Anda di halaman 1dari 13

Perkembangan Pemikiran Ekonomi Keynes,Neo Keynes dan Pasca Keynes

Perkembangan Pemikiran Ekonomi Keynes,Neo Keynes dan Pasca Keynes Disusun Oleh Fendika Damar Pangestu Imam Aziz Ardyanto

Disusun Oleh Fendika Damar Pangestu Imam Aziz Ardyanto Rahadian Anandya Fauzan Anggita Aji Pratama

(12020113120018)

(12020113120024)

(12020113120048)

(12020113140116)

Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

2016

Daftar Isi

BAB 1 :Pemikiran –Pemikiran Keynes ..................................................................

  • 1.1 Sejarah J.M. Keynes .........................................................................

  • 1.2 pemikiran-pemikiran J.M. Keynes ....................................................

  • 1.3 karya-karya J.M. Keynes ...................................................................

  • 1.4 kritikan J.M. Keynes terhadap teori klasik ..........................................

  • 1.5 Peran pemerintah dalam perekonomian saat itu .....................................

BAB II: Neo-Keynes dan Pasca Keynes

2.1 Tokoh-tokoh Keynesesian ............................................... 2.2Teori Gelombang Perusahaan (Business cyling) ............... 2.3Teori Pertumbuhan Dan Pembangunan .................................................... 2.4Kebijakan Fiskal Dan Moneter ....................... BAB III : Kesimpulan ....................................................................................... Daftar pustaka .....................................................................................................

BAB I Pemikiran –Pemikiran Keynes

1.1.Sejarah J.M. Keynes

John Maynard Keynes adalah seorang tokoh pemikir ekonomi dan keuangan Inggris. John Maynard Keynes dilahirkan di Cambridge, Inggris pada tanggal 5 Juni 1883. Keynes dibesarkan pada zaman Ratu Victoria. Pada waktu masih sekolah Keynes memang cemerlang. Ketika Keynes berusia empat setengah tahun ia sudah memikirkan arti bunga dilihat dari segi ekonomi. Pada umur enam tahun ia sudah ingin mengetahui bagaimana kerja otak manusia. Ketika Keynes berusia tujuh tahun, bagi ayahnya yang juga ahli ekonomi yang bernama John Neville Keynes yang juga terkenal, Keynes merupakan seorang teman yang menyenangkan sekali, Keynes sangat sayang kepada ibunya.

Nama John Maynard Keynes adalah sebuah nama Inggris yang kuno. Keynes ialah seorang tradisionalis. Kecakapan serta sifat-sifat baiknya diperoleh secara turun temurun. Ia menjadi dosen dalam mata kuliah ilmu ekonomi dan keuangan di cambridge. Dunia sejarah ilmu ekonomi semakin sempurna karena munculnya berbagai pemikiran mengenai ekonomi dan keuangan yang baru dari berbagai hasil pemikiran J.M, Keynes yang dinilai para ahli ekonomi sebagai ekonomi modern. Kemudian ia dikenal sebagai tokoh yang menyebabkan lahirnya mazhab baru yakni mazhab Keynes.

Keynes juga tercatat sebagai bendaharawan King’s College sejak tahun 1908 ia wafat. Di samping itu Keynes juga menjadi anggota Royal Cominision, sebagai Treasury (1915-1919) dan pada bulan Januari 1919 Ia menjadi utusan utama Inggris ke Konferensi Perdamaian Paris. Sebagai utusan konferensi itu, ia mengundurkan diri pada bulan Juni 1919. Pengunduran Keynes itu sebagai tindakan protesnya terhadap pasal perampasan dalam Perjanjian Versailles. Karena menurut Keynes bahwa dalam Perjanjian Versailles itu terdapat rangsangan yang tidak disadari untuk kebangkitan yang lebih hebat lagi dan militerisme dan autarki Jerman. Ternyata apa yang diutarakan Keynes menjadi kenyataan, karena dalam kurun waktu 20 tahun ramalan Keynes itu benar-benar menjadi kenyataan. Munculnya Gerakan Nazi Fasis di bawah Hitler menjadi dominan di Jerman sejak tahun 1933, dan pada akhir tahun 1939 meletuslah Perang Dunia II yang jauh lebih dahsyat dari peperangan-peperangan sebelumnya.

