Anda di halaman 1dari 48

METODE PELAKSANAAN

PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


KEC. TAKTAKAN
KOTA SERANG

PT. TELAGA PASIR KUTA

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

METODE PELAKSANAAN
PENINGKATAN JALAN Ciracas - Cigintung
TAHUN ANGGARAN 2016
________________________________________________________________________
______________
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam upaya meningkatkan Infrastruktur Jalan di Kota perlu adanya perbaikan dan
peningkatan jalan - jalan yang sudah rusak untuk memperlancar akses jalan di kota
Serang. Salah satu contoh perbaikan dan peningkatan jalan adalah dengan pengaspalan.
Aspek

teknologi

pekerjaan

sangat penting

proyek

menerapkan

dalam menunjang pelaksanaan

konstruksi.Sehingga

aplikasi

teknologi

kontraktor

sebaik

diharapkan

mungkin

yang

diimplementasikan pada metode yang tepat, praktis cepat dan aman,


sehingga

akan

sangat

membantu

dalam

penyelesaianpekerjaan

konstruksi.Khususnya pada pelaksanaan Pekerjaan Peningkatan Jalan


Ciracas - Cigintung

untuk dapat memenuhi target waktu biaya dan

mutu sebagaimana ditetapkan tercapai sesuai dengan schedule


pelaksanaan yang direncanakan.
Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung

ini adalah dengan sistem

pendekatan yang bertumpu pada keterlibatan masyarakat. Tanggung


Jawab dalam operasional Jalan Ciracas - Cigintung

tidak bisa hanya

diserahkan pada satu institusi saja, karenanya akan mendapatkan hasil


yang tidak akan maksimal.
Model

pendekatan

pekerjaan

yang

bertumpu

pada

masyarakat

sebetulnya telah lama menjadi gagasan dan diterapkan di berbagai


METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

daerah. Akan tetapi salah satu syarat dalam rangka menumbuhkan


peran serta masyarakat dalam hal infrasruktur jalan tersebut harus
adanya
menjadi

upaya
basis

penumbuhan
dari

semangat

organisasi

berkelompok

masyarakat

yang

(Community

akan
Base

Organizing), sehingga masyarakat akan lebih mampu mengenal dan


mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk kemajuan infrastruktur
jalan Kota Serang
Berdasarkan kajian terhadap materi yang terdapat dalam

RKS dan

Penjelasan Pekerjaan dapat terlihat bahwa semua maksud dan tujuan


program sangat konstektual dengan kondisi di Kota Serang pada
khususnya dan program ini diharapkan dapat secara umum semua
elemen dan point-point penting telah terangkum secara konseptual
sehingga dimungkinkan dapat membantu pihak-pihak yang terlibat
dalam proyek Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung untuk memahami
dan dapat melaksanakannya tugas dan fungsi operasional secara jelas.
Secara garis besar, dalam penjelasan Pekerjaan dan RKS yang
diberikan telah mengungkapkan secara umum semua ruang lingkup
yang perlu dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana.
I.1

DISKRIPSI UMUM
Penjelasan metode pelaksanaan diperlukan untuk menjelaskan cara dan
prosedur pelaksanaan pekerjaan. Metode pelaksanaan akan menjelaskan mengenai
cara dan prosedur pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan.

LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah Peningkatan Jalan yang


lokasi pekerjaan berada di Serang yang akan berfungsi sebagai
pendukung sarana dan prasarana infrastruktur daerah yang memenuhi
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

Standar, sehingga mampu meningkatkan kinerja dan pada akhirnya


mampu meningkatkan target yang diharapkan dari program tersebut.
Adapun lingkup pekerjaan dari Kegiatan ini adalah :
Nama paket pekerjaan : Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung
Adapun metode pelaksanaan ini akan memuat beberapa penjelasan
tentang tahapan-tahapan penyelesaian pekerjaan sebagai berikut :
I.

Rencana persiapan penanganan pekerjaan secara rasional, yang


memuat penjelasan persiapan pekerjaan setelah mendapatkan
surat perintah mulai kerja (SPMK).

II.

Rencana penanganan pekerjaan utama dan/atau pekerjaan


spesifik, ini akan menerangkan teknik dan metode pelaksanaan
pekerjaan mulai dari nol prosen (0 %) sampai dengan selesai 100
%(seratus prosen).

III.

Rencana penanganan masa pemeliharaan, disini akan dijelaskan


metode kerja dan masa pemeliharaan pekerjaan tersebut.

IV.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 )


Pasang

peraturan

dan

rambu

-rambu

kerja,

petunjuk

keselamatan kerja pada setiap tempat kerja sehingga para


pekerja

mematuhi

peraturan

kerja

yang

berlaku

demi

keselamatam dan kesehatan kerja sehingga meminimalkan


terjadinya kecelakaan kerja. Letakkan kotak PPPK pada barak
kerja dan gudang sebagai langkah preventife atau pencegahan
apabila terjadi kecelakaan. Pasang sedemikian rupa sehingga
peraturan -peraturan dan slogan kesehatan dan keselamatan
kerja ( K3 ) terbaca dengan jelas dan mudah di pahami oleh
setiap pekerja. Sediakan peralatan kerja yang memadahi untuk
menunjang

program

K3,

seperti

sepatu

pengaman,

helm

pengaman kepala, rompi kerja, kaus tangan, masker dll. Pastikan


bahwa program kesehatan dan keselamatan kerja tersebut dapat
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

berjalan dan berfungsi sehingga didalam pelaksanaan pekerjaan


tidak terdapat gangguan yang berarti terhadap kesehatan dan
keselamatan kerja ( K3 ).

PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. RENCANA PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
paling lambat 3 hari Kalender. Pekerjaan ini dilaksanakan sebelum pekerjaan
konstruksi meliputi :
a. Pre Construction Meeting ( PCM ) dilaksanakan sebelum pelaksanaan fisik
untuk mendapatkan kesepakatan bersama dan visi penyelesaian pekerjaan
yang sama dan sesuai dengan yang tertuang dalam dokumen Kontrak.
Beberapa hal yang harus ada dalam pembahasan PCM :
1. Organisasi dan tata kerja
2. Sistem Prosedur tata kerja
3. Jadual Pelaksanaan Pekerjaan
4. Jadual Pengadaan Bahan, Mobilisasi peralatan dan personil.
5. Penyusunan rencana pemeriksaan lapangan
b. Melakukan Pengukuran awal / setting out untuk menentukan patok dasar / peil
P 0,00 dan detail kondisi lokasi pekerjaan pada tiap mata pembayaran, yang
tertuang dalam gambarkerja.
Pada bagian ini peralatan yang dapat digunakan adalah:
1. Theodolit
2. Waterpass
3. Bak ukur / rambu ukur
4. Patok dan cat
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

5. Meter ukur 50 cm
6. Buku tulis dan perlengkapannya
c. Pembuatan papan nama proyek
d. Pembuatan Dokumen kondisi awal 0%
e. Apabila diperlukan dibuatkan pagar pengaman proyek
f. Pembuatan direksi keet/brak kerja
g. Menyiapkan daftar rencana kebutuhan bahan material, dan tenaga yang
akandigunakan dalam proyek ini.
DISKRIPSI UMUM PENJELASAN PEKERJAAN
Pada Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung berdasarkan kegiatan
pekerjaan yang ada dibagi dalam beberapa kelompok yaitu :
1. PEKERJAAN PERSIAPAN ( DIVISI 1 )
1.

Mobilisasi dan Demobilisasi

2. Manajemen Mutu
PEKERJAAN DRAINASE ( DIVISI 2 )
1. Galian Untuk Selokan dan Drainase Saluran Air
2. Pasangan Batu Dengan Mortar
3. PEKERJAAN TANAH (DIVISI 3)
1.

Galian Biasa

2.

Timbuan Biasa

3. Pembersihan Semak- Semak


4. PEKERJAAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN (DIVISI 4) :
1.

Lapisan Pondasi Agregat Kelas A

2.

Lapisan Pondasi Agregat Kelas B

3. Tibunan Bahu Agregat Kelas B


5. PEKERASAN BERBUTIR (DIVISI 5)
1.

Lapis pondasi aggregat Kelas A

2.

Lapis pondasi aggregat Kelas B

6. PEKERJAAN ASPAL (DIVISI 6)


1.

Lapis resap pengikat-Aspal Cair

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

2.

Laston Lapis Aus (AC-WC) Gradasi Halus/Kasar)

3.

Aspal Minyak

7. STRUKTUR (DIVISI 7)
1.

Beton Mutu Sedang Dengan fc = 30 MPa (K-2350)

2.

Beton Mutu Sedang Dengan fc = 15MPa (K-175)

3.

Baja Tulangan BJ32 Polos

4.

Baja Tulangan BJ32 Ulir

5.

