Anda di halaman 1dari 36

FMS

FASILITY MANAGEMENT AND


SAFETY

SISTEM KOMUNIKASI DARURAT


KONDISI DARURAT

KODE

TELEPON

BLUE/
BIRU

3210

KEBAKARAN

RED/
MERAH

3210

PENCULIKAN

PINK/
MERAH MUDA

3210

GREY/
ABU-ABU

3210

SILVER/
PERAK

3210

ANCAMAN BOM

YELLOW/
KUNING

3210

TUMPAHAN BAHAN BERBAHAYA

ORANGE/
ORANYE

3210

HENTI JANTUNG

ORANG YANG MEMBAHAYAKAN


ORANG BERBAHAYA DENGAN
SENJATA

KEBAKARA
N
Bila terjadi:
Jangan panik, tetap tenang
Lepas alas kaki bila menggunakan hak tinggi
Bila memungkinkan gunakan APAR untuk padamkan api
Telepon 3210, nyatakan CODE RED/KODE MERAH
Bunyikan alarm kebakaran bila ada
Matikan aliran listrik, gas & bahan bakar lainnya
Bila timbul asap, gunakan kain yang dibasahi untuk menutup hidung
Berjalan keluar menuju tempat berkumpul yang aman, ikuti jalur
evakuasi, jangan berdesakan
3

POSKO BENCANA
NO.

ZONA

UTARA

EU-COT & RIK PARAHYANGAN

BARAT

Ruang Amaryllis - Ruang


Alamanda

TENGAH

TIMUR

SELATAN

LINGKUP AREA

Laboratorium Klinik - Ruang


Flamboyan
IRJ - Ruang Kenanga
Administrasi (Koperasi, Gedung
Utama, IPSRS hingga Instalasi
Binatu)

LOKASI POSKO
BENCANA

Pos Keamanan area


Admission Center
Pos Keamanan
Freesia
Pos Keamanan
depan Radiologi
Bidang Keperawatan

TITIK BERKUMPUL
1. Lapangan Upacara RSHS
DARURAT
2. Area parkir Instalasi Rawat Jalan

3. Halaman Gedung Kemuning (Jl. Rumah Sakit)


4. Area parkir Instalasi Gawat Darurat
5. Area parkir Gedung Utama RSHS (Jl. Pasteur)

PERAN KEBAKARAN UNIT


KERJA/GEDUNG
Petugas Pengamanan
Evakuasi
PemadamDokumen
Medis
Orang
Alat/Sarana
Kebakaran

PERAN KEBAKARAN
WARNA HELM

JABATAN

URAIAN TUGAS

Petugas Pemadam Kebakaran 1.


2.
3.
4.
5.
6.

Memastikan ruangan aman dari kebakaran


Identifikasi kondisi lingkungan yang berpotensi menyebabkan kebakaran
Mencatat hasil pemantauan dalam format inspeksi
Memadamkan api kecil saat terjadi kebakaran
Mengkoordinasikan petugas lain dalam penggunaan sarana proteksi kebakaran
Mengkoordinasikan petugas lain untuk melaporkan darurat Code Red ke Posko
Bencana dan atau Dinas Kebakaran
7. Mengamankan lokasi kejadian

Petugas Evakuasi Korban

1. Memastikan jalur evakuasi bebas hambatan


2. Mendata status evakuasi pasien dan memberikan label status evakuasi
3. Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien dan penunggu pasien tentang
prosedur evakuasi pada keadaan darurat
4. Memimpin proses evakuasi korban (pasien, pengunjung dan petugas) pada
keadaan darurat
5. Memastikan keamanan dan keselamatan korban yang dievakuasi
6. Mendata korban yang dievakuasi
7. Berkoordinasi dengan Tim Medis bila diperlukan penanganan medis terhadap
korban

Petugas Evakuasi Dokumen

1. Mendata dokumen berdasarkan tingkat kepentingannya dan memberikan label


identitas yang sesuai
2. Memastikan penyimpanan dokumen penting sesuai pada tempat yang ditentukan
3. Memimpin proses evakuasi dokumen penting pada keadaan darurat
4. Memastikan keamanan, menginventarisisr dan mencatat dokumen yang dievakuasi

Petugas Evakuasi Alat

1. Mendata alat berdasarkan tingkat kepentingannya dan memberikan label identitas


yang sesuai
2. Memastikan alat berfungsi sesuai peruntukannya
3. Memimpin proses evakuasi alat penting pada keadaan darurat
4. Memastikan keamanan peralatan yang dievakuasi
5. Melakukan pemeriksaan dan pencatatan kondisi peralatan yang dievakuasi
bersama Liaison Officer (LO) IPSRS

CARA MENGGUNAKAN APAR


BUKA KUNCI PENGAMAN

PEGANG UJUNG SELANG (NOZZLE)


ARAHKAN SEMPROTAN KE DASAR SUMBER
API
JAGA JARAK AMAN

PERGUNAKAN TEGAK

TEKAN TUAS PENGGENGGAM


SEMPROTKAN DENGAN GERAKAN MENYAPU

PENGGUNAAN APAR
CEPAT, AMAN & TEPAT (CAT)
Jarak
terlalu dekat

Melawan arah angin

Ke lidah api

Sudut + 30O 60O

ikuti arah angin

Sumber dasar api

ENGELOLAAN BAHAN/LIMBAH BERBAHAY


Daftar
inventaris
bahan dan
limbah
berbahaya

Pahami cara
pengelolaan
bahan berbahaya
sesuai Material
Safety Data Sheet
(MSDS)