Pada bulan Desember tahun 1919 itu pulalah Keynes menerbitkan bukunya yang berjudul The Economic Consequences of the Peace (Konsekuensi ekonomi dan perdamaian ) yang membuat Keynes terkenal. Tahun 1921 sampai 1938 ia menjabat sebagai presiden komisaris dan National Mutual Life Assurance Society dan memimpin suatu perusahaan investasi.Pada tahun 1936, Keynes menerbitkan lagi hasil pemikirannya yang terpenting dan terkenal hingga sekarang yakni The General Theory of Employment, Interest, and Money (Teori Umum mengenai Lowongan/Peluang Kerja, Bunga dan Uang tahun 1941 Keynes diangkat menjadi direktur Bank of England (Bank Sentral Inggris) dan pada tahun 1942 Ia menjadi The

First Baron Keynes of Tilton, yakni suatu gelar kerajaan yang sangat terhormat berkat sumbangan pikirannya yang sangat besar itu.

Pada juli 1944 Keynes juga pernah memimpin delegasi Inggris ke Konferensi Moneter dan Keuangan PBB di Bretton Woods, Anierika Dan konferensi itu lahirlah apa yang dikenal dengan Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia (ZBRD yakni International Bank for Reconstruction and Development). Tahun 19445 Keynes juga pernah menjadi perunding utama dari Anglo-American Loan (Kredit Inggris Amerika) .

1.2.Pemikiran J.M. Keynes

John Maynard Keynes adalah seorang penganut teori ekonomi merkantilis, dimana kebanyakan teori yang dikeluarkannya difokuskan pada upaya pemerintah negara bersangkutan untuk menjaga kestabilan ekonominya. Beliau merupakan seorang pegawai di Badan Keuangan Inggris yang mencetuskan beberapa pemikiran mengenai sistem perekonomian modern yang hingga sekarang karyanya digunakan sebagai pedoman ekonomi dunia internasional. Idenya berawal pada akhir perang Dunia I, yang diawali dengan ketidak setujuan Keynes terhadap hukuman yang dijatuhkan oleh Liga Bangsa- Bangsa terhadap Jerman atas segala kerugian perang yang berujung pada pelunasan seluruh kerugian dan hutang negara Jerman terhadap negara- negara pemenang Perang Dunia I termasuk Inggris.

Keynes beranggapan bahwa hukuman tersebut akan sulit ditepati dan dipenuhi oleh Jerman dan justru hal tersebut membuat perekonomian negara- negara lain runtuh dan Jerman sendiri juga akan sengsara memenuhi hukuman tersebut. Hal ini kemudian terbukti dengan jatuhnya perekonomian Eropa dan terjadinya Perang Dunia II. Keynes beranggapan bahwa produksi yang terus menerus dilakukan Jerman sebagai upaya untuk membayar hutang perang semakin menyengsarakan industrinya sendiri. Negara juga diperlukan untuk melakukan upaya investasi sebagi upaya preventif agar ekonominya tidak collapse. Dari sinilah kemudian Keynes dikenal sebagi ekonom modern yang mengajukan isu investasi oleh negara.

Sebagai seorang ekonom yang mendasarkan teorinya pada teori merkantilis, Keynes menekankan segala bentuk upaya pen-stabilan ekonomi negara pada kebijakan- kebijakan pemerintah. Keynes menyebutkan bahwa pemerintah dalam rangka untuk menghindari dan menangani krisis yang dapat sewaktu- waktu menyerang, perlu melakukan suatu bentuk investasi dalam bentuk fasilitas publik.

Namun hal ini tidak selamanya berhasil, karena penambahan nilai investasi yang tidak diikuti dengan peningkatan kemampuan konsumsi secepat proses produksi juga akan menimbulkan krisis perekonomian. Sehingga hal ini perlu diseimbangkan dengan kekuatan ekonomi yang sedang berlangsusng dalam suatu kurun waktu tertentu. Hubungan antara investasi dan konsumsi ini digambarkan oleh Keynes dalam suatu siklus model ekonomi yang dimana keduanya berakar dari pendapatan. Di lain pihak, Keynes juga mencoba menjelaskan mengenai alur investasi pemerintah yang kemudian bergerak menuju arah tabungan (saving). Saving dapat disebut sebagai investasi ketika hal tersebut dikaitkan dengan bunga. Sehingga jika tabungan

mencukupi untuk melakukan investasi, maka bunga akan cenderung turun dan dapat menghasil suatu bentuk investasi baru yang menguntungkan. Namun jika tabungan tidak dapat memenuhi syarat investasi, maka bunga akan naik dan cenderung menarik minat masyarakat untuk menyimpan uangnya.

