng tidak menunjukkan dampak nyata.
d. Besi (fe)
Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator pembentukan
klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi ,
sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila
terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentanganatau antagonis dengan
unsur mikro lain. Untuk mengurangi efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat
(chelate) seperti EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu
komponen organik yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat
antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek FeEDTA.
Kekurangan
Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa.
Daun muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan
akar. Jika adenium dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang
mati.
Kelebihan
Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai
dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.
f. Molibdenum(Mo):
Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim. Unsur ini
juga berperan dalam fiksasi nitrogen.
Kekurangan
Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua , kemudian menjalar ke daun muda
Kelebihan
Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium.

B. JENIS-JENIS PUPUK DAN SIFATNYA


Unsur-unsur yang dibutuhkan adenium dikemas oleh produsen menjadi pupuk dalam
aneka dalam rupa dan bentuk. Dari segi bentuk pupuk dikemas dalam cairan , bubuk ,
tablet , kapsul , dan butiran. Sedangkan dari segi bahan baku dikenal istilah pupuk
anorganik dan organik. Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan
kimia. Organik , berasal dari bahan alam.
1. Pupuk anorganik
Secara umum ada dua jenis pupuk anorganik yang tersedia di pasaran: pupuk tunggal dan
pupuk majemuk. Pupuk tunggal dibuat dari satu unsur secara dominan. Contohnya Urea
yang mengandung N , TSP atau SP 36 denganP , dan KCl atau ZK dengan unsur K yang
dominan. Pupuk majemuk mengandung lebih dari satu jenis unsur. Misalnya DAP dan
Amofos yang terbuat dari N dan P. Pupuk majemuk juga bisa tersusun dari 3 unsur. Sebut
juga Rustica Yellow dan Mutiara. Kedua pupuk itu dilengkapi dengan kandungan N , P ,
dan K. Produsen pupuk biasanya jgua menambahkan unsur-unsur mikro seperti Fe , B ,
Mo , Mn , dan Cu.
Agar praktis , pekebun biasanya memakai pupuk majemuk. Umumnya di pasaran beredar
pupuk dengan kandungan utama Nitrogen , fosfor , dan kalium dengan berbagai
perbandingan. Besar kecilnya perbandingan itu dicantumkan di label kemasan. Tulisan
20:10:10 artinya kandungan nitrogen paling tinggi sehingga tepat digunakan untuk masa
pertumbuhan.
2. Pupuk Organik
Pupuk organik sudah sejak lama digunakan orang. Munculnya tren 'kembali ke alam'
mendorong munculnya pupuk organik yang diproses dan dikemas secara modern. Bahan
baku pembuatannya bermacam-macam , antara lain dari guano , kotoran kelelawar yang
sudah diproses , limbah tanaman , ikan , dan hewan. Beberapa jenis biota laut seperti alga
, kerang juga diekstrak menjadi pupuk organik
Dewasa ini pupuk berlabel organik itu sudah dikemas modern dalam wadah tertutup.
Bentuknya serupa dengan pupuk anorganik bisa berupa cairan , serbuk , atau butiran.
Label berisi komposisi dan petunjuk pemakaian juga tertera di kemasan. Sebelum
membeli dan memakai perhatikan kandungan nutrisinya.
Perlu diingat Pupuk tidak mencegah kedatangan hama dan penyakit. Untuk itu tetap
diperlukan sejumlah insektisida atau fungisida tatkala patogen menyerang. Pemakaian
pestisida dengan kandungan sama dalam waktu lama bisa menimbulkan resistensi. Cara
yang lazim dipakai ialah memakai pestisida secara bergantian.
Penggunaan satu jenis pupuk dalam jangka panjang merugikan pertumbuhan tanaman.
Sebab pupuk itu mengandung unsur tertentu seperti nitrogen , fosfor , dan kalium yang
tinggi. Segera ganti dengan pupuk dengan ratio seimbang atau unsur lain yang lebih
tinggi. Selain pupuk utama itu , juga dibarengi dengan berbagai 'suplemen'. Tujuannya
tentu saja agar pertumbuhan tanaman kian bagus. Beberapa diantaranya , yaitu: Vitamin
B1.
Vitamin B1 , salah satu zat untuk mempercepat pertumbuhan adenium , juga pemulihan
"tenaga" usai pindah tanam. Vitamin itu termasuk kelompok fitohormon , yaitu suatu zat
yang dalam jumlah kecil/sedikit mampu memacu pertumbuhan. Penggunaan vitamin B1
pada adenium diharapkan mampu mengatasi masalah lambatnya pertumbuhan tanaman.