Joint Sealant Pada Rigid Pavement

6.

Beton Mutu Sedang Dengan fc = 20MPa (K-250)

7.

Baja Tulangan BJ24 Polos

8.

Pasangan Batu

9.

Plesteran

DESKRIP UMUM SITE


Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung secara umum berada di
jalan Ciracas - Cigintung Serang akses menuju lokasi sangat mudah sehingga
dalam distribusi bahan material dan alat berat sangat mudah dan tidak
mengganggu lingkungan
DESKRIPSI SPISIFIKASI TEKNIS
Dalam pekerjaan spesifikasi teknis, kami mengacu pada Rencana Kerja dan SyaratSyarat dan Gambar yang telah dibuat oleh Konsultan Perencana, namun demikian
kami juga dalam pelaksanaan nantinya juga perlu didampingi oleh Tim Teknis yang
ditunjuk oleh Dinas Bina Marga Kota Serang.
I. 2 MAKSUD DAN TUJUAN
MAKSUD:
Pencapaian mutu , waktu dan biaya yang tepat adalah tujuan perusahaan kami jika
nantinya dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan Peningkatan Jalan Ciracas METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

Cigintung

Tepat Mutu adalah tujuan awal pelaksanaan pekerjaan sehingga bisa

menjadi pedoman untuk penentuan Bahan, Tenaga manusia dan Alat kerja .
Tepat Biaya dimaksudkan adalah penggunaan biaya secara efisien sesusai penawaran
yang kita ajukan sehingga diharapkan tidak terjadi kegagalan produksi akibat
perencanaan penggunaan anggaran yang tidak tepat.
Tepat waktu adalah penyelesaian pekerjaan ini selama 90 hari , sehingga perlu
perencanaan jadwal waktu pelaksanaan yang akurat disertai dengan sistem monitoring
yang kontinyu.
TUJUAN :
- Penyusunan metode ini dimaksudkan untuk acuan dasar dalam pelaksanaan
- Memudahkan pemahaman terhadap rencana kerja dan urutan kerja.
- Untuk mendapatkan Informasi Spesifikasi Teknis , jadual waktu pelaksanaan ,
kapasitas dan komposisi peralatan.
- Untuk mengetahui komponen bangunan yang akan dikonstruksikan dan bahan
bangunan yang diperlukan untuk setiap komponen bangunan.
- Bisa untuk melakukan control terhadap realisasi setiap tahapan pekerjaan yang
dilaksanakan (penggunaan bahan dan pemakaian biaya)

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

BAB 2
METODE KERJA
TAHAPAN PEKERJAAN
Tahapan pekerjaan yang harus dilaksanakan adalah:
1. Melaksanakan koordinasi dengan Konsultan Pengawas , Direksi , konsultan
perencana untuk melaksanakan Pre Construction Meeting
2. Pengurusan Ijin-ijin yang berkaitan dengan pekerjaan.
3. Melaksanakan survey awal guna pembuatan shop drawing bersama dengan
konsultan pengawas.
4. Pengajuan shop drawing ke konsultan pengawas untuk disetujui.
5. Mengadakan perhitungan bersama untuk menentukan volume dan item pekerjaan
yang akan dilaksanakan.
6. Persiapan Mobilisasi Peralatan , tenaga dan bahan.
7. Setelah itu membuat Site Management untuk penentuan letak letak :
a. Direksi Keet
b. Gudang Lapangan
8. Pembuatan Time schedule secara detail dari setiap item pekerjaan.
9. Persiapan persetujuan contoh material
10. Penyediaan peralatan dan rambu-rambu keselamatan kerja
11. Pembuatan marking lapangan.
12. Pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah disepakati
bersama.

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

BAB 3
RENCANA KERJA.
Sebelum

melaksanakan

pekerjaan

Peningkatan

Jalan

Ciracas

Cigintung Kota Serang Kontraktor Pelaksana harus menyusun Rencana


Kerja terlebih dahulu. Karena Rencana Kerja yang dibuat sangat
berguna

sekali

dalam

pelaksanaan

nantinya,

dan

juga

untuk

memudahkan bagi Tim Teknis untuk melakukan kontrol terhadap


pelaksanaan.
Lingkup

tugas

pada

umumnya

yang

harus

dilaksanakan

oleh

Kontraktor Pelaksana adalah :

Menyusun Jadwal dan Rencana Kerja Pekerjaan Fisik secara


keseluruhan berdasarkan jadwal dan rencana kerja yang
disetujui oleh Pengguna selaku Pemberi Tugas sesuai dengan
target

waktu

yang

harus

dicapai

di

dalam

kontrak

pemborongan.

Mengkoordinasikan

pekerjaan

terkait

dengan

Pekerjaan

secara keseluruhan.

Memeriksa dan mempelajari dokumen hasil perencanaan


serta

dokumen

yang

akan

dijadikan

dasar

dalam

pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Mengutamakan pemakaian bahan, peralatan dan metode


pelaksanaan, serta ketepatan waktu, dan biaya pekerjaan.

Mengedepankan pelaksanaan pekerjaan dari segi kualitas,


kuantitas dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.

Mengumpulkan

data

dan

informasi

di

lapangan

untuk

memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan


konstruksi secara tertib Administrasi.

Menyelenggarakan

rapat-rapat

lapangan

secara

berkala,

membuat laporan mingguan dan bulanan, dengan masukkan


METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

hasil

rapat-rapat

Perencanaan,

Lapangan

dan

Pemberi

Tugas/Koordinasi, laporan mingguan dan bulanan

serta

laporan harian pekerjaan konstruksi

Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan, pemeliharaan


pekerjaan, serah terima pertama dan kedua pekerjaan .

Meneliti

gambar-gambar

pelaksanaan

yang

dibuat

oleh

Konsultan Perencana

Meneliti kembali dengan membuat daftar cacat/kerusakan


sebelum serah terima pertama, perbaikannya pada masa
pemeliharaan, dan laporan akhir pekerjaan

JENIS DAN TAHAPAN KEGIATAN:


1. UMUM
a) Administrasi dan dokumentasi
Administrasi untuk pekerjaan meliputi
1. Laporan Mingguan
2. Laporan harian
3. Laporan Bulanan
4. Laporan akhir
5. Testing beton
Dokumentasi adalah 0 %, 50 % dan 100 % Untuk pekerjaan utama dan
tertutup oleh pekerjaan lain.
b) Pengukuran
Melakukan Pengukuran awal / setting out untuk menentukan patok dasar / peil
P 0,00 dandetail kondisi lokasi pekerjaan pada tiap mata pembayaran, yang
tertuang dalam gambarkerja.
Pada bagian ini peralatan yang dapat digunakan adalah:
1. Theodolit
2. Waterpass
3. Bak ukur / rambu ukur
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

4. Patok dan cat


5. Meter ukur 50 cm
6. Buku tulis dan perlengkapannya
Pembuatan direksi keet
Dibuat dengan konstruksi semi permanent dengan luas 15 m2 ( 5 x 3 ) dengan
spesifikasi sebagai berikut
-

dinding tripleks dicat

Atap asbes gelombang

Lantai rabat beton

dilengkapi dengan
-

meja biro + kursi

3 set

lemari kecil

1 bh

meja rapat + kursi 4 kursi

1 set

papan tulis

buku direksi

Gambar kerja

time schedule

helmet pengaman

10 set

roll meter ( 50 m )

1 bh

roll meter ( 5 m )

1 bh

Perlengkapan P3K

Kamar mandi

c) Penebangan Pohon
Penebangan

pohon

menggunakan

gergaji

mesin

dan

dilakukan secara hati-hati, jangan sampai menimpa kendaran,


mobil maupun bangunan yang ada di sekitar proyek.
d) Mobilisasi dan pengaturan lalu lintas

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

Pekerjaan Mobilisasi adalah pekerjaan pengadaan segala sumber daya


yang dibutuhkan selama masa konstruksi. Sumber daya yang
dimaksudkan adalah alat, tenaga dan material yang termasuk
dalam pekerjaan mobilisasi ini antara lain:

Sewa

tanah

sebagai

penunjang

pelaksanaan

untuk

penyimpanan alat berat yang sudah di mobilisasi.

Fasilitas kantor yang terdiri dari base camp, kantor dan gudang.

Fasilitas Lab dan layanan terdiri dari ruang lab, peralatan lab
dan perabotan lab.

Pekerjaan mobilisasi lainnya adalah Rekayasa lapangan dan As


Build Drawing.