Keynes juga berpendapat mengenai pentingnya suatu negara untuk terlibat dalam organisasi ekonomi dan perdagangan internasional, seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. Hal tersebut bagi Keynes dianggap menguntungkan negara karena dengan keterlibatan suatu negara dalam organisasi tersebut dapat membantu secara langsung perekonomian negara yang bersangkutan jika suatu saat mengalami krisis. Oleh sebab itu, tidak heran bahwa Keynes juga merupakan salah satu ekonom yang setuju terhadap pembentukan sistem moneter global, yakni Bretton Woods System. Sistem inilah yang kemudian membawa perubahan besar bagi kondisi dan sistem perekonomian dunia. Selain itu, Keynes juga menyarankan akan adanya kebijakan pendapatan (income policies). Hal tersbut kemudian dihubungkan pada upaya negara untuk mencapai kondisi full employment. Hal tersebut disebutkan oleh Keynes dapat dilakukan melaui perubahan status perusahaan swasta menjadi suatu perusahaan atas nama negara. Disini dapat terlihat bahwa Keynes mendukung penuh otoritas negara dan pemerintah dalam mengatur ekonomi di negaranya. Perubahan status ini dimaksudkan agar negara dapat lebih leluasa dalam mengatur kebijakan yang dikeluarkan perusahaan sehingga dapat menguntungkan rakyat secara keseluruhan. Melalui hal inilah negara dapat menciptakan full employment. Sama seperti para ilmuwan lainnya, Keynes juga menuai kritik dari para pemikir ekonomi lainnya. Hal tersebut terkait dengan pendapat Keynes yang mengatakan bahwa inflasi sesungguhnya bukan merupakan masalah dalam bagian ekonomi, namun inflasi lebih cenderung menjadi persoalan dalam bidang politik. Oleh karena pandangan ini, Keynes tidak terlalu menyoroti persoalan inflasi sebagai suatu hal yang perlu diatas melaui upaya ekonomi.

1.3.Karya-karya J.M. Keynes

Sebagai pakar ekonomi, ia telah menulis banyak buku yaitu:

a.Keynes, tahun 1913 menulis: Indian Currency and Finance, yang memperlihatkan ketertarikannya pada masalah moneter. Tulisan berikutnya tahun 1919 adalah: The Economic Consequences of the Peace. Pada tahun 1922 ia menulis:

A Revision of the Treaty. Kedua buku tersebut berdasarkan pengalamannya dalam delegasi perdamaain Versailles (perdamaain untuk mengakhiri Perang Dunia I).

bTahun 1919 ia menulis: Dalam buku The Economic Consequences of the Peace Keynes mengkritik cara yang digunakan pihak pemenang perang dunia I (Amerika, Inggris dan Prancis) untuk menekan negara yang kalah (Jerman) dengan mensyaratkan pembayaran hutang perang yang berat. Keynes meramalkan bahwa tindakan tersebut akan menciptakan kemarahan dan dendam dari negara Jerman. Ramalan itu terbukti dengan diprakarsainya perang dunia II oleh Jerman sebagai wujud balas dendam.

c.Tahun 1923 ia menulis: A Tract on Monetary Reform, yang berisi keprihatinannya terhadap perubahan daya beli uang. Tulisannya yang lain adalah A

Treatise of Money (Risalah Uang) yang terbit tahun 1930. Buku ini terbit dalam dua volume, volume pertama menyajikan tantang arti dan peran uang dalam perekonoian murni sedangkan volume kedua membahas penerapannya dalam perekonomian.

d.Pada tahun 1936, Keynes menerbitkan bukunya yang paling terkenal: The General Theory of Employment, Interest, and Money. Dalam bukunya itu diungkapkan bahwa penghasilan dan peluang/lowongan kerja itu ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta dan negara. Pendapat ini dinilai para ahli ekonomi dunia sebagai suatu penyimpangan dan tradisi Neo-Klasik dan akhirnya menciptakan mazhab baru, mazhab ekonomi modern yang biasa dikenal dengan sebutan mazbab Keynes.

e.Selain buku-bukunya itu, Keynes juga menerbitklan buku hasil pemikirannya berjudul: How to Pay for the War. Dalam bukunya itu Keynes mengutarakan suatu cara untuk menghindari terjadinya inflasi pada zaman perang yakni dengan jalan tabungan paksa atau tabungan penangguhan.

1.4.Kritikan Keynes terhadap Teori Klasik

Kaum klasik percaya bahwa perekonomian yang dilandaskan pada kekuatan mekasnisme pasar akan selalu menuju keseimbangan (equilibrium). Dalam posisi keseimbangan, kegiatan produksi secara otomatis akan menciptakan daya beliu untuk membeli barang-barang yang dihasilkan. Daya beli tersebut diperoleh sebagai balas jasa atas faktor-faktor produksi seperti upah, gaji, suku bunga, sewa dan balas jasa dari faktor-faktor produksi lainnya.

