Anda di halaman 1dari 5

CLAP SWITCHING LIGHT

Hendry & M. Ravdi Hirzan


ABSTRACT
Project CLAP SWITCH LIGHT merupakan rangkaian yang dapat men-switch on/off kan sebuah
indicator (LED) dengan sebuah suara tepukan. Clap switching light merupakan sebuah circuit yang
dioperasikan dengan tepukan pada suatu jarak tertentu. Ketika tepukan pertama, output yang dihasilkan
meng-ON kan circuit. Tepukan berikutnya, output keduanya men-OFF kan circuit.
Ide dasar dari project ini adalah penggunaan electric microphone yang akan menerima input suara
(tepukan atau lainnya). Dimana menghasilkan signal electric kecil dimana akan di-amplified oleh
transistor.

KATA KUNCI
Suara, Microphone, NE555 Timer, LED, Relay
PENDAHULUAN
Clapping switch akan beroperasi
dengan suara tepukan atau bunyi lainnya,
akan menjadi posisi on ketika tepuk sekali
dan menjadi off ketika ditepuk dua kali,
vice versa. Clap-switch merupakan circuit
yang sensitive terhadap suara.

Monostab
le

Lampu akan menyala ketika ada


tepukan, dan tepukan sekali lagi untuk
mematikan. Condenser microphone akan
menangkap (menerima input) dari suara
tepukan, batuk, dan bunyi lainnya. Dimana
menghasilkan signal electric kecil yang akan
di amplikasi oleh transistor stage.

Fig 1. Clap switch block diagram

Pada paper ini, akan dijelaskan


bagaimana dasar dari penggunaan suara
sebagai switch.

Fig 2. Condensed
microphone

Basic
Design
Elements

Condenser Microphone
Suara dari tepukan ditangkap oleh
condenser
microphone.
Condenser
microphone
merupakan
suatu
tipe
transducer, dimana mengubah acoustic
energy (energi suara) menjadi gelombang
listrik lemah. Microphone terbuat dari suatu
diaphagram, yaitu material tipis yang akan
bergetar ketika terkena gelombang suara.
Getaran
dari
gelombang
tersebut
menyebabkan variasi pada quntitas electric
yang menyebabkan aliran elektrik terjadi.
Condenser microphone digunakan karena
lebih peka dibanding dengan jenis
microphone lainnya.

Pada circuit clapping switch


dibutuhkan dua konfigurasi yang ada pada
555 timer yaitu astable mode dan
monostable mode.
Astable circuit
menghasilkan square wave (gelombang
kotak) dengan transisi antara low dan high,
disebut sebagai astable dikarenakan tidak
stabil yaitu keadaan output yang selalu
berubah antara low dan high.
Monostable circuit menghasilkan single
output pulse ketika diaktifkan. Stabil hanya
pada satu keadaan saja yaitu keadaan output
low. Hal ini juga dikenal sebagai triggered
pulse producer. Output high state hanya
berupa keadaan sementara.

Transistor

Relays

Transistor NPN yang digunakan


bertujuan sebagai switch yang akan mentrigger relay dan sebagai amplifier yang
berguna untuk meningkatkan arus listrik dari
mic. Sebagai amplifier, transistor akan
menerima input signal dari transducer
(microphone), mengcontrol total tenaga
yang diterima dari power source (Vs) dan
mengkonversi power yang dibutuhkan untuk
komponen lain misalnya ne 555 timer.
Secara umum, arus collector dikontrol oleh
emitter atau arus base.

Relay adalah switch yang berkerja


dengan listrik. Jika ada tegangan kecil pada
input terminal, maka akan mengaktifkan
electromagnet dan menutup contacts.

Ic = I B + I c
IC555 TIMER
Merupakan IC yang multifungsi 8pin dimana dapat digunakan untuk mengatur
berbagai macam external components dan
membuat berbagai macam circuit yang
membutuhkan timing.

D Flip-flop
Pada circuit ini digunakan konsep Dflip flop sebagai toggle

Fig 3. Keadaan Toggle D Flip-Flop

Output 555 tersebut disambungkan


dengan D-flipflop (IC 7474), ketika
monostable output menjadi zero, flip flop
bersifat toggle. Output D flip-flop
merupakan input hanya setelah pulsa clock.
Tanpa adanya pulsa, output akan bernilai
sama (tidak mempengaruhi input).

Fig 4. Skematik project

Ketika Q disambungkan terhadap D


input, dimana Q bernilai 1 pada awal clock
pulse, Q=1 dan Q=0 . Dan untuk clock
pulse berikutnya Q=0 & Q=1. Dengan cara
inilah kita dapat mengatur keadaan output
bersifat low atau high. Jika output flip-flop
bernilai high akan memberikan tegangan
pada relay sehingga switch akan aktif dan
menyebabkan lampu menyala.

Bahan

Kesimpulan

1. Power supply
2. Condenser Mic
3. Resistors (10K, 1M, 2.2K,
220K, 100)
4. Capacitors (0.1F, 1F)
5. Transistors (BC 548, BC 187)
6. NE 555 IC 7474
7. 6V or 12V Relay (According to Vcc)

Pada project ini, dapat dilihat salah


satu manfaat 555timer chips, bekerja dengan
relay.
Referensi
Robert L. Boylestad and Louis
Nashelsky, Electronics devices and circuit
theory, ninth edition.
Millman and Halkias, Electronics
devices and circuit theory.
Unconventional Uses for IC Timers
Jim Wyland and Eugene Hnatek,

Pembahasan
Suara tepukan membuat microphone
menghasilkan arus kecil dimana arus
tersebut akan diamplikasikan oleh transistor
(mengaktifkan transistor), yang kemudian
membuat tegangan collector menjadi rendah
dan mengaktfikan IC 555timer dengan
waktu 1.1RC sec.

Electronic Design, June 7, 1973, pp.


88-90.