2. PEKERJAAN DRAINASE
Galian untuk saluran drainase
Pekerjaan Galian Untuk Selokan dan Drainase Saluran Air
mencakup hanya galian untuk drainase sedalam 60 cm
lebar 80 cm
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

Pelaksanaan galian biasa ini prosedurnya sebagai berikut :


Pengukuran dan pemasangan bowplank atau menentukan
kedalaman
galian.
Pengukuran
dilaksanakan
dengan
menggunakan alat ukur theodolit dengan mempedomani hasil
rekayasa yang telah ditentukan oleh konsultan dan pihak proyek.
Pemasangan bowplank dilakukan setelah hasil dari
pengukuran disetujui oleh pihak Konsultan dan direksi Pekerjaan.
Penggalian secara Manual
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan
bowplank dalam hal ini penentuan kedalaman galian. Tanah yang
digali secara manual dikumpulkan ke tepi galian dan selanjutnya
dimuat ke Dump Truck, kemudian diangkut keluar lokasi proyek.
Penggalian dengan Menggunakan Alat Berat
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan
bowplank dalam hal ini penentuan kedalaman galian.Tanah yang
digali oleh Excavator langsung dimuat ke Dump Truck, kemudian
diangkut keluar lokasi proyek.
Dasar untuk perhitungan analisa dari pekerjaan ini :
Asumsi :
Menggunakan tenaga manusia
kapasitas kerja berkelompok
kedalaman sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan
Urutan kerja/Metode kerja :
Tanah yang digali dikumpulkan umumnya berada
disisi jalan
(kiri/Kanan jalan)
Penggalian menggunakan tenaga manusia
Selanjutnya material hasil galian di masukkan
kedalam Dump
Truck
Dump Truck membuang material hasil galian keluar
lokasi
jalan sejauh sekitar 1-2 (satu sampai
dua)Km.
Asumsi :
Menggunakan alat berat(cara mekanik)
Lokasi pekerjaan Sepanjang jalan
Urutan keraj/Metode Kerja :
Tanah yang dipotong umumnya berada disisi jalan
(kiri/kanan
jalan)
Penggalian menggunakan alat berat(Excavator)
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO


galian

lokasi

Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil


kedalam Dump Truck
Dump Truck membuang material hasil galian keluar
proyek.

b.
Pasangan Batu Dengan Mortar
Setelah pekerjaan galian selesai dilakukan maka
dilanjutkan dengan pekerjaan pasangan batu kali untu drainase.
Pelaksanaan galian biasa ini prosedurnya sebagai
berikut :
Persiapan :
1.
Approval Material yang akan digunakan seperti batu
kali,
semen
dan pasir
2.
Approval gambar kerja yang telah disetujui Konsultan
Pengawas
Urutan kerja/Metode kerja :
1. Pasang patok kayu dan benang sebagai acuan
leveling
pasangan batu kali
2. Buat adukan untuk pasangan batu kali
3. Hamparkan pasir urug dan ratakan
4. Basahi batu kali dengan air terlebih dahulu sebelum
dipasang
5. Pasang batu aanstamping
6. Pasang batu kali di atas pasangan batu aanstamping
dengan
menggunakan adukan yang merata
mengisi rongga-rongga
antar batu kali.
7. Batu kali disusun sedemikian rupa sehingga
pasangan batu kali
tidak mudah retak/patah dan
berongga besar
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

8.
Cek elevasi pekerjaan pasangan batu kali apakah
sudah sesuai
rencana.
9.
Pekerjaan akhir adalah finish pasangan batu kali
dengan
plesteran
siar.
3. PEKERJAAN TANAH
a. Galian Tanah keras dibuang keluar lokasi proyek (dengan alat)
Galian tanah dilakukan setelah papan bouwplank dengan
penandaan sumbu ke sumbu dan benangan selesai diperiksa
dan disetujui oleh Direksi dan Pengawas lapangan;
Penggalian dilakukan sampai dasar galian sesuai dengan
gambar kerja, dasar galian dibersihkan dari segala kotoran
dan air, apabila perlu dilakukan penyedotan menggunakan
pompa air, setelah selesai diperiksa dan disetujui oleh
Direksi dan Pengawas lapangan;
Tanah bekas galian disingkirkan agar antara bouwplank dan
galian bebas dari timbunan tanah.
Tanah hasil galian dibuang keluar lokasi proyek
Foto dokumentasi selama pelaksanaan kondisi 0%, 50% dan
100%
4. PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN
Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Pekerjaan ini dilaksanakan sebagai lapis pondasi pada pekerasan jalan.
Lapis Pondasi agrergat kelas A merupakan lapisan atas dari lapis
pondasi pada perkerasan jalan dengan ketebalan seusia dengan
gambar rencana.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan
diserahkan kepada direksi untuk disetujui
- Sebelum gmelaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan
pengujian material (job mix design) agregat kelas A yang akan
digunakan pada saat pelaksanaan sesuai spesifikasi teknik yang
disyaratkan.
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

Material agregat kelas A dicampur di base camp dengan


menggunakan wheel loader dengan komposisi sesuai job mix
design yang telah disetujui kemudian material agregat kelas A
dibawa kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck.
Material agregat kelas A dihampar dengan alat motor grader dan
denagn ketebalan padat sesuai gambar.
Hamparan pondasi agregat disiram dengan air dengan
menggunakan water tank truck dan dipadatkan dengan
menggunakan vibratory roller dan pemadatan teraknir dengan
alat pneumatic tire roller.
Selama pemadatan, sekelompok pekerja merapihkan tepi
hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat
bantu.
Setelah pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan pengetesan
kepadatan lapangan dengan test sencon untuk mengetahui
kepadatan yang disyaratkan dalam spesifikasi teknik.

Lapis Pondasi Agregat Kelas B


Pekerjaan ini dilaksanakan sebagai lapis pondasi pada pekerasan jalan.
Lapis Pondasi agrergat kelas B merupakan lapisan bawah dari lapis
pondasi pada perkerasan jalan dengan ketebalan sesuai gambar
rencana.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untuk disetujui
- Sebelum gmelaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan pengujian
material (job mix design) agregat kelas B yang akan digunakan pada saat
pelaksanaan sesuai spesifikasi teknik yang disyaratkan.
- Material agregat kelas B dicampur di base camp dengan menggunakan wheel
loader dengan komposisi sesuai job mix design yang telah disetujui kemudian
material agregat kelas B dibawa kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck.
- Material agregat kelas B dihampar dengan alat motor grader dan denagn ketebalan
padat.
- Hamparan pondasi agregat disiram dengan air dengan menggunakan water tank
truck dan dipadatkan dengan menggunakan vibratory roller dan pemadatan
teraknir dengan alat pneumatic tire roller.
- Selama pemadatan, sekelompok pekerja merapihkan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat bantu.
- Setelah pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan pengetesan kepadatan lapangan
dengan test sencon untuk mengetahui kepadatan yang disyaratkan dalam
spesifikasi teknik.
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

5. PEKERJAAN ASPAL

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

Lapis Resap Pengikat Aspal Cair


Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapis tipis aspal cair yang
diletakkan di atas lapis pondasi atas sebelum lapis berikutnya
dihampar. Aspal cair ini dapat meresap ke dalam lapis pondasi mengisi
rongga dan memperkeras permukaan serta mengikat lapis pondasi dan
lapis permukaan. Hal pertama yang dilakukan adalah memanaskan
aspal yang ada di dalam mobil aspal spayer yang telah dibuka di
bagian badan tersebut. Pemanasan aspal ini tidak boleh terlalu panas
karena dapat menyebabkan kebakaran dan sifat kelengketan dan
kelenturan aspal menjadi rusak.
Selanjutnya aspal yang sudah cair atau lapis resap pengikat (prime
coat) disemprotkan/disiramkan ke permukaan agregat sehingga
merata. Lapis resap pengikat harus disemprot pada permukaan yang
kering atau mendekati kering dan pelaksanaan penyemprotan tidak
boleh dilaksanakan pada saat angin kencang, hujan, atau akan turun
hujan. Sebelum aspal disiramkan, permukaan lapis pondasi terlebih
dahulu di bersihkan dengan Semprotan Angin (Compressor)
Lapis Perekat Aspal Cair
Lapis perekat berfungsi untuk memberikan daya ikat antara aspal lama
dengan aspal baru dan disemprotkan pada permukaan beraspal yang
kering dan bersih. Bahan lapis perekat adalah aspal cair yang cepat
menyerap atau aspal keras pen 80/100 atau pen 60/70 yang dicairkan
dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal.
Pemakaiannya berkisar antar 0,15 liter/m 2 sampai 0,15 liter/m2 . Lebih
tipis dibandingkan dengan pemakaian lapis resap pengikat.
I.5.iii Laston Lapis AUS (AC-WC) (gradasi halus/kasar)
Laston sebagai lapis aus (Wearing Course) adalah lapisan perkerasan
yang berhubungan langsung dengan ban kendaraan, merupakan
lapisan yang kedap air, tahan terhadap cuaca, dan mempunyai
kekesatan yang disyaratkan dengan tebal nominal minimum 4 cm.
Lapis aus, lapisan yang langsung menerima gesekan akibat gaya rem
dari kendaraan sehingga mudah menjadi aus
Lapis aus permukaan (Wearing Course) mempunyai fungsi:
a. Menyelimuti perkerasan dari pengaruh air.
b. Menyediakan permukaan yang halus.
c. Menyediakan permukaan yang mempunyai karakteristik yang kesat,
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

rata sehingga aman dan nyaman untuk dilalui pengguna.


d. Menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya.
Gambar 5. Pemadatan Hot Mix

Aspal Minyak
Aspal adalah campuran dari butimen dan mineral. Butimen ialah senyawa organik yang
Bewarna antara coklat sampai hitam sifatnya bisa padat sampai cair, lekat sekali,
berlemak, tidak larut secara sempurna dalam pelatur pelatur organis CS2 dan CCL4.
Aspal Minyak adalah salah satu Fraksi hasil penyulingan minyak
Jenis jenis Aspal Minyak
1. Aspal keras : yaitu aspal yang didapat dari penyulingan minyak bumi dengan
kadar bumi dengan kadar paraffin rendah yaitu tidak lebih dari 2% berat
2. Aspal cair : yaitu aspal keras yang dicampur dengan pelarut RC (rapid curing)
adalah aspal keras yang dicampur dengan korosin / bensin. Mongering cepat MC
(medium curing) adalah aspal keras yang dicampur dengan minyak disel (aspal
keras ini harus mempunyai penetrasi yang lebih tinggi) mongering sedang SC
(slow curing) adalah aspal keras yang dicampur dengan residu hasil dari
penyulingan pertama minyak bumi (mongering lambat)
Aditif Anti Pengelupasan
Bahan yang digunakan untuk anti pengelupasan adalah zat aditif. Aditif
berguna untuk meningkatkan pelekatan dan anti pengelupasan bila
diperlukan, dapat ditambahkan ke dalam aspal sesuai dengan petunjuk
pabrik pembuatnya
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

Bahan Aditif Untuk Aspal :


1. Aditif kelekatan dan anti pengelupasan harus ditambahkan ke
dalam bahan aspal bilamana diperlukan dan disetujui oleh
Direksi Pekerjaan
2. Persentase aditif yang diperlukan harus dicampurkan ke dalam
bahan aspal sesuai dgn petunjuk pabrik untuk menghasilkan
campuran yang homogen.
6. PEKERJAAN STRUKTUR

Pembangunan jalan beton ini dilakukan dengan menggunakan metode


dan peralatan penghampar beton (concrete finisher) yang sederhana
yaitu: vibrating screed sesuai dengan kemampuan daerah dengan
tetap mengikuti petunjuk dan persyaratan teknis pelaksanaan
pembangunan jalan beton yang telah ditetapkan.

Persiapan Lapangan:
Konstruksi jalan beton yang dilaksanakan terdiri atas dua bagian
utama, yaitu Beton K 175 t= 10 cm dengan persyaratan mutu K175
(non struktural) yang berfungsi sebagai lapisan leveling (perataan) dan
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

untuk mencegah pumping action. Sedangkan untuk lapisan atas (plat


beton) digunakan beton dengan persyaratan mutu K350.
Demi untuk menjaga konsistensi campuran, kemudahan kecepatan
pelaksanaan, serta kebersihan pekerjaan dan terjaminnya mutu beton
maka untuk baik Beton K 175 maupun slab beton (lapis permukaan)
digunakan beton ready mix.
Pelaksanaan:
Beton K 175 :
Guna kelancaran pekerjaan penggelaran Beton K 175, seluruh lebar
jalan ditutup (arus lalu-lintas dialihkan). Kemudian dilakukan
penentuan/penyesuaian elevasi rencana ketinggian Beton K 175
berdasarkan hasil pengukuran dan pematokan. Setelah itu, badan jalan
di basahi/disiram dengan air terlebih dahulu agar tidak terjadi
penyerapan air semen dari Beton K 175 yang akan digelar. Lalu
pemasangan bekesting melintang dengan ukuran selebar jalur lalulintas (6,00 m) dilakukan serta memperhatikan panjang lahan
pengecoran yang disesuaikan dengan kemampuan kerja per hari
berdasarkan kapasitas truck mixer (8 truck @ 5 m3 per hari).
Ketebalan Beton K 175 yang digelar tidak sama/merata
(fungsinya hanya sebagai lapisan leveling) sebab kondisi jalan lama
sudah rusak dan juga bentuk geometrinya tidak sesuai lagi seperti
penampang ideal jalan yang seharusnya selain itu bentuk akhir atau
bagian atas Beton K 175 harus rata karena diperuntukkan sebagai
landasan untuk meletakkan pelat beton.
Setelah pengecoran Beton K 175 selesai dikerjakan maka
dilakukanlah proses curing dengan menebarkan karung goni yang
dibasahi selama seminggu (tiga kali sehari disiram air) guna mencegah
terjadinya retakan-retakan sebagai akibat proses
pengerasan/pengeringan beton.

- Pengecoran Lapis Permukaan:


Persiapan di Base Camp:
Penentuan ukuran pelat beton: Lapis permukaan yang digunakan
adalah pelat (slab) beton dengan mutu K350 sedangkan ukuran pelat
beton yang dipakai adalah lebar 3 m (disesuaikan dengan lebar
vibrating screed) dan panjang 5 m. Dimensi ini diperoleh berdasarkan
rumus L/B 1,25 m 3,00 m /3,00 m = 1 (memenuhi syarat). Jika
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

digunakan satuan SI maka ukuran jarak sambungan adalah 24 24 x


tebal pelat beton (200 mm) jadi: 15 x 200 mm diperoleh 3000 mm atau
3,00 m.Pembuatan mal (bekesting): Bahannya dari kayu dengan model
kotak empat persegi panjang berdasarkan ukuran pelat seperti pada
gambar di atas (3 x 3) m. Hanya saja ukuran ketebalan mal melintang
dibuat miring mengikuti kemiringan melintang normal jalan sebesar 2
% Sedangkan ukuran mal memanjang mengikuti ketinggian pada
kedua ujung mal melintang Penentuan ukuran dowel dan tie bar serta
pembuatan alur (lidah sambungan):
Bagian tengah mal sambungan melintang (A) dilobangi sebagai tempat
memasang dowel/ruji diperoleh dowel: 20 28 (besi ulir) dengan
panjang 70 cm dan jarak antar dowel 30 cm, khusus untuk pelat
dengan lebar 0,50 m digunakan 2 25 dengan panjang 45 cm dan
jarak antar dowel 30 cm. Pada ke dua sisi mal sambungan memanjang
(2) dibuat lobang sebagai tempat memasang tie bar. Dan pada kedua
sisi mal memanjang dibuatkan lidah agar nantinya tejadi ikatan yang
kuat antar slab pada sambungan memanjang, selanjutnya diperoleh tie
bar: 6 12 (besi polos) dengan jarak 84 cm. Sedangkan untuk
sambungan memanjang (1) diperoleh tie bar: 5 16 (besi polos)
dengan jarak 750 cm

Persiapan di Lapangan
Pemasangan mal kotak ini dilakukan di atas Beton K 175 hanya pada
satu sisi jalan saja sehingga bagian atau sisi lainnya dapat dilewati
oleh kendaraan ringan dengan model papan catur (nanti setelah
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

pengecoran selesai baru berpindah ke sisi lainnya) sekaligus dapat


dilewati oleh truck mixer sewaktu melakukan pengecoran.
Setelah pemasangan kotak mal sebanyak 10 buah selesai dilakukan
maka:
1. Pemasangan/penggelaran plastik dengan maksud sebagai breaker di
atas lapisan Beton K 175 agar tidak terjadi perlekatan antara CTSB
dan pelat beton (pergerakan pelat beton tidak
boleh mempengaruhi CTSB, demikian pula sebaliknya). Plastik itu juga
dilekatkan pada mal kotak slab dan secara rapat melekat pada CTSB
2. Pemasangan dowel (ruji) pada mal melintang dan tie bar (batang
pengikat) pada mal memanjang dengan jalan memasukkan kedalam
lobang yang sudah tersedia pada dinding mal melintang slab dan
dikontrol dengan teliti agar posisinya tetap tegak lurus terhadap
bidang mal melintang sebelum pengecoran dilakukan. Demikian pula
kedua sisi mal memanjang dipasangi tie bar dan dikontrol dengan teliti
posisinya agar tetap tegak lurus terhadap bidang mal memanjang.
3. Setelah mal, dowel dan tie bar, serta plastik berada dalam posisi
yang benar maka pengecoran segera akan dilakukan.
Proses Pelaksanaan Pengecoran Jalan Beton (dengan metode
papan catur):
1. Beton ready mix yang berasal dari truk mixer dituang ke dalam
kotak (mal) yang telah disiapkan lalu diratakan secara manual
kemudian selanjutnya diratakan dan diadakan dengan menggunakan
vibrating screed yang sistem operasinya bergerak di atas mal
memanjang (sepanjang mal memanjang) yang ditarik dengan tenaga
manusia bolak balik sebanyak 4 lintasan. Proses perataan dan
pemadatan terjadi karena alat vibrating screed tersebut selain
meratakan juga bergetar sehingga terjadi pemadatan sedangkan pada
bagian ujung (dekat) mal, pemadatan dibantu dengan menggunakan
vibrator beton
2. Kotak yang pertama dicor kemudian pengecoran dilanjutkan pada
kotak yang ketiga (satu kotak di antaranya kosong).
3. Setelah slab beton selesai dipadatkan oleh vibrating screed maka
pelat beton tersebut ditutupi dengan atap plastik untuk menghindari
sinar matahari secara langsung yang dapat membuat beton mengering
tidak secara alamiah juga untuk mencegah terjadinya retak rambut.
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