Dalam posisi keseimbangan tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan permintaan. Ketidakseimbangan (disequlibrium) dinilai kaum klasik sebagai suatu yang sifatnya sementara. Nanti akan ada ada suatu taangan tak terlihat ( invisble hand) yang akan membawa perekonomian kembali pada posisi keseimbangan.

Kaum klasik juga percaya bahwa dalam keseimbangan semua sumber daya , termasuk tenaga kerja, akan digunakan secara penuh ( full-employed).Jadi, dalam pasar persaingan sempurna mereka mau bekerja pasti akan memperoleh pekerjaan. Pengecualian berlaku bagi mereka yang memilih-milih pekerjaan atau tingkat upah yang tidak sesuai. Kedua hal tersebut dinilai oleh kaum klasik sebagai pengangguran sukarela (voluntary unemployment) .

Kaum klasik meyakini bahwa setiap barang yang diproduksi akan selalu diiringi oleh permintaan. Sesuai dengan teori Say, “setiap perusahaan berlomba-lomba menghasilkan barang- barang dan jasa sebanyak-banyaknya”.

Teori Say yang mengatakan bahwa “penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri” dikritik oleh Keynes sebagai suatu kekeliruan. Dalam kenyataannya, biasanya permintaan lebih kecil daripada penawaran, hal ini dikarenakan tidak semua pendapatan masyarakat dilakukan untuk konsumsi, sebagiannya akan ditabung. Dengan demikian , permintaan efektif biasanya lebih kecil dari total produksi. Walaupun kekurangan ini bisa di eliminasi dengan menurunkan harga-hrga, tetap saja permintaan lebih kecil dari penawaran. Inilah yang terjadi pada tahu 30-an saat perusahaan berlomba-lomba berproduksi tanpa

kendali. Dipihak lain, daya beli masyarakat terbatas. Akibatnjya banyak stock yang menumpuk. Sehingga sebagian perusahaan mengurangi produksi bahkan sebgian melakukan rasionalisasi, yaitu melakukan pengurangan produksi dengan mengurangi jumlah pekerja.

Tindakan rasionalisasi ini menyebabkan sebagian pekerja menganggur, sehingga orang yang menganggur tidak mendapatkan pendapatan. Akibatnya pendapatan masyarakat menjadi turun, daya beli masyarakat juga turun , kegiatan produksi macet, dan terjadi kemerosotan ekonomi (depresi). Sejak itu, masyarakat mulai curiga bahwa ada yang salah dengan teori klasik dan neo-klasik yang berlaku secara umum pada saat itu. Menurut keynes dalam pandangan klasiknya, produksi akan selalu meciptakan permintaannya sendiri hanya berlaku untuk perekonomian tertutup sederhana.

1.5.Peran Pemerintah Dalam Perekonomian

Dari hasil pengamatan tentang depresi ekonomi maka Keynes merekomendasikan agar perekonomian tidak diserahkan begitu saja pada mekanisme pasar. Hingga batas tertentu peran pemerintah justru diperlukan. Misalnya kalau terjadi pengangguran maka pemerintah bisa memperbesar pengeluarannya untuk proyek-proyek padat karya sehingga sebagian pengangguran mendapat pekerjaan yang akhirnya akan menambah pendapatan masyarakat. Dan jika harga-harg naik dengan cepat, maka pemerintah dapat menarik jumlah uang yang beredar dengan mengenakan pajak yang lebih tinggi sehingga inflasi tinggi tidak akan terjadi.

Dari berbagai kebijaksanaan yang diambil, Keynes lebih mengandalkan kebijakan fiskal karena pemerintah dapat mempengaruhi jalannya perekonomian dengan menyuntikkan dana berupa pengeluaran pemerintah untuk proyek yang mampu menyerap tenaga kerja. Terutama dalam kondisi dimana sumber-sumber daya belum diserap secara penuh, kebijaksanaan ini sangat ampuh untuk meninggkatkan output dan memberantas pengangguran.

Keynes menganggap campur tangan pemerintah merupakan keharusan terutama disaat perekonomian berjalan tidak sesuai seperti yang diharapkan. Dengan kata lain pemerintah bertanggung jawab sebagai pengendali jalannya perekonomian sehingga dapat berjalan sesuai dengan keinginan.