Kenakan APD

Lakukan penanganan
tumpahan dengan benar

Lakukan penanganan
limbah sesuai ketentuan

TIPS PENANGANAN LIMBAH BENDA TAJAM

Jangan membengkokkan jarum suntik


Jangan mematahkan jarum
Jangan menutup jarum dengan sarungnya
Jangan mencabut jarum dari syringenya
Segera buang ke dalam kontainer setelah digunakan
Batas pengisian kontainer hingga bagian
Jangan menangani pecahan kaca langsung
menggunakan tangan, gunakan alat bantu

MOI
MANAGEMENT OF
INFORMATION

Standard MOI .1

Manajemen informasi
rumah sakit disusun
dan dirancang untuk
memenuhi informasi
internal dan eksternal
rumah sakit

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Standard MOI .2

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Privasi informasi, kerahasiaan dan


keamanan termasuk integritas data

Standard MOI .3

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Rumah sakit memiliki kebijakan untuk


retensi catatan klinis, data dan
informasi

Kebijakan retensi dan pemusnahan


Rekam Medis

Standard MOI .4

Rumah sakit
menggunakan
kode standar
diagnosis, kode
prosedur, simbol,
singkatan dan
definisi

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Standard MOI .5

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Kebutuhan data dan informasi baik


internal maupun eksternal rumah sakit
diberikan secara periodik dengan
format yang sesuai dengan kebutuhan
pengguna data dan informasi

Standard MOI .6

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Sistem informasi kesehatan dapat


meningkatkan secara signifikan
keselamatan pasien dengan melakukan
otomatisasi dan streamlining pekerjaan
dengan menyediakan informasi
kesehatan pasien dan menyediakan
informasi kesehatan pasien dan
menyediakan standar keselamatan
untuk mengurangi resiko kesalahan

Standard MOI .7

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Catatan dan informasi dilindungi dari


kehilangan, kerusakan, gangguan dan
akses tidak sah

SPO
Menjaga
kerahasiaan
Rekam Medis

Standard MOI .8

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Pengambil keputusan dan staf lain


mendapat pendidikan dan pelatihan
dalam prinsip prinsip penggunaan
informasi dan manjemen informasi

Standard MOI .9

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Dokumen tertulis termasuk kebijakan,


prosedur dan program diatur secara
konsisten dan seragam

Standard MOI 10

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Rumah sakit memulai dan menjaga


rekam medis terstandar untuk setiap
pasien yang telah dinilai atau dilakukan
perawatan dan menentukan isi catatan,
format dan lokasi input data

Ketentuan Pengisian Rekam Medis


Berdasarkan Buku Pedoman Pelayanan Rekam Medis Tahun 2014
(Hal.66)
1. Rekam Medis dibuat secara jelas dan lengkap
2. Rekam medis harus diisi dalam waktu 1 x 24 jam setelah dokter
melakukan pemeriksaan terhadap pasien
3. Semua pencatatan harus diberi tanggal, bulan, tahun dan jam
serta dibubuhi nama tanda tangan dan nama jelas
4. Semua pencatatan yang dilakukan oleh PPDS harus

diketahui oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan


5. Bila terjadi kesalahan penulisan segera diperbaiki dengan cara
dicoret satu kali dibubuhi paraf dan tidak diperkenankan
untuk menghapus dengan cara apapun.
6. Tidak boleh mempergunakan tanda/ simbol dan singkatan
yang tidak sesuai standar.
7. Penulisan Diagnosa akhir dan Tindakan/Prosedur harus ditulis secara
lengkap dan jelas sesuai ICD yang berlaku.

Standard MOI 11

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Rumah sakit mengidentifikasi siapa


saja yang berwenang untuk mengisi
rekam medis

Standard MOI.
12

Sebagai bagian dari


pemantauan dan
kinerja aktifitas,
rumah sakit biasanya
menilai isi dan
kelengkapan rekam
medis pasien

JCI
Accreditatio
n
5th ed.

Human Research Program


(HRP)

Latar Belakang
Di
Indonesia
PANCASILA = azaz perikemanusiaan
UU tentang Kesehatan No. 23/1992
PP No. 39 / 1995
Perlindungan hak-hak manusia sebagai
subyek penelitian dan sangsi
pelanggaran

K-ASPEK YG TERCANTUM DLM PENJEL


K MENDAPATKAN PERSETUJUAN SUBY
1. Latar belakang penelitian
2. Berapa lama dan berapa banyak
subyek penelitian diperlukan
3. Perlakuan terhadap subyek
4. Kemungkinan risiko kesehatan
5. Penjelasan kompensasi bagi subyek

6. Penjelasan
terjaminnya
rahasia
subyek
7. Pengobatan medis dan ganti rugi
apabila perlu
8. Nama jelas dan alamat penanggung
jawab medis
9. Partisipasi haruslah bersifat sukarela,
setiap
saat
subyek
dapat
mengundurkan diri
10.Kesediaan dari subyek penelitian

Mengapa Ethical Clearance Perlu?


Bagi subyek:
Kepastian perlindungan HAM
Bagi peneliti:
1. Menghindari pelanggaran HAM
2. Publikasi ilmiah di jurnal internasional
3. Pencairan dana penelitian

Prinsip Komite Etik Penelitian

Kajian Etik dilakukan oleh Komisi Etik yang bersifat:


Independent
Bebas dari pengaruh:
Politik
Institusi
Profesi
Tujuan komersial

Penelitian Yang Membutuhkan


Ethical Clearance

Semua pemelitian yang membutuhkan


manusia sebagai subyek penelitian

Syarat Pengajuan Izin


Penelitian

Informed Consent