4. Pembuatan alur (grooving) dilakukan secara manual setelah beton


dalam keadaan setengah mengeras 3 - 4 jam sesudah pengecoran
5. Pada hari kedua setelah pengecoran selesai, dilakukan proses curing
dengan menggelar karung goni di atas plat beton dan disiram dengan
air 3 kali sehari selama seminggu
6. Pada hari ketiga setelah pengecoran maka mal (bekesting) samping
dibuka dilanjutkan dengan pemasangan mal memanjang (samping)
tanpa memasang mal melintang karena pelat beton yang sudah dicor
berfungsi sebagai mal melintang.
7. Setelah mal memanjang selesai dipasang dilanjutkan dengan
menggelar/ memasang plastik di atas CTSB yang juga dilekatkan pada
mal memanjang.
8. Kemudian sebagai pemisah antara dua pelat beton (yang sudah
dicor dengan hendak dicor) dilekatkan gabus (styro foam) dengan
tebal 0,5 cm untuk membentuk deletasi (celah) untuk muai dan susut
plat beton.
9. Demikianlah sistem pengecoran tersebut dilakukan pada satu sisi
jalan dengan lebar 3,0 m dan diselesaikan sesuai dengan panjang
rencana jalan itu.
10. Setelah pengecoran pada sisi kiri selesai sesuai dengan panjang
jalan rencana, pemasangan mal (bekesting) pada sisi kanan jalan
tersebut dilakukan lagi. Hanya saja mal memanjang pada salah satu
sisi sudah tidak diperlukan lagi karena sudah ada pelat beton yang
telah dicor. Pengecoran dilanjutkan dengan memakai sistem yang
sama hanya pada sisi memanjang plat beton yang sudah dicor
diletakkan di atasnya besi siku L 40.40.4 sebagai landasan/rel vibrating
screed ketika ditarik dan bergerak dari ujung satu ke ujung lain dengan
maksud agar tidak terjadi kerusakan pada permukaan pelat beton yang
sudah dicor.
11. Kemudian pada saat pengecoran akan dilakukan,
disisipkan/dilekatkan gabus (styro foam) di antara kedua pelat beton
(antara pelat beton lama dan yang baru yang akan dicor) pada
sisi/sambungan memanjang agar tidak terjadi lekatan dan membuat
dilatasi.

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

I.6.ii Baja Tulangan BJ 24 Polos


Uraian
Baja Struktur adalah bahan struktur jembatan baja yang
digunakan sebagai sutu komponen konstruksi jembatan.
Pekerjaan ini harus mencakup struktur baja dan bagian baja dari
struktur baja komposit yang dilaksanakan memenuhi garis
kelandaian dan dimensi yang ditunjukkan . Pekerjaan ini terdiri
atas pelaksanaan struktur baja baru, pelebaran dan perbaikan
dari struktur.
Pekerjaan ini juga mencakup penyediaan, fabrikasi, pemasangan,
galvanisasi dan pengecatan logam struktur.
Tabel 2. Jenis Tulangan

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

Meskipun baja tulangan mempunyai sifat tahan terhadap beban tekan, tetapi karena
harganya yang mahal maka baja tulangan ini hanya diutamakan untuk menahan beban
tarik pada struktur beton bertulang, sedangkan beban tekan yang bekerja cukup ditahan
oleh betonnya.
I.6.iii Baja Tulangan BJ 39 Ulir
Baja BJ 39 digunakan dalam pekerjaan rigit pavemen pada posisi
Dowel.
Pembesian U-39 Ulir dilaksanakan /dibentuk sesuai dengan gambar kerja
yang telahdisetujui. Untuk mencampur beton agar mendapatkan
hasil yang baikdigunakan concrete mixer dan vibrator.
I.6.v Pasangan Batu
1. Uraian
a. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang
ditunjukan dalam gambar seperti yang diperintahkan Direksi
Pekerjaan, yang dibuat dari Pasangan Batu. Pekerjaan harus
meliputi pemasokan semua bahan, galian, penyiapan fondasi
dan seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan
struktur sesuai dengan spesifikasi ini dan memenuhi garis,
ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang ditujukan
dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan secara
tertulis oleh Direksi Pekerjaan.
b. Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk
struktur seperti dinding penahan, gorong-gorong pelat, dan
tembok kepala gorong-gorong besar dari pasangan batu yang
digunakan untuk menahan beban luar yang cukup besar.
Bilamana fungsi utama suatu pekerjaan sebagai penahan
gerusan, bukan sebagai penahan beban, seperti lapisan
selokan, lubang penangkap, lantai gorong-gorong (spillway
apron) atau pekerjaan pelindung lainnya pada lereng atau
disekitar ujung gorong-gorong.
2. Pencampuran dan Pemasangan
a. Seluruh bahan kecuali air harus dicampur, baik dalam kotak
yang rapat atau dalam alat pencampur adukan yang disetujui,
sampai campuran menunjukan warna yang merata, kemudian
air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan lima sampai
sepuluh menit. Jumlah air harus sedemikian sehingga
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

menghasilkan adukan dengan konsistensi (kekentalan) yang


diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70% dari berat semen
yang digunakan.
b. Adukan semen dicampur hanya dalam kuantitas yang
diperlukan untuk penggunaan langsung. Bilamana diperlukan,
adukan semen boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu
30 menit dari proses pengadukan awal. Pengadukan kembali
setelah waktu tersebut diperbolehkan
c. Adukan semen yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah
ait ditambahkan harus dibuang
3. Pemasangan
a. Permukaan yang akan menerima adukan semen harus
dibersihkan dari minyak atau lempung atau bahan
terkontaminasi lainnya dan telah dibasahi sampai merata
sebelum adukan semen ditempatkan. Air yang tergenang
pada permukaan harus dikeringkan sebelum penempatan
adukan semen
b. Bilamana digunakan sebagai lapis permukaan, adukan
semen harus ditempatkan pada permukaan yang bersih
dan lembab dengan jumlah yang cukup sehingga
menghasilkan tebal adukan minimum 1,5 cm dan harus
dibentuk menjadi permukaan yang halus dan rata

BAB 4
SISTEM MANAJEMEN

1.

RENCANA MANAJEMEN WAKTU

Untuk mencapai tepat waktu maka pekerjaan dilaksanakan secara simultan sesuai
dengan jadwal yang ada sehingga bisa diketahui jika ada penyimpangan atau
keterlambatan waktu bisa diantisipsi dari awal.
Untuk pelaksanaan Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung kami merencanakan
dapat selesai dalam 90 hari kerja sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

dengan jam kerja mulai jam 08.00 s.d 16.00 setiap harinya dan kalau perlu dengan
menambah jam lembur untuk mencapai bobot yang dipersyaratkan pada setiap
minggunya. Dengan masa pemeliharaan selama 180 hari .sejak penyerahan
pekerjaan yang pertama.Diharapkan penggunaan alat yang tepat dapat membantu
percepatan sehingga waktu yang diberikan dapat selesai tepat waktu.
2. SISTEM KOORDINASI DAN PENUGASAN ANTAR PERSONIL.
Struktur organisasi proyek dibentuk sesusai dengan kebutuhan yang diperlukan
untuk pekerjaan ini , sehingga bisa menunjang kelancaran untuk pencapaian target
Tugas tenaga ahli meliputi antara lain :
-

Pembuatan laporan harian

Pembuatan Laporan Mingguan

Pembuatan Laporan Bulanan

Pembuatan Laporan Akhir

Pengukuran

Pembuatan Shop drawing dan As Built Drawing

Kontrol prestasi Pekerjaan

Pengendalian Mutu

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SITE MANAGER.