Apakah Keynes tidak percaya pada mekanisme pasar bebas sesuai doktrin laissez faire-laissez passer klasik? Keynes sebetulnya percaya tentang semua hal yang dikemukakan oleh kaum klasik tersebut. Akan tetapi, Keynes menilai bahwa jalan menuju keseimbangan dan full-employment tersebut sangat panjang. Kalau ditunggu mekanisme pasar (lewat tangan tak kentara) yang akan membawa perekonomian kembali pada posisi keseimbangan, dibutuhkan waktu yang sangat lama. Keynes pernah menulis: “dalam jangka panjang kita akan mati!” (In the long run we’re all dead!). jadi, satu-satunya cara untuk membawa perekonomian kearah yang diinginkan kalau perekonomian berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan, melalui lewat intervensi atau campur tangan pemerintah.

BAB II Neo –Keynes dan Pasca Keynes

2.1. TOKOH – TOKOH KEYNESIAN Sekilas Neo-Keynes dan Pasca Keynes

Sejak ditulisnya buku The General Theory pada tahun 1936 oleh Keynes maka hubungan timbal balik antara analisis ekonomi dan kebijaksanaan pemerintah menjadi landasan yang amat penting dalam menilai pemikiran-pemikiran ekonomi. Pandangan-pandangan Keynes terus diperbarui dan dikembangkan oleh pendukung- pendukungnya, baik dari golongan Neo-Keynesian maupun Pasca Keynesian atau Post Keynesian.

Selanjutnya penerus ajaran Keynes yg tergolong Neo-Keynesian sering disederhanakan menjadi Keynesian. Mereka banyak berjasa dlm mengembangkan teor-teori yg berhubungan dgn usaha menjaga stabilitas perekonomian. Teori-teori tersebut menerangkan dan mengantisipasi fluktuasi ekonomi (business cycle) & teori- teori yg berhubungan dengan pertumbuhan & pendapatan.

Pandangan mereka disebut Keynesian karena teori-teori mereka diturunkan dari teori determinasi pendapatan Keynes. Disebut Neo karena teori-teori Keynes tersebut sudah banyak diperbarui berdasarkan penelitian-penelitian empiris yag lebih baru.

Kelompok kedua yg disebut pasca Keynesian atau post Keynesian adalah sekumpulan ahli ekonomi. Sekumpulan ahli itu menyatakan berbagai pandangan tentang ekonomi makro modern.

Pemikiran-pemikiran ekonomi mereka berakar dari pemikiran-pemikiran Keynes, namun sudah berkembang lebih jauh. Tokoh-tokoh ekonomi pendukung ajaran Keynes, baik yang golong neo-Keynes maupun pasca Keynes sesungguhnya sangat banyak dan mustahil disebutkan dan diuraikan pandangan-pandangan mereka satu persatu. Beberapa diantara mereka yang dianggap paling penting adalah Alvin Hansen, Simon Kuznets, John R. Hicks, Wassily Leontief dan Paul Samuelson.

1.Alvin Harvey Hansen (1887-1975)

Alvin Hansen adalah pakar ekonomi lulusan Harvard University yang paling setia dan mengagumi karya-karya Keynes. Sebagai ahli ekonomi yang cukup disegani, ia banyak menulis karya ilmiah. Dalam hal ini ada tiga buku Hansen yang paling menonjol. Pertama, Fiscal Policy adn Business Cycle (1941); kedua, Business Cycles and National Income (1951) dan terakhir, A.Guide to Keynes (1953).

Buku pertama dan kedua lebih banyak ditujukan untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan fluktuasi ekonomi, apa-apa saja faktor-faktor penyebabnya dan yang lebih penting lagi, bagaimana cara mengantisipasi fluktuasi ekonomi tersebut.

Buku Hansen ketiga, A Guide to Keynes sangat berjasa dalam penyebarluasan pemikiran-pemikiran Keynes, yang oleh beberapa kalangan (termasuk kalangan ahli ekonomi sekalipun), terlalu sulit dicerna dari buku aslinya: The General Theory. Dalam buku tersebut Hansen menyusun pemikiran-pemikiran Keynes dalam suatu kerangka analisis yang lebih sistematis dari buku aslinya sendiri.

2. Simon Kuznet (1901-1985)

Pada awalnya Kuznets seorang ahli statistik, yang banyak berkecimpung dengan pengumpulan dan analisisdata, termasuk didalamnya data ekonomi. Karena banyak mengumpulkan data-data ekonomi kemudian ia menjadi tertarik dengan bidang ekonomi.

Karya-karya nya anntara lain National Income and Its Composition: 1919 – 1938 (1941), Economic Change (1953) dan Modern Economic Grouth, Rate, Structure and Spread (1960). Berkatnya pengertian-pengertian pokok dalam kerangka teori Keynes dapat diwujudkan secara kuantitatif-empiris, dan hubungan antaranpendapatan nasional, konsumsi, tabungan , pengangguran, inflsi, dan harga- harga dapat dikaji dan diamati menurut analisis kurun waktu.