a. minyak Ikan/Tepung Ikan


Pupuk ikan atau minyak ikan juga membantu pertumbuhan adenium dan memperkuat
daya tahan tanaman. Penggunaannya diselang-seling dengan pupuk lain. Selain itu ,
aroma amis cukup mengganggu penciuman.
b. Konsentrat pekat
Konsentrat pekat merupakan bahan kimia biasa yang telah dipadukan oleh produsen
untuk membantu pekebun yang ingin praktis. Ia mengandung semua unsur hara makro
dan mikro yang diperlukan tanaman. Bahan ini biasa dipakai oleh pekebun hidroponik
yang ingin praktis dalam pemupukan.
Pupuk disebut A&B mix itu diformulasi secara khusus sesuai dengan jenis dan fase
pertumbuhan tanaman. Keistimewaan pupuk itu ialah selain mengandung unsur hara
yang diperlukan tanaman , juga menggunakan bahan-bahan yang 100% larut dalam air.
Karena itu cocok diaplikasikan pada tanaman secara irigasi semprot. Caar penggunaan
juga sangat praktis dan dapat disimpan dalam waktu cukup lama.
http://myadenium.com/memelihara/memelihara.php
http://tokofree.sodagembira.com/superfarm-pupukku/
enis Dan Sifat Pupuk
Sumber Hara
1. Tanah
2. Residu tanaman : Pelepah, Tandan Kelapa Sawit, Abu janjang, Limbah cair dan
kacangan penutup tanah.
3. Pupuk An-Organik : Tunggal, Campur, Majemuk, Majemuk khusus
Pupuk An-Organik
1. Pupuk tunggal : Mengandung satu hara utama, tidak terlalu mahal per kg hara,
mahal dibiaya kerja, mudah diberikan sesuai rekomendasi.
2. Pupuk Campur : Campuran beberapa pupuk tunggal secara manual, sekali
aplikasi, tidak semua pupuk dapat dicampur, keseragaman campuran beragam,
sulit untuk diterapkan untuk tanaman menghasilkan.
3. Pupuk Majemuk : Satu formulasi mengandung beberapa hara utama, harga per kg
hara mahal, sekali aplikasi, mudah disimpan, biaya aplikasi murah, sulit
diterapkan untuk tanaman menghasilkan.
4. Pupuk Majemuk Khusus : Pupuk majemuk yang dibuat secara khusus, seperti
dalam bentuk tablet atau pelet. Harga per satuan hara lebih mahal dibandingkan
pupuk lainnya, efektivitas masih perlu diuji.
Sifat Pupuk
Sifat pupuk sangat beragam sehingga pemilihan pupuk hendaknya mengacu pada Standar
Nasional Indonesia ( SNI ) yang telah ada.

Sumber Hara

Hara
Utama

N P2O5 K2O MgO CaO B Cu S

Cl

1. Pupuk Tunggal
- Urea
N
- Ammonium Nitrat (AN)
N
- Sulphate of Ammonia (SOA
N, S
- ZA)
- Rock Phosphate (RP)
P, Ca
- Triple Super Phosphate
P, Ca
(TSP)
- Single Super Phosphate
P, Ca, S
(SSP)
- Muriate of Potash (MOP K, Cl
KCl)
- Sulphate of Potash (SOPK, S
ZK)
- Kieserite
Mg, S
- Dolomit
Mg, Ca
- Sulfur
S
- Borate
B
- Copper Sulphate
Cu
(CuSO4.H2O)
- Langbeinite
K, Mg, S