TUGAS:
a. Mengkoordinir pelaksana untuk menyusun rencana kerja Peningkatan Jalan
Ciracas - Cigintung yang akan dijadikan acuan dalam menentukan program
kerja semua pekerjaan dilingkungan proyek..
b. Menyusun Program kerja mingguan yang merupakan penjabaran dari RAB.
c. Melakukan evaluasi program kerja proyek yang telah berjalan atau sedang
berjalan apakah sudah sesuai dengan program kerja yang sudah direncanakan.
d. Memberikan pengarahan kepada pelaksana agar tugas-tugas yang diberikan
berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan
e. mengkoordinir pelaksanaan tugas-tugas kegiatan lapangan
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

TANGGUNG JAWAB.
a.

bertanggung jawab terhadap komitmen pelaksanaan proyek yang


efektif,efisien agar dapat mencapai teaget.

b.

bertanggung jawab dalam menyediakan sarana dan prasarana yang


dibutuhkan untuk kelancaran pekerjaan.

c.

Bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan dengan mengacu pada


program kerja yang telah ditetapkan.

WEWENANG.
a. Berwenang dalam pengambilan keputusan pelaksanaan proyek.
b. Berwenang mengangkat dan memberhentikan tenaga kerja, serta memberikan
peringatan apabila dianggap menyimpang dari kebijkan dan peraturan yang
telah ditetapkan.
c. Berwenang melakukan evaluasi terhadap seluruh proses pekerjaan
d. Berwenang Menghentikan dan mengeluarkan tim tenaga kerja yang dinilai
tidak professional.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA
TUGAS.
a. Membantu Site Manager dalam perencanaan pelaksanaan
b. Mengawasi terhadap pelaksanaan Tugas seluruh kegiatan proyek
c. Menghitung kebutuhan material yang akan dipakai
d. Mengevaluasi Kinerja Mandor
e. Koordinasi dengan bagian terkait.
TANGGUNG JAWAB.
a. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek dan pengawasan mutu
b. melaporkan kegiatan proyek kepada atasan/ site manager
c. Menjaga dan menjamin pelaksanaan proyek berjalan dengan baik dan benar.
d. Mengendalikan biaya secara efektif dan efisien.
WEWENANG.
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

a. Menyetujui penambahan tenaga dalam rangka pemenuhan target


b. Menetapkan titik awal pelaksanaan kegiatan.
c. Memberikan persetujuan realisasi kebutuhan material.
d. memberikan tegoran sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh mandor
dan tenaga kerja.
e. Memberikan bimbingan kepada mandor dan tenaga kerja.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SURVEYOR
TUGAS.
a. Bertanggung jawab dalam proses pengukuran
b. Membuat back up data hasil pengukuran dilapangan
c. Membuat laporan CCO sesuai hasil pengukuran dilapangan
TANGGUNG JAWAB.
a. Bertanggung jawab terhadap hasil pengukuran
b. Melaporkan hasil pengukuran kepada atasan/ site manager
WEWENANG.
a. Menetapkan titik awal pelaksanaan kegiatan.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TENAGA LABORATORIUM
TUGAS.
a. Melakukan uji lab terhadap campuran aspal dan beton
b. Mengawasi uji hasil lab material
TANGGUNG JAWAB.
a. Bertanggung jawab dalam memberikan hasil yang akurat dari setiup uji lab
campuran material aspal maupun beton
b. melaporkan hasil lab ke site manager dan pelaksana
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ADMINISTRASI
TUGAS ;
a. Melaksanakan kegiatan pencatatan administrasi proyek
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

b. Berkoordinasi dengan logistik dan pelaksana agar bisa direkam data


proyeknya
c. Membuat laporan mingguan dan laporan stok opname atas arahan site
manager.
TANGGUNG JAWAB:
a. Bertanggung jawab atas rekap data proyek
b. Bertanggung jawab atas ketidak sesuaian atas barang yang diterima dari
suplier.
c. Bertanggung jawab atas back up data keuangan operasional proyek.
d. Bertanggung jawab membuat laporan mingguan atas setiap PO yang telah
dilakukan.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB LOGISTIK


TUGAS ;
d. Melaksanakan kegiatan pengadaan dan pembelian setiap permintaan material
yang dibutuh kan oleh setiap bagian dalam pelaksanaan pekerjaan.
e. Berkoordinasi dengan bagian gudang untuk mengecek persediaan bahan untuk
keperluan masing-masing bagian.
f. Melaksankan monitoring dan evaluasi atas setiap hubungan kerja dengan
suplier demi kelancaran dan terjaminnya pengadaan barang tepat kualitas dan
tepat waktu
g. Melakukakn seleksi dan evaluasi terhadap kinerja suplier berdaasarkan
transaksi dengan kriteria yang telah ditetapkan.
h. Melakukan inspeksi secara Visual terhadap material tentang kualitas dan
kuantitas yang diterima dari suplier.
i. Membuat laporan mingguan dan laporan stok opname.
TANGGUNG JAWAB:
e. Bertanggung jawab atas realisasi kegiatan pengadaan dan pembelian material
berdasarkan prosedure yang telah ditetapkan.
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

f. Bertanggung jawab atas ketidak sesuaian atas barang yang diterima dari
suplier.
g. Bertanggung jawab atas seleksi dan evaluasi terhadap kinerja suplier.
h. Bertanggung jawab mengevaluasi laporan mingguan atas setiap PO yang telah
dilakukan.

WEWENANG.
a. Berwenang memberhentikan suplier setelah dilakukan evaluasi ternyata
konditenya tidak baik.
b. Berwenang menolak atas setiap suply barang dari suplier yang tidak sesuai
dengan persyaratan yang telah di tetapkan.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN
TUGAS ;
a. Memegang urusan keuangan proyek
b. Mencatat semua transaksi uang masuk maupun keluar dari proyek
c. Berkoordinasi dengan logistik dan pelaksana agar bisa direkam data
keuangan proyek
TANGGUNG JAWAB:
a. Bertanggung jawab atas rekap data keuangan proyek
b. Bertanggung jawab atas ketidak sesuaian atas semua bentuk transaksi yang
tidak sesuai dengan data keuangan.
c. Bertanggung jawab atas back up data keuangan operasional proyek.
d. Memberikan laporan kepada pemilik perusahaan terhadap laporan
keuangan proyek
3. SISTEM PENGENDALIAN PROGRAM
a. Untuk pengendalian program maka harus dibuat rencana pendatangan
peralatan dan bahan sehingga bisa tepat waktu, kebutuhan jumlah bahan harus
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

dihitung per schedule waktu sehingga keterlambatan

pekerjaan akibat

terlambatnya material bisa dihindari.


b. Selalu mengevaluasi time schedule dalam periode harian, mingguan dan
bulanan sehingga bila ada bagian pekerjaan yang terlambat segera dapat
diketahui dan segera diambil langkah penanggulangannya.
c. Pengadaan tenaga kerja harus selalu disesuaikan dengan kebutuhan
dilapangan sehinggan memerlukan koordinasi yang tepat untuk memmenuhi
jumlah dan keahlian tenaga kerja yang mencukupi setiap harinya.
d. Hubungan yang baik antara personil , rapat rutin selalu diadakan serta
mematuhi arahan dari konsultan teknis dan direksi lapangan guna kelancaran
pekerjaan.
4. SISTEM PENGENDALIAN PROSES
Sebagai bahan untuk pedoman pelaksanaan adalah sebagai berikut:
a. Time Schedule
b. Rapat Harian
Rapat ini dihadiri oleh pelaksana , konsultan pengawas, sub kontraktor/
mandor untuk mengadakan perencanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan
dan mengevaluasi hasil kerja hari kemarin. Evaluasi disini berupa evaluasi
kuantitas dan evaluasi kualitas.
e. Rapat Mingguan
Rapat mingguan adalah rapat intern dari seluruh pihak terkait dilapangan,
dalam rapat ini akan dibahas rencana mingguan dan evaluasi prestsi pekerjaan
minggu lalu, untuk dijadikan menjadi laporan mingguan. Rencana kerja
minggu yang akan datang disertai dengan rencana kebutuhan material dan
bahan serta jumlah tenaga kerja yang disesuaikan dengan rencana mingguan.
5. SISTEM PENGENDALIAN MUTU.
Untuk menjaga kualitas pekerjaan yang sedang dilaksanakan pada langkah awal
sudah membuat pedoman mutu atau spesifikasi yang telah dibuat pada
penawaran ini. Pengujian seperti yang di spesifikasi teknik seperti pengujian
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

beton , pengujian tarik besi beton dan lain-lainnya dilaksankan pada


laboratorium yang mendapat rekomendasi dari Direksi Pengawas. Untuk
menjaga kualitas terhadap dimensi, elevasi ,jarak maupun ketepatan secara
geografis maka direncanakan menggunakan alat Theodolith.
Proses Quality Control
Persiapan

Reject / tolak

Pengadaan

ce
k

- spesifikasi teknis
- RKS
- Gambar
- BQ

Perbaikan

Pelaksanaan
ce
k

Ya

- spesifikasi teknis
- RKS
- gambar
- BQ
- mutu

selesai
6.