3.Jhon R. Hicks (1904-…)

Hicks berjasa dalam mengembangkan pemikiran Keynes, salah satunya dengan merangkai teori-teori ekonomi mikro kedalam keranggka teori makro Keynes melalui pendekatan matematika (Value and capital. 1937)

Selain itu Hicks dan Hunsen juga nenperkenalkan analisis IS-LM yang sangat populer dikalangan mahasiswa yang mempelajari ilmu ekonomi makro, yang juga bermanfaat dalam menjelaskan hubungan antar berbagai variable perekonomian.

Dalam pembahsanya tentang keseimbangan umum, ia berpijak pada teori-teori ekonomi mikro. Namun satu dan lain halnya dikaji dengan memperhatikan serangkaian unsure dinamika dan juga hubungannya dengan teori ekonomi moneter.

4.Wassily Leontief (1906-…)

Leontif adalah pakar ekonomi kelahiran Rusia yang membelot ke Amerika Serikat. Leontif sangat berjasa dalam mengembangkan teori input-output , teori ini dapat diikuti dalam buku-bukunya Studies in the Structure of American Economy; theoretical and Emperical Exploration in Input-Output Analysis (1953), dan The Future of world Economy (1976).

Dengan menggunakan analysis ini kegiatan dan keterkaitan antara sector- sektor ekonomi dalam tata susunan ekonomi masyarakat secara menyeluruh dapat dilihat. Dan analisis ini bias diaplikasikan dalam semua system – system ekonomi secara keseluruhan.

5. Paul Samuelson (1915-…)

Samuelson memperoleh pendidikan ekonomi dari Harvard, Samuelson memperoleh gelas Ph.D dalam usia 26 tahun dan pada usia 32 tahun sudah menjabat professor di Massachussetts Institute of Technologi. Dia memperoleh hadiah John bates Clark (hadiah bagi pakar ekonomi muda dibawah 40 tahun)

Memperlihatkan bagaimana perdagangan luar negeri dimasukkan dalam kerangka umum teori ekonomi makro. Atas jasanya banyak negara yg lebih terdorong untuk lebih membuka pasarnya terhadap perekonomian internasional. Mem- perlihatkan bagaimana hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik ini saling memperkuat antara faktor pengganda (multiplier) dgn accelerator dapat dijelaskan secara sederhana. Permintaan efektif masyarakat dipengaruhi oleh autonomous investment (investasi yg besarnya ditentukan oleh perekonomian itu sendiri). Dampak investasi terhadap perekonomian menjadi berlipat ganda karena adanya multiplier, besarnya angka pengganda atau multiplier ini sangat ditentukan oleh kecenderungan mengonsumsi (propensity to consume) ma-syarakat. Makin besar kecenderungan mengkonsumsi, makin besar angka pengganda, makin besar pula dampak investasi terhadap perekonomian.

Dampak investasi terhadap perekonomian menjadi jauh lebih besar karena adanya akselerator. Prinsip akselerator secara sederhana adalah perubahan dlm penda- patan nasional akan menyebabkan terjadinya perubahan dlm jumlah investasi. Perubahan dlm investasi menyebabkan bertambahnya pendapatan nasional melalui proses akselerasi, yg bersifat kumulatif. Interaksi antara multiplier & akselerator berdampak terhadap pendapatan nasional menjadi semakin berlipat ganda.

2.2. TEORI GELOMBANG PERUSAHAAN ( Bussiness Cycle )

Pada masa lalu masalah gelombang perusahaan hanya dibahas selintas, dan fluktuasi ekonomi ini hanya dibahas sambil lalu saja karena melekatnya pendapat masyarakat pada paham klasik yang mengatakan bahwa perekonomian akan selalu menuju pada suatu keseimbangan dan tidak akan terjadi guncangan-guncangan.

Pakar-pakar yang agak intensif membahas teori fluktuasi, termasuk pakar yang cenderung anti dengan pandangan klasik. Pakar itu antara lain Sismondi, Marx, Veblen.Kontribusi Marx yang paling penting bagi pemahaman kita tentang siklus ekonomi yaitu terdapat pada dua prinsip. Pertama , fluktuasi ekonomi melekat dalam system kapitalis, sebab fluktuasi terjadi karena kekuatan-kekuatan yang ada dalam system ekonomi. Kedua , penyebab utama siklus ekonomi ditemukan dalam kekuata- kekuatan dalam menentukan investasi.