46
35
21

24
30

45

46

20

18

25
60

35

50

17
27
22

23
30
97
11
25 13

22

18

22

2. Pupuk Majemuk
- Diammonium Phosphate
(DAP)
- NPK (12-12-17-2)
- NPK (15-15-6-4)
- NPK (15-15-15)

N, P

18

46

N,P,K,Mg 12
N,P,K,Mg 15
N,P,K
15

12
15
15

17
6
16

2
4

K, Mg, Ca
N, K
<1
N, P, K 0,5
N, K, Mg 0,4

4
0,1
0,1
0,2

40
1,2
0,8
1,3

6
0,1
0,1
0,4

3. Sisa - sisa Tanaman


- Abu tandan kosong
- Tandan kosong
- Pelepah hasil tunasan
- Limbah cair PKS

11

5
0,1
0,1

Karakteristik Pupuk Urea dan ZA


Jenis Pupuk

Keterangan
Kadar N (%)
Hara lain (%)
Kelarutan dalam air (gr/ltr)
Reaksi
Higroskopisitas
Pencucian/penguapan
Ketersediaan

Urea

ZA

42 - 46
1.030
agak masam
tinggi
tinggi
mudah

21
24 % S
750
masam
kurang
sedang
mudah

2,75

4,5

Dosis standar (kg/phn/thn)


(umur 9 - 13 thn)

Karakteristik Pupuk Phosphate


Jenis Pupuk

Keterangan
RP-Gafsa RP-Maroco
P2O5
(larut asam sitrat 2 %)

CIRP

TSP

SP-36

26,7

33,1

28

46

36

- CaO (%)

49,8

48,2

35,7

18,3

- Al2O3 + Fe2O3 (%)

0,2

0,18

9,3

0,125

> 99

Netral basa
-

Netral basa
-

Netral basa
-

Hara Lain :

- S (%)
Kelarutan dalam air
( gr/ltr )
Reaksi
Higroskopisitas

Agak
masam
-

Masam

Kehalusan :

Mesh 80 (%)

63

29

60

Mesh 100 (%)

91

80

99

Mudah

Mudah

Mudah

Tidak

Mudah

Ketersediaan

tersedia
Dosis standar (kg/phn/thn)

(umur 9 - 13 thn)

1,75

2,25

Karakteristik Pupuk ZK dan KCl/MOP


Jenis Pupuk

Keterangan
Kadar K2O (%)
Hara lain (%)
Kelarutan dalam air
Reaksi
Higroskopisitas
Ketersediaan
Dosis standar (kg/phn/thn)
(umur 9 - 13 thn)

ZK

MOP/KCl

49 - 53
18 % S
larut
netral
mudah

21
47 % Cl
larut
netral
mudah

2,25

Karakteristik Pupuk Magnesium


Jenis Pupuk
Keterangan
Kadar MgO (%)

Kieserite

Dolomit

Dolomit - Lokal

27

18 - 22

2,9 - 37,7
0,9 - 48 % CaO

Hara lain (%)

22 % S

40 % CaO

0,04 - 4,21 % Fe2O3


35 - 45 % SiO2

Kelarutan dalam air


Reaksi
Higroskopisitas
Kehalusan
Ketersediaan
Dosis standar

Agak sukar
Agak masam
mudah
1,5

sukar
Basa
-

Bervariasi

Bervariasi

> 95 % (mesh 100)

> 90 % (mesh 80)

mudah
2 - 2,5

mudah
-

(kg/phn/thn)
(umur 9 - 13 thn)

Pencampuran Beberapa Jenis Pupuk

Urea
ZA
RP
SP-36
ZK
MOP
Kieserite
Dolomit

Urea

ZA

a
N

N
a

RP

SP-36

ZK

MOP

Kieserite Dolomit

a
N

a
x

a
x

N
a

a
x
a

x
a
a

a
a
a

N
a
a

a
a
a
a

N
x
x

a
N

Keterangan :

a = Dapat dicampur

N = Pupuk dapat dicampur segera sebelum digunakan

x = Pupuk tidak dapat dicampur

http://www.pusri.co.id/indexC030204.php