SISTEM KESELAMATAN DAN KEAMANAN KERJA


Sistem keamanan dan keselamatan Kerja terhadap keseluruhan personil baik
pengawas, pelaksana dan juga pekerja terutama yang ada di dalam
lingkungan pekerjaan menjadi hal yang sangat penting dan perlu mendapat
perhatian.untuk melayani apabila terjadi kecelakaan kecil akan disediakan
PPPK di Direksi Keet.. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang
mungkin terjadi maka dipasang rambu-rambu peringatan dan penggunaan

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

sabuk pengaman serta helm pengaman. Disamping itu perusahaan akan


mengikutkan tenaga kerja dan pengawas dalam program Astek yang
biasanya melalui program PT Jamsostek .
7.

PENANGANAN MASA PEMELIHARAN


Setelah pelaksanaan pekerjaan dinyatakan 100 % selesai dan
penyedia

barang/jasa

sudah

memiliki

tanggungjawab

diserahterimakan,

sesuai

kontrak

masih

pekerjaan

atau

disebut sebagai masapemeliharaan, karena pekerjaan ini


masih

membutuhkan

perhatian

khusus

maka

kami

selakupenyedia barang/jasa berencana menyusun program


kerja guna mendukung kinerja perusahaan.
Adapun rencana penanganan pemeliharaan tersebut adalah :

Menempatkan petugas khusus untuk memantau dan


mengiventarisir selama masa
pemeliharaan, minimal dalam 1 minggu sekali harus
ngecek dan berkordinasi dengan pihakterkait sehingga
apabila ada suatu kejadian yang terkait dengan jalan
tersebut akan segeradiperbaiki..

Bekerja sama dengan pihak instansi terkait seandainya


terjadi kerusakan harus segera
menghubungi kami, selanjutnya akan kita tindak lanjuti
segera dengan memperbaiki
kerusakan yang dimaksud.

Setelah

masa

pemeliharan

berakhir,

penyedia

barang/jasa mengajukan permohonan


pemeriksaan pekerjaan guna mengajukan serah terima
kedua pekerjaan tersebut.

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

BAB 4
RENCANA PENGENDALIAN PROYEK
Dalam rencana pengendalian proyek Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung Kota Serang
kami sebagai Kontraktor Pelaksana akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
4.1. DEFINISI PENGENDALIAN
Pengendalian pada Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung

Kota Serang

diperlukan untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan. Tiap


pekerjaan yang dilaksanakan harus benar benar dicek terlebih dahulu oleh pelaksana
dan Quality Control, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi atau belum. Dengan
perencanaan dan pengendalian yang baik terhadap kegiatan kegiatan yang ada,
maka

kemungkinan

terjadinya

keterlambatan

jadwal

yang

mengakibatkan

pengunduran waktu pelaksanaan dan pembengkakan biaya proyek dapat dihindari.


Metode yang digunakan dalam pengendalian ini salah satunya adalah Management
Mutu yaitu mengendalikan atau membandingkan perencanaan dengan pelaksanaan
yang dapat dicek setiap saat. Laporan hanya digunakan pada saat saat tertentu jika
terdapat pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan.pada Peningkatan Jalan
Ciracas - Cigintung Kota Serang. Ada tiga penilaian terhadap suatu proyek yaitu
Penilaian atas MUTU FISIK BANGUNAN, BIAYA dan WAKTU. Divisi
pengendalian mutu fisik konstruksi terpisah dengan pengendalian jadwal dan biaya.
Pengendalian mutu fisik dilakukan oleh Quality Control dan Pengawas Lapangan
melalui gambar rencana dan spesifikasi teknik. Pengendalian jadwal dan waktu
dimasukkan dalam management proyek yang mencakup pemantauan kemajuan
pekerjaan, reduksi biaya, optimasi, model dan analisis.

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

4.2. PROSES PENGENDALIAN


Proses pengendalian pada Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung

Kota Serang

berjalan sepanjang pelaksanaan proyek guna mewujudkan performa baik didalam


setiap tahap pekerjaan. Perencanaan dibuat sebagai acuan bagi pelaksanaan pekerjaan.
Bahan acuan tersebut selanjutnya akan menjadi standar pelaksanaan pada proyek
yang bersangkutan, meliputi spesifikasi teknik, jadwal dan anggaran biaya.
Pemantauan harus terus dilaksanakan sepanjang pelaksanaan pekerjaan untuk
mengetahui prestasi dan kemajuan yang telah dicapai. Informasi ini akan digunakan
sebagai bahan evaluasi yaitu dengan cara membandingkan kemajuan yang dicapai
berdasarkan hasil pemantauan dengan standaryang telah dibuat dalam perencanaan.
Hasil Evaluasi berguna untuk pengambilan tindakan yang akurat terhadap
permasalahan yang timbul selama masa pelaksanaan. Berdasarkan hasil evaluasi ini
pula tindak lanjut pekerjaan dapat diputuskan dengan tepat dengan melakukan koreksi
terhadap performa yang telah dicapai. Proses diatas diperlihatkan dalam

skema

berikut ini :

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

Proses pengedalian ini tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan proses dari awal
hingga akhir. Diawali dari tahap persiapan, penyusunan rencana kerja, proses
pengendalian dan tahap akhir selalu ada keterkaitan dan hubungan senergi tahap satu
dan lainnya sehingga apa yang menjadi harapan Pengguna yaitu seluruh Masyarakat
Kota Serang khususnya dan Jawa Tengah umumnya.
Sedangkan secara utuh dalam penyusunan metoda ini dapat digambarkan dalam
gambar skema tersebut di diatas

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

4.3. ASPEK YANG BERKAITAN DENGAN PENGENDALIAN PROYEK


Proses pengendalian proyek Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung Kota Serang pada
konstruksi terkait banyak faktor yang saling mempengaruhi. Faktor-faktor tersebut
dapat dijelaskan dalam skema berikut ini :

4.4. ASPEK YANG MENGHAMBAT PROSES PENGENDALIAN

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

Walau aspek pengedalian secara teori dapat dilaksanakan namun kondisi di lapangan
seringkali terjadi permasalahan yang justru menghambat proses pengendalian antara
lain yaitu :
a. Definisi proyek
Definisi proyek Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung

Kota Serang yang

dimaksud adalah keadaan proyek itu sendiri atau gambaran proyek yang dibuat
perencanaan. Pada proyek yang kompleks dan besar yang melibatkan banyak
kegiatan yang saling terkait, jika terjadi kerumitan pendefinisian pekerjaan akan
terjadi permasalahan secara menyeluruh. Lingkup dan batasan pekerjaan

harus

jelas dan harus diklarifikasi jauh sebelum pekerjaan akan dimulai sehingga
pekerjaan dapat berjalan lancar.
b. Faktor Tenaga kerja
Pengawas

atau

inspektur

yang

kurang

ahli

dibidangnya

atau

kurang

berpengalaman dapat menyebabkan pengendalian proyek menjadi tidak efektif


dan kurang akurat, sehingga dalam Pekerjaan jalan ini diperlukan Tim yang betulbetul punya kemampuan dan semangat bekerja yang baik.
c. Faktor Sistem Pengendalian
Penerapan sistem informasi dan pengawasan yang terlalu formal dengan
mengabaikan hubungan kemanusiaan akan timbul kekakuan dan keterpaksaan.
Oleh karena itu perlu diterapkan cara-cara tertentu untuk mendapatkan secara
tidak resmi misalnya pada saat acara makan malam, saling mengunjungi atau
komunikasi lain, dan ketika tumbuh rasa kebersamaan dan saling membutuhkan
maka nantinya dalam Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung Kota Serang akan
menghasilkan Jalan Beton dan Aspal yang baik.