Pembahasan tentang teori fluktuasi ekonomi mendapatkan perhatian lebih serius pada era sesudah Keynes karena mereka memerlukan teori-teori yang mampu menjelaskan hal-hal yang dapat menyebabkan perekonomian menjauh dari posisi keseimbangan sehingga tidak stabil. Penyebab fluktuasi sangat banyak. Menurut kaum neo-keynesian, fluktuasi terjadi karenaerjadinya perubahan-perubahan dalam tingkat investasi dan rendahnya tingkat konsumsi. Selain itu fluktuasi juga terjadi karenatidak hanya mekanisme koreksi yang mampu mendorong perekonomian pada keseimbangan kerja penuh.

2.3. TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN

Perhatian terhadap pertumbuhan lebih serius muncul pada tahun 30-an. Hal ini terjadi karena yang diingin kan hanya pada pertumbuhan ekonomi Negara sendiri dan tidak ada kepedulian pada negara lain.

Pakar yang lebih serius mengembangkan teori pertumbuhan adalah Schumpter yang telah meletakkan dasar pengembangan teori pertumbuhan ekonomi dalam tulisanya The Theory of Economic Development. Bagi Schupmpter, pelaku utama pertumbuhan ekonomi adalah enterprenuer.enterprenuer bukan hanya seorang pengusaha , mmelainkan seorang yang mau menerima risiko dan mengintrodusiasi prooduk-produk dan teknologi baru bagi masyarakat.

Menurut Schumpeter, pertumbuhan ekonomi akan berkembang pesat dlm lingkungan masyarakat yang menghargai dan merangsang orang untuk menggali penemuan-penemuan baru.Menurut Schumpeter, depresi tahun 30-an bukan karena kelemahan system kapitalis, tapi justru karena kekuatanya. Pada saat itu perkonomian berada dalam salah satu titik terendah dalam dalam satu gelombang panjang, dan jika saat itu ditemukan inovasi dan tekhnologi baru, perekonomian akan baik kembali.

Dalam buku The Stage of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto (1960), Walt Withman Rostow (1916-…) menyatakan bahwa Negara-negara berkembang yang ingin maju harus melalui tahap-tahap sbb:

  • 1. Tahap tradisional statis. Tahap ini dicirikan oleh keadaan Iptek yg masih

sangat rendah & belum begitu berpengaruh terhadap kehidupan. Perekonomian pun masih didominasi sektor pertanian-pedesaan. Struktur sosial-politik juga masih bersifat kaku.

  • 2. Tahap Transisi (pra take-off).Pada tahap ini Iptek mulai berkembang,

produktivitas semakin meningkat & industri semakin berkembang. Tenaga kerja beralih dari sektor pertanian ke sektor industri, pertumbuhan tinggi, kaum pedagang bermunculan, & struktur sosial-politik semakin membaik.

  • 3. Tahap lepas landas.Tahap ini dicirikan oleh keadaan suatu hambatan-

hambatan sosial politik yg umumnya dapat diatasi, tingkat kebudayaan & Iptek semakin maju, investasi & pertumbuhan tetap tinggi, & mulai terjadi

ekspansi perdagangan ke luar negeri.

  • 4. Tahap dewasa (maturing stage). dlm tahap ini masyarakat semakin dewasa,

dapat menggunakan Iptek sepenuhnya, terjadi perubahan komposisi angkatan kerja, di mana jumlah tenaga kerja yg skilled lebih banyak dari yg aunskilled,

serikat-serikat dagang & gerakan-gerakan buruh semakin maju & berperan, pendapatan perkapita tinggi.

  • 5. Tahap konsumsi massa (mass consumption).Tahap raini merupakan tahap

terakhir. Masyarakat hidup serba kecukupan, kehidupan dirasakan aman

tentram, laju pertumbuhan penduduk semakin rendah.

Proses yang dijelaskan Rostow ini hanya bias berlangsung jika dipenuhi oleh kondisi dimana pemerintahan yang stabil; adanya perbaikan dalam tingkat

pendidikan; adanya sekelompok innovator dan wiraswastawan yang mampu memanfaatkan tabungan masyarakat dan mengembangkan perdagangan.

2.4.KEBIJAKSANAAN FISKAL VS MONETER

Keynes telah menemukan struktur teoritis yang dapat digunakan untuk memformulasikan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi makro untuk menstabilkan perekonomian.

Pada periode Neo-Keysian maupun Pasca Keynesian usaha-usaha tersebut tetap dilanjutkan, salah satu isu yang selalu di perdebatkan ialah mana yang lebih efektif , kebiijakan fiscal atau kebijakan moneter.

Table perbandingan kebijakan fiscal dan kebijakan moneter No.Pembanding Ket.Kebijakan Fiskal Ket. Kebijakan Moneter

1.Kepercarayaan Keynes dan pendukung Kebijakan moneter yang dilakukan dengan memanipulasi jumlah barang berdar tidak efektif dalam usaha menstabilkan perekonomian. Sebaliknya mereka percaya bahwa yang ampuh dalam menstabilkan perekonomian adalah kebijakan fiscal” Percaya bahwa perubahan dalam factor pendapatan nasional terjadi pada perubahan moneter

2.Factor yang mempengaruhi Neo-Keysian Percaya bahwa perubahan dalam dalam factor – factor yang menentukan pendapatan nasional menyebab kan terjadinya perubahan moneter.Monetaris Percaya bahwa perubahan moneter yang memengaruhi perubahan perubahan-perubahan dalam pendapatan nasional

3.Menghadapi inflasi neo-keysian Menggunakan kebijaksanaan pendapatan ,baik intervensi langsung atau tidak , dalam mengontrol tingkat-tingkat harga dan upah lewat insentif pajak. pasca-Keynesian control harga-harga dan upah permanen adalah satu-satunya cara untuk mencapai kesempatan kerja penuh dengan harga yang relative stabil.

Ada lima hal yang perlu ditambahkkan dalam pemikiran-pemikiran pasca-keynesian:

1.Mereka cenderung berpendapat bahwa penyesuaian lebih banyak terjadi lewat penyesuaian kuantitas daripada harga. Penyesuaian harga, kalau terjadi, sering dilihat sebagai disequilibrium.

2.Pendistribusian pendapatan antara laba & upah memainkan peran penting dlm mempengaruhi keputusan investasi.

3.Mereka menganggap bahwa ekspektasi, bersama-sama dgn laba, adalah penentu utama perencanaan investasi.

4.Mereka percaya unsur-unsur kelembagaan kredit & keuangan berintegrasi mempengaruhi siklus ekonomi.

5.Fokus pembahasan teori-teori pasca-keynesian adalah menjawab pertanyaan mengapa perekonomian tidak bekerja dgn mulus seperti asumsi klasik.

BAB III KESIMPULAN

Teori Keynes adalah suatu teori ekonomi yang didasarkan pada ide ekonom Inggris abad ke-20 yaitu John Maynard Keynes. Teori ini mempromosikan suatu ekonomi campuran, di mana baik negara maupun sektor swasta memegang peranan penting. Kebangkitan ekonomi Keynes menandai berakhirnya ekonomi laissez-faire, suatu teori ekonomi yang berdasarkan pada keyakinan bahwa pasar dan sektor swasta dapat berjalan sendiri tanpa campur tangan negara.

Teori ini menyatakan bahwa trend ekonomi makro dapat mempengaruhi perilaku individu ekonomi mikro. Berbeda dengan teori ekonom klasik yang menyatakan bahwa proses ekonomi didasari oleh pengembangan output potensial, Keynes menekankan pentingnya permintaan agregat sebagai faktor utama penggerak perekonomian, terutama dalam perekonomian yang sedang lesu. Ia berpendapat bahwa kebijakan pemerintah dapat digunakan untuk meningkatkan permintaan pada level makro, untuk mengurangi pengangguran dan deflasi. Jika pemerintah meningkatkan pengeluarannya, uang yang beredar di masyarakat akan bertambah sehingga masyarakat akan terdorong untuk berbelanja dan meningkatkan permintaannya (sehingga permintaan agregat bertambah). Selain itu, tabungan juga akan meningkat sehingga dapat digunakan sebagai modal investasi, dan kondisi perekonomian akan kembali ke tingkat normal. Kesimpulan utama dari teori ini adalah bahwa tidak ada kecenderungan otomatis untuk menggerakan output dan lapangan pekerjaan ke kondisi full employment (lapangan kerja penuh).

Pemikiran-pemikiran ekonomi pasca-keynesian lebih berupa ide-ide, tetapi tidak di formulasikan secara sistematis. Dampak kehadiran mereka memang ada, terutama dalam penelitian-peelitian ekonomi. Akan tetapi, pengabaian atau bahkan penolakan mereka tentang rasionalitas dan perilaku maksimisasi pada pelaku-pelaku ekonomi telah membuat mereka agak aneh dengan profesi airan utama yang mencoba mendekatkan pemikiran-pemikiran ekonomi dengan ekonomi makro.

DAFTAR PUSTAKA

Deliarnov, 2007, Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Jakarta: PT Raja Grafindo.