4.5. ASPEK YANG MENDUKUNG PROSES PENGENDALIAN


Mutu suatu pengendalian tidak terlepas dari mutu informasi yang diperoleh. Jika
informasi yang diperoleh dapat mewakili kondisi yang sebenarnya maka solusi yang
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

diambil akan lebih mengenai sasaran. Ada beberapa faktor yang dapat membantu
proses pengendalian berlangsung dengan baik yaitu antara lain :
a. Ketepatan Waktu
Keterlambatan pemantauan hanya akan menghasilkan informasi yang sudah tidak
sesuai lagi dengan kondisi
b. Hirarki Akses
Derajat kemudahan untuk akses dalam jalur pelaporan performa sangat
berpengaruh untuk menjaga efektifitas sestem pengendalian. Jalur pelaporan dari
tingkat paling atas hingga paling bawah harus mudah dan jelas. Sehingga seorang
manager dapat melacak dengan cepat bila terdapat bagian yang memiliki
performa jelek.
c. Perbandingan Data terhadap Informasi
Data yang diperoleh dari pengamatan di lapangan harus mampu memberikan
informasi secara akurat dan proporsional. Jangan sampai terjadi jumlah data yang
di dapat berbeda dengan fakta di lapangan.
d. Data dan informasi yang dapat dipercaya
Masalah ini menyangkut kejujuran dan kedisiplinan semua pihak yang terlibat
dalam proyek. Semua perjanjian dan kesepakatan yang telah dibuat seperti waktu
pengiriman dan peralatan secara bahan harus ditepati.
e. Obyektifitas Data
Data yang diperoleh harus sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Pemakaian
asumsi dan perkiraan atau pendapat pribadi tidak boleh dijadikan satu-satunya
sumber pengamatan.

4.6. MONITORING DAN UPDATING


Dalam melakukan Monitoring dan updating pada Peningkatan Jalan Ciracas Cigintung ini merupakan satu kesatuan tindakan evaluasi dan koreksi terhadap
berbagai hal yaitu :
a. Monitoring dan updating terhadap waktu pelaksanaan
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

Schedule yang telah berjalan harus segera direschedule dan tindakan koreksi
harus segera dilakukan dengan cepat dan akurat. Sebelum direschedule perlu
dikaji hal-hal yang menyebabkan terjadinya delay atau keterlambatan.
b. Monitoring dan Updating terhada Waktu Pengiriman Logistik
Waktu pengiriman sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan di lapangan. Jika
keterlambatan waktu pengiriman tidak segera diantisipasi dan dipantau maka
berakibat keterlambatan terhadap keseluruhan pekerjaan karena saling terkait dan
mempengaruhi.
Salah satu metode yang digunakan dalam perencanaan pemakaian bahan adalah
Material Requerement Planning ( MRP ). Input dari MRP ini adalah Master
Schedule, Bill of Material, Lead Time dan syarat permintaan barang, jumlah
persediaan yang masih ada dan jumlah minimum yang ditetapkan. Sedangkan
output dari metode ini adalah waktu, jenis dan kuantitas permintaan dari berbagai
barang.
Sebagai ilustrasi dapat dijelaskan dalam skema berikut :

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

c. Monitoring dan Updating terhadap Ketersediaan stok Material


Ketersediaan material yang dimaksud dalam RKS perlu dicek terlebih dahulu
mengenai stok baik tipe, warna maupun volume. Seandainya terjadi pemesanan
dalam waktu lama, maka sebelum diputuskan untuk dipesankan, terlebih dahulu
dikonsultasikan ke perencana, pengawas, Tim Teknis dan direksi . Hal ini perlu
dilakukan karena jika tidak segera di evaluasi ketidakadaan stok dapat berakibat
keterlambatan pekerjaan sehingga harus dicarikan alternative pengganti yang
setara dan sekualitas dengan spek awal.
d. Monitoring dan Updating terhadap Ketersediaan alat Bantu/ kerja

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

Alat Bantu dan alat kerja juga saling berpengaruh terhadap pelaksanaan
pekerjaan. Stok alat Bantu dan alat kerja harus dicek dan diperiksa kesiapan
alatnya dan berapa lama waktu pengirimannya, sehingga dapat dicegah
keterlambatan pekerjaan akibat ketidaksiapan alat Bantu dan alat kerja.
e. Monitoring dan Updating terhadap alokasi tenaga kerja
Alokasi tenaga kerja yang sudah direncanakan tidak boleh kurang hali ini dapat
mengakibatkan kecepatan pekerjaan dilapangan kurang maksimal. Parameter
penyelesaian pekerjaan yang sudah ditetapkan jumlah dan jenis tenaga kerja
(pekerja) harus dipantau dan dikembalikan setiap saat, sehingga kekurangan dan
keterbatasan suatu pekerjaan akibat kurangnya tenaga pekerja dapat diantisipasi
dari awal.
Updating dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
a. Identifikasi tanggal mulai dan selesainya kegiatan atau hanya menunjukkan
bahwa kegiatan tersebut telah selesai ( jika tanggal actual tidak diketahui )
b. Mengestimasi prestasi pekerjaan ( prosentasi ) yang telah dicapi, hal ini
digunakan sebagai dasar penentuan prestasi yang telah dicapai untuk dasar
pembayaran termijn ( termijn payment )
c. Identifikasi durasi pekerjaan utnuk memberikan informsi kurang atau lebih
waktu yang disisakan. Dapat juga sebagai dasar untuk mengevaluasi dari tiap
kegiatan. Setelah dilakukan updating sebaiknya network diagram ditunjukkan
sebagai dasar penyelesaian pekerjaan, sehingga dapat diketahui pengaruh dan
perubahan yang terjadi.
4.7. RENCANA PENGAWASAN MUTU
Dalam rencana Pengawasan Mutu pada Proyek Peningkatan Jalan Ciracas Cigintung Kota Serang ini ada beberapa langkah yang harus dilaksanakan yaitu :
1. Pembuatan shop drawing ( program AutoCad )
2. Persetujuan shop drawing
3. Koordinasi item pekerjaan dengan item pekerjaan lain yang berkaitan
4. Pelaksanaan pekerjaan berdasarkan shop drawing yang sudah dikoordinasikan
METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG
OOO

a. Pengukuran di lapangan
b. Marking
c. Pembuatan Mock up untuk tipikal
5. Inspeksi Harian
a. Gambar
b. Pengadaan material
c. Marking
6. Evaluasi laporan harian, check list, defect list
7. Perbaikan kekurangan
4.8. RENCANA PENGELOLAAN SDM
Dalam Pengelolaan SDM beberapa yang sangat penting untuk menjadi perhatian
yaitu :
1. Penentuan Struktur Organisasi
2. Rapat Koordinasi Internal sebelum proyek berjalan
3. Usulan
a. Sub Tenaga Kerja Harian
b. Tenaga Keamanan Proyek
4. SPK Sub tenaga kerja
5. Absensi Tenaga Kerja
6. Prestasi Sub Tenaga Kerja
7. Rapat Berkala organisasi proyek untuk perbaikan kualitas harga yang kurang/
belum lengkap.
8. Asuransi tenaga kerja
9. Pelaksanaan Metode Keselamatan kerja dan evaluasinya.
10.Pemberitahuan pemakaian alat-alat pemadam kebakaran kepada semua Tenaga
kerja
11.Evaluasi ketepatan waktu kerja, administrasi ijin-ijin kerja, absent pekerja,
kualitas pekerja, kualitas finishing.

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

12.Pembinaan secara perorangan maupun grup dari Site Manager untuk semua
kekurangan yang ada.
4.9. PENANGANAN MASA PEMELIHARAN
Masa pemeliharan pada Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung Kota Serang ini dimulai
dari tanggal serah terima pekerjaan pertama, selama 6 bulan.
Dalam masa pemeliharaan ini jika terdapat kekurangan atau kerusakan maka menjadi
tanggung jawab dari penyedia jasa.maka untuk itu langkah langkah yang harus
ditempuh adalah sebagai berikut:
e. Kunjungan rutin selama masa pemeliharaan guna pengecekan kondisi
bangunan.
f. Penempatan tenaga harian dilokasi kerja.
g. Perbaikan langsung untuk yang bersifat ringan.
h. Menanggapi keluhan pengguna jalan dengan cepat dan rapi.
Sebelum penyerahan kedua

Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung Kota

Serang ini pengguna jasa akan melakukan hal hal sebagai berikut :
Pengguna jasa mengajukan permohonan kepada bank jateng
atau bank lain yang ditunjuk dan disepakati dengan Pengguna
untuk penyerahan pekerjaan setelah masa pemeliharaan
berakhir
Pembuatan

daftar

cacat

masa

pemeliharaan

pekerjaan

dilaksanakan bersama dengan pihak bank jateng atau bank


lain yang ditunjuk oleh Pengguna
Penyedia jasa akan segera memperbaiki sesuai dengan daftar
cacat yang telah dibuat
Pembuatan berita acara serah terima pekerjaan akhir setelah
penyedia jasa melaksanakan perbaikan

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO

Demikian kilasan metode pelaksanaan Peningkatan Jalan Ciracas - Cigintung


yang kami buat, semoga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan,
guna meningkatkan sinergi dan kualitas dalam pekerjaan.
Bandung,
Penawar
PT. TELAGA PASIR KUTA

CACA WITARSA
Direktur

METODE PELAKSANAAN: PENINGKATAN JALAN CIRACAS - CIGINTUNG